Anda di halaman 1dari 11

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting, karena dengan pendidikan maka akan terjadi interaksi (baik positif maupun negatif) antara pendidik dan peserta didik. Interaksi inilah yang kemudian akan membentuk pola pikir (kognitif), perasaan (afektif), dan tingkah laku (psikomotor) para pelaku pendidikan. Interaksi pendidikan yang dimaksud tidak hanya berlaku di lembaga pendidikan formal belaka, namun lebih daripada itu, interaksi pendidikan dapat terjadi pada lembaga nonformal (pondok pesantren, madrasah diniyyah, dan lain-lain), lingkungan keluarga (informal), dan lingkungan masyarakat (pendidikan luar sekolah). Adapun, makalah atau karya tulis ini akan membahas landasan pengembangan metodologi pembelajaran PAI, apa sebenarnya yang menjadi landasan pengembangan metodologi pembelajaran PAI akan penulis paparkan di makalah ini. . Oleh karena itu, karya tulis ini dimaksudkan untuk menyingkap dan membahas hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pondasi-pondasi perubahan dan perkembangan dengan judul makalah landasan pengembangan metodologi pembelajaran PAI.

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

BAB II PEMBAHASAN

A. Kajian Bahasa Kajian bahasa ini penulis kemukakan untuk mengantarkan persepsi atau pandangan tentang term-term yang akan penulis bahas, berikut kajiannya:
1. landasan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan1: landas

n alas;

tumpuan. Kata landasan dengan beberapa turunan kata dan maknanya penulis artikan sebagai alas, bantalan, dasar dan tumpuan atau sebagai pondasi.
2. Pengembangan

Pengembangan atau mengembangkan berarti sebuah proses, cara dan perbuatan mengembangkan, hal ini berarti bahwa awal mulanya sesuatu (baca: kurikulum) itu sudah ada, kemudian dikembangkan/dilebarkan atau diluaskan ketingkat yang lebih baik.
3. Pengertian Metodologi

Metodologi berasal dari bahasa Latin " Meta " dan " Hodos " meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metodologi adalah ilmu mengenai cara-cara mencapai tujuan.2
4. Menurut Gagne dan Briggs (1979:3)

Instruction atau Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.3
5. Pedidikan Agama Islam

Alwi Hasan Dkk. Departement Pendidikan Nasional. Edisi III, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. II. 2002. Hal: 633 2 http://metodologipembelajaran.blogspot.com/ 3 http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran/

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

Menurut Prof. Dr. Zakiah derajat menjelaskan pengertian pedidikan agama Islam sebagai berikut Pendidikan agama Islam adalah usaha

berupa bimbingn an asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikanya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikanya sebagai pandangan hidup ( wai of life).4

B. Landasan Pengembangan Metodologi pembelajaran PAI Berikut adalah landasan-landasan pengembangan Metodologi

pembelajaran PAI yang penulis kaji dari beberapa literature yang mencakup landasan filosofis, psikologis, dan yuridis. 1. landasan filosofis Terdapat banyak pendapat terkait dengan definisi filsafat ini, diantaranya5: a. Plato (427 SM 347 SM), filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang bermint mencapai kebenaran yang asli) b. Aristoteles (382 SM 322 SM), Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang dalamnya terkadang ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. c. Al-Faraby (Wafat 950 M), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. d. Prof. Dr. Fuad Hasan, menyimpulkan: filsafat adalah suatu ihtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu, dari akarnyasuatu hal yang hendak dimasalahkan. e. Hatta dan Langeveld berpendapat bahwa hakikat filsafat akan dapat diketahui jika orang tersebut telah belajar filsafat itu sendiri6.

Abdul Rachman Shaleh, pendidikan agama & pembangunan watak bangsa (Jakarta. PT Raja Grafindo Persada, 2005) Hal 6
5

Drs. H. A. Musthofa. Filsafat Islam. Bandung: cv pstika setia. 2004 hal: 10

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

Terlepas dari beberapa definisi diatas, landasan filosofis dalam hal pendidikan atau pengembangan kurikulum digunakan untuk menjawab tentang hakikat pendidikan, tujuan pendidikan, siapa pendidik dan peserta didik, apa dan bagaimana proses interaksi pendidikan dan lain-lain yang merupakan pertanyaan-pertanyaan mendasar dan membutuhkan jawaban yang mendasar pula. Beberapa pertanayaan ini tentunya tidak cukup dijawab dengan akal saja, namun diperlukan kajian yang mendalam, sehingga seseorang akan dikatakan berpikir secara filsafat mempunyai ciriciri sebagai berikut7: 1) Berpikir radikal, berasal dari kata radix yang berarti akar, sehingga seorang filusuf dituntut untuk berupaya menemukan radix pada seluruh kenyataan 2) Mencari asas 3) Memburu kebenaran 4) Mencari kejelasan 5) Berpikir rasional artinya berpikir secara logis, sistematis dan kritis.

Adapun kajian filsafat dikategorikan menjadi tiga, yakni: 1) Metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini 2) Epistimologi membahas kebenaran dan 3) Aksiologi membahas tentang nilai/value Berbedanya pandangan filosofi seseorang maka akan berbeda pula langkah atau strategi seseorang, hal ini-pun terjadi dalam dunia pendidikan karena filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia termasuk masalah-masalah pendidikan yang sering disebut dengan filsafat pendidikan 8 . Hal ini terjadi pada kurikulum pendidikan Islam (berbasis
6

Prof. Dr. Ahmad Tafsir, Filsafat Ilmu mengurai ontology, epistimologi, dan aksiologi pengetahuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2009. Hal: 66 7 Ali Maksum. Pengantar Filsafat dari masa klasik hingga postmodernisme. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2010. Hal: 8 Prof.Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan Kurikulum teori dan praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hal: 39

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

pondok pesantren) yang menempatkan kurikulum agama sebanyak 50-70% dari kurikulum yang non agama/ilmu umum. Landasan filosofis dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. a) Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. b) Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. c) Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.9

2. Landasan Psikologis Psikologis diartikan 10 : ilmu yg berkaitan dng proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pd perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa;
9

10

http://tunas63.wordpress.com/2009/09/07/landasan-pembelajaran-tematik/ Alwi Hasan Dkk. Departement Pendidikan Nasional. Edisi III, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. II. 2002.: Hal: 901

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

Perkembangan

emosional

dan

psikologi

peserta

didik

turut

berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum. Hal ini bertolak karena manusia satu dengan yang lainnya berbeda. Manusia sebagai makhluk yang sempurna berbeda dengan makhluk yang lain seperti binatang dan tumbuhtumbuhan karena berkat kemampuan-keampuan psikologis. Kondisi psikologis yang dimaksud adalah kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku dalam interaksi dengan lingkungannya. Perilaku ini merupakan manifestasi dari cirri-ciri kehidupan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, prilaku psikomotor, afektif maupun kognitif11. Terdapat minimal dua bidang psikologi yang mendasar dalam kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi, yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa12. Terdapat beberapa pendapat para ahli terkait dengan klasifikasi perkembangan manusia, diantaranya yang diungkapkan oleh Rousseau yang mengklasifikasi perkembangan anak sebagai berikut: Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan perkembangan fisik, 2-12 tahun masa perkembangan sebagai manusia primitive, masa 12-15 tahun masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat, masa remaja usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, pertumbuhan seksual, social moral dan kata hati13. Perkembangan remaja setidaknya meliputi beberapa hal sebagai berikut : 1) Perkembangan intelek 2) Perkembangan kreativitas
14

11 12

Op, Cid Prof.Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. Hal: 45 Ibid.Hal: 46 13 Op, Cid Prof.Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. Hal: 49 14 Prof. Dr. Muhammad Ali dan Prof. Dr. Muhammad Asrori. Psikologi perkembangan peserta didik. Jakarta: PT. Busmi Aksara. 2010. Hal: 8

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

3) Perkembangan emosi 4) Perkembangan bakat khusus 5) Perkembangan hubungan sosial 6) Perkembangan kemandirian 7) Perkembangan bahasa 8) Perkembangan nilai, moral dan sikap Adapun psikologi belajar, merupakan studi tentang bagaimana individu belajar, secara sederhana belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman 15 . Terdapat beberapa teori belajar, diantaranya16: 1) Teori disiplin mental theistic yang berasal dari psikologi daya, menurut teori ini seorang anak memiliki daya untuk mengingat, mengamati, berpikir memecahkan masalah. Kalau daya tersebut dilatih maka anak didik akan mudah untuk memecahkan masalah. 2) Teori disiplin mental humanistic bersumber pada psikologi huanistik klasik dari Plato dan Aristotetles, hamper sama dengan teori disiplin mental theistic, perbedaannya hanya terdapat pada penekanan bagianbagian, latihan bagian atau aspek tertentu saja. 3) Teori naturalism atau natural unfoldment atau self actualization yang berpangkal pada psikologi naturalism romantic. 4) Teori belajar apersepsi atau herbartisme, bersumber pada psikologi strukturalisme, pencetusnya bernama herbart, menurut teori ini belajar adalah untuk membentuk apersepsi. Masih terdapat beberapa teori belajar yang lain, diantaranya behaviorisme, teori kognitif dan lain-lain. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.

15 16

Op, Cid Prof.Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. Hal: 52 Ibid hal: 53-56

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya.

3. Landasan yuridis Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Landasan yuridis pendidikan Indonesia adalah seperangkat konsep peraturan perundang-undangan yang menjadi titik tolak system pendidikan Indonesia, yang menurut Undang-Undang Dasar 1945 meliputi, UndangUndang Dasar Republik Indonesia, Ketetapan MPR, Undang-Undang Peraturan Pemerintah pengganti undang-undang, peraturan pemerintah,

Keputusan Presiden, peraturan pelaksanaan lainnya, seperti peraturan Menteri, Instruksi Menteri, dan lain-lain. Kata landasan dalam hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak. Sementara itu kata hukum dapat dipandang sebagai aturan baku yang patut ditaati. Landasan hukum pendidikan dapat diartikan peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatankegiatan pendidikan. Beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur pendidikan antara lain : 1. Undang-Undang Dasar 1945 terutama pasal 31 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah 3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 5. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 6. PP Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan 7. PP Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru 8. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 9. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 10. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006. 11. Permendiknas Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006. 12. Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah.17

17

http://himcyoo.wordpress.com/2011/12/01/landasan-yuridis-pendidikan/

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

BAB III PENUTUP Yang menjadi landasan pengembangan metodologi pembelajaran

pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut: a. landasan filosofis Landasan filosofis dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. b. lansasan psikologis c. landasan yuridis

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

10

Landasan Pengembangan Metodologi Pembelajaran PAI 2012

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rachman Shaleh,

pendidikan agama & pembangunan watak bangsa

(Jakarta. PT Raja Grafindo Persada, 2005) Ali Maksum. Pengantar Filsafat dari masa klasik hingga postmodernisme. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. 2010. Alwi Hasan Dkk. Departement Pendidikan Nasional. Edisi III, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. II. 2002.: Drs. H. A. Musthofa. Filsafat Islam. Bandung: cv pstika setia. 2004 Prof. Dr. Muhammad Ali dan Prof. Dr. Muhammad Asrori. Psikologi perkembangan peserta didik. Jakarta: PT. Busmi Aksara. Prof.Dr. Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan Kurikulum teori dan praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Prof. Dr. Ahmad Tafsir, Filsafat Ilmu mengurai ontology, epistimologi, dan aksiologi pengetahuan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2009. http://metodologipembelajaran.blogspot.com/ http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/06/pengertian-pembelajaran/ http://tunas63.wordpress.com/2009/09/07/landasan-pembelajaran-tematik/ http://himcyoo.wordpress.com/2011/12/01/landasan-yuridis-pendidikan/

Makalah Ahmad Rosyidi. S.Pd.I & Elyza Shofyana

11