Anda di halaman 1dari 11

3.

1 Instalasi OS linux

a. Masukkan CD/DVD ke DVD-Rom - masukkan Flashdisk.

b. Pilih CD/DVD-Rom atau Flashdisk sebagai first boot, atau primary atau media booting utama atau apalah namanya. Untuk komputer, masuk ke BIOS (tekan "Delete", "Space", "Backspace" atau apalah--tergantung merek komputer). Untuk laptop, biasanya F12 atau F2.

c. Biarkan komputer booting, mungkin akan memakan waktu 3-10 menit, tergantung kualitas komputer. Bila sudah berhasil booting tampilan layar akan berbentuk seperti ini:

Linux Mint 9 full screen gambar 1

5. Bila ada pop up window "Restricted drivers available" abaikan saja dulu. Percuma menginstalnya sekarang.

Restricted drivers available gambar 2

6. Salah satu kelebihan Linux dibanding Windows adalah Linux bisa dijalankan cukup dari CD/DVD instalasi. Fitur ini dikenal dengan live CD, jadi Anda bisa melakukan test drive sebelum benar-benar menginstal Linux Mint. Karena itu juga, Anda bisa menginstal sambil

mengoperasikan Linux dalam waktu yang bersamaan. Jadi, Anda tetap bisa membaca tutorial ini dan berselancar di internet saat menginstal nanti.

Live CD aka test drive Linux Mint 9 gambar 3

7. Buka (open; double klick) ikon Install Linux Mint yang ada di desktop, akan muncul jendela baru yakni jendela instalasi. Langkah pertama, Anda memilih bahasa utama Linux Mint Anda. Saya lebih memilih bahasa Inggris. Pilihan bahasa Indonesia juga tersedia. Klik "Forward".

Select language gambar 4

8. Selanjutnya Linux Mint akan mencoba mendeteksi lokasi dan menyesuaikan jam di komputer Anda. Biarkan.

Setting up the clock gambar 5

9. Pilih lokasi di mana Anda berada. Pertama tentukan region/benua, lalu pilih negara. Klik "Forward".

Select location gambar 6

10. Selanjutnya, kita memilih keyboard layout.

Select keyboard gambar 7

Anda juga bisa mencoba keyboard di kotak kosong [ditunjuk tanda panah] untuk memastikan lay out keyboard. Klik "Forward" untuk lanjut.

11. Selanjutnya, kita akan memilih metode instalasi Linux Mint:

gambar 8

Klik opsi "Specify partitions manually (advanced)", setelah diklik, tampilan akan menjadi seperti ini:

gambar 9

Klik "Forward" untuk lanjut.

12. Di jendela berikut, klik free space yang sudah kita sediakan sebelumnya. Lalu klik "Add".

gambar 10

Free space yang ada akan dibagi menjadi tiga: swap area, file system dan home. Swap berfungsi seperti RAM di komputer. Pada komputer jadul, ukuran swap biasanya dua kali lipat ukuran RAM komputer kita. Saat ini, ukuran swap boleh setara dengan ukuran RAM, bahkan bila RAM di komputer Anda besar, space untuk swap bisa lebih diperkecil. Di laptop saya yang memiliki RAM 4 GB, swap 512 MB boleh, 1 GB boleh, 1,5 GB cukup, 2 GB oke. Terserah. Swap nantinya jarang dipakai, kecuali kalau Anda sering meng-hibernate komputer.

create swap partition gambar 11

Sesuaikan dengan gambar: pilih primary, 2000 (MB) atau terserah, swap area, lalu klik ok.

13. Setelah itu kita akan dibawa kembali ke tampilan partisi [gambar 10]. Tadi kita sudah mengambil 2 GB untuk swap, berarti masih ada sisa sekitar 18 GB. Bila berjalan normal, maka sisa yang 18 GB akan berstatus "free space" dan masih bisa dibentuk. Maka, lanjut klik "free space" dan "Add".

Namun bila ternyata sisa partisi berstatus "unusable", berarti Anda memiliki lebih dari 4 partisi utama (primary partition) di komputer Anda, dan itu "tidak bisssssa!"

Cara paling gampang mengatasinya adalah: klik partisi "swap area" yang baru selesai dibuat, kemudian "Delete"! Ulangi lagi membuat partisi "swap area" seperti langkah di atas, tetapi ganti pilihan dari "primary" menjadi "logical". Saya beberapa waktu sempat memakai partisi "logical" dan tidak mendapat masalah.

Sependek pengetahuan saya, swap dan file system di Linux memang baiknya menggunakan label "primary". Tetapi, entahlah... saya pakai "logical", tak ada masalah.

14. Buat tempat file system (/), tempat Linux bekerja. Partisi untuk (/) harus banyak. Misal, bila saya memiliki 10 GB, maka saya akan bagi: 1,5 untuk swap, 6 GB untuk (/) dan 2,5 GB untuk home. Atau, seperti di tutorial ini, saya punya 20 GB 974 MB, maka saya bagi: 2 GB untuk swap, 12 GB "/" dan 6,974 GB untuk "home". Silakan diatur sendiri sesuai selera dan kebutuhan.

create / partition gambar 12

Pada kotak "Use as", kita memilih ext3, bila tanda panah opsi diklik, akan muncul format-format lain. Linux Mint 9 memilih ext3 sebagai default kalau tidak salah. Sementara Linux Mint 10 dan 11 sudah menggunakan ext4. Ext4 adalah versi upgrade dari ext3, seperti Windows 7 adalah upgrade dari Windows Vista. Anggap saja begitu.

Di kotak "Mount point" pilih tanda "/" (klik tanda panah opsi roll ).

15. Buat partisi "home".

create home partition gambar 13

Klik "Forward" untuk lanjut.

16. Isi nama, login name, password, dan opsi login:

gambar 14

"Log in automatically" : Anda masuk/log in tanpa harus mengetik password. Opsi ini cara masuk paling cepat. "Require my password to log in" : Anda harus mengetik password setiap kali login. "Require my password to log in and to decrypt my home folder" : ini opsi paling repot, namun paling aman. Karena semuanya di-password. :) Klik "Forward" untuk lanjut".

17. Konfirmasi untuk menginstal. Klik "Install" untuk mulai.

gambar 15

18. Proses instalasi mulai. Ini akan memakan waktu 10 - 20 menit, tergantung kualitas komputer dan kecepatan koneksi internet Anda. Tunggu sampai selesai.

Installing Linux Mint 9 gambar 16

19. Bila instalasi sudah selesai, akan muncul jendela seperti ini:

Installation complete gambar 17

Klik "Restart Now" untuk menyelesaikan proses instalasi Linux dan mulai ngelinux.

20. Linux Mint 9 siap dipakai!