Anda di halaman 1dari 2

CEKLIST KASUS INFERTIL 1. Salam, informed consent, dg saksi suami 2.

Identitas (Suami, Istri) nama, alamat, pekerjaan, usia 3. Menanyakan keluhan pasien/ maksud kedatangan pasien dan memastikan kerahasiaan pasien Anamnesis 1. Onset (berapa lama tidak dikaruniai anak, sesuaikan dg causa infertilnya) 2. Istri/Wanita Riwayat Menstruasi (Lama(...hari), siklus, teratur/tidak, nyeri/tidak) Riwayat Pernikahan (berapa kali, lama pernikahan dg suami, riwayat keturunan dg beberapa suami sebelumnya?) Riwayat Kehamilan (pernah hamil/tdk? Abortus/tdk?) Riwayat KB (metode apa, berapa lama?) RPD (pasca operasi daerah perut/pelvis, riwayat STD, PID?) Pernah periksa pap smear, TORCH? Gaya hidup olahraga, stress yg dialami, konsumsi obat, merokok, alkohol, frekuensi hubungan seksual 3. Suami/ Pria Riwayat Pernikahan (berapa kali, lama pernikahan dg istri, riwayat keturunan dg beberapa istr sebelumnya?) Riwayat KB (pernah pakai kondom saat berhubungan?) RPD (pasca operasi daerah perut/pelvis, riwayat pembedahan urogenital?) Gaya hidup olahraga, stress yg dialami, konsumsi obat (sulfasalazine, nitrofurantoin,tetracycline,corticosteroids) merokok, alkohol, frekuensi hubungan seksual, terpapar dengan panas pada daerah scrotum

Tutup sesi anamnesis lanjut lakukan PF


PF : WANITA 1. Tanda seksual sekunder, pemeriksaan organ reproduksi PRIA 1. Tanda seksual sekunder, pemeriksaan organ urogenital Kesimpulan anamnesis, memberi saran sesuai keadaan pasien (menganjurkan hubungan seksual lebih sering, menurunkan BB, merujuk ke spesialis) Contoh skenario :

1. Pasangan P 41th dan W 38th, menikah 4 tahun dan mengalami telah 2 kali keguguran pada usia kehamilan awal. Keguguran terakhir 4 bulan yang lalu, setelah dilakukan kuretase, saya memberikan asam folat dan clomiphene citrat. Mereka datang dan sang istri mengatakan kalau menstruasi kali ini hanya

bercak satu hari (kemarin). Analisis sperma 2 bulan lalu normal, dan ovulasi bagus karena menstruasi teratur. Kita membahas kemungkinan keguguran berulang. Beberapa penyebab yang mungkin adalah faktor usia (suami dan istri), kelainan endokrin dan kelainan uterus sang istri, auto immune, trombofilia dan genetik. Setelah membahas rencana terapinya, langkah pertama adalah melakukan tes kehamilan, berhubung sang istri belum benar2 menstruasi. Dan.. ternyata positif !. Hamil, dengan risiko berulang?. Untuk umur usia 38 risiko keguguran 20-40%, dan keguguran berulang dua kali 5% serta keguguran 3 kali 1 %. Ya, kita berhati-hati dan berusaha memberikan yang terbaik untuk kasus ini. Saat ini saya memberikan hormon progesteron pesari (per rektal), asam asetilsalisilat 80mg, dan multivitamin. Semoga embrio berkembang menjadi janin dan bayi yang sehat.
2. Seorang suami yang masih cukup muda (32 th) mendapati hasil analis spermanya amat memprihatinkan Asthenozoospermia. dengan motilitas 0/1/7/92. Tidak sedikit para pria muda-sehat-atletis dengan sperma bermasalah disebabkan oleh varikokel, yaitu varises pada daerah testis yang menyebabkan pematangan sperma menjadi terganggu. Sementara lebih jarang daripada kasus varikokel adalah masalah hormonal dan fungsi testis. Beberapa evaluasi yang kita lakukan adalah pemeriksaan riwayat kesehatan sebelumnya, adanya varikokel, pemeriksaan hormonal LH FSH dan Testosteron, sementara saya juga menganjurkan analisis sperma ulang. Pasangan suami istri (P 40th dan W 33th) mengalami infertilitas sekunder. Setelah evaluasi fisik dan hormonal didapatkan faktor pria yang nyata. Dan penyebab yang kita temukan adalah riwayat penggunaan obat anti kolesterol yang telah dikonsumsi lebih dari 4 tahun !. Setelah penghentian obat tersebut selama 4-5 bulan, kondisi sperma sekarang menjadi hidup lagi, dari azoospermia (jumlah 0) menjadi asthenozoospermia (jumlah normal, namun kualitas kurang) . Selain masalah efek samping obat, kita dapatkan faktor okupasi (pekerjaan) sangat mempengaruhi, dimana polusi dari bahan-bahan bangunan dan kimia sangat nyata. Ny.Infertilia usia 30 tahun datang dengan suaminya usia 35 tahun ke Puskesmas Simpang IV Pasaman, dengan keluhan : Kenapa dia belum hamil lagi. Pasien dulunya akseptor KB suntik selama 2 tahun, dan selama itu pasien tidak haid. Sudah 3 tahun ini pasien tidak pakai KB, namun belum hamil juga. Pasien mempunyai anak 1 orang usia 5 tahun.

3.

4.

Dokter memberikan konseling kepada Ny.Infertilia dan suaminya mengenai faktor penyebab dan pemeriksaan dasar yang di perlukan untuk pasangan infertilitas dan kemungkinan diperlukan teknologi reproduksi berbantu. Hasil pemeriksaan dokter didapatkan status ginekologi dalam batas normal. Selanjutnya dokter merujuk pasien dan suaminya ke Rumah Sakit untuk penanganan selanjutnya. Hasil analisis sperma ditemukan teratozoospermia. Suami ternyata menderita varicocelle. Dokter menjelaskan pemeriksaan selanjutnya yang akan dilakukan adalah tes patensi tuba dan pemantauan ovulasi (folikulogenesis) serta kemungkinan akan dilakukan inseminasi. Ini Kasus skenarionyaa searching sih jadi harap maklum yaa klo ada yg salah met belajar temen2