Anda di halaman 1dari 2

TUGAS INDIVIDUAL

NAMA : SARTIKA KELAS : SEMESTER 1 D

TAHUN AKADEMIK 2012/2013

1. Berikan pendapat kalian mengenai permasalahan yang sedang terjadi antara KPK Vs POLRI tentang masalah penanganan kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM). 2. Berikan pendapat kalian mengenai solusi supaya masalah simulator SIM dapat terselesaikan tanpa harus berlarut-larut. 3. Berikan pendapat kalian mengenai permasalahan tersebut sebenarnya tugas siapa? KPK atau POLRI, Berikan alasannya. 1. Menurut Saya, Permasalahan antara KPK dan Polri berkembang semakin negatif, dan secara politik makin dimanipulasi. Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM didesak untuk diserahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memberikan kesempatan kepada penyidik Polri untuk menjelaskan kemajuan penanganan perkara serta penjelasan terhadap barang bukti yang ada. Tetapi Kepolisian RI (Polri) mempersulit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih pengusutan kasus dugaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) tersebut. 2. Menurut Saya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri harus berkolaborasi untuk memberantas korupsi dengan menjalin komunikasi yang baik. Sehingga KPK dapat menangani kasus korupsi para perwira tinggi, sedangkan Polri menangani kasus korupsi para perwira menengah agar Polri dan KPK bisa bersama-sama mengusut kasus tersebut dengan memiliki iktikad yang baik untuk memberantas tindak pidana korupsi. Strategi Pemberantasan Korupsi yang dapat dilakukan memiliki intelektualitas, idealisme, menanamkan sikap anti korupsi, dan bersikap jujur akan menjadi kunci penggerak perubahan dalam memberantas budaya korupsi. 3. Menurut Saya, KPK dan Polri harus mengambil alih tugas pemberantasan korupsi tersebut dengan dukungan dari semua pihak terkait termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) agar dapat menerima dengan tulus dan bersama-sama melaksanakan upaya pemberantasan korupsi. KPK dan Polri dapat ikut menyelesaikan masalah kasus Simulator SIM antara lain melakukan pengambilalihan dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi.