Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Peralatan Industri Pertanian

Hari/Tanggal : Senin, 23 April 2012 Dosen : Ir. Ade Iskandar, M.Sc Dr. Meika Syahbana Rusli Asisten Fatia Tririzqi Agus Nurjani Ardissa Utami : F34090027 F34090035 F34090044

ALAT PEMISAH BAHAN

Oleh: Wening Rizkiana Ari Permana Putra F34100139 F34100142

2012 DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam memberikan nilai tambah terhadap suatu komoditi diperlukan adanya pemisahan suatu campuran sehingga dihasilkan produk yang diinginkan. Seringkali dalam industri pengolahan hasil pertanian diperlukan operasi pemisahan komponen komponen suatu campuran menjadi fraksi fraksinya. Fraksi fraksi dari suatu campuran dapat berbeda satu dengan yang lainnya dalam ukuran partikel, fasa atau komposisi. Teknik untuk pemisahan komponen komponen suatu campuran dapat dibagi menjadi metode pemisahan mekanis dan operasi operasi difusinal. Metode pemisahan mekanis biasanya berguna untuk pemisahan partikel padat atau bahan cair tetes sedangkan operasi operasi difusinal melibatkan perubahan fasa atau pemindahan bahan dari suatu fasa ke fasa lainnya. Pemisahan secara mekanis dapat dilakukan antara lain dengan pengayakan, penyaringan, pengendapan, dan sentrifugasi. Sehingga pemisahan pemisahan komponen makanan sangat diperlukan agar hasil yang didapatkan bisa digunakan untuk proses lebih lanjut guna memberi nilai tambah terhadap suatu komoditi.

B. Tujuan Praktikum kali ini bertujuan untuk mempelajari mekanisme kerja dari alat pemisah vibrating screen dan settling tank pada pembuatan pati dan mengetahui perbandingan hasi pengambilan sampel saat pengendapan pada setiap selang waktu tertentu.

II. METODOLOGI A. Alat dan bahan Alat yang digunakan adalah settling tank dan 12 buah gelas plastik, sedangkan bahan yang digunakan adalah tepung yang telah diendapkan. B. Metode
Tepung telah diendapkan dalam settling tank

Diambil 3 bagian bagian permukaan, tengah, dan dasar endapan tepung

Bagian permukaan endapan pada settling tank diambil setiap 5 menit selama 60 menit

Bagian tengah endapan pada settling tank diambil setiap 5 menit selama 60 menit

Bagian dasar endapan pada settling tank diambil setiap 5 menit selama 60 menit

diendapkan

diendapkan

diendapkan

Dibuang airnya dan ditimbang

Dibuang airnya dan ditimbang

Dibuang airnya dan ditimbang

III. PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Bagian dasar : Waktu (menit) Massa (gram)

0 0,81 5 0,89 10 0,84 15 0,68 20 0,86 25 1,79 30 0,52 35 0,69 40 0,55 45 0,92 50 0,23 55 1,60 Keterangan : Blangko = 3 gram
2 1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0

Bagian Dasar
1.79 1.6

0.81

0.89 0.84 0.68

0.86 0.69 0.52 0.55

0.92

Massa

0.23 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60

Bagian Tengah : Waktu (menit) 0 5 10 15 20 25 30 Massa (gram) 0,4 0,5 0,4 0,5 0,2 0,5 0,4

35 0,2 40 0,5 45 0,5 50 0,3 55 0,4 Keterangan : Blangko = 3 gram

Bagian Tengah
0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 0.2 0.2 0.4 0.5 0.4 0.5 0.5 0.4 0.3 0.5 0.5 0.4 Massa

Bagian Atas : Waktu (menit) Massa (gram)

0 0,33 5 -0,19 10 0,05 15 0,03 20 -0,08 25 0,14 30 0,18 35 0,05 40 -0,1 45 -0,15 50 0,06 55 0,04 Keterangan : Blangko = 3 gram

0.4 0.35 0.33 0.3 0.25 0.2 0.18 0.15 0.14 0.1 0.06 0.05 0.05 0.05 0.04 0.03 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 -0.05 0 -0.08 -0.1 -0.1 -0.15 -0.15 -0.19 -0.2

Bagian Atas

Ma

Gambar Pengamatan A. Settling Tank

Outlet air keluar

tangki

B. Vibrating Screen
Lubang zat kasar keluar

mesh

Lubang zat keluar yang halus

B. Pembahasan Dalam industri terdapat berbagai macam proses produksi yang dilakukan salah satunya adalah pemisahan bahan. Alat pemisah bahan merupakan salah satu peralatan penting yang digunakan dalam sebuah industri khususnya agroindustri. Proses pemisahan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan suatu bahan tertentu dari suatu campuran. Pelaksanaan pemisahan dilakukan dengan gaya fisik yang bekerja pada partikel atau bahan cair, gaya ini termasuk gaya gravitasi, gaya sentrifugasi dan gaya kinetik yang timbul dari aliran (Idrial, 1987). Alat pemisah bahan terdiri dari dua jenis, yaitu pemisah bahan mekanis dan pemisah bahan kontak keseimbangan bahan. Alat pemisah bahan mekanis merupakan alat pemisah bahan yang dalam prosesnya tidak merubah fase bahan, dan lebih bersifat mekanis. Alat pemisah bahan mekanis mempunyai prinsip kerja memisahkan bahan berdasarkan ukurannya. Yang termasuk pemisahan mekanis diantaranya adalah penyaringan, pengendapan dan ekstraksi. Filtrasi atau penyaringan adalah metoda pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairan dengan menggunakan alat berpori. Teknik penyaringan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel. Seperti saat kita menyaring santan, ampas kelapa akan tertahan pada saringan, sedangkan santan akan melewati saringannya. Dlam hal ini ampas dapat disebut residu, sedangkan santannya disebut filtrat. Penyaring akan menehan zat padat yang mempunyai ukuran partikel yang lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Metode ini biasanya dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan zat pengotor pada air suntik injeksi dan obat-obatab injeksi serta membersihkan sirop dari kotoran yang ada dalam gula. Prinsip kerja penyaringan (filtrasi) dengan pengayakan pada dasarnya sama, yang membedakannya adalah jika penyaringan digunakan untuk bahan yang berbentuk cairan sedangkan pengayakan digunakan untuk bahan yang berbentuk padatan. Pengayakan atau screening secara umum merupakan suatu pemisahan ukuran berdasarkan pada ukuran partikel dan kelas-kelasnya.

Pengayakan juga dapat digunakan sebagai alat pembersih, memisahkan kontaminan yang ukuran partikelnya berbeda dengan bahan. Pengayakan merupakan satuan operasi pemisahan dari berbagai ukuran bahan untuk dipisahkan dalam dua atau tiga fraksi dengan ayakan. Setiap fraksi yang keluar dari ayakan mempunyai ukuran yang seragam. Pengendapan atau sedimentasi merupakan yaitu pemisahan suatu campuran yang non-koloidal dengan diendapkan secara mekanis. Sedangkan ekstraksi adalah proses mengambil komponen tertentu bahan. Alat pemisahan kontak keseimbangan bahan salah satu contohnya adalah destilasi, kristalisasi, dan sublimasi. Destilasi merupakan metoda pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Kristalisasi merupakan metoda untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Sublimasi merupakan metoda pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan yang dipisahkan dengan proses ini adalah bahan-bahan yang mudah menyublim. Pada praktikum alat pemisah bahan dilakukan pengamatan terhadap alat pemisah bahan mekanis yaitu settling tank dan vibrating screen. Settling tank adalah tangki pengendap yang paling sederhana yang digunakan untuk memisahkan dua buah atau lebih campuran bahan yang bersifat non-koloid (Anonim, 2009). Settling tank terdiri dari beberapa bagian yaitu inlet bahan masuk, outlet air keluar, dan tangki. Untuk mengetahui prinsip kerja settling tank secara langsung praktikan diminta untuk melakukan percobaan dengan larutan pati. Larutan pati diendapkan dengan settling tank dan setiap 5 menit sekali diambil pada setiap bagian (bagian permukaan, tengah, dan dasar endapan) sampai menit ke 60. Endapan dibiarkan sampai benar-benar mengendap, kemudian dipisahkan antara endapan dan airnya dan ditimbang.

Dari grafik pengendapan diperoleh hasil yang bervariasi pada bagian permukaan hasil endapan cukup fluktuatif, namun endapannya lebih sedikit dibandingkan bagian tengah dan dasar. Hal ini terjadi karena semakin lama pati yang terlarut di permukaan akan mengendap dan jatuh ke dasar karena pengaruh gaya gravitasi. Pada bagian tengah hasil pengendapan juga fluktuatif, namun endapannya jauh lebih banyak dibanding bagian permukaan dari waktu ke waktu. Sedangkan pada bagian dasar endapan paling banyak, karena pati yang terlarut akan mengendap di bagian dasar tangki. Faktor faktor yang mempengaruhi kecepatan pengendapan pada settling tank adalah ukuran partike dan metode yang digunakan. Semakin besar atau kasar maka semakin cepat pengendapannya. Sedangkan metode pengendapan yang digunakan disesuaikan dengan sifat dan ukuran partikel yang akan diendapkan. Dalam settling tank yang mempengaruhi pengendapan adalah densitas bahan, luas bak, dan volume bak. Ketinggian bak tidak akan mempengaruhi kecepatan pengendapan karena pengendapan hanya dipengaruhi gravitasi saja. Settling tank banyak digunakan di industri pengolahan limbah cair, dan di beberapa industri pangan. Vibrating screen berfungsi untuk menyaring padatan yang tidak tertangkap di Sand Trape. Padatan tersebut berupa pasir dan fibre yang terikut minyak kasar. Cara kerja vibrating screen sederhana dengan cara bergetar dengan gerak beraturan sehingga padatan yang tersaring bergerak radial kearah dinding pembatas / body vibrating yang terhubung ke talang pembuangan padatan. Talang pembuangan padatan terhubung ke Bottom Cross Conveyor yang akan di sirkulasi ulang menuju Pressing Station untuk di press kembali. Pengepressan ulang ini karena fibre / padatan eks vibro masih mengandung minyak yang cukup tinggi. Mesin ini menyesuaikan amplitudo melalui tube-shaped violent vibration screen antara eccentric shaft dan eccentric blocks. Mesin berputar seperti lingkaran sehingga material dapat tersaring. Salah satu aplikasi pemanfaatan vibrating screen adalah pada industri kelapa sawit. Salah satu aplikasi vibrating screen adalah pada industri minyak sawit. Vibrating screen berfungsi sebagai saringan sisa serabut kulit (fiber) yang masih ikut tercampur dalam minyak sawit dengan

formasi gerakan 3 arah secara bersamaan terus menerus vertical, horizontal dan sirkular (Husaini Jalil, 2002). Menurut Swinkles (1985), vibrating screen memiliki beberapa komponen yaitu generator listrik, papan penyangga, dan wadah seperti corong. Generator listrik berfungsi untuk menggerakkan saringan/ayakan, papan penyaring berfungsi untuk menyaring material pada lubang screen, dan wadah seperti corong berfungsi untuk menaruh material yang akan diayak. Getaran yang dihasilkan vibrating screen akan memudahkan bahan yang hendak dipisahkan lewat saringan. Selain settling tank, pemisahan cairan dapat juga dilakukan dengan alat lain seperti oil purifier, rotary evaporator, mesin sentrifugal, dan mesin distilasi. Oil purifier adalah suatu alat bantu yang digunakan untuk pemisahan dua cairan yang berbeda berat jenisnya. Oil purifier kapal berfungsi untuk membersihkan bahan bakar dari kotoran cair maupun padat (lumpur) sehingga kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak bersih dapat dikurangi. Prinsip

kerja oil purifier sangat identik dengan gaya berat yang dalam prosesnya didukung oleh gaya sentrifugal sehingga proses pemisahannya sangat cepat. Percepatan gaya sentrifugal besarnya antara 6000-7000 kali lebih besar dari pengendapan gravitasi statis. Rotary evaporator pada prinsipnya memisahkan campuran dua larutan berdasarkan perbedaan titik didihantara keduanya disertai putaran (rotasi). Bahan dimasukkan dalam labu bahan, kemudian water bath dinyalakan.Mesin kemudian dihidupkan secara keseluruhan baik mesin vakum,mesin pompa, sedemikian hingga labu bahan akan berputar. Zat dengan titik didih lebih rendah menguap menuju kondensor dan terkondensasi(mengembun) menuju labu distilat. Rotary evaporator terdiri dari kondensator,rotary machine, tabung destilasi, tabung destilat, pompa air, speed rpm, pompa vaccum, waterbath, pengatur tinggi rendah frame, saklar on/off waterbath, dan saklar on/off keseluruhan. Pada alat rotary evaporator memiliki mekanisme kerja yaitu bahan dimasukkan dalam labu bahan,kemudian secara keseluruhan baik mesin vaccum, mesin pompa,sehingga labu bahan akan berputar. Zat dengan titik didih lebih rendahmenguap menuju kondensor dan terkondensasi menuju ke labu destilat. Bahan yang digunakan dalam evaporasi adalah larutan oleoresin,merupakan hasil pencampuran dari larutan cengkeh dengan alkohol 90%yang didiamkan selama satu malam.

Oleoresin di evaporasi maka akanterpisah menjadi minyak cengkeh, air dan alkohol kembali. Pada prsesevaporasi yang akan menguap adalah alkohol, karena alkohol memiliki titik didih rendah sehingga lebuh mudah menguap dibandingkan denganair ataupun cengkeh. Setelah menguap, uap alkohol ditampung di labukondensor untuk didinginkan kembali, sehingga uap dapat berubahmenjadi cair, alcohol dapat dimanfaatkan kembali. Sedangkan air akantertinggal pada labu destilat yang terpisah dengan minyak cengkeh. Mesin sentrifugal digunakan untuk memisahkan air dengan VCO berdasarkan perbedaan berat jenis. Dimana bahan yang mempunyai berat jenis lebih kecil akan berada di atas bahan dengan berat jenis yanglebih besar. Pada santan kelapa terdapat air dan VCO, karena berat jenisair lebih besar daripada VCO maka VCO akan berada di atas dan air di bawah. Bahan yang berat jenisnya lebih kecil kemudian dikenai gayasentrifuge atau terkena putaran akan berada di atas bahan yangmempunyai berat jenis lebih besar. Mesin distilasi pada prinsipnya memisahkan air dengan minyak berdasarkan perbedaan titik didih.Bahan dimasukkan ke dalam penampung bahan dan ditambah pelarut,kemudian dididihkan. Zat dengan titik didih lebih rendah menguapmelalui pipa penghubung dan didinginkan dalam kondensor

kemudianhasil distilasi berupa minyak ditampung dalam penampung distilan (Anonim, 2009).

III. PENUTUP A. Kesimpulan Pemisahan bahan dibagi menjadi dua yaitu pemisahan mekanis, dan pemisahan kontak keseimbangan bahan kimiawi. Pemisahan bahan mekanis

terdiri dari penyaringan, pengayakan, pengendapan. Sedangkan pemisah kontak keseimbangan bahan yaitu kristalisasi, destilasi, dan sublimasi. Settling tank merupakan alat pemisah dengan prinsip pengendapan. Biasanya digunakan untuk pengolahan limbah cair. Dari data yang diperoleh saat percobaan, pada setiap bagian cairan yang diendapkan terdapat perbedaan. Endapan semakin ke dasar akan semakin banyak. Vibrating screen merupakan salah satu mesin pemisah yang memisahkan antara padatan yang besar dan kecil dengan menggunakan prinsip gaya gravitasi. Getaran yang dihasilkan alat ini akan memudahkan bahan yang hendak dipisahkan lewat saringan. Komponen penyusun vibrating screen terdiri atas generator listrik, papan penyangga, dan wadah seperti corong. Salah satu aplikasi pemanfaatan vibrating screen adalah pada industri minyak sawit dimana alat ini berfungsi sebagai saringan sisa serabut kulit (fiber) yang masih ikut tercampur dalam minyak sawit. B. Saran Dalam penggunaan vibrating screen sebaiknya lebih dari 2 fraksi, agar hasil penyaringannya akan semakin baik. Penggunaan alat pemisah bahan harus disesuaikan dengan bahan yang akan diolah.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Pemisahan cairan dengan gaya sentrifugal centrifugasing. http://www.scribd.com/doc/46628517/9. [25 April 2012]. Anonim. 2011. Berbagai macam metode pemisahan. http://www.adipedia.com/2011/03/berbagai-macam-metodepemisahan.html. [25 April 2012]. Idrial. 1987. Peralatan Pengolahan Hasil Pertanian. Skripsi. Fakultas TeknologiPertanian, Institut Pertanian Bogor: Bogor Husaini Jalil. 2002. Industri Kelapa Sawit. http://mesinpabrikkelapasawit.blogspot.com. [25 April 2012]. Swinkels.1985.Sources of Starch,its Chemistry & Physics Di dalam G.M.A,Van Begnum and J.A,Roels,1985.Starch Convention Tech. Marcell Dekker,Inc. New York.