Anda di halaman 1dari 5

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

5.1

PENDAHULUAN Pengolahan datadata yang terkumpul dalam bab ini adalah menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) pada Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Kabupaten Karanganyar yang berlokasi di Desa Brujul, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. Setelah itu, dilakukan analisis jaringan kerja Metode Jalur Kritis (Critical Path Method-CPM) dan Metode Preseden Diagram (Preceden Diagram Method-PDM). Dengan menyusun jaringan kerja CPM maupun PDM dapat diketahui kurun waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan proyek sampai selesai serta biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan proyek selama kurun waktu tersebut.

5.2

GAMBARAN PROYEK

5.2.1 Data Umum Proyek Data umum proyek sebagai berikut : a). Nama Proyek : Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA), Lokasi Desa Brujul, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. b). Luas Proyek : 10.106.706 m 2 c). Luas Bangunan : 482.426 m 2 yang terdiri dari : Proyek 1.055,259 m 2 lantai 1 1.055,259 m 2 lantai 2 1.055,259 m 2 lantai 3 d). Struktur Bawah : Konstruksi Pondasi Bor (Bore Pile) e). Struktur : Konstruksi Beton Pracetak (Precast) Bangunan f). Struktur Atap : Konstruksi Baja Ringan Smurtruss g). Lokasi Proyek : Desa Brujul, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah.

5.2.2 Identitas Karya 49


Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

Identitas Karya adalah sebagai berikut : a). Nomor Karya : K.06.041.00.000. b). Nama Karya : Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA), Lokasi Desa Brujul, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. c). Pemberi Tugas / Pemilik : Proyek : Kontak Person : Jabatan Konsultan DED Kontak Person Jabatan MK Induk Kontak Person Jabatan MK Wilayah Kontak Person Jabatan Kontraktor Pelaksana Kontak Person : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : SATKER LAKBAngKIM, Dirjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum. Ir. Christ Robert Marbun, MSc Kepala Satker Lakbangkim PT. JAGAT RONA SEMESTA (Perencana) Ir. Basauli Umar Lubis, MSA, Ph.D. Team Leader PT. YODYA KARYA (Persero) Ir. Eko Handoyo. CP Team Leader CV. WIDHA CONSULTANT Semarang Ir. Afriyanto Sofyan, MTA, IAI Team Leader PT. HUTAMA KARYA (Persero) Jakarta Ir. Busmart Zuriantomy, MT. (Kepala Cabang) Ir. Andung Damar Sasongko, MT. (KUP) KU.08.08/Lakbangkim/706/XII/2006 18 Desember 2006 KU.08.08/Lakbangkim/706.1/XII/2006 18 Desember 2006 KU.08.08/Lakbangkim/720/XII/2006 18 Desember 2006 KU.08.08/Lakbangkim/22/I/2007 02 Januari 2007 KU.08.08/Lakbangkim/257/V/2007 07 Mei 2007 KU.08.08/Lakbangkim/257.1/V/2007 07 Mei 2007 Rp. 7.046.152.000.000, 00 (Tanpa PPn) 180 hari Kaleder (6 bulan) (18 Desember 2006 15 Juni 2007) 180 hari Kaleder APBN TA. 2006/2007 DIPA No:0621.0/033.05.0/2006 tanggal:31 Des 2006 PT. JHS PRECAST CONCRETE INDUSTRI A. Sondang Simanjuntak 50

d).

e).

f).

g).

h). - Kontrak Induk Nomor Tanggal - Kontrak Anak I Nomor Tanggal - SPMK Tanggal - Kontrak Anak II Nomor Tanggal - Add. I Kontrak Induk Tanggal - Add. I Kontrak Anak II Tanggal i). j). Harga Kontrak Waktu Pelaksanaan

k). l). m).

Waktu Pemeliharaan Sumber Dana Subkontraktor Precast Kontak Person

: : : :

Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

Jabatan SPMK Tanggal

: : :

Direktur A.kont/Aj.0082/S.Perj.IV/007 22 Januari 2007

5.3

WAKTU PEKERJAAN PROYEK Proyek Rumah Susun Sederhana Sewa (RUSUNAWA) Kabupaten Karanganyar dimulai pada tanggal 18 Desember 2006, dengan perencanaan awal proyek harus selesai pada tanggal 15 Juni 2007 atau durasi normal 180 hari.

5.4

PENGOLAHAN DATA

5.4.1 Analisa Harga Satuan (terlampir)

5.4.2 Rencana Anggaran Biaya (RAB) (terlampir)

5.5

PENYUSUNAN JARINGAN KERJA Jaringan Kerja (network) didefinisikan sebagai suatu jaringan yang terdiri dari serangkaian kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek yang disusun berdasarkan uraian kegiatan tertentu. Langkah langkah utama dalam menyusun Jaringan Kerja antara lain : 1. 2. Menentukan metode pelaksanaan dari proyek yang akan dilaksanakan Membuat perkiraan daftar rincian kegiatan beserta durasi waktu yang

diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan tersebut 3. Menyusun urutan yang logis antara kegiatan yang satu dengan lainnya Pertimbangan kegiatan kegiatan mana yang dilaksanakan lebih dahulu, kegiatan mana yang mengikutinya atau kegiatan apa yang harus dilangsungkan secara bersamaan. 4. Membuat diagram jaringan kerja untuk enggambarkan hubungan

ketergantungan antar kegiatan di atas 5. Mulai perhitungan teknis jaringan kegiatan 51


Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

5.5.1 Jaringan Kerja CPM (Critical Path Method) (terlampir)

Tabel V-I Penentuan Jalur Kritis pada Jaringan CPM


NO. I. II. A. B. C. URAIAN KEGIATAN PEKERJAAN PERSIAPAN (a) PEKERJAAN PERSIAPAN (b) PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI (a) PONDASI (b) LANTAI DASAR (a) LANTAI DASAR (b) LANTAI SATU (a) LANTAI SATU (b) LANTAI SATU (c) LANTAI DUA (a) LANTAI DUA (b) LANTAI DUA (c) LANTAI TIGA (a) LANTAI TIGA (b) LANTAI TIGA (c) LANTAI ATAP (a) LANTAI ATAP (b) KONSTRUKSI ATAP (a) KONSTRUKSI ATAP (b) PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL INSTALASI AIR BERSIH (a) INSTALASI AIR BERSIH (b) INSTALASI AIR BERSIH (c) INSTALASI AIR KOTOR DAN AIR BEKAS / LIMBAH PEKERJAAN LISTRIK DAN PANEL (a) PEKERJAAN LISTRIK DAN PANEL (b) PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (a) PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (b) PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN (c) PEKERJAAN KUSEN PINTU / JENDELA + ASSESORIES PEKERJAAN PLAFOND PEKERJAAN LANTAI (a) PEKERJAAN LANTAI (b) PEKERJAAN LANTAI (c) PEKERJAAN SANITAIR PEKERJAAN PENUTUP ATAP (a) PEKERJAAN PENUTUP ATAP (b) PEKERJAAN PENGECATAN (a) PEKERJAAN PENGECATAN (b) SEPTIK TANK (a) SEPTIK TANK (b) PEKERJAAN HYDRANT + POMPA (a) PEKERJAAN HYDRANT + POMPA (b) PEKERJAAN HYDRANT + POMPA (c) PEKERJAAN INSTALASI PENANGKAL PETIR (a) PEKERJAAN INSTALASI PENANGKAL PETIR (b) PEKERJAAN GROUND TANK, RUMAH POMPA (a) PEKERJAAN GROUND TANK, RUMAH POMPA (b) GSG SELASAR DAN PAGAR DURASI 20 160 31 9 5 22 17 7 7 10 10 8 16 4 11 15 2 2 18 6 46 13 52 14 52 53 6 7 53 52 13 39 10 52 14 6 49 10 6 24 5 19 6 6 14 25 10 35 35 EET i 0 20 20 51 51 56 56 73 80 73 83 93 83 99 103 99 114 114 116 80 86 132 80 86 100 86 139 145 86 100 100 113 152 100 134 148 113 162 134 140 140 145 164 148 154 145 170 145 145 LETi 0 20 20 51 51 56 56 73 88 73 83 95 83 99 103 99 114 114 116 88 94 140 88 94 108 94 147 153 94 108 108 121 160 108 134 150 121 170 134 140 140 145 164 150 156 145 170 145 145 EETj 20 180 51 60 56 78 73 80 87 83 93 101 99 103 114 114 116 116 134 86 132 145 132 100 152 139 145 152 139 152 113 152 162 152 148 154 162 172 140 164 145 164 170 154 168 170 180 180 180 LETj 20 180 51 80 56 88 73 88 95 83 95 103 99 103 114 114 116 116 134 94 140 153 140 108 160 147 153 160 147 160 121 160 170 160 150 156 170 180 140 164 145 164 170 156 170 170 180 180 180 TF 0 0 0 20 0 10 0 8 8 0 2 2 0 0 0 0 0 0 0 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 2 2 8 8 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 KETERANGAN kritis kritis kritis kritis kritis

D.

kritis

E.

F. G. III. A.

kritis kritis kritis kritis kritis kritis kritis

B. C. IV. A.

B. C. D.

E. F. G. V. VI.

kritis kritis kritis kritis kritis

VII. VIII. IX. X.

kritis kritis kritis kritis

5.5.2 Jaringan Kerja PDM (Preceden Diagram Method). (terlampir) 52


Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)

BAB V ANALISA DATA DAN PENYUSUNAN JARINGAN KERJA

Tabel V-II Penentuan Jalur Kritis pada Jaringan PDM


No.
I. II. A. B.

Nama Kegiatan
PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI LANTAI DASAR

Durasi (hari)
180

Konstrain

ES
0

EF
180

LS
0

LF
180

TF
0 Kritis

40 27

SS(I-IIA) = 20 SS(IIA-IIB) = 31 FS(IIA-IIB) = -9

20 51

60 78

20 51

60 78

0 0

kritis kritis

C. D.

LANTAI SATU LANTAI DUA

31 28

SS(IIB-IIC) = 5 FF(IIB-IIC) = 9 SS(IIC-IID) = 17 FF(IIC-IID) = 14

56 73

87 101

56 73

87 101

0 0

kritis kritis

E. F.

LANTAI TIGA LANTAI ATAP

31 17

SS(IID-IIE) = 10 FF(IID-IIE) = 13 SS(IIE-IIF) = 16 FF(IIE-IIF) = 2

83 99

114 116

83 99

114 116

0 0

kritis kritis

G.

KONSTRUKSI ATAP

20

FS(IIF-IIG) = -2 FF(IIF-IIG) = 18

114

134

114

134

kritis

III. A.

PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN KUSEN PINTU / JENDELA + ASSESORIES PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN SANITAIR 66 SS(IIIC-IIIA) = 0 FF(IIIC-IIIA) = 13 86 152 94 160 8

B.

62

SS(IIIE-IIIB) = 0 FF(IIIE-IIIB) = 10

100

162

108

170

C. D. E.

53 20 52

SS(IVA-IIIC) = 6 FS(IIG-IIID) = 0 SS(IIIF-IIIE) = 0 FF(IIIF-IIIE) = 0

86 134 100

139 134 152

94 154 108

147 154 160

8 0 8 Kritis

F. G.

PEKERJAAN PLAFOND PEKERJAAN PENGECATAN PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL INSTALASI AIR BERSIH

52 59

SS(IVC-IIIF) = 14 FF(IVC-IIIF) = 0 SS(IIIB-IIIG) = 13 FF(IIIB-IIIG) = 10

100 113

152 172

108 121

160 180

8 8

IV. A.

65

SS(IVB-IVA) = 0 FF(IVB-IVA) = 13 FF(IIC-IVA) = 9 FS(IIB-IVA) = 0

80

145

88

153

B. C.

INSTALASI AIR KOTOR DAN AIR BEKAS / LIMBAH PEKERJAAN LISTRIK & PANEL PEKERJAAN INSTALASI PENANGKAL PETIR PEKERJAAN GROUND TANK, RUMAH POMPA

52 66

FS(IIC-IVB) = -7 SS(IIIA-IVC) = 0 FF(IIIA-IVC) = 0

80 86

132 152

88 94

140 160

8 8

V.

20

SS(IIID-V) = 14 FF(IIID-V) = 14

148

168

148

168

Kritis

VI.

35

SS(VIII-VI) = 5 FF(X-VI) = 0 FF(IIIG-VI) = 0 FF(I-VI) = 0

145

180

145

180

Kritis

VII.

SEPTIK TANK

30 30

FS(IIG-VII) = 0 SS(VII-VIII) = 6 FF(V-VIII) = 2

134 140

164 170

134 140

164 170

0 0

Kritis Kritis

VIII. PEKERJAAN HYDRANT + POMPA

IX. X.

GSG SELASAR DAN PAGAR

35 35

SS(VIII-IX) = 5 SS(IX-X) = 0 FF(IX-X) = 0

145 145

180 180

145 145

180 180

0 0

Kritis Kritis

53
Optimasi Waktu dan Biaya pada Jaringan Kerja Critical Path Method (CPM) dan Preceden Diagram Method (PDM)