Anda di halaman 1dari 2

Di sini, ketika naik motor dan masih jauh, orang-orang sudah menyapa, Bruder.

PAROKI kita kedatangan bruder baru pada bulan Juli kemarin. Siapakah dia??? Seperti kata pepatah Tak kenal, maka tak sayang, maka dari itu marilah kita mengenal lebih jauh sosok Bruder Marcel. Br. Marcelinus BM atau sering disapa dengan sebutan Bruder Marcel, lahir pada tanggal 20 mei 1988 di sebuah desa di Nusa Tenggara Timur. Anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya seorang pekerja bangunan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Jiwa panggilan sudah mulai muncul sejak Sekolah Dasar , kemudian ketika Sekolah Menengah Atas panggilannya semakin kuat. Meskipun pada awalnya ingin menjadi romo tetapi akhirnya keputusannya mantap untuk menjadi bruder, karena menurutnya pelayanan menjadi bruder itu mencakup bidang yang lebih luas. Keluarga kurang setuju ketika dia memilih menjadi seorang bruder. Setelah diceritakan tentang kehidupan bruder dan pelayanan-pelayanannya, keluarga akhirnya luluh dan mengijinkan menempuh pendidikan untuk menjadi bruder. Dia sudah menempuh pendidikan setahun di Pangkal Pinang pada tahun 2007, tahun berikutnya di Malang, Jawa Timur. Sebelum ditugaskan ke Komunitas Bruder Budi Mulia Karangbangun, dia bertugas di Jakarta selama dua tahun di sebuah Panti Asuhan milik Keuskupan Agung Jakarta yang dikelola oleh Bruder Budi Mulia. Kesan pertama yang muncul ketika tiba di Jumapolo ialah kondisi alam Paroki Jumapolo sangat mendukung dan masyarakatnya sangat ramah. Saat ini dia mengajar di SMP Bharata dan SD Kanisius Karangbangun. Untuk karya non formalnya melanjutkan karya bruder sebelumnya dalam pengadaan sapi dan pengawasan PAM. Harapannya selama berada di Bruderan Budi Mulia Karangbangun adalah dapat saling bekerja sama dan siap sedia bila diminta bantuan. <adit> Pelindung : Romo Agustinus Giyono - Pendamping : Pak Joko - Pimpinan Redaksi : Adit - Bendahara : Ayu - Jurnalis & Reporter : Rizki, Nova, Novi, Pipit, Rini, Tia, Riska Editor & Layout : Bowo
Saran, Kritik, Masukan?? Contact Us.

Awake dhewe tetepungan ora bakal suwe maneh ,


sepenggal kata dari romo Tri dalam salah satu homili beliau.

Minggu (15/7) perayaan ekaristi berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Perayaan ekaristi yang biasa dipimpin hanya seorang pastur tetapi minggu itu dipimpin oleh dua pastur paroki Jumapolo sekaligus yaitu, Romo Tri dan Romo Budya serta satu pastur baru, Romo Giyono. Hal ini dikarenakan telah diturunkan SK (Surat Keputusan) dari Keuskupan Agung Semarang bahwa pertanggal 15 Juli 2012 Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr sebagai Pastur Paroki dipindah tugaskan sebagai Pastur Paroki di Paroki Jetis, Yogyakarta. Jadi perayaan ekaristi tersebut merupakan temu pisah romo. Romo Tri berpamitan kepada umat di paroki dan Romo Giyono memperkenalkan diri sebagai romo paroki baru. Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr adalah seorang pastur kepala di paroki St. Stephanus Jumapolo yang telah menggembala umat selama kurang lebih 3 tahun. Beliau bergerak di bidang logistic. Sehingga banyak hal yang telah dilakukan untuk membangun paroki seperti mengembangkan music tradisional jawa karawitan, membangun parkiran, membuat gedung untuk aula dan kesekretariatan paroki. Tetapi sekarang pastur kepala paroki Jumapolo diganti oleh Romo Agustinus Giyono Dwi Darmopranoto. Pr yang sebelumnya menjadi pastur kepala paroki St. Yohanes Rasul, Wonogiri. Setelah perkenalan pada perayaan ekaristi tersebut di atas, kemudian pada Selasa (17/7) secara resmi pada acara rapat dewan harian dengan ketua-ketua lingkungan dilakukan serah terima romo paroki yang dihadiri Romo Vikep Surakarta, Romo A. Budi Wihandono, Pr dan perwakilan umat dari paroki Wonogiri. Acara tersebut juga diisi dengan sharing pengalaman romo Tri selama berkarya di paroki Jumapolo. <novi>

E-mail : parokijumapolo@gmail.com 085642167289 - Adit 085799278626 - Novi

(instropeksi diri)
Maafkan ..A..ku.. Dasar CABUL! Aku khilaf Mulai skarang sayang kita PUTUSS!!! Apaan sih.. Gue baru nongol udah dibilang macem2 TIDAAAKKK!!!! Maafkan aku ya Allah, aku tidak bisa membendung godaan setan yang terkutuk Ya Allah Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah manusia yang terkutuk

Huuu...

merupakan sebuah acara untuk menghormati santo Tarcicius sebagai pelindung putra putri altar. Tujuan Tarcicius Cup untuk mempererat tali persaudaraan antar putra puti altar se-Kevikepan Surakarta. Acara tersebut diselenggarakan setiap 2 tahun sekali yang diikuti seluruh putra putri altar paroki seKevikepan Surakarta. Untuk tahun ini Tarcicius Cup diselenggarakan di Paroki Delanggu dengan tema Putra Putri Altar yang Beriman , Berprestasi dan Berbudaya. Panitia mengadakan berbagai lomba yang bersifat liturgis maupun non liturgis sebanyak 7 cabang perlombaan. Perlombaan yang bersifat non liturgis di antaranya dancer Lagu Daerah, tarik tambang putra maupun putri, dan estafet egrang; sedangkan yang bersifat liturgis berupa LCC(Lomba Cerdas Cermat) Katolisitas, lektor bahasa Jawa dan paduan suara. Pelaksanaan perlombaan dibagi menjadi 2 sesi dengan tempat Gereja Paroki Delanggu dan bekas SMP Kanisius Delanggu.

Paroki yang mandiri tentunya terdapat beberapa unsur-unsur penunjang untuk melayani umat, salah satunya terdapat suatu paguyuban. Baru-baru ini di paroki santo Stephanus Jumapolo terbentuk paguyuban baru yaitu Paguyuban Pangruktilaya. Paguyuban Pangruktilaya merupakan paguyuban yang bertugas untuk memberi pelayanan kepada umat dalam bentuk ambulance. Tujuan dibentuk paguyuban ini ialah untuk membantu transportasi yang sakit atau dapat digunakan sebagai mobil jenasah dengan biaya yang terjangkau. Siapa sajakah yang dapat menggunakannya? Penggunaan ambulan digunakan untuk umum. Pelopor dari paguyuban ini tidak lain ialah romo Rafael Tri Wijayanto Pr yang didukung oleh umat. Sampai bulan agustus ini sudah banyak umat yang bergabung dalam paguyuban ini, sekitar 300 KK. Kedudukan paguyuban ini berada di Paroki Santo Sthepanus Jumapolo dan meliputi 4 kecamatan yaitu Jumantono, Jumapolo, Jatipuro dan Jatiyoso. Bagi umat yang ingin bergabung dalam paguyuban ini syaratnya antara lain mendaftarkan diri ke secretariat Paroki dengan membawa Kartu Keluarga, membayar uang pangkal sebesar Rp 25.000,00, iuran wajib Rp 5.000,00 serta diharapkan dapat mentaati peraturan yang berlaku. Ambulance di bruderan BM Jika ada anggota paguyuban yang meninggal dunia maka ambulan dapat digunakan sebagai mobil jenazah, selain itu paguyuban juga menyiapkan santunan berupa peti mati. Namun, untuk saat ini paguyuban Pangruktilaya belum dapat melakukan pelayanan untuk kematian karena akan diselenggarakan pada September nanti. Diharapkan dengan adanya paguyuban pangruktilaya ini dapat lebih memanusiakan mereka yang meninggal dan semoga menjadi dasar kerukunan umat beragama. <rizky&pipit>

Putra putri altar Paroki Santo Stephanus Jumapolo turut berpartisipasi dalam acara Tarcicius Cup 2012 dengan mengikuti semua perlombaan. Dari Paroki Jumapolo mengirimkan total 37 peserta lomba dengan pembagian 7 peserta untuk dance, tarik tambang putra maupun putri 5 orang, egrang 3 orang, LCC 3 orang, lektor 1 orang dan koor sebanyak 13 orang. Berkat kerja keras, kerjasama dan kekompakkan, mereka mendapatkan juara ketiga untuk lector dan juara kedua untuk tarik tambang putra. Dari kedua juara yang didapatkan, hal ini membuat paroki Jumapolo memperoleh juara umum ke 4. Dengan urutan juara umum adalah mulai dari paroki Delanggu, Sukoharjo, Karanganyar , yang keempat Jumapolo. Berhubung paroki Delanggu pada tahun ini sebagai tuan rumah dan juara umum, agar tidak ada pengulangan tempat untuk tuan rumah Tarcicius Cup, maka 2 tahun ke depan adalah juara umum kedua yaitu paroki Sukoharjo. <ayu & novi>