Anda di halaman 1dari 19

POLRI DAERAH NUSA TENGGARA BARAT RESOR LOMBOK TENGAH

LAPORAN PELAKSANAAN QUICK WINS BIDANG PELAYANAN SIM STNK DAN BPKB (SSB) SAT LANTAS POLRES LOMBOK TENGAH BULAN AGUSTUS 2009 I. PENDAHULUAN 1. U m u m. a. Dalam rangka tindak lanjut program Quick Wins Sat Lantas Polres Lombok Tengah telah meningkatkan pelayanan kepada para pemohon SSB. b. Guna mengetahui hasil hasil Sat Lantas Polres Lombok tengah telah membuat Sprin, Rencana Kegiatan, Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan SSB. c. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pemohon SSB, Sat Lantas Polres Lombok Tengah telah membuat papan petunjuk tarip sesuai PNBP di papan loket pendaftaraan, melaksanakan ujian teori dengan Program Audio Visual Integrated System ( AVIS ). 2. Dasar a. Surat Telegram Kapolri No.Pol : STR/112/II/2009 Tgl 16 Februari 2009 Tentang Tindak Lanjut Kontrak Kinerja Dalam Rangka Quick Wins Program Reformasi Birokrasi Polri. b. Surat Telegram kababinkam No.Pol : TR/32 /III/2009 Tgl 10 Maret 2009 Tentang Tolak Ukur Keberhasilan Program Quck Wins Bidang Transparansi Pelayanan SSB. c. 3. Renja Satlantas Polres Lombok Tengah TA 2009.

Maksud dan Tujuan

2 A Maksud Memberikan gambaran kepada pimpinan agar apa yang telah dilaksanakan dapat dilaporkan dan diketahui oleh pimpinan untuk dapat mengeluarkan kebijaksanaan dan strategi di masa yang akan datang. b. Tujuan Sebagai upaya agar dapat melayani para pemohon SSB dengan cepat sesuai prosedur yang ada dan dapat memuaskan masyarakat sehingga akan meningkatkan citra Polri di masyarakat 4. Ruang Lingkup Ruang Lingkup laporan ini meliputi pelaksanaan program Quick Wins antara lain : a. b. Kecepatan dalam pelayanan SSB Transparansi dalam pelayanan SSB dengan memasang tarip sesuai PNBP 5. Tata Urut I II. III. PENDAHULUAN PELAKSANAAN PENUTUP

LAMPIRAN KEGIATAN DALAM FOTO-FOTO II. 6. PELAKSANAAN

Tolak Ukur Keberhasilan Pelayanan SSB dan Upaya Dilaksanakan : a. Tolak Ukur Bidang Pelayanan SIM 1) Pendaftaran SIM
a) Formulir diisi dengan lengkap dan benar sesuai ketentuan.

Realisasi :
-

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Lombok Tengah No.Pol : Sprin / 101 / I / 2009 tanggal 3 Januari 2009 tentang

3 melakukan tugas di Sat Lantas Polres Lombok tengah di Unit Registrasi dan Identifikasi Pengemudi (SIM)
-

Dengan adanya pengisian formulir yang lengkap dan benar sesuai ketentuan maka proses pengentrian data ke komputer dapat dilaksanakan dengan cepat tanpa banyak bertanya kepada pemohon.

b) Pemohon SIM diberi nomor urut untuk mengikuti ujian teori dan

lembar kontrol waktu yang sudah tertulis waktu berkas diterima dengan sistem antrian (FIFO). Realisasi :
-

Memberikan tanda no kepada para pemohon SIM sehingga pelaksanaan dapat teratur sesuai dengan no urut.

Hasil sebagai berikut dengan adanya tanda nomor urut kepada pemohon SIM, maka para pemohon SIM dapat menyelesaikan pelaksanaan ujian teori, ujian praktek lapangan bagian II maupun ujian praktek lapangan bagian III dengan lancar sesuai urutan kedatangan.

c) Membayar biaya pembuatan SIM baru & perpanjangan sesuai

tarif PNBP (PP No. 31 Tahun 2004) dan diberikan kwitansi. Realisasi :
-

Memberikan kwitansi pembayaran kepada pemohon SIM sesuai tarip PNBP yaitu SIM Baru : Rp. 75.000,- SIM Perpanjangan Rp. 60.000,-

d) Membayar biaya uji keterampilan pengemudi bagi pemohon SIM Umum sesuai tarif PNBP (PP No. 31/2004) & diberikan kwitansi. Dilaksanakan oleh Subdit Dikyasa Polda NTB.

e) Proses pendaftaran selesai dalam waktu 10 menit.

Realisasi :

4
-

Fakta ttg hal yg telah dilakukan petugas pendaftaran melaksanakan pencatatan registrasi dengan mencatat nama, tempat tanggal lahir, alamat, SIM yang diminta dan memungut biaya sesuai PNBP.

f) Tidak ada komplain dari masyarakat pemohon SIM.

Realisasi :
-

Selama

pelaksanaan

Quick

Wins

tidak

ada

keluhan/pengaduan dari masyarakat bisa dilihat dari tidak adanya surat pengaduan di dalam kotak suara. g) Pemohon SIM. Realisasi : Produksi SIM bulan Juni Sim Keliling 2) Ujian Teori SIM a) Adanya penjelasan, petunjuk tentang tata cara pelaksanaan ujian teori. Realisasinya :
-

= 1.732 = 19

Para pemohon SIM dapat melaksanakan ujian teori dengan baik dan lancar sesuai petunjuk dari petugas sehingga pemohon dapat menyelesaikan dengan baik.

b) Penjelasan kunci jawaban soal ujian teori SIM sebelum hasil ujian dikoreksi. Realisasi :
-

Para pemohon SIM dapat mengerti dengan jelas tentang mana jawaban yang betul / salah sesuai dengan kunci jawaban.

c) Hasil

ujian

diumumkan

secara

terbuka

(ditulis

dipapan/diumumkan).

Realisasinya : hasil Para pemohon SIM dapat mengetahui dengan segera pelaksanaan di ujian teori yang dilaksanakan kemudian yang dapat terpampang papan pengumuman

melanjutkan ujian yang berikutnya. d) Ujian teori selesai dalam waktu 7.5 menit karena telah

menggunkan Program Audio Visual Integrated System ( AVIS ). Realisasinya : Dengan telah digunakan Program Audio Visual Integrated System ( AVIS ) dalam pelaksanaan ujian teori SIM maka pelaksanaan ujian hanya memerlukan waktu selama 7,5 menit dalam mengerjakan soal sebanyak 30 soal, dikarenakan setiap soal waktu yang diberikan waktu sebanyak 15 detik. e) Tidak dipungut biaya. Realisasinya : Para pemohon SIM tidak dipungut biaya lagi selain tarip PNBP.

f) Penjelasan bagi yang lulus dan yang belum lulus ujian teori. Realisasi : Bagi pemohon SIM yang lulus dapat melanjutkan ujian praktek lapangan bagian II dan yang tidak lulus dalam waktu 14 hari dapat mengulang ujian teori berikutnya. g) Tidak ada komplain dari peserta ujian teori SIM Realisasi :
-

Dengan pelaksanaan ujian teori yang transparan dan jelas kepada para pemohon SIM maka kepuasan terhadap petugas dapat dijamin walaupun ada pemohon SIM yang tidak lulus.

6 3) Ujian Praktek SIM


a) Adanya penjelasan, petunjuk tentang tata cara pelaksanaan ujian

praktek. Realisasi :
-

Para pemohon SIM dapat melaksanakan ujian praktek dengan baik dan lancar sesuai petunjuk dari petugas sehingga pemohon dapat menyelesaikan dengan baik.

b) Hasil ujian diumumkan secara terbuka (ditulis dipapan/diumumkan langsung). Realisasi :


-

Para pemohon SIM dapat mengetahui dengan cepat tentang pelaksanaan ujian praktek yang telah diikutinya.

c) Tidak dipungut biaya. Realisasi:


-

Para pemohon SIM tidak dipungut biaya lagi selain tarip PNBP

d) Ujian praktek selesai dalam waktu 45 menit. Realisasi:


-

Dengan waktu selama 45 menit para pemohon SIM dapat menyelesaikan ujian praktek dengan berhati-hati sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang dilakukan dalam mengendarai kendaraannya.

e) Tidak ada komplain dari peserta ujian praktek Realisasi :


-

Dengan pelaksanaan ujian praktek yang transparan dan jelas kepada para pemohon SIM maka kepuasan terhadap petugas dapat dijamin walaupun ada pemohon SIM yang tidak lulus.

4) Produksi dan Penyerahan SIM

7 a) Adanya kartu urutan untuk foto. Realisasi:


-

Dengan adanya kartu urutan untuk foto kepada para pemohon SIM maka proses pengambilan foto dapat dilakukan sesuai no urut kedatangan

b) Adanya kartu urutan pengambilan SIM. Realisasi :


-

Dengan adanya kartu urutan pengambilan SIM kepada para pemohon, maka proses penyerahan SIM dapat dilakukan sesuai no urut kedatangan.

c) Adanya pengumuman SIM yang sudah selesai baik melalui monitor maupun pengeras suara. Realisasi :
-

Bagi pemohon SIM yang sudah diterbitkan SIM nya akan diumumkan melalui pengeras suara dan langsung diberikan kepada pemohon SIM.

d) Tidak dipungut biaya Realisasi :


-

Para pemohon SIM tidak dipungut biaya lagi selain tarip PNBP

e) Produksi SIM sampai dengan penyerahan selesai dalam waktu 30 menit. Realisasi :
-

Dengan waktu selama 30 menit Produksi SIM sampai dengan penyerahan SIM dapat terselesaikan sehingga para pemohon tidak lama untuk mengantri di ruang tunggu.

f) Mutu produk SIM dapat diterima dengan benar, tepat dan sah sesuai spektek SIM. Realisasi :

8
-

Dengan semakin meningkatnya teknologi maka mutu produk SIM sudah dapat diterima dengan benar, tepat dan sah sesuai spektek SIM oleh pemohon SIM.

g) Penerbitan SIM dilaksanakan sesuai mekanisme dan prosedur. Realisasi :


-

Dengan adanya mekanisme dan prosedur yang berlaku maka proses penerbitan SIM dapat dilaksanakan sesuai petunjuk yang ada.

h) Tidak ada komplain atas mutu produk SIM dan sistem penyerahan SIM. Realisasi :
-

Dengan adanya proses penerbitan SIM yang sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur serta mutu produk SIM dapat diterima dengan benar, tepat dan sah sesuai spektek SIM oleh pemohon sehingga tidak ada komplain dari masyarakat.

b.

Tolak Ukur Bidang Pelayanan STNK 1) Pendaftaran STNK a) Formulir diisi dengan lengkap dan benar sesuai ketentuan. Realisasi :
-

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Lombok Tengah No.Pol : Sprin / 104 / I / 2009 tanggal 3 Januari 2009 tentang melakukan tugas di Sat Lantas Polres Lombok tengah di Unit Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor ( SAMSAT )

Dengan adanya pengisian formulir yang lengkap dan benar sesuai ketentuan maka proses pengentrian data ke komputer dapat dilaksanakan dengan cepat tanpa adanya kesalahan data.

9
b) Pemohon STNK diberi nomor urut serta dilengkapi lembar kontrol

waktu. Realisasi :
-

Memberikan tanda no kepada para pemohon STNK sehingga pelaksanaan dapat teratur sesuai dengan no urut.

Hasil sebagai berikut dengan adanya tanda nomor urut kepada pemohon STNK, maka para pemohon STNK dapat menyelesaikan administrasi dengan lancar sesuai urutan kedatangan.

c) Membayar biaya pembuatan STNK baru & perpanjangan sesuai tarif PNBP (PP No. 31 Tahun 2004) dan diberikan kwitansi. Realisasi :
-

Memberikan kwitansi pembayaran kepada pemohon STNK sesuai tarip PNBP yaitu untuk STNK R2 : Rp. 25.000,dan STNK R 4 Rp. 50.000,-

d) Adanya proses registrasi dan identifikasi secara manual dan komputerisasi dengan tertib dan lengkap. Realisasi :
-

Fakta ttg hal yg telah dilakukan oleh petugas melakukan proses registrasi dan identifikasi baik secara manual maupun komputerisasi dengan tertib dan lengkap identitas kendaraan bermotor dan identitas pemohon.

e) Proses pendaftaran sampai dengan selesai dalam waktu 40 menit

untuk

kendaraan

baru

serta

10

menit

untuk

proses

perpanjangan/pengesahan. Realisasi :

10
-

Petugas pendaftaran memberikan pelayanan dengan cepat kepada masyarakat sehingga proses perpanjangan maupun pengesahan STNK dapat selesai dengan tepat

f) Tidak ada komplain dari masyarakat pada saat pendaftaran Realisasi :


-

Masyarakat Pemohon / wajib pajak merasa puas dan terlayani dengan cepat pada saat Proses pendaftaran sehingga tidak adanya komplain dari masyarakat pada saat pendaftaran.

2)

Pembayaran STNK a) Pelaksanaan pembayaran sesuai nomor urut dan sistem antrian First in First Out (FIFO). Realisasi : Petugas STNK memberikan No Urut kepada setiap pemohon STNK untuk Proses pembayaran STNK sehingga masyarakat dapat dengan tertib pada saat melakukan pembayaran STNK sesuai dengan urutan no antri. b) Biaya penerbitan STNK dan TNKB sesuai PP No.31 tahun 2004 tentang tarif PNBP Polri serta Pajak Ranmor, BBN-KB dan SWDKLLJ sesuai ketentuan. Realisasi :
-

Untuk biaya penerbitan STNK dan TNKB sudah sesuai dengan tarip PNBP Polri serta untuk Pajak Ranmor, BBN-KB dan SWDKLLJ sudah sesuai ketentuan yang tertera pada notes pajak yang dikeluarkan oleh Dinas Pendapatan Daerah.

c) Bendahara/pembantu

bendahara

penerimaan

PNBP

STNK

memberikan kwitansi kepada pemohon sebagai bukti pembayaran STNK dan TNKB sesuai ketentuan.

11 Realisasi ;
-

Memberikan kwitansi pembayaran kepada pemohon STNK DAN TNKB sesuai tarip PNBP yaitu STNK R2 : Rp. 25.000,- dan STNK R4 Rp. 50.000,- serta TNKB R2 : 15.000,dan TNKB R4 : 20.000,- agar transparan.

d) Pelaksanaan pembayaran sejak pemohon membayar sampai dengan selesai dapat diselesaikan dalam waktu 10 menit. Realisasi :
-

Petugas pembayaran memberikan pelayanan dengan cepat kepada masyarakat sehingga dapat diselesaikan dengan tepat waktu tanpa menunggu-nunggu pemohon yang lain.

e) Tidak ada komplain dari pemohon yang melakukan pembayaran. Realisasi : Selama pelaksanaan Quick Wins tidak ada keluhan/pengaduan dari masyarakat bisa dilihat dari tidak adanya surat pengaduan di dalam kotak suara dikarenakan wajib pajak lanngsung melakukan pembayaran di loket kasir sesuai dengan notis pajak. 3) Penyerahan STNK dan TNKB a) Penyerahan STNK dan TNKB sesuai nomor urut dengan sistem antrian Realisasi :
-

Dengan adanya kartu urutan yang diberikan kepada para pemohon maka proses penyerahan STNK dan TNKB dapat dilakukan sesuai no urut kedatangan dan tidak menimbulkan keributan.

b) Adanya lembar kontrol waktu di masing-masing berkas dan sudah ditulis waktu berkas diterima.

12 Realisasi : Dengan adanya lembar kontrol waktu di masing-masing berkas dan sudah ditulis waktu berkas diterima akan memudahkan untuk mengontrol berkas kapan harus sudah terselesaikan sehingga masyarakat akan mengetahui kapan STNK dan TNKB bisa diambil. c) Tidak dipungut biaya pada saat Penyerahan STNK dan TNKB. Realisasi : Para pemohon STNK dan TNKB tidak dipungut biaya lagi pada saat penyerahan karena sudah membayar pada saat pendaftaran d) Pelaksanaan penyerahan STNK sejak perpanjangan. Realisasi : Petugas sudah menyerahkan STNK dengan tepat waktu tanpa menunda-nunda lagi karena alasan yang bermacammacam. e) Adanya kualitas mutu produk STNK baru /perpanjangan / pemohon mendaftar

sampai dengan selesai 60 menit untuk STNK baru serta 30 menit

pengesahan dan TNKB sesuai dengan spektek. Realisasi : Dengan semakin meningkatnya teknologi maka mutu produk STNK dan TNKB sudah sesuai dengan spektek dengan mengedepankan mutu. f) Pelaksanaan pelayanan penerbitan STNK sesuai dengan

mekanisme dan prosedur yang ditentukan . Realisasi :

13
-

Dengan adanya mekanisme dan prosedur maka proses penerbitan STNK dapat dilaksanakan sesuai petunjuk yang ada.

g) Tidak ada komplain dari masyarakat pada saat penyerahan STNK dan TNKB Realisasi : Dengan adanya proses penerbitan STNK yang sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur serta mutu produk dapat diterima dengan benar, tepat dan sah sesuai spektek oleh pemohon sehingga tidak ada komplain dari masyarakat pada saat penyerahan STNK . h) Adanya penataan arsip yang baik dan tertib sehingga mudah dan cepat ditemukan apabila dibutuhkan. Realisasi : Dengan adanya penataan arsip yang baik dan tertib maka akan memudahkan pencarian berkas apabila masyarakat akan memperpanjang STNK. i) Pemohon STNK , STCK TNKB Realisasi : c. 1) Penerbitan STNK Bulan Juni Penerbitan STCK Bulan Juni Penerbitan TNKB Bulan Juni = 2.890 = 100 = 2.442

Tolak Ukur Bidang Pelayanan BPKB

Pendaftaran BPKB
a) Formulir diisi dengan lengkap dan benar sesuai ketentuan.

Realisasi :
-

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Lombok Tengah No.Pol : Sprin / 104 / I / 2009 tanggal 3 Januari 2009 tentang melakukan

14 tugas di Sat Lantas Polres Lombok tengah di Unit Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor ( SAMSAT ) Dengan adanya pengisian formulir yang lengkap dan benar sesuai ketentuan maka proses pengentrian data ke komputer dapat dilaksanakan dengan cepat tanpa adanya kesalahan data.
b) Pemohon BPKB diberi nomor urut

lembar kontrol waktu yang

sudah tertulis waktu berkas diterima dengan sistem antrian (FIFO) . Realisasi :
-

Memberikan tanda no kepada para pemohon BPKB sehingga pelaksanaan dapat teratur sesuai dengan no urut.

Hasil sebagai berikut dengan adanya tanda nomor urut kepada pemohon BPKB, maka para pemohon dapat menyelesaikan administrasi dengan lancar sesuai urutan kedatangan.

c) Melakukan proses Registrasi dan Identifikasi secara manual maupun dengan melakukan Entry data ke komputerisasi dengan tertib dan lengkap. Realisasi :
-

Fakta ttg hal yg telah dilakukan oleh petugas melakukan proses registrasi dan identifikasi baik secara manual maupun komputerisasi dengan tertib dan lengkap identitas kendaraan bermotor dan identitas pemohon.

d) Proses pendaftaran sampai selesai

dalam 40 menit BPKB baru

(pendaftaran pertama) dan mutasi BPKB (pencatatan) selesai dalam waktu 100 menit Realisasi ;

15
-

Petugas pendaftaran memberikan pelayanan dengan cepat kepada masyarakat sehingga proses pendaftaran BPKB dapat diselesaikan dengan tepat waktu

2)

Pembayaran Biaya BPKB a) Pembayaran sesuai dengan nomor urut dengan sistem antrian First In First Out (FIFO). Realisasi : Petugas BPKB memberikan No Urut kepada setiap pemohon BPKB untuk Proses pembayaran BPKB sehingga masyarakat dapat dengan tertib pada saat melakukan pembayaran sesuai dengan urutan no antri. b) Membayar biaya BPKB kendaraan baru sesuai tarif PNBP (PP No. 31/2004). Realisasi :
-

Untuk biaya penerbitan BPKB sudah sesuai dengan tarip PNBP berdasarkan PP No 31/ 2004

c) Memberikan kwintasi sebagai bukti pembayaran biaya penerbitan BPKB. Realisasi :


-

Memberikan kwitansi pembayaran kepada pemohon BPKB sesuai tarip PNBP yaitu BPKB R2 : Rp. 70.000,- dan BPKB R4 Rp.80.000,- agar transparan.

d) Waktu pembayaran sampai dengan selesai dapat di selesaikan dalam waktu 10 menit. Realisasi :
-

Petugas BPKB memberikan pelayanan dengan cepat kepada masyarakat sehingga proses pembayaran BPKB dapat selesai dengan tepat waktu.

16 e) Tidak ada komplain dari masyarakat pemohon BPKB. Realisasi ; Selama pelaksanaan Quick Wins tidak ada keluhan/pengaduan dari masyarakat bisa dilihat dari tidak adanya surat pengaduan di dalam kotak suara dikarenakan proses penerbitan BPKB sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada. 3) Penyerahan BPKB
a) Penyerahan BPKB sesuai nomor urut dengan sistem antrian First

In First Out (FIFO). Realisasi : Petugas BPKB memberikan No Urut kepada setiap pemohon BPKB untuk Proses pengambilan BPKB sehingga masyarakat no antri.
b) Adanya lembar kontrol waktu di berkas waktu diterima dan waktu

dapat

dengan

tertib

pada

saat

petugas

menyerahkan BPKB kepada pemohon sesuai dengan urutan

BPKB diserahkan. Realisasi : Dengan adanya lembar kontrol waktu di masing-masing berkas dan sudah ditulis waktu berkas diterima akan memudahkan untuk mengontrol berkas kapan harus sudah terselesaikan sehingga masyarakat akan mengetahui kapan BPKB bisa diambil. c) Ada pengumuman BPKB yang sudah selesai baik melalui monitor maupun pengeras suara. Realisasi :

17 Bagi pemohon BPKB yang sudah diterbitkan BPKB nya akan diumumkan melalui pengeras suara dan langsung diberikan kepada pemohon BPKB. d) Tidak dipungut biaya. Realisasi : Para pemohon BPKB tidak dipungut biaya pada saat penyerahan BPKB karena sudah membayar pada saat pendaftaran sesuai PP No 31/2004
e) Penyerahan BPKB sejak pemohon mendaftar sampai selesai dapat

diselesaikan 60 menit untuk pendaftaran BPKB baru selama dan mutasi 120 menit menit. Realisasi :
-

Petugas dapat menyerahkan BPKB dengan tepat waktu tanpa menunda-nunda lagi karena alasan yang bermacammacam.

f) Kualitas mutu produk BPKB baru dan Mutasi BPKB sesuai spektek.

Realisasi : Dengan semakin meningkatnya teknologi maka mutu produk BPKB sudah sesuai dengan spektek dengan mengedepankan mutu produk.
g) Penerbitan BPKB sesuai dengan prosedur.

Realisasi :
-

Dengan adanya mekanisme dan prosedur maka proses penerbitan BPKB dapat dilaksanakan sesuai petunjuk yang ada.

h). Pemohon BPKB Realisasi Penerbitan BPKB Bulan Juni 7. = 1.922 Upaya pengawasan kepada anggota pelayanan SSB melalui :

18 a. Melakukan pengawasan ke dalam terhadap anggota pelayanan SSB agar tidak melakukan pungutan di luar ketentuan yaitu sesuai PP No 31 / 2004 tentang PNBP sehingga dapat meningkatkan Citra Polri di masyarakat khususnya Polisi Lalu Lintas. b. Memberikan tindakan tegas dan nyata terhadap anggota yang melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. 8. Inovasi Pelayanan SSB yang telah dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Lombok Tengah a. Berdasarkan Surat Telegram kababinkam No.Pol : TR/32 /III/2009 Tgl 10 Maret 2009 Tentang Tolak Ukur Keberhasilan Program Quck Wins Bidang Transparansi Pelayanan SSB, Sat Lantas Polres Lombok Tengah telah melakukan inovasi berupa : 1). 2). 3). 4). Pemasangan mekanisme dan prosedur penerbitan pelayanan SSB Pemasangan tarif PNBP di masing-masing loket pendaftaran ditempat pelayanan SSB Memberikan no antrian kepada masyarakat Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dalam hal konsekwen, pelayanan SSB yang mengacu pada First In First Out ( FIFO ) memberikan penjelasan yang tegas, tidak diskriminatif serta bebas calo kepada masyarakat dalam hal pelayanan SSB. 5). Pemasangan spanduk himbauan kepada masyarakat dalam hal pelayanan SSB untuk tidak menggunakan calo agar tidak mengeluarkan biaya yang berlebihan. 9. Rencana Kegiatan Yang Dilaksanakan Bulan Berikutnya ( Maret 2009) a. Meningkatkan pelayanan SSB sesuai dengan mekanisme dan prosedur dalam penerbitan SSB sehingga tidak menimbulkan kontra produktif terhadap anggota dan dapat meningkatkan citra Polri terutama Polisi Lalu Lintas di masyarakat terutama dalam pelayanan SSB

19 b. Melakukan kerjasama dengan Bank BRI untuk pelaksanaan

pembayaran SIM sesuai dengan PNBP III. PENUTUP Demikian Laporan pelaksanaan Quick Wins bidang pelayanan SIM, STNK dan BPKB (SSB) sat Lantas Polres Lombok Tengah ini dibuat sebagai bahan laporan dan masukan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan lebih lanjut. Praya, 31 Agustus 2009 KEPALA SATUAN LALU LINTAS

M A T R I N D U A N, SH AKP NRP 62020657