Anda di halaman 1dari 6

Nama : Imelda Gustia Ningsih Nim : 06091010008

REAKSI PENATAAN ULANG Reaksi penataan ulang dapat berlangsung melalui intermediet, terutama kation-kation, anionanion atau radikal-radikal. Sebagai contoh adalah penataan ulang yang melibatkan karbokation, kation 1-propilium dapat mengalami penataan ulang menjadi kation 2-propilium, yaitu dengan perpindahan satu atom hidrogen dengan pasangan elektronnya (geseran hidrida) dari C2 ke karbon C1 karbokationiknya.

Hal ini merupakan petunjuk bahwa kemantapan karbokation sekunder lebih besar daripada primer, tetapi geseran dalam arah yang berlawanan dapat berlangsung, asalkan dimungkinkan untuk mencapai kemampuan delokalisasi yang lebih besar pada sistem orbital suatu cincin benzena. Berikut ditunjukkan terjadinya penataan ulang dari karbokation tersier sekunder.

Di sini terlihat adanya peluang untuk terjadinya penataan ulang yang lebih menarik dalam kation terdelokalisasi, misalnya penataan ulang pada sistem alilik. Sebagai contoh adalah dalam reaksi solvolisis SN1 dari 3-kloro-1-butena dalam etanol (EtOH).

Setelah terbentuknya karbokation, penyerangan oleh EtOH dapat terjadi pada C1 dan C2, dan ternyata diperoleh campuran dari kedua eter tersebut.

Reaksi substitusi terjadi jika satu bahan baku membentuk satu produk dengan susunan atom dan ikatan yang berbeda (misal produk merupakan isomer dari bahan baku. A B

Mekanisme reaksi meliputi intermediate karbokation, dan kation yang pertama terbentuk (misal primer atau sekunder) tersebut berubah menjadi kation yang lebih stabil (misal tersier).

Frank. C. Whitmore pada tahun 1930 menemukan adanya reaksi penataan ulang yang terjadi selama reaksi adisi HX pada alkena. Contohnya, reaksi HCl dengan 3-metil-1-butena menghasilkan 2-kloro-2-metilbutana di samping produk yang diharapkan, yaitu 2-kloro-3-metilbutana.

Bagaimanakah pembentukan 2-kloro-2-metilbutana dapat dijelaskan? Jika reaksinya berjalan dalam satu tahap, hal ini akan sulit untuk menemukan bagaimanakah terjadi penataan ulang, tetapi jika tahapan reaksinya lebih dari satu maka penataan ulang dapat dijelaskan. Whitmore menjelaskan bahwa intermediet karbokationlah yang mengalami penataan ulang. Intermediet karbokation sekunder, yang dihasilkan dari protonasi 3-metil-1- butena, menata kembali strukturnya menjadi karbokation tersier yang lebih stabil melalui hidrida shift. Hidrida shift yaitu perpindahan hidrogen bersama pasangan elektronnya (H:) dari atom karbon ke karbon tetangganya dalam satu molekul. Penataan ulang karbokation juga dapat terjadi melalui perpindahan gugus metil bersama pasangan elektronnya. Contohnya reaksi antara 3,3-dimetil-1-butena dengan HCl menghasilkan campuran sama banyak 2-kloro-3,3-dimetilbutana dan produk penataan ulang yaitu 2-kloro-2,3-dimetilbutana.

Pada dasarnya, penataan ulang karbokation bertujuan untuk membentuk karbokation yang lebih stabil.

Pereaksi-pereaksi kimia membawa beberapa jenis perubahan dalam molekul organik. Beberapa melibatkan perubahan pada gugus fungsi hanya saja perubahan dalam molekul itu sendiri jarang terjadi, mungkin disebabkan karena sifat inert alami dari bagian alifatik atau alisiklik yang terkait dengan gugus fungsi yang mengalami reaksi. Ada beberapa pereaksi kimia yang dapat menyebabkan perubahan dan melibatkan migrasi kelompok-kelompok dari satu posisi ke posisi lain di dalam molekul. Perubahan ini dapat terjadi baik oleh mekanisme satu langkah yang sinkron yang menyebabkan keadaan transisi pada siklik atau dengan jalur dua langkah dengan pembentukan intermediet. Mekanisme pertama ini disebut penataan ulang intramolekul sedangkan yang terakhir disebut penataan ulang intermolekul. Perbedaan mendasar antara keduanya yaitu waktu. Ciri khas dari reaksi penataan ulang ditandai oleh adanya suatu gugus yang berpindah dari suatu atom ke atom yang lain dalam molekul. Sebagian besar perpindahan (migrasi) tersebut adalah dari suatu atom ke atom yang lain yang berdampingan, sehingga dinamakan "perpindahan 1,2". Reaksi penataan ulang prosesnya diawali dengan pemutusan ikatan karbon-karbon, dan kemudian diikuti perpindahan gugus yang ikatannya telah putus tersebut membentuk ikatan baru dengan atom karbon yang lain atau atom oksigen atau nitrogen. Penataan Ulang Pinacol Penataan ulang pinakol adalah suatu reaksi migrasi 1,2 dari suatu diol menjadi sebuah turunan senyawa okso. Sebuah contoh, pinakol, suatu alcohol ditersier, disusun ulang menjadi pinakolon di bawah pengaruh asam sulfat. Reaksi ini berlangsung dengan asam encer atau pun sedang dalam suhu tinggi. Turunan pinakol dan halohidrin juga mengalami penataan ulang ini.

Penataan Ulang Fries Penataan ulang Fries melibatkan konversi fenolik ester pada pemanasan dengan suatu asam Lewis, menjadi hidroksi keton. Pada bentuk paling sederhananya terlihat pada reaksi fenil asetat dengan AlCl3 menghasilkan orto dan para hidroksi keton. Asilasi pada fenil dengan reaksi Friedel-Craft menghasilkan produk campuran. Jumlah relative dari orto dan para bergantung pada kondisi reaksi. Pada suhu rendah, hasil dalam bentuk para predominan sedangkan pada suhu tinggi akan ditemukan bentuk orto sebagai produk mayornya.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry/2151026-penataan-ulang/#ixzz29FMmzJQ5

Penataan ulang Hofmann-Martius


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Penataan ulang Hofmann-Martius dalam kimia organik adalah reaksi penataan ulang yang mengubah anilina yang ter-N-alkilasi menjadi anilina yang teraril alkilasi pada posisi orto maupun para. Reaksi ini memerlukan panas dan katalis asam seperti asam klorida[1] [2]

Ketika katalisnya merupakan logam halida, ia juga disebut sebagai penataan ulang Reilly-Hickinbottom[3]. Reaksi ini juga dapat berjalan untuk aril eter. Dua reaksi yang berkaitan erat dengan reaksi ini adalah penataan ulang Fries dan penataan ulang Fischer-Hepp. Mekanisme reaksi ini berpusat pada disosiasi reaktan dengan residu organik bermuatan positif R yang menyerang cincin anilina pada alkilasi Friedel-Crafts. Pada satu kajian, penataan ulang ini diterapkan ke 3-N(CH3)(C6H5)-2-oksindola [4] [5]:

---------------\

Penataan ulang Neber


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Penataan ulang Neber merupakan reaksi organik di mana oksim diubah menjadi alfa-aminoketon melalui reaksi penataan ulang.[1][2]

Oksim pertama-tama diubah menjadi ketoksim tosilat dengan bereaksi dengan tosil klorida. Penambahan basa akan membentuk karbanion yang akan menggantikan gugus tosilat dalam reaksisubstitusi nukleofilik menjadi azirina. Air kemudian akan menghidrolisisnya menjadi aminoketon. Penataan ulang Beckmann merupakan reaksi samping reaksi ini.

[sunting]Referensi