Penambang Emas Liar, Pemkab Diminta Berikan Solusi Padat Karya Selain pembinaan kepada pertambangan emas di Logas

Kuantan Sengingi, pemkab juga diminta untuk menerapkan solusi padat karya. Riauterkini-PEKANBARU-Terkait dengan keberadaan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), anggota DPRD Daerah Pemilihan Kuantan Sengingi (Dapil Kuansing), Abu Bakar Sidiq kepada Riauterkini rabu (13/2) menyatakan bahwa pihak pemerintah kabupaten harus cepat tanggap terhadap permasalahan tersebut. Pasalnya, sudah banyak keluhan masyarakat terkait dengan keberadaan penambang emas tanpa izin. Menurutnya, pemerintah kabupaten Kuansing harus dengan segera mencarikan solusinya. Tentunya agar permasalahan tersebut dapat mengakomodir semua pihak. Termasuk masyarakat penambang emas. "Saya setuju dengan adanya opsi pembinaan terhadap keberadaan penambangpenambang emas tersebut. Karena jika tidak dilakukan pembinaan, penambangan akan berdampak kepada kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai. Penambang emas tanpa izin tersebut sudah merambah di kawasan HTI-nya Riaupulp. Mereka merusak kawasan HTI di sektor logas sehingga kawasan yang ditambang menjadi kawasan kritis dan tidak bisa dilakukan penanaman dan perlu direklamasi. Selain itu, penambangan emas yang menggunakan mercuri (air raksa) dalam proses penambangan membuat sungai tercemar oleh bahan kimia mercuri tersebut. Dampaknya, banyak warga yang tidak mau mengkonsumsi ikan yang ditangkap dari anak sungai Sengingi. Selain melakukan pembinaan, pemkab Kuansing juga sebaiknya membuat program padat karya. Yaitu program yang dapat menyerap tenaga kerja lokal. Sehingga ketika pemkab memberikan pembatasan terhadap penambangan emas, masyarakat tempatan tetap memiliki penghasilan. "Kondisi saat ini cukup menjepit warga. Illegal logging yang juga menjadi mata pencarian mereka dilarang. Menambang emaspun akhirnya dibatasi bahkan bisa jadi dilarang. berdasarkan itulah bahwa pemkab Kuansing bisa membuat program yang mampu menyerap tenaga kerja tempatan agar masyarakat tempatan tidak kehilangan mata pencarian," katanya. ***(H-we)

Walhi akan Surati Bupati dan Kapolres Kuansing Sarang Penambang Emas Ilegal

Dari segi lingkungan jelas aktivitas itu telah menimbulkan keresahan. Inuman dan Pucuk Rantau. Menurut Hariansyah Usman. Selain itu di Sungai Kuantan. Penambangan ini banyak terdapat di kecamatan Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan. kalau dibiarkan. Seolah-olah ada pihak yang menutup-nutupi agar tidak dilakukan razia.COM. seperti di Kopah. Minggu (5/2) mengatakan.Minggu. Pelaku penambangan emas tanpa izin ini semakin marak. 5 Februari 2012 | 22:50 WIB Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on googleMore Sharing Services Powered by Translate INILAH. Pencemaran . Sungai kecil maupun besar hancur akibat penambangan yang dilakukan secara sembrono. Teluk Kuantan . tapi tak ada dilakukan razia oleh pihak terkait.foto:ilustrasi Oleh: Haluan Riau sindikasi . kita akan laporkan ke Polda dan Kapolri karena tidak baik menjaga stabilitas di tengah masyarakat. aktivitas PETI. Di daerah ini juga telah lama PETI beraktivitas menggunakan kapal dompeng.pelaku PETI di Sungai Kuantan akan semakin banyak. telah nyata-nyata menimbulkan keresahan masayarakat. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Hariansyah Usman kepada Haluan Riau. Walhi dalam waktu dekat akan mengambil langkah preventif dengan menyurati Bupati Kuansing dan Kapolres Kuansing untuk mengambil tindakan tegas di lapangan. Diperkirakan sudah mencapai 200-an kapal dompeng. "Alasanya.Kuantan Singingi menjadi sarang pelaku penambangan emas tanpa izin menggunakan kapal bermesin dompeng." ujarnya. di Sungai Singingi juga banyak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Kalau tidak ada tindakan.

ada hari-hari tertentu para penambang memberikan upeti pada pihak Kepolisian. seharusnya PETI tidak dibiarkan. kepada Kapolres secepatnya harus bertindak cepat. ini buktinya kepada Kapolres karena ini wilayah hukum polres kuansing. Begitu juga dengan penemuan air raksa. Ini sudah kasat mata dan aktivitas ini telah terang-terangan. [mor] . Harus juga ada sanksi hukum kepada penjual air raksa. tidak harus menunggu masyarakat langsung melapor." ujarnya. pelakunya harus ditangkap dan dilakukan tindakan hukum. "Kita juga tidak ingin masyarakat sendiri yang akan mengambil tindakan membakar atau apa namanya. karena ini besar kemungkinan akan terjadi. Ini harus menjadi dasar Kapolres untuk mengusut. "Kalau memang terjadi. Walhi juga pernah turun ke lapangan melakukan wawancara dengan masayarakat yang mengatakan. "Kita lihat sudah banyak masyarakat mengomentari melalui media." tambahnya. karena ini jelas melanggar hukum. masalah kekeruhan air dan kekhawatiran penggunaan mercuri akan mengganggu kesehatan masayarakat. "Kalau tindakkan tidak jelas. Sebelumnya Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro memang telah berniat melakukan penertiban yang merupakan prioritas. ini sudah sama dengan membuat laporan. semakin menambah catatan buruk kepolisian. Masyarakat resah dengan kondisi ini.air yang ditimbulkan. ini ironis. "Kalau memang aktivitas ini ilegal. Ia menambahkan. "Kita menyakini air raksa ini tidak satu tempat saja digunakan. Penangkapan dan penindakan hukum dilakukan oleh Kepolisian." tegasnya. Kepolisian harus mengusutnya sampai tuntas. kita patut mencurigai pihak Kepolisian terlibat dalam hal membeking para penambang emas." katanya. jangan menunggu laporan dari masyarakat untuk penertiban. Tindakan ini tidak harus menunggu laporan masyarakat. Terkait penangkapan pelaku PETI menggunakan air raksa. Ia mengatakan. karena memperjualkan air raksa sembarangan." ungkapnya." ujarnya." imbuhnya. Terjadi benturan ini yang harus di antisipasi Pemerintah Kabupataen dan pihak Kepolisian. tidak ada upaya penertiban dari pihak Kepolisian. Aparatur penegak hukum yang berwenang seperti Kepolisian harus menghentikannya.