Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kemajuan ilmu dan teknologi yang begitu pesat dewasa ini menuntut sumber daya manusia yang lebih kompetitif, yang mampu berperan dan bersaing dalam dunia kerja dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan akademis yang dimiliki haruslah didukung dengan praktek lapangan guna menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai keterampilan dan kamajuan yang sedang berkembang dalam dunia industri. Berdasarkan hal di atas, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) dalam upaya mempersiapkan calon tenaga professional, berkualitas, dan mempunyai keterampilan yang dapat diandalkan, serta mampu bersaing di dunia industri, memprogramkan suatu mata kuliah yang menuntut mahasiswa untuk langsung terjun ke dunia industri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan Mata Kuliah wajib Pengalaman Lapangan Industri (PLI) kepada Mahasiswa Teknik Elektronika, Sehingga Mahasiswa dapat secara langsung menerapkan ilmu-ilmu yang didapat dibangku perkuliahan kedalam kehidupan nyata yang disebut dengan dunia kerja. Selain itu, Mata Kuliah PLI ini juga punya manfaat besar dari segi pribadi Mahasiswa, selain mengenal struktur organisasi perusahaan, Mahasiswa juga akan dihadapkan ataupun melihat secara langsung bagaimana nuansa dunia

kerja itu yang sesungguhnya dan ini sangat berguna bagi Mahasiswa sendiri untuk menambah wawasan dan pengetahuan dunia kerja. Di akhir PLI, Mahasiswa juga dituntut untuk membuat laporan akhir tertulis dan ini akan menjadi suatu penilaian bagi Dosen untuk Mahasiswa. Dalam penulisan Laporan Pengalaman Lapangan Industri ini penulis akan membahas mengenai Sistem Jaringan Telepon serta Pemasangan dan Penginstalan Speedy dengan teknologi ADSL.

B. Profil Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk 1. Sejarah Perusahaan Telkom merupakan suatu badan usaha yang bernama Post en Telegrafdlest yang didirikan dengan Staatblad No. 52 tahun 1884. Penyelenggaraan telekomunikasi di Hindia Belanda pada waktu itu mulanya diselenggarakan oleh swasta. Bahkan pada tahun 1905 tercatat 38 perusahaan telekomunikasi yang pada tahun 1906 diambil alih oleh Pemerintahan Hindia Belanda dengan berdasarkan Staasblad No. 395 tahun 1906. Sejak itu berdirilah Post, Telegraf en Telefondients atau disebut PTT-Dients. PTT-Dients ditetapkan sebagai perusahaan negara berdasarkan Saatsblad No. 419 tahun 1927 tentang Indonesian Bedrijvenwer (IBW, Undang Undang-Perusahaan Negara). Jawatan PTT ini berlangsung sampai dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) No. 201 tahun 1960 oleh

Pemerintah Republik Indonesia tentang persyaratan suatu perusahaan negara dan PTT-Dienst memenuhi syarat untuk tetap menjadi Perusahaan Negara (PN). Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 240 tahun 1961, tentang penderitaan-penderitaan Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi disebutkan bahwa Perusahaan negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 21.b dilebur kedalam Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN. Pos dan Telekomunikasi). Dalam perkembangan selanjutnya pemerintah memandang perlu untuk membagi PN. Pos dan Telekomunikasi menjadi 2 perusahaan yang berdiri sendiri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1965, maka berdirilah perusahaan Pos dan Giro (PN. Pos dan Giro) dan pendirian perusahaan Negara Telekomunikasi (PN. Telekomunikasi) diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1965. Bentuk ini pun dikembangkan menjadi Perusahaan Umum (Perum) Telekomunikasi melalui Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 1974. Dalam peraturan tersebut dinyatakan pula Perusahaan Umum Telekomunikasi sebagai penyelenggaraan jasa telekomunikasi dalam negeri maupun luar negeri. Tentang hubungan telekomunikasi diluar negeri pada saat itu juga diselenggarakan oleh PT. Indonesia Satelit Coorporation, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan peraturan negara bagian Delaware, Amerika Serikat. Seluruh saham PT. Indosat dengan modal asing ini pada akhir tahun 1980 dibeli oleh negara Republik Indonesia dari Amerika Cable dan Radio

Corporation. Dalam rangka meningkatkan pelayanan jasa telekomunikasi secara umum, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 53 tahun 1980 tentang telekomunikasi umum yang isinya tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1974. Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 53 tahun 1980 PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi umum dalam negeri dan indosat sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi umum Internasional. Memasuki Repelita V pemerintah merasakan perlunya percepatan pembangunan telekomunikasi, karena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu pembangunan sektor lainnya. Untuk itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, maka bentuk Perusahaan Umum (Perum) dialihkan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 9 tahun 1969. Sejak saat itulah berdiri Perusahaan Perseroaan (Persero) Telekomunikasi TELKOM. Telkom dengan kredo Commited 2 U selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam usahanya untuk memberikan pelayanan yang excelent kepada pelanggannya. 2. Gambaran Umum PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang selanjutnya disebut TELKOM atau Perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Indonesia atau

TELKOM menyediakan jasa telepon tetap kabel (fixed wire line), jasa telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa telepon bergerak (mobile service), data & internet serta jasa multimedia lainnya, dan network & interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi. Pada akhir September 2005, Perseroan menjadi pemegang saham mayoritas di 9 (sembilan) anak perusahaan, termasuk di PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), yang memiliki pangsa pasar terbesar dalam industri selular di Indonesia dengan EBITDA margin sebesar 72%, merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Kepemilikan saham TELKOM saat ini dimiliki oleh pemerintah RI sebesar 51,19% dan oleh publik 48,81%. a. Visi dan Misi PT. Telkom 1) Telkom Batusangkar mempunyai Visi yaitu To become a leading InfoCom player in the region. Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik. 2) Telkom Batusangkar mempunyai Misi yaitu to provide one stop Infocom services with excellent quality and competitive price. Telkom berkomitmen memberikan layanan terbaik dan berkualitas, untuk kemudahan bagi pelanggan dengan harga yang kompetitif . b. Arti Logo Telkom 1. Logo Lama

Gambar 1. Logo Lama Telkom Bentuk bulatan dari logo melambangkan: Keutuhan

Wawasan Nusantara; Ruang gerak TELKOM secara nasional dan internasional. TELKOM yang mantap, modern, luwes, dan sederhana. Warna biru tua dan biru muda bergradasi melambangkan

teknologi telekomunikasi tinggi/ canggih yang terus berkembang dalam suasana masa depan yang gemilang. Garis-garis tebal dan tipis yang mengesankan gerak

pertemuan yang beraturan menggambarkan sifat komunikasi dan kerjasama yang selaras secara berkesinambungan dan dinamis. Tulisan INDONESIA dengan huruf Futura Bold

Italic,menggambarkan kedudukan perusahaan TELKOM sebagai PartduBendera Telekomunikasi Indonesia {Indonesian

Telecommunication Flag Carrier). 2. Logo Baru

Gambar 2. Logo Baru Telkom Logo baru TELKOM mencerminkan brand positioning Life Confident dimana keahlian dan dedikasi akan diberikan bagi semua pelanggan untuk mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada. Brand positioning ini didukung oleh service culture baru yaitu: expertise, empowering, assured, progressive dan heart. Sekilas logo bulat dengan siluet tangan terkesan simpel. Simplifikasi logo ini terdiri dari lingkaran biru yang ada di depan tangan berwarna kuning. Logo ini merupakan cerminan dari brand value baru yang selanjutnya disebut dengan Life in Touch dan diperkuat dengan tag line baru pengganti committed 2U yakni the world is in your hand. Untuk lebih mengenal logo ini, ada baiknya kita memaknai arti dari simbol-simbol tersebut :
1) Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan

produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment.
2) Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini

mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi ke luar.


3) Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah

kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat

4) Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari

terbit yang maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.


5) Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan

untuk menggapai masa depan. Selain simbol, warna-warna yang digunakan adalah :
1) Expert Blue pada teks Telkom melambangkan keahlian dan

pengalaman yang tinggi.


2)

Vital Yellow pada telapak tangan mencerminkan suatu yang

atraktif, hangat, dan dinamis.


3) Infinite sky blue pada teks Indonesia dan lingkaran bawah

mencerminkan inovasi dan peluang yang tak berhingga untuk masa depan. c. Arti Kredoc Telkom

Gambar 3. Kredoc PT. TELKOM 1) Kami selalu fokus kepada pelanggan. 2) Kami selalu memberikan pelayanan yang prima dan mutu produk yang tinggi serta harga yang kompetitif. 3) Kami selalu melaksanakan segala sesuatu melalui cara cara yang terbaik ( Best Practices ). 4) Kami selalu menghargai karyawan yang proaktif dan inovatif, dalam peningkatan produktivitas dan konstribusi kerja.

5) Kami selalu berusaha menjadi yan terbaik. d. Maskot Telkom

Gambar. 4 Maskot Telkom

Maskot Be Bee
1. Antena

: lebah sensitif terhadap segala keadaan dan perubahan.

2. Mahkota 3. Mata 4. Sayap 5. Tangan kuning

: kemenangan. : yang tajam dan cerdas. : lincah dan praktis. : memberikan karya yang terbaik.

Filosofi Dibalik Sifat dan Prilaku Be Bee Lebah tergolong makhluk sosial yang senang bekerja sama, pekerja keras mempunyai keistimewaan berupa pembagian peran operasional dan fungsional menghasilkan yang terbaik berupa madu

10

yang bermanfaat bagi berbagai pihak. Dihabitatnya lebah mempunyai dengung sebagai tanda keberadaannya dan loyal terhadap kelompok berupa perlindungan bagi koloninya, maka akan menyerang bersama bila diganggu. Lebah memiliki potensi diri yang baik berupa tubuh yang sehat, liat dan kuat sehingga biasa bergerak cepat, gesit dan efektif dalam menghadapi tantangan alam. Lebah berpandangan jauh kedepan dengan merancang bangun sarang yang kuat dan efisien, berproduksi berkembang biak dan menyiapkan persediaan makanan bagi

kelangsungan hidup kolonninya. Lebah berwarna biru merupakan penggambaran insan TELKOM Indonesia.

3.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Untuk memberikan perlindungan kepada karyawan, perusahaan

menyelenggarakan program kesehatan dan keselamatan kerja. Karyawan wajib mengikuti seluruh ketentuan yang ditentukan oleh perusahaan dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam rangka pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan membentuk panitia keselamatan dan kesehatan kerja P2K3 yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil perusahaan dengan tugas menyusun pedoman dan program keselamatan dan kesehatan kerja (HIPERKES) / Hygiene perusahaan dan keselamatan kerja, menerapkan dan mengawasi pelaksanaannya, pemeliharaan tempat kerja dan lingkungan hidup.

11

C. Perencanaan Kegiatan PLI Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh koordinator PLI Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang serta berdasarkan rekomendasi dan saran dari Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, maka kriteria tempat PLI adalah sebagai berikut : Perusahaan atau industri harus memiliki badan hukum yang sah serta bergerak dibidang produksi atau jasa. Perusahaan atau industri dalam melaksanakan kegiatan atau operasinya memerlukan tenaga kerja dan tenaga ahli dibidang teknik dan kejuruan. Pada saat pengiriman peserta PLI, perusahaan / industri sedang melakukan kegiatan atau operasi sesuai dengan bidang studi mahasiswa. Perusahaan atau industri sedapat mungkin memiliki pusdiklat atau memiliki tenaga ahli yang bisa memberikan bimbingan atau informasi kepada mahasiswa selama melaksanakan PLI. Melalui kegiatan atau operasi yang dilakukan perusahaan atau industri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman lansung dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Berdasarkan syarat dan kriteria perusahaan atau industri yang telah ditetapkan tersebut, maka penulis mengajukan permohonan untuk

melaksanakan PLI ke Plasa Telkom Kota Sungai Penuh dengan pertimbangan bahwa PT. Telkom merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa

12

telekomunikasi dan memiliki badan hukum yang sah serta sesuai dengan bidang studi penulis. Berdasarkan dari permohonan yang telah diajukan, maka pihak perusahaan menyetujui untuk melaksanakan kegiatan PLI diperusahaan tersebut selama 60 hari. Ada 2 kegiatan yang telah dilaksanakan oleh penulis selama kerja praktek di Plasa Telkom Kota Sungai Penuh: 1. Kegiatan Umum a. Pengenalan terhadap sejarah perusahaan, ruang lingkup kerja dan tata tertib perusahaan. b. Pengenalan terhadap perangkat-perangkat yang digunakan pada Plasa Telkom Kota Sungai Penuh. 2. Kegiatan Khusus a. Ikut serta melakukan pengontrolan dan pemeliharaan perangkat jaringan telfon seperti Main Distribution Frame (MDF), Rumah Kabel (RK) dan Computer Server.
b. Tanya jawab (diskusi) dan penjelasan dari pembimbing lapangan.

c. Membentuk sebuah kelas khusus yang langsung dimentoring oleh pembimbing pada perusahaan. d. Studi literatur, yaitu mempelajari buku-buku panduan dan pelatihan yang disajikan langsung oleh pembimbing lapangan.

D. Hambatan-hambatan yang ditemui serta penyelesaiannya

13

Beberapa hambatan (kendala) yang ditemui selama PLI berlangsung yaitu : a. Belum mengetahui bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan dilapangan, sulit untuk menyusun rencana (planing) dalam

melaksanakan kegiatan. b. Belum mengenal perangkat yang dijumpai dilapangan, sehingga sulit dalam melakukan pembahasan lebih mendalam. c. Tidak semua perangkat-perangkat dapat dikenal secara mendalam, karena perangkat tersebut berada dalam kondisi beroperasi (aktif). d. Situasi dan kondisi yang kurang mendukung penulis, baik dilapangan maupun dalam penulisan laporan. Tahap penyelesaian hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan PLI ini, penulis melakukan :
a.

Mengikuti semua kegiatan yang berhubungan dengan pokok bahasan, berupa pengenalan perangkat baik teori maupun aplikasinya.

b.

Konsultasi dengan pembimbing, baik diperusahaa maupun diperguruan tinggi secara langsung maupun tidak langsung.

c.

Konsultasi dengan karyawan yang bergelut dengan bidang yang penulis bahas atau tulis.

d. Mencari literatur yang berhubungan dengan pokok bahasan sebagai tambahan dalam pembuatan laporan.