Anda di halaman 1dari 24

Draft Februari 2003

PEDOMAN NASIONAL ETIK PENELITIAN KESEHATAN


Disampaikan oleh : Prof. dr. Dr. A.A. Loedin pada : Rapat Kerja I KOMISI NASIONAL ETIK PENELITIAN KESEHATAN Jakarta, 18 19 Februari 2003

PEDOMAN NASIONAL ETIK PENELITIAN KESEHATAN

PENELITIAN KESEHATAN = BIOMEDICAL RESEARCH INCLUDES RESEARCH ON PHARMACEUTICALS, MEDICAL DEVICES, MEDICAL RADIATIOIN AND IMAGING, MEDICAL RECORDS, AND BIOLOGICAL SAMPLES, AS WELL AS EPIDEMIOLOGICAL, SOCIAL AND PSYCHOLOGICAL INVESTIGATIONS (WHO)

I. PENDAHULUAN
PERGESERAN PERAN IPTEK DARI SARANA PENUNJANG MENJADI DASAR KESELURUHAN UPAYA MANUSIA
KNOWLEDGE BASED HEALTH SYSTEMS DI INDONESIA : 1. PENINGKATAN JUMLAH & MUTU PEN. KES. 2. MAKIN BANYAK ILMUWAN & LEMBAGA ILMIAH MELAKSANAKAN PEN.KES.

PEN.KES. IN-VITRO & IN-VIVO 1. MENGGUNAKAN HEWAN PERCOBAAN 2. MENGIKUTSERTAKAN MANUSIA SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN
TERSEDIA MEKANISME & PROSEDUR UNTUK: 1. MENJAMIN KESEJAHTERAAN DAN PENANGANAN MANUSIAWI HEWAN PERCOBAAN 2. MENGHORMATI & MELINDUNGI KEHIDUPAN, KESEHATAN, KELELUASAN PRIBADI, MARTABAT RELAWAN MANUSIA

TENTANG ETIK PEN.KES. MASIH DITEMUKAN KEKURANGSADARAN & KEKURANGFAHAMAN


SK MENKES TENTANG KNEPK : MEMBINA DAN MENEGAKKAN ETIK PENELITIAN KESEHATAN SECARA KOLEKTIF DI FORUM KOMUNIKASI NASIONAL

SUPAYA DAPAT TERCAPAI STANDARD NASIONAL ETIK PEN.KES DITERBITKAN PEDOMAN NASIONAL ETIK PENELITIAN KESEHATAN. PEDOMAN TSB. PERLU DILENGKAPI PEDOMANPEDOMAN KHUSUS DAN DIMUTAKHIRKAN SECARA BERKALA.

II. BAHAN REFERENSI DASAR


1. NUREMBERG CODE (1947)
THE DOCTORS TRIAL: MENJAGA INTEGRITAS SUBJEK PENELITIAN, KONDISI MELAKSANAKAN PENELITIAN YANG ETIS, MENEKANKAN PERSETUJUAN SUKARELA (VOLUNTARY CONSENT)

2. THE DECLARATION OF HELSINKI (1964)


WORLD MEDICAL ASSOCIATION FUNDAMENTAL INTERNATIONAL DOCUMENT DIAMANDEMEN 5 KALI, TERAKHIR DI EDINBURGH (2000)

3. U.N. DECLARATION OF HUMAN RIGHTS (1948) THE INTERNATIONAL CONVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (1966), Art.7
NO ONE SHALL BE SUBJECTED TO TORTURE OR TO CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT. IN PARTICULAR, NO ONE SHALL BE SUBJECTED WITHOUT HIS FREE CONSENT TO MEDICAL OR SCIENTIFIC EXPERIMENTATION

4. OPERATIONAL GUIDELINES FOR ETHICS COMMITTEES THAT REVIEW BIOMEDICAL RESEARCH (WHO, 2000)
MENDIRIKAN DAN MENGOPERASIKAN KEPK LEMBAGA / WILAYAH / NASIONAL

5. INTERNATIONAL ETHICAL GUIDELINES FOR BIOMEDICAL RESEARCH INVOLVING HUMAN SUBJECTS (CIOMS 2002)

LEMBAGA PEN.KES
KEPK

PERSETUJUAN ETIK (ETHICAL CLEARANCE)

RISET MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN MENGEMBANGKAN S.D.M. MENINGKATKAN MUTU BARANG / JASA YAN. KES. SPONSOR PUBLIKASI UNIVERSITAS PEMERINTAH INDUSTRI

III. PRINSIP ETIK UMUM


PERTENTANGAN UNIVERSALISME VS. PLURALISME TANTANGAN: MENEGAKKAN ETIK PENELITIAN DI DUNIA / LINGKUNGAN MULTIKULTURAL YANG MENGGUNAKAN BERANEKA RAGAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN. TIDAK MELANGGAR ETIK UNIVERSAL TETAPI PADA ASPEK TERTENTU DISESUAIKAN DENGAN BUDAYA SETEMPAT

1. MENGHORMATI SESEORANG (RESPECT FOR PERSONS)


(a) MENGHORMATI OTONOMI (b) MELINDUNGI YANG OTONOMINYA TERGANGGU ATAU KURANG

2. KEMANFAATAN (BENEFICENCE)
(a) MANFAAT MAKSIMAL, RISIKO MINIMAL (b) MEMENUHI PERSYARATAN ILMIAH (c) PENELITI MAMPU MENELITI & MENJAGA KESEJAHTERAAN SUBJEK PENELITIAN (d) NONMALEFICENCE, DO NO HARM

3. KEADILAN (JUSTICE)
(a) MEMPERLAKUKAN SETIAP ORANG DENGAN MORAL YANG BENAR DAN PANTAS SERTA MEMBERI SETIAP ORANG HAKNYA (b) DISTRIBUSI SEIMBANG DAN ADIL ANTARA BEBAN & MANFAAT KEIKUTSERTAAN

IV. PENDIRIAN KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATAN

DIBAHAS DI BUTIR AGENDA RAPAT BERIKUT PERLU DIPUTUSKAN BAHAN DIPERSATUKAN ATAU DITERBITKAN DALAM DUA BUKU PEDOMAN

V. PROSES PENINJAUAN (REVIEW) ETIK

PERSETUJUAN ILMIAH DAN ETIK (SCIENTIFIC & ETHICAL CLEARANCE) MERUPAKAN SATU KEUTUHAN
SETIAP PENELITIAN ADALAH UNIK TAK ADA S.O.P. & BLANKET APPROACH DISAMPAIKAN 21 BUTIR PEDOMAN DIPRESENTASI SEBAGAI CONTOH 3 BUTIR PEDOMAN

PENINJAUAN PROTOKOL
KOMISI ILMIAH BENAR >< TIDAK BENAR HITAM >< PUTIH S.O.P., BLANKET APPROACH

KOMISI ETIK KURANG BAIK-PANTAS >< LEBIH BAIK-PANTAS HITAM -- NUANSA KELABU -- PUTIH TIDAK ADA RUTIN, UNIK, KASUS DEMI KASUS

BUTIR PEDOMAN 1

PEMBENARAN ETIK & KEABSAHAN ILMIAH PENELITIAN KESEHATAN YANG MENGIKUTSERTAKAN MANUSIA

KEMUNGKINAN DITEMUKAN CARA BARU YANG


MENGUNTUNGKAN KESEHATAN MASYARAKAT

INFORMASI TAK DAPAT DIPEROLEH DGN. CARA LAIN PELAKSANAAN:


1. MENGHORMATI & MELINDUNGI SUBJEK 2. ADIL TERHADAP SUBJEK 3. SECARA MORAL DITERIMA MASYARAKAT SETEMPAT

MEMENUHI PERSYARATAN ILMIAH PELAKSANA KOMPETEN DILIHAT DARI LATAR


BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN

BUTIR PEDOMAN 3

PENELITIAN DENGAN SPONSOR EKSTERNAL

EKSTERNAL: DILAKSANAKAN DI INDONESIA


DISPONSOR / DIBIAYAI / DILAKSANAKAN OLEH ORGANISASI LUAR NGERI / DALAM NEGERI / INDUSTRI

PERSETUJUAN ETIK DARI NEGARA / ORGANISASI


ASALNYA UNTUK KEPK INDONESIA

PEMBENARAN MELAKSANAKANNYA DI iNDONESIA DINKES / KEPK MENJAMIN BAHWA PENELITIAN


SESUAI KEBUTUHAN & PRIORITAS INDOINESIA

BUTIR PEDOMAN 16

PEREMPUAN SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN

PEREMPUAN TIDAK BOLEH DILARANG IKUT SERTA.


HASIL KEBIJAKAN UMUM LAMA MERUGIKAN

KEMUNGKINAN MENJADI HAMIL BUKAN ALASAN.


RISIKO KEHAMILAN DIJELASKAN PADA PERMINTAAN INFORMED CONSENT. DISEDIAKAN TEST KEHAMILAN DAN METODA KONTRASEPSI

LARANGAN ADALAH TINDAKAN DISKRIMINATIF DAN


PENGHINAAN TERHADAP HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI (SELF-DETERMINATION)

PADA PERMINTAN INFORMED CONSENT HARUS


DIPERHATIKAN KEDUDUKAN PEREMPUAN YANG MUDAH DIRUGIKAN (VULNERABLE) DI MASYARAKAT

VI. PENGGUNAAN HEWAN PERCOBAAN

PERTENTANGAN PENDAPAT DAN PANDANGAN TENTANG PERCOBAAN HEWAN PERCOBAAN PADA HEWAN SEBELUM KE MANUSIA MASIH DIPERLUKAN (WHOLE LIVING SYSTEM) DEKLARASI HELSINKI PARA 11 - 12 (KESEJAHTERAAN HEWAN) KONSEP 3R: REDUCTION, REFINEMENT, REPLACEMENT.

PEN.KES. DENGAN HEWAN PERCOBAAN PERLU


PERSETUJUAN ILMIAH DAN ETIK

WAJIB MENGGUNAKAN KONSEP 3R KESEIMBANGAN MANFAAT DAN RISIKO (KOSMETIKA) PILIH NONSENTIENT MATERIAL DAN HEWAN YANG
PALING RENDAH DI SKALA EVOLUSI

MENGURANGI RASA NYERI, KETIDAKNYAMANAN DAN


KESUSAHAN

STATISTIK SUPAYA HEWAN SESEDIKIT MUNGKIN CARA PEMBUNUHAN YANG MANUSIAWI DAN CARA
PEMUSNAAN BANGKAI

PENELITI HARUS MEMILIKI KEMAMPUAN PENANGANAN


DAN PEMELIHARAAN HEWAN (DIKLAT)

LAMPIRAN

SK MENKES KNEPK SK MENKES KEANGGOTAAN KNEPK CV SINGKAT ANGGOTA KNEPK DECLARATION OF HELSINKI (2000) FORMAT APLIKASI PERSETUJUAN ETIK
(MANUSIA)

FORMAT APLIKASI PERSETUJUAN ETIK (HEWAN) FORMAT INFORMED CONSENT

SK MENKES TTG. KOMISI NASIONAL ETIK PENELITIAN KESEHATAN


PASAL 1
1.MELAKUKAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PELAKSANAAN ETIK PENELITIAN 2.LEMBAGA NON-STRUKTURAL DI LINGKUNGAN BADAN LITBANGKES

PASAL 2: TUGAS
a. MEMBINA PELAKSANAAN PENEGAKAN ETIK PENELITIAN b. MENYUSUN PEDOMAN-PEDOMAN NASIONAL c. MEMBERI PERTIMBANGAN ATAU SEBAGAI SAKSI AHLI d. MEMBERI PERSETUJUAN ETIK KHUSUS e. MENGEMBANGKAN JARINGAN KOMUNIKASI NASIONAL f. MELINDUNGI HAK-HAK DAN KESELAMATAN OBJEK PENELITIAN g. MELAKSANAKAN MONITORING h. LAPORAN TAHUNAN KE MENKES

PASAL 3
JUMLAH ANGGOTA MAKSIMAL 25 ORANG MASA BAKTI 4 TAHUN DAN DAPAT DIANGKAT KEMBALI

TATA KERJA KNEPK

SIDANG 3 BULAN SEKALI HUBUNGAN LIWAT E-MAIL, FORUM KOMUNIKASI


DAN KUNJUNGAN

MEMBINA PENDIRIAN KEPK & KOMISI ILMIAH DI


SETIAP LEMBAGA PEN.KES.

PENYUSUNAN PEDOMAN-PEDOMAN NASIONAL


DAN MENSOSIALISASIKAN

HUBUNGAN DENGAN LEMBAGA PENELITIAN,


LEMBAGA PENDIDIKAN, ORGANISASI PROFESI DAN ORGANISASI ILMIAH

HUBUNGAN DENGAN MAJALAH, PEMAKAI JASA /


BARANG

HUBUNGAN DENGAN MEDIA MASSA PRINSIP DESENTRALISASI, PEMBENTUKAN


JARINGAN KOMUNIKASI REGIONAL

SISTEM ROTASI KEANGGOTAAN (DIMULAI DI TAHUN


KE-3)

MENGEMBANGKAN PRAKARSA SENDIRI