Anda di halaman 1dari 19

BIOGAS

Oleh : Girindra Wardhana

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkamenjen taufik dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyusun dan menyajikan makalah ini. Permasalahan yang kami kemukakan mengenai hal-hal yang meliputi biogs, baik sumber biogs, pengolahan dan perkembangannya di Indonesia serta di luar negeri. Hal yang mendasari pembuatan makalah ini karena mengingat banyaknya perkembangan dari teknologi biogs yang apabila di gunakan secara baik akan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan crisis ekonomi yang di alami dunia saat ini. Kami menyadari dengan sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kita dengan rahmat-Nya dan makalah ini kami sampaikan dengan harapan dapat memenuhi apa yang diharapkan.

Bandung, 11 Oktober 2012 Hormat kami,

Penyusun

DAFTAR ISI JUDUL... i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI.. iii BAB 1 PENDAHULUAN..... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan masalah.. 1 1.3 Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN... 4 BAB III PENUTUP...40 3.1 Kesimpulan...... 40 DAFTAR PUSTAKA....... 54

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Biogas adalah gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organic oleh bakteri anaerob. Dengan kandungan utama berupa gas metana, biogas mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energy alternative. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi dapat dilakukan secara langsung, dengan membakar biogas tersebut, atau secara tidak langsung dengan mengubahnya menjadi bentuk energi lain seperti listrik. Pemanfaatan biogas saat ini menjadi hal yang sangat penting mengingat kebutuhan dunia akan energy yang semakin meninggi, namun persediaan energy yang berasal dari fosil sudah sangat menipis. Untuk itulah pembelajaran mengenai energy biogas sangat penting untuk dilakukan. Melalui makalah ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan biogas, baik sumber tenaganya hingga pengolahannya.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah sumber energy biogas? 2. Apakah fungsi dari energy biogas? 3. Bagaimana perkembangan energy biogas di Indonesia? 4. Bagaimana perkembangan energy biogas di dunia internasional ?

C. TUJUAN PENULISAN 1. Untuk mengetahui sumber energy biogas 2. Untuk mengetahui fungsi dari energy biogas 3. Untuk mengetahui perkembangan energy biogas di Indonesia 4. Untuk mengetahui perkembangan energy biogas di dunia internasional.

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN BIOGAS Biogas adalah gas yang dihasilkan dari perombakan/penguraian bahan organic oleh bakteri. Penguraian ini terjadi diruang yang kedap udara atau tanpa udara, jadi prosesnya terjadi secara anaerobic. Bahan organic yang bisa dijadikan biogas misalnya daun-daunan, kotoran hewan ternak (sapi, kambing, ayam) atau bahan organic mudah hancur. Gas yang banyak dihasilkan dari penguraian bahan organic adalah gas metan dan gas karbondioksida. Tetapi gas yang hanya bisa dipakai sebagai sumber energi adalah gas metan (rumus kimianya CH4). Gas metan ini bisa dimanfaatkan untuk memasak, menghasilkan listrik, menghidupkan lampu atau menghangatkan ruangan.. Biogas adalah sumber energi yang dapat diperbarui (renewable energy) karena sampah organic selalu ada dan tersedia setiap waktu. Beda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, gas elpiji dan minyak bumi ( bensin atau solar dll) yang suatu saat akan langka dan habis. Itulah hal yang mendasari urgensitas adanya energy alternative pengganti bahan bakar yang berasal dari fosil. Peningkatan penduduk yang akan seiring dengan peningkatan penggunaan energy menjadi salah satu hal yang mendasari penggunaan dan penelitian lebih lanjut mengeni energy biogas yang nantinya akan di manfaatkan di berbagai sector kehidupan, seperti listrik, bahan bakar minyak, dll. Biogas sebagian besar mengandung gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), dan beberapa kandungan yang jumlahnya kecil diantaranya hydrogen sulfida (H2S) dan ammonia (NH3) serta hydrogen dan (H2), nitrogen yang kandungannya relatif kecil.

Biogas sendiri dikenal dalam dua macam yaitu yang seringkali kita sebut sebagai biogas (gas rawa) dan biosyngas.Hal yang membedakannya adalah cara pembuatan dari gas tersebut.Biogas diperoleh melalui fermentasi seperti yang dijelaskan sebelumnya sementara biosyngas merupakan produk antara yang dibuat melalui gasifikasi thermokimia pada suhu tinggi dari material kaya karbon seperti batubara,minyak bumi dan gas alam yang diubah menkadi carbon monoksida (C0).

Biogas dapat terbakar apabila mengandung kadar CH4 minimal 57% yang menghasilkan api biru (Hammad et al., 1999). Sedangkan menurut Hessami (1996), biogas dapat terbakar dengan baik jika kandungan CH4 telah mencapai minimal 60%. Pembakaran gas CH4 ini selanjutnya menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap (Hermawan dkk, 2007). Nilai kalori dari 1 meter kubik biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, butana, batu bara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil. Biogas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya seperti distribusi melalui jaringan gas, pembangkit listrik, pemanas ruangan dan pemanas air. Jika dikompresi, ia dapat menggantikan gas alam terkompresi (CNG) yang digunakan pada kendaraan (Lemigas, 2010).

B. SEJARAH BIOGAS Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini yang dibakar untuk menghasilkan panas. Namun, orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta (1776), sedangkan Willam Henry pada tahun 1806 mengidentifikasikan gas yang dapat terbakar tersebut sebagai CH4. Becham (1868), murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882), memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan CH4. Pada akhir abad ke-19 ada beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia dan beberapa unit pembangkit biogas dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Karena harga BBM

(Bahan Bakar Minyak) semakin murah dan mudah memperolehnya pada tahun 1950-an pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan. Namun, di negara-negara berkembang kebutuhan akan sumber energi yang murah dan selalu tersedia selalu ada. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke-19. Alat pencerna anaerobik pertama dibangun pada tahun 1900. Negara berkembang lainnya, seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit biogas dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk. Dengan teknologi tertentu, gas metana dapat dipergunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan energi listrik, menjalankan kulkas, mesin tetas, traktor, dan mobil. Secara sederhana, gas metana dapat digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan menggunakan kompor gas sebagaimana halnya LPG (FAO, 1981).

C. KEUNTUNGAN DAN FUNGSI BIOGAS Biogas yang bebas pengotor (H2O, H2S, CO2, dan partikulat lainnya) dan telah mencapai kualitas pipeline adalah setara dengan gas alam. Dalam bentuk ini, gas dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. Pemanfaatannya pun telah layak sebagai bahan baku pembangkit listrik, pemanas ruangan, dan pemanas air. Jika dikompresi, biogas dapat menggantikan gas alam terkompresi yang digunakan pada kendaraan. Di Indonesia nilai potensial pemanfaatan biogas ini akan terus meningkat karena adanya jumlah bahan baku biogas yang melimpah dan rasio antara energi biogas dan energi minyak bumi yang menjanjikan. Berdasarkan sumber Departemen Pertanian, nilai kesetaraan biogas dengan sumber energi lain adalah sebagai berikut:

Biogas merupakan energi tanpa menggunakan material yang masih memiliki manfaat termasuk biomassa sehingga biogas tidak merusak keseimbangan karbondioksida yang diakibatkan oleh penggundulan hutan (deforestation) dan perusakan tanah

Energi biogas dapat berfungsi sebagai energi pengganti bahan bakar fosil sehingga akan menurunkan gas rumah kaca di atmosfer dan emisi lainnya. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang keberadaannya duatmosfer akan meningkatkan temperatur, dengan menggunakan biogas sebagai bahan bakar maka akan mengurangi gas metana di udara.

Limbah berupa sampah kotoran hewan dan manusia merupakan material yang tidak bermanfaaat, bahkan bisa menngakibatkan racun yang sangat berbahaya. Aplikasi anaerobik digestion akan meminimalkan efek tersebut dan meningkatkan nilai manfaat dari limbah.

Selain keuntungan energi yang didapat dari proses anaerobik digestion dengan menghasilkan gas bio, produk samping seperti sludge. Meterial ini diperoleh dari sisa proses anaerobik digestion yang berupa padat dan cair. Masing-masing dapat digunakan sebagai pupuk berupa pupuk cair dan pupuk padat.

D. CARA MENDAPATKAN BIOGAS Pada prinsipnya, pembuatan Biogas sangat sederhana, hanya dengan memasukkan substrat seperti kotoran ternak ke dalam digester yang anaerob kemudian akan menghasilkan biogas dan dapat dimanfaatkan seperti untuk kompos gas. Digester atau reaktor yang digunakan untuk memperoleh biogas pun terdiri atas beberapa jenis,menurut N. Agung Pambudi dalam tulisannya yang dipublikasikan pada website dikti beliau menyebutkan ada tiga jenis reaktor biogas yaitu jenis reaktor kubah tetap (fixed dome),jenis floating drum dan jenis balon.

Jenis-jenis digester atau reactor biogas : 1. Fixed dome plant Pada fixed dome plant, digesternya tetap. Penampung gas ada pada bagian atas digester. Ketika gas mulai timbul, gas tersebut menekan slurry ke bak slurry. Jika pasokan kotoran ternak terus menerus, gas yang timbul akan terus menekan slurry hingga meluap keluar dari bak slurry. Gas yang timbul digunakan/dikeluarkan lewat pipa gas yang diberi katup/kran. 2. Floating drum plant Floating drum plant terdiri dari satu digester dan penampung gas yang bisa bergerak. Penampung gas ini akan bergerak keatas ketika gas bertambah dan turun lagi ketika gas berkurang, seiring dengan penggunaan dan produksi gasnya. 3. Jenis Balon Reaktor balon merupakan jenis reaktor yang banyak digunakan pada skala rumah tangga yang menggunakan bahan plastik sehingga lebih efisien dalam penanganan dan perubahan tempat biogas. reaktor ini terdiri dari satu bagian yang berfungsi sebagai

digester dan penyimpan gas masing masing bercampur dalam satu ruangan tanpa sekat. Material organik terletak dibagian bawah karena memiliki berat yang lebih besar dibandingkan gas yang akan mengisi pada rongga atas.

E. BIOGAS DAN LISTRIK Kini, tenaga biogas di gunakan juga sebagai salah satu sarana tenaga pembangkit listrik Pembangkit listrik tenaga Biogas memproduksi biogas dan pupuk organik dari sampah biologi pertanian dan industri makanan dengan bantuan oxygen-free fermentation (anaerobic digestion) atau bakteri anaerob (bakteri yang membantu dalam proses penguraian). Pembangkit listrik tenaga Biogas adalah system yang paling banyak digunakan dalam mendaur ulang sampah biologi (organik). Perbedaan lain dari system mendaur ulang konvensional yaitu : 1. Pembangkit listrik tenaga Biogas tidak menggunakan tenaga listrik, tetapi menghasilkan (memproduksi) tenaga listrik. 2. Produksi listrik digunakan untuk usaha-usaha dan sisa akhir produksi daur ulang (pupuk organik atau pupuk kering/kompos) memungkinkan untuk dijual atau untuk digunakan dalam bidang pertanian. Berikut adalah bahan-bahan mentah yang dapat digunakan untuk memproduksi Biogas antara lain : kotoran sapi, kotoran babi, kotoran ayam, sampah rumah pemotongan hewan (darah, lemak, isi perut, dan isi lambung ) sampah tanaman, pakan ternak, biji padi yang busuk, air limbah, lemak, limbah biologi, sampah industry makanan, sisa-sisa biji-bijian pembuat bir, sisa tumbuhan gandum, tempat penyulingan air kotor, air kotor sisa bioethanol, butir anggur (sisa-sisa biji-bijian pembuat bir hancur setelah wort filtration, gula bit, gliserin (hasil setelah produksi biodisel), serabut dan zat tepung lain, air sisa pembuatan susu, endapan kotoran, endapan lumpur dari tanaman dan air limbah dalam kota, ganggang, kebanyakan dari bahan mentah tersebut dapat bercampur antara satu dan lainnya. Keuntungan : 1. Kebersihan Lingkungan 2. Bio-Gas

3. Bio-fertilizer (pupuk alami) 4. Mengirit biaya investasi (untuk sebuh perusahaan baru) Pembangkit Listrik tenaga Biogas sangat bermanfaat dalam hal membersihkan lingkungan, misalnya saja sampah-sampah hasil rumah tangga yang sering dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir, kini dengan adanya Pembnagkit Listrik Tenaga Biogas, sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas dan listrik yang sangat berguna bagi manusia, panas bias dimanfaatkan untuk memanaskan suhu dalm ruangan dan suhu pada rumah kaca (tempat penanaman tumbuh-tumbuhan yang tidak secara langsung terkena sinar matahari), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas juga sangat bermanfaat bagi pencegahan global warming, contohnya : metana hasil fermentasi sampah, bila tidak dimanfaatkan akan menyebabkan menumpuknya gas metana di atmosfer, yang dapat menyebakan efek rumah kaca, dengan pembangkit listrik tenaga biogas, metana yang bersifat mudah terbakar bias dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik, bisa juga digunakan untuk keperluan memasak dan bahan bakar kendaraan (BBG) Dengan menanam modal ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas kita mengganti uang dengan manfaat dan meletakkan pemakaian yang efektif. Menggunakan System Pembangkit Listrik Tenaga Biogas akan menghindarkan dari penyakit. Dilengkapi dengan tambahan alat filtrasi (filter bertekanan) Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dapat mereduksi tingkat COD dan BOD. COD (chemical oxygen demand) dan BOD (biological oxygen demand). Pembangkit Listrik Tenaga Biogas mengurangi sebagian pencemaran zat atau bahan biologis (kadar zat organik dikurangi sampai 60-70%).

Bio-fertilizer Pupuk mentah atau sampah organik lain tidak dapat dipakai sebagai pupuk untuk 3-5 tahun. Bakteri anaerob berfungsi untuk mengurai biomasa,setelah selesai dan siap untuk dipakai sebagai pupuk alami (organik) yang bermanfaat besar. hal ini tidak hanya isu ekologis, tetapi berhubungan dengan manfaat yang didapat. di dalam sampah organik mentah (pupuk ) senyawa kimia membatasi senyawa organik untuk pemakaian pada tanam-tanaman. sebagai contoh kandungan mineral di pupuk mentah 40% jika dibandingkan dengan mengurai

biomasa,kandungan mineralnya menjadi 60%. Hasil penguraian biomasa menghasilkan pupuk

organik dalam bentuk padat dan cair yang bebas dari nitrat, biji rumput-rumputan, pathogenic microflora , telur cacing dan baubauan. Sebagai hasil, pupuk organik menghasilkan keseimbangan. Hasil penerapan dapat meningkat antara 30-50%. Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memproduksi Pupuk organik kualitas tinggi. Kualitas dari pupuk organik lebih tinggi dari pupuk mineral dan kerugian hampir setara dengan 0.

Electricity (Listrik) Pembakaran 1 m3 biogas memproduksi 2 kwh listrik. kamu mendapatkan listrik gratis dibandingkan dengan jaringan listrik umum. Dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas kamu akan mempunyai listrik dengan harga murah, yaitu sekitar 0.01$/kwh.

Heat (Panas) Panas yang dihasilkan generator dapat dimanfaatkan dalam bidang teknologi, steam generation, pengeringan biji, mengeringkan kayu bakar, menyediakan air panas dan pemanas dalm system rumah kaca. Rumah kaca di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dapat memperoleh keuntungan. Panas dapat disalurkan secara langsung dari pembakaran biogas atau dari alat pendingin generator. hanya saja alat pendingin generator hanya dapat memanaskan 2 ha area rumah kaca. Sekedar untuk diketahui 90% biaya yang dikeluarkan dalam rumah kaca hanyalah untuk pemanasan tumbuhan (ketimun, tomat, bunga dan harga pupuk). Jika rumah kaca digabungkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas, ini akan menghasilkan penghematan mencapai 300-500%. Panas juga digunakan untuk menghidupkan alat penguap kulkas dan alat pendinginan untuk pendinginan susu segar dalam pertanian, perusahaan susu atau daging dan penyimpanan telur.

Bahan-Bakar Kendaraan Setelah mengolah biogas maka diperoleh biomethane ( 90-95% metana, sisanya CO2). Biomethane lebih baik daripada gas-alam, perbedaannya adalah dari sumber gas. maka metana dapat digunakan dan dapat langsung diisi ke dalam tangki kendaraan. Dalam keadaan seperti ini harga bahan bakar disel tetap, pemakaian metana menjadi banyak menarik orang. membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang dilengkapi dengan sistem pengolahan biogas dan stasiun pengisian metana untuk kendaraan sangat menghemat biaya pengeluaran untuk kendaraan.

Keuntungan bersih dalam ongkos pengolahan biometana 20 euro untuk 1000 m3, dan harga untuk bahan bakar disel 900 euro untuk 1000 L. 1 L bahan bakar disel sama 1 m3 dari biometana.

Peralatan dan Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biogas 1. Tangki homogenization 2. Pemuat Biomasa padat 3. Bioreactor (digester) 4. Alat Pencampur (Pengaduk) 5. Gasholder (penyimpanan gas) 6. Pencampur (Pengaduk) air dan Sistem Panas 7. Sistem gas 8. Stasiun Pompa 9. Mesin Pemisah (Separator ) 10. Kendali Ukuran 11. Perlengkapan kendali dengan visualization 12. Sistem Suar dan sistem keamanan

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Sampah organik padat (pupuk, kotoran) diangkut oleh rel berjalan (conveyor) ke tanki penyimpanan kotoran, sampah cair awalnya datang ke tangki utama. di tangki utama sampah dicampur, setelah dicampur suhunya akan hangat (kadang-kadang digin) untuk itu diperlukan suhu ideal. Biasanya tangki penyimpanan mempunyai daya tampung untuk 2-3 hari. Sampah padat dapat diisi juga ke tangki itu untuk dicampur atau dimasukan ke digester melalui keran pengisian. Sampah organik cair dipompa ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan pompa atau jalur pipa dari tempat penyulingan sampah organic cair. stasiun pompa kotoran (SPS) dipisahkan dengan lokasi digester. Dari tangki pencampuran dan kran biomasa (pupuk, kotoran atau tempat penyulingan air kotor) disalurkan ke Digester (reaktor Organik). Tangki Reaktor Organik dibuat dari beton yang tahan terhadap asam dan gas. Reaktor panas dipisahkan. pemisahan panas ini dilakukan tergantung pada tempat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan kondisi iklim. bahkan di dalam Digester suhu memegang peranan penting, hal ini dapat diatasi dengan cara: biasanya disebut suhu mesophilic (+30-41) dalam beberapa hal suhu termophilic digunakan (kira-kira 55). Biomasa di dalam Digester diaduk, pengadukan ini dilakukan dengan beberapa cara dan bergantung dari jenis bahan baku, kelembabannya dan ciri-ciri yang lain yang digunakan. Pengadukan ini biasanya dilakukan oleh slopped mixer, mesin pengaduk tipe paddle giant atau pengaduk tipe submersed. semua tipe pengaduk ini dibuat dari baja tahan-karat bahkan alat pengaduk ini dapat berupa mesin hidraulik. Namun lapisan pompa mesin pengaduk biomasa dapat dimasuki oleh beberapa jenis bakteri. Bioreactor dibangun dengan beton atau kubah beton dan punya umur pemakaian 25-30 tahun. Pemanasan Digester dilakukan oleh air panas dengan suhu yang masuk kira-kira 60 dan suhu keluaran kira-kira 40. Sistem Pemanas dialirkan melalui jaringan pipa, yang dapat dipasang langsung ke dinding reaktor atau dapat ditempelkan ke bagian dalam sisi dinding Digester. Jika Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dilengkapi dengan unit co-generation, Pemanasan digester dapat dilakukan oleh generator yang mendinginkan air. generator yang mendinginkan air mempunyai suhu 90 dan sebelum panas ini disalurkan ke sistem Pemanas Digester, panas ini dicampur dengan air dengan suhu 40 sehingga sistem pemanas menerima air dengan suhu 60. Air yang sebelumnya digunakan dapat dikembalikan dan dapat didaur ulang. Pada waktu musim dingin Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memerlukan panas 70% dari alat pendingin generator dan memerlukan 10% pada musim panas.

Jika Pembangkit Listrik Tenaga Biogas hanya digunakan untuk produksi gas air panas dapat diambil dari boiler. Rata-rata waktu Penyimpanan biomasa di bioreactor (tergantung pada material yang digunakan ) 20-40 hari. selama waktu ini bahan organik melakukan metabolisasi (dimodifikasi) oleh micro organisme. Pakan ternak dari jagung disimpan dalam rentang waktu 70 - 160 hari. Waktu penyimpanan ditetapkan dari ukuran digester. Proses fermentasi dilakukan oleh bakteri anaerob, yang dimasukan ke digester sepanjang pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas. Selanjutnya bakteri anaerob tidak perlu dimasukan ke digester. Memasukan Bakteri anaerob dilakukan dari 3 cara berikut ini yaitu: 1. Memasukan inti sari Bakteri anaerob 2. Menambahkan pupuk baru atau 3. Memasukan biomasa pada saat pengoperasian Pembangkit Listrik tenaga Biogas. Biasanya metode ke 2 dan 3 yang paling murah yang digunakan orang-orang. Bakteri Anaerob dimasukan ke dalam pupuk yang berasal dari perut hewan dan tidak berbahaya bagi manusia atau hewan. Lagi pula Bio Reaktor ditutup hingga kedap udara. oleh sebab itu BioReaktor atau fermenter dapat ditempatkan dekat lahan pertanian atau fasilitas produksi. Sebagai hasil akhir didapatkan : Biogas dan Pupuk Organik (dalam bentuk padat maupun cair). Biogas terdapat di gasholder. di dalam gasholder, tekanan dan biogas dicampur sama rata. Membran EPDM pada Gasholder tahan akan daya renggang yang besar dan tahan terhadap perubahan bentuk (menggelembung). Bahan yang terdapat pada membran memiliki daya tahan terhadap cahaya matahari, endapan dan penguapan didalam BioReaktor. BioReaktor ditutup, hingga kedap udara menutupi gasholder. Ruang udara diantara gasholder dan sisi depan yang miring dipompa dengan udara untuk menekan dan menyekat panas. kadang-kadang Gasholder memiliki banyak penutup ruangan. Penutup dapat dilindungi oleh sabuk di atas kubah beton atau meletakan pemisah di tangki beton. Kapasitas Gasholder 0.5 1 x pengoperasian per hari. Dari gasholder biogas terus dialirkan ke gas co-generation unit. disini panas dan listrik dapat diproduksi. 1m3 dari bioga memproduksi 2 kwh energi listrik dan 2 kwh energi panas. Pembangkit Biogas yang besar dilengkapi dengan system proteksi terhadap kegagalan operasi, (pengoperasian mesin dan kegagalan pada saat pembakaran biogas). System biogas dilengkapi dengan ventilasi, pengekstrak embun dan desulphurization unit.

System secara keseluruhan dioperasikan oleh unit kendali otomatis. Unit kendali bekerja mengoperasikan stasiun pompa, pencampur (pengaduk), sistem panas, otomatis gas dan generator. Setelah Bakteri anaerob mengurai biomasa. Hasilnya siap untuk dipakai sebagai pupuk. Pupuk organik cair dipisahkan oleh unit pemisah dan tersedia di tangki. Di jerman (amoniak cair) digunakan sebagai pupuk dengan amoniak tinggi (NH4). Pupuk padat tersedia secara terpisah. Dari tangki penyimpan, Pupuk organik cair dipompa ke tangki Pengangkutan untuk lebih jauh didistribusikan atau dijual. Bila perusahaan tidak perlu listrik tetapi gas untuk mengisi kendaraan, Pembangkit Biogas menyediakan dengan sistem pengolahan gas dan stasiun pengisian metana. Sistem pengolahan gas dilengkapi dengan alat pemisah CO2 dari biogas dan berdasarkan penyerapan dan teknologi Pemisah. Kandungan CO2 dapat dikurangi dari 40% menjadi 10% (bahkan 1% jika mungkin diperlukan). Pilihan ini sangat menarik dengan mempertimbangkan dengan seksama bahan bakar disel harganya tinggi. Untuk sementara, tipe sampah organik menggunakan cara pengoperasian sesuai yang tersebut di atas. Sebagai contoh ini tidak dapat dikerjakan dengan 1 jenis bahan mentah seperti air sisa penyulingan dan butiran anggur. dalam hal ini menggunakan dua sistem tingkatan dengan menggunakan reaktor hidrolisis tambahan. Pembangkit Listrik Tenaga Biogas sendiri memakai energi 10-15% pada waktu musim dingin dan 3-7% di waktu musim panas. Untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas besar hanya memerlukan 1 orang untuk kerja 2 jam/hari.

Kerugian : 1. Bau tak sedap 2. Susah dalam perawatannya.

F. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BIOGAS DI INDONESIA Meskipun bahan baku Biogas terbilang cukup banyak di Indonesia, perkembangan teknologi biogas masih sangat rendah dan belum signifikan. Beberapa kendala dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk biogas, adalah ketersediaan bahan, keamanan supply, harga, kemudahan penanganan dan penggunaannya. Faktor-faktor eksternal seperti pengembangan teknologi, subsidi, isu-isu lingkungan dan perundang-undangan memainkan peranan dalam pengembangan energi terbarukan (Koopmans, 1998). Dengan mempertimbangkan potensi produksi biogas dan penggunaannya untuk bidang pertanian di pedesaan, penelitian-penelitian energi terbarukan dalam hal pengelolaan konservasi energi dan penggunaan secara efisien adalah penting untuk dilakukan.

G. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BIOGAS DI DUNIA

BAB III PENUTUP a. KESIMPULAN :

1. Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). 2. Pada pembangkit ini memanfaatkan gas untuk memutar turbin. 3. Pembangkit ini mempunyai banyak keuntungan, diantaranya: dapat mengurangi sampah yang ada di lingkungan, bahan baku mudah untuk dicari, dan zat sisa dari pembangkit ini dapat digunakan sebagai pupuk. 4. Kekurangan dari pembangkit ini yaitu dapat menimbulkan bau yang tak sedap dan susah dalam perawatan/ pembersihannya. 5. Keuntungan : Kebersihan Lingkungan Bio-Gas Bio-fertilizer (pupuk alami) Mengirit biaya investasi (untuk sebuh perusahaan baru) 6. Kerugian : Bau tak sedap Susah dalam perawatannya. 7. Perkembangan biogas di Indonesia masih sangat rendah dan belum signifikan.

b. SARAN

Hendaknya pembangkit ini terus disempurnakan untuk mengantisipasi krisis energy di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA : http://www.eac-quality.net/fileadmin/eac_quality/user_documents/3_pdf/Biogas__Green_Energy_Process__Design__Energy_Supply__Environment.pdf http://id.scribd.com/document_downloads/direct/27553965?extension=pdf&ft=13499 88931&lt=1349992541&uahk=SNEQ0+J9I61cNM/kOwgiTEpGJOQ http://majalahenergi.com/forum/energi-baru-dan-terbarukan/bioenergy/biogas http://ngori.files.wordpress.com/2009/05/perkembangan-digester.pdf