Anda di halaman 1dari 5

Artikel Inspiratif;

STRATEGI MENJELANG UJIAN NASIONAL 2013

PENULIS Iqbal Fahri, s. Pd SMP Daar el salam

1
Strategi UN 2013 Penulis: Iqbal Fahri, Kepala SMP Daar el-Salam, Villa Nusa Indah, Blok S, Bojong Kulur, Gunungputri, Bogor. Masukan, Saran, dan Konsultasi: email: ifahri1@gmail.com

STRATEGI MENJELANG UJIAN NASIONAL 2013

Pendahuluan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2011 telah mengisyaratkan dengan jelas bahwa ujian nasional masih menjadi salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dasar maupun menengah. Peraturan Mendiknas ini sekaligus menutup fase kontroversi tentang perlu tidaknya pelaksanaan ujian nasional sebagai salah satu syarat kelulusan peserta didik pada beberapa waktu yang lampau. Singkatnya, ujian nasional masih diyakini oleh pemerintah sebagai salah satu bentuk evaluasi penilaian yang efektif dalam menentukan tingkat keberhasilan sekaligus mengukur mutu pendidikan pada satuan pendidikan dasar dan menengah di tanah air. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa Ujian Nasional masih tetap ada di tahun 2013 dengan prosedur operasional standar (POS) yang bisa jadilebih diperketat dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, sudah saatnya pihak penyelenggara pendidikan menginternalisasikan sejumlah persiapan ujian nasional sebagai bagian yang integratif dalam proses pembelajaran selama kurun waktu siswa belajar di sekolah pada satuan pendidikannya masing-masing. Sehingga kebijakan pelaksanaan ujian nasional tidak perlu menjadi tambahan beban psikologis bagi siswa, guru, maupun kepala sekolah. Berikut ini akan dipaparkan sejumlah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pihak penyelenggara pendidikan agar dapat menghantarkan siswa sukses ujian nasional. Strategi I; Penguasaan Keterampilan Belajar Dunia pendidikan sesungguhnya menghadapi permasalahan dalam penanganan pencapaian prestasi sebagian besar siswa. Pada umumnya pendidikan yang diselenggarakan di kelas menghasilkan hanya segelintir siswa yang berhasil, sementara sebagian besarnya kurang tertangani dengan baik. Hal tersebut terjadi diantara sebabnya karena sebagian besar siswa belum memiliki performa dan kesiapan belajar yang memadai. Oleh karena itu, disadari atau tidak belajar yang efektif pada hakikatnya membutuhkan keterampilan. Tanpa dibekali keterampilan belajar, siswa akan mengalami kesulitan untuk menemukan spirit dan gaya belajar yang sesuai dengan karakter diri serta peluang belajar yang dimilikinya. Keterampilan belajar seyogyanya menjadi kurikulum pertama yang diajarkan kepada siswa sebelum dan/atau bersamaan dengan kurikulum yang lain. Pihak sekolah hendaknya menyadari bahwa penemuan siswa terhadap gaya belajar yang sesuai dengan karakter dirinya mampu membangun kemandirian dalam belajar menjadi kata kunci kesuksesan belajar siswa.

2
Strategi UN 2013 Penulis: Iqbal Fahri, Kepala SMP Daar el-Salam, Villa Nusa Indah, Blok S, Bojong Kulur, Gunungputri, Bogor. Masukan, Saran, dan Konsultasi: email: ifahri1@gmail.com

Dengan demikian, pencapaian target kelulusan ujian nasional setinggi apapun akan dengan mudah diraih manakala siswa telah memiliki gaya belajar dan kemandirian belajar. Strategi II; Pengelolaan SKL (standar kompetensi lulusan) Setelah siswa memiliki sikap belajar yang memadai yang ditunjukkan dengan adanya kemandirian dalam belajar, langkah berikutnya adalah mengelompokkan dan melakukan penyebaran materi-materi ajar berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL) dan kisi-kisi terakhir sesuai dengan kelasnya masing-masing. Langkah ini dilakukan agar beban penuntasan standar kompetensi lulusan (SKL) dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk di kelas akhir. Sehingga sejak dini, siswa sudah diperkenalkan dengan berbagai bentuk dan karakteristik soal-soal ujian nasional. Selain itu, langkah ini juga akan mempermudah guru dalam mengulangi kembali materi-materi ajar yang telah disampaikan di kelas sebelumnya yaitu pada saat siswa di kelas akhir. Tentunya, langkah ini tidak boleh sampai mengeyampingkan pencapaian materi ajar berdasarkan kompetensi dasar. Karena sesungguhnya, pada sebagian besarnya SKL merupakan gabungan diantara beberapa kompetensi dasar. Sayangnya, standar kompetensi lulusan dan kisi-kisi ujian nasional baru dapat diketahui menjelang semester kedua pada setiap tahun pelaksanaan ujian nasional. Padahal, bila memaknai ujian nasional sebagai bagian yang integratif dalam evaluasi penilaian pendidikan, standar kompetensi lulusan semestinya ditetapkan secara permanen dan/atau setidak-tidaknya untuk jangka waktu lima tahun kedepan. Sehingga proses internalisasi materi-materi ajar berdasarkan SKL dalam kurun waktu belajar di sekolah tidak mengalami hambatan. Strategi III; Kombinasikan Berbagai Hal Yang Bermanfaat Rancangan pembelajaran pada setiap harinya, seyogyanya dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus mampu mempertahankan kestabilan ritme belajar siswa. Dalam konteks ini, pihak sekolah dituntut sekreatif mungkin dalam membuat jadwal belajar harian dengan tetap memperhatikan ketercapaian target kelulusan seperti meramu kegiatan belajar dengan berolahraga secara rutin, senam otak disela-sela pembelajaran, pemberian nutrisi dan/atau vitamin kepada para siswa untuk menambah stamina dan meningkatkan konsentrasi, pemutaran film-film motivasi untuk menghilangkan kejenuhan serta menjaga ritme motivasi belajar, serta bentuk-bentuk kegiatan lainnya yang relevan. Strategi IV; Kenali Kemampuan Belajar Siswa dan Solusi Penanganannya Persiapan ujian nasional akan semakin tepat sasaran, manakala sekolah telah mengenali kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswanya. Pengetahuan atas kemampuan dasar siswa sangat berpengaruh dalam menentukan langkah yang efektif dalam penanganannya. Oleh karenanya, pendalaman materi (PM) yang biasanya dilaksanakan oleh sekolah sesungguhnya tidak berdampak secara signifikan bagi seluruh siswa, terutama siswa yang memiliki kemampuan dasar di bawah rata-rata, terlebih lagi bagi anak yang berkebutuhan khusus (ABK). Pendalaman materi hanya dapat berdampak positif bagi siswa dengan kemampuan dasar rata-rata (sedang) dan di 3
Strategi UN 2013 Penulis: Iqbal Fahri, Kepala SMP Daar el-Salam, Villa Nusa Indah, Blok S, Bojong Kulur, Gunungputri, Bogor. Masukan, Saran, dan Konsultasi: email: ifahri1@gmail.com

atas rata-rata. Bahkan, ditengarai siswa dengan kemampuan dasar di atas rata-rata pun terkadang bosan dengan Pendalaman Materi, karena yang sebenarnya yang diperlukan oleh siswa tersebut adalah asupan materi yang lebih dari biasanya. Menyadari akan hal tersebut, sekolah perlu memperhatikan dan merencanakan penanganan yang berbeda atas kemampuan dasar siswa yang beragam. Dan akan lebih baik lagi, apabila sekolah dapat menetapkan target yang berbeda-beda antara kelompok di bawah rata-rata, sedang, di atas rata-rata dan siswa berkebutuhan khusus (ABK terutama bagi sekolah yang memilikinya). Walaupun sebenarnya, pengelompokkan tersebut sangat tidak relevan dengan prinsip-prinsip utama dalam kecerdasan majemuk, akan tetapi yang demikian itu merupakan keniscayaan. Strategi IV; Libatkan SDM dari Berbagai Disiplin Ilmu Keterlibatan SDM dari berbagai disiplin ilmu merupakan salah satu ciri sekolah modern dan progresif. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, dunia pendidikan akan semakin presisi dalam menyelesaikan masalahnya apabila melibatkan banyak pihak dari disiplin ilmu yang berbeda. Tak terkecuali persiapan ujian nasional. Ujian nasional dan berbagai persiapannya, secara implisit maupun eksplisit bersinggungan dengan kemampuan dasar siswa, perilaku belajar, psikologi siswa, motivasi, perubahan ritme belajar, iklim sekolah dan rumah, dan dukungan internal maupun eksternal siswa. Semuanya secara simultan memberikan dampak, baik secara fisik dan psikis terhadap siswa. Oleh karenanya, pendekatan sekolah secara konvensional melalui penanganan BK (bimbingan konseling) dengan berbagai bentuk layanannya serta pemberian motivasi melalui guru dan wali kelasnya, masih dirasa belum berdampak secara signifikan dalam persiapan ujian nasional. Sekolah perlu mempertimbangkan keterlibatan psikolog, tenaga medis, motivator, tenaga ahli agama, tenaga relawan akademik, para alumni, dan bahkan juga relawan siswa sebagai tutor sebaya siswa yang lainnya. Kesemuanya itu, sangat ditentukan oleh seberapa besar harapan dan target yang akan dicapai dalam ujian nasional. Apabila keterlibatan SDM dari berbagai disiplin ilmu ini merupakan bagian yang terintegrasi dalam program persiapan ujian nasional, maka langkah selanjutnya adalah menentukan fungsi, peran, dan bentuk keterlibatannya sehingga dapat berdampak positif dalam pencapaian target ujian nasional. Strategi V; Disiplin dalam Evaluasi Evaluasi dipandang penting dalam persiapan ujian nasional, untuk melihat efektifitas yang ditimbulkan oleh pelaksanaan masing-masing strategi. Selain itu, juga sebagai bahan perbaikan program dalam waktu berjalan. Kerangka evaluasi yang dapat dipertimbangkan meliputi dua aspek yaitu; pertama, evaluasi hasil try-out berdasarkan SKL dan kedua, evaluasi per-strategi melalui lembar pengamatan/observasi. Kedua instrumen inilah, yang menjadi tolak ukur keberhasilan program persiapan ujian nasional dan juga sebagai respon sekolah atas siswa yang belum memenuhi target. Keseluruhan strategi di atas, tidak akan mungkin terlaksana tanpa kesadaran dan komitmen seluruh stakeholder pendidikan terhadap pentingnya pendidikan yang berkualitas bagi siswanya. Ujian nasional terlepas dari segala kontroversinya-4
Strategi UN 2013 Penulis: Iqbal Fahri, Kepala SMP Daar el-Salam, Villa Nusa Indah, Blok S, Bojong Kulur, Gunungputri, Bogor. Masukan, Saran, dan Konsultasi: email: ifahri1@gmail.com

sejatinya dapat dimaknai sebagai pemicu dan pemacu bagi seluruh penyelenggara pendidikan untuk menyatukan langkah melalui penyelenggaraan pendidikan yang semakin berkualitas. Semoga...

5
Strategi UN 2013 Penulis: Iqbal Fahri, Kepala SMP Daar el-Salam, Villa Nusa Indah, Blok S, Bojong Kulur, Gunungputri, Bogor. Masukan, Saran, dan Konsultasi: email: ifahri1@gmail.com