Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA BAHAN ALAM II

OLEH : KELOMPOK III NON REGULER JUMAT PAGI AMELIA SARI : 07931005 SHINTA PUTRI WISUDA : 07931014 NOVIA ELISA : 07931033 AULIA WULANDARI : 07931038 MEUTHIA MELINDA : 07931039 ROBERT DENIRO F. : 07931041 RAEHOFDI : 07931054

LABORATORIUM KIMIA BAHAN ALAM FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2009

ISOLASI PIPERIN DARI LADA HITAM Piper ningrum L I. PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan


1. Mengetahui mekanisme isolasi piperin dari merica hitam (Piper nigrum Linn) 2. Mengetahui senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam merica hitam (Piper nigrum Linn) 3. Mengetahui khasiat dan kegunaan dari senyawa piperin

1.2 Latar Belakang


Salah satu rempah yang ada di Indonesia adalah merica atau lada hitam, dengan nama latin Piper nigrum L dari keluarga Piperaceae. Konon, merica hitam ini sudah tumbuh di Indonesia sejak 2.000 tahun yang lalu. Tumbuhan ini berasal dari Malabar, India. Diperkirakan pedagang India-lah yang membawa bibit merica hitam ke Indonesia. Kemudian diikuti penanaman secara besar-besaran di Thailan, Vietnam, China, dan Sri Lanka. Merica, lada, atau Pepper berasal dari salah satu bahasa Sansekerta, pippali atau pippalii yang kemudian dikenal dalam bahasa Yunani peperi dan bahasa Latin piper. Lada/merica tampak sebagai suatu rempah-rempah sederhana yang pedas, hitam dan mempunyai aroma yang bisa membuat bersin. Rasa pedas yang khas dari lada tersebut berasal dari molekul piperin. Piperine, dikenal juga sebagai C17H19NO3, terutama berasal dari Piper Nigrum yang tumbuh di Asia. Rempahrempah seperti lada mempunyai peranan yang besar dalam sejarah dunia. Penjelajah pertama kali mengelilingi dunia untuk mencari pemberi rasa pedas yang sempurna untuk makanannya. Tetapi lada dan piperine kemudian mempunyai peranan yang jauh lebih besar daripada sekedar hanya sebagai pemberi rasa. Piperine dapat

digunakan dalam segala hal, dari mulai sebagai pestisida sampai untuk penggunaan medis. Piperine adalah suatu alkaloida yang ditemukan secara alami di dalam tumbuhan dengan famili Piperaceae, seperti Piper nigrum L, biasanya dikenal sebagai lada hitam, dan Piper longum L. Piperine adalah unsur utama di dalam tumbuhan dan diisolasi dari buah lada hitam. Tumbuhan ini mengandung Piperine 1 sampai 99%. Piperine adalah suatu zat utama berupa zat padat yang tidak larut dalam air. Piperin ini memberikan rasa yang lemah namun membakar di mulut. Piperine didapat dari lada yang juga mengandung capsicin, unsur yang tajam di dalam cabe rawit yang memberikan rasa panas. Tanaman lada terdiri dari bermacam-macam varietas yang sepintas tidak menunjukkan perbedaan-perbedaan yang berarti baik mengenai tumbuh, habitat, bentuk daun dan sebagainya. Tetapi jika diselidiki dengan seksama barulah memperlihatkan perbedaan-perbedaan. Di samping perbedaan-perbedaan bentuk didapat juga perbedaan-perbedaan dalam sifat-sifat fisiologi dari masing-masing varietas. Suatu masakan bila dibubuhkan merica pasti akan bertambah tingkat kepedasannya dan ditambah rasa panas. Makanya merica juga kerap dipakai dalam resep minuman untuk menghangatkan tubuh. Jika dilihat dari kandungannya, merica hitam lebih banyak mengandung essential oil (sekitar 3 %). Karena didominasi oeh kandungan aromatiknya, tak jarang industri parfum yang menggunakan merica hitam sebagai salah satu kandungan produknya. Ketajaman rasa pada merica ditentukan oleh adanya kandungan piperinic acid. Pada merica hitam kandungannya sekitar 5 persen, sedangkan merica putih lebih tinggi. Cabe Jawa (Piper retrofractum), merupakan salah satu tanaman obat potensial, yang banyak dibudidayakan di lahan kering. Bagian yang bermanfaat adalah buahnya yang mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, dll. Buah cabe Jawa banyak digunakan di dalam industri obat tradisional maupun untuk ekspor. Secara empiris buah cabe jawa berkhasiat sebagai karminatif dan sudorofik. Sedangkan akarnya berkhasiat untuk mengobati sakit gigi. Kandungan bahan aktif minyak atsiri, piperin, piperidi, dan turunannya di dalam buah cabe jawa merupakan sumber bahan baku obat afrodisiak potensial.

Hal terpenting dari piperin adalah digunakan pada bidang pengobatan. Selama beberapa tahun piperin telah digunakan untuk menangani berbagai penyakitpenyakit ringan. Dari studi medis diketahui bahwa piperin membantu dalam meningkatkan absorpsi vitamin tertentu seperti Selenium, Vitamin B dan karoten, serta meningkatkan termogenesis. Selain itu juga dapat sebagai antiinflamasi, antimalaria, mengobati sakit perut, antileukimia, menurunkan demam, antiepilepsi, meningkatkan sekresi saliva, meningkatkan sekresi asam lambung, dan meningkatkan gerak peristaltis usus. Pada dosis tertentu, piperin dapat meningkatkan vasokontriksi pembuluh darah pada kulit sehingga tubuh terasa hangat. Piperin juga dapat digunakan sebagai obat diuretik, untuk Gonorrhoe dan urethritis, tapi dalam hal ini dapat menyebabkan iritasi. Selain itu juga digunakan untuk hemoroid.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Botani


2.1.1 Klasifikasi Berdasarkan taksonomi, tumbuhan Piper nigrum Linn. dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Divisio Sub divisio Kelas: Dicotyledonae Ordo Famili Genus Species 2.1.2 Sumatra : Piperales : Piperaceae : Piper : Piper nigrum linne Nama Daerah : Lada (Aceh), Leudeu pedih (Gayo), Lada (Batak), Lada (Nias), Raro (Mentawai), Lada kecik (Bengkulu), Lade ketek (Minangkabau), Lada (Lampung). Jawa Nusatenggara Kalimantan Sulawesi : Lada, Pedes (Sunda), merica (Jawa), sakang kambang (Madura). : Maicam, mica (Bali), saha (Bima), kelailinga jawa (Sagi), ngguru, saang (Flores), saang (Alor). : Sahang laut (Dayak), sahang (Sampit). : Kaluya jawa, marisa jawa, malita lodawa (Gorontalo), hisang parangen (Sangi), malita, sausus, risa (Buol), marica (Mandar). Maluku : Oes dai musan, (Wetar), peresan (Laisar), marisa mau (Waru), lada (Rumakai), lada (Amahai), marisano (Sepa), Lada (Buru), rica (Sula), rica jawa, rica polulu (Ternate), mica jawa, rica tamelo (Tidore). Indonesia : Lada Hitam. : Spermatophyta : Angiospermae

2.1.3

Morfologi Tanaman Piper nigrum merupakan tanaman berkayu, memanjat, panjang sampai 15

meter, kulit batang berwarna hijau tua, berakar pada buku-bukunya. Bentuk daun bermacam-macam, dari bundar telur sampai lonjong, bagian pangkal bundar, tumpul, atau berbentuk baji, sedangkan ujung lancip, permukaan atas berwarna hijau gelap kuat, menjangat, panjang 8 cm sampai 20 cm, lebar 5 cm sampai 15 cm, terdapat bintik-bintik kelenjar yang rapat, panjang tangkai 7,5 cm sampai 8 cm. Perbungaan berupa bulir yang menggantung, panjang sampai 25 cm, panjang gagang 1 cm sampai 3,5 cm, berdaun pelindung yang bentuknya lonjong menggalah, panjang 4 mm sampai 5 mm, lebar 1 mm. Benang sari 2 helai, tangkai sari tebal. Kepala putik 2 sampai 5, umumnya 3 sampai 4. Buah buni, bulat, atau agak elip, buah muda berwarna hijau tua kemudian menjadi merah dan akhirnya hitam, gundul, panjang 4 mm. 2.1.4 Ekologi dan Penyebaran Tanaman ini menghendaki syarat-syarat berat mengenai keadaan tanah dan iklim. Tanaman menghendaki iklim yang panas dan curah hujan yang tinggi tanpa ada musim kemarau yang keras dan lama. Tanah harus mempunyai tingkat kesuburan tertentu dan pertukaran air dan udara yang baik. Akar tanaman tidak tahan sama sekali terhadap genangan air. Tanah berpasir yang mengandung banyak bunga tanah syarat terbaik untuk tanaman lada. 2.1.5 Kandungan Kimia Buah pada tanaman ini mengandung zat-zat : piperin, piperidin, pati, protein, lemak, asam piperat, chavisin, dan minyak terbang (felanden, kariofilen, terpenterpen). Lada hitam mengandung sekitar 2-4% minyak mudah menguap dan 5-9% alkaloid-alkaloid piperin, piperettin, piperanin dan pipersida, strukturnya seperti yang ditunjukkan di bawah. Di antara kesemuanya, piperin adalah komponen yang utama disamping piperanin dan pipersida.

2.1.6

Khasiat dan Kegunaan Kegunaan dari tanaman ini antara lain : Tekanan darah tinggi (biji / buahnya),

Kurap, Influensa, Haid tidak teratur, Asma, Masuk angin, Demam.

2.2Piperin
2.2.1 Asal-usul Piperin Piperin terutama ditemukan dalam tanaman lada, Piper nigrum. Tanaman lada berasal dari Pantai Malabar di India, tetapi juga tumbuh di bagian lain dari Asia selatan, Amerika Selatan dan bahkan Afrika. Tumbuhan ini dikenal dengan daundaunnya yang hijau, lebar dan mengkilap, dan bunga-bunganya yang kecil. Piperine dapat diperoleh dari oleoresin dalam biji merica. Piperine memberi biji merica ini rasa yang panas, pahit, dan sangat tajam. Piperine menyusun sekitar 5-7% dari biji merica, dan walaupun hanya ditemukan secara alami dengan tingkat kemurnian 98%, piperin merupakan suatu bahan kimia yang sangat berlimpah. Piperin dapat juga ditemukan dalam rempah-rempah dan sayur-sayuran yang lain. Namun begitu, untuk penggunaan secara kimia dan medis, piperin diproduksi pada laboratorium. Penyelidikan fitokimia dari spesies Piperaceae menunjukkan adanya hasil metabolisme dari asam mevalonat (monoterpenes dan sesquiterpenes), asam asetat / asam shikimat (flavonoids) dan jalur asam shikimat (lignoid, arylpropanoid, amida). Metabolit paling sering diisolasi adalah amida (cinnamoyl amida dan alkil amida ). Aristolactam dan alkaloida lain juga telah diisolasi. Juga sering ada flavonoid

(flavone, dihydroflavone dan dihydroclacone) dan O-Methylflavonoid, tetapi OGlycosylation jarang. Saat ini lada dan piperine masih mempunyai peran yang besar di seluruh dunia. Hampir tiap-tiap kebudayaan menggunakan rempah-rempah dalam makanannya, termasuk di negara kita. 2.2.2 Karakteristik Piperin Piperin termasuk dalam kelompok Lipid. Lipid adalah suatu komponen yang terdiri dari lemak dan bahan mirip lemak. Namun begitu, piperine juga dikelompokkan sebagai anggota dari alkaloida. Semua alkaloid adalah serupa, yaitu sama-sama mengandung nitrogen. Formula Massa molar Berat Jenis Titik Lebur Kemurnian di alam Struktur : : C17H19NO3 : 285.34 gram : 0.861 gram : 128C - 132C : 98 % dalam Piper nigrum. Dapat mencapai 100% dengan pemrosesan dalam laboratorium.

Persen komposisi berdasarkan massa : C = 71% Jenis Ikatan O = 17% H=6% N=5% : piperin mempunyai ikatan kovalen yang dominan. Selain itu, karena ia mempunyai banyak atom hidrogen, maka ia mempunyai ikatan hidrogen yang baik.

Warna dari piperine dapat bervariasi antara yang alami dan hasil buatan. Piperine secara alami berupa serbuk yang kekuning-kuningan, yang kemudian setelah sintesa menjadi berwarna hijau yang lebih kuat. Piperine dapat larut dalam alkohol, kloroform, eter, benzen dan air. Piperine tidak begitu reaktif kecuali dalam larutan. Piperine tidak mempunyai rasa kecuali jika dihancurkan (seluruhnya atau sebagian) di dalam larutan. Minyak dalam biji merica bereaksi dengan piperine untuk memberinya rasa. Ketika piperine kehilangan karakteristik rasanya maka ia dikenal sebagai Chavicine. Chavicine mempunyai rumus molekul yang sama tetapi strukturnya berbeda. Sebagai contoh, hilangnya rasa pedas dari lada dihubungkan dengan perubahan bentuk yang lambat dari chavicine dalam piperine. Ketika melebur dengan alkohol menyebabkan dihasilkannya asam potasium piperat. Piperine mempunyai rumus molekul yang sama seperti chavicine, morfin, dan minyak yang mudah menguap. Piperine juga mempunyai nama umum :piperoylpiperidine, piperylpiperidine, dan piperoylpiperidin 2.2.3 Isolasi Piperin Prosedur umum untuk mengisolasi piperin adalah ekstraksi menggunakan etanol (95%) dan KOH. Akan tetapi, cara pemanasan dengan CH2Cl2 juga memberikan hasil yang baik. Oleh karena luasnya pengunaan lada, maka banyak cara sintesa yang dirancang untuk produksi komersial. Perhatian : Piperin menyebabkan lakrimasi, karena itu semua prosedur harus dilakukan dalam tempat tertutup. Jika kristal piperin telah terbentuk , gunakan corong Hirsch dan vakum untuk menyaring filtrat kristal piperin kuning. Kemudian cuci kristal dengan eter/etanol dingin. Jika perlu lakukan rekristalisasi 2.2.4 Kegunaan dari Piperin Sejak piperin ditemukan dalam lada, banyak yang menganggap bahwa kegunaan utama dari piperin hanya untuk pemberi rasa dalam makanan. Namun ternyata piperin mempunyai banyak kegunaan, dari mulai sebagai insektisida

sampai dengan untuk tujuan pengobatan. Piperin juga ditambahkan ke dalam minuman beralkohol untuk memberikan rasa yang menggigit. Piperin yang ditambahkan dalam makanan meragsang keluarnya keringat, sehingga dapat mendinginkan tubuh. Piperine ditemukan di dalam kebanyakan obat pembasmi serangga, terutama sekali yang membunuh lalat umumnya. Tetapi penggunaan piperin yang paling utama adalah dalam bidang farmasi. Selama ribuan tahun orang-orang telah menggunakan piperine untuk menyembuhkan berbagai penyakit medis ringan. Dan di tahun-tahun terakhir ini piperin telah menjadi sangat populer dalam pengobatan yang telah menyelamatkan beribu-ribu nyawa. Penggunaan lada di berbagai belahan dunia : Negara

Penggunaan Anti-inflamasi Anti-malaria Gangguan pencernaan Menurunkan berat badan Anti-leukemia Mencegah dan meredakan demam Pengobatan ketika terkena bisa ular Anti-epilepsi

Mexico

Morocco

Indonesia

Penelitian medis sudah menunjukkan bahwa piperin sangat menolong dalam meningkatkan penyerapan dari berbagai macam vitamin seperti Selenium, Vitamin B dan Beta-Caroten. Piperine kelihatannya mempunyai kemampuan untuk meningkatkan aktivitas thermogenik alami badan. Thermogenesis adalah proses membangkitkan energi di dalam sel. Piperine meningkatkan thermogenesis dan pada gilirannya menciptakan permintaan untuk gizi/nutrien yang penting bagi metabolisme. Sejauh ini piperin terutama sekali telah sangat menolong pasien yang sedang sakit atau orang lanjut usia yang mengalami gangguan saluran pencernaan. Penelitian di Amerika Serikat sudah mengukur efektivitas yang dramatis dari Piperine dan sudah menunjukkan peningkatan dalam penyerapan Beta-Carotene, Vitamin B6, dan Selenium. Level Selenium dan Vitamin B6 meningkat dari

tigapuluh (30%) sampai Empatpuluh (40%) persen, sementara Beta-Carotene meningkat enam puluh (60%) persen. Penelitian lainnya sedang berlangsung untuk menguji efeknya tehadap vitamin dan mineral lain. Sebagai rempah-rempah, lada hitam mempunyai sejarah penggunaan yang aman selama beribu-ribu tahun. Piperine juga tidak diketahui efek sampingnya dan penelitian menunjukkan bahwa komponen ini membantu membuat sumber bahan bakar tubuh yang penting dengan cara membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Kerja lain dari piperin seperti : Meningkatkan produksi beta-endorfin di otak Mengurangi rasa sakit Meningkatkan produksi serotonin di otak Anti-konvulsan, anti-epilepsi Meningkatkan produksi epinefrin (adrenalin) di kelenjar adrenal Mengurangi produksi asam lambung (sekitar 1 jam) Mengurangi peradangan pada lambung Meningkatkan produksi pankreas oleh enzim pencernaan (amylase, Merangsang produksi melanin Mengurangi inflamasi karena iritasi atau alergi Mengobati gejala asma

lipase, trypsin and chymotrypsin)

III. PROSEDUR PERCOBAAN 3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat

Alat-alat yang digunakan dalam isolasi piperin ini, antara lain: Timbangan Analitik; Botol infuse 500 ml; Corong; Rotary evaporator; Pipet tetes; dan Vial. 3.1.2 Bahan Sedangkan bahan-bahan yang digunakan, antara lain: Lada hitam serbuk 10 gram; Ethanol; KOH; Kertas saring; Etil Asetat, Methanol dan Reagen Dragendorf

3.2 Cara Kerja


Timbang lada hitam serbuk seberat 10 gram kemudian maserasi dalam botol infuse 100 ml dengan ethanol dan didiamkan selama 3 hari kemudian disaring. Lakukan prosedur ini sebanyak 3 kali. Hasil maserasi digabungkan lalu dilakukan rotary sampai didapat ekstrak kental. Tambahkan KOH 10% dan ethanol biarkan semalam hingga didapat cairan dan kristal-kristal piperin yang berwarna kekuningan. Kristal dipisahkan dari cairan sehingga didapatkan kristal piperin. Lakukan KLT pada kristal dengan cara mengambil sedikit kristal piperin yang ditotolkan pada plat KLT lalu di KLT menggunakan eluen etil asetat : metanol ( 7 : 3 ). Lihat noda pada plat KLT di bawah sinar UV.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil


Dari percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut : Warna kristal : kuning muda

Berat Lada Hitam Berat piperin Jarak pelarut Jarak noda

: 10 gram : 0,3794 gram : 4,5 : 1,5

= 1,5 4,5 = 0,33

= 0,3794 x 100% 10 = 3,794 %

4.2 Pembahasan
Dalam melakukan ekstraksi atau penyarian dapat dilakukan beberapa cara, seperti maserasi, perkolasi, digestasi, infusi, dekokta dan sokletasi. Namun, pada isolasi piperin ini kami menggunakan cara maserasi. Pada percobaan ini, kami menggunakan lada hitam yang telah menjadi serbuk dan ditimbang seberat 10 gram. Setelah itu dilakukan maserasi. Pada proses maserasi, piperin direndam dengan menggunakan etanol agar zat aktif didalamnya tertarik, karena piperin larut dalam air dan mudah larut dalam alkohol. Setelah dilakukan maserasi 3 kali lalu lakukan rotari untuk menguapkan pelarutnya sehingga menghasilkan ekstrak kental kemudian tambahkan KOH, tujuan penambahan KOH yaitu agar KOH dapat mengikat basa yang ada pada alkaloida sehingga mempercepat proses rekristalisasi. Untuk mendapatkan ekstrak piperin dilakukan dengan menguapkan pelarutnya dengan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental yang didapat dimasukkan kedalam botol dan ditambahkan campuran KOH dan larutan metanol, didiamkan sehari dan saring sehingga didapat cairan dan

kristal piperin. Pisahkan cairan dan kristal sehingga didapat kristal piperin murni lalu lakukan KLT. Pada hasil KLT yang telah diuji terlihat jelas bahwa piperin yang ditotolkan pada plat KLT menghasilkan noda yang bagus, dimana noda yang dihasilkan hanya satu. Dilihat dibawah fluoresensi terlihat bahwa noda piperin pada plat KLT berwarna kuning orange. Berdasarkan literatur, piperin biasanya memiliki Rf sekitar 0,66 dan berwarna ungu dibawah sinar UV. Setelah dicari nilai Rf nya, hasilnya yaitu 0,33 artinya hasil yang didapatkan tidak mendekati nilai Rf menurut literatur atau kristal piperinnya belum murni. Hal ini mungkin disebabkan oleh sampel lada hitam yang digunakan adalah langsung dalam bentuk serbuk, sehingga ada senyawa-senyawa yang sifat kimianya berubah ataupun rusak saat pengolahan lada tersebut menjadi bentuk serbuk. Akibatnya senyawa yang diperoleh dari isolasi tidak bagus lagi. Dan menurut literatur dalam 100 g Lada Hitam terdapat 6-9 gram piperin sedangkan pada percobaan menggunakan 10 gram Lada hitam diperoleh 0,3794 gram piperin atau 1/2 dari yang seharusnya. Hal ini mungkin dikarenakan: pada saat melakukan percobaan setelah didapat kristal piperin, tidak semua piperin masuk kedalam vial ada yang tertinggal dalam larutan atau pada saat memindahkan ke vial, menimbang atau melakukan KLT ada kristal piperin yang terbuang.

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan


Dari praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Dari Piper nigrum 50 gram didapatkan kristal sebanyak 0,3 gram 2. Kristal berupa jarum halus kekuningan.

3. Rendemen yang didapatkan adalah sebesar 0, 6 %. 4. Rf yang didapat adalah 0,61.

5.2 Saran
Untuk praktikan selanjutnya disarankan agar : 1. Praktikan lebih memahami prosedur kerja dengan membaca dan memahami terlebih dahulu. 2. Praktikan selanjutnya agar lebih berhati-hati dalam bekerja ( terutama dalam pemurnian dan rekristalisai) agar didapatkan hasil yang lebih sempurna. 3. Gunakan eluen yang sesuai untuk mendapatkan noda yang bagus.

DAFTAR PUSTAKA
Besari, Ismail, dkk. 1995. Kimia Organik Universitas. Bandung: PT Armico. Djamal, Rusdji. 1988. Prinsip-prinsip Dasar Bekerja dalam Bidang KBA. Padang: Unand. Mills, Russell. Piperin Multiplies the Strength of Many Supplements and Drugs. <http://www.delano.com/Articles/piperine-multiplies.html> "Piperine." ChemFinder. <http://www.americanformulary.com/products/liver.htm> "Piperine." Natural Herb Remedies. <http://www.indianherbs.com/piperine.htm> Piperine. Nutritional Suplements. <http://www.questhealthlibrary.com/herbs/piperine> PiperineFrom Wikipedia, the free encyclopedia. <http://en.wikipedia.org/wiki/Piperine>