Anda di halaman 1dari 12

sekilas tentang sejarah teh merah bunga rosella

Namanya tenar hampir di seluruh penjuru dunia. Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia. Seberapa besarkah khasiatnya? Sebut saja namanya Rosella, atau yang lebih dikenal dengan nama teh merah, sejatinya tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah. memang banyak orang yang beranggapan berbeda tentang asal mula rosella tersebut. Ada yang bilang bahwa rosella berasal dari afrika, namun ada juga yang bilang rosella berasal dari india. Namun yang jelas bahwa sesungguhnya rosella telah banyak ditemukan di indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Hanya saja masyarakat indonesia belum begitu mengenal manfaat atau khasiat dari rosellatersebut. Barulah pada akhir-akhir ini diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat yang banyak sekali, namun tidak mengakibatkan efek samping seperti pada teh yang lainnya. Menengok sekilas cerita beberapa abad yang lalu, keberadaan bunga Rosella saat ini bagaikan perantau yang pulang kembali ke kampung halaman. Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de LObel menemukan tanaman ini ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa. Ada yang berpendapat, Rosella berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Mungkin karena belum diketahui khasiatnya, dulu Rosella belum dikenal seperti sekarang. Benih tanaman bunga Rosella dibawa oleh para budak dari afrika dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan, Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia. Bunga Rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh seperti teh sangat populer. Bunga Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup. Selain rasanya yang enak, rosella yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti:

diuretik (melancarkan air seni) onthelmintic(membasmi cacing) anti bakteri antiseptik anti radang menurunkan panas meluruhkan dahak menurunkan tekanan darah mengurangi kekentalan darah menstimulasi gerak peristaltik usus Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri

Kelopak Rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah. PENELITIAN : Kaya Antioksidan Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya tersebut, ditemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat antioksidan.

Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker, ujar Didah. Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat dari kepekatan warna merah pada rosella.Semakin pekat warna merah pada bunga Rosella, rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak. Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga semakin banyak,.

Sayangnya, kadar antioksidan dalam bunga Rosella menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven). Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.

Antikanker dan Antihipertensi Di antara banyak khasiatnya, Rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi. Ini sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan. Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia). Pigmen ini jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.

Sementara itu, Maureen Williams, ND, seorang dokter naturopati dari Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan apa pun sejak sebulan sebelum penelitian diujikan. Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh Rosella sebanyak satu setengah liter sebelum sarapan setiap hari. Sebagian lagi mengonsumsi 25 mg obat antihipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79% orang yang mengonsumsi teh Rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat antihipertensi.

Belum pernah dilaporkan efek samping yang serius akibat konsumsi kelopak Rosella selain jantung berdebar. Namun Peter Hardwick dari jurnal Australian Food Plants Study Group Newsletter mengatakan bahwa ada spesies lain dari Rosella yang disebut Native Rosella (Hibiscus heterophyllus) yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi. Bunga segarnya mirip Rosella (Hibiscus sabdariffa). Oleh karena itu, hati-hati, jangan sampai salah pilih, jangan sampai tertipu dengan harga yang murah tapi tidak aman dikonsumsi. Pastikan anda mendapatkan teh merah bunga rosella dari distributor resmi kami, karena produk kami sudah benar-benar teruji, dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan. 100 % Asli, aman, berkhasiat, dan tanpa efek samping.

Rosela
Rosela, rosella, asam paya , asam kumbang dan asam susur atau Hisbiscus sabdariffa, adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara diJamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.
[1] [2]

Penamaan
Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan nama rosela atau rosella sedangkan di Australia, rosela ini dikenal sebagai rosella atau buah rosella (rosella fruit). Di belahan dunia lain rosela dikenal dengan cannabinus hibiscus juga dikenal sebagai meta / meshta di India , Tengamora di Assam, Gonguradalam bahasa Telugu, Pundi di Kannada, LalChatni atau Kutrum di Mithila, Mathipuli di Kerala, dagu baung di Myanmar, krajeab ( ) diThailand, bissap di Senegal, Guinea Bissau, Mali, Burkina

Faso, Ghana, Benin, Niger, Kongo dan Perancis, dah atau dah bleni di bagian lain dari Mali ,wonjo di Gambia, zobo di barat Nigeria, Zoborodo di Nigeria Utara, ChayeTorosh di Iran, karkade (

) oleh bangsa Arab seperti di Mesir, Arab Saudi,

dan Sudan, omutete di Namibia, sorreldi Karibia dan di Amerika Latin, Flor de Jamaica di Meksiko, Saril di Panama, rosela, rosella, roselle, asam paya atau asam [2] susur di Malaysia . Bangsa Cina menyebutnya dengan (Luo Shen Hua). Di Zambia dalam bahasa ciBemba tanaman disebut lumanda, katolo dalam bahasa kiKaonde, atau Wusi dalam bahasa chiLunda.

Produksi
Cina dan Thailand merupakan produsen terbesar yang mengendalikan sebagian dari pasokan [3] dunia . Thailand berani berinvestasi dalam memproduksi rosela dan produk rosela mereka adalah termasuk ke dalam produk yang berkualitas unggul. Sedangkan produk rosela di China tampaknya agak kurang unggul, kurang terkontrol, kurang handal dan terpercaya dibandingkan dengan [3] Thailand . Namun produksi rosela terbaik berasal dari Sudan, namun dengan kuantitas yang masih rendah dan pengolahan produk yang buruk menghambat kualitas sehingga masih kurang maksimal. Rosela juga diproduksi secara umum di Meksiko, Mesir, Senegal, Tanzania, Mali dan Jamaika yang juga termasuk dalam pemasok penting, namun akan tetapi produksi tersebut masih dikonsumsi oleh [3] penduduk dalam negeri. Di anak benua India khususnya di wilayah Delta Sungai Gangga, rosela banyak dibudidayakan sebagai serat nabati. Rosela oleh masyarakat lokal disebut Meta di wilayah tersebut (ataumeshta, karakter '' menunjukkan suara sh/sy seperti pada kata she dalam bahasa Inggris dan syukur dalam

bahasa Indonesia). Sebagian besar produksi serat yang dihasilkan dari rosella dikonsumsi secara lokal. Namun serat (serta stek atau puntung) dari tanaman rosella memiliki permintaan besar di berbagai serat alami dalam dunia industri. Rosela atau asam paya merupakan tanaman yang relatif baru dalam dunia industri di Malaysia. Rosela diperkenalkan pada awal 1990-an dan penanaman komersial pertama kali dipromosikan pada tahun 1993 oleh Departemen Pertanian di Terengganu. Areal yang ditanami adalah sekitar 12,8 ha (30 hektare) pada tahun 1993, tetapi dapat terus meningkat menjadi 506 ha pada (1.000 hektare) pada tahun 2000. Areal yang ditanami sekarang kurang dari 150 ha (400 hektar) per tahun, di Malaysia umumnya rosela ditanam dengan dua varietas utama. Terengganu adalah wilayah yang pertama dan dipersiapkan untuk menjadi produsen terbesar di Malaysia, namun produksi rosela sekarang telah menyebar ke wilayah-wilayah lain di Malaysia. Walaupun luas lahan semakin berkurang selama satu dekade terakhir atau lebih, rosela menjadi semakin dikenal oleh masyarakat luas sebagai minuman kesehatan yang penting di Malaysia. Untuk sebagian kecil, rosela juga diolah menjadi acar manis, jeli dan juga selai.
[2]

Khasiat
Khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, Hipertensi, Diabetes mellitus, memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan Tubuh, menghambat sel kanker, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mencegah flu, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol. Pemanfaatan kelopak bunga Rosela sudah dikenal dan diteliti baik oleh pakar kesehatan modern maupun pakar kesehatan tradisional di berbagai negara di dunia. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, dan 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Secara tradisional, ekstrak kelopak rosela berkhasiat sebagai antibiotik, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ (penenang), dan tonik. Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, konsumsi rosela digunakan sebagai salah satu cara baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Flora ini terbukti secara klinis mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu, rosela juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL dan lemak dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa rosela juga bermanfaat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), membantu program diet bagi penderita kegemukan (obesitas), melancarkan peredaran darah, menurunkan demam umum, melancarkan dahak bagi batuk berdahak, dan dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang air besar. Ditinjau menurut sudut pandang medis modern (kedokteran), mengonsumsi olahan kelopak bunga rosela secara teratur menunjukkan kesetaraan hasil dengan pengobatan modern (farmakologis) pada beberapa penyakit berikut ini:

Sebagai Terapi Hipertensi


Pemberian ekstrak kelopak rosela yang mengandung 9,6 miligram anthocyanin setiap hari selama 4 minggu, mampu menurunkan tekanan darah yang hampir sama dengan pemberian captopril50 mg/hari. Rosela terstandar tersebut dibuat dari 10 gram kelopak kering dan 0,52 liter air (HerreraArellano, 2004). Terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11,2 % dan tekanan diastolik sebesar 10,7% setelah diberi terapi teh rosela selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang (Haji Faraji, 1999).

Asam Urat dan Kesehatan Ginjal


Tingginya kadar asam urat, kalsium dan natrium dalam darah secara mekanisme normal tubuh akan dikurangi dengan membuang kelebihan unsur tersebut melalui ginjal. Jika kondisi demikian dibiarkan berlangsung lama akan memberatkan kerja ginjal sebagai penyaring darah dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu kesakitan pada ginjal. Dengan mengonsumsi rosela, ditemukan penurunan kreatinin, asam urat, sitrat, tartrat, kalsium, natrium, dan fosfat dalam urin pada 36 pria yang mengonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari (Kirdpon, 1994).

Khasiat Lebih jauh


Rosela diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Sejumlah antioksidan yang dikandung rosela tersebut memiliki aktivitas 4 kali lebih tinggi dibanding bubuk kumis kucing. Penelitian yang dilakukan oleh Ir Didah Nur Faridah MSi, periset Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak rosela terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin yang mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak. Peneliti Faculty of Agriculture, Kagoshima University, De-Xing Hou menemukan adanya kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin pada rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia. Cara kerjanya adalah dengan menghambat terjadinya kehilangan membran mitokondrial dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke sitosol. Jika molekul mengandung elektron seperti guanin DNA terserang, kesalahan replikasi DNA mudah terjadi. Kerusakan DNA memicu oksidasi LDL, kolesterol, dan lipid yang berujung pada penyakit ganas seperti kanker dan jantung koroner. Namun, antioksidan yang dikandung rosela meredam aksi radikal bebas yang menyerang molekul tubuh yang mengandung elektron. Secara singkat, adanya mekanisme tersebut menjelaskan bagaimana antioksidan yang terdapat dalam kelopak rosela menghambat pertumbuhan sel kanker dan kejadian penyakit jantung koroner. Selain hal-hal yang dikemukakan di atas, rosela juga terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL-kolesterol dalam darah. Penelitian terhadap efek kerabat bunga sepatu itu terhadap kegemukan juga dilakukan oleh Sayago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition, Universidad Complutense de Madrid, Spanyol. Menurut Sayago rosela mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak. Kendati demikian,kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 sehingga perlu diwaspadai reaksi lambung untuk pengidap maag, karena kemungkinan memiliki efek merugikan.

Pengolahan dan Pemanfaatan


Kesalahan dalam pengolahan dan penyimpanan akan berpengaruh terhadap efektifitas kandungan zat dalam rosela. Tentu saja hal tersebut mampu menurunkan kemanfaatan terhadap tubuh dan efek dari mengonsumsi rosela seperti yang kita harapkan tidak muncul. Kerusakan yang berdampak pada hilangnya manfaat kandungan zat aktif dalam rosela sebenarnya sangat mudah untuk dikenali. Rosela yang telah hilang kemanfaatannya dikenali melalui warna dari seduhan kelopak rosela. Tidak adanya warna merah anggur khas rosela dalam seduhannya menunjukkan antosianin (zat aktif dalam rosela, red.) telah terdegradasi dan khasiatnya pun sudah tidak ada lagi. Hal ini terjadi pada hasil olahan rosela yang berbentuk sirup dalam botol kaca bening yang terkena sinar matahari langsung.

Teh
Untuk mendapatkan khasiat terbaik dalam kelopak rosela sebenarnya tidak sulit. Untuk mendapatkan teh rosela, bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari agar memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya. Kemudian cuci air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari. Remas kelopaknya, jika mudah menjadi bubuk artinya kadar air telah mencapai 45%. Seduh 2-3 g teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan. Untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Atau setelah dipisahkan dari bijinya, bunga segar rosela yang telah dicuci dapat langsung diseduh dengan air panas. Di Afrika, khususnya di Sahel, rosela umumnya digunakan untuk membuat teh manis herbal yang biasa dijual di jalanan. Bunga-bunga kering dapat ditemukan di pasar-pasar setempat. Teh Rosella juga cukup mudah dijumpai di Italia, di mana tanaman ini menyebar pada dekade pertama abad ke20 sebagai produk khas dari koloni Italia. Di Trinidad dan Tobago di mana banyak diproduksi bir, di sini memproduksi Shandy Sorrel yaitu minuman teh dikombinasikan dengan bir. Di Thailand, Rosella diminum sebagai teh, diyakini juga mengurangi kolesterol. Hal ini juga dapat dibuat menjadi anggur, rosella biasanya ditemukan dalam teh herbal yang dijual di pasaran, khususnya teh yang diiklankan sebagai berry-flavored, karena rosella bisa memberikan warna merah cerah untuk makanan dan minuman.

Selai
Di Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela. Rosela juga bisa dibuat salad buah yang dimakan mentah. Dapat juga dikonsumsi dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Kerap bisapsebutan rosela di Senegal disuguhkan sebagai minuman tradisional saat natal. Caranya, kelopak rosela dicampur irisan jahe dan gula lalu ditaruh pada teko tembikar. Setelah itu dididihkan dan diamkan semalam. Disajikan dengan menambahkan es dan rum, Jus itu berasa, beraroma, dan berwarna mirip minuman anggur.

Sayuran
Dalam masakan Andhra , cannabinus Hibiscus atau rosella disebut dengan nama Gongura yang secara luas digunakan sebagai masakan. Daun rosella diolah dengan cara dikukus bersama dengan [5] [6] lentil dan dikonsumsi sebagai Dal atau bubur. Masakan tersebut juga dicampur dengan rempahrempah dan dibuat menjadi Pacchadi.
[4]

Obat
Banyak bagian dari tanaman juga diklaim memiliki nilai herbal dalam hal obat-obatan. Mereka telah digunakan untuk tujuan pengobatan seperti Meksiko melalui Afrika, dan juga dari India hingga menyebar ke Thailand. Rosella dikaitkan dengan obat tradisional dan dipercaya bisa mengobati beberapa penyakit seperti hipertensi dan infeksi saluran kemih.

Fitokimia (senyawa pada tumbuhan)


Tanaman ini mengandung antosianin, asam protosatekuat, asam askorbat, ekstrak [7] [8] saliks, glikosida cardiac, flavonoid, saponin, alkaloid, sardenoleda, anthocyanins delphinidin-3-O[9] sambubioside, cyanidin-3-O-sambubioside, Rosella kering mengandung flavonoid gossypetin, hibiscetine dan sabdaretine. Pigmen utama yang sebelumnya dilaporkan sebagai hibiscin telah diidentifikasi sebagai daphniphylline. Sejumlah kecil myrtillin (delphinidin 3monoglucoside), Chrysanthenin (cyanidin 3-monoglucoside), dan delphinidin juga terdapat pada tanaman ini.

MANFAAT BUNGA ROSELLA BAGI TUBUH


Latar Belakang Seiring maraknya obat-obatan berbahan kimia bahkan kimia berbahaya yang beredar dimasyarakat pada saat ini,masyarakat lebih selektif dalam memilih obat-obatan untuk dikonsumsi. Dewasa ini masyarakat khususnya masyarakatIndonesia cenderung memilih obat-obatan tradisional atau obat-obatan herbal yang ddigunakan mengobati berbagai macam penyakit, karena obat-obatan tradisional tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan terjamin aman pengkosumsiannya. Salah satu tumbuhan alternative tumbuhan yang berfungsi sebagai obat tradisional adalah rosella, rosella sangat digandrungi masyarakat Indonesia pada saat ini karena terbukti bermanfaat dapat mengobati berbagai macam penyakit. Namun dikalangan kita ini khususnya manyarakat Rimbo bujang, sebagian besar masyarakat Rimbo bujang belum menganal apa itu rosella dan apa manfaatnya. Sementara itu rosella memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Namun dikalangan masyarakat Indonesia khususnya Rimbo bujang,pengetahuan tentang rosella merah belum tersebr luas. Sebagian besar masyarakat rimbo bujang belum mengenal apa itu rosella merah dan apa saja manfaatnya bagi keshatan tubuh kita. Sementara itu rosella merah memiliki banyak menfaat bagi kesehatan tubuh kita. Berangkat dari masalah diatas, maka penulis mengangkat judul Manfaat Rosella Bagi Kesehatan Tubuh. Rumusan Masalah Adapun masalah-masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1.2.1 Pengertian bunga Rosella. 1.2.2 Zat-zat yang terkandung dalam bunga rosella. 1.2.3 Manfaat bunga rosella bagi kesehatan tubuh. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1.3.1 Magetahui mengetahui bunga rosella. 1.3.2 Mengetahui zat-zat yang terkandung dalam bunga rosella. 1.3.3 Mengetahui bunga rosella bagi kesehatan tubuh. Metoda penulisan 1.4.1 Teknik Pengumpilan Data Dalam penulisan makalah ini menggunakan teknik pengumpulan data berupastudy pustaka, yaitu metode dengan menggunakan buku-buku yang membahas Manfaat Bunga Rosella Bagi Kesehatan Tubuh 1.4.2 Sumber Data Sumber data yang diperlukan dalam penulisan makalah ini adalah data skunder,yaitu mencari data dengan membaca buku-buku dan dari sumber teknologi yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah in, sehingga dapat digunakan untuk melengkapi hasil karya tulis ilmiah ini. Manfaat Penulisan Makalah ini hendaknya bermanfaat bagi semua pihak serta penulis pribadi sehingga para pembaca maupun penulis pribadi sehingga para pembaca maupun penulis pribadi dapat mengetahui apa saja manfaat dari rosella terhadap kesehatan tubuh kita dan bagai mana cara pengkosumsiannya.

Pengertian Bunga rosella Rosella merupakan tanaman perdu yang mudah sekali dikembangbiakan di daerah-daerah yang bersuhu tropis seperti Negara Indonesia. Tanaman ini mempunyai nama lain yaitu: Hibicus Sabdariffa L. pohon rosella tumbuh dari biji atau benih dengan ketinggian yang bias mencapai 3-5 meter, serta mengeluarkan bunga hamper sepanjang tahun. Di Malaysia, bunga rosella disebut juga asam paya, asam kumbang, asam susur. Rosella merupakan tumbuhan yang mempunyai keluarga yang sama dengan bunga sepatu (Hibiscus Resasinesis). Bunga rosella berwarna cerah, kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga sepatu. Bagian bunga rosella yang biasa diproses menjadi makanan atau minuman adalah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bias diproses menjadi berbagai jenis makanan dan minuman, seperti jelly, saos,serbuk (teh) atau manisan rosella. Daun muda rosella bias juga dimakan sebagai ulam atau salad rosella. Sementara itu di Afrika biji rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, rosella diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh, dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan. Kelopak bunga rosella dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa sirop dan the,selai dan dan minuman terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, rosella merah. Pada saat ini rosella banyak diminati karenatelah terbukti dengan penelitian yang dilakukan oleh para ahli memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Selain mempunyai rasa yang sangat masam namun banyak manfaatnya, rosella juga bias dimanfaatkan untuk berbagai jenis bahan makanan dan minuman. (Apotekherbal.com/hom). Zat-zat yang Terkandung Dalam Rosella Selain dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis bahan makanan dan minuman ternyata rosella juga mengandung bahan-bahan yang mampu mengobati berbagai macam penyakit, mulai daritinkat rendah hingga ketingkat yang kronis. Hal tersebut telah terbukti dan teruji secara medis. Kelopak bunga rosella segar mengandung berbagai macam vitamin diantaranya vitamin A dan C. rosella juga mengandung asam amino yang diperlukan oleh tubuh kita, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga rosella, termasuk arginin dan lignin, yang berperan dalam peremajaan sel tubuh. Selain itu rosella juga mengandung protein dan kalsium yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mengandung zat anti Pasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing),dan antibakteria (anti bakteri). Selain itu rosella juga terbukti mengandung zat anti hipertensi dan anti infekse bakteri. Zat-zat lain adalah asam organic, polisakarida flavonoid. Bahan-bahan penting lainnya yang terkandung dalam kelopak bunga rosella adalah gossy peptin anticianin dan glososide hibiscin. Berikut ini penulis akan menuliskan perbandingan zat-zat yang terkandung dalam 100 g rosella segar, adalah sebagai berikut: - Air 0,2 g - Protein 1,145 g - Lemak 2,61 g - Serat 12 g

- Abu 6,9 g - Kalsium 1,263 mg - Fosforus 273,2 mg - Zat besi 8,98 mg - Karotema 273,2 mg - Thiamin 0,117 mg - Riboflavin 0,277 mg - Niacin 3,765 mg - Asid askorbik 6,7 mg (WWW.Brushesstock.com) Manfaat Rosella Bagi Kesehatan Tubuh Dibalik rasanya yang masam dan berwarna merah merekah ternyata rosella memiliki segudang macam manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu sekarang rosella banyak dikembangbiakan karena dipercaya bermanfaat dalam segi kesehatan, menurut penelitian balitas Malang. Bunga rosella terutamadari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya rosella merah berguna untuk mencega penyakit kanker dan radang, mengendalian tekanan darah, melancarkan peredaran darah, melancarkan pencernaan dan melancarkan buang air besar. Tumbuhan herbal ini ternyata juga mampu berfungsi sebagai bahan anti septic, penambahan syahwat, agen anstrigan. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, ketidakhadaman, lesu,demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Selanjutnya, ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai anti pasmodik, anti helmintik, anti bacteria. Tumbuhan herbal ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga. Karena mengandung vitamin C dalam kadar tinggi yang berfungsi untuk mrningkatkan daya tahan tubuh manusia terhadap serangan berbagain macam penyakit. Oleh karena itu penulis akan merangkumkan manfaat kelopak bunga rosella. Manfaat kelopak bunga rosella adalah sebagai berikut: 1. Mengurangi kekentalan darah 2. Menstabilkan tekanan darah 3. Menetralisir tekanan darah dalam tubuh 4. Menstabilkan kolesterol, dan asam urat 5. Meningkatkan daya tahan tubuh serta mencegah osteoporosis 6. Memperhalus kulit 7. Menghilangkan jerawat 8. Meredakan batuk, radang tenggorokan serta panas dalam 9. Memperlancar pencernaan 10. Menetralisir diabetes 11. Mengurangi resiko postrat 12. Mencegah terbentuknya sel kanker 13. Mencegah terjadinya monopose dini 14. Mencegah peradangan pada saluran kencing dan ginjal 15. Menyaring racun pada tubuh 16. Mencegah kekurangan vitamin C 17. Penahan kekejangan

Rosella bermanfaat bagi kesehatan tubuh apabila diproses dan diolah menjadi berbagai macam produk alternative. Seperti dalam penggunaan bunga rosella sebagai obat tradisional yang berfungsi untuk memperlancar pencernaan, bunga osella dapat diolah menjadi teh dengan cara direbus aau direndam dangan menggunakan air panas. Begitu juga dengan manisan rosella, manisan rosella diolah untuk membantu meredakan batuk,radang tenggorokan, dan panas dalam. (ADS.Masbuchin.com/search)

Kesimpulan Kesimpulkan yang dapat diambil dari karya tulis ilmiah ini adalah:Rosella merupakan tanaman perdu yang mudah sekali dikembangbiakan didaerah yang beriklim topis. Rosella telah terbukti memiliki segudang macam manfaat terutama bagi kesehatan tubuh manusia. Tumbuhan ini memiliki rasa yang sangat asam dan berwarna merah cerah. Bagianbagian penting yang dapat dimanfaatkan dari tumbuhan rosella erah ini adalah: pucuk, biji, dan tentunya bunga yang berwarna merah. Rosella merah mengandung berbgai macam vitamin,seperti: vitamin A dan vitamin C. rosella dimanfaatkan sebagai altrnatif pengganti obat-obatan berbahan kimia, yng telah teruji secara klinismemiliki banyak manfaat dan tiak membahayakan bagi tubuh. Beberapa penykit yang dapat disembuhkan oleh rosella merah diantaranya: Hipertensi,Kanker,Radang tenggorokan,Kolesterol tinggi,Masalah pencernaan, dan lain-lain. Saran Penulis berharap agar penulisan karya tulis ini, meberikan pengetahuan kepada masyarakat luas agar tidak lagi menggunakan bahan bahan kimia berbahaya sebagai obat penyembuh berbagai macam penyakit. Karena buah rosella dapat digunakan sebagai obat alternative pengganti obat obatan bahan kimia berbahaya.