Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN I Percobaan h/e

Rahmat Gianto & Juana Dewi (H1E009008) (H1E009047)

Abstrak Eksperimen dilakukan berdasarkan penerapan prinsip efek fotolistrik. Efek fotolistrik merupakan gejala keluarnya elektron dari permukaan logam bila dikenai potensial henti ( ) berbanding lurus dengan energi kinetik elektron. Hal ini menyebabkan pancaran elektron akan bertambah secara linier terhadap frekuensi cahaya yang digunakan. Cahaya mempunyai dua jenis sifat, yaitu bersifat gelombang dan partikel. Cahaya disebut sebagai gelombang bila cahaya tersebut melalui sebuah celah dan ketika cahaya tiba pada sebuah layar, cahaya tersebut sebagai partikel. Eksperimen ini dilakukan untuk menentukan perbandingan (ratio) dengan perhitungan menggunakan metode grafik. Nilai perbandingan diperoleh melalui perhitungan slope/kemiringan antara nilai potensial dan nilai frekuensi . Planck menemukan bahwa nilai konstanta Planck , dan nilai perbandingan adalah . Berdasarkan eksperimen diperoleh nilai sebesar . Kata kunci : Lampu mercuri, efek fotolistrik, potensial henti, konstsnta planck. I. PENDAHULUAN Cahaya mempunyai dua jenis sifat , yaitu bersifat sebagai gelombang dan sebagai partikel. Cahaya disebut sebagai gelombang bila cahaya tersebut melalui sebuah celah dan ketika cahaya tiba pada sebuah layar, cahaya tersebut sebagai partikel. Efek fotolistrik merupakan fenomena fisis yang menunjukkan sebuah partikel bersifat gelombang. Efek fotolistrik merupakan peristiwa jatuhnya gelombang elektromagnetik dengan energi tertentu pada permukaan logam sehingga sejumlah elektronnya terpancar.

Gambar 1. Spektrum warna pada ineterferensi gelombang

Berdasarkan tinjauan fisika klasik, gelombang elektromagnetik membawa energi kemudian sebagian energi ini ditransfer ke dalam logam dan terkonsentrasi pada elektron tertentu. Energi ini diubah menjadi energi kinetik elektron pada saat munculnya fotoelektron dan nilainya tergantung dari intensitas cahaya yang datang. Setelah cahaya mengenai permukaan logam yang digunakan sebagai anoda, fotoelektron tidak segera dipancarkan tetapi menunggu beberapa saat sehingga energinya cukup 1 (energi yang biasa dimiliki oleh satu fotoelektron).