Anda di halaman 1dari 6

Mur & Baut Mur & Baut Baut dan mur digunakan untuk mengencangkan part-part diberbabagia macam

area kendaraan. Terdapat berbagai macam tipe baut dan mur tergantung pada penggunaannya. Adalah penting untuk mengetahuinya agar dapat melakukan perawatan dengan benar. Mur Baut

(1/1)

Spesifikasi Mur & Baut Nama-Nama Setiap Part Baut memiliki nama-nama yang berbeda untuk mengidentifikasikan ukuran dan kekuatannya. Baut-baut yang digunakan pada kendaraan dipilih menurut kekuatan dan ukurannya yang dibutuhkan oleh masingmasing area tersebut. Oleh karena itu, mengetahui nama-nama baut adalah salah satu dasar pelaksanaan perawatan. Nama-Nama Baut Contoh : M 8 x 1.25 - 4T M: Tipe alur. "M" kependekan dari alur metrik. Tipe-tipe lain alur adalah: "S" untuk alur kecil, dan "UNC" untuk alur kasar yang disatukan. 8: Diameter luar baut. Pada diagram, ini diwakili oleh 1.25: Tinggi alur (mm) Pada diagram, ini diwakili oleh 4T: Kekuatan Nomor menunjukkan 1/10 dari daya rentang minimum dalam unit of kgf/mm2, dan hurup adalah kependekan dari "daya rentang". Kekuatan distempelkan pada baut kepala. (1/1) Petunjuk Servis: Bagaimana mengencangkan baut Metoda pengencangan baut Baut-baut dikencangkan dengan kunci momen ke momen spesifikasi yang tertera pada buku pedoman reparasi.

Lebar melewati bidang datar Lebar melewati sudut Tinggi kepala Panjang alur Panjang nominal Tinggi mur Diameter Utama Dasar (Diameter Nominal) Alur Tinggi alur sekrup-jarak dari titik di alur ke titik yang bersesuaian pada lur berikunya.

-1-

Perlunya momen spesifikasi

(1/2)

Mempelajarai "rasa" pengencangan baut 1. Gunakan kunci momen, kencangkan sebuah baut atau mur ke 15 Nm (150 kgf cm). 2. Gunakan kunci boxend (atau offset), kencangkan kembali dengan cara yang serupa. 3. Ulangi hal ini beberapa kali sampai anda mempelajari "rsa" menggunakan kunci boxend (atau offset) untuk mendapatkan momen yang sama dengan kunci momen. PETUNJUK: Untuk mengalami rasa melucuti alur drai baut, putar baut dan rusak alurnya dengan cara memberikan gaya sekuat mungkin.

(2/2)

Tipe-Tipe Baut Baut kepala heksagonal Ini adalah tipe baut paling umum. Beberapa diantaranya memiliki flange dan washer di bawah kepala baut. Tipe flange: Bgaian kepala baut yang mengalami kontak dengan part memiliki permukaan yang lebar untuk meredam tekanan kontak yang digunakan kembali oleh kepala baut pada part. Oleh karena itu, ia efektif dalam meminimalkan kemungkinan merusak part. Tipe washer: Keefektifannya serupa dengan tipe flange. Ia juga efektif saat digunakan untuk mengencangkan part yang memiliki lubang dengan diameter yang lebih lebar daripada kepala baut. Tipe ini menggunakan washer pegas diantara kepala baut dan washer untuk meminimalkan pengendoran baut. Baut-U Baut-baut ini digunakan untuk menyambungkan pegaspegas daun pada axle. Mereka disebut "Baut-U" karena bentuknya menyerupai hurup "U". Baut tanam Baut-baut ini digunakan untuk mencari part pada part lain, atau untuk memudahkan perakitannya.
(1/1)

-2-

Petunjuk Servis: Metoda untuk Melepas dan Mengganti Baut Tanam Untuk mengencangkan baut tanam, pasang dua mur pada buat tanam dan kencangkan bersama-sama. Lalu putar untuk mengencangkan atau mengendorkan baut tanam. Teknik ini disebut sebagai "mur ganda". Dengan teknik ini, pengencangan dan penguncian ke dua mur terhadap satu dan lainnya memungkinkan mur untuk melaksanakan fungsi kepala baut dari baut biasa. Untuk memasang baut tanam, putar bagian atas mur ke arah pengencangan. Untuk melepas baut tanam, putar bagian dasar mur ke arah pengendoran. PETUNJUK: Juga tersedia sebuah alat yang dirancang secara khusus melepas dan memasang kembali baut tanam.
(1/1)

Baut Plastic Region Baut-baut plastic region, yang menawarkan stabilitas dan tegangan axial yang tinggi, digunakan sebagai baut kepala silinder dan baut-baut tutup bantalan pada beberapa mesin. Kepala baut memiliki dan luar dodecagon (dalam dan luar). Baut plastic region Kepala silinder Sub rakitan tutup bantalan

(1/1)

Petunjuk Servis: Bagaimana Menggunakan Baut Plastic Region Metoda untuk mengencangkan baut-baut plastic region. Metoda untuk mengencangkan baut plastic region berbeda dari pengencangan baut biasa. Kencangkan baut plastic region dengan menggunakan momen yang telah ditentukan. Letakkan tanda cat pada bagian atas baut. Kencangkan mengikuti pentunjuk di buku pedoman reparasi. Untuk mengencangkan baut plastic region, adalah perlu untuk mengikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi karena terdapat dua tipe metoda pengencangan untuk baut-baut plastic region. Metoda dimana baut pertama-tama dikencangkan ke momen spesifikasi, dan hanya tambahkan 90. Metoda dimana baut pertama-tama dikencangkan ke momen spesifikasi, dan kemudian tambahan dua pergerakan sebesar masing-masing 90, dengan total pengencangan sebesar 180.
(1/3)

-3-

Ketentuan penggunaan kembali baut plastic region Baut plastic region mengubah dirinya sendiri menggunakan tenaga poros. Terdapat dua metoda untuk menentukan penggunaan kembali baut plastic region: Ukur penyempitan baut Metoda untuk mengukur bentuk luar pada posisi yang paling sempit dengan menggunakan jangka sorong dan tentukan menurut nilai batas. Contoh nilai-nilai batas Diameter standar: 7.3 - 7.5mm (0.287 - 0.295 in.) Diameter minimum: 7.3mm (0.287 in.) Bila hasil pengukuran kurang daripada 7.3mm (0.287 in.), maka baut harus diganti. Ukur perpanjangan baut Metoda untuk menentukan perpanjangan baut. Contoh nilai-nilai batas Panjang baut standar : 142.8-144.2mm (5.622 - 5.677 in.) Panjang bait maksimun : 147.1mm(5.791 in.) Pada kasus ini, penggantian baut diperlukan saat hasil pengukuran berada di atas 147.1mm (5.791 in.).
(2/3)

Metoda pengencangan plastic region Kencangkan baut melampaui bagian elastis, dimana menaikkan bagian pada tegangan axial dan sudut putaran baut (Diagram ). Lalu klemkan pada plastic region, dimana hanya sudut putaran baut saja yang berubah dan tegangan axial baut tetap tidak berubah. metoda pengencangan ini menurunkan ketidakmerataan tegangan axial pada sudut putaran baut, dan meningkatkan tegangan axial yang stabil dari baut seperti yang ditunjukkan pada diagram . Kekenyalan Sifat bahan untuk mengubah bentuknya sebagai respons terhadap gaya luar, tanpa dapat kembali ke bentuk semula saat gaya dibebaskan. Hal ini berkebalikan dengan elastisitas, yaitu sifat bahan yang memungkinkannya kembali ke bentuk semula. Pemberian gaya yang melebihi batas elastisitas akan berakibat pada perubahan bentuk kekenyalan. Elastisitas Sifat bahan untuk mengubah bentuknya sebagai respons terhadap gaya luar dan kemampuannya untuk kembali ke bentuk semula saat gaya dibebaskan. Bila bahan sudah tidak dapat lagi kembali ke bentuk semula, hal ini dikarenakan gaya yang diberikan melebihi ambang batas, maka ambang batas tersebut disebut batas elastisitas. Pemberian gaya yang lebih kecil daripada batas elastisitas mengakibatkan perubahan bentuk elastik.
(3/3)

-4-

Tipe-Tipe Mur Mur heksagonal Mur tipe ini adalah yang paling umum digunakan. Beberapa diantaranya memiliki flange dibawah mur. Mur bertutup Mur-mur ini digunakan sebagai mur-mur hub roda alumunium dan memiliki tutup yang menutup alur-alurnya. Mur-mur ini digunakan untuk mencegah agar ujung-ujung baut tidak berkarat atau untuk tujuan estetika. Castle nut (mur bergalur) Mur-mur ini memiliki galur silinder bergalur. Untuk mencegah agar mur tidak berputar dan menjadi kendor, sebuah cotter pin dimasukkan ke dalam galur. Mur-mur ini digunakan pada berbagai macam persambungan, seperti pada sistem kemudi.
(1/1)

Metoda Penguncian Mur pengunci Mur pengunci memiliki alur sekrup yang berubah bentuk, atau, setelah mereka dikencangkan pada tempatnya, alur sekrupnya menjadi berubah bentuk untuk mencegah agar mur tidak mengendor. Mur-mur ini biasanya digunakan pada komponen-komponen powertrain kendaraan. Washer Washer biasanya diklasifikasikan ke dalam dua tipe berdasarkan metoda pengunciannya. Washer pegas& washer bergelombang Gaya pegas washer meminimalkan pengendoran baut atau mur. Washer bergerigi Washer ini memiliki permukaan bergerigi pada satu sisi yang menyediakan gesekan untuk meminimalkan pengendoran baut atau mur.
(1/2)

Cotter pin Cotter pin digunakan dengan kombinasi dengan castle nuts untuk mendapatkan fungsi pengunciannya. Terutama digunakan dengan komponen-komponen kemudi kendaraan. Castle nut Plat-plat pengtunci Pengait-pengait (tab) plat pengunci diletakkan pada baut dan mur untuk mencegah agar pengencangan tidak menjadi kendor. Diagram menunjukkan plat pengunci yang digunakan pada differential kendaraan. Plat pengunci tidak dapat digunakan kembali.

(2/2)

-5-

Latihan
Pertanyaan-1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah: No. Pertanyaan Benar atau Salah Jawaban yang Benar

1 2 3 4 5

Baut-U digunakan untuk menyambungkan pegas daun pada axle. Baut bertutup membentuk mekanisme penguncian saat dipasangkan dengan cotter pin. Castle nut membentuk mekanisme penguncian dengan sendirinya.

j k l m n Benar n Salah j k l m j k l m n Benar n Salah j k l m j k l m j k l m n Benar n Salah

Bila cotter pin telah digunakan, maka tidak dapat digunakan kembali. n Benar n Salah j k l m j k l m
Bila baut plastic region telah digunakan, maka tidak dapat digunakan kembali.

j k l m n Benar n Salah j k l m

Pertanyaan-2
Pernyataan manakah yang benar mengenai baut?

j k l m n 1. Sementara terdapat berbagai macam tipe baut, semua baut tipe tertentu memiliki kekuatan yang sama. j k l m n 2. Kekuatan baut ditentukan oleh warnanya. j k l m n 3. Kekuatan baut dapat ditentukan oleh nomor atau tanda yang terstempel di atasnya. j k l m n 4. Baut tidak akan pecah, kecuali digunakan air tool.
Pertanyaan-3
Pilih komponen yang menggunakan baut plastic region pada mesin 1NZ-FE.

1. Braket dudukan mesin

2. Tutup bantalan camshaft

3. Intake manifold

4. Kepala silinder

1n j k l m Pertanyaan-4

2n j k l m

3n j k l m

4n j k l m

Pernyataan berikut berhubungan dengan nilai-nilai nominal baut. Isilah dengan kata-kata yang tepat.

M10 x 1.25 - 11T M: Mewakili [1] 10: Mewakili [2] 1.25: Mewakili [3] 11T: Mewakili [4] a) diameter baut b) tinggi baut c) tipe tapak d) panjang baut e) puncak f) kekuatan

-6-