Anda di halaman 1dari 6

10/18/12 UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

Home

Tentang

Register

Login

Kabar UPI
Berita seputar kampus UPI
Tentang

Kategori

UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia


Written by: hum as Written on: October 18, 2012 Com m ents Add One
0

Aktivitas Kampus (197) Aktivitas Mahasiswa (158) Civitas (245) Kerjasama (70) Lain-Lain (1570) P 2 M (3) Penelitian (24) Penerimaan (21) Prestasi (96)

Kabar Terkini
The Last Moment: Wisudaan Jurusan Pendidikan Sejarah UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia Dideklarasikan, Anti Kekerasan di Lingkungan Kampus Amanda Oktriana Menjadi Wakil Dua Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bandung 2012 Himpunan Mahasiswa Sejarah Gelar Acara Ngopi, Ngobrol Pintar

Connect w ith us on any of our social profiles.

berita.upi.edu/2012/10/18/upi-berkaca-dari-pengalamannya-sebagai-perguruan-tinggi-keguruan-d-indonesia/

1/6

10/18/12 UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

Topics
ICT Rektor Webometric

Most Popular Posts

Random Posts

Ade Suyitno, Juara 1 Anugrah Karya Ilmiah Koperasi


July 24, 2012

Ence Surahman Menjadi Pemimpin Muda Muslim Terbaik


July 16, 2012

Sedang Diteliti, Membaca Alquran Menyehatkan Paru-Paru


April 17, 2011

Sahabatku Hilang Diseret Arus Pantai


May 28, 2012

Bandung, UPI Universitas Pendidikan Indonesia menggelar simposium nasional, Kamis (18/10/2012) di Gedung JICA FP MIPA Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Simposium itu bertema Refleksi 58 Tahun Pengalaman Penyelenggaraan Tinggi Keguruan di Indonesia. Selain melakukan refleksi dilakukan pula diskusi hasil studi tentang The Role Politics and Evidence-based Policy-Mak ing: The Case of Teacher Reform di Indonesia. Peserta simposium ini datang dari penjuru Indonesia seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Kuningan, Unswagati Cirebon, Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Negeri Bengkulu, Universitas Negeri Jember, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Islam Nusantara, Universitas Pakuan Bogor, Universitas Pasundan, UIN, Unla, Universitas Bale Bandung,
berita.upi.edu/2012/10/18/upi-berkaca-dari-pengalamannya-sebagai-perguruan-tinggi-keguruan-d-indonesia/

Sabet Tiga Penghargaan dalam Kontes Robot, KOMPOR Menghadap Rektor


June 5, 2012

latest twitts

10/18/12 UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

Universitas Sulten Ageng Tirtayasa, Universitas Palangkaraya, Universitas Subang. Rektor UPI Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. memaparkan dalam kata sambutannya bahwa pada malam sebelumnya dilakukan diskusi tentang karya Mae Chu Chang. Wanita dari negara tirai bambu ini mempresentasikan hasil penelitiannya Finding and Lessons from Teacher Reform in Indonesia. Pada acara diskusi yang digelar Rabu (17/10/2012) malam di Hotel Isola Resort tersebut menunjukan hasil penelitian bahwa tidak ada dampak kepada keunggulan kompetitif siswa yang diajar oleh para guru yang sudah disertifikasi. Tentunya masih banyak yang perlu dievaluasi dari instrument penelitian dan responden yang diteliti para guru yan g diserifikasi itu lulusan LPTK yang mana. Ia mengatakan kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan evaluasi terhadap Undang-Undang No 14 Tentang Guru pada Tahun 2005 karena memang banyak isu dan dilema yang menarik perhatian. Undang-undang ini punya kedashyatan untuk meningkatkan mutu kualitas guru, namun masih belum optimal dan memenuhi harapan. Terkurasnya dana menjadi pertanyaan dengan efek dari kualitas pendidikan dan juga mengevaluasi politik pendidikan. Penyiapan guru dalam jangka panjang, dalam lembaga pendidikan standarisasi adalah hal yang harus diupayakan dan diperbaiki secara utuh. Hal ini menunjukkan bahwa revitalisasi LPTK adalah mutlak harus dilakukan. Sejak awal berdirinya perguruan tinggi Guru di Indonesia, hingga berusia 58 tahun, diselingi Undang-undang No 12 Tahun 2102. Hal ini akan memberikan warna kepada kita akan banyak nilai-nilai yang dipelajari dan kristalisasikan dengan nilai-nilai yang bisa diperbaharui dan diupdate dengan good governance. Tentunya dalam sosok guru ideal dan professional yang memiliki ketahanan serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan jaman secara berkelanjutan. Menjadi suatu pertanyaan hingga mana sertifikasi bisa membangkitkan motivasi kerja agar bisa mengembangkan profesionalitas pada perbaikan guru, pembelajaran, dan dampaknya dapat dipotret dari keterampilan siswa. Sisi lain bahwa sertifikasi dari treatment proses prilaku berbagai studi menunjukkan perubahan yang diharapkan. Perlu intervensi manajemen yang dapat memunculkan guru yang profesional tanpa campur tangan birokratik. LPTK itu sendiri memiliki tanggungjawab dalam menyiapkan calon para guru dengan standarisasi yang akan melahirkan sosok guru yang profesional. Harapan pemerintah dapat mebina LPTK lebih secara optimal tentunya dengan intervensi pembinaan yang sistematis. Ada tiga dimensi tentang sertifikasi, sistem managemen yang kontinyu, dan LPTK melakukan lifecycle dari recruitment hingga retirement. Hal ini membutuhkan breaktrhrough fikiran kita, mencari alternatif untuk mengkaji agar bisa memberikan kemaslahatan. Pendidikan manajemen guru ke depan diharapkan akan memberikan jamian dengan proses pendidikan yang lebih bermutu. Imbuhnya. Direktur Tenaga Pendidik Dikti Prof. Supriyadi Rustad mengungkapkan perlunya ada struktur yang dapat memfasilitasi Dikti dan lembaga pendidikan. Sekarang ini sudah ada data komplit tentang kondisi guru dan siswa, sekarang tinggal bagaimana dapat membuat sistem pendidikan yang baik untuk guru. LPTK diseluruh Indonesia memang memiliki masalah pada inputnya. Guru itu sosok pilihan sehingga saat masuknya harus dipilih, sehingga s tandar input isunya harus diperhatikan secara serius. Saat ini muncul fenomena pembelajaran aktif lebih muncul dari pendidikan yang lebih rendah dari LPTK. Sebagai contoh
berita.upi.edu/2012/10/18/upi-berkaca-dari-pengalamannya-sebagai-perguruan-tinggi-keguruan-d-indonesia/ 3/6

UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

dapat melihat cara negara Cina berupaya menumbuhkan active learning di Cina, Guru mengalokasikan waktu dari 2 jam waktu guru pembelajaran, hanya menyediakan waktu 15 menit bagi dirinya. Maka dosen-dosen di perguruan tinggi harus paham bagaimana meng-create pembelajaran yang aktif. Sekarang ini kredibiltas LPTK sedang diuji untuk untuk berlaku secara jujur walaupun ada tekanan dan intervensi secara akademik. Tidak boleh ada intervensi akademik merupakan kemerdekaan akademik. Apalagi ada dana sebesar 1 trilyun untuk penelitian dalam pendidikan. Adanya program SM3T selain bisa meningkatkan solidaritas. serta Siswa PPG dari berbagai propinsi yang digabung dalam pembelajaran yang multikultural dapat digunakan sebagai bahan research. Kita harus banyak Eling, apalagi sekarang ada kebijakan baru menghukum 37 LPTK yang tidak jujur dan mengeluarkan mereka dari sertifikasi dosen. Patut dipahami dasar kejujuran sangat penting bagi pelaksanaan proses pendidikan. ujarnya sekaligus membuka acara tersebut. Kemudian dilakukan pleno pembahasan makalah Refleksi Konsep Guru dan Tenaga Kependidikan di Indonesia, oleh Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram yang merupakan Rektor Universitas Negeri Padang. Makalah tersebut direview oleh Prof. Dr. Soedijarto,MA Guru Besar Universitas Negeri Jakarta dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Sartajan Pendidikan Indonesia (ISPI). Kemudian tampil Prof. Dr. H. Muchlas Samani Rektor Universitas Negeri Surabaya yang mempresentasikan Refleksi Pelaksanaan Sistem Sertifikasi dan Implikasinya bagi Pembinaan Profesi Guru secara Berkelanjutan. Sebagai pembahas pada makalah tersebut adalah Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Terakhir adalah Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd yang memaparkan tema Refleksi Permasalahan Birokrasi Pengelolaan dan Implikasinya bagi Pengelolaan PTK secara Profesional di Masa Depan. Topik ini dibahas oleh M. Abduh Zein. (Dewi Turgarini)

In category: Aktivitas Kampus, Civitas


4/6

10/18/12 UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked * Name *

Email * Kode * Website

You may use these HTML tags and attributes: < h e = " t t e " > < b r t t e " > < c o y t t e " > < > a rf" il=" ab il=" arnm il=" b <lcqoect=" <ie <oe <e dttm=" <m <>< ct=" <tie <tog bokut ie"> ct> cd> dl aeie"> e> i q ie"> srk> srn>

Post Comment

Previous post: Dideklarasikan, Anti Kekerasan di Lingkungan Kampus Next post: The Last Moment: Wisudaan Jurusan Pendidikan Sejarah

berita.upi.edu/2012/10/18/upi-berkaca-dari-pengalamannya-sebagai-perguruan-tinggi-keguruan-d-indonesia/

5/6

10/18/12 UPI Berkaca dari Pengalamannya Sebagai Perguruan Tinggi Keguruan d Indonesia | Kabar UPI

Copyright 2012 Kabar UPI. All Rights Reserved, New s Leak theme by Archy Studio

berita.upi.edu/2012/10/18/upi-berkaca-dari-pengalamannya-sebagai-perguruan-tinggi-keguruan-d-indonesia/

6/6