SM Tamboran Selatan; Dompu, NTB SM Danau Tuadale; Kupang, NTT TN Bali Barat; Buleleng, Bali TN Gunung Rinjani;

NTB TN Gunung Kelimutu; Ende, NTT CA Gunung Mutis; Timor Tengah Selatan, NTT

CA Pulau Panjang; Sumbawa, NTB CA Tofo Kota Lambu; Sumbawa, NTB CA Watu Ata; Ngada, NTT CA Perhalu; Kupang, NTT TN Manupeu; Tanah Daru, NTT SM Harlu; Kupang, NTT SM Kateri; Berlu, NTT

Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Bali yang memiliki ekosistem asli dan merupakan habitat terakhir bagi burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi). Potensi Taman Nasional Bali Barat meliputi flora dan fauna yang cukup beragam, sampai saat ini telah diidentifikasi 176 jenis flora meliputi pohon, semak, tumbuhan memanjat, menjalar, jenis herba, anggrek, paku-pakuan dan rerumputan. Untuk jenis fauna terdiri dari 17 jenis mamalia, 160 jenis burung (aves) , berbagai jenis reptil dan ikan.

Berdasarkan ketinggian tempat maka kawasan TNBB dibagi dalam 2 ekosistem yakni Tipe Ekosistem Darat yang meliputi : Ekosistem Hutan Mangrove, Ekosistem Hutan Pantai, Ekosistem Hutan Pantai, Ekosistem Hutan Musim, Ekosistem Hutan Hujan Dataran Rendah, Ekosistem Evergreen, Ekosistem Savana, dan Ekosistem River Rain Forest. Sedangkan Tipe Ekosistem Laut meliputi Ekosistem Coral Reef, Ekosistem Padang Lamun, Ekosistem Pantai Berpasir, Ekosistem Perairan Laut Dangkal, Dan Ekosistem Perairan Laut Dalam.

Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah hingga pegunungan tinggi dan savana di Nusa Tenggara. Potensi tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani antara lain jelutung (Laportea stimulans), dedurenan (Aglaia argentea), bayur (Pterospermum javanicum), beringin (Ficus benjamina), jambu-jambuan (Syzygium sp.), keruing (Dipterocarpus hasseltii), rerau (D. imbricatus), eidelweis (Anaphalis javanica), dan 2 jenis anggrek endemik yaitu Perisstylus rintjaniensis dan Peristyluss

lombokensis.

Selain itu endemik yaitu

beberapa jenis mamalia rinjani (Paradoxurus hemaproditus juga terdapat kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), lutung budeng (Trachypithecus auratus kohlbruggei), trenggiling (Manis javanica), burung cikukua tanduk (Philemon buceroides neglectus), dawah hutan (Ducula lacernulata sasakensis), kepudang kuduk hitam (Oriolus chinensis broderipii), dan beberapa jenis reptilia.

terdapat musang rinjanicus),

Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen dataran tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (eucalyptus urophylla) yang tumbuh secara alami dan jenis cendana (santalum album). Selain itu di sini dapat ditemui berbagai jenis pohon lainnya seperti hue (eucalyptus alba), bijaema (elacocarpus petiolata), haubesi (olea paniculata), kakau atau cemara gunung (casuarina equisetifolia), manuk molo (decaspermum fruticosum), dan oben (eugenia littorale).

Selain kaya dengan flora, kawasan wisata Mutis juga menyimpan aneka fauna khas Pulau Timor. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan rusa timor (cervus timorensis), kus-kus (phalanger orientalis), babi hutan (sus vitatus), biawak (varanus salvator), biawak timor (varanus timorensis). Di kawasan ini juga terdapat ular sanca timor (phyton timorensis), ayam hutan (gallus-gallus), punai timor (treon psittacea), betet timor (apromictus jonguilaceus), pergam timor (ducula cineracea), dan perkici dada kuning (trichoglosus haematodus).

Cagar Alam Gunung Tambora Selatan merupakan perwakilan ekosistem hutan musim yang selalu hujan (dry evergreen) yang didominasi sebagian besar oleh Duabanga (Duabanga mollucana) sebanyak 48%, Savana Casuarina dengan pepohonan jenis Casuarina junghuniana sera beberapa pohon liar sebagai habitat (tempat bersarangnya lebah madu), jenis Liana meliputi antara lain: Rotan, Anggur hutan, Pakis dan Kalimone. Tumbuhan bawah meliputi : Pakis, Rumput bambu dan Taridae. Taridae adalah jenis nama lokal berupa perdu yang mempunyai 2 jenis yaitu yang berbunga putih dan merah yang tumbuh di sekitar sungai-sungai kering/lereng Gunung Tambora.

Potensi satwa liar di kawasan Cagar Alam Gunung Tambora Selatan cukup besar, umpamanya jenis burung. Berbagai jenis burung yang biasa diperdagangkan banyak terdapat di kawasan ini misalnya Kepodang, Beo, Kakatua Putih Kecil Jambul Kuning, Betet, Perkici dan berbagai burung Pipit-pipitan. Jenis Mamalia yang terdapat antara lain : Babi Hutan, Rusa, Musang, Kera Abu-abu. Untuk jenis Reptil dijumpai berbagai : Jenis Ular, Biawak dan Kadal. Serangga penghasil madu putih banyak tedapat di kawasan Cagar Alam Gunung Tambora terutama di tebing/bebatuan lereng sungai.

1. Apa dasar pembagian ekosistem di Taman nasional Bali Barat? 2. Sebutkan beberapa jenis mamalia endemik di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani! 3. Apa tipe vegatasi kawasan Cagar Alam Gunung Mutis? 4. Sebutkan beberapa contoh flora dan fauna cagar Alam Gunung Mutis! 5. Sebutkan contoh hewan mamalia yang ada di kawasan Suaka Margasatwa Tamboran Selatan!

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful