P. 1
Isi

Isi

|Views: 81|Likes:
Dipublikasikan oleh Imam Nawawie

More info:

Published by: Imam Nawawie on Oct 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki potensi besar baik dalam sektor pertanian, perdagangan, jasa, maupun perindustrian. Namun demikian, Jawa Barat masih memiliki penduduk miskin dengan presentase tertinggi berada di kabupaten Bogor sebesar 9,19 persen dan terendah di kota Banjar sebesar 0,30 persen. Kawasan di Jawa Barat yang memiliki presentase ekonomi berbasis pengetahuan dan budaya adalah wilayah Priangan Timur, yang terdiri dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Pengembangan kewirausahaan merupakan salah satu solusi dalam pengentasan kemiskinan. Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu kabupaten yang berada di wilayah Priangan Timur memiliki potensi Sumber Daya Alam dan Sumer Daya Manusia yang dapat digali kreatifitasnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini didukung antara lain dengan semakin bertambahnya sentra bisnis dan pengembangan wirausaha di Kabupaten Tasikmalaya. Gambaran umum Kabupaten Tasikmalaya Terpisah dari Kota Tasikmalaya dan berkembang menjadi kota otonom pada tanggal 21 Juni 2001, Kabupaten Tasikmalaya sedikitnya membawahi 39 kecamatan dan selanjutnya terbagi lagi menjadi 351 desa dan kelurahan. Kabupaten Tasikmalaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terletak di tenggara daerah Priangan, Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini dinilai sebagai kabupaten paling besar dan berperan penting di wilayah Priangan Timur. Sebagian besar wilayah Kabupaten ini merupakan daerah hijau, terutama pertanian dan kehutanan. Kabupaten Tasikmalaya terkenal akan produksi Kerajinan, hasil pertanian seperti Salak, dan Nasi Tutug Oncom sebagai makanan khas daerah. Kabupaten Tasikmalaya juga dikenal sebagai pusat keagamaan besar di Jawa Barat, yang memiliki lebih dari 800 pesantren yang tersebar di penjuru wilayah Kabupaten.

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

1

Tensi sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya cukup beragam dan memiliki karakter yang khas. Sektor industri kecil merupakan penopang pertumbuhan perekonomian rakyat yang cukup berkembang di kabupaten ini. Produksi dilaksanakan secara home industry dan tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Produk-produk sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan pada peningkatan daya saing produksi melalui pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif dengan basis bahan baku lokal untuk pemenuhan pasar lokal, regional maupun ekspor. Kabupaten Tasikmalaya juga menyimpan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan dengan keragaman daya tarik wisata yang dimiliki. Karakteristik potensi wisata di kabupaten ini terdiri dari wisata pegunungan, wisata pantai, wisata petualangan dan wisata budaya/religi. Peluang pengembangan investasi di sektor pariwisata adalah pembangunan sarana akomodasi wisata yang representatif maupun sarana penunjang wisata lainnya. Lokasi potensial yang memiliki daya tarik wisata adalah Kecamatan Sukaratu, Kecamatan Salawu, Kecamatan Bantarkalong dan Kecamatan Cikalong serta Cipatujah. Pengembangan investasi di sektor agrobisnis sangat terbuka, mengingat ketersediaan lahan yang belum tergarap optimal masih cukup luas. Dukungan lain untuk pengembangan agrobisnis di Kabupaten Tasikmalaya adalah jenis tanah, cuaca, maupun sumber daya alam lainnya. Sektor peternakan juga sangat terkait erat dengan pengembangan sektor agrobisnis. Sektor peternakan diharapkan mampu menunjang pengembangan sektor agrobisnis yang diarahkan pada pengembangan komoditi unggulan yang ramah lingkungan dan berbahan organik. Pengembangan sektor peternakan di kabupaten ini diprioritaskan pada ternak besar maupun unggas. Pola pengembangan ternak besar diarahkan pada usaha penggemukan maupun peranakan. Lokasi pengembangan di arahkan ke wilayah bagian tengah dan selatan kabupaten. Sedangkan untuk pengembangan ternak unggas diarahkan di wilayah utara kabupaten. Wilayah Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah tangkapan air. Kondisi ini menyebabkan persedian air di Kabupaten Tasikmalaya cukup melimpah, sehingga sangat baik untuk pengembangan/budidaya perikanan air tawar. Disamping itu, kabupaten ini juga menyimpan potensi sumber daya hayati kelautan di Zona Ekonomi Ekslusif Samudera Indonesia yang belum

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

2

optimal di ekplorasi. Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki panjang pantai sejauh 54 km yang menyimpan potensi sumber daya perairan untuk pengembangan tambak udang dan ikan air payau. Potensi sektor pertambangan juga cukup melimpah.Terdapat 39 jenis bahan tambang yang telah diidentifikasikan. Hingga saat ini potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya belum dilakukan kajian sehingga cadangan bahan tambang belum diketahui secara pasti. Sebagian potensi bahan tambang sudah dilakukan eksplorasi oleh pengusaha kecil lokal dan sebagian kecil oleh investor luar. Dengan demikian peluang investasi di sektor pertambangan masih terbuka lebar. Profil dan Demografi Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten Tasikmalaya terletak di bagian tenggara Propinsi Jawa Barat, dengan koordinat 07o10-07o49 LS dan 107o56-108o80 BT, dengan batas sebelah barat Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Majalengka, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Garut, Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ciamis. Luas wilayah Kab. Tasikmalaya 2.563,35 Km2 atau 271.251,71 Ha. Secara administratif terbagi kedalam 39 Kecamatan dan 351 Desa, jumlah penduduk 1.743.324 jiwa dengan kepadatan penduduk ssebesar 757,38 per km2. Luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya adalah 268.090 ha. Adapun penggunaan lahan tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 49.662 ha dan lahan darat/bukan sawah seluas 218.428 ha. Karakteristik topografi wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat bervariasi yang terdiri dari zona pegunungan, perbukitan dan pedataran. Wilayah tertinggi adalah gunung Galunggung yang terletak 1.600 m.dpl dan terendah adalah di sepanjang pesisir pantai Samudera Indonesia. Sejarah singkat Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten Tasikmalaya terdiri atas 39 kecamatan, yang dibagi lagi atas 351 desa dan kelurahan.Kota Tasikmalaya sempat menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tetapi kini menjadi kota otonom sejak 21 Juni2001. Sejak itu, secara bertahap pusat pemerintahan kabupaten ini dipindahkan ke Kecamatan Singaparna.

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

3

Pada awalnya, nama yang menjadi cikal-bakal Tasikmalaya terdapat di daerah Sukapura. Sukapura dahulunya bernama Tawang atau Galunggung, sering juga disebut Tawang-Galunggung.Tawang berarti sawah atau tempat yang luas terbuka. Penyebutan Tasikmalaya menuncul setelah Gunung Galunggung meletus sehingga wilayah Sukapura berubah menjadi Tasik (danau, laut) dan malaya dari (ma) ayah yang bermakna ngalayah (bertebaran) atau deretan pegunungan di pantai Malabar (India). Tasikmalaya mengandung arti keusik ngalayah, bermakna banyak pasir di mana-mana. Dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap sah apabila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan. Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadra pada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya. Dari Sang Batari inilah dikemukakan ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siksa kandang Karesian. Ajarannya ini masih dijadikan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuan Pajajaran. Kerajaan Galunggung ini bertahan sampai 6 raja berikutnya yang masih keturunan Batari Hyang. Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan di Sukakerta dengan Ibukota di Dayeuh Tengah (sekarang termasuk dalam Kecamatan Salopa, Tasikmalaya), yang merupakan salah satu daerah bawahan dari Kerajaan Pajajaran. Penguasa pertama adalah Sri Gading Anteg yang masa hidupnya sejaman dengan Prabu Siliwangi. Dalem Sukakerta sebagai penerus tahta diperkirakan sezaman dengan Prabu Surawisesa (1521-1535 M), Raja Pajajaran yang menggantikan Prabu Siliwangi.

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

4

Pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa kedudukan Pajajaran sudah mulai terdesak oleh gerakan kerajaan Islam yang dipelopori oleh Cirebon dan Demak. Sunan Gunung Jati sejak tahun 1528 berkeliling ke seluruh wilayah tanah Sunda untuk mengajarkan Agama Islam. Ketika Pajajaran mulai lemah, daerahdaerah kekuasaannya terutama yang terletak di bagian timur berusaha melepaskan diri. Mungkin sekali Dalem Sukakerta atau Dalem Sentawoan sudah menjadi penguasa Sukakerta yang merdeka, lepas dari Pajajaran. Tidak mustahil pula kedua penguasa itu sudah masuk Islam. Periode selanjutnya adalah pemerintahan di Sukapura yang didahului oleh masa pergolakan di wilayah Priangan yang berlangsung lebih kurang 10 tahun. Munculnya pergolakan ini sebagai akibat persaingan tiga kekuatan besar di Pulau Jawa pada awal abad XVII Masehi, yaitu Mataram, Banten, dan VOC yang berkedudukan di Batavia. Wirawangsa sebagai penguasa Sukakerta kemudian diangkat menjadi Bupati daerah Sukapura, dengan gelar Wiradadaha I, sebagai hadiah dari Sultan Agung Mataram atas jasa-jasanya membasmi pemberontakan Dipati Ukur. Ibukota negeri yang awalnya di Dayeuh Tengah, kemudian dipindah ke Leuwiloa Sukaraja dan “negara” yang disebut “Sukapura”. Pada masa pemerintahan R.T. Surialaga (1813-1814) ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya. Kemudian pada masa pemerintahan Wiradadaha VIII ibukota dipindahkan ke Manonjaya (1832). Perpindahan ibukota ini dengan alasan untuk memperkuat benteng-benteng pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Pada tanggal 1 Oktober 1901 ibukota Sukapura dipindahkan kembali ke Tasikmalaya.Latar belakang pemindahan ini cenderung berdasarkan alasan ekonomis bagi kepentingan Belanda. Pada waktu itu daerah Galunggung yang subur menjadi penghasil kopi dan nila. Sebelum diekspor melalui Batavia terlebih dahulu dikumpulkan di suatu tempat, biasanya di ibukota daerah.Letak Manonjaya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung. Nama Kabupaten Sukapura pada tahun 1913 diganti namanya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratanuningrat (1908-1937) sebagai Bupatinya. Keadaan Alam Kabupaten Tasikmalaya

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

5

Sebagian besar wilayah Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah perbukitan, khususnya di daerah timur Kabupaten. Beberapa berupa pegunungan, seperti yang terlihat di bagian barat laut dimana pegunungan Galunggung berada.Hanya 13.05% bagian dari Kabupaten yang terletak di dataran rendah dengan ketinggian dari nol hingga 200 meter. Sementara ketinggian rata-rata dari Kabupaten ini adalah 200 hingga 500 meter. Sisanya menjulang hingga ketinggian puncak Gunung Galunggung 2,168 meter. Kabupaten ini dilalui oleh rantai gunung berapi di Pulau Jawa, di mana daerah ini secara alami memiliki tanah yang kaya dan subur, dan menyediakan sumber daya air yang melimpah. Kabupaten Tasikmalaya juga berada rendah di rongga lereng gunung, yang memasok tangkapan curah hujan dan kawasan resapan air lebih banyak. Kelebihan tersebut didukung oleh iklim tropis hutan hujan di mana Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan hujan deras. Kabupaten Tasikmalaya mengalami iklim tropis hutan hujan. Kabupaten ini menerima curah hujan tahunan rata-rata 2,072 mm. Meskipun mendapatkan hujan deras, Kabupaten ini memiliki temperatur yang sedang. Suhu rata-rata harian Kabupaten Tasikmalaya bervariasi, berkisar antara 20 ° sampai 34 ° C di daerah dataran rendah dan 18 ° sampai 22 ° C di daerah dataran tinggi. Sektor Agrobisnis dan Indeks Pebangunan Manusia (IPM) Sesuai dengan visi Kabupaten Tasikmalaya yaitu “tasikmalaya yang religius/islami, sebagai kabupaten Yang maju dan sejahtera, serta kompetitif dalam bidang Agrobisnis di jawa barat tahun 2010” sektor agrobisnis merupakan sektor yang cukup signifikan dalam membantu perkembangan perekonomian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Pencapaian visi diupayakan melalui suatu tahapan misi yang berperan sebagai akselarasi pembangunan, dan perwujudannya melalui pencerminan suatu yang konkrit dan dapat diukur (kuantitatif). Sejalan dengan itu maka dalam akselarasi tersebut perlu adanya suatu indikator yang dapat digunakan sebagai acuan pencapaian visi secara makro. Indikator ini terdiri dari indikator ekonomi makro, sosial makro, yang dijabarkan dalam 14 (empat belas) item dimana semuanya bermuara pada indikator Indeks Pembangunan

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

6

Manusia (IPM) sebagai indikator keberhasilan (outcome) pembangunan Kabupaten Tasikmalaya selama kurun waktu 5 tahun sbb :

No 1

2 3 4

INDIKATOR Indeks Pembangunan Manusia - Angka Harapan Hidup (AHH) (tahun) - Angka Melek Huruf (AMH) (%) - Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) (tahun) - Daya Beli Masyarakat (Rp) - Indeks Kesehatan - Indeks Melek Huruf - Indeks Lama Sekolah - Indeks Pendidikan - Indeks Daya Beli Jumlah Penduduk*) Laju Pertumbuhan Penduduk (%)*) Jumlah Penduduk Miskin (jiwa) & % thd penduduk*) Proporsinya terhadap jumlah penduduk

2006 71,20 66,76 99,00 7,03 577.374 69,60 99,00 46,87 83,50 64,10 1.666.1 96 1,39 381.990 22,93% 6,73 6,00% 4,26 4.856.2 54 2,73 8,81% 558,35 746.673 44,81%

2007 72,20 66,94 99,25 7,86 581.701 69,90 99,25 52,40 84,30 65,10 1.686.6 33 1,23 387.210 22,96% 7,46 6,00% 4,55 4.423.1 79 3,12 14,08% 559,59 816.897 48,43%

2008 73,30 67,12 99,50 8,14 587.326 70,20 99,50 54,27 85,00 66,40 1.707.2 97 1,23 383.372 22,45% 8,29 6,00% 4,85 4.856.2 54 3,57 14,52% 564,66 819.510 48,00%

2009 74,30 67,30 99,75 8,41 593.817 70,50 99,75 56,07 85,70 67,90 1.727.3 20 1,17 368.385 21,33% 9,24 6,00% 5,17 5.350.7 62 4,10 14,99% 569,10 843.392 48,83%

2010 75,70 67,54 99,99 9,00 607.664 70,90 99,99 60,00 86,50 71,10 1.746.1 47 1,09 352.991 20,22% 10,34 6,00% 5,51 5.919.5 84 4,74 15,48% 568,75 865.680 49,58%

5 6 7 8 9 10 11 12 13

total (%)*) PDRB (berlaku) (Rp. Trilyun) Inflasi (%) *) Laju Pertumbuhan Ekonomi (konstan 1993) (%) PDRB per kapita (berlaku) (Rp.) Investasi (Rp. Trilyun) Laju Investasi (konstan 1993) Konsumsi Pemerintah (G) (berlaku)(Rp Milyar) Jumlah Penduduk yang bekerja Proporsi jumlah penduduk bekerja terhadap jumlah penduduk total Jumlah Pengangguran Terbuka*)

14

29.363, 60

29.599

28.462

27.392

26.443

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah potensial yang berada di kawasan Priangan Timur. Melihat keadaan geografis kabupaten Tasikmalaya yang
Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya 7

begitu melimpah dengan sumber daya alam, dan seiring dengan derasnya arus globalisasi dan modernisasi, membuat masyarakat dihadapkan dengan keadaan yang memaksa mereka untuk hidup kreatif guna mempertahankan hidupnya maupun mendapatkan kehidupan yang layak. Dalam Bab selanjutnya akan dilakukan pembahasan tersebut. 1.2 Rumusan Masalah
1.2.1. Apakah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Kabupaten

mengenai

Bagaimana

masyarakat

Kabupaten

Tasikmalaya

memanfaatkan potensi yang ada serta dampaknya bagi perekonomian daerah

Tasikmalaya?
1.2.2. Sentra industri apa saja yang berada di Kabupaten Tasikmalaya ? 1.2.3. Bagaimana keadaan ekonomi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya ? 1.2.4. Dampak apa saja yang dihasilkan dari adanya pengerajin / pengusaha kecil

menengah di Kabupaten Tasikmalaya ? 1.3 Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui sumber mata pencaharian masyarakat Kabupaten

Tasikmalaya.
1.3.2. Untuk mengetahui sentra Indusrti yang berada di Kabupaten Tasikmalaya. 1.3.3. Untuk mengetahui keadaan ekonomi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. 1.3.4. Untuk mengetahui dampak apa saja yang dihasilkan dari adanya pengerajin/

pengusaha kecil menengah di Kabupaten Tasikmalaya. 1.4 Manfaat Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini agar kita lebih mengetahui dan memahami tentang potensi – potensi sumber daya alam maupun kerajinan yang telah dihasilkan dan dikembangkan dikawasan priangan timur khsusnya Kabupaten Tasikmalaya. 1.5 Metode masyarakat

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

8

Metode yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu studi pustaka/studi literatur, data yang dikumpulkan bersumber dari buku-buku dan Website. Bahanbahan yang diambil dari beberapa buku ini untuk melengkapi materi yang dibuat, selain dari buku data yang dikumpulkan juga bersumber dari internet. 1.6 Sistematika Penulisan Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. 1 1. 2 1. 3 1. 4 1. 5 1. 6 2. 1 2. 2 2. 3 3. 1 3. 2 Daftar Pustaka Lampiran Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Manfaat Metode Sistematika Mata Pencaharian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Sentra Industri masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Dampak dari keberadaan ukm masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Kesimpulan Saran

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

9

BAB II LANDASAN TEORI Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira dapat berarti mulia, luhur, unggul, serta usaha berarti kemampuan melakukan usaha atas kekuatan sendiri. Jadi, wirausaha berarti manusia unggul dalam usaha atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Sedangkan Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko
Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya 10

serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Raymond dan russel memberikan definisi tentang wirausaha dengan menekankan pada aspek kebebasan berusaha yang dinyatakannya sebagai berikut : An entrepreneur is an independent growth oriented owner operator. Menurut Gede Pratama, ada beberapa sifat dasar yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha diantaranya : • Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator)
• Wirausaha selalu melihat perbedaan sebagai peluang

• Wirausaha selalu bereksperimen dengan pembaharuan • Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya • Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas • Wirausaha berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Mata Pencaharian Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Perekonomian Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan. Ada juga Kerajinan tangan, namun yang menjadi komoditi utama yaitu produk kerajinan anyaman mendong yang telah ditetapkan sebagai komoditas khas Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan SK Bupati Tasikmalaya No. 522.4/189LH/94 Tahun 1994 tentang Penetapan Flora dan Fauna Kompetitif dan Komparatif yang mampu menyumbangkan impact point terhadap pertumbuhan ekonomi. Produk kerajinan anyaman mendong antara lain topi, tikar, tas, boks, dan lain-lain yang dapat disesuaikan dengan pesanan konsumen. Tasikmalaya, terutama pada era sebelum 1980-an, dikenal sebagai basis perekonomian rakyat dan usaha kecil menengah seperti kerajinan dari bambu, batik,

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

11

dan payung kertas. Selain itu, kota ini pun dikenal sebagai kota kredit akibat banyaknya pedagang dan perantau dari wilayah ini yang berprofesi sebagai pedagang yang menggunakan sistem kredit. Komoditas kreditan umumnya adalah barangbarang kelontong dan kebutuhan rumah tangga. Namun, sangat disayangkan, seiring dengan kebijakan investasi besar-besaran di era 1990-an, potensi ekonomi rakyat di daerah ini cenderung terpinggirkan, bahkan tidak diperhatikan. 3.2 Sentra Industri Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Sentra Kerajinan di Kabupaten Tasikmalaya No. 1. 2. 3. 4. 5. Jenis Industri Kerajinan Pandan Kerajinan Bambu Kerajinan Mendong Kerajinan Golok Kerajinan Bordir Jumlah Unit Usaha 745 1337 1543 323 1986 Jumlah tenaga Kerja 14871 16271 7134 1665 16694

Kreativitas Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sudah tersohor sejak dulu, masyarakat Kabuparen Tasikmalaya dikenal sebagai masyarakat yang kreatif memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia, khususnya bahan alam, untuk membuat barang-barang kerajinan tangan yang inovatif. Di antaranya, kerajinan tangan dari anyaman pandan, anyaman bambu, bahan mendong, dan pakaian atau jilbab bordir. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, dikembangkan pula kerajinan tangan dari bahan eceng gondok, pohon pisang, dan lidi dari daun kelapa di Kabupaten Tasikmalaya. Bahan-bahan tersebut harus diolah melalui beberapa tahap agar dapat dibuat kerajinan tangan. Butuh kesabaran dan keuletan dalam melaksanakan setiap tahap tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika kerajinan tangan sangat berkembang di Kabupaten Tasikmalaya yang masyarakatnya terkenal sebagai masyarakat ulet dan tidak malas berusaha. Kabupaten Tasikmalaya, yang sejak 9 Agustus 2010 resmi berpindah ibukota ke Singaparna, memiliki banyak sentra kerajinan tangan. Memang telah terjadi pemekaran Kabupaten Tasikmalaya menjadi dua wilayah, yaitu kota Tasikmalaya dan kabupaten Tasikmalaya atau Kab Tasikmalaya berdasarkan PP No. 30 tahun 2004. Namun, hal tersebut tidak menjadikan Kab Tasikmalaya kehilangan sentra-sentra industri kerajinan tangan yang sangat potensial dalam pendapatan daerah Kab Tasikmalaya. Adapun sentra-sentra kerajinan tangan tersebut adalah sebagai berikut :

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

12

1.

Anyaman pandan Anyaman mending Anyaman bambu Bordir

: Kecamatan Rajapolah, Cibalong, Cikalong, : Kecamatan Cibeureum, Manonjaya, Salopa, : Kecamatan Kawalu, Leuwisari, Indihiang,

Cipatujah.
2.

Cineam.
3.

Cisayong, Salawu, Singaparna. 4. : Kawalu, Cikalong, Sukaraja, Cikatomas, Cibeureum, Salopa, Cipatujah, Cipedes, Leuwisari, Sodonghilir, Karangnunggal. Rajapolah merupakan tempat yang secara resmi dijadikan sebagai sentra penjualan kerajinan tangan di Kab Tasikmalaya. Kerajinan-kerajinan tangan yang dibuat di berbagai kecamatan di Kab Tasikmalaya, dijual di Rajapolah. Di sana terdapat beragam barang kerajinan tangan berbahan anyaman pandan, bambu, mendong, eceng gondok, pohon pisang, lidi, dan lain-lain. Barangnya pun beraneka ragam. Ada hiasan lampu, topi, tempat cucian, tempat koran, berbagai jenis tas, hiasan rumah, tikar, dan lain-lain. Namun, ada juga jenis-jenis kerajinan tangan yang dibuat utuh di Kab Tasikmalaya, tetapi dibubuhi cap Bali. Kerajinan tangan Kab Tasikmalaya merupakan produk berkualitas nomor satu. Oleh karena itu, kerajinan tangan Kab Tasikmalaya dapat memenuhi tuntutan pasar ekspor yang menginginkan barang berkualitas dan rapi. Saat ini, para eksportir dari Jakarta dan kota-kota lainnya telah mampu mengekspor kerajinan tangan Kab Tasikmalaya ke Singapura, Malaysia, Jepang, Eropa, dan lain-lain. Data Potensi Industri di Kabupaten Tasikmalaya (2011) No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jenis Industri Sapu Ijuk Tas Golok Emas Konfeksi Meubel Kayu Barang dari semen Batik Tulis Batok Kelapa Mendong Pandan Dodol Sirsak Jumlah Unit 71 13 323 103 170 279 38 17 4 1543 745 31 Daya Serap 627 51 1664 763 827 1284 130 50 27 7134 14871 255 Hasil Produksi (Rp. 000) 17869500 983900 68640000 65637000 43665600 147312000 18538617 411840 47365 42804000 178723800 188100

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

13

13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31.

Makanan Ringan Dodol Salak Keripik Dodol Garut Gula Aren Gula Semut Gula Kelapa Dodol Susu Opak Ketan Tempe Sale Pisang Tahu Kapur Batu Onix Bata Merah Genteng Bambu Bordir Lampu Rumbia

249 40 492 45 1813 687 563 14 149 395 91 282 175 35 322 170 1377 1986 171

644 130 2690 183 8278 3441 5086 130 582 951 269 854 1370 311 2997 957 1671 16694 850

986000 195000 3229000 274500 14900400 4129200 6102000 78000 174402 11412299 403500 8070800 94924 139900 28288500 152400000 14643900 10016400 1317600

Beberapa jenis kerajinan tangan yang diproduksi Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, diantaranya: 1. Kerajinan Pandan Selain memiliki potensi kekayaan alam yang sangat melimpah, masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya juga menekuni industri kerajinan pandan secara turun temurun. Bermodalkan peralatan tradisional dan hasil alam dari lingkungan di sekitar kabupaten tasikmalaya, para ibu rumah tangga di sekitar Tasikmalaya menekuni bisnis tersebut untuk mendapatkan tambahan penghasilan setiap harinya. Untuk sentra kerajinan pandan, tersebar di 21 desa yang berada di lima wilayah kecamatan (Kec. Rajapolah, Parungponteng, Cikalong, Cipatujah, dan Pagerageung). Kerajinan anyaman pandan merupakan produk unggulan sebagai tonggak dan penggerak ekonomi mikro Kecamatan Rajapolah, sebab berdasarkan perhitungan nilai produksi dari komoditas ini melebihi nilai hasil pertanian. Komoditas ini mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak dan mempunyai ciri khas yang khusus yang tidak dimiliki oleh daerah lain, sehingga mempunyai peluang yang panjang untuk terus dikembangkan. Efek dari industri kecil dimaksud mampu mendorong atau mengangkat aspek lain sehingga semua sektor maju dan kondusif. Untuk

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

14

memasarkan hasil produk tersebut kecamatan Rajapolah dicanangkan sebagai Pusat Pemasaran Kerajinan Rakyat Tasikmalaya sejak tahun 1989.
2. Kerajinan Mendong

Produk kerajinan anyaman mendong telah ditetapkan sebagai komoditas khas Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan SK Bupati Tasikmalaya No. 522.4/189-LH/94 Tahun 1994 tentang Penetapan Flora dan Fauna Kompetitif dan Komparatif yang mampu menyumbangkan impact point terhadap pertumbuhan ekonomi. Produk kerajinan anyaman mendong antara lain topi, tikar, tas, boks, dan lain-lain sesuai dengan pesanan konsumen. Produk kerajinan anyaman mendong ditekuni oleh banyak orang, sehingga setiap upaya pengembangannya akan membawa dampak multiplier yang luas terhadap perekonomian masyarakat. Sentra produksi mendong tersebar di 22 desa yang meliputi 9 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Cineam, Karangnunggal, Manonjaya, Karangjaya, Gunungtanjung, Sukahening, Cikatomas dan Salopa. Informasi lebih rinci tentang lokasi, jumlah unit usaha, penyerapan tenaga kerja, nilai investasi dan produksi kerajinan dapat dilihat dalam tabel berikut: Sentra Produksi Kerajinan Mendong Unit Kecamatan Cineam Desa Cijulang Cineam Cikondang Ciampanan Karangjaya Sirnajaya Gunungtanjung Cinunjang Usah a 50 27 22 10 11 27 Tenag Investasi a Kerja 176 108 89 70 68 214 237 1.921 1.185 250 181.700 80.300 48.313 35.500 26.656 18.960 178.542 623.184 441.079 49.573 105.600 64.800 53.400 42.000 40.800 128.400 142.200 1.152.600 711.000 150.000 (Rp 000) Produksi / Tahun Produksi Nilai (Rp 000) 950.400 583.200 480.600 378.000 367.200 1.155.600 1.279.800 10.373.400 6.399.000 1.350.000

Gunungtanjung 63 Pasirmuncang 326 Jatijaya Giriwangi 325 47

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

15

Tanjungjaya Malatisuka Salopa Jatiwaras Karyawangi Setiawangi Kaputihan Karangnunggal Cibatuireng Sukahening Manonjaya Kudadepa Tanjungsari Kamulyan Margaluyu Margahayu Cikatomas JUMLAH Sindangasih

25 40 222 50 36 11 7 18 116 80 20 10

60 215 831 250 211 80 40 64 539 404 90 32

20.000 90.000 513.011 51.350 42.265 26.722 26.460 31.600 223.646 196.712 20.000 14.549 2.940.12 2

36.000 129.000 498.600 150.000 126.600 48.000 24.000 38.400 323.400 242.400 54.000 19.200 4.280.400

324.000 1.161.000 4.487.400 1.350.000 1.139.400 432.000 216.000 345.600 2.910.600 2.181.600 486.000 172.800 38.523.600

1.543 7.134

Produk kerajinan anyaman mendong mengalami peningkatan permintaan, baik permintaan dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan dari dalam negeri terutama dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bali sementara dari luar negeri permintaan datang dari Jepang, Belanda, Australia, Timur Tengah dan Malaysia. Berdasarkan data tahun 1999 total produksi anyaman mendong 6.636.600 satuan produk dengan nilai Rp.49.245.300.000. Dari total produksi tersebut baru 10% yang diekspor. Kendala yang paling dirasakan dalam bidang usaha kerajinan mendong ini adalah bahan baku yang tidak mencukupi untuk memenuhi pesanan. Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku, para pengrajin mencari bahan baku ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Produksi mendong dari Tasikmalaya baru bisa mencukupi kebutuhan kurang lebih 15%. Kesulitan bahan baku ini berdampak pada skala ekonomis yang tidak terpenuhi apabila harus memasarkan produk ke mancanegara. Namun kendala tersebut dapat teratasi dengan adanya dukungan sumber daya alam. Wilayah Kabupaten Tasikmalaya memiliki sumber air yang cukup bahkan di beberapa tempat melimpah. Kondisi seperti ini cocok untuk pengembangan tanaman mendong. Habitat tanaman mendong adalah lahan basah seperti sawah atau rawarawa. Karakteristik teknis tanaman mendong sesuai dengan agroklimat sebagian zone
Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya 16

dataran Kabupaten

Tasikmalaya.

Pengembangan

tanaman mendong masih

memungkinkan di Tasikmalaya, namun harus dilakukan secara selektif yaitu pada lahan-lahan berawa yang kurang produktif untuk tanaman padi. 3. Kerajinan Bordir Tasikmalaya berada di Provinsi Jawa Barat, terletak di daerah Priangan bagian tenggara. Sebagian besar wilayah Kabupaten ini merupakan daerah hijau, terutama pertanian dan kehutanan, sehingga mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Tasikmalaya memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan secara maksimal misalnya industri bordir yang berlokasi di Kawalu. Kerajinan Bordir masyarakat Kab Tasikmalaya masih perlu pembinaan karena belum dikembangkan secara maksimal, kerajinan ini memiliki peluang yang cukup besar untuk peningkatan perekonomian masyarakat apabila dikelola dengan baik dan metode pemasaran yang tepat. 4. Potensi Salak Manonjaya Seperti halnya Kabupaten Sleman Yogyakarta yang memiliki potensi unggulan salak pondoh, Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki potensi salak yang tak kalah enak yakni salak Manonjaya. Buah khas Tasikmalaya ini tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Cibalong, Cineam, Manonjaya, Cibeureum, Kawalu, dan Sukaraja. Dari keenam wilayah tersebut, Kecamatan Manonjaya merupakan daerah sentra penghasil salak yang paling besar. Memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan rumah sebagai kebun salak, sekarang ini penanaman salak di Manonjaya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Bahkan bisa dikatakan perekonomian daerah tersebut semakin membaik dengan mengembangkan agrobisnis salak. 5. Potensi Minyak Nilam Tingginya permintaan pasar ekspor minyak nilam, membuat masyarakat Tasikmalaya mulai tergiur untuk mengembangkan potensi tanaman nilam. Habitatnya yang sangat cocok dibudidayakan pada lahan kering, membuat pengembangan tanaman nilam di Tasikmalaya semakin mudah. Sehingga tidak heran bila belakangan ini banyak petani yang mulai memanfaatkan lahan kering di wilayah

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

17

Tasikmalaya, sebagai ladang untuk membudidayakan tanaman nilam. Sekarang ini, pasar dunia membutuhkan sekitar 1.200 sampai 1.400 ton minyak nilam setiap tahunnya, dan 80-90% kebutuhan tersebut kini berhasil dipasok oleh Indonesia. Beberapa negara pengimpor minyak nilam yang permintaannya cukup besar antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Swis, Jerman dan Belanda. 6. Potensi Ikan Gurame Tidak hanya memiliki lahan pertanian yang cukup subur, Tasikmalaya juga memiliki sumber air yang melimpah. Kondisi inilah yang mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi alam yang ada dengan mengembangkan sentra budidaya perikanan air tawar, termasuk diantaranya adalah ikan gurame. Beberapa lahan perikanan gurame yang dikembangkan masyarakat antara lain kolam plastik, kolam batu, kolam air deras, sawah (tumpangsari mina pagi), situ, serta perairan umum lainnya yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan. Sementara ini sentra budidaya ikan gurame tersebar di Kecamatan Singaparna, Leuwisari, Padakembang, Sariwangi, Sukarame, Rajapolah, Cisayong, Cigalontang, serta beberapa kolam batu di daerah Kecamatan Cikatomas, serta kolam plastik di Kecamatan Cineama dan Manonjaya. 7. Potensi Tambang Menurut data dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya, pada dasarnya ada sekitar 35 bahan tambang yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya. Potensi tambang emas berada di Kecamatan Cineam, Karangjaya, Salopa, Salawu, Taraju, Bojonggambir, dan Kecamatan Pancatengah. Ada juga potensi tambang batubara di sekitar Kecamatan Taraju, Bojongasih, Cikalong, Cikatomas, dan Kecamatan Bojongambir. Sementara itu, bahan tambang yang kandungannya sudah berhasil diperkirakan petugas adalah pasir besi yang tahun ini sudah dimanfaatkan sekitar 91.395,426 ton dari Kecamatan Cikalong, Cipatujah, dan Kecamatan Karangnunggal.

3.3. Keadaan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

18

Kondisi

perekonomian

makro

Kabupaten

Tasikmalaya

mengalami

pertumbuhan pada kurun waktu tahun 2006-2009, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan LPE sebesar 4,01% pada tahun 2006 menjadi 4,13% pada tahun 2009. Menurut Bank Indonesia (2007), peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri, konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi. Inflasi pada tahun 2009 tercatat sebesar 4,17%, turun dari 12,07% pada tahun 2008. Angka inflasi ini merupakan inflasi Kota Tasikmalaya yang merupakan rujukan dari inflasi di daerah Priangan Timur. Inflasi yang tinggi pada tahun 2008 disebabkan oleh kenaikan harga sektor pangan. Sektor pertanian sebagai sektor penyedia lapangan kerja Kabupaten Tasikmalaya terbesar, yaitu sekitar 43,22% kesempatan kerja berasal dari sektor pertanian, diikuti perdagangan 24,75 %, dan jasa-jasa 11,08 %. Sektor pertanian merupakan penyedia utama kebutuhan pangan masyarakat yang merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Sektor pertanian juga menyediakan pasar yang sangat besar untuk produk manufaktur karena jumlah penduduk perdesaan yang besar dan terus mengalami peningkatan. Dengan demikian, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah perdesaan melalui peningkatan pendapatan mereka yang bekerja di sektor pertanian. Komoditas unggulan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya yang sudah berorientasi ekspor antara lain: Padi Organik (SRI) dengan sentra di 7 (tujuh) Kecamatan. (Sukaresik, Cisayong, Sukaraja, Manonjaya, Cineam, Sukahening dan Salawu), Manggis dengan sentra di Puspahiang, Mendong dan Golok Galonggong Manonjaya. Sedangkan pada sektor industri adalah kerajinan dengan sentra di Rajapolah dan bordir dengan sentra di Sukaraja. 3.4 Dampak dari keberadaan pengerajin/pengusaha kecil menengah di Kabupaten Tasikmalaya Keberadaan pengrajin/ pengusaha kecil menengah di Kabupaten Tasikmalaya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Potensi Alam yang tersedia dapat dimanfaatkan dan dieksplorasi dengan baik sesuai dengan

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

19

kreativitas yang dimiliki masyarakat. Dengan ketersediaan bahan baku pembuatan kerajinan yang melimpah masyarakat dapat menghasilkan produk melalui UKM, sehingga dengan adanya UKM tersebut juga memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Tasikmalaya yang berarti mengurangi pengangguran dan menyerap angkatan kerja. Apabila UKM membutuhkan SDM, maka secara otomatis akan megurangi jumlah pengangguran dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

BAB IV

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

20

PENUTUP 4.1 Kesimpulan Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi/kekayaan Alam yang melimpah. Banyak produk unggulan yang dihasilkan dari para pengrajin/pengusaha kecil menengah yang meningkatkan pendapatan daerah di Kabupaten Tasikmalaya. Sektor industri kecil merupakan penopang pertumbuhan perekonomian rakyat yang cukup berkembang di kabupaten Tasikmalaya. Produksi dilaksanakan secara home industry dan tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Produk-produk sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan pada peningkatan daya saing produksi melalui pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif dengan basis bahan baku lokal untuk pemenuhan pasar lokal, regional maupun ekspor. Perekonomian Tasikmalaya umumnya bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, selain juga bertumpu pada sektor pertambangan seperti pasir Galunggung yang memiliki kualitas cukup baik bagi bahan bangunan, industri, dan perdagangan. Ada juga Kerajinan tangan yang akhirnya menjadi komoditi utama seperti kerajinan mendong dan pemanfaatan Agrrobisnis. Kreativitas Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sudah tersohor sejak dulu, masyarakat Kabuparen Tasikmalaya dikenal sebagai masyarakat yang kreatif memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia, khususnya bahan alam, untuk membuat barang-barang kerajinan tangan yang inovatif. Beberapa kerajinan lain yang dihasilkan masyarakat kabupaten Tasikmalaya diantaranya, kerajinan tangan dari anyaman pandan, anyaman bambu, dan pakaian atau jilbab bordir. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, dikembangkan pula kerajinan tangan dari bahan eceng gondok, pohon pisang, dan lidi dari daun kelapa di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan melihat peluang usaha yang begitu melimpah masyarakat Kabupaten Tasikmalaya mencoba untuk melakukan suatu usaha dengan memanfaatkan beragam jenis potensi bisnis yang banyak ditemukan di daerah tersebut memiliki nilai jual cukup besar.

4.2 Saran

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

21

Karajinan anyaman mendong merrupakan komoditi utama masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang permintaan pasarnya cukup tinggi, untuk itu perlu dilakukan beberapa upaya agar usaha kerajinan tersebut dapat terus berkembang, diantaranya: • • • • • Perlu dikembangkan tanaman mendong di Tasikmalaya, namun dilakukan Pelatihan atau bimbingan pengrajin agar secara terus menerus, Penataan kelembagaan penataan antara pengrajin dan pemilik modal agar Mencari peluang pasar ekspor yang baru, disamping mempertahankan Memberikan insentif kepada pengrajin agar tidak meninggalkan pekerjaan Potensi alam kabupaten Tasikmalaya yang sangat melimpah merupakan sumber pendapatan utama bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Dengan potensi tersebut masyarakat dapat membuat dan menghasilkan beragam jenis kerajinan tangan dan mengelola komoditi lain, seperti perikanan, dengan baik. Namun, meskipun potensi alam Kabupaten Tasikmalaya sangat melimpah, masyarakat bukan hanya dapat mengeksplor potensi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan perekonomian saja, masyarakat dan pemerintah juga harus menjaga dan melestarikan potensi tersebut sebagai asset dan warisan bagi kelangsungan hidup masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di masa yang akan datang, dan dikelola dengan baik agar tidak terjadi eksploitasi. pada lahan-lahan yang ditentukan secara selektif. menciptakan inovasi baru dalam desain produk sehingga lebih variatif. memiliki keseimbangan dalam tanggung jawab dan resiko. pasar yang selama ini berjalan. kerajinannya pada saat menggarap lahan pertanian.

DAFTAR PUSTAKA

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

22

Aziz, Aminudin. Dkk. (2012) Pusat Pengkajian Dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif (P3K2) Di Priangan Timur. Bandung: Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat. Dwi, Eky. 2011, Pengertian & Karakteristik Kewirausahaan. Tersedia: [Online]http://eky-dwi.blogspot.com/2011/11/pengertian-karakteristikkewirausahaan.html. [12 Oktober 2012] Tn. Kabupaten Tasikmalaya. Tersedia: [Online] http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tasikmalaya [10 Oktober 2012] Tn. (2012) Kabupaten Tasikmalaya miliki beragan kekayaan alam. Tersedia: [Online] http://bisnisukm.com/kabupaten-tasikmalaya-miliki-beragam-kekayaan-alam.html [10 Oktober 2012] Tn. Kab Tasikmalaya. Tersedia: [Online] http://www.anneahira.com/kab-tasikmalaya.htm [10 Oktober 2012] Tn. Kerajinan Mendong. http://tasikmalayakab.go.id/site/index.php/info-publik/potensidaerah/kelautan/92-ukm/99-kerajinan-mendong [10 Oktoer 2012]

LAMPIRAN
Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya 23

Sentra Kerajinan Kabupaten Tasikmalaya

24

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->