Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan


B. Manfaat dan Sasaran

C. Kebijakan Operasional D. Pengguna E. Pengertian BAB II RUANG LINGKUP KEGIATAN A. Unit Pelaksana Teknis (UPT) B. Unit Eselon II C. Unit Eselon I BAB III PENGELOLAAN DATA KINERJA A. Periode Pengelolaan Data Kinerja B. Perencanaan Data Kinerja C. Pengumpulan Data Kinerja D. Pengukuran Capaian Data Kinerja E. Pelaporan Data Kinerja BAB IV PENUTUP Lampiran

BAB I
1

PENDAHULUAN

A. TUJUAN Petunjuk Teknis Pengelolaan Data Kinerja dimaksudkan untuk menyediakan panduan bagi seluruh petugas pengelola data kinerja dalam melakukan proses pengelolaan data kinerja, mulai tahap perencanaan penyusunan data kinerja, pengumpulan data kinerja, pengukuran dan pengelompokan data kinerja, sampai dengan tahap pelaporan data kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). B. MANFAAT DAN SASARAN Proses penataan Sistem Akuntabilitas Kinerja di lingkungan Kemdikbud, membutuhkan indikator kinerja yang spesifik, terukur, akuntabel, relevan, valid, dan memiliki batasan waktu yang jelas, yang bersumber dari data kinerja yang dikelola dengan baik. Pelaksanan kegiatan pengelolaan data kinerja bermanfaat untuk: 1. Pemahaman mengenai tujuan pengelolaan data kinerja; 2. Penetapan langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam proses pengelolaan;
3. Penyusunan laporan hasil pengelolaan data kinerja.

Tujuan pengelolaan data kinerja adalah sebagai berikut:


1. Menyediakan informasi data kinerja untuk setiap program dan kegiatan di

lingkungan Kemdikbud;
2. Mengukur keberhasilan program dan kegiatan Kemdikbud.

D. KEBIJAKAN OPERASIONAL Petunjuk Teknis Pengelolaan Data Kinerja disusun berdasarkan beberapa kebijakan peraturan berikut. 1. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Peraturan

Menteri

Negara

Pendayagunaan

Aparatur

Negara

Nomor

09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah; 3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama; 4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 5. Surat Keputusan Kepala LAN Nomor 239 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. D. PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS Secara khusus Petunjuk Teknis Pengelolaan Data Kinerja digunakan oleh petugas pengelola data kinerja di jenjang Unit Pelaksana Teknis (UPT), Unit Eselon II, Unit Eselon I di lingkungan Kemdikbud. D. PENGERTIAN Berikut adalah beberapa pengertian untuk beberapa istilah yang dipergunakan dalam juknis ini. Data Kinerja : Sesuatu keadaan, angka, gambar, atau simbol lain yang telah dicapai oleh suatu unit kerja dalam suatu periode tertentu dan masih memerlukan pengolah lebih lanjut agar dapat dipergunakan untuk menyusun indikator kinerja. Indikator Kinerja Utama : Instrumen yang dapat membantu unit kerja dalam mendefinisikan dan mengukur pencapaian kinerjanya dalam upaya mewujudkan tujuan-tujuan unit kerja.

BAB II RUANG LINGKUP KEGIATAN

A. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan data kinerja mulai dilaksanakan pada UPT-UPT yang berada dalam lingkungan Kemdikbud, yaitu: 1. UPT di lingkungan Sekretaris Jenderal a. Balai Pengembangan Media Radio Yogyakarta b. Balai Pengembangan Multi Media Semarang c. Balai Pengembangan Media Televisi Surabaya. 2. UPT di lingkungan Ditjen PAUDNI, yaitu P2PNFI/BPPNFI a. P2PNFI Regional II Bandung b. P2PNFI Regional III Semarang. c. BPPNFI Regional I Medan d. BPPNFI Regional IV Surabaya e. BPPNFI Regional V Makassar f. BPPNFI Regional VII Mataram. 3. UPT di lingkungan BPSDMP dan PMP a. LPMP 1) LPMP Sumatera Utara 2) LPMP Padang 3) LPMP Riau 4) LPMP Lampung 5) LPMP Jawa Barat 6) LPMP Jawa Tengah 7) LPMP Yogyakarta 8) LPMP Jawa Timur 9) LPMP NTB

10) LPMP NTT 11) LPMP Sulawesi Selatan 12) LPMP Maluku Utara. b. PPPPTK 1) PPPPTK Bisnis Pariwisata Parung 2) PPPPTK Pendidikan Jasmani BK Parung 3) PPPPTK BMTI Cimahi 4) PPPPTK TK PLB Bandung 5) PPPPTK Matematika Yogyakarta 6) PPPPTK Seni budaya Yogyakarta 7) PPPPTK BOE Malang 8) PPPPTK PKN dan IPS Malang 9) PPPPTK BBL Medan 10) PPPPTK IPA Bandung. c. LP2KS Solo 4. UPT di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Balai Bahasa Medan Balai Bahasa Padang Balai Bahasa Riau Kantor Bahasa Lampung Balai Bahasa Yogyakarta Balai Bahasa Semarang Balai Bahasa Surabaya Balai Bahasa Mataram Balai Bahasa Makassar Kantor Bahasa Maluku Utara Balai Bahasa Bandung Kantor Bahasa Kupang. B. Unit Eselon II Pengelolaan data kinerja pada UPT bermanfaat untuk pengelolaan informasi kinerja UPT, yang menjadi sumber informasi pengukuran indikator kinerja di tingkat unit eselon II yang bersangkutan.
5

Berikut adalah unit-unit eselon II yang berada di lingkungan Kemdikbud. 1. Unit eselon II di lingkungan Sekretariat Jenderal: a. Biro Umum; b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri; c. Biro Keuangan; d. Biro Kepegawaian; e. Biro Hukum dan Organisasi; f. Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi; g. Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat; h. Pusat Data dan Statistik Pendidikan.
2. Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,

Nonformal, dan Informal: a. b. c. d. e. Sekretariat Direktorat Jenderal; Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini; Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan; Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat; Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI. 3. Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;

b. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar; c. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama; d. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar; e. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar. 4. Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas; c. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan; d. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah;

e. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah. 5. Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama; c. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan; d. Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan; e. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 6. Unit eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman; c. Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman; d. Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi; e. Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya; f. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya. 7. Unit eselon II di lingkungan Inspektorat Jenderal: a. b. c. d. e. f. Sekretariat Inspektorat Jenderal; Inspektorat I; Inspektorat II; Inspektorat III; Inspektorat IV; Inspektorat Investigasi. 8. Unit eselon II di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan: a. Sekretariat Badan; b. Pusat Penelitian Kebijakan; c. Pusat Kurikulum dan Perbukuan; d. Pusat Penilaian Pendidikan.
9. Unit eselon II di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa:

a. Sekretariat Badan;
7

b. Pusat Pengembangan dan Pelindungan; c. Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan. 10. Unit eselon II di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan: a. Sekretariat Badan; b. Pusat Pengembangan Profesi Pendidik; c. Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan; d. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kebudayaan; e. Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan. C. Unit Eselon I Pengelolaan data kinerja pada unit eselon II bermanfaat untuk pengelolaan informasi kinerja pada unit eselon II, yang menjadi sumber informasi pengukuran indikator kinerja di tingkat unit eselon I yang bersangkutan. Berikut adalah unit eselon I di lingkungan Kemdikbud: 1. Sekretariat Jenderal; 2. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal; 3. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar; 4. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah; 5. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; 6. Inspektorat Jenderal; 7. Badan Penelitian dan Pengembangan; 8. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa;
9. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan

Mutu Pendidikan; 10. Direktorat Jenderal Kebudayaan.

BAB III PENGELOLAAN DATA KINERJA

A. Periode Pengelolaan Data Kinerja Pengelolaan data kinerja dimulai setiap awal tahun anggaran, yaitu tanggal 1 Januari sampai dengan akhir tahun anggaran, yaitu tanggal 31 Desember pada setiap tahun. B. Perencanaan Data Kinerja Proses pengelolaan data kinerja diawali dengan Tahap Perencanaan Data Kinerja, yang terdiri dari: 1. JENJANG UPT Penyusunan Format Rencana Data Kinerja UPT
a. Pada akhir tahun sebelumnya (t-1), Petugas Pengelola Data Kinerja UPT

mengidentifikasi jenis-jenis data kinerja, berupa output, suboutput, dan komponen input yang dihasilkan dari pelaksanaan program / kegiatan berdasarkan Renstra, RKT, RKA-K/L, DIPA, LAKIP, dan laporan pelaksanaan program / kegiatan lainnya.
b. Petugas pengelola data kinerja melakukan penyelarasan data kinerja yang

telah diidentifikasi dengan kontribusinya pada indikator kinerja unit eselon II yang ditopangnya.
c. Petugas pengelola data kinerja mengelompokkan setiap jenis data kinerja

berdasarkan setiap jenis indikator kinerja unit eselon II yang ditopangnya, untuk mengukur keberhasilan pencapaian indikator kinerja tersebut.
d. Pada bulan Januari petugas pengelola data kinerja menyusun data kinerja

UPT berdasarkan indikator kinerja unit eselon II yang ditopangnya dalam Format Data Kinerja UPT Awal Tahun (Lampiran 1), yang terdiri dari 7 (tujuh) kolom. Kolom 1 Kolom 2 : diisi dengan jenis indikator kinerja unit eselon II : diisi dengan jenis data kinerja UPT
9

Kolom 3 Kolom 4

: diisi dengan angka target kinerja yang akan dicapai setiap data kinerja dalam satu tahun berjalan : diisi dengan jumlah anggaran yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan untuk mencapai target data kinerja dalam satu tahun berjalan

Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7

: diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan pencapaian target kinerja : diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan realisasi anggaran : diisi dengan frekuensi (seberapa sering) dilakukan pelaporan data kinerja: bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan

e. Pada akhir bulan Januari petugas pengelola data kinerja di UPT mengirimkan

Format Rencana Data Kinerja UPT kepada Unit Eselon II pembinanya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan. 2. JENJANG UNIT ESELON II Penyusunan Format Rencana Data Kinerja
a. Pada akhir tahun sebelumnya (t-1), Petugas Pengelola Data Kinerja di Unit

Eselon II mengidentifikasi jenis-jenis data kinerja, berupa output, suboutput, dan komponen input yang dihasilkan dari pelaksanaan program / kegiatan berdasarkan Renstra, RKT, RKA-K/L, DIPA, LAKIP, dan laporan pelaksanaan program / kegiatan lainnya.
b. Petugas pengelola data kinerja melakukan penyelarasan data kinerja yang

telah diidentifikasi dengan kontribusinya pada indikator kinerja unit eselon I yang ditopangnya.
c. Petugas pengelola data kinerja mengelompokkan setiap jenis data kinerja

berdasarkan setiap jenis indikator kinerja unit eselon I yang ditopangnya, untuk mengukur keberhasilan pencapaian indikator kinerja tersebut.
d. Petugas pengelola data kinerja menyusun data kinerja Unit Eselon II

berdasarkan indikator kinerja unit eselon I yang ditopangnya dalam Format Rencana Data Kinerja (Lampiran 2), yang terdiri dari 7 (tujuh) kolom. Kolom 1 Kolom 2 : diisi dengan jenis indikator kinerja unit eselon I : diisi dengan jenis data kinerja unit eselon II
10

Kolom 3 Kolom 4

: diisi dengan angka target kinerja yang akan dicapai setiap data kinerja dalam satu tahun berjalan : diisi dengan jumlah anggaran yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan untuk mencapai target data kinerja dalam satu tahun berjalan

Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7

: diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan pencapaian target kinerja : diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan realisasi anggaran : diisi dengan frekuensi (seberapa sering) dilakukan pelaporan: bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan

e. Pada akhir bulan Januari petugas pengelola data kinerja di Unit Eselon II

menyerahkan Format Rencana Data Kinerja Unit Eselon II kepada Unit Eselon I pembinanya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan.
f. Pada akhir bulan Januari petugas pengelola data kinerja di Unit Eselon II

mengumpulkan Format Rencana Data Kinerja UPT. 3. JENJANG UNIT ESELON I Penyusunan Format Rencana Data Kinerja
a. Petugas pengelola data kinerja pada Sekretariat Unit Eselon I menyusun

indikator kinerja Unit Eselon I dan indikator kinerja unit eselon II yang menopangnya dalam Format Rencana Data Kinerja (Lampiran 3), yang terdiri dari 7 (tujuh) kolom. Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 : diisi dengan jenis indikator kinerja unit eselon I : diisi dengan jenis indikator kinerja unit eselon II : diisi dengan angka target kinerja yang akan dicapai setiap indikator kinerja dalam satu tahun berjalan : diisi dengan jumlah anggaran yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan untuk mencapai target indikator kinerja dalam satu tahun berjalan Kolom 5 Kolom 6 : diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan pencapaian target kinerja : diisi dengan sumber data yang digunakan untuk melaporkan realisasi anggaran
11

Kolom 7

: diisi dengan frekuensi (seberapa sering) dilakukan pelaporan: bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan

g. Petugas pengelola data kinerja menyerahkan Format Rencana Data Kinerja

Unit Eselon I kepada Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan.


h. Pada akhir bulan Januari petugas pengelola data kinerja di Sekretariat Unit

Eselon I mengumpulkan Format Rencana Data Kinerja Unit Eselon II.

C. Pengukuran Data Kinerja

Tahap Pengukuran Data Kinerja adalah proses pengukuran data kinerja mulai dari UPT, Unit Eselon II, dan Unit Eselon I yang menjadi sumber data kinerja. Pada tahap ini petugas pengelola data kinerja melakukan pengukuran data kinerja, dengan mengisi Format Pengukuran Data Kinerja untuk UPT, Unit Eselon II, dan Unit Eselon I, kemudian menyampaikan ke unit eselon di atasnya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan. 1. JENJANG UPT Pengukuran Data Kinerja UPT
a. Petugas pengelola data kinerja pada UPT mengukur pencapaian data kinerja

pada Format Pengukuran Data Kinerja UPT pada setiap bulan.


b. Pada hari Jumat terakhir setiap bulan petugas pengelola data kinerja

menyampaikan Format Pengukuran Data Kinerja UPT kepada Unit Eselon II pembinanya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan. Berikut adalah Format Pengukuran Data Kinerja UPT Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 : diisi dengan jenis indikator kinerja unit eselon II : diisi dengan target indikator kinerja unit eselon II tahun berjalan : diisi dengan realisasi indikator kinerja unit eselon II : diisi dengan jenis data kinerja UPT : diisi dengan angka target kinerja yang akan dicapai pada tahun berjalan : diisi dengan realisasi kinerja : diisi dengan persentase realisasi kinerja dengan rumus: jumlah realisasi kinerja pada kolom 4 x 100% jumlah alokasi kinerja pada kolom 3
12

Kolom 6 Kolom 7

: diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja : diisi dengan realisasi dari masing-masing indikator kinerja dengan menggunakan rumus/indikator yang jelas /terukur untuk menetapkan tingkat keberhasilannya. Tingkat capaian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada masing-masing program/kegiatan.

2. JENJANG Eselon II Pengukuran Data Kinerja Unit Eselon II a. Petugas pengelola data kinerja pada Unit Eselon II mengukur pencapaian data kinerja pada Format Pengukuran Data Kinerja pada setiap bulan. b. Pada hari Jumat terakhir setiap bulan petugas pengelola data kinerja menyampaikan Format Pengukuran Data Kinerja Unit Eselon II kepada Unit Eselon I pembinanya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan. Berikut adalah Format Pengukuran Data Kinerja Unit Eselon II Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 3 Kolom 4 : diisi dengan jenis indikator kinerja Unit Eselon I : diisi dengan jenis data kinerja Unit Eselon II : diisi dengan angka target kinerja yang akan dicapai setiap data kinerja setiap tahun : diisi dengan realisasi kinerja : diisi dengan persentase realisasi kinerja dengan rumus: jumlah realisasi anggaran pada kolom 17 x 100% jumlah alokasi anggaran pada kolom 16 Kolom 3 Kolom 4 : diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja : diisi dengan realisasi dari masing-masing indikator kinerja dengan menggunakan rumus/indikator yang jelas /terukur untuk menetapkan tingkat keberhasilannya. Tingkat capaian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada masing-masing program/kegiatan.

1. JENJANG UPT
13

Pengukuran Data Kinerja UPT c. Petugas pengelola data kinerja pada UPT mengukur pencapaian data kinerja pada Format Pengukuran Data Kinerja pada setiap bulan. d. Pada hari Jumat terakhir setiap bulan petugas pengelola data kinerja menyampaikan Format Pengukuran Data Kinerja kepada Unit Eselon II pembinanya dan Sekretariat Jenderal up. Biro Keuangan. Berikut adalah Format Pengukuran Data Kinerja UPT Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 3 Kolom 4 : diisi dengan jenis data kinerja unit eselon II : diisi dengan jenis data kinerja UPT : diisi dengan angka target data kinerja yang akan dicapai setiap data kinerja setiap tahun : diisi dengan realisasi kinerja : diisi dengan persentase realisasi kinerja dengan rumus: jumlah realisasi anggaran pada kolom 17 x 100% jumlah alokasi anggaran pada kolom 16 Kolom 3 Kolom 4 : diisi dengan angka target yang akan dicapai untuk setiap indikator kinerja sesuai dengan dokumen Penetapan Kinerja : diisi dengan realisasi dari masing-masing indikator kinerja dengan menggunakan rumus/indikator yang jelas /terukur untuk menetapkan tingkat keberhasilannya. Tingkat capaian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada masing-masing program/kegiatan.

D. Pelaporan Data Kinerja Petugas pengelola data kinerja menyusun Laporan Data Kinerja sesuai dengan Format Pengukuran Data Kinerja yang telah disusun sebelumnya.

14

15