Anda di halaman 1dari 19

REFRAT

PNEUMONIA

REFRAT PNEUMONIA OLEH : Mutmainah Fajar Rohmah Zahrotul Aimah J500080061 J500070048 Pembimbing Dr. Riana, Sp.P FAKULTAS

OLEH :

Mutmainah Fajar Rohmah Zahrotul Aimah

J500080061

J500070048

Pembimbing

Dr. Riana, Sp.P

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah

• Infeksi saluran nafas bawah masih tetap merupakan masalah utama dalam bidang kesehatan • Pneumonia adalah
• Infeksi saluran nafas bawah masih
tetap merupakan masalah utama
dalam bidang kesehatan
• Pneumonia adalah penyakit
umum di semua bagian dunia.

B. Tujan

Penulisan

• memberikan wawasan dan gambaran mengenai pneumonia
• memberikan wawasan dan
gambaran mengenai
pneumonia
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Definisi
Disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur
Disebabkan oleh
bakteri, virus
atau jamur

Suatu infeksi

Terjadi peradangan pada paru - paru

Epidemiologi
Epidemiologi

Berubah tiap tahun

Epidemiologi Berubah tiap tahun Berkaitan dengan perubahan jumlah populasi dan penyebaran bakteri- bakteri baru Sekitar 80%

Berkaitan dengan perubahan jumlah populasi dan penyebaran bakteri- bakteri baru

Epidemiologi Berubah tiap tahun Berkaitan dengan perubahan jumlah populasi dan penyebaran bakteri- bakteri baru Sekitar 80%

Sekitar 80% dari seluruh kasus baru umumnya berhubungan dengan infeksi saluran nafas yang terjadi di masyarakat

Etiologi
Etiologi

Bakteri

Virus

Diplococcus pneumonia, Pneumococcus, streptococcus hemolyticus, Streptococcus aureus, Hemophilus influenza, Bacillus Friedlander.

Respiratory syncytial virus, virus influenza, adenovirus, cytomegalovirus

Jamur

Aspirasi

Mycoplasma pneumoces dermatitides, Coccidiodes immitis, Aspergilus, Candida albicans

makanan, karosen (bensin, minyak tanah), cairan amnion, benda asing.

Faktor Resiko Usia lebih dari 65 tahun. Tinggal di ruamh perawatan tertentu (panti jompo). Alkoholismus Malnutrisi
Faktor Resiko
Usia lebih dari 65 tahun.
Tinggal di ruamh perawatan tertentu (panti jompo).
Alkoholismus
Malnutrisi
Kebiasaan merokok
Keadaan kemungkinan terjadinya aspirasi, misalnya gangguan kesadaran, penderita yang sedang diintubasi.
Adanya penyakit-penyakit penyerta: PPOK, kardiovaskuler, DM, gangguan neurologis.
Infeksi saluran nafas bagian atas.
Gejala Klinis dan Tanda Pneumonia
Gejala Klinis dan Tanda Pneumonia
Tanda Batuk nonproduktif. Ingus (nasa discharge). Suara nafas lemah. Penggunaan otot bantu nafas. Demam. Cyanosis (kebiru-biruan).
Tanda
Batuk nonproduktif.
Ingus (nasa discharge).
Suara nafas lemah.
Penggunaan otot bantu nafas.
Demam.
Cyanosis (kebiru-biruan).
Thorax photo menunjukkan infiltrasi
melebar.
Sakit kepala.
Kekakuan dan nyeri otot.
Sesak nafas.
Menggigil.
Berkeringat.
Lelah.
Terkadang kulit menjadi lembab.
Mual dan muntah.

Gejala

  • - Demam (suhu tubuh meningkat sampai 40˚C

  • - Menggigil

  • - Sesak nafas

  • - Nyeri dada

  • - Batuk dg dahak kental

  • - Nyeri perut

Patofisiologi

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh
aspirasi inhalasi Tirah baring lama
aspirasi
inhalasi
Tirah baring lama

bakteri / virus

Peradangan alaveolus (parenkim paru)

Nyeri
Nyeri

Suhu tubuh

Suhu tubuh
Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh
Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh
Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

Ekstra pasasi cairan sirosa kedalam alveoli

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

MK: resiko tinggi kekurangan cairan

Produksi sputum meningkat

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

Sputum bau & kental

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh
anoreksia
anoreksia
Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

MK: gangguan pemenuhan nutrisi

Terbentuknya eksudat didalam alveoli

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

O2 ke vena alveolar terhambat

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

hipoksemia

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh

Kerusakan jaringan paru

Patofisiologi aspirasi inhalasi Tirah baring lama bakteri / virus Peradangan alaveolus (parenkim paru) Nyeri Suhu tubuh
MK: gangguan pola nafas
MK:
gangguan
pola nafas

MK: Bersihan jalan

nafas tidak efektif

Gambaran alveoli normal dan alveoli dengan pneumonia
Gambaran alveoli normal dan alveoli dengan pneumonia
Gambaran alveoli normal dan alveoli dengan pneumonia
Klasifikasi
Klasifikasi

Berdasarkan klinis dan epidemiologis

Pneumonia komuniti (community-acquired pneumonia). Pneumonia nasokomial (hospital-acquired pneumonia/nosocomial pneumonia). Pneumonia aspirasi. Pneumonia pada penderita immunocompromised.

Berdasarkan

mikroorganisme

penyebab

Pneumonia bakteri/tipikal Pneumonia atipikal Pneumonia virus Pneumonia jamur

Berdasarkan predileksi infeksi

Pneumonia lobaris Bronkopneumonia Pneumonia interstsial

Diagnosis
Diagnosis

Gambaran

klinis

anamnesis

Pmx. Fisisk

Pemeriksaan

penunjang

Pmx.

laboratorium

RO thorak

Gambaran Ro thorak pada pneumonia
Gambaran Ro thorak pada pneumonia
Tampak perselubungan homogen
Tampak perselubungan
homogen
Pengobatan
Pengobatan

1.

Dalam hal mengobati penderita pneumonia

perlu diperhatikan keadaan klinisnya.

2.

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, diberi antibiotik.

3.

4.

Mengurangi minum alkohol dapat membantu

dalam mengatasi hidrasi

Vaksinasi bisa membantu mencegah

beberapa jenis pneumonia pada anak-anak

dan orang dewasa yang beresiko tinggi

Alur terapi pneumonia

Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain

Tidak ada infiltrat

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain

Ditatalaksana sebagai diagnosis lain

Infiltrat + gejala klinis yang menyokong diagnosis pneumnia

Evaluasi untuk kriteria rawat jalan/ rawat inap

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain

Rawat jalan

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Rawat inap Pmx. bakteriologis R. biasa
Rawat inap
Pmx. bakteriologis
R. biasa
Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain

Terapi empiris

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
membaik
membaik

Terapi empiris

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
R.Intensif
R.Intensif
Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Membaik
Membaik
Memburuk
Memburuk

Terapi empiris

dilanjutkan

Memburuk
Memburuk

Terapi kausatif

Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Alur terapi pneumonia Anamnesis , pmx. Fisik & Ro.thorak Tidak ada infiltrat Ditatalaksana sebagai diagnosis lain
Komplikasi
Komplikasi

Efusi pleura

Empiema

Abses paru

Bronkiektasis

Pneumothoraks

Gagal nafas

Sepsis
Sepsis
Prognosis
Prognosis
Pada umumnya prognosis adalah baik, tergantung dari faktor penderita, bakteri penyebab, dan penggunaan antibiotik yang tepat
Pada umumnya prognosis adalah baik,
tergantung dari faktor penderita, bakteri
penyebab, dan penggunaan antibiotik yang
tepat serta adekuat
Kesimpulan
Kesimpulan

Pneumonia adalah penyebab utama kematian diantara semua kelompok umur.

Gejala penyakit pneumonia biasanya didahului dengan infeksi saluran nafas atas akut selama beberapa hari.

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, diberi antibiotik, pemilihan antibiotik berdasarkan bakteri penyebab pneumonia.

Pada umumnya prognosis pneumonia adalah baik.

Sekian Terima kasih Wassalamu’alaikum Wr .Wb
Sekian Terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr .Wb