Anda di halaman 1dari 19

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari pulau pulau. Dilihat dari letak geografis Indonesia berada di lintang rendah sehingga indonesia kehidupan laut, karena sebagian besar bagian Indonesia merupakan laut. Oleh karena itu ilmu dalam mempelajari tentang laut sangat diperlukan. Ilmu yang mempelajari tentang laut adalah oseanografi yang mempunyai terminologi, Ocean yang artinya laut dan Graphos yang berarti gambaran. Terdapat parameter-parameter yang harus diketahui untuk mempelajari dan menggambarkan keadaan dari suatu daerah laut, baik secara sebaran menurun (vertikal) maupun sebaran menegak (horizontal). Dalam menentukan parameter parameter tersebut diperlukan analisis yang memerlukan waktu lumayan lama sehingga tidak efisien waktu karena diperlukan analisis yang cepat dan akurat. Oleh karena itu diciptakanlah perangkat lunak yang dapat mengefesienkan, yait ODV dan Surfer yang dapat membantu kita dalam analisis data seperti batimetri, arus, salinitas, topografi dan sebagainya, sehingga berbagai macam parameter dapat diketahui. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan pada Microsoft windows. Dengan adanya perangkat lunak (software) Surfer dan ODV (Ocean Data View) diharapkan dapat membantu dalam menganalisis data dan memvisualisasikan sehingga didapat informasi untuk mengetahui parameter oseanografi. 1.2. Tujuan Dengan adanya praktikum pemahaman tentang program aplikasi diharapkan Praktikan (mahasiswa) dapat memahami prinsip kerja dan menggunakan perangkat lunak Surfer dan ODV (Ocean Data View), praktikan (mahasiswa) dapat mengolah dan menampilkan data oseanografi, seperti batimetri, stick plot arus, sebaran menegak serta melintang suhu dan salinitas, T-S diagram dengan menggunakan Surfer dan ODV.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Surver (Surface Mapping System) Salah satu software developer di bidang pemetaan dan grafis mempunyai beberapa produk yang menarik, diantaranya yang berhubungan dengan pemetaan adalah surfer (software pemodelan pemetaan 3D), Mapviewer (software viewer dan analisa peta), didger (software digitasi serta konverter koordinat berpresisi tinggi), serta strater (software plotting pengeboran dan stratigrafi) (Surya, 2008). Surfer merupakan perangkat lunak produk Golden Software, inc. yang digunakan dalam pembuatan kontur pemodelan 3D yang didasarkan atas grid. Perangkat lunak ini berperan besar dalam pemetaan kawasan. Meskipun canggih, perangkat lunak ini tidak banyak menuntut untuk sistem operasi maupun perangkat keras. Pendukung perangkat lunak ini adalah Windows 98, Me, 2000, XP atau lebih tinggi sebagai OS.800x600 atau resolusi monitor dengan dukungan minimal 256 warna, 20 MB ruang bebas hardisk pada drive OS (windows), 13 MB ruang bebas pada hardisk. Paling sedikit 8 MB RAM kertas syarat windows untuk besar gambar (bitsmap) dan tampilan (Anonimous, 2009). Proses pembuatan DTM dengan menggunakan Surfer 8.0 relatif lebih mudah bagi yang terbiasa dengan platform Windows. Hal ini dikarenakan menu-menu yang ditampilkan pada Surfer 8.0 lebih mudah untuk dimengerti. Surfer 8.0 mengenal dua jenis data dalam proses pembuatan DTM, yakni data dengan format *.dat dan *.grd. Sehingga bila terjadi kesalahan di dalam interpolasi (dalam format *.grd) tidak akan memberikan pengaruh terhadap data format *.dat. Untuk tahapan konversi data dari format *.dat menjadi data dalam format *.grd membutuhkan waktu yang cukup lama (Juniangga, 2005). 2.2 ODV (Ocean Data View) Ocean Data View (ODV) adalah paket perangkat lunak untuk analisis, eksplorasi interaktif dan visualisasi profil geo-referenced oseanografi dan lainnya atau data urutan. ODV digunakan dalam : * properti bidang properti / stasiun dipilih , * menyebarkan plot untuk set stasiun , * bagian warna di sepanjang jalur pelayaran sewenang-wenang , * warna distribusi pada isosurfaces umum , * plot evolusi temporal bidang tracer ,

* perbedaan bidang tracer antara mengulangi , * bagian kecepatan geostropik . * animasi (3MB). ODV dapat menampilkan poin asli data atau bidang grid berdasarkan data asli. ODV memiliki dua-rata-rata tertimbang gridding algoritma cepat dibangun dan juga memungkinkan integrasi maju gridding perangkat lunak DIVA . bidang grid dapat berupa warna-teduh dan / atau berkontur. ODV mendukung lima proyeksi peta yang berbeda dan dapat digunakan untuk menghasilkan kualitas tinggi peta jelajah (20KB). ODV keluaran grafis dapat mengirimkan langsung ke printer atau mungkin diekspor ke PostScript, gif, png, atau jpg file. Resolusi file grafis diekspor ditentukan oleh pengguna dan tidak dibatasi oleh resolusi pixel layar. Format data ODV memungkinkan penyimpanan padat dan sangat cepat mengakses data. Koleksi data besar dengan ratusan ribu stasiun dengan mudah dapat dipertahankan dan dieksplorasi pada desktop murah dan komputer notebook. Data dari ARGO , World Ocean Circulation Experiment (WOCE) , World Ocean Database ,World Ocean Atlas , dan / Medar Medatlas proyek bisa langsung diimpor ke ODV. Siap-ke-menggunakan versi data WOCE, World Ocean Atlas grid 2005 dan 2001 serta banyak lainnya dataset geosains penting yang tersedia untuk di-download. ODV juga mendukung netCDF format dan memungkinkan Anda menjelajahi dan memvisualisasikan CF, COARDS, GDT dan CDC compliant dataset netCDF. Iklim netCDF data dalam format yang tersedia di sini . Opsional resolusi tinggi garis pantai, batimetri dan topografi set yang tersedia untuk daerah khusus . set tambahan untuk wilayah yang Anda minati dapat diproduksi pada permintaan . Perhatikan bahwa ada biaya untuk layanan tambahan. ODV digunakan oleh lebih dari 18.000 ilmuwan di lembaga penelitian terkemuka di seluruh dunia. The UNESCO Samudra Guru proyek mempekerjakan ODV sebagai salah satu analisis utama dan alat tampilan. Selain itu, ODV digunakan sebagai alat visualisasi untuk Pangea sistem informasi. Pangea data set dapat dengan mudah dikonversi menjadi koleksi ODV menggunakan Pan2Applic aplikasi. Data dalam TGM-3M format bisa dikonversi dengan menggunakan aplikasi Windows TGM2ODV ( inggris / versi Rusia ). ODV pengembangan ini didukung oleh proyek Uni Eropa FP6 SeaDataNet.

III. METODOLOGI 3.1. Alat Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu komputer/laptop yang dilengkapi dengan software Surfer 8.0 dan Ocean Data View (ODV) 3.0. 3.2. Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu peta pada koordinat 9720BT 9740BT dan 5LU - 520LU serta modul praktikum Surfer dan ODV. 3.3. Prosedur Kerja 3.3.1. Surfer Diagram alir untuk pembuatan peta batimetri:
Data di-import ke plot dokumen surfer. Peta dibuat dengan koordinat yang sudah ditentukan, setelah itu disimpan dalam format bln, akan menampilkan bingkai dengan Map >> Base Map

Garis pantai dan kedalaman yang terbentuk divisualisasikan .

Digitasi dilakukan pada garis pantai dan kedalaman, setelah itu disimpan dalam *.bln. lalu lakukan gridding file batimetri.

Properties pada peta dan legenda vector arus diatur sesuai dengan kebutuhan.

Diagram alir untuk pembuatan stick plot arus:

Pada worksheet yang pertama terdiri dari 3 kolom (x,y,z), dimana x merupakan satuan waktu, y nilai sembarang, dan z merupakan arah arus.

Pada Worksheet yang kedua sama seperti worksheet yang pertama, namun nilai z diganti dengan kecepatan arus.

Pada file lembar kerja dilakukan gridding dengan spacing 1 untuk x dan y dan menghasilkan file baru dengan format *.grd.

3.3.2. Ocean Data View (ODV) Diagram alir untuk sebaran menegak suhu, salinitas dan T-S diagram:
Data yang telah dimasukkan, disimpan dalam format *.txt. kemudian buka software ODV. Lakukan visualisasi stick plot arus pada lembar kerja plot.

Buat sebaran menegak yaitu dengan memilih scatter, sebaran permukaan dengan memilih surface, dan sebaran melintang dengan memilih section.

Data yang terdapat pada sheet dicocokkan dengan data yang terdapat d ODV.

Buat sebaran melintang antara sumbu x sebagai salinitas dan sumbu y sebagai suhu potensial. dengan sebelumnya melakukan penurunan variabel dari insitu.

IV.
4.1 Profil 2D dan 3D batimetri

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1. Peta 2D Batimetri

Gambar 2. Peta 3 D Batimetri Peta batimetri adalah peta yang menggambarkan bentuk konfigurasi dasar laut yang dinyatakan dalam angka kedalaman dan kontur kedalaman. Berdasarkan gambar 1 dan 2 diketahui bentuk dan pola kedalaman laut, terdapat continental slope, continental shelf, dan continental rise, selain itu juga terdapat mid ocean ridge.

4.2

Stick plot arus

Gambar 3. Stik Plot Arus Dari gambar stik plot arus di atas menunjukkan arah arus di bagian permukaan , kolom, dan dasar perairan. Arah arus pada bagian permukaan lebih dominan kearah utara, bagian kolom perairan lebih dominan kearah tenggara, dasar perairan lebih dominan kearah utara. Selain itu gambar diatas juga dapat menjelaskan kecepatan arus yang dilihat dari warna stik plot yang berbeda. Kecepatan yang dominan di permukaan sebesar 0.7-1.2, di bagian kolom sebesar 1.7-2.2, di bagian dasar sebesar 2.2- 2.7.

4.3 Sebaran Suhu dan Salinitas (Menegak, melintang, dan T-S diagram)

Gambar 4. Sebaran melintang salinitas Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa sebaran salinitas tiap stasiun baik di permukaan maupun kedalaman tertentu berbeda. Salinitas dipengaruhi oleh jarak dari daratan dan kedalaman. Kisaran salinitas pada gambar adalah 31,5-33,5 . Semakin dekat perairan ke daratan salinitas semakin rendah karena masih dipengaruhi oleh air tawar, ditandai dengan warna biru sedangkan semakin jauh dari daratan dan menuju laut lepas salinitas lebih tinggi karena tidak ada pengaruh sama sekali dengan air tawar dan daratan yang ditandai dengan warna kuning sampai kemerahan.

Gambar 5. Sebaran Menegak Suhu dan Salinitas

Gambar diatas menunjukkan sebaran menegak suhu dan salinitas di ke-empat stasiun, pada stasiun 1 (warna biru) kisaran salinitas antara 31-32 0/00 dengan kisaran suhu antara 19-22
o

C. Stasiun 2 (warna merah) memiliki kisaran salinitas 31.5-33.25 0/00 dengan kisaran suhu 14-

18 oC. Stasiun 3 (warna hijau) memiliki salinitas dengan kisaran salinitas antara 32-33,4 0/00 dengan kisaran suhu antara 16-20 oC. Stasiun 4 (warna ungu) memiliki kisaran salinitas 32.2534 0/00 dengan kisaran suhu 14-20 oC. Sebaran salinitas dari stasiun 1 hingga stasiun 4 menunjukkan letak stasiun tersebut berada dari daratan menuju laut. Salinitas dari daratan menuju laut lepas semakin meningkat. Sedangkan sebaran suhu dipengaruhi oleh kedalaman. Semakin dalam perairan maka suhu semakin rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa pada stasiun 1, 4, 3, dan 2 secara berturut-turut menunjukkan letak stasiun dari permukaan hingga dasar perairan. Hubungan antara salinitas dan suhu berbanding terbalik semakin tinggi suhu maka semakin rendah salinitas.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan Perkembangan informasi dan teknologi berupa perangkat software sangat membantu dan mendukung bidang kelautan dan perikanan untuk mengetahui kondisi daerah laut baik parameter fisik maunpun kimia. Penggunaan teknologi tak sebatas pada informasi fisika dan kimia dalam implementasi seperti kedalaman laut, stick plot arus suatu perairan, sebaran menegak dan melintang pada suhu dan salinitas serta diagram T-S. Dengan adanya pengaplikasian terhadap penggunaan software Surfer dan ODV terhadap parameter fisika dan kimia laut sehingga dapat memahami dan menerapkan dalam memvisualisasikan data oseanografi. Pemahaman penggunaan perangkat lunak ini sangat berguna. Diantaranya dalam perencanaan teknik pembangunan pelabuhan daerah pantai, kepentingan pariwisata, kepentingan transportasi, penyelaman, penelitian. 5.2. Saran Perlu pemahaman lebih dalam mengenai penggunaan perangkat lunak (software) Surfer dan ODV mengingat pengoperasian kedua program ini cukup sulit dan perlu ketelitian.

DAFTAR PUSTAKA Anonima.2009.Penggunaan Ocean Data View. http://www.tos.org/oceanography/ issues/issue_archive/issue_pdfs/11brown [15 November 2010] Anonimb.2010.ODV.http://marinemetadata.org/references/ocean-data-view [15 November 2010] Anonimc.2009.Surfer.http://en.wikipedia.org/wiki/Surfer [16 November 2010] Anonimous, 2009, Surfer. http://www.btsoftware.com/ [19 November 2010] Surya, Yohanes Sam. 2008. Surfer8. http://www.gis4u.net [19 November 2010] Juniangga, A. Grana. 2005. Analisa Perbandingan Antara Geographic Resources Analysis Support System (GRASS) Dengan Surfer 8.0 untuk Pembuatan Digital Terrain Model. Surabaya.

Lampiran

Tutorial ODV
1. Buka ODV klik file save OK

2. Klik import ODV spreadsheet masukan data ok

3. Associate bujur = longtitude, lintang= latitude, stasiun=station ok

4. Associate kedalaman=depth, suhu=temparature, salinitas=salinity ok

5. Klik pada peta full domain display option perbesar titik dengan memperbesat dot

6. Tampilannya

7. Double klik pada setiap titik klik kanan pada grafik full range

8. Klik kanan pada peta save plot as

9. Gabung antara grafik salinitas dengan temperatur klik kanan variable y ganti dengan salinity

10.Klik section f 11 depine section klik pada titik enter pada titik terakhir ok

11.Tampilannya

12.Klik kanan display options klik VG gridding scale x dan y di perbesar Klik propertis klik << ok

13.Klik kanan y variabel depth x variable distance z variable temparature

14.Untuk membuat sebaran melintang salinitas dengan suhu rubah variable sesuai keinginan dengan mengklik kanan variable z

Tutorial stick plot 1. Buka surfer 8.0 buka worksheet masukan data stasiun, kedalaman dan

arah save (*bln) 2. Lakukan hal yang sama dengan memasukan data masukan data stasiun, kedalaman dan arah save (*bln)

3. Buka plot document klik grid data arah1 open ganti spacing x dan y dengan 1 ok

4. Tampilan hasil gridding

5. Lakukan hal yang sama untuk data kecepatan1 6. Stelah itu klik map vector map new 2 grid vector map pilih arah pilih kecepatan

7. Klik kanan properties pilih polar (angle, leght) show color scale ok

8. Klik kanan properties format isi suffix dengan m/s ok 9. Selanjutnya di beri arah mata angin, scale bar, judul dan lain-lain