Anda di halaman 1dari 5

Uji Seliwanoff

Uji Seliwanoff adalah sebuah uji kimia yang membedakan gula aldosa dan ketosa. Ketosa dibedakan dari aldosa via gugus fungsi keton/aldehida gula tersebut. Jika gula tersebut mempunyai gugus keton, ia adalah ketosa. Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, ia adalah aldosa. Uji ini didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, ketosa lebih cepat terdehidrasi daripada aldosa.

Seliwanoff-Reaction

resorsinol Reagen uji Seliwanoff ini terdiri dari resorsinol dan asam klorida pekat: Asam reagen ini menghidrolisis polisakarida dan oligosakarida menjadi gula sederhana. Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan resorsinol, menghasilkan zat berwarna merah tua. Aldosa dapat sedikit bereaksi dan menghasilkan zat berwarna merah muda.

Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari furktosa dan glukosa.

Mengenal reagen yang sering digunakan dalam praktikum Untuk mengidentifikasi suatu senyawa, kadang kita menambahkan reagen - reagen yang spesifik. seperti reagen molisch , barfoed, benedict pada uji identifikasi karbohidrat. Namun sebenarnya apa

sih komposisi reagen - reagen itu. Di artikel ini saya akan menulis komposisi dari beberapa reagen yang sering digunakan. lets cekidot...

Barfoed Larutkan 48 g kristal tembaga asetat dalam 900 ml air. Ditambahkan 50 ml asam laktat 8,5 % . Ditambahkan air ad 1000 ml.

Benedict Campurkan 173 g na-sitrat dan 100 g Na2CO3 anhidrid ke dalam 800 ml air, diaduk kemudian disaring. Ditambahkan 17,3 g tembaga sulfat yang telah dilarutkan dalam 100 ml air.Ditambahkan air ad 1000 ml.

Biuret NaOH 10% : dilarutkan 10 g NaOH dalam 100 ml air CuSO4 0,1 % : dilarutkan 0,1 g dalam 100 ml air Bouchardart 2 bagian I2 ditambah 4 bagian KI dilarutkan dalam 100 ml air Dragendorf Larutkan 1 g bismuth subnitrat dalam 3 ml HCL 10 M dengan sedikit pemanasan. Encerkan dengan 20 ml air kemudian tambahkan 1 g KI kedalam campuran . jika terjadi pemisahan bismuth triioda, maka tambahkan HCL 2 M dan Kalium Iodida untuk melarutkannya.

Fehling Reagen fehling terdiri dari fehling A dan fehling B Fehling A merupakan larutan senyawa CuSO4 Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartart Reagen fehling merupakan campuran dari dua larutan tersebut.

Indofenol Ditimbang 50 mg natrium 2,6-diklorofenol indofenol P yang telah disimpan dalam eksikator, tambahkan 50 ml larutan NaHCO3 0,84% (b/v), kocok kuat, dan jika sudah terlarut, tambahkan air hingga 200 ml. Saring ke dalam botol bersumbat kaca berwarna coklat

King 4 bagian diazo A ditambah 1 bagian diazo B ditambahkan HaOH sampai alkalis

Lieberman-Burchrad Ditambahkan 1 g kalium nitrit atau natrium nitri kedalam 10 ml asam sulfat .

Mandelin Larutkan 1 g ammonium vanadate dalam 1,5 ml air , kemudian diencerkan dengan asam sulfat pekat sampai volume 100 ml.

Marquiss Campurkan dengan hati hati 100 ml asam sulfat pekat dengan 1 ml larutan 40 % formaldehid.

Mayyer Campurkan 1 bagian HgCl2 dengan 4 bagian kalium iodida dalam 100 ml air.

Molisch Larutkan 10 g a-naftol kedalam 100 ml 95% etil alkohol.

alpha naphthol

Ninhidrin Dilarutkan 0,1 g ninhidrin dalam 100 ml aseton

Parry Dilarutkan cobalt nitrat dalam metanol, kemudian ditambah uap amoniak

Pesez H2SO4 ditambah kalium bromida kemudian dipanaskan, kemudian ditambah kloroform

Selliwanof Dilarutkan 0,05 g resorcinol dalam 100 ml HCl encer

Zwikker Larutan 1% (b/v) cobalt nitrat dalam etanol

Asam laktat Asam laktat (Nama IUPAC: asam 2-hidroksipropanoat (CH3-CHOH-COOH), dikenal juga sebagai asam susu) adalah senyawa kimia penting dalam beberapa proses biokimia. Seorang ahli kimia Swedia, Carl Wilhelm Scheele, pertama kali mengisolasinya pada tahun 1780. Secara struktur, ia adalah asam karboksilat dengan satu gugus [hidroksil] yang menempel pada gugus karboksil. Dalam air, ia terlarut lemah dan melepas proton (H+), membentuk ion laktat. Asam ini juga larut dalam alkohol dan bersifat menyerap air (higroskopik).

Asam ini memiliki simetri cermin (kiralitas), dengan dua isomer: asam L-(+)-laktat atau asam (S)laktat dan, cerminannya, iasam D-(-)-laktat atau asam (R)-laktat. Hanya isomer yang pertama (S) aktif secara biologi.

Asam oleat Asam oleat atau asam Z-9-oktadekenoat merupakan asam lemak tak jenuh yang banyak dikandung dalam minyak zaitun. Asam ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C

ke-9 dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung dalam minyak bunga matahari kultivar tertentu, minyak raps, serta minyak biji anggur.

Rumus kimia: CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH.

Asam lemak ini pada suhu ruang berupa cairan kental dengan warna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Asam ini memiliki aroma yang khas. Ia tidak larut dalam air, titik leburnya 15.3 C dan titik didihnya 360 C.

Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang kuliner minyak zaitun menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain.

Asupan asam oleat berlebih dapat menimbulkan steatosis,[1] sejenis radang pada hati.