Anda di halaman 1dari 7

Daftar orang terkaya di Indonesia selalu dirilis majalah Forbes Indonesia setiap tahunnya.

Tahun ini peringkat pertama orang terkaya di Indonesia masih diduduki oleh dua bersaudara, R. Budi Hartono dan Michael Hartono, yang mempunyai Grup Djarum. Tidak hanya memiliki Grup Djarum, sekarang R. Budi Hartono dan Michael Hartono sudah memiliki Bank BCA, 65.000 hektar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan, Hotel Indonesia, Grand Indonesia, dan komunitas online Kaskus. Hal yang cukup mengejutkan dalam rilis majalah Forbes Indonesia itu adalah turunnya peringkat Aburizal Bakrie dari peringkat 10 ke peringkat 30 daftar orang terkaya di Indonesia. Penurunan peringkat Aburizal Bakrie disebabkan berkurangnya kekayaan Aburizal Bakrie dari 2,1 mil iar USD menjadi 892 juta USD. Yang tak kalah mengejutkan adalah masuknya Djoko Susanto, bos Alfmart, ke dalam barisan triliuner Indonesia ini. Dengan kekayaan sebesar 1,04 miliar USD, Djoko Susanto menjadi lebih kaya dibandingkan Ciputra, Aburizal Bakrie, dan Sandiaga Uno. Sebelumnya saya membayangkan orang-orang terkaya di Indonesia ketika melihat gedung Bakrie Tower atau Sampoerna Strategic. Namun sekarang saya sudah bisa melihat gerai Alfamart di dekat rumah saya untuk mengingat bahwa ada banyak orang kaya di Indonesia. Saat ini Djoko Susanto sudah mempunyai 5.500 gerai Alfamart, Alfamidi, dan Lawson yang tersebar di Pulau Jawa, Pulau Bali, Lampung, Palembang, dan Makassar. Dengan 5.500 gerai Alfamart, Djoko Susanto mempekerjakan 57.000 karyawan dan melayani lebih dari 2 juta pelanggan per hari. Kesuksesan yang diraih Djoko Alfamart Susanto tersebut dimulai dari kerja kerasnya sejak tahun 1967. Ketika itu, Djoko Susanto yang masih berusia 17 tahun diminta untuk mengurusi kios orangtuanya di Pasar Arjuna, Jakarta. Kios Sumber Bahagia seluas 560 meter persegi itu menjual bahan makanan dan juga rokok. Tidak hanya kepada para perokok, Djoko Susanto juga menjual rokoknya kepada para pengecer dan penjual grosir rokok. Kesuksesan Djoko Susanto itu menarik perhatian Putera Sampoerna yang memiliki perusahaan rokok terbesar di Indonesia saat itu. Setelah bertemu pertama kali pada tahun 1980, Djoko Susanto dan Putera Sampoerna bekerja sama untuk membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta pada tahun 1985. Kerja sama antara keduanya kemudian berlanjut dengan pembukaan supermarket Alfa Toko Gudang Rabat. Tahun 1994, Djoko Susanto kemudian mendirikan gerai yang awalnya ingin memberi nama Sampoerna Mart, namun akhirnya dinamakan Alfa Minimart. Tahun 2005, Sampoerna menjual sebagian sahamnya kepada Philip Morris Internasional, termasuk 70 persen saham Sampoerna di Alfamart. Philip Morris International yang tidak tertarik dengan industri retail akhirnya menjual sahamnya ke Djoko Susanto dan investor ekuitas Northstar. Tahun lalu, Djoko Susanto membeli saham Alfamart di Northstar hingga ia memiliki total 65 persen saham Alfamart. Djoko Susanto kemudian memperdagangkan sahamnya yang kemudian menghasilkan dua kali lipat dalam jangka setahun terakhir. Berkat langkah berani yang diambil Djoko Susanto itu, kini ia memiliki total kekayaan sebesar 9,36 triliun Rupiah. *kapan ya saya punya uang sebanyak itu? o.O*

Djoko Susanto sebagai Presiden Komisaris PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sejak 2001. Bapak Susanto menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Midi Utama Indonesia Tbk dan PT Alfa Retailindo tbk. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama Asia Natural Resources Tbk. Menjabat sebagai Komisaris PT Pan Brothers Tex Tbk. Ia menjabat sebagai Direktur PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT sampai Mei 2005. Dia lulus dari PAH-Chung SMP, Jakarta, pada 1965 dan dihadiri PAH-Chung SMA pada tahun 1966.

Bidang usaha
Hanjaya Mandala Sampoerna tbk PT PT Alfa Retailindo Tbk Asia Natural Resources Tbk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk PT Midi Utama Indonesia Tbk

PT alfaria trijaya
Pt Sumber Alfaria Trijaya Tbk beroperasi di sektor Grocery toko. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk adalah perusahaan Indonesia yang berbasis ritel. Perusahaan bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG), termasuk rokok, beras, minyak goreng, gula, susu, produk rumah tangga pribadi dan perawatan melalui minimarket tersebut. Ini juga menyediakan jasa waralaba Alfamart di bawah nama merek. Pada tanggal 31 Maret 2010, Perusahaan memiliki 17 pusat distribusi dan milik 3.543 minimarket Alfamart langsung dimiliki dan 1.269 minimarket Alfamart berdasarkan perjanjian waralaba. Gerai ritel Perseroan berlokasi di Cileungsi, Cikokol, Serpong, Bandung, Jababeka, Surabaya, Cirebon, Cilacap, Lampung, Malang, Klaten, Bali, Makassar dan Balaraja, Indonesia. Dalam laporan lengkap kami tersedia untuk pembelian perusahaan tersebut dibandingkan ke: PT Hero Supermarket, Taiyo Co, Ltd dan CFS Corporation.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna


Sejarah dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") tidak terpisahkan dari sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di Surabaya, Indonesia. Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih. Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti kesempurnaan. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang terbengkalai di Surabaya yang kemudian direnovasi olehnya. Bangunan tersebut kemudian juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan. Bangunan tersebut kini juga meliputi sebuah museum yang mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta merupakan salah satu tujuan wisata utama di Surabaya

Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (PMI), salah satu perusahaan rokok terkemuka di dunia. Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna. Jajaran Direksi dan manajemen baru yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI, sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak hampir seab

Nama produk :
Rokok Batu bara Timah Nikel Emas Produk - produk yg dijual oleh alfamart Peralatan mandi Makanan pokok Minuman Dll .

Rata rata pengasilan


Djoko yang menjual bisnis supermarket beberapa tahun lalu masih mengembangkan minimarket yang nyaman dan terjangkau. Penjualan pada sektor itu tumbuh rata-rata 15-20 persen setahun. Alfamart, dengan 5500 toko melayani lebih dari 2 juta pelanggan setiap hari dan mempekerjakan lebih dari 57 ribu orang. Alfamart telah memimpin transisi dari toko-toko kayu di pinggir jalan yang menjual barang meragukan menjadi minimarket modern dengan produk yang dapat diandalkan dengan harga yang sama atau lebih baik. Mereka masih berniat membuka 800 outlet pada 2012.

Tips Sukses djoko susanto


Djoko Susanto, mimpi adalah hoki yang mampu mengendus peluang. Dan, bahan bakarnya adalah kerja keras, jujur, dan punya komitmen dalam menjalankan sebuah usaha.

Tugas kewirausahan
Artikel Djoko Susanto

Disusun Oleh : Fahrizal M Rizki Rpl XI C