Anda di halaman 1dari 27

Pembelahan Sel Pembelahan Sel

Amitosis
(Pembelahan biner)

Mitosis
(tidak terjadi reduksi jumlah kromosom)

Meiosis
(terjadi reduksi jumlah kromosom)

Kromosom, Kromatid, dan Sentromer


Satu set kromosom
Lengan kromosom Sentromer Kromatid Sepasang kromatid identik (sister kromatid)

Replikasi

Lengan kromosom

Siklus Sel

Siklus Sel
INTERFASE
Fase G1
Periode pertumbuhan sel, sintesis protein yang penting untuk pembelahan sel. Sel dapat memasuki fase G0, atau berlanjut ke fase S.

FASE M (MITOTIK)
Profase Metafase Anafase Telofase

Fase S
Duplikasi masing-masing kromosom.

Fase G2
Persiapan pembelahan sel.

MITOSIS

MITOSIS
Pembelahan sel menghasilkan sel anakan dengan sifat yang sama dengan sel induk. Tujuan: Pertumbuhan jaringan, regenerasi, serta reproduksi aseksual.

Tahapan Mitosis
Profase
Membran nukleus dan nukleoli melebur. Kromosom bereplikasi Benang-benang spindel terbentuk. Sentriol bergerak ke kutub berlawanan.

Tahapan Mitosis
Metafase
Sister chromatid berjejer pada pelat metafase. Sentromer mulai mengalami pembelahan.

Anafase
Kromatid berpisah dari pasangannya dan bergerak menuju kutub sel yang berlawanan.

Tahapan Mitosis
Telofase
Membran inti terbentuk kembali. Kromosom membuka, membentuk kromatin kembali. Benang-benang spindel melebur. Sel terbentuk menjadi 2 sel anakan.

MEIOSIS

MEIOSIS
o Meiosis merupakan pembelahan reduksi: Mereduksi kromosom Merupakan mekanisme pembentukan sel gamet
o Meiosis terjadi 2 tahapan, sehingga dihasilkan 4 sel anakan. Tahap: Meiosis I Meiosis II

Profase I
Leptotene Kromosom berkondensasi, dan inti terlihat semakin membesar.

Zygoten Kromosom homolog mulai berpasangan dan bersinapsis. Tiap pasangan homolog mengandung 4 kromatid yang disebut tetrad.

Profase I
Pakiten Kromosom memendek dan menebal. Crossing over terjadi, pasangan kromosom homolog nonsister chromatid bertukar segmen.

Diploten Kromosom homolog berdesinapsis.

Profase I
Diakinesis Nukleolus dan membran nukleus melebur, benang spindel terbentuk.

Crossing Over

Tahapan Meiosis I
Metafase I Kromosom homolog berderet pada pelat metafase.

Anafase I Benang spindel mengalami pemendekan, kromosom homolog berpisah.

Tahapan Meiosis I
Telofase I
Pasangan sister chromatid mencapai masing-masing kutub sel Membran nukleus terbentuk kembali.

Tahapan Meiosis II
Profase II Benang-benang spindel mulai terbentuk, membawa kromosom ke bidang ekuator.

Metafase II - Kromosom berjajar di pelat metafase, sentromer mengalami pembelahan.

Tahapan Meiosis II
Anafase II - Kromatid berpisah dari pasangannya dan bergerak ke kutub berlawanan.

Telofase II Membran inti terbentuk, sitokinesis terjadi, sehingga pada akhir sitokinesis terdapat 4 sel anakan.

Gametogenesis
Gametogenesis

Spermatogenesis

Oogenesis

Gametogenesis
SPERMATOGENESIS

Gametogenesis
OOGENESIS

Perbedaan Mitosis-Meiosis
MITOSIS Jumlah Pembelahan Sinapsis kromosom homolog Crossing over Satu kali Tidak terjadi MEIOSIS Dua kali Terjadi

Tidak terjadi

Terjadi Empat, masing-masing memiliki sifat yang berbeda dengan sel induk Setengah dari set kromosom sel induk

Jumlah sel anakan Dua, masing-masing memiliki dari satu siklus sifat yang sama dengan sel pembelahan dan induk sifat genetik Set kromosom sel anakan Sama dengan set kromosom sel induk

Perbedaan Mitosis-Meiosis
MITOSIS Tempat terjadi pembelahan Sel-sel somatik MEIOSIS Sel-sel germinal

Waktu terjadi pembelahan


Peranan

Sepanjang hidup (kecuali sel syaraf)


Pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak, dan reproduksi aseksual

Setelah pematangan seksual


Reproduksi seksual