Anda di halaman 1dari 2

Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih.

Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung atau disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu. Alat yang dipergunakan pada percobaan ini adalah seperangkat alat destilasi biasa dengan pendingin Liebig, corong dan gelas ukur. Destilasi merupakan pemisahan campuran yang melewati dua fase, yaitu gas menjadi fase air. Destilasi merupakan proses pemisahn campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Titik didih pada zat dalam campuran yang lebih rendah akan lebih cepat terdestilasi. Pada percobaan yang telah dilakukan etanol dan methanol lebih cepat terbentuk destilat, karena etanol dan methanol bertitik didih lebih rendah dari titik didih air. Teknik-teknik pemisahan ada beberapa cara Ekstraksi, yaitu proses pengambilan ekstrak/sari. Evaporasi, yaitu proses penguapan untuk memisahkan campuran. Sublimasi, yaitu pemisahan campuran dengan prinsip perbedaan fasa padat dan gas. Kromatografi, yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan warna yang dihasilkan.