Anda di halaman 1dari 47

Dasar Kesehatan Lingkungan

Pengelolaan Limbah
L/O/G/O
Dinasty Hari Raditya Murti (112110101075)

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember 2012

Pengertian Limbah
limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya

secara umum,

UU RI No. 32 Thn 2009 Ttg Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan

Sisa proses produksi bahan yang tidak mempunyai nilai/tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan/pemakaian, barang cacat/rusak dalam proses, barang cacat/rusak dalam proses produksi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Karakteristik Limbah
Berukuran mikro Dinamis

Berdampak luas (penyebarann ya)

Berdampak jangka panjang

Limbah

Sumber Limbah
Aktivitas alam
Perkembangan industri

Ativitas manusia
Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan

Aktivitas alam
Pembusukan bahan organik alami , Adanya aktifitas gunung berapi Banjir, longsor serta Aktivitas alam yang lain

Pertambahan
Pembukaan lahan untuk pemukiman dan sarana transaportasi Penimbunan.

Faktor- faktor yg mempengaruhi pencemaran limbah thd lingkungan


Frekuensi Pembuanga n Limbah

Volume Limbah

Kandungan Bahan Pencemar

Macam - Macam Limbah

B. Asal
L. Organik L. Anorganik

B. Sumber
L. Industri L. Rmh Tngga L. Pertanian L. Pertambangan

B. Bentuk
L. Cair L. Padat L. Gas & Partikel L. B3

Lanjutan...
Limbah Organik
Mengandung unsur karbon (C) Berasal dari makhluk hidup Sifatnya mudah membusuk Ex: sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya.

Lanjutan...
Limbah AnOrganik
Tidak mengandung unsur karbon (C) Tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami Ex: besi dari mobil bekas atau perkakas, kaca, plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Lanjutan...
Macam-macam Limbah
Keterangan
berasal dari kegiatan pertambangan limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk Berdasarkan sumber merupakan buangan hasil proses industri berasal dari daerah pertanian atau perkebunan

Lanjutan...

Limbah Rumah Tangga

Limbah Industri

Limbah Pertanian

Limbah Pertambangan

Lanjutan...
Limbah Berdasarkan Bentuk Limbah Padat
Menurut WHO,
Sampah padat adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya

Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur atau bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan.

Lanjutan...
Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll.

Secara garis besar limbah padat terdiri dari :


1) Limbah padat yang mudah terbakar. 2) Limbah padat yang sukar terbakar. 3) Limbah padat yang mudah membusuk. 4) Limbah yang dapat di daur ulang. 5) Limbah radioaktif. 6) Bongkaran bangunan. 7) Lumpur.

Lanjutan...
Jenis Limbah Padat
Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish), yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga sulit membusuk, misalnya kertas, plastic, kaca dan logam.

Sampah organik mudah busuk (garbage), yaitu limbah padat semi basah, berupa bahanbahan organik yang mudah busuk

Sampah abu (ashes), yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil pembakaran.

Lanjutan...

Smpah bangkai binatang (dead animal), yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang

Sampah sapuan (street sweeping), yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan

Sampah industry (industrial waste), semua limbah padat buangan industry

Lanjutan...
Jenis Limbah Cair PP 82 thn 2001,
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud Cair.

Sugiharto, 1987,
Kotoran dari masyarakat & rumah tangga dan juga yang berasal dari industri air dan juga yang berasal dari industri, air tanah, air permukaan serta buangan lainnya atau air buangan yang bersifat kotoran umum

Lanjutan...
a) Limbah cair domestic (domestic wastewater) yaitu limbah cair hasil buangan dari rumahtangga, bangunan perdagangan, perkantoran, dan sarana sejenis. Ex: air deterjen sisa cucian, air sabun, tinja b) Limbah cair industry (industrial wastewater), yaitu limbah cair hasil buangan industry. Ex: air sisa cucian daging, buah, sayur dari industry pengolahan makanan dan sisa dari pewarnaan kain/bahan dari industry tekstil c) Rembesan dan luapan (infiltration and inflow), yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. d) Air Hujan (strom water), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah.

Lanjutan...
Jenis Limbah Gas
Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.

Lanjutan...
Jenis limbah gas yang berada di udara terdiri dari bermacam-macam senyawa kimia. Misalnya: karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), Nitrogen oksida (NOx), Sulfur dioksida (SOx), asam klorida (HCl), Amonia (NH3), Metan (CH4), Klorin (Cl2). Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan, disebut materi partikulat.

Lanjutan...
Jenis Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.

Lanjutan...
Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi.

Klasifikasi B3 berdasrkan Sumbernya Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.

Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut.

Dampak Limbah
DAMPAK TERHADAP KESEHATAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

Penyakit diare dan tikus penyakit ini terjadi karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat

Menurunnya kualitas lingkungan

Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap

Menurunnya estetika lingkungan

Perbedaan Pengolahan dan Pengelolaan


hanya bagian terakhir dari suatu proses kegiatan-upaya kuratif

Pengolahan

Pengelolaan

upaya dari awal sampai akhir dengan pendekatan preventif

Pengolahan Limbah

Lanjutan...
Karena berpotensi mencemari lingkungan Perlu diolah dengan proses dan pendekatan untuk memperkecil dampak melalui perpanjangan nilai tambah sebagai produk sampingan sebelum nantinya limbah diolah.

Dengan bertambahnya nilai manfaat limbah maka pemakaian sumberdaya dapat diefisienkan pemanfaatannya

Pengolahan limbah sendiri harus menggunakan proses dan pendekatan teknologi yang akrab lingkungan

Lanjutan...

Definisi Pengolahan
Pengolahan lebih mengutamakan cara untuk menghilangkan dan atau mengurangi dampak yang terjadi pada limbah yang apabila tidak dilakukan maka akan berdampak negatif pada lingkungan

Lanjutan...
Pengolahan Limbah Cair...
1. Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment) Tujuan : usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah.
Pada tahap ini dilakukan penyaringan, penghancuran atau pemisahan air dari partikelpartikel yang dapat merusak alat-alat pengolahan air limbah, seperti pasir, kayu, sampah, plastik dan lain-lain.

Lanjutan...
2. Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Tujuan : menghilangkan partikel partikel padat organik dan organik melalui proses fisika, yakni sedimentasi dan flotasi. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease).

3. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)


Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film, suspended film dan lagoon system.

Lanjutan...
4. Pengolahan Akhir (Final Treatment) Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet 5. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment) Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah.

Lanjutan...
Pengolahan Limbah Padat
Menurut sifatnya, yaitu : 1. Limbah padat tanpa pengolahan adalah limbah padat yang tidak mengandung unsur kimia yang beracun dan berbahaya dapat langsung dibuang ke tempat tertentu sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
2. Limbah padat dengan pengolahan adalah limbah padat yang mengandung unsur kimia beracun dan berbahaya harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat-tempat tertentu.

Pengolahan limbah padat juga dapat dg cara mendaur ulang dan pembakaran

Lanjutan...
Metode Pengolahan Limbah B3...
1. Chemical Conditioning. Tujuan utama dari chemical conditioning ialah:
menstabilkan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam lumpur mereduksi volume dengan mengurangi kandungan air dalam lumpur mendestruksi organisme patogen memanfaatkan hasil samping proses chemical conditioning yang masih memiliki nilai ekonomi seperti gas methane yang dihasilkan pada proses digestion mengkondisikan agar lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman dan dapat diterima lingkungan.

Lanjutan...

2. Solidification/Stabilization. Stabilisasi adalah proses pencampuran limbah dengan bahan tambahan (aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut. Solidifikasi adalah proses pemadatan suatu bahan berbahaya dengan penambahan aditif. Teknologi solidikasi/stabilisasi umumnya menggunakan semen, kapur (CaOH2), dan bahan termoplastik. Metode yang diterapkan di lapangan ialah metode in-drum mixing, in-situ mixing, dan plant mixing.

3. Incineration. Pembakaran atau Insinerasi ini mengurangi volume dan massa limbah. Proses insinerasi menghasilkan energi dalam bentuk panas. Kelebihan : sebagian besar dari komponen limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat. Selain itu, insinerasi memerlukan lahan yang relatif kecil.

Pengelolaan Limbah

Lanjutan...

Lanjutan...

Lanjutan...

Lanjutan...

Definisi Pengelolaan
Pengelolaan merupakan seluruh rangkaian proses yang dilakukan untuk mengkaji aspek kemanfaatan benda/barang dari sisa suatu kegiatan sampai betul2 pada akhirnya harus menjadi limbah, karena tidak mungkin dimanfaatkan lagi

Lanjutan...
Mengurangi (reduce) Meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan. Menggunakan kembali (reuse) Memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (disposable).

Prinsip Pengelolaan Limbah


Mendaur ulang (recycle) Barang2 yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Mengganti (replace) Mengganti barang2 yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.

Lanjutan...
Metode Pengelolaan Air Limbah (Limbah Cair)..,
1. Pengeceran (disposal by dilution) Dengan cara ini air limbah akan mengalami purifikasi alami. Namun, dapat mencemari air permukaan dg bakteri patogen, larva, dan telur cacing, dll.
2. Cesspool

Bentuk cesspool menyerupai sumur tetapi digunakan untuk pembuangan air limbah. Dibuat pd tanah yg porous (berpasir). Jarak cesspool dg sumur air bersih adalah 45 m dan minimal 6 m dari pondasi.

Lanjutan...
3. Sumur Resapan (seepage pit) merupakan sumur tempat menampung air limbah yang telah mengalami pengolahan dlm sistem lain, misalnya dari aqua privy atau septic tank. Lama pemakaian dapat mencapai sekitar 6 10 tahun. 4. Septic tank Menurut WHO, merupakan metode terbaik untuk mengelola air limbah walau biayanya mahal, rumit, dan memerlukan tanah yg luas. Septic tank memiliki 4 bagian, antara lain : 1. Ruang pembusukan 2. Ruang Lumbur

3. Dosing chamber
4. Bidang resapan

Lanjutan...
5. Sistem Riool (sewage) menampung kotoran dari lingkungan. Apabila dipakai untuk menampung air hujan, sistem riol ini disebut combined system sedangkan jika bak penampung air hujannya dipisahkan maka disebut

separated system.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Proses pengolahan yg dilakukan, antara lain : Penyaringan (screening) Pengendapan (sedimentation) Proses biologis Disaring dg saringan pasir (sand filter) Desinfeksi Pengenceran

Lanjutan...
Pengelolaan Limbah Padat..,
1. Tahap Pengumpulan dan Penyimpanan di Tempat Sumber Adapun tempat penyimpanan sementara (tempat sampah) yg digunakan hruz memenuhi syarat : Konstruksi harus kuat dan tidak mudah bocor Memiliki tutup dan mudah dibuka tanpa mengotori tangan Ukuran sesuai sehingga mudah diangkat oleh 1 org.
Pengumpulan sampah dpt dilakukan dg 2 metode, yaitu : a. Sistem duet : tempat sampat kering dan tempat sampah basah. b. Sistem trio : tempat sampah basah, sampah kering, dan tdk mudah terbakar

Lanjutan...
Untuk membangun suatu dipo, ada beberapa persyaratan yg harus dipenuhi, yaitu :
Dibangun di atas permukaan tanah dg ketinggian bangunan setinggi kendaraan pengangkut sampah Memiliki 2 pintu, (pintu msuk & keluar) Memiliki lubang ventilasi yg tertutup kawat halus Ada kran air untuk membersihkan Tdk menjadi tempat tinggal atau sarang lalat dan tikus Mudah dijangkau msyarakat

Lanjutan...
2. Tahap Pengangkutan
Dari dipo, sampah yg diangkut ke tempat pembuangan akhir atau pemusnahan sampah dg mempergunakan truk pengankut sampah yg disediakan DInas Kebersihan Kota.

Pengaruh Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat dan Lingkungan..,


Pengaruh Positif
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sampah dapat dimanfaatkan untuk menimbun lahan (rawa2 atau daratan rendah) Sampah dpt dimanfaatkan untuk pupuk Sampah dpt diberikan untuk makanan ternak Berkurangnya tempat untuk berkembangbiak serangga atau binatang ternak Menurunkan insidensi kasus penyakit menular yg erat hub dg sampah Keadaan estetika lingkungan yg bersih menimbulkan kegairahan hidup masyarakat Keadaan ling yg baik mencerminkan kemajuan budaya masyarakat Menghemat pengeluaran dana kesehatan suatu negara

7.
8.

Lanjutan...
a.

Pengaruh negatif

Terhadap Kesehatan Pengelolaan sampah yg krg baik akan menjadikan sampah sebagai perkembangbiakan vektor penyakit Insiden penyakit DBD akan meningkat Terjadi kecelakaan akibat pembuangan sampah scr sembarangan Gangguan psikosomatis (sesak napas, insomnia, stres, dll) b. Terhadap Lingkungan

Estetika lingkungan menjadi krg sedap dipandang mata


Proses pembusukkan sampah oleh mikroorganisme akan menimbulkan bau busuk Pembakaran sampah dpt menimbulkan pencemaran udara Aliran air terganggu dan saluran air menjadi dangkal Menyebabkan banjir Menyebebkan kerusakan pd fasilitas masyarakat

Lanjutan...
c. Terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat
Pengelolaan sampah yg krg baik mencerminkan keadaan sosial budaya masy setempat Akan menurunkan minat dan hasrat org lain untuk datang berkunjung Dpt menyebakan terjadinya perselisihan Angka kasus kesakitan meningkat dan mengurangi hari kerja Dana sektor lain berkurang Penurunan pemasukan daerah Penurunan mutu dan SDA Menyebabkan kemacetan lalulintas yg dpt menghambat kegiatan tranportasi brg dan jasa

Thank You!
L/O/G/O
www.themegallery.com