Anda di halaman 1dari 25

METODE PENELITIAN

Ns. Roshinta Sony Anggari, S.Kep Oktober-2012

DEFINISI
METODE PENELITIAN = suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara Ilmiah: 1. Rasional masuk akal, terjangkau penalaran manusia 2. Empiris dapat diamati, orang lain dapat mengamati 3. Sistematis dengan langkah-langkah logis

TUJUAN PENELITIAN
PENEMUAN, data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data baru yang sebelumnya belum pernah diketahui PEMBUKTIAN, data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. PENGEMBANGAN, berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada.

PENELITIAN berdasarkan TUJUAN

PENELITIAN MURNI penelitian yang sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil untuk pengembangan ilmu administrsi atau manajemen. PENELITIAN TERAPAN penelitian untuk mendapaTkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

PENELITIAN berdasarkan METODE

PENELITIAN SURVEY penelitian pada populasi besar maupun kecil, data yang dipelajari dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. PENELITIAN EX POST FACTO penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.

PENELITIAN EKSPERIMEN penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Macamnya: pre experimental, true experimental, faktorial, dan quasi experimental. PENELITIAN NATURALISTIK penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Misalnya: penelitian untuk menemukan faktorfaktor yang mengungkapkan makna acara adat

PENELITIAN KEBIJAKSANAAN / Policy Research penelitian atau analisis paa masalah sosial mendasar, temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak menyelesaikan masalah. Macamnya: pre experimental, true experimental, faktorial, dan quasi experimental. ACTION RESEARCH penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat.

PENELITIAN EVALUASI penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product. PENELITIAN SEJARAH penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.

PENELITIAN berdasarkan TINGKAT EKSPLANASI

PENELITIAN DESKRIPTIF penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. PENELITIAN KOMPARATIF penelitian yang bersifat membandingkan. PENELITIAN ASOSIATIF penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih.

PENELITIAN berdasarkan JENIS DATA & ANALISIS

PENELITIAN KUALITATIF penelitian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar). PENELITIAN KUANTITATIF penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang dijadikan angka).

DESAIN PENELITIAN

CROSS SECTIONAL
Disebut juga potong-lintang Mempelajari dinamika hubungan hubungan atau korelasi antara faktor-faktor risiko dengan dampak atau efeknya. Faktor risiko dan dampak/efeknya diobservasi pada saat yang sama, diobservasi hanya satu kali, diukur menurut keadaan atau status pada saat observasi. Memberi gambaran tentang prevalensi suatu penyakit di dalam populasi yang berkaitan dengan faktor risiko yang dipelajari atau yang timbul akibat faktor-faktor risiko tertentu.

KELEBIHAN CROSS SECTIONAL


Mudah Murah Tidak memerlukan follow up Cocok untuk mendeskripsikan/penelitian observasional Subyek tidak dipaksa mengalami faktor resiko Semua subyek penelitian berpeluang/memiliki kesempatan yang sama

KEKURANGAN CROSS SECTIONAL


Subyek penelitian besar/banyak, variabel bebas yang berpengaruh cukup banyak Kurang menggambarkan proses perkembangan penyakit secara tepat Faktor-faktor resiko tidak dapat diukur secara akurat dan akan mempengaruhi hasil penelitian Nilai prognosanya atau prekdisinya (daya ramal) lemah atau kurang tepat Korelasi faktor risiko dengan dampaknya adalah paling lemah bila dibandingkan dengan rancangan penelitian analitik yang lainnya.

CASE CONTROL
Disebut juga studi retrospektif, Penelitian ini berusaha melihat ke belakang, yaitu data digali dari dampak (efeknya) atau akibat yang terjadi. Kemudian ditelusuri variabel-variabel penyebabnya atau variabel yang mempengaruhi. Hasil korelasinya lebih tajam dan mendalam daripada potonglintang, menggunakan subyek kontrol atau subyek dengan dampak positif dicarikan kontrolnya dan subyek dengan dampak negatif juga dicari kontrolnya. Variable penyebab atau yang berpengaruh ditelusuri lebih dulu, kemudian faktor risiko atau variabel yang berpengaruh diamati secara retrospektif.

KELEBIHAN CASE CONTROL


Tidak menghadapi kendala etik, seperti halnya penelitian kohort dan eksperimental. Pengambilan kasus dan kontrol pada kurun waktu yang bersamaan. Adanya pengendalian faktor resiko sehingga hasil penelitian lebih tajam. Tidak perlu intervensi waktu, lebih ekonomis sebab subyek bias dibatasi.

KEKURANGAN CASE CONTROL


Tidak diketahuinya efek variable luar, keterbatasan teknis yaitu variable yang tidak ikut dikenakan waktu matching. Bias penelitian bila tidak dilakukan pengukuran oleh peneliti dengan tanpa mengetahui yang harus diukur (blind measurement). Kurang obyektif dan reliabel bila data diperoleh hanya dari anamnesa tanpa ada bukti data penunjang, misal: catatan kesehatan, buku status. Banyak faktor resiko dengan subyek yang sedikit.

KOHORT
Disebut juga studi prospektif, Penelitian survey (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara factor resiko dengan efek (penyakit) secara bersama-sama ke depan. Menggunakan pendekatan longitudinal ke depan, dengan mengkaji dinamika hubungan antara faktor risiko dengan efek suatu penyakit. Kesimpulan hasil penelitian diketahui dengan membandingkan subyek yang mempunyai efek positif (sakit) antara kelompok subyek dengan faktor risiko positif dan faktor risiko negative (kelompok kontrol).

KELEBIHAN KOHORT
Dapat membandingkan dua kelompok, yaitu kelompok subyek dengan faktor risiko positif dan subyek dari kelompok kontrol sejak awal penelitian. Secara langsung menetapkan besarnya angka risiko dari waktu ke waktu. Keseragaman observasi terhadap faktor risiko maupun efek dari waktu ke waktu.

KEKURANGAN KOHORT
Memerlukan waktu penelitian yang relatif cukup lama. Memerlukan sarana dan prasarana serta pengolahan data yang lebih rumit. Kemungkinan adanya subyek penelitian yang dropout sehingga mengurangi ketepatan dan kecukupan data untuk dianalisis. Menyangkut etika sebab faktor risiko dari subyek yang diamati sampai terjadinya efek, menimbulkan ketidaknyamanan bagi subyek.

TERIMA KASIH