Anda di halaman 1dari 7

DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA JEPARA PUSKESMAS WELAHAN II Alamat : Jalan Raya Purwogondo Karanganyar KM 7

STANDAR PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN PUSKESMAS No. Tanda-tanda 1. Dimulai gejala prodormal : ban lemah, hilang nafsu makan, nyeri dan kaku seluruh badan Sendi yang terserang: bengkak, merah, dan nyeri Nyeri hilang timbul, ada masa remisi, simetris bilateral, berhubungan dengan udara dingin Dapat terjadi deformitas setelah terjadi destruksi sendi 2. Faring hiperemis Konka hidung edema dan hiperemis Sekret bersifat serus, seromukous, atau mukopurulent bila ada infeksi sekunder Gejala-gejala Mulai dari sendi-sendi kecil seperti pergelangan tangan dan kaki Pada tahap lanjut dapat menjelang sendi besar (bahu dan pinggul) Diagnosis Artritis rheumatoid Pengobatan 1. Analgesik/NSAID setelah makan Asetosal 1 gram 3x sehari Fenilbutason 200mg 3x sehari Ibuprofen 400mg 3x sehari 2. Mengistirahatkan sendi diperlukan dalam keadaan akut Keterangan

- Demam - Sakit kepala - Nyeri otot - Nyeri sendi - Nafsu makan hilang - Gejala lokal: nyeri tenggorok, batuk kering, hidung tersumbat, bersin, ingus encer

Common cold

1. Istirahat dan banyak minum 2. Paracetamol 500mg 3x sehari atau asetosal 3x 300-500mg untuk menghilangkan nyeri dan demam Untuk anak, dosis paracetamol 10mg/kgBB/kali, 3-4x shari 3. Antibiotik hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder

3.

Nyeri epigastrium hilang timbul/menetap Pada keadaan gastritis erosif dapat dijumpai tanda perdarahan seperti hematemesis atau melena

- rasa perih atau tidak enak di Gastritis ulu hati - perut kembung, mual, muntah

4.

Faring posterior merah dan bengkak Pembesaran kelejar getah bening leher anterior Folikel bereksudat dan purulent di dinding faring

- Menonjol : nyeri tenggorok, nyeri telan, nyeri sampa ke telinga - Demam - Batuk, pilek - Tidak mau makan - Malaise

Faringitis Akut

1. Tirah baring 2. Makan teratur, menghindari makanan yang merangsang lambung 3. Antasida (Al Hidroksida, Mg Hidroksida ) menjelang tidur, pagi hari, dan diantara waktu makan 4. Penderita dengan hematemesis atau melene rujuk ke RS 1. Demam: - Dewasa Paracetamol 250-500mg 4x sehari jika diperlukan atau ibuprofen 200mg 4x sehari jika diperlukan - Anak Paracetamol diberikan 3x sehari jika demam: < 1 tahun: 60mg/kali (1/8 tablet) 1-3 tahun: 60-120mg/kali (1/4 tablet) 3-6 tahun: 120-170mg/kali (1/3 tablet) 6-12 tahun: 170-300mg/kali (1/2 tablet) 2. Infeksi - Dewasa o Kotrimoksazol 2 x 2 tablet untuk 5 hari

5.

Tekanan darah diukur setelah - Umumnya tidak memberikan keluhan dan tanda khusus, seseorang duduk/ berbaring 5 mungkin pusing, sakit menit. Apabila pertama kali kepala, rasa lelah diukur tinggi (>140/90 mmHg) maka pengukuran diulang 2 x - Epitaksis, gelisah, muka merah bukanlah gejala pada 2 hari berikutnya untuk spesifik meyakinkan adanya hipertensi.

Hipertensi esensial

o Amoksisilin 500mg 3x sehari untuk 5 hari o Eritromicin 500mg 3x sehari - Anak o Kotrimoksazol 2 x 2 tablet untuk 5 hari o Amoksisilin 3050mg/kgBB/hari untuk 5 hari o Eritromicin 2040mg/kgBB/hari untuk 5 hari 1. Hipertensi ringan-sedang langsung dimulai dengan non obat, meliputi pengendalian berat badan, diit rendah garam (kecuali mendapat HCT), mengurangi lemak, stop merokok, stop minum alkohol obat: Hidroklorotiazid 12,525mg/hari dosis tunggal pagi hari Propanolol 2x20-40mg sehari Captopril 2-3 x 12,5-25mg sehari Mulai dosis terendah, dengan evaluasi berkala. Hati-hati pada usia lanjut.

2. Hipertensi sedang-berat Obat : kombinasi HCT+propanolol, atau HCT+captopril, bila obat tunggal tidak efektif Penderita asma bronkial tidak boleh diberikan beta bloker. 6. Pengukuran suhu 38C - Demam <3 hari tanpa gejala penyerta lain Observasi Febris - Dewasa Paracetamol 250-500mg 4x sehari jika diperlukan atau ibuprofen 200mg 4x sehari jika diperlukan - Anak Untuk anak, dosis paracetamol 10mg/kgBB/kali, 3-4x shari 1. Analgesik/NSAID setelah makan Asetosal 1 gram 3x sehari Fenilbutason 200mg 3x sehari Ibuprofen 400mg 3x sehari 2. Jika keluhan berat, dapat digunakan pelemas otot dengan perhatian khusus 3. Mengistirahatkan otot diperlukan dalam keadaan akut - Faktor pencetus serangan sedapat mungkin dihilangkan.

7.

Riwayat penggunaan otot secara berlebihan dan lama Dapat disebabkam karena posisi yang tidak ergonomis, dan dipertehankan lama Gerak terbatas karena nyeri pada otot Tidak terdapat kelainan pada sendi dan tulang

Kaku dan nyeri pada otot yang terkena

Gangguan otot

8.

Pada auskultasi terdengar wheezing dan ekspirasi

- Sesak napas disertai suara mengi

Asma Bronkiale

memanjang.

- Sesak napas di pagi hari dan sepanjang malam, sesudah latihan fisik (terutama saat cuaca dingin), berhubungan dengan paparan terhadap alergen seperti pollen dan bulu binatang. - Batuk yang panjang di pagi hari dan larut malam, berhubungan dengan faktor iritatif

- serangan ringan dapat


diberikan suntikan adrenalin 1 : 1000 0,2 0,3ml subkutan yang dapat diulangi beberapa kali dengan interval 10 15menit. Dosis anak 0,01 mg/kgBB - Bronkodilator terpilih adalah teofilin 100 150 mg 3 x sehari pada orang dewasa dan 10 15 mg / kgBB sehari untuk anak. Atau Salbutamol 2 4 mg 3 x sehari untuk dewasa Pada pioderma letak dalam, perhatikan keadaan umum dan status imun secara keseluruhan Topikal: Bila dijumpai pus banyak, asah atau krusta dilakukan kompres terbuka dengan (permanganas kalikus 1/5000), rivanol 0,1%, larutan povidon 7,5% dilarutkan sepuluh kali, tiga kali sehari masingmasing 1 jam selama masih akut Bila tidak tertutup pus atau krusta diberikan

9.

a) Impetigo krustosa: biasanya pada anak, di kulit sekitar hidung dan mulut, vesikel-pustula yang cepat pecah dan menyebar ke sekitar b) Impetigo vesicobulosa: menyerang dada, ketiak, punggung, sering ditemukan hipopion c) Impetigo nenonatorum: terjadi di seluruh tubuh, kadang disertai demam d) Furunkel: banyak di bokong dan ketiak, folikek yang terinfeksi membengkak, bernanah, nyeri dengan eritema di

Gatal Benjol-benjol kecil pada kulit berisi cairan Kulit kemerahan

Penyakit Kulit Infeksi

sekitar kulit

10.

Diare akut : buang air besar lembek/cair konsistensinya encer, lebih sering dari biasanya disertai berlendir, bau amis, berbusa bahkan dapat berupa air saja yang frekwensinya lebih sering dari biasanya.

Demam Bab dengan banyak cairan Lemas Kadang disertai kembung, nafsu makan menurun, mual

Diare

salep/ krim garam natrium fusidat 2 %. Sistemik: Pada lesi dalam dan / atau luas diberikan antibiotik sistemik: Lini 1 : golongan penisilin : amoksisilin , ampisilin Lini 2 : golongan makrolid : eritromisin 500 mg 4 x sehari Lini 3 : golongan sefalosporin Lini 4 : antibiotik lain-lain : klindamisin Edukasi dan pencegahan Mencari faktor predisposisi Higiene Menurunnya daya tahan tubuh: kurang gizi, anemia, penyakit kronik/ metabolik, dan keganasan Telah ada kelainan kulit primer 1. Pemberian cairan, berupa upaya rehidrasi oral (URO) untuk mencegah maupun mengobati dehidrasi. 2. Melanjutkan pemberian makanan seperti biasa, terutama ASI, selama diare dan dalam masa penyembuhan

Rasa haus, mulut dan bibir kering Menurunnya turgor kulit Menurunnya berat badan, hipotensi, lemah otot sesak napas, gelisah Mata cekung, air mata tidak ada Ubun-ubun besar cekung pada bayi Oliguria kemudian anuria Menurunnya kesadaran, mengantuk Bila kekurangan cairan mencapai 10% atau lebih penderita jatuh ke dalam dehidrasi berat dan bila berlanjut daoat terjadi syok dan kematian

3. Tidak menggunakan antidiare,


sementara antibiotik maupun antimikroba hanya untuk kasus tersangka kolera, disentri, atau terbukti giardiasis atau amubiasis 4. Pemberian petunjuk yang efektif bagi ibu dan anak serta keluarganya tentang upaya rehidrasi oral di rumah, tandatanda untuk merujuk dan cara mencegah diare di masa yang akan datang. 5. Dasar pengobatan diare akut adalah rehidrasi dan memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. Oleh karena itu langkah pertama adalah tentukan derajat dehidrasi.