Anda di halaman 1dari 15

KASUS ANKLE SPRAIN

Oleh ;
MUHAMMAD HAMZAH

KASUS II
SEORANG WANITA (GURU SD,45TH) MENGALAMI SPRAIN ANKLE DERAJAD II KARENA TERJATUH SAAT TURUN DARI BUS TADI PAGI ( 3 JAM YLL). SAAT TURUN DARI BUS KAKI KANANNYA TRELIBIH DAHULU TURUN,BELUM SEPENUHNYA KELUAR DARI BUS, BUS BERJALAN .

PEMERIKSAAN FISIOTERAPI SPRAIN ANKLE DERAJAT II


I.

IDENTITAS
WANITA USIA 45 TH GURU SD

II.

ANAMNESA
KELUHAN UTAMA : KEMUNGKINAN NYERI DAN BENGKAK PADA ANKLE DEXTRA, JALAN PINCANG.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:


TERJATUH SAAT TURUN DARI BUS TADI PAGI ( 3 JAM YLL). SAAT TURUN DARI BUS KAKI KANANNYA TERLEBIH DAHULU TURUN ,BELUM SEPENUHNYA KELUAR DARI BUS, BUS BERJALAN.

III. PEMERIKSAAN FISIK


1. INSPEKSI
KEMUNGKINAN ADANYA OEDEM ANKLE KANAN JALANNYA PINCANG ADANYA NYERI TEKAN PADA BAG.LAT MALEOLUS ANKLE KANAN (TENDERNESS)

2. PALPASI

3.PEMERIKSAAN GERAK
AKTIF : KETERBATASAN GERAK INVERSI ANKLE KANAN OK NYERI
PASIF : KETERBATASAN GERAK INVERSI OK NYERI

4. PEMERIKSAAN KHUSUS
TES INSTABILITAS KHUSUS
1. ANTERIOR DRAWER SIGN +
TERLENTANG (CARA 1) : PX SUPINE LYING, KAKI RILEKS, 1 TANGAN FT MEMFIKSASI TUNGKAI BAWAH, TANGAN LAIN MEMEGANG KAKI. POSISI 20 DERAJAD PLANTAR FLEKSI DAN TARIK TALUS KEDEPAN. JIKA ADA NYERI BERARTI + ADA RUPTUR CARA 2: PX TERRLENTANG DENGAN LUTUT FLEKSI 1 TANGAN MEMFIKSASI KAKI, LAINNYA MENDORONG TIBIA KE POSTERIOR ADA NYERI + BELUM TENTU RUPTUR CARA 3: POSISI TENGKURAP

SPECIAL TES
SCORING SCALE FOR SUBJECTIVE AND FUNCTIONAL FOLLOW-UP EVALUATION AFTER ANKLE INJURI (KAIKKONEN DKK,1994)
Didapatkan dengan total score: poor: < 50

Diagnosa fisioterapi
Keterbatasan LGS Inversi Ankle dextra yang berkaitan dengan inflamasi lokal dan connective tissue.

PROGARM FT 2 MINGGU
FASE AKUT ( 48 JAM)
1. Pemberian Cryoterapi menggunakan ice pack pada daerah lateral dan anterrior ankle dilakukan selama 30 mnt, 2-3x /hari 2. Elevasi tungkai ketika duduk dan berbaring 3. NWB ( memakai cructh walking) 4. Pembebatan

Pembebatan
Pemberian pressure wrap mid arch 6 in (15,2 cm) diatas maleolus atau 1 inc (10,2 cm) elastic bandage, atau 2 inc (5,1cm) elastoplast, bahan perekat pita yang biasa digunakan dengan metode angka 8

Setelah 48 jam
Ambulasi PWB dengan crutches Peningkatan PWB tergantung toleransi Setelah oedem surut pressure wrap diganti dengan Adhesive ankle support spt: Gibney closed weave support the tape menggunakan 1,5 in Zonas zinc oxide tape , sampai px lepas crutch. Waktu berjalan nyeri minimal diganti dengan cloth wrap spt: Louisiona cloth ankle wrap

Modalitas elektro terapi TENS


Tujuan : muscle spasm reduction. Parameter :
Wave form : AC sinusioidal Carier freq : 5000 Hz full fileld (deep dan superfisial muscle) 5000 Hz freq difference (deep muscle) Pulsa rate: 75 Hz Rate scan : On Vector : Dynamic or On

Out put intensity :

Peningkatan intensitas untuk menambah kekuatan dan kontraksi yang confort Tehnik aplikasi : electroda bipolar,atau quadri polar diatas otot yang spasme. Durasi : 20 - 30 menit Treatment sequence : 2 - 3 x/minggu

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANTYA


SUKSES UNTUK D-IV FISIOTERAPI PUSTAKA: David L. Paris, Frank Baynes, Barbara Gucker : Effects of the Neuroprobe in the Treatment of Second Degree Ankle Inversion Sprains