Anda di halaman 1dari 5

TUGAS INDIVIDU

MANAJEMEN PROYEK

OLEH :

ERIZAL HAMDI (0807135368)

JURUSAN TEKNIK MESIN S1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

1. Struktur Organisasi Fungsional

Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.

Ciri-Ciri : 1) Adanya pembagian kerja sesuai dengan keahliannya 2) Adanya kemungkinan seseorang bawahan diperintah oleh beberapa atasan 3) Pimpinan menyerahkan tugas pengambilan keputusan kepada ahlinya sesuai dengan keahlian masing-masing 4) Sistem manajemen cenderung desentralisasi

Kelebihan & Kekurangan :

2. Struktur Organisasi Matriks Struktur organisasi matriks digunakan untuk memudahkan pengembangan pelaksanaan beragam program atau proyek. Setiap departemen dikepalai oleh vice precident yang mempunyai tanggungjawab fungsional bagi seluruh proyek. Sedangkan setiap manajer proyek mempunyai project responsibility untuk penyelesaian dan implementasi strategi. Untuk mengetahui format struktur organisasi matriks, perhatikan gambar berikut.

Struktur Organisasi Matrix

Sumber : Samuel C. Certo & J.Paul Peter, Strategic Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.

Sebagaimana struktur-struktur organisasi lainnya, struktur organisasi matriks juga mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan struktur organisasi matriks antara lain adalah: Sesuai untuk beban kerja yang fluktuatif Tujuan proyek menjadi lebih jelas Memungkinkan untuk merespon pada beberapa sektor lingkungan secara serentak Banyak jalur untuk melakukan komunikasi Pekerjaan dapat dipahami secara lebih jelas

Adapun kelemahan struktur organisasi matriks antara lain:


o o o o

Strukturnya sangat rumit Biaya relatif tinggi Memungkinkan timbulnya dualisme kepemimpinan Relatif sulit karena terdapat kepentingan ganda sehingga memerlukan koordinasi kuat 3. Struktur Organisasi khusus Perusahaan Marketing

General Manager : Dalam sebuah perusahaan tugas dari general manajer adalah memimpin perusahaan. Selain itu, seseorang general manajer memilki tanggung jawab pada keseluruhan system yuang berjalan dalam sebuah perusahaan. Dalam melaksanakan fungsinya, general manajer akan dibantu oleh manajer yang memiliki fungsi spesialisasi. Direktur/divison: Tugasnya adalah memimpin bagian khusus dalam perusahaan serta melakukan koordinasi antar divisi dan memberikan laporan kepada general manajer. Setiap bagian, tidak memiliki garis komando lintas divisi. Sehingga hanya bias mengambil kebijakan pada masing-masing divisi. Seperti pada divisi marketing, tidak bias memberikan intervensi kepada devisi keuangan. Yang bias dilakukan adalah memberikan informasi dan masukan yang dibutuhkan pada bagian lain. General Affair: Merupakan bagian divisi yang bertugas untuk menyediakan segala kebutuhan dan perlengkapan guna menunjang aktivitas perusahaan. Seperti untuk mengurusi masalah seragam karyawan, mobil dinas, mess karyawan, pemeliharaan lingkungan kantor atau juga memilih mitra kesehatan dengan perusahaan. Personalia Department: Divisi ini memiliki tugas untuk menjaga kualitas sumber daya manusia perusahaan. Prosesnya dimulai dari masa perekrutan, penggantian jabatan. Promosi dan mutasi karyawan, penilaian kinerja, pemberian penghargaan serta menjaga kinerja karyawan. Accounting Departmen: Merupakan deparment yang bertugas untuk mencatat serta mengatur masalah keuangan perusahaan. Divsi ini juga bertugas untuk mengadakan audit atas kinerja yang sudah dilakukan divisi lain, guna menghindari terjadinya penyalahgunaan khususnya di bidang keuangan, termasuk mengontrol keseimbangan keuangan perusahaan. Purchasing Department: Divisi ini biasanya dimiliki oleh perusahaan manufaktur. Tugasnya adalah membeli bahan baku produksi. Selain itu divisi ini juga bertugas menjalin kerjasama dengan pihak supplier bahan baku guuna menjamin kelangsungan proses produksi perusahaan. Marketing Department: Divisi marketing merupakan divisi ujung tombak perusahaan. Sebab, tugas divisi ini adalah memasarkan semua produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bias mendapatkan keuntungan jika produk yang mereka hasilkan bias laku di pasaran. R & D Development: Fungsi dari devisi adalah melakukan penelitian serta mengembangkannya. Penelitian yang dilakukan menyangkut semua kebutuhan perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Seperti melakukan penelitian mengena produk apa yang pada saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, atau juga melakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat atas produk yang dihasilkan perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut akan digunakan untuk menciptakan sebuah system baru yang lebih baik bag proses yang ada di perusahaan. Quality Assurance Department: Di perusahaan manufaktur disivi ini bertugas untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan perusaan sebelum dipasarkan ke tengah masyarakat. Produk yang tidak sesuai standar, akan dipisahkan untuk kemudian dikelompokan ke dalam golongan produk gagal.

Di perusahaan jasa, seperti bank tugas dari divisi ini adalah melakukan pengawsan atas system yang di jalankan dalam proses pelayanan pada nasabah. Dengan demikian, semua nasabah bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut. Mantenance Deparment: Divisi ini biasanya disiapkan bagi perusahaan menufaktur atau juga bagi perusahaan yang memiliki kantor sendiri. Sementara bagi perusahaan yang gedung kantornya masih bergabung dengan perusahaan lain secara menyewa, biasanya meniadakan divisi ini. Sebab divisi ini bertugas memelihara perangkat yang terkait proses operasional perusahaan. Seperti menjaga mesin produksi, instalasi listrik, pendingin atau menjaga perankat computer. Oleh karenanya, tidak semua perusahaan memiliki divisi ini, khususnya perusahaan jasa dan perusahaan yang gedung kantornya masih dalam status sewa. Public Relation Department: Funfsi dari divisi ini adalah menjadi perwajahan perusahaan da pencipta citra perusahaan. Khususnya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal perusahaan yang terkait dengan operasional perusahaan. Salah satu fungsinya adalah memberikan keterangan pers kepada wartawan apabila terdapat hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

4. Struktur organisasi virtual Virtual organization behaviour adalah perilaku organisasi di era ekonomi pasca digital, dimana hubungan antara organisasi, antara organisasi dengan karyawannya, antara organisasi dengan masyarakat secara luas melalui hyper media technology sehingga hubungan personal bersifat maya dan kabur. Sebagai suatu konsep virtual based organization mempunyai kelemahan yang berimplikasi negatif terhadap kharakteristik perilaku organisasi masa depan. Artikel ini melakukan pembahasan kritis tentang konsep virtual organization behaviour dan critical succes factor yang harus dipenuhi untuk menghindari implikasi negatif dari perilaku organisasi yang muncul pada virtual organization.