Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) PROGRAM STUDI AKADEMI KEBIDANAN UNIVERSITAS INDONE SIA TIMUR PROGRAM DIPLOMA IV BIDAN

PENDIDIK Sub Pokok bahasan : Abortus Insipien Waktu : 50 Menit Tempat : Ruang kelas DIV Bidan Pendidik UIT. Hari/tgl Pelaksanaan : .................................. Jam Pelaksanaan : ................................ A. PENDAHULUAN Perdarahan selama kehamilan dapat dianggap sebagai suatu keadaan akut yang dapat membahayakan ibu dan anak, sampai dapat menimbulkan kematian. sebanyak 20% wanita hamil pernah mengalami perdarahan pada awal kehamilan dan se bagian mengalami abortus. Hal ini tentu akan menimbulkan ketidakberdayaan dari w anita sehingga ditinjau dari suatu kesehatan akan sangat ditanggulangi untuk men ingkatkan keberdayaan seorang wanita. Ada beberapa keadaan yang dapat menimbulkan perdarahan pada awal kehamilan seperti imlantasi ovum, karsinoma servik, abortus, mola hidatidosa, ke hamilan ektopik, menstruasi, kehamilan normal, kelainan lokal pada vagina/ servi k seperti varises, perlukaan, erosi dan polip. Semua keaaaan ini akan menurunkan keberdayaan seorang wanita dan karenanya akan dijelaskan bagaimana cara-cara pe nanggulangannya seperti pencegahan, pengobatannya, maupun kalau perlu rehabilita sinya. Maka semua wanita dengan peradarahan pervagina selama kehamilan s eharusnya perlu penanganan dokter spesialis. Peranan USG vaginal smear, pemeriks aan hemoglobin, fibrinogen pada pada missed abortion, pemeriksaan incomptabiliti ABO dan lain-lain, sangat diperlukan. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan peserta didik dapat mengetahui tentang Abortus Insipien 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 kali pertemuan peserta didik dap at: a. Menjelaskan tentang pengertian Abortus Insipien. b. Menjelaskan penyebab-penyebab dari Abortus Insipien. c. Menjelaskan tanda dan gejala Abortus Insipien. d. Menjelaskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan saat terjadi Abortus Insipien. e. Menjelaskan komplikasi yang terjadi pada Abortus Insipien. C. TARGET Peserta didik dapat mengetahui tentang pengertian, tanda dan gejala, pertolongan dan komplikasi pada abortus insipien D.POKOK BAHASAN Abortus Insipiens E. SUB POKOK BAHASAN 1. Pengertian abortus insipien 2. Tanda dan gejala abortus insipien 3. penyebab terjadinya abortus insipien. 4. Pertolongan yang dapat dilakukan terhadap pasien abortus insipien 5. Pengetahuan tentang bahaya dan komplikasi abortus insipien F. METODE

1. Ceramah 2. Diskusi G. MEDIA 1. Materi pangajaran 2. Laptop dan LCD H. STRATEGI PELAKSANAAN 1. Waktu : ........., tanggal ........................ 2. Tempat : Ruang Kelas Bidan Pendidik DIV UIT

I. SUSUNAN ACARA Kegiatan belajar mengajarnya sebagain berikut: No. Tahap kegiatan Kegiatan Mengajar Kegiatan Mahasiswa Media & Alat Pengajaran Waktu 1.

2. Pendahuluan

Penyajian

(10% waktu tersedia) 1 .Salam Pembuka Salam perkenalan Kontrak kuliah

2. Menjelaskan deskripsi

singkat yang dibahas.

3. Menjelaskan tujuan yang akan dicapai pada pertemuan ini.

(80% waktu tersedia) 4. Menjelaskan pengertian abortus insipien.

5. Menjelaskan penyebab abortus insipien.

Membalas salam Menyepakati kontrak kuliah

Memperhati kan

Menyimak

Mendengar kan dengan penuh perhatian Mencatat

Memperhati kan

- Laptop - LCD - GBPP dan kontrak kuliah

Laptop, LCD, White board dan Spidol 5 menit

40 menit

3.

Penutup 6. Menjelaskan tentang tanda-tanda dan gejala abortus insipien. 7. Menjelaskan pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada abortus insipien. 8. Menjelaskan bahaya atau komplikasi abortus insipien.

9. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. 10. Menyebarkan pertanyaan tersebut kepada mahasiswa lain untuk menjawab. 11. Merangkumkan materi yang dijelaskan. 12. Mengevaluasi peserta didik.

13. Menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

(10% waktu tersedia) -Menutup dan memberi salam.

Mendengarkan dengan penuh perhatian.

Meperhatikan dan mencatat.

Memperhatikan dan mencatat.

Memperhatikan jawaban dari pemateri Menjawab pertanyaan

Memperhatikan

Mengerjakan

Memperhatikan

Menjawab salam

Laptop, LCD, dan spidol

5 menit J. EVALUASI 1. Mahasiswa mampu menjelakan pengertian abortus insipien 2. Mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala abortus insipien. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan penyebab terjadinya abortus insipien. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan pertolongan yang dapat dilakukan terhadap pas ien abortus insipien. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan pengetahuan tentang bahaya dan komplikasi abor tus insipien. J. MATERI ( Terlampir) K . KRITERIA EVALUASI Evaluasi Hasil - Tes lisan : Diakhir ceramah - Penilaian System penilaian sesuai dengan masing-masing pertanyaan tiap nomor : 1. Bila benar semua, nilai : 1 2. Bila benar semua, nilai : 5 3. Bila benar semua, nilai : 5 4. Bila benar semua, nilai : 5 5. Bila benar semua, nilai : 4 Jumlah nilai benar pada semua soal : 20 point Klasifikasi penilaian: - Bila nilai benar : 0 5 : D : berarti tidak memahami - Bila nilai benar : 6 10 : C : berarti kurang memahami - Bila nilai benar : 11 15 : B : berarti cukup memahami - Bila nilai benar : 16 -20 : A : berarti memahami / mengerti L . DAFTAR PERTANYAAN 1. Apakah yang disebut dengan Abortus insipien? 2. Apa penyebab dari abortus insipien? 3. Bagaimana tanda dan gejala terjadinya abortus insipien? 4. Apa tindakan tindakan yang dapat diberikan pada pasien yang mengalami abortus insipien? 5. Komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada pasien yang mengalami abortus insipien? Materi : Abortus Insipien A. Pengertian Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum jani n dapat hidup di luar kandungan, yaitu sebelum usia kehamilan 28 minggu dan sebe lum janin mencapai berat 1000 gram. Abortus insipien adalah abortus yang sedang mengancam di mana telah terjadi pendataran serviks dan osteum uteri telah membuka akan tetapi hasil dar i konsepsi masih berada di dalam kavum uteri. B. Penyebab 1. Kelainan ovum Menurut Hertig dan kawan-kawan pertumbuhan abnormal dari fetus ser ing menyebabkan abortus spontan, menurut penyelidikan mereka dari 1000 abortus s

pontan maka 48,9% disebabkan karena ovum yang patologis, 3,2% disebabkan oleh ke lainan letak embrio dan 9,6% disebabkan karena plasenta yang abnormal 6% diantar anya terdapat degenerasi hidatid vili. Abortus spontan yang dikarenakan kelainan dari ovum berkurang kemungkinannya kalau kehamilan lebih dari 1 bulan, artinya makin muda kehamilan saat terjadinya abortus makin besar kemungkinan disebabkan oleh kelainan ovum 2. Kelainan genetalia ibu Misalnya pada ibu yang menderita Anomaly kongital ( hipoplasia u teri, uterus bikornis, dll ), kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi ute ri fiksata ,tidak sempurnanya persiapan fetus dalam menanti nidasi dari ovum yan g sudah dibuahi, seperti kurangnya progesterone dan estrogen, endometriosis, mio ma submukosa. Uterus terlalu cepat teregang ( kehamilan ganda, mola ) ,distorsia uteri misalnya karena terdorong oleh tumor pelvis 3. Gangguan sirkulasi plasenta Kita jumpai pada ibu yang menderita penyakit nefritis, hipertensi , toksemia gravidarum, anomaly plasenta, endarteritis 4. Penyakit-penyakit ibu Misalnya : Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi seperti p neumonia, tipoid, piellitis, rubella dan demam malta dsb, keracunan Pb, nikotin, gas racun, alcohol dll, Ibu yang asfiksia seperti pada dekompensasi kordis, pen yakit paru berat, anemia gravid, Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolis me, hipotyroid, kekuarangan vitamin A, C dan E, diabetes melitus. 5. Antagonis rhesus Pada antagonis rhesus darah ibu yang melalui plasenta merusak darah fe tus sehingga terjadi anemi pada fetus yang berakibat meninggalnya fetus. 6. Rangsangan pada ibu-ibu yang menyebabkan uterus kontraksi Umpamanya : sangat terkejut, obat-obatan uterotonika, ketak utan, laparotomi dll. 7. Penyakit bapak Umur lanjut, penyakit kronis seperti : TBC, anemi, dekompen sasi kordis, malnutrisi, nefritis, sifilis, keracunan, ( alkohol, nikotin, Pb dl l ), sinar roentgen, avitaminosis. C. Patologi Pada permulaan terjadi pendarahan dalam desidua basalis diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya, kemudian sebagian atau seluruhnya hasil konsepsi t erlepas karena dianggap benda asing maka uterus berkontraksi untuk mengeluarkann ya. Pada kehamilan dibawah 8 minggu hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya karena vili korealis belum menembus desidua basalis terlalu dalam, sedangkan pada keha milan 8 14 minggu telah masuk agak dalam sehingga sebagian keluar dan sebagian lag i akan tertinggal karena itu akan banyak terjadi pendarahan. D. Tanda dan gejala Gejala utama 1. Pendarahan pervagina, keluar gumpalan darah 2. Rasa mules atau keram perut, nyeri karena kontraksi rahim kuat 3. Pembukaan osteum uteri, Servile terbuka den teraba ketuban Gambaran klinik Apabila setelah abortus pendarahan makin banyak dan disertai rasa mule s yang semakin sering semakin kuat dan semakin dirasakan sakit disertai dilatasi servik . Hasil konsepsi seluruhnya masih berada di dalam kavum uteri. Dengan se makin kuatnya kontraksi uterus serviks terbuka dan semakin banyak pendarahan dan pada suatu ketika hasil konsepsi terdorong keluar dari kavum uteri E. Tindakan-tindakan yang dilakukan dalam Pengeluaran hasil konsepsi pada abortu s insipien ) 1. Beri suntikan ergometrin 0,5 mg IM dan simpanlah apapun yang keluar dari vagina untuk ditunjukkan kepada dokter

2. Bila pendarahan sedikit, tunggu terjadinya abortus spontan yang berlangsun g 36 jam.kasih morfin bila perlu untuk menghilangkan rasa sakit dan relaktan ser vik 3. Segera lakukan pengosongan uterus apabila kehamilan kurang dari 12 minggu Pengosongan uterus dapat dilakukan dengan kuret vakum atau cunam abortus disusul kerokan ( Pengeluaran hasil konsepsi dapat diinduksi terlebih dahulu dengan pit osin drip atau dilatasi dengan laminaria ). 4. Beri oksitosin 10 unit dan dekstrose 5% 8 tets/menit 5. Rujuk ke rumah sakit untuk pengosongan kavum uteri 6. Beri suntikan ergometrin 0,5 mg IM untuk mempertahankan kontraksi uterus F. Komplikasi 1. Anemi oleh karena perdarahan 2. Perforasi karena tindakan kuret Infeksi 3. Syok pendarahan atau syok endoseptik 4. Resusitasi cairan hendaknya dilakukan terlebih dahulu dengan NaCl atau RL disusul transfusi darah. G. Hal hal yang harus diperhatikan ibu hamil saat terjadi pendarahan pada rimester I 1. Jika pendarahan sedikit seperti bercak-bercak darah pada saat menstruasi m aka dianjurkan untuk ibu hamil untuk istirahat tirah baring 2. Jika perdarahan semakin lama semakin banyak maka lebih baik periksakan ibu ke rumah sakit karena kemungkinan terjadinya abortus sangat tinggi t