Anda di halaman 1dari 49
  • 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun). Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi. Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain. Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang

banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragam jenisnya. Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh dan berdasarkan sumbernya:

1. Berdasarkan fungsi

1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN <a href=Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun). Zat gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi. Satu janis zat gizi tertentu kemungkinan terkadung/ terdapat pada jenis bahan pangan, namun bisa dimungkinkan zat gizi tersebut tidak terdapat pada bahan pangan yang lain. Untuk satu jenis zat gizi tertentu, mungkin saja banyak terkandung pada satu jenis makanan, namun bisa saja tidak terdapat sama sekali pada makanan yang lainnya. Selain itu jumlah zat gizi tertentu terdapat dalam jumlah yang banyak pada salah satu jenis makanan, namun bisa saja hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit pada makanan yang lainnya. Oleh karena itu agar tubuh tidak kekurangan salah satu zat gizi, maka manusia tidak boleh tergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus mengkonsumsi makanan yang beragam jenisnya. Zat gizi dikelompokkan berdasarkan beberapa hal, yaitu berdasarkan fungsi, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan tubuh dan berdasarkan sumbernya: 1. Berdasarkan fungsi Page 1 " id="pdf-obj-0-29" src="pdf-obj-0-29.jpg">

Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

  • a. Zat gizi sebagai sumber energi Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein. Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.

  • b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

  • c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur

Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangunenergi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak. b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein. c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur Page 2 " id="pdf-obj-1-12" src="pdf-obj-1-12.jpg">

dengan baik. Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.

  • 2. Berdasarkan jumlah Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas

dua, yaitu:

  • a. Zat gizi makro Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.

  • b. Zat gizi mikro Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

  • 3. Berdasarkan Sumber

Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu nabati dan hewani

  • 1.2. Rumusan Masalah

    • 2.1. Berapa kebutuhan perhari (orang dewasa) zat gizi mikro?

    • 2.2. Apa dampaknya bila kekurangan zat gizi mikro?

    • 2.3. Apa saja sumber-sumber makanan dari zat gizi mikro?

  • 1.3. Tujuan

    • 3.1. Untuk Mengetahui kebutuhan perhari (orang dewasa) zat gizi mikro?

    • 3.2. Untuk Mengetahui dampaknya bila kekurangan zat gizi mikro?

    • 3.3. Untuk mengetahui sumber-sumber makanan dari zat gizi mikro?

  • dengan baik. Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin

    BAB II PEMBAHASAN

    2.1. Kebutuhan perhari (orang dewasa) zat gizi mikro

    Jumlah kebutuhan energi seseorang pada dasarnya berbeda tergantung

    pada umur, jenis kelamin, berat badan, dan aktifitas seseorang. Sebagai

    contoh, seseorang laki-laki dewasa (20 59 tahun) dengan barat badan 62 kg,

    tinggi 165 cm dan aktifitas sedang membutuhkan energi kurang lebih 3000 kilo

    kalori, sedangkan bila wanita dewasa berat 54 kg tinggi 156 cm dengan aktifitas

    sedang membutuhkan 2250 kilo kalori. Apabila orang yang sama dengan

    aktifitas lebih berat, maka kebutuhan bagi laki-laki sebesar 3600 kilo kalori dan

    wanita 2600 kilo kalori.

    Contoh Menu Dengan Energi 2500 kilo kalori, 2000 kilo kalori dan 1700 kilo kalori:

     

    Jenis Hidangan

    Ukuran Rumah Tangga Untuk

     

    waktu

    2500 kilokalori

    2000 kilokalori

    1700

     

    kilokalori

     

    Nasi

    • 2 sendok nasi

    • 2 sendok nasi

    1

    sendok nasi

    Daging

    bumbu

    • 1 potong

    • 1 ½ potong

    potong

     

    semur

    Pagi

    Tumis kacang

    ½ mangkok

    ½ mangkok

    ½ mangkok

    panjang + tauge

    Teh manis

    • 1 gelas

    • 1 gelas

    1

    gelas

     

    Bubur

    kacang

    • 1 gelas

    • 1 gelas

    1

    gelas

    10.00

    hijau

     
     

    Nasi

    • 3 sendok nasi

    sendok nasi

    • 2 1½

     

    sendok

    Siang

    nasi

    BAB II PEMBAHASAN 2.1. Kebutuhan perhari (orang dewasa) zat gizi mikro Jumlah kebutuhan energi seseorang pada
     

    Ikan goreng

    1

    potong

    1

    potong

    1

    potong

    Tempe bacem

    2

    potong

    1

    potong

    1

    potong

    Lalap

    ½ mangkok

    ½ mangkok

    ½ mangkok

    Sayur asem

    1

    mangkok

    1

    mangkok

    1

    mangkok

    Sambal tomat

    1

    sendok

    1

    sendok

    1

    sendok

    makan

    makan

    makan

    Nenas

    1

    potong

    1

    potong

    1

    potong

    16.00

    Buah

    -

    -

    1

    potong

     

    Nasi

    3

    sendok

    2

    sendok

     

    sendok

    makan

    makan

    makan

    Pepes ayam

    1

    potong

    1

    potong

    1

    potong

    Malam

    Tahu balado

    1

    potong

    1

    potong

    1

    potong

    Sayur

    bening

    1

    mangkok

    1

    mangkok

    1

    angkok

    bayam + jagung

         

    muda

    Pepaya

    1

    potong

    1

    potong

    1

    potong

             

    2.2. Dampak dari kekurangan zat gizi mikro

    Semua zat gizi penting bagi tubuh. Namun, sayangnya masyarakat

    kurang sadar dengan kebutuhan gizi mikro dalam tubuhnya. Meskipun

    kebutuhannya sangat sedikit, tetapi zat gizi mikro penting bagi pertumbuhan

    dan perkembangan tubuh, karena efeknya bersifat jangka panjang.

    Kekurangan zat gizi mikro seperti, vitamin, mineral dan sekelumit

    seringkali tersembunyi dan tidak disadari. Padahal, bila tidak segera diatasi bisa

    membawa dampak buruk dalam jangka panjang,” Prof. Dr. Hardinsyah, Guru

    Ikan goreng 1 potong 1 potong 1 potong Tempe bacem 2 potong 1 potong 1 potong

    Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui

    siaran pers yang diterima Gatranews, Jumat (3/8), di Jakarta.

    Menurutnya, zat gizi mikro memiliki peran untuk membantu pertumbuhan

    tulang, gigi, dan sel. Selain itu, sangat bermanfaat untuk pencernaan dan

    metabolisme, pembentukan imunitas, tekanan darah dan cairan tubuh serta

    pengendalian syaraf.

    Kekurangan zat gizi mikro lebih sering terjadi kekurangan kalsium, zat

    besi, zinc, asam folat , B12, C dan D pada anak, perempuan dan ibu hamil. Hal

    tersebut biasanya diakibatkan oleh diet (pola makan), dan kekurangan sumber

    pangan hewani dan buah

    Menurutnya, defisiensi zat gizi mikro dalam jangka yang lama dapat

    memberikan dampak malnutrisi yang nantinya akan mempengaruhi

    peningkatan angka kesakitan dan kematian, serta mempengaruhi gangguan

    yang serius pada tumbuh kembang anak.

    Kebutuhan zat mikro dapat dipenuhi dari asupan makanan yang kaya

    dengan nilai gizi dan nutrisi yang tinggi, seperti konsumsi sayuran, buah-

    buahan, daging, dan mineral yang cukup.

    2.3. Sumber-sumber makanan zat gizi mikro

    Masalah kecukupan zat gizi mikro masih menjadi tantangan dalam

    mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal. Jika tidak diatasi

    akan memberi dampak buruk dalam jangka panjang.

    Kecukupan zat gizi mikro sangat penting terutama untuk ibu hamil dan

    anak-anak balita, demikian penjelasan yang diberikan oleh Prof. Dr. Ir.

    Hardiansyah, MS, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) dalam acara

    "Nutritalk Sarihusada".

    Zat gizi mikro meliputi vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh

    dalam jumlah sedikit tetapi sangat penting. Pada umumnya disuplai dari

    Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui siaran pers yang diterima Gatranews, Jumat

    makanan dan minuman. Namun, bila kekurangan akan berdampak buruk dalam

    jangka panjang, pada imunitas, stamina, dan tumbuh kembang.

    Zat gizi mikro memiliki peran untuk membantu pertumbuhan tulang, gigi,

    sel, dll; pencernaan dan metabolisme, pembentukan imunitas, tekanan darah

    dan cairan tubuh serta pengendalian saraf.

    Apa saja zat gizi mikro dan apa kegunaannya? Bisa diperoleh dalam bahan

    makanan apa sajakah?

    Zat besi. Berguna bagi pembentukan darah merah, produksi energi,

    kapasitas aerobik, imunitas, dan konsentrasi. Zat besi bisa diperoleh dari

    hati sapi, bayam, kacang-kacangan, telur, atau sayuran berdaun hijau

    lainnya.

    Kalsium. Digunakan untuk pembentukan tulang dan gigi, kontraksi otot,

    serta pembekuan darah. Sumber kalsium yang kaya terdapat pada minyak

    ikan seperti sardin, susu, keju, yoghurt, kacang-kacangan, dan biji-bijian,

    serta sayuran berdaun hijau.

    Zinc. Berguna untuk imunitas, pertumbuhan sel, penggunaan karbohidrat

    dan sintesa protein. Sumber makanan yang mengandung zinc antara lain

    daging merah, gandum utuh, biji-bijian, sereal, kacang-kacangan, ikan, hasil

    laut, sayuran berdaun hijau.

    Vitamin A. Sebagai antioksidan, anti-infeksi, perbaikan jaringan, dan

    penglihatan. Sumber makanan vitamin A terdapat dalam buah dan sayuran

    yang berwarna merah, jingga dan kuning, seperti tomat, mangga, wortel,

    pepaya, serta labu.

    Asam folat. Digunakan untuk pembentukan nukleotida & DNA, menurunkan

    homosistein, dan meningkatkan imunitas. Sumber makanan kaya asam folat

    antara lain kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau, biji-bijian, buah-

    buahan, serta daging.

    makanan dan minuman. Namun, bila kekurangan akan berdampak buruk dalam jangka panjang, pada imunitas, stamina, dan

    Vitamin B 6 . Berguna untuk kenormalan saraf otak, membentuk protein,

    hormon, dan darah merah. Terutama ditemukan dalam daging, roti gandum,

    telur, ikan, kacang-kacangan.

    Vitamin B 12 . Digunakan untuk pembentukan darah merah, gangguan

    pembentukan DNA, proses metabolisme, menghasilkan energi, dan

    kenormalan saraf. Makanan sebagai sumber vitamin B 12 antara lain susu

    dan produk susu, telur, kerang, serta daging unggas.

    Vitamin C. Berguna dalam pembentukan tulang, gizi, kolagen, penyerapan

    besi dan kalsium, serta penyembuhan luka. Vitamin C terutama didapatkan

    dalam buah-buahan.

    Kekurangan zat gizi mikro lebih sering terjadi. Terutama pada anak dan

    wanita, serta ibu hamil. Kekurangan ini seringkali diakibatkan karena diet (pola

    makan) yang miskin sumber pangan hewani dan buah. Tanpa pangan hewani

    dan sayur akan sulit untuk memenuhi kecukupan asupan zat gizi mikro.

     Vitamin B . Berguna untuk kenormalan saraf otak, membentuk protein, hormon, dan darah merah. Terutama
    • 3.1. Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    Begitu banyak zat gizi mikro dalam menunjang upaya tetap aktif, kreatif,

    dan produktif sehingga kehadirannya perlu diperhatikan dalam gizi.

    Mineral mikro terdapat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh ,namun

    mempunyai peranann esensial untuk kehidupan,kesehatan,dan reproduksi.

    Kandungan mineral mikro bahan makanan sangat bergantung pada konsentrasi

    mineral mikro tanah asal bahan makanan tersebut.

    Unsur mineral mikro merupakan salah satu komponen yang sangat

    diperlukan oleh makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan

    vitamin, juga dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh,

    bila bahan biologis dibakar, semua senyawa organik akan rusak; sebagian

    besar karbon berubah menjadi gas karbon dioksida (CO hidrogen menjadi uap

    air, dan Nitrogen menjadi uap Nitrogen (N) Sebagian besar mineral akan

    tertinggal dalam bentuk abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta

    akan terjadi penggabungan antar individu atau dengan oksigen sehingga

    terbentuk garam anorganik

    • 3.2. Saran

    Kami tahu bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terjadi

    kesalahan-kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang

    mambangun sangat kami harapkan.

    3.1. Kesimpulan BAB III PENUTUP Begitu banyak zat gizi mikro dalam menunjang upaya tetap aktif, kreatif,

    DAFTAR PUSTAKA

    Almatsier, Sunita.2001.Prinsip Ilmu Gizi.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama.

    Behrman,kliegman,alvin.1999.Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Ed 15 Vol. 2. Jakarta.EGC

    http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/24/zat-zat-gizi-yang-dibutuhkan-

    tubuh/

    DAFTAR PUSTAKA Almatsier, Sunita.2001.Prinsip Ilmu Gizi.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama. Behrman,kliegman,alvin.1999.Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Ed 15 Vol. 2.

    Tujuan

    Penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan dan sasaran. Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah: Akademik Stikes Karya Husada Pare Kediri pada umumnya dan Mahasiswa Keperawatan pada khususnya. Sedangkan tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain :

    Mengetahui teori Mineral Mikro.

    Berusaha membuka wawasan mengenai konsep Mineral Mikro.

    Memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Gizi dan Terapi Diet.

    Manfaat Gizi

    Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

    • a. Zat gizi sebagai sumber energi

    Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh.

    Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.

    Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.

    • b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh

    Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi

    Tujuan Penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan dan sasaran. Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah: Akademik

    untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh.

    Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

    c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh

    Proses metabolisme di dalam

    tubuh

    perlu

    pengaturan agar terjadi

    keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik.

    Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    MINERAL MIKRO

    Mineral mikro terdapat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh ,namun mempunyai peranann esensial untuk kehidupan,kesehatan,dan reproduksi. Kandungan mineral mikro bahan makanan sangat bergantung pada konsentrasi mineral mikro tanah asal bahan makanan tersebut. Widya Karya Gizi Nasional tahun 1998 telah menetapkan Angka Kecukupan Rata-rata Sehari untuk mineral mikro besi(Fe),seng(Zn),iodium(I),dan selenium(Se). Di AS selain itu

    untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam

    ditetapkan juga angka antarbatas sementara yang dianggap aman dan cukup

    untuk dikonsumsi

    bagi

    mineral

    mikro

    tembaga(Cu),mangan(Mn),fluor(F),Khrom(Cr),dan molibden(Me). Sedangkan kebutuhan manusia akan mineral mikro arsen(As), nikel(Ni),silikon(Si),dan baron(Bo) masih dalam penelitian.

    a) Besi(Fe)

    Besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia dan hewan yaitu sebanyak 3-5 gram didalam tubuh manusia dewasa. Besi mempunyai beberapa fungsi esensial didalam tubuh :

    • Sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh

    • Sebagai alat angkut elektron didalam sel

    • Sebagai bagian terpadu berbagai reaksi enzim didalam jaringan tubuh

    Absorpsi, Transplantasi dan Penyimpanan Besi

    Tubuh sangat efesien dalam penggunaan besi. Sebelum di absorpsi, didalam lambung besi dibebaskan dari ikatann organik,seperti protein. Absorpsi terutama terjadi dibagian atas usus halus denagn bantuan alat angkut protein khusus. Ada dua jenis alat angkut protein di dalam sel mukosa usus halus yang membantu penyerapan besi, yaitu transferin dan feritin.

    Besi dalam makanan terdapat dalam bentuk besi-hem seperti terdapat dalam hemoglobin dan mioglobin makanan hewani,dan besi non-hem dalam makanan nabati. Besi hem diabsorpsi ke dalam sel mukosa sebagai kompleks porfirin utuh. Agar dapat di absorpsi ,besi non-hem didalam usus halus harus berada dalam bentuk terlarut. Taraf absorpsi besi diatur oleh mukosa saluran cerna yang ditentukan oleh kebutuhan tubuh.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Absorpsi Besi :

    • Bentuk Besidi dalam makanan berpengaruh terhadap penyerapan.

    • Asam Organik seperti vitamin C sangat membantu penyerapannya.

    • Asam Fitat dan faktor lain didalam serat serelia dan asam aksalat di dalam

    sayuran menghambat penyerapan zt besi. Tanin yang merupakan polifenol dan terdapat di dalam teh,kopi dan beberapa jenis sayuran dan buah juga menghambat absorpsi besi dengan cara mengikatnya.Klasium dosis tinggi berupa suplemen menghambat absorpsi

    ditetapkan juga angka antarbatas sementara yang dianggap aman dan cukup untuk dikonsumsi bagi mineral mikro tembaga(Cu),mangan(Mn),fluor(F),Khrom(Cr),dan

    besi,namun mekanismenya belum diketahui dengan pasti.Bayi dapat lebih banyak menyerap besi yang berasal dari ASI daripada dari susu sapi.

    Tingkat keasaman lambung meningkatkan larut besi.Kekurangan asam klorida di dalam lambung atau pengguna obat-obatan yang bersifat antasit menghalangi absorpsi besi.

    Faktor intrinsik di dalam lambung membantu penyerapan besi,di duga karena hem mempunyai struktur yang sama dengan vit B12.

    Kebutuhan tubuh akan besi berpengaruh besar terhadap absorpsi besi.Bila tubuh kekurangan besi atau kebutuhan meningkat pada masa pertumbuhan,absorpsi besi-non hem dapat meningkat sampai sepuluh kali,sedangkan besi-hem dua kali.

    FUNGSI BESI

    Dalam keadaan terduksi bvesi kehilangan dua elektron,oleh karena itu mempunyai dua sisa muatan positif.Besi dalam bentuk dua ion bermuatan positif ini adalah bentuk fero.Dalam keadaan teroksidasi,besi kehilangan tiga elektron,sehingga mempunyai sisa tiga muatan positif yang dinamakan bentuk feri.Karena dapat berada dalam dua bentuk ion ini,besi berperan dalam proses

    respirasi sel,yaitu sebagai kofaktor bagi enzim-enzim yang terlibat di dalam reaksi oksidasi-reduksi.

    Metabolisme energi. Di dalam tiap sel, besi bekerja sama dengan rantai protein-pengangkut-elektron,yang berperan dalam langkah-langkah akhir metabolisme energi. Sebagian besar besi berada di dalam hemoglobin,yaitu molekul protein mengandung besi dari sel darah merah dan mioglobin didalam otot. Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh dan membawa kembali karbon dioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Mioglobin berperan sebagai resorvir oksigen;menerima, menyimpan dan melepas oksigen didalam sel-sel otot. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam hemoglobin. Selebihnya terdapat di dalam mioglobin dan protein lain yang mengandung besi. Menurunnya produktivitas kerja pada kekurangan besi disebabkan oleh 2 hal yaitu :

    besi,namun mekanismenya belum diketahui dengan pasti.Bayi dapat lebih banyak menyerap besi yang berasal dari ASI daripada
    • a. Berkurangnya enzim-enzim mengandung besi dan besi sebagai kofaktor

    enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme energi

    • b. Menurunnya hemoglobin darah akibatnya metabolisme energi di dalam

    otot terganggu dan terjadi penurunan asam laktrat yang menyebabkan rasa lelah. Kemampuan belajar. Beberapa bagian dari otak mempunyai beberapa kadar besi tinggi yang diperoleh dari transport besi yang di pengaruhi oleh reseptor transfering. Kadar besi dalam darah meningkat selama pertumbuhan hingga remaja. Pada besi otak yang kurang pada masa pertumbuhan tidak dapat diganti setelah dewasa. Defisiensi berpengaruh negatif terhadap fungsi otak, terutama terhadap fungsi sistem neurotrans mitter(pengantar saraf).

    Akibatnya , kepekaan reseptor saraf dopamin berkurang yang dapat berakhir dengan hilangnya reseptor tersebut. Daya konsentrasi,daya ingat dan kemampuan berlajar terganggu,ambang batas rasa sakit meningkat,fungsi kelenjar tiroid dan kemampuan mengatur suhu tubuh menurun.

    Sistem kekebalan. Besi memegang peranan dalam tubuh. Respon kekebalan sel oleh limfosit T tergantung karena berkurangnya sel-sel yang kemungkinan disebabkan oleh sintesis DNA. Berkurangnya sintesis DNA disebabkan oleh gangguan enzim reduktase ribunukleutida yang membutuhkan besi untuk dapat berfungsi. Di samping itu sel darah putih yang menghancurkan bakteri tidak dapat bekerja secara efektif dalam keadaan tubuh kekurangan gizi. Enzim yang berperan dalam sistem kekebalan adalah nieloperokasidase yang juga terganggu fungsinya pada defisiensi besi. Infeksi dengan cara memisahkan besi dari mikroorganisme yang membutuhkannya untuk perkembangbiakan.

    Pelarut obat-obatan. Obat-obatan tidak larut air oleh enzim mengandung besi dapat dilarutkan hingga dapat dikeluarkan oleh tubuh.

    Angka kecukupan gizi yang dianjurkan :

    • : 3-5 mg

    Bayi

    • : 8-9 mg

    Balita

    • : 10 mg

    Anak sekolah

    • Remaja laki-laki : 14-17 mg

    • Remaja perempuan

    : 14-25 mg

    a. Berkurangnya enzim-enzim mengandung besi dan besi sebagai kofaktor enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme energi b.
    • Dewasa laki-laki : 13 mg

    • Dewasa perempuan

    :14-26 mg

    • : +20 mg

    Ibu hamil

    • : +2 mg

    Ibu menyusui

    Nilai besi terhadap bahan makanan(mg/100gr)

    Bahan makanan

    Nilai Fe

    Bahan makanan

    Nilai Fe

    Tempe,kacang,kedelai

    10,0

    Biskuit

    2,7

    murni

    8,0

    Jagung kuning,pipil

    2,4

    Kacang kedelai kering

    6,7

    lama

    1,5

    Kacang hijau

    5,0

    Roti putih

    1,2

    Kacang merah

    2,0

    Beras setengah giling

    0,7

    Kelapa tua,daging

    8,0

    Kentang

    6,2

    Udang segar

    6,6

    Daun kacana panjang

    3,9

    Hati sapi

    2,8

    Bayam

    2,9

    Daging sapi

    2,8

    Sawi

    2,7

    Telur bebek

    2,7

    Daun katuk

    2,5

    Telur ayam

    2,0

    Kangkung

    2,0

    Ikan segar

    1,5

    Daun singkong

    0,5

    Ayam Gula kelapa

    2,8

    Pisang ambon Keju

    1,5

    Akibat kekurangan besi

    Defisiensi besi merupakan defisiensi besi yang paling umum terdapat,baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Defisiensi besi terutama menyerang golongan rentan seperti anak-anak, remaja, ibu hamil, dan menyusui serta pekerja berpenghasilan rendah. Secara klasik defisiensi besi dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Namun banyak bukti menunjukkan bahwa defisiensi besi berpengaruh luas terhadap kualitas sumber daya manusia, yaitu terhadap kemampuan belajar dan produktivitas kerja. Kehilangan besi dapat terjadi karena konsumsi makanan yang kurang seimbang atau gangguan absorpsi besi. Selain itu kekurangan besi dapat terjadi karena perdarahan akibat cacingan atau luka, dan akibat penyaki- penyakit yang mengganggu absorpsi seperti penyakit gastro instestinal.

    Kekurangan besi terjadi dalam 3 tahap:

     Dewasa laki-laki : 13 mg  Dewasa perempuan :14-26 mg  : +20 mg Ibu

    1.

    Terjadi bila simpanan besi berkurang dan terlihat dari penurunan feritinin

    dalam plasma hingga 12 ug/L. Hal ini dikompensasi dengan peningkatan

    absorpsi besi yang terlihat dari peningkatan mengikat besi total. Pada tahap ini belum terlihat perubahan fungsional pada tubuh.

    • 2. Terlihat dengan habisnya simpanan besi, menurunnya jenuh transfarin

    hingga kurang dari 16% pada orang dewasa dan meningkatkannya protoporfirin, yaitu bentuk pendahulu(rechursor) hem. Tahap ini nilai hemoglobin dalam darah masih berada pada 95% nilai normal.Hal ini dapat

    mengganggu metabolisme energi, sehinhha menyebabkan menurunnya kemampuan bekerja.

    • 3. Terjadi anemia gizi, dimana kadar hemoglobin total turun dibawah nilai

    normal. Anemia gizi berat ditandai oleh sel darah merah yang kecil(mikrositisis)

    dan nilai hemoglobin rendah (hipokromia). Oleh sebab itu anemia gizi besi dinamakan anemia hipokromik mikrositik. Kekurangan gizi pada umumya menyebabkan pucat,rasa lelah,letih,pusing,kurang nafsu makan,menurunnya kebugaran tubuh,menurunnya kemampuan kerja,menurunya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka. Selain itu kemampuan mengatur suhu tubuh menurun. Pada anak-anak kekurangnan besi menimbulkan apatis, mudah tersinggung,menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar.

    Anemia gizi

    Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, baik karena kekurangan konsumsi atau karena gangguan absorpsi. Zat gizi yang bersangkutan adalah besi, proteiin, peridoksin (vit.B6) yang berperan sebagai katalisator dalam sintesis hem di dalam molekul hemoglobin,vit.C yang mempengaruhi absorpsi dan pelepasan besi dari transferin ke dalam jaringan tubuh,dan vit.E mempengaruhi stabilitas membran sel darah merah. Sebagaian anemia gizi adalah anemia gizi besi.penyebab anemia gizi besi terutama karena makanan yang dimakan kurang mengandung besi, terutama dalam bentuk besi-hem. Disamping itu pada wanita karena kehilangan darah karena haid dan persalinan.

    1. Terjadi bila simpanan besi berkurang dan terlihat dari penurunan feritinin dalam plasma hingga 12 ug/L.

    Cara mengevaluasi status besi

    Indikator paling umum digunakan untuk mengetahui kekurangan besi adalah pengukuran jumlah dan ukuran sel darah meah dan nilai hemoglobin darah. Nilai hemoglobin yang rendah menggambarkan kekurangan besi yang sudah lanjut dan mungkin disebabkan oleh kekurangan protein atau vit.B6. Indikator paling peka adalah mengukur nilai feritin dalam serum darah. Nilai ini menggambarkan persediaan besi di dalam tubuh. Nilai yang rendah mengambarkan simpanan besi yang rendah. Protoporfitin adalah ikatan pendahulu (precurser) hem, yaitu bagian dari hemoglobin yang mengandung besi. Kenaikan nilai protoporfin di dalam sel darah merah menyatakan bahwa sintesis hem berkurang karena kekurangan besi. Kenaikan jumlah transferin yang tidak jenuh (protein alat transpor besi) yang terlihat dari kenaikan kemampuan mengikat besi menunjukkan menurunnya simpanan besi di dalam tubuh. Nilai jenuh transferin kurang dari 16 % menunukkan kurangnya persediaan besi di dalam tubuh. Bila di samping nilai hemoglobin, dua dari ketiga indikator di atas rendah dari normal, maka baru dikatakan bahwa seseorang menderita anemia kurang besi.

    Akibat Kelebihan Besi

    Kelebihan besi jarang terjadi karena makanan, tetapi dapat disebabkan oleh suplemen besi. Gejalannya adlah rasa nek, muntah, diare, denyut jantung

    meningkat, sakit kepala, menigau, dan pingsan.

    Seng (Zn)

    Bahwa seng esensial untuk kehidupan telah diketahui sejak lebih dari seratus tahun yang lalu. Peranannya dalam pertumbuhan normal pada hewan telah didemonstrasikan melakukan penelitian metabolisme seng pada manusia. Tubuh mengandung 2-2,5 tersebar gr seng yang tersebar hampir disemua sel. Sebagian besar seng berada di dalam hati, pankreas, ginjal, otot dan tulang. Jaringan yng banyak mengandung seng adalah bagian-bagian

    Cara mengevaluasi status besi Indikator paling umum digunakan untuk mengetahui kekurangan besi adalah pengukuran jumlah dan

    mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut dan kuku. Di dalam cairan tubuh, seng terutama merupakan ion intraseluler. Seng di dalam plasma hanya merupakan 0,1 % dari seluruh seng di dalam tubuh yang mempunyai masa pergantian yang cepat.

    Absorpsi dan Metabolisme

    Absoepsi seng diatur oleh metalotionein yang disintesin didalam sel dinding saluran cerna. Bila dikonsumsi seng tinggi,di dalam sel dinding saluran cerna sebagian diubah menjadi metalotinein sebagai simpanan, sehingga absorpsi berkurang. Metalotionein di dalam hati mengikat seng hingga dibutuhkan oleh tubuh. Metalotionein diduga mempunyai peranan dalam mengatur kandungan seng didalam cairan intraseluler.Distribusi seng antara cairan ekstraseluler, jaringan dan organ dipengaruhi oleh keseimbangan hormon dan situasi stres.Hati memegang peranan penting dalam redistribusi ini.

    Faktor-faktor yang Mengatur Absorpsi Seng

    Absorpsi seng dipengaruhi oleh status seng tubuh.Bila lebih banyak seng dibutuhkan, lebih banyak pula jumlah seng yang diabsorpsi. Begitu pula jenis makanan mempengaruhi absorpsi. Sebagian seng menggunakan alat transportransfering, yang merupakan alat transpor besi.Bila perbandingan antara besi dengan seng lebih dari 2 : 1, transfering yang tersedia untuk berkurang, sehingga menghambat absorpsi seng.

    Ekskresi Seng

    Seng dikeluarkan tubuh melalui feses. Disamping itu seng dikeluarkan melalui urin, dan jaringan tubuh yang dibuang, seperti jaringan kulit, sel dinding usus, cairan haid dan mani.

    mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut dan kuku. Di dalam cairan tubuh, seng terutama merupakan ion

    Fungsi Seng

    Seng memegang peranan esensial dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pada kegiatan lebih dari dua ratus enzim, seng berperan dalam berbagai aspek metabolisme. Peranan penting lain adalah sebagai bagian integral enzim DNA polimerase dan RNA polimerase yang diperlukan dalam sintesis DNA dan RNA. Dengan demikian, seng berperan dalam pembentukan kulit, metabolisme jaringan ikat dan penyembuhan luka. Seng juga berperan dalam pengembangan fungsi reproduksi laki-laki dan pembentukan sperma. Seng berperan dalam fungsi

    kekebalan, yaitu dalam fungsi sel T dan dalam pembentukan antibodi oleh sel- B. Seng tampaknya berperan dalam metabolisme tulang, transpor oksigen, dan pemunahan radikal bebas, pembentukan struktur dan fungsi membran serta proses penggumpalan darah.

    Angka Kecukupan Seng yang Dianjurkan

    • : 3-5 mg

    Bayi

    • 1-9 tahun : 8-9 mg

    • : 15 mg (baik pria maupun wanita)

    10-> 60 tahun

    • : + 5 mg

    Ibu hamil

    • : + 10 mg

    Ibu menyusui

    Sumber Seng

    Sumber paling baik adalah sumber protein, hewani terutama daging, hati, kerang dan telur. Serealia tumbuk dan kacang-kacangan juga merupakan sumber yang baik, namun mempunyai kletersediaan biologik yang rendah.

    Akibat Kekurangan Seng

    Fungsi Seng Seng memegang peranan esensial dalam banyak fungsi tubuh. Sebagai bagian dari enzim atau sebagai

    Tanda-tanda kekurangan seng adalah gangguan pertumbuhan dan kematangan seksual. Fungsi pencernaan terganggu karena gangguan fungsi pankreas, gangguan pembentukan kilomikron dan kerusakan permukaan saluran cerna.Kekurangan seng juga mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme, gangguan nafsu makan, penurunan ketajaman indra rasa serta memperlambat penyembuhan luka.

    Akibat Kelebihan Seng

    Kelebihan seng hingga 2-3 kali AKG menurunkan absorpsi tembaga. Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, dan tampaknya dapat memperce[pat timbulnya aterusklerosis. Dosis sebanyak 2 gram atau lebih menyebabkan muntah, diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi. Suplemen seng bisa menyebabkan keracunan, begitupun makanan yang asam dan disimpan didalam kaleng yang

    dilapisi seng.

    Iodium ( I )

    Iodium ada didalam tubuh dalam jumlah sangat sedikit yaitu sebanyak kurang lebih0,00004 % dari berat badan atau 15-23 mg yang digunakan untuk mensintesis hormon tiroksin, tetraiodotironin, dan triodotironin. Hormon ini diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan fisik dan mental hewan.

    Fungsi Iodium

    Fungsi utama hormon tiroksin triiodotironin dan tetraiodotironin adlah mengatur pertumbuhan dan perkembangan. Hormon tiroid mengontrol kecepatan pelepasan energi dari zat gizi yang menghasilkan energi. Tiroksin dapat merangsang metabolisme sampai 30 %. Iodium berperan dalam perubahan karotin menjadi bentuk aktif vitamin A, sintesis protein dan absorpsi karbohidrat dari saluran cerna.

    Tanda-tanda kekurangan seng adalah gangguan pertumbuhan dan kematangan seksual. Fungsi pencernaan terganggu karena gangguan fungsi pankreas,

    Angka Kecukupan Iodium yang Dianjurkan

    Kebutuhan iodium sehari sekitar 1-2µg per kg berat badan

    • Bayi

    : 50-70 µg

    • Balita dan anak sekolah: 70-120 µg

    • Remaja dan dewasa

    : 150 µg

    • : + 25 µg

    Ibu hamil

    • Ibu menyusui

    : + 50 µg

    Sumber Iodium

    Laut merupakan sumber utama iodium. Oleh karena itu makanan laut berupa ikan, udang dan kerang serta ganggang laut merupakan sumber iodium yang baik. Salah satu cara penanggulangan kekurangan iodium ialah melalui fortifikasi garam dapur dengan iodium.

    Akibat Kekurangan Iodium

    Gejala kekurangan iodium adalah malas dan lamban, kelenjar tiroid membesar, pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, dan dalam keadaan berat bayi lahir dalam keadaan cacat mental yang permanen serta hambatan pertumbuhan yang dikenal sebagai kretinisme. Kekurangan iodium pada anak-anak menyebabkan kemampuan belajar yang rendah. Kekurangan iodium berupa gondok endemik merupakan salah satu masalah gizi utama di indonesia yang terdapat secara merata di daerah pegunungan di seluruh propinsi kecuali DKI jakarta.

    Akibat Kelebihan Iodium

    Angka Kecukupan Iodium yang Dianjurkan Kebutuhan iodium sehari sekitar 1-2µg per kg berat badan  Bayi

    Suplemen iodiun dalam dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan kelenjar tiroid dalam keadaan berat dapat menutup jalan pernapasan sehingga menimbulkan sesak napas.

    Tembaga ( Cu )

    Tembaga ada dalam tubuh sebanyak 50-120 mg.

    Fungsi Tembaga

    Fungsi utama tembaga didalam tubuh adalah sebagai enzim.Enzim- enzim mengandung tembaga mempunyai berbagai macam peranan berkaitan dengan reaksi yang menggunakan oksigen dan radikal oksigen.

    Tembaga memegang peranan dalam mencegah anemia dengan cara :

    • a. Membantu absorpsi besi

    • b. Merangsang sintesis hemoglobin

    • c. Melepas simpanan besi dari feritil dalam hati

    Tembaga berperan dalam pengikatan silang kolagen yang diperlukan untuk

    menjaga kekuatannya.

    Angka Kecukupan Tembaga yang Dianjurkan

    Amerika

    serikat

    menetapkan

    jumlah

    tembaga

    yang

    aman

    untuk

    dikonsumsi adalah senanyak 1,5-3,0 mg sehari.

    Sumber Tembaga

    Sumber utama tembaga adalah

    tira,

    kerang, hati

    ginjal, kacang-

    , kacangan , unggas, biji-bijian, serealia dan cokelat. Air juga mengandung tembaga dan jumlahnya bergantung pada jenis pipa yang digunakan dan sumber air.

    Suplemen iodiun dalam dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan kelenjar tiroid dalam keadaan berat dapat menutup jalan

    Akibat Kekurangan Tembaga

    Kekurangan ini terjadi pada anak-anak, kekurangan protein dan menderita anemia kurang besi, serta pada anak-anak yang mengalami diare. Kekurangan tembaga juga terjadi pada bayi lahir prematur atau yang mendapat susu sapi, yang mengkomposisi gizinya tidak disesuaikan. Kekurangan

    tembaga dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme, disamping itu terjadi demirelasasi tulang,

    Akibat Kelebihan Tembaga

    Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga didalam hati yang dapat menyebabkan nikrosis hati atau serosis hati. Konsumsi

    sebanyak 10-15 mg tembaga sehari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan kematian.

    Mangan ( Mn )

    Tubuh hanya mengandung 10-20 mg mangan yang terutama berada didalam tulang dan kelenjar.

    Fungsi Mangan

    Mangan berperan sebagai konfaktor berbagai enzim yang membantu bermacam metabolisme. Enzim-enzim lain berkaitan dengan mangan juga berperan dalam sisntesis uterus, pembentukan jaringann ikat dan tulang serta

    pencegahan peroksidasi lipidal oleh radial bebas akibat kekurangan mangan.

    Akibat Kekurangan Mangan

    Akibat Kekurangan Tembaga Kekurangan ini terjadi pada anak-anak, kekurangan protein dan menderita anemia kurang besi, serta

    Kekurangan mangan belom pernah terlihat pada manusia, Kekurangan mangan sering terjadi kesamaan dengan kekurangan besi. Makanan tinggi protein dapat melindungi tubuh dari kekurangan mangan.

    Akibat Kelebihan Mangan

    Keracunan karena kelebihan mangan terjadi karena lingkungan terkontaminasi oleh mangan. Pekerja tambang mengisap mangan yang ada pada debu tambang untuk jangka waktu lama, menunjukkan gejala kelainan otak disertai penampilan dan tingkah laku normal yang menyerupai penyakit parkinson.

    Krom (Cr)

    Krom pertama kali dihubungkan dengan kekurangan pada manusia pada tahun 1966. Krom merupakan mineral esensial yang berperan dalam metabolisme karbihidrat dan lipida. Seperti halnya besi, krom berada dalam berbagai bentuk dengan jumlah muatan berbeda. Krom paling mudah di asorbsi dan paling efektif bila berada dalam Cr+++. Absorpsi krom naik, bila konsumsi rendah dan turun bila konsumsi tinggi.

    Absorpsi dan Ekskresi Krom

    Krom dalam bentuk Cr+++ diabsorpsi sebanyak 10% hingga 25%. Bentuk lain krom hanya diabsorpsi sebanyak 1%. Mekanisme absorpsi belum diketahui dengan pasti. Absorpsi dibantu oleh asam-asam amino yang mencegah krom mengendap dalam media alkali usus halus. Jumlah yang diabsorpsi tetap hingga konsumsi sebanyak 49 ug, setelah itu ekskresi melalui urin meningkat. Ekskresi melalui urin meningkat oleh konsumsi gula sederhana yang tinggi,

    aktifitas fisik berat atau trauma fisik. Seperti halnya besi, krom diangkut oleh transferin. Bila tingkat kejenuhan transferin tinggi, krom dapat diangkut oleh albumin.

    Kekurangan mangan belom pernah terlihat pada manusia, Kekurangan mangan sering terjadi kesamaan dengan kekurangan besi. Makanan

    Fungsi Krom

    Krom dibutuhkan dalam metabolisme karbihidrat dan lipida. Krom bekerja sama dengan insulin dalam memudahkan masuknya glukosa kedalam sel-sel, dengan dalam pelepasan energi. Dalam keadaan berat defisiensi krom dapat menunjukkan sindroma mirip diabetes.krom diduga merupakan bagian dari ikatan organik faktor toleransi glukosa (glucose tolerance factor) dengan suplementasi krom

    Angka Kecukupan Krom yang Dibutuhkan

    Kekurangan krom karena makanan jarang terjad, oleh karena itu AKG untuk krom belum ditentukan. Amerika serikat menetapkan jumlah yang aman untuk dikonsumsi oleh orang dewasa adalah sebanyak 50-200 ug sehari.

    Sumber

    Sumber krom terbaik adalah makanan nabati. Kandungan krom dalam tanaman bergantung pada jenis tanaman, kandungan krom tanah dan musim.

    Akibat Kelebihan Krom

    Kelebihan krom karena makanan belum pernah ditemukan. Pekerja yang terkena limbah industri dan cat yang mengandung krom tinggi dikaitkan dengan kejadian penyakit hati dan kanker paru-paru. Kromat adalah bentuk krom dengan valensi 6.

    Fungsi Krom Krom dibutuhkan dalam metabolisme karbihidrat dan lipida. Krom bekerja sama dengan insulin dalam memudahkan

    Selenium (SE)

    Jumlah selenium dalam tubuh sebanyak 3-30 mg, bergantung pada kandungan selenium dalam tanah dan konsumsi makanan. Konsumsi orang dewasa berkisar antara 20-30 ug,bergantung pada kandungan tanah.

    Absorpsi dan Ekskresi Selenium

    Selenium berada dalam makanan dalam bentuk selenometionin dan selenosisten. Absorpsi selenium terjadi pada bagian atas usus halus secara aktif. Selenium diangkut oleh albumin dan alfa-2 globulin.

    Fungsi Selenium

    Enzim glutation perokside berperan sebagai katalisator dan pemecah peroksida yang terbentuk di dalam tubuh menjadi ikatan yang bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang dapat mengoksidasi asam lemak- tidak jwnuh yang ada pada membran sel,sehingga merusak membran sel tersebut.

    Berdasarkan fungsi

    Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.

    a. Zat gizi sebagai sumber energi Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme di dalam tubuh. Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber protein.

    Selenium (SE) Jumlah selenium dalam tubuh sebanyak 3-30 mg, bergantung pada kandungan selenium dalam tanah dan

    Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur zat gizi tersebut adalah lemak.

    • b. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh

    Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika

    kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel- sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

    • c. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh

    Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh. Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu di atur dengan baik. Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral, vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah mineral dan vitamin.

    PENYAKIT

    Mikrolitiasis Alveolus Paru

    Penyakit yang jarang ditemui ini etiologinya belum diketahui. Seringkali mulainya selama masa kanak-kanak,tetapi manifestasi klinisnya dapat terlambat sampai bebrapa tahun kemudian. Mikrolitiasis alveolus paru ditandai dengan batu intra-alveolus yang tersebar luas, dan membentuk pola khas pada roentgenogram. Sering kali penyakit ini diketahui ketika mengambil roenrgenogram untuk penyakit yang tidak ada kaitannya atau ketika gejala- gejala masih minimal. Diagnosis pasti memerlukan biopsy paru.

    Seringkali insidens familial(50% keluarga) dan besarnya presentase(52[23%]dari 225 penderita yang dilaporkan) pada keturunan Turki dengan kuat memberi kesan dasar genetic, setidak-tidaknya untuk beberapa penderita. Tidak ada kelainan metabolic spesifik yang telah dikenali. Kalsium dan fosfor serum normal. Tidak ada pengobatan yang tersedia, dan penderita akhirnya meninggal selama pertengahan tahun-tahun masa dewasa karena kegagalan kardiorespirasi yang progesif secara perlahan-lahan, seringkali

    Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut merupakan penghasil energi yang

    ditumpangi infeksi cucian bronkopulmonal tidak efektif. Setelah diagnosis penderita, anggota keluarga lainnya harus diskrining dengan roentgenogram dada, dan orang tua harus dinasehati bahwa anak-anak yang akan dilahirkannya juga beresiko menderita penyakit ini. Anak ini memerlukan pengobatan segera untuk infeksi pernapasan dan harus di nasehati mengenai bahaya merokok dan pemajanan terhadap asap industri (pabrik). Imunisasi terhadap campak dan pertusis harus diselesaikan dan diberi vaksin influenza setiap tahun.

    BAB III

    KESIMPULAN

    DAFTAR PUSTAKA

    Almatsier, Sunita.2001.Prinsip Ilmu Gizi.Jakarta.Gramedia Pustaka Utama.

    Behrman,kliegman,alvin.1999.Ilmu

    Jakarta.EGC

    Kesehatan

    Anak

    Nelson.

    Ed

    15

    Vol.

    2.

    http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/24/zat-zat-gizi-yang-dibutuhkan-tubuh/

    ditumpangi infeksi cucian bronkopulmonal tidak efektif. Setelah diagnosis penderita, anggota keluarga lainnya harus diskrining dengan roentgenogram

    AB I

    PENDAHULUAN

    Visi pembangunan bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010, diharapkan akan menjadikan masyarakat Indonesia untuk dapat hidup dalam lingkungan sehat dan ber perilaku hidup sehat. Indonesia sehat 2010 dimaksudkan juga untuk mendorong agar masyarakat dapat menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata guna mencapai derajat kesehatan yang optimal.

    Manusia yang sehat tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat rohani. Sehingga tubuh sehat dan ideal dari segi kesehatan meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit (Definisi Sehat WHO Tahun 1950). Semua aspek tersebut akan mempengaruhi penampilan atau performance setiap individu, dalam melakukan aktivitas sehari hari seperti bekerja, berkarya, berkreasi dan melakukan hal-hal yang produktif serta bermanfaat.

    Kesehatan, pendidikan dan pendapatan setiap individu merupakan tiga faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu setiap individu berhak dan harus selalu menjaga kesehatan, yang merupakan modal utama agar dapat hidup produktif, bahagia dan sejahtera.

    Di dalam era globalisasi sekarang dimana terjadi perubahan gaya hidup dan pola makan, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda. Di satu pihak masalah kurang gizi yaitu: gizi buruk, anemia, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) dan Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan kendala yang harus ditanggulangi, namun masalah gizi lebih cenderung meningkat terutama di kota-kota besar.

    Itu karena standart kecukupan gizi jarang diperhatikan oleh masyarakat. Kecukupan gizi adalah rata-rata asupan gizi harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi hampir semua (97,5%) orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin dan fisiologis tertentu. Nilai asupan harian zat gizi yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gizi mencakup 50% orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin dan fisologis tertentu disebut dengan kebutuhan gizi.

    Standart kecukupan gizi di Indonesia masih menggunakan makro,yaitu kecukupan kalori (energi) dan kecukupan protein. Di Indonesia belum diterapkan standart kecukupan gizi secara mikro, seperti kecukupan vitamin dan mineral.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1.

    AB I PENDAHULUAN Visi pembangunan bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2010, diharapkan akan menjadikan masyarakat Indonesia
    • 1. Standart kecukupan gizi.

    Standart kecukupan gizi secara ukuran dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu:

    Ukuran makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan kecukupan protein.

    Ukuran mikro, yaitu kecukupan vitamin dan mineral.

    2.1.1 Kecukupan kalori (energi)

    Energi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan pekerjaan, tubuh memperoleh energi dari makanan yang dimakan, dan energi dalam makanan ini terdapat sebagai energi kimia yang dapat diubah menjadi energi bentuk lain. Bentuk energi yang berkaitan dengan proses-proses biologi adalah energi kimia, energi mekanis, senergi panas dan energi listrik ..

    Energi dalam tubuh digunakan untuk:

    Melakukan pekerjaan eksternal;

    Melakukan pekerjaan internal dan untuk mereka yang masih tumbuh;

    Keperluan pertumbuhan, yaitu untuk senyawa-senyawa baru.,

    Macam-macam makanan tidak sama banyaknya dalam menghasilkan energi,padahal manusia harus mendapatkan sejumlah makanan tertentu setiap harinya yang menghasilkan energi,terutama untuk mempertahankan proses kerja tubunya dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik.Untuk mengukur atau menentukan banyaknya energi yang dihasilkan makanan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

    • 1. Langsung

    Pengukuran atau penentuan banyaknya energi yang dihasilkan oleh makanan dengan menggunakan alat yang disebut bomb calorimeter.Dengan menggunakan alat tersebut akan dapat ditentukan atau diukur sejumlah kalori(untuk energi) yang dihasilkan zat makanan.Satu kalori adalah merupakan banyaknya panas yang digunakan untuk menaikan suhu 1 liter air sebanyak 1 o C

    • 1. Secara tidak langsung

    Pengukuran atau penentuan banyaknya energi yang dihasilkan oleh makanan atau bahan makanan melalui ustu penguraian kimiawi (analisa),denga pertama- tama di tentukan terlebih dahulu karbonhidratya, lemak , dan protein.

    1.

    1.

    i.

    • 1. Penentuan kebutuhan kecukupan Energi

    Cara-cara menentukan kebutuhan energi (kalori)

    Teori RBW (teori berat badan relatif)

    RBW = BB (Kg)/ TB(cm)-100X100 %

    BB = Berat badan

    TB = Tinggi badan

    1. Standart kecukupan gizi. Standart kecukupan gizi secara ukuran dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu: 

    Dimana dengan ketentuan:

    1.Kurus jika RBW < 90 %

    • 2. Normal jika RBW = 90-100 %

    • 3. Gemuk jika RBW >110 % atau -<120 %

    • 4. Obesitas ringan RBW 120-130 %

    • 5. Oesitas sedang RBW > 130-140 %

    • 6. Obesitas berat RBW > 140 %

    Kebutuhan kalori (energi) perhari

    1.Orang kurus BB x 40-60 kalori

    2.Orang normal BB x 30 kalori

    3.Orang gemuk BB x 20 kalori

    4.Orang Obesitas BB x (10 x15) kalori

    Kalori di atas harus ditambah dengan kalori untuk kegiatan pregnansi dan laktasi.

    Kalori untuk orang hamil ditambah 100 kalori (tri semester I),ditambah 200 kalori (tri semester II), ditambah 300 kalori (tri semester III).

    Bagi yang menyusui / laktasi ditambah 400 kalori per hari.kelemahanya bila menggunakan teori RBW adalah jenis kelamin dan umur tidak di akomodasikan .

    Energi BMR (basal metabolisme rate)

    Energi BMR adalah energi minimal untuk menjalankan proses kerja atau proses faal dalam tubuh dalam kondisi Resting Bed (berbaring istirahat di atas tempat tidur).

    Determinasi Efektif Energi

    Determinasi efektif adalah cara penelusuran yang efektif untuk menentukan kebutuhan energi per hari yang dibutuhkan seseorang.Determinasi efektif energi yang diambil oleh:

    • 1. Pengawasan berat badan dan pengaturan-pengaturan energi yang sesuai

    2 Penyesuaian energi digunakan jika beratnya memenuhi

    • 3. Mneghitung energi seperti berikut:

    a.) mengunakan formula Haris-Beneditc (BBE) untuk dua puluh empat jam didasarkan usia jenis kelamin dan ukuran pada individu dengan berat badan ideal sekitar1 kalori/kgjam x 24 jam.

    b). Tambahan aktivitas seperti presentasi BBE sebagai berikut:

    Tidak melakukan aktifitas ……………………… 20 %

    Dimana dengan ketentuan: 1.Kurus jika RBW < 90 % 2. Normal jika RBW = 90-100 %

    Tenag……………………………………………

    ..

    30 %

    Aktifitas…………………………………………… 50-75 %

    c). Penambahan dari 10 % dari hasil total untuk efek pada makanan , hasilya adalah totoal energi yang di perlukan dengan criteria:

    Tidak aktif = kalori 10-12 kalori/ bb

    Aktif = kalori 13-15 kalori/bb

    Sangat aktif = kalori 16-20 kalori/bb

    • 4. Metode yang lain untuk menunjukkan tingkat kegemukan perlu mengurangi 500-750

    kalori dari energi total kebutuhan sehari-hari, untuk orang yang sangat gemuk dikurangi

    1000 kal/hari.

    • 5. Energi yang dibutuhkan anak-anak antara 36-45 kal /1b

    Remaja laki-laki = 20-36 kal/1b

    Remaja wanita = 15-20 kal /1b

    Menurut Sawer Wein., menyatakan dengan rumus

    BMR = 660 + (13,7) + (1,5 x 1) – (6,8 x a)….untuk laki-laki

    BMR = 653 + (9,6 x w) + (1,7 x 1) -(4,7 x a)…untuk wanita

    Dengan: BMR =Produk panas dalam 24 jam (kalori)

    W = berat badan (kg)

    L = tinggi badan (cm)

    A = usia (th)

    2.1.2 Kecukupan protein

    Tubuh manusia memerlukan berbagai zat gizi yang satu sama yang lain saling mempengaruhi. Bayaknya protein dalam tubuh didasarkan oleh dua hal pokok berikut:

    • 1. Untuk memenuhi kebutuhan basal (minimal ) di mana apabila jumlah kebutuhan ini tidak dipengaruhi maka kesehatan tubuh akan terganggu dan pertumbuhan normal tidak akan tercapai.

    • 2. Sejumlah tambahan untuk mengimbangi adanya kerusakan infeksi , stress dan sebagainya.

    Tubuh kita tidak dapat menghindari kehilangan-kehilangan protein terutama yang terjadi melalu air seni, kotoran(feses) dan kulit. Dari penelitian -penelitian diperoleh suatu formula yang di kenal dengan cara factorial (factorial method) untuk memperoleh angka kebutuhan protein sebagai berikut:

    R =(U b + F b S + G) x 1,1

    Tenag…………………………………………… .. 30 % Aktifitas…………………………………………… 50 -75 % c). Penambahan dari 10 % dari hasil total

    Keterangan

    R = kebutuhan nitrogen per kg berat badan sehari

    U b = Kehilangan nitrogen basl melalui air seni per kg berat badan sehari

    F b = Kehilangan nitrogen basal melalui kotoran per kg sehari

    S = Kehilangan nitrogen melalui kulit per kg berat badan sehari

    G = Kebutuhan nitrogen untuk pertumbuhan per kg sehari

    1,1 = tambahan 10 % untuk safety margin

    Kehilangan nitrogen basal melalui air seni

    Pengeluaran nitrogen melalui air seni ,keadaan ini melalui atau berhubungan dengan basal metabolisme. Dari penelitian tersebut ditentukan dengan radio 2 mg nitrogen per basal kalori dapat diterima dan angka kehilangan nitrogen air seni sebesar 46 mg nitrogen per kg berat bdan terhadap orang dewasa laki-laki. Basal metabolisme rate per kg berat badan pada wanita lebih rendah dari laki-laki.kehi-langan nitrogen lewat air seni terdapat lebih rendah pada wanita dibandingkan laki-laki. Pada bayi umur 6 bulan pengeluaran nitrogen lewat air seni ditemukan 36 mg per kg berat badan.

    Kehilangan nitrogen basal melalui feses

    Para ahli FAO menganjurkan angka 20 mg per kg berat badan untuk kehilangan nitrogen melalui feses.Dari penelitian -penelitian yang dilakukan angka kehilangan nitrogen lewat feses berkisar antara 9-23 mg per kg berat badan dengan rata-rata 12 mg per kg berat badan untuk orang laki-laki 9 mg nitrogen per kg berat badan.Untuk anak- anak rata-rata 31 mg nitrogen per kg berat badan. Pada bayi umur 6 bulan kebawah kehilangan nitrogen melalui 8 feses 20 mg per kg berat badan.

    Kehilangan nitrogen melalui kulit

    Kehilangan nitrogen lewat kulit dal;am praktik dapat diabaikan namun kemudian dilaporkan bahwa kehilangan tersebut sebesar 5 mg per kg berat badan pada orang dewasa laki-laki.pada wanita mencapai 3,6 mg per kg berat badan

    Faktor lingkungan dan iklim berpengaruh terhadap banyak sedikitnya nitrogen yang hilang lewat kulit terutama melalui air keringat.

    Kecukupan vitamin

    Vitamin merupakan suatu molekul organic yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin-vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang sangat cukup, oleh karena itu, harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Sebagai perkecualian adalah vitamin D. Dalam bahan pangan hanya terdapat vitamin dalam jumlah yang relatif sangat kecil dan terdapat dalam bentuk yang berbeda-beda, diantaranya ada yang berbetuk provitamin atau calon vitamin (Precussor) yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin yang aktif.

    Kecukupan mineral

    Keterangan R = kebutuhan nitrogen per kg berat badan sehari U = Kehilangan nitrogen basl melalui

    Zat gizi dapat digolongkan, yaitu golongan Makromolekul (teh, protein dan lemak) serta mikromolekul vitamin dan mineral. Meskipun merupakan komponen yang paling vital untuk kehidupan, pada bahan pangan hewani dapat berupa daging (sapi, kerbau, kambing, ayam, unggas, kelinci dan lain-lain), sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral. Komponen-komponen anorganik tubuh manusia terutama adalah Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Besi, Fosfor, Klorida dan Sulfur. Sebagian dari unsur-unsur tersebut adalah mineral-mineral tulang dan ion- ion dapat sebagai cairan tubuh. Mineral-mineral tersebut adalah bagian-bagian mustahak dari makanan. Unsur-unsur lain yang terdapat dalam jumlah sangat kecil disebut unsur-unsur runut (trace elements) yang juga adalah komponen-komponen makanan yang mustahak. Ini termasuk tembaga, moblibzenum, kobalt, mangan, zink, kromium, setenium, iodium dan fluor.

    Penyerapan gizi dari berbagai jenis makanan telah diteliti dan dilaporkan oleh Martinez dan Torres (1971) yang menadakan penelitian dengan menggunakan sampel 524 orang dengan hasil sebagai berikut:

    Tabel 1. Penyerapan gizi dari berbagai jenis makanan.

    Besi dari komoditi

    % Penyerapan

    Beras

    • 1 %

    Kedelai

    • 6 %

    Jagung

    • 3 %

    Ikan

    • 11 %

    Hati

    • 13 %

    Yodium (i) merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif sangat kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Hormon tiroksin ini sangat berperan dalam metabolisme sehingga dalam keadaan konsumsi yodium yang rendah, kelenjar gondok akan berupaya membuat konpensasi dengan membesrakan kelenjarnya. Frevalensi pembeseran kelenjar gondok di indonesia temasuk sangat tingi. Karenanya defesiensi yudium atau gondok andemik merupakan salah satu masalah gizi utama.

    Kebutuhan yodium per hari sekitar 1-2 g per kg berat badan. Perkiraan kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 g per hari untuk anak samapi umur 10 tahun, dan 150 g per hari untuk orang dewasa. Untuk wanita dan menyusui dianjurkan tambahan masaing- masing 25 g dan 50 g per hari.

    Zat gizi dapat digolongkan, yaitu golongan Makromolekul (teh, protein dan lemak) serta mikromolekul vitamin dan mineral. Meskipun merupakan komponen yang paling vital untuk kehidupan, pada bahan pangan hewani dapat berupa daging (sapi, kerbau, kambing, ayam, unggas, kelinci dan lain-lain), sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral. Komponen-komponen anorganik tubuh manusia terutama adalah Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Besi, Fosfor, Klorida dan Sulfur. Sebagian dari unsur-unsur tersebut adalah mineral-mineral tulang dan ion- ion dapat sebagai cairan tubuh. Mineral-mineral tersebut adalah bagian-bagian mustahak dari makanan. Unsur-unsur lain yang terdapat dalam jumlah sangat kecil disebut unsur-unsur runut (trace elements) yang juga adalah komponen-komponen

    Zat gizi dapat digolongkan, yaitu golongan Makromolekul (teh, protein dan lemak) serta mikromolekul vitamin dan mineral.

    makanan yang mustahak. Ini termasuk tembaga, moblibzenum, kobalt, mangan, zink, kromium, setenium, iodium dan fluor.

    Penyerapan gizi dari berbagai jenis makanan telah diteliti dan dilaporkan oleh Martinez dan Torres (1971) yang menadakan penelitian dengan menggunakan sampel 524 orang dengan hasil sebagai berikut:

    Tabel 1. Penyerapan gizi dari berbagai jenis makanan.

    Besi dari komoditi

    % Penyerapan

    Beras

    • 1 %

    Kedelai

    • 6 %

    Jagung

    • 3 %

    Ikan

    • 11 %

    Hati

    • 13 %

    Yodium (i) merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang relatif sangat kecil, tetapi mempunyai peranan yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroksin. Hormon tiroksin ini sangat berperan dalam metabolisme sehingga dalam keadaan konsumsi yodium yang rendah, kelenjar gondok akan berupaya membuat konpensasi dengan membesrakan kelenjarnya. Frevalensi pembeseran kelenjar gondok di indonesia temasuk sangat tingi. Karenanya defesiensi yudium atau gondok andemik merupakan salah satu masalah gizi utama.

    Kebutuhan yodium per hari sekitar 1-2 g per kg berat badan. Perkiraan kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 g per hari untuk anak samapi umur 10 tahun, dan 150 g per hari untuk orang dewasa. Untuk wanita dan menyusui dianjurkan tambahan masaing- masing 25 g dan 50 g per hari.

    Standart kecukupan gizi pada masing-masing kelompok usia pertumbuhan dan pada keadaan fisiologis tertentu.

    Bagi makhluk hidup tidak terkecuali, makanan yang bergizi sangat penting bagi kesehatannya. Makanan dapat menyebabkan kita sehat, makanan juga dapat menyeababkan kita sakit, tetapi dengan makanan pula kita dapat menyembuhkan penyakit. Dalam konteks islam sebagai agama samawi yang membawa misi rahmatan lilalamin sangat memperhatikan makanan pemeluknya. Ajaran manusia harus makan dapat kita jumpai pada surat al-anbiya ayat 8, Al A’raaf: 19, Al Baqarah: 35, Yasin: 33, 57, dan lain sebagainya. Sedangkan anjuran makan makanan yang halan dan thoyyibah, kita jumpai dalam beberapa ayat diantaranya adalah Al Baqarah: 168, Al Maidah;88, dan An Nahl:144. Makna thoyyiban tidak saja menyangkut bahwa makanan tersebut adalah baik dari segi cara memperolehnya, tetapi punya makna dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang memakannya. Rasulullah Muhammad SAW sendiri telah memberikan ciri khas musl;im tentang makan, yang arti bebasnya diantaranya adalah:

    • 1. Kami ini adalah suatu kaum yang tidak makan kecuali lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

    makanan yang mustahak. Ini termasuk tembaga, moblibzenum, kobalt, mangan, zink, kromium, setenium, iodium dan fluor. Penyerapan

    2.

    Orang kafir itu makan untuk 7 perutnya sedangkan orang mukmin makan untuk satu perutnya.

    • 3. Dan jangan kau gapai makanan kecuali yang ada di hadapanmu.

    Islam sendiri telah memberikan konsep ketahan pangan (makanan) baik secara kualitas maupun kuantitas dalam komunitas mikro. Setiap muslim dalam komunitas mikro mendapatkan amanah untuk senantiasa menjaga ketahanan pangan (makanan) anjuran dalam memperbanyak kuah dalam memasak sayur yang kemudian daiantar ketetangganya, celaka bagi seseorang yang dapat tidur lelap, sedanbgkan tetangganya tidak dapat tidur karena kelaparan, merupakan beberapa contoh bahwa islam sangat peduli bagi ketahanan pangan (makanan) pada komunitas mikro.

    Pemerintah indonesia sendiri juga telah banyak melakukan usaha untuk menuingkatkan keamanan pangan dan status gizi masyarakat. Banyak kegiatan UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga) telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Namun demikian masih cukup banyak kelompok yang rentan gizi yang lebih cenderung kepada kekurangan gizi (defisiensi gizi, under nutrions)daripada kelebihan gizi (over nutrion). Kelompok tersebut adalah:

    • 1. Bayi

    • 2. Anak balita

    • 3. Anak sekolah

    • 4. Remaja

    • 5. Ibu hamil

    • 6. Ibu menyusui, dan

    • 7. Lanjut usia

    Dari ketujuh kelompok rentan gizi tersebut yang dapat perhatian khusus pemerintah adalah Ibu hamil atau menyusui dan BALITA. Hal ini dimaksudkian agar terlahir generasi yang potensial yang pertumbuhannya, perkembangan, dan kesehatannya tidak terganggu oleh asupan gizi yang kurang.

    2.2.1 Standart kebutuhan gizi untuk masa balita

    Di indonesia kelompok anak BALITA menunjukkan prevalansi paling tinggi untuk menderita KKP dan devensiasi vitamin A serta anemia devensiasi gizi Fe.kelompok umur ini sulit di jangkau oleh berbagai upaya kegiatan perbaikan gizi dan kesehatan lainya,karena tidak dapat sendiri ke tempat pelayanan gizi dan kesehatan.perbaikan gizi kelompok BALITA,program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga).Di taman BALITA diadakan upaya rehabilitasiderita KKP dan melatih para ibu dan mereka yang bertanggung jawabatas pengurusan BALITA di dalam keluarga,bagaimana mengurus dan memasak serta menyediakan makanan bergizi untuk anak BALITA.proyek PMT berupa pemberian makanan bergizi suplemen pada makanan anak BALITA yang biasa dikomsumsi untuk terapi dan rehabilitasi anak-anak yang kondisi gizinya tidak memuaskan.kegiatan-kegiatan diatas terutama ditujukkan pada masyarakat yang kurang mampu.sedangkan progam UPGK merupakan upaya pendidikan terpadu untuk menigkatkan produksi bahan makanan bergizi di lahan pekarangan sekitar rumah,dipergunakan untuk komsumsi menigkatkan kondisi kesehatan keluarga.

    Untuk menjamin pertumbuhan,perkembangan,dan kesehatan BALITA,maka perlu asupan gizi yang cukup.Menurut anjuran makanan satu hari yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI untuk anak usia1-3 tahun membutuhkan 1,5 mangkok nasi (@ 200g) atau padananya,0,5 ikan (50g) atau padananya,2 tempe (@ 25 g) atau padanannya, semangkok sayur (1000g),seiris buah pepaya (100 g) atau padanannya,dan

    2. Orang kafir itu makan untuk 7 perutnya sedangkan orang mukmin makan untuk satu perutnya. 3.

    segelas susu (200 ml) Bagi anak usia 4-6 tahun membutuhkan 2 mangkok nasi (@200g) atau padanannya,1 ikan (50 kg) atau padananya 3 tempe (@25g) atau padanannya ,i,5 mangkok sayur (100 g) ,2 iris buah pepaya(@100g) atau padanannya, dan segelas susu (200 ml).Asupan gizi tersebut akan menjamin tercukupinya kebutuhan kalori untuk BALITA antara 1360-1830 kalori/anak /hari dan kebutuhan protein untuk BALITA antara 16-20 g/anak /hari.

    Standart kebutuhan gizi untuk masa remaja.

    Masa remaja merupakan periode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.

    Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja.

    Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, risiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah dilakukan menunjukkan kelompok remaja menderita/mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi anemi berkisar antara 40%-88%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%-40%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus.

    Metodologi : Analisis didasarkan pada data dari studi dengan rancangan potong lintang yang berasal dari studi morbiditas dan disabilitas SKRT 2001 dan data SUSENAS 2002. Sampel dalam analisis ini adalah remaja umur 10-19 tahun yang mempunyai data lengkap yang diperlukan. Anemi ditentukan dengan metode hemoque, dan digunakan batasan anemi menurut umur dari WHO. Gizi kurang atau kurus ditentukan dengan batasan BMI menurut umur dari WHO dengan batas kurus < 5 percentile.

    Faktor yang menjadi variabel independen dalam analisis ini masing-masing terdiri dari 15 variabel yaitu : pendidikan, umur, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal, aktifitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan minum minuman keras, kebiasaan sarapan pagi, konsumsi obat modern, konsumsi obat tradisional, kecukupan konsumsi energi, sakit diderita satu tahun lalu, keluhan sakit satu bulan lalu dan anemi maupun IMT.

    Untuk analisis lanjut, variabel kandidat dipilih berdasarkan analisis bivariat dengan nilai p < 0,05. Analisis regresi logistik ganda dilakukan untuk mendapatkan secara bersih hubungan variabel dependen dan independen, sehingga diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi anemi maupun gizi kurang/kurus pada remaja.

    Hasil : Prevalensi anemi pada remaja sebesar 25,5 % dengan rincian laki-laki 21 % dan 30 % pada perempuan. Prevelensi lebih besar di perdesaan (27 %) dibanding di perkotaan 22,6 %. Prevalensi gizi kurang dengan IMT < 5 persentil, sebesar 17,4 % dengan rincian 20, 7 % pada laki-laki dan 14,1 % pada perempuan. Prevalensi kurus lebih tinggi di perdasaan (18,7 % ) dibandingkan di perkotaan (15,4 %). Gambaran gaya

    segelas susu (200 ml) Bagi anak usia 4-6 tahun membutuhkan 2 mangkok nasi (@200g) atau padanannya,1

    hidup yang diwakili oleh 7 variabel, menunjukkan 88,71% responden menggunakan waktunya beraktifitas dengan aktif.

    Kebiasaan merokok ditemukan pada sekitar 10% dari responden, sedangkan konsumsi minuman keras 1,2%. Umumnya responden telah terbiasa melakukan sarapan pagi (94%). Kecukupan energi yang berasal dari beras menunjukkan hanya sebanyak 38,3% remaja mengkonsumsi > 70% dari kecukupan yang dianjurkan. Status kesehatan dalam analisis ini diwakili dua variabel yaitu sakit yang diderita 1 tahun lalu dengan jumlah 7 % dan dan keluhan sakit 1 bulan lalu dengan jumlah 40 %.

    Hasil analisis pada variabel dependen anemi menunjukkan dari 4 variabel sosial ekonomi dan demografi, didapat 3 variabel yang dapat menjadi kandidat untuk analisis multivariabel (p < 0,25) yaitu pendidikan, jenis kelamin dan wilayah. Umur secara teori termasuk variabel yang berpengaruh, sehingga walaupun dalam analisis bivariat tidak memenuhi kriteria sebagai variabel kandidat, namun dalam analisis lebih lanjut dimasukkan sebagai variabel kandidat.

    Dari keempat variabel, faktor resiko menjadi anemi hampir sama, kecuali jenis kelamin pria yang resiko menjadi anemi hanya 0,6 kali dibanding perempuan. Dari ketujuh variabel gaya hidup, 3 variabel diantaranya memenuhi syarat menjadi variabel kandidat dalam analisis regresi logistik ganda anemi yaitu merokok, kebiasaan sarapan pagi dan kecukupan konsumsi energi.

    Responden yang merokok mempunyai risiko 1,35 kali lebih tinggi menjadi anemi dibanding yang tidak merokok. Dari 3 variabel status kesehatan, kesemuanya memenuhi syarat menjadi variabel kandidat. Sakit yang diderita satu tahun menimbulkan resiko anemi sebesar 1,4 kali pada responden yang sakit, keluhan sakit 1 bulan lalu memberi risiko 1,2 kali dan responden yang kurus mempunyai resiko menjadi anemi sebesar 1,4 kali.

    Untuk analisis bivariat dengan variabel dependen IMT, variabel sosial ekonomi dan demografi diwakili oleh 4 variabel yaitu pendidikan, jenis kelamin, umur yang dikategorikan dan wilayah.

    Dari 4 variabel ini umur remaja menengah (14 16 tahun) mempunyai resiko paling tinggi yaitu 4 kali menjadi kurus, selain itu juga tingkat pendidikan. Responden dengan tingkat pendidikan tidak sekolah mempunyai resiko 3 kali lebih besar untuk menjadi kurus dibanding responden dengan berpendidikan. Jumlah responden yang tidak berpendidikan sangat kecil (1,3%), karena itu dalam analisis multivariate dikelompokan dengan responden yang tingkat pendidikannya tidak sesuai umur. Sedangkan pada variabel dependen IMT dari 7 variabel gaya hidup didapat 2 variabel yang dapat menjadi kandidat yaitu, kebiasaan merokok dan kebiasaan minum minuman keras.

    Pada orang yang merokok mempunyai risiko menjadi kurus 2 kali lebih besar dibanding yang tidak merokok. Pada variabel dependen IMT, didapat 2 variabel kandidat yaitu sakit satu bulan lalu dengan risiko kurus 1,3 kali dan pada penderita anemi risiko menjadi kurus 1,4 kali.

    Dari 10 variabel kandidat pada regresi logistik ganda, dihasilkan model dengan 8 faktor determinan anemi yaitu pendidikan, jenis kelamin, wilayah, kebiasaan sarapan pagi, kecukupan energi, sakit yang diderita satu tahun, keluhan sakit satu bulan lalu dan kurus/IMT.

    Setelah dilakukan interaksi dan konfounding ternyata didapatkan variabel yang masih sama. Model yang dipilih mempunyai signifikansi likelihood model sebesar 0,0000

    hidup yang diwakili oleh 7 variabel, menunjukkan 88,71% responden menggunakan waktunya beraktifitas dengan aktif. Kebiasaan merokok

    yang berarti sangat erat hubungannya. Dari nilai persen klasifikasi benar, didapat nilai 74,5% yang berarti variabel-variabel tersebut dapat menduga risiko anemi sebesar 74,5% persis ketepatannya. Dari 8 variabel kandidat yang berhubungan secara bermakna dengan IMT, dilakukan analisis regresi logistik ganda lebih lanjut terpilih 5 variabel yaitu kebiasaan minum minuman keras, sakit 1 bulan lalu dan anemi serta jenis kelamin yang berinteraksi dengan umur dan keluhan sakit 1 bulan lalu. Model awal terpilih mempunyai signifikansi likelihood model sebesar 0,0000 yang berarti sangat erat hubungannya. Nilai persen klasifikasi benar 82,57%.

    Kesimpulan : Hasil analisis Regresi Logistik Ganda dengan variabel dependen anemi didapat model awal dengan 8 faktor determinan anemi yaitu pendidikan, jenis kelamin, wilayah, kebiasaan sarapan pagi, kecukupan energi, sakit yang diderita satu tahun, keluhan sakit satu bulan lalu dan kurus/IMT. Sedangkan pada analisis Regresi Logistik Ganda dengan variabel dependen IMT didapat , model dengan 5 variabel yaitu kebiasaan minum minuman keras, sakit 1 bulan lalu dan anemi serta jenis kelamin yang berinteraksi dengan umur dan keluhan sakit 1 bulan lalu.

    1.

    • 1. Standart kebutuhan gizi untuk ibu hamil.

    Proses kehamilan akan menigkatkan metabolisme energi hal ini disebabkan dalam kehamilanterjadi proses pertumbuhan bayi,dan proses penyesuaian fisiologik dan metebolisme selama kehamilan.Dalam masa kehamilan.,berat badan seorang ibu dapat bertambah sekitar 11-13 kg yang disebabkan oleh pembesaran janin (rata-rata 3,4 kg), jaringan plasenta (1,5 kg), uterus (0,4 kg), payudara (1,5 kg), volume darah (1,5 kg), air ketuban (2,9 kg), dan lain-lain. Peningkatan berat badan tersebut membutuhkan makanan yang bergizi, baik karbohodrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

    Menurut informasi Vanderbit Maternal Nutrition Study bahwa kebutuhan gizi penting bagi ibu hamil adalah sebagai berikut:

    Tabel kebutuhan gizi ibu hamil

    Bahan gizi

    Kebutuhan

     

    Trisemester I

    Trisemester II

    Trisemester III

    Kalori (karbohidrat, dan lemak)

    2140 kalori

    2200 kalori

    2020 kalori

    protein

    75

    g

    75

    g

    70

    g

    kalsium

    1,1 g

    1,1 g

    1,0 g

    besi

    13

    g

    14

    g

    13

    g

    Anemia defisiensi besi

    yang berarti sangat erat hubungannya. Dari nilai persen klasifikasi benar, didapat nilai 74,5% yang berarti variabel-variabel

    Tidak terpenuhi bahan gizi penting tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan gizi yang paling sering terjadi selama kehamilan. Anemia ini dapat dicegah dengan suplementasi besi. Jenis anemia lain dapat disebabkan dengan defisiensi asam folat dan vitamin B12.

    Toksemia

    Penyakit ini banyak diderita oleh ibu hamil dari golongtfan ekonomi rendah. Penyakit ini dicirikan dengan tekanan darah tinggi, protein mulia, dan kenaikan berat badan yang berlebihan karena retensi cairan. Pada penyakit ini semua organ tubuh terlibat termasuk hati, ginjal, otak, dan jantung. Ada pasien yang terken penyakit ginjal parah dan ada juga yang menderita penyakit otak. Jika penyakit-penyakit ini tidak ditanggulangi, dapat mengakibatkan koma, kejang,dan bahkan kematian. Penyakit ini dapat dicegah dengan menkonsumsi protein yang cukup.

    Kehamilan beresiko tinggi

    Pertumbuhan kerdil dalam kandungan dan bayi yang terlalu kecil sudah lama sebagai penyakit akibat kemiskinan. Selain bayi prematur yang lahir dalam usia kandungan lebih muda, dikenal juga bayi yang cukup umur tetapi tidak dapat cukup gizi dari plasenta. Bayi-bayi yang terlalui kecil ini (dibawah 2 kg bobot lahir) merupakan akibat nzat gizi yang kurang.

    Diabetes mellitus

    Jika konsumsi gula berlebihan, maka ibu hamil dapat menderita diabetes mellitus (penyakit kencing manis). Sebagian besar ibu hamil yang menderita diabetes akan sembuh dari penyakitnya, tetapi ada beberapa yang penyakitnya menjadi permanen.

    Untuk menjamin keseshatan ibu hamil dan pertumbuhan atau perkembangan janin makan perlu asupan gizi yang cukup. Menurut anjuran makanan satu hari yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan RI untuk ibu yang hamil membutuhkan 4 mangkok nasi (@ 200 g) atau padanannya, 2 ikan (50 g) atau padanannya, 4 tempe (@25 g) atau padanannya 3 mangkok sayur (100 g), dua iris buah pepaya (100 g) atau padanannya, dan segelas susu (@200 ml).

    Standart kebutuhan gizi ibu menyusui

    Menyusui anak sangat di anjurkan baik dari segi kesehatan maupu Agama. Islam sanagat menganjurkan agar ibu-ibu muslimah menyempurnakan susuanya selama dua tahun ,jika ingin menghentikan susuanya maka hendakalah ia bermusyawarah dengan suaminya untuk menentukan ibu susuanya untuk menentukan ibu susuan pengganti lainya.seseorang ibu yang menyusui memerlukan 2700-3000 kalori setiap harinya.cadangan lemak setiap hari akan mensuplai 200-300 kalori perhari.ibu yanh hamil harus banyak menkomsumsi sumber protein (daging ,keju, telur, dan susu) agar Asi berkualitas.Asi yang berkualitas dapat menyediakan asam amino bagi bayi.Asi merupakan makanan utama yang ideal untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologik bayi,merupakan satu-satunya jenis pangan atau cairan yang perlu diminum oleh anak manusia dalam waktu empat samapai dengan enam bulan pertama kehidupanya.Asi memiliki unsur-unsur seperti kalsium dan zat besi sehingga bayi yang di beri Asi hampir tidak mengalami Anemia .bayi yang di beri asi dapat bermanfaat terhadap pertumbuhan jaringan otaknya,dan tahan terhadap flu,brokitis ,pneumonia,diare karena Asi mengandung macropages yaitu zat penagkal peyakit seperti imunoglubilin,protein yang kaya vitamin B12 (asam folat),Asi juga mengandung antibodi ,butir-butir darah putih yang melindungi bayi.

    Tidak terpenuhi bahan gizi penting tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Anemia defisiensi besi

    Asam amino

    Kebutuhan

    yang anjurkan (mg/gprotein)

    di

    Kandungan dalam ASI

     

    (mg/g protein)

    Histidin

    • 14 26

     

    Isoliusin

    • 35 46

     

    Leusin

    • 80 93

     

    Metionin dan sistin

    • 29 42

     

    lisin

    • 52 66

     

    Finilananin dan tirosin

    • 63 72

     

    Ttreonin

    • 44 43

     

    Valin

    • 47 55

     

    Jumlah

    364

    443

    Jika asupan ibu hamil kurang, maka ibu hamil dapat terserang peyakit kekurangan kalori protein (KKP) baik yang berupa marasmus dan khawisiokhor

    Untuk menjamin kesehatan ibu menyusui dan pertumbuhan/ perkembangan bayi maka perlu asupan gizi yang cukup.menurut anjuran makanan satu hari yang Dikeluarkan oleh departemen Kesehatan RI untuk ibu yang menyusui membutuhkan 5 mangkok nasi (@ 200 g) atau padanannya , 2 ikan (50g) atau padananya tempe (@ 25 g) atau padanannya,3 mangkok sayur (100 g), dua irs buah pepaya (100 g) atau padanannya,dan segelas susu (200 ml.)

    1.

    1.

    • 1. Gizi bagi orang yang berpuasa

    Dalam sebuah hadits yang siriwayatkan oleh Thabrani dari Abu Hurairah ,Rasulluloh SAW bersabdah:Shuumuu taskhikhuu (Berpuasalah,niscaya kamu sehat) Dri hadits ini kita bisa menagkap adanya satu kiat untuk sehat yaitu dengan berpuasa.puasa rhomadon yang disayariatkan melalui surat Al- Baqarah ayat 183 mempuyai hikmah yang luar biasa, baik hikmah dari dimensi ritual, mental spiritual,sosial, dan kesehatan serta hikmah dari dimensi-dimensi yang lainya. Hikmah puasa dari dimensi kesehatan merupakan hikmah yang selalu kita bisa rasakan jika kita mampu berpuasa sesuai yang di contohkan oleh Rasullulloh SAW. Berpuasa sesuai dengan tuntunan rasulluloh merupakan modal besar bagi di perolehanya hikmah puasa dari dimensi kesehatan. Anjuran meyegarakan berpuasa dengan makanan yang manis-manis, mengakhirkan waktu sahur, dan tidak lapar kecuali telah lapar dan akan berhenti makan sebelum kenyang merupakan anjuran dalam berpuasa yang sangat erat dengan hikmah puasa dari dimensi kesehatan.

    Hikmah puasa dari dimensi kesehatan terkait erat dengan bahan gizi yang dikomsumsi dan kinerja metabolisme dalam tubuh seseorang menyegerakan dengan makanan yang manais-manis akan segera dapat menyediakan sumber glukosa drah yang akan di bongkar menjadi energi,sehingga tubuh kita akan segara buigar dan bertenaga kembali

    Asam amino Kebutuhan yang anjurkan (mg/gprotein) di Kandungan dalam ASI (mg/g protein) Histidin 14 26 Isoliusin

    Hal ini akan mencegah timbulnya glukogenesis yaitu penyediaan glukosa darah untuk energi dari bahan selain karbonhidrat misalnya dari asam lemak atau protein.

    Hikmah kesehatan dalam berpuasa tersebut di atas merupakan hikmah kesehatan fisik.Hikmah kesehatan mental juga merupakan hikmah kesehatan dalam berpuasa .Berpuasa di harapakan mampu menjadikan diri kita mempuyai stabilitas mental yang pari purna dan mampu menghilangkan peyakit iri, dengki, ria sombong,takabbur,dan lain sebagainya .Berpuasa identik dengan mengendalikan diri, termasuk mengendalikan diri dari munculnya peyakit hati.Dengan demikian dengan berpuasa kita berharap mendapatkan himah kesehatan, baik kesehatan fisik dan mental.

    Perencanaan pemenuhan kecukupan gizi

    Zat gizi sangat berperan dalam peningkatan sumberdaya manusia. Sayangnya, kita masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk karena kurangnya asupan zat makanan bergizi. Selain itu, upaya pemerintah selalu ada, tapi terkadang setelah sampai di target, sasarannya menjadi kurang pas karena pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi masih minim. Ternyata, gizi yang baik dan berkualitas tak harus mahal.

    Persoalan gizi seolah menjadi tema yang tak pernah kering dibahas karena menyangkut sumberdaya manusia. Sebenarnya masalah gizi apa yang kerap terjadi di masyarakat kita saat ini? Masalah gizi makro dan gizi mikro. Masalah makronya kurang kalori protein, sehingga marasmus dan kwasiorkor. Kadang tidak terdeteksi dan itu memberi dampak berat. Sedangkan masalah gizi mikro yang umum adalah anemia, kekurangan vitamin A, gondok, defisiensi zink dan selenium. Masalah gizi terjadi di Indonesia dan itu sudah ada tendensi termasuk di Sulsel. Yang paling banyak adalah defisiensi vitamin A, gondok, defisiensi yodium dan anemia.

    Perencanaan pemenuhan kebutuhan gizi (kecukupan kalori dan protein )dapat dilakukan melaui 7 langkah utama,yaitu sebagai berikut:

    • 1. Menentukan kebutuhan energi

    pada umumnya perhitungan energi orang dewasa menggunakan teori BMR.Dengan demikian di hitung dulu basal metabolismenya dengan cara-cara yang di uraikan dimuka atau memakai cara menghitung yang praktis meskipun kasar,yaitu:

    BMR = 1kalori /kg berat badan /jam

    Setelah ditemukan,kemudian hitung energi yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang eksternal (kesehatan fisik ),dan keadaan fisiologis tertentu (misalnya dalam keadaan pregenansi dan laktasi) .Makanan merupakan campuran dari ketiga zat sumber sumber energi dengan proporsi yang berbeda -beda.mnaka pengaruh dari campuran tersebut juga berbeda berkisar antara 6-30 % praktisnya bisa di ambil saja rata-rata 10 % .penentuan kebutuhan energi (kalori) juga dapat menggunakan berbagai tabel kebutuhan enrgi (kalori) berdasarkan umur dan jenis kelamin serta Aktivitas yang di lakukanya.

    • 1. Menentukan kebutuhan protein untuk menentukan kebutuhan protein dapat dilakukan melalui tabel.

    • 2. Memperhatikan zat gizi bahan pangan yang ingindi gunakan yaitu memperhatikan bahan yang akan dimakan .Hal ini untuk mengetahui kandungan kalori, karbonhidrat ,lemak ,protein ,dan air.Untuk kepentingan ini dapat menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan RI .Dalam menggunakan daftar komposisi Bahan Makanan perlu di perhatikan bydd(berat yang dapat dimakan). Pemilihan menu

    Hal ini akan mencegah timbulnya glukogenesis yaitu penyediaan glukosa darah untuk energi dari bahan selain karbonhidrat

    harus disesuaikan dengan pola makan yang bersangkutan ,seperti kebiasaan memakan nasi dengan jumlah tertentu,adnya buah dan sayur pantangan, adanya buah dan sayur kesukaan,dan juga kebiasaan minum susu.

    • 4. Upaya pemenuhan menu empat sehat 5 sempurna .

      • 1. Menggunakan ratio Karbonhidrat : lemak, protein dengan perbandingan :

    Karbonhidarat: Lemak: Protein

    50 20 30

    • 6. Menggunakan prinsip halalan dan thoyiban

    Makanan yang di halalkan untuk umat islam dapat di kaji dalam AL-quran dan AL Hadits ,sedangkan konsepsi thoyiban tidak saja menyangkut baik dalam hal cara memperolehnya,tetapi juga baik, bahwa makanan tersebut harus mampu mendukung pertumbuhan, perkembangan ,dan kesehatan.Thoyiban juga mempuyai makna makanan tersebut di sukai konsumen dan diterima secvara antropologis yang berbasi budaya dan tradisi lokal. Makanan yang thoyyiban juga punya makna, makanan tersebut idak mengandung toksikan nabati, bahan anti gizi, cemaran mokro organisme, dan cemaran bahan kimia beracun dan berbahaya.

    Dalam bomb kalori meter oksidasi 1 gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori, 1 gram lemak 9,45 kalori dan 1 gram mprotein 5,56 kalori. Didalam tubuh keadaannya berlainan, baik karbohidrat, lemak maupun protein tidak seluruhnya dapat terbakar, karena adanya kehilangan-kehilangan dalam proses pencernaan dan ekskresi. Karena itu oleh Atwater dan Bryant disarankan agar supaya dilakukan reduksi sebanyak 2 %untuk karbohidrat, 5 % untuk lemak dan 29,2 % untuk protein. Sehingga setelah dihitung dengan pembulatan-pembulatan diperoleh angka sebagai berikut:

    • 1 gram karbohidrat 4 kalori

    • 1 gram lemak 9 kalori

    • 1 gram protein 4 kalori

    • 7. Konversikan kebutuhan kalori dan protein pada kelima bahan makanaan dan hitung

    kembali kesesuaiannya. Contoh:

    Tabel rencana pemenuhan gizi

    Jenis bahan

    kalori

    K

    L

    P

    pangan

    300

    gr

    beras

    100

    226,7

    2,1

    20,4

    giling

    100 gr daging kambing

    154

    0

    0,2

    16,6

    100 gr tahu

    68

    1,6

    4,6

    7,8

    100 gr selada

    11,73

    2,07

    0,207

    1,173

    harus disesuaikan dengan pola makan yang bersangkutan ,seperti kebiasaan memakan nasi dengan jumlah tertentu,adnya buah dan

    air

           

    150

    gr

    jeruk

    48,6

    12,096

    0,216

    0,54

    manis

    500

    gr

    susu

    1680

    275

    5,0

    41

    kental

    total

    3042,23

    527,466

    66,323

    87,513

    BAB III

     

    PENUTUP

     

    KESIMPULAN

    Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

    • 1. Bagi makhluk hidup tidak terkecuali, makanan yang bergizi sangat penting bagi

    kesehatannya. Makanan dapat menyebabkan kita sehat, makanan juga dapat menyeababkan kita sakit, tetapi dengan makanan pula kita dapat menyembuhkan penyakit. Dalam konteks islam sebagai agama samawi yang membawa misi rahmatan lilalamin sangat memperhatikan makanan pemeluknya. Ajaran manusia harus makan dapat kita jumpai pada surat al-anbiya ayat 8, Al A’raaf: 19, Al Baqarah: 35, Yasin: 33,

    57, dan lain sebagainya. Sedangkan anjuran makan makanan yang halan dan thoyyibah, kita jumpai dalam beberapa ayat diantaranya adalah Al Baqarah: 168, Al Maidah;88, dan An Nahl:144. Makna thoyyiban tidak saja menyangkut bahwa makanan tersebut adalah baik dari segi cara memperolehnya, tetapi punya makna dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang memakannya.

    • 2. Standart kecukupan gizi secara ukuran dapat dibagi kedalam dua bagian yaitu:

    Ukuran makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan kecukupan protein.

    Ukuran mikro, yaitu kecukupan vitamin dan mineral.

    • 3. Kebutuhan kalori (energi) perhari

    Orang kurus BB x 40-60 kalori

    Orang normal BB x 30 kalori

    Orang gemuk BB x 20 kalori

    Orang Obesitas BB x (10 x15) kalori

    • 4. Standart kecukupan gizi untuk BALITA

    Untuk menjamin pertumbuhan,perkembangan,dan kesehatan BALITA,maka perlu asupan gizi yang cukup.Menurut anjuran makanan satu hari yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI untuk anak usia1-3 tahun membutuhkan 1,5 mangkok nasi (@ 200g) atau padananya,0,5 ikan (50g) atau padananya,2 tempe (@ 25 g) atau padanannya, semangkok sayur (1000g),seiris buah pepaya (100 g) atau padanannya,dan segelas susu (200 ml) Bagi anak usia 4-6 tahun membutuhkan 2 mangkok nasi (@200g) atau padanannya,1 ikan (50 kg) atau padananya 3 tempe (@25g) atau padanannya ,i,5 mangkok sayur (100 g) ,2 iris buah pepaya(@100g) atau padanannya, dan segelas susu (200 ml).Asupan gizi tersebut akan menjamin tercukupinya kebutuhan kalori untuk

    air 150 gr jeruk 48,6 12,096 0,216 0,54 manis 500 gr susu 1680 275 5,0 41

    BALITA antara 1360-1830 kalori/anak /hari dan kebutuhan protein untuk BALITA antara 16-20 g/anak /hari.

    5.

    Menurut informasi Vanderbit Maternal Nutrition Study bahwa kebutuhan gizi penting

    bagi ibu hamil adalah sebagai berikut:

     

    Tabel kebutuhan gizi ibu hamil

    Bahan gizi

    Kebutuhan

     

    Trisemester I

    Trisemester II

    Trisemester III

    Kalori (karbohidrat, dan lemak)

    2140 kalori

    2200 kalori

    2020 kalori

    protein

    75

    g

    75

    g

    70

    g

    kalsium

    1,1 g

    1,1 g

    1,0 g

    besi

    13

    g

    14

    g

    13

    g

    6.

    Standart kebutuhan gizi bagi ibu menyusui

     

    Untuk menjamin kesehatan ibu menyusui dan pertumbuhan/ perkembangan bayi maka perlu asupan gizi yang cukup.menurut anjuran makanan satu hari yang Dikeluarkan oleh departemen Kesehatan RI untuk ibu yang menyusui membutuhkan 5 mangkok nasi (@ 200 g) atau padanannya , 2 ikan (50g) atau padananya tempe (@ 25 g) atau padanannya,3 mangkok sayur (100 g), dua irs buah pepaya (100 g) atau padanannya,dan segelas susu (200 ml.)

    7.

    Sehat bagi orang yang berpuasa.

     

    Hikmah puasa dari dimensi kesehatan merupakan hikmah yang selalu kita bisa rasakan jika kita mampu berpuasa sesuai yang di contohkan oleh Rasullulloh SAW. Berpuasa sesuai dengan tuntunan rasulluloh merupakan modal besar bagi di perolehanya hikmah puasa dari dimensi kesehatan. Anjuran meyegarakan berpuasa dengan makanan yang manis-manis, mengakhirkan waktu sahur, dan tidak lapar kecuali telah lapar dan akan berhenti makan sebelum kenyang merupakan anjuran dalam berpuasa yang sangat erat dengan hikmah puasa dari dimensi kesehatan.

    8.

    Perencanaan pemenuhan kebutuhan gizi (kecukupan kalori dan protein )dapat

    dilakukan melaui 7 langkah utama,yaitu sebagai berikut:

    Menentukan kebutuhan energi

    Menentukan kebutuhan protein

    memperhatikan zat gizi bahan pangan yang ingin di gunakan yaitu

    memperhatikan bahan yang akan dimakan . Upaya pemenuhan menu empat sehat 5 sempurna .

    BALITA antara 1360-1830 kalori/anak /hari dan kebutuhan protein untuk BALITA antara 16-20 g/anak /hari. 5. Menurut

    Menggunakan ratio Karbonhidrat : lemak, protein dengan perbandingan :

    Karbonhidarat: Lemak: Protein

    50 20 30

    Menggunakan prinsip halalan dan thoyiban konversikan kebutuhan kalori dan protein pada kelima bahan makanaan dan hitung kembali kesesuaiannya.

    Saran

    ddig-presentation

    Kami tahu bahwa didakam penulisan didalam makalah ini masih banyak terjadi kesalahan-kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang mambangun sangat kami harapkan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Krisno, agus, DR. Dasar-dasar ilmu gizi. UMM PRESS. Malang

     Menggunakan ratio Karbonhidrat : lemak, protein dengan perbandingan : Karbonhidarat: Lemak: Protein 50 20 30Kekurangan Zat Mikro Berefek Jangka Panjang   Sabtu, 04 Agustus 2012 04:46 Jakarta - [WS] Page 47 " id="pdf-obj-46-31" src="pdf-obj-46-31.jpg">

    Sabtu, 04 Agustus 2012 04:46

    Jakarta - [WS]

     Menggunakan ratio Karbonhidrat : lemak, protein dengan perbandingan : Karbonhidarat: Lemak: Protein 50 20 30Kekurangan Zat Mikro Berefek Jangka Panjang   Sabtu, 04 Agustus 2012 04:46 Jakarta - [WS] Page 47 " id="pdf-obj-46-39" src="pdf-obj-46-39.jpg">

    Kecukupan Zat Gizi Mikro Bagi Tumbuh Kembang Anak

    author Thursday, 02 August 2012 - 02:09 pm

    :

    K.

    Tatik

    Wardayati

    osha-meishin

    Makanan ini adalah sumber kalsium.

    Intisari-Online.com

    (*)

    Kecukupan Zat Gizi Mikro Bagi Tumbuh Kembang Anak author Thursday, 02 August 2012 - 02:09 pm
    Page 49