Anda di halaman 1dari 5

A.

Respon Cepat Penderita kelompok ini cepat memberi respon kepada bolus caiaran awal dan tetap hemodinamis normal kalau bolus cairan awal selesai dan caiaran kemudian diperlambat sampai kecepatan maintenance. Penderita seperti ini biasanya kehilangan volume darah minimum ( kurang dari 20 % ). Untuk kelompok ini tidak ada indikasi bolus caiaran tambahan atau pemberian darah lebih lanjut. Jenis darahnya dan Crossmatchnya harus tetap dikerjakan. Konsultasi dan evaluasi pembedahan diperlukan selama penilaian dan terapi awal, karena intervensi operatif mungkin masih diperlukan. B. Respon sementara ( Transient ) Sebagian besar penderita akan berespon terhadap pemberian cairan, namun bila tetesan diperlambat hemodinamik penderita menurun kembali karena kehilangan darah pada kelompok ini adalah antara 20 40% volume darah. Respon terhadap pemberian darah menentukan penderita mana yang memerlukan operasi segera

C. Respon minimal atau tanpa respon Walaupun sudah diberikan cairan dan darah cukup, tetap tanpa respon, ini menandakan perlunya operasi sangat segera. Walaupun sangat jarang, namun harus tetep diwaspadai kemungkinan syok non-hemoragik seperti tamponade jantung atau kontusio miokard. Kemungkinan adanya syok non-hemoragik harus selalu diingat pada kelompok ini. Pemasangan CVP atau echocardiografi emergensi dapat membantu membedakan kedua kelompok ini. VII. TRANFUSI DARAH Pemberian darah tergantung respon penderita terhadap pemberia cairan seperti diterangkan sebelumnya. A. Pemberian darah packed cell vs darah biasa Dapat diberikan darah biasa maupun packed cell. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari darah, bank darah berusaha untuk pemberian terapi komponen darah ( packed cell, trombosit, fresh frozen plasma dll). Tujuan utama transfusi darah adalah memperbaiki kemampuan mengangkut oksigen dari volume darah. Perbaikan volume darah dapat dicapai dengan pemberian kristaloid, dengan keuntungan tambahan bahwa volume interseluler dan intraseluler terkoreksi.

B. Darah Crossmatch,jenis spesifik dan tipe O 1. Yang lebih baik ialah darah yang sepenuhnya crossmatched. Namun, psoses crossmatching lengkap memerlukan sekitar 1 jam hampir disemua bank darah. Untuk penderita yang cepat menjadi stabil, hrus di cari darah yang crossmatched dn harus tersedia untuk tranfusi bila dibutuhkan. 2. Jenis darah spesifik dapat disediakan oleh hampir semua bank darah dalam 10 menit waktu. Darah ini sesuai dengan jenis darah ABO dan RH tetapi bisa juga terdapat ketidaksesuaian antibody lain. Darah tipe spesifik dipilih untuk penderita yang responnya sementara atau singkat seperti yang diuraikan diseksi sebelumnya. Walaupun darah tipe spesifik diperlukan, bank darahnya, tetap harus menyelesaikan Crossmatching. 3. Bila darah tipe spesifik tidak ada,maka packed cell tipe O dianjurkan untuk penderita dengan perdarahan exsanguinating. Untuk menghindari sensitisasi dan kompliasi dikemudian hari, Rh (-) Lebih disukai untuk wanita usia subur. Untuk kehilangan darah dengan terancam jiwa, lebih disukai penggunaan darah tipe-spesifik yang tidak dilakukakan Matching, daripada tipe O, Kecuali bilamana beberapa penderita tidak dikenal sekaligus sedang mengalami perdarahan, dan resiko cukup besar untuk salah memberikan darah.

. C. Pemanasan cairan plasma dan kristaloid Hipotermia harus dihindari dan dikoreksi bila penderita saat tiba dirumah sakit dalam keadaan hipotermi. Penggunaan penghangat darah merepotkan namun sangat diperlukan di bagian gawat darurat. Untuk mencegah hipotermia pada seorang penderita yang menerima volume besar. Kristaloid adalah menghangatkan cairannya sampai 39C (102,2F) sebelum digunakan. Hal ini dapat dicapai dengan menyimpan kristaloiddidalam penghangat atau dengan menggunakan oven microwave. Produk darah tidak dapat dihangatkan di microwave tetapi dapat dihangatkan dengan melewatkannya melalui alat penghangat cairan intravena. D. Autotranfusi Adaptasi alat koleksi pipa throracostomi standard dapat dibeli, dan dapat digunakan untuk koleksi steril, anticoagulasi ( pada umumnya dengan larutan sodium sitrat, bukan heparin ), dan tranfusi ulang dari darah yang telah keluar. Pengumpulan darah keluar untuk autotranfusi sebaiknya dipertimbangkan untuk penderita dengan hemotoraksyang berat. E. Koagulasi Koagulopati adalah masalah yang jarang ditemukan pada jam pertama terapi penderita dengan cidera multupel. Tranfusi masif akan menghasilkan dilusi platelet dan faktor-faktor pembekuan. Hipotermia akan menyebabkan gangguan agregasi platelet dan clotting cascade. Ke-2 hal diatas merupakan penyebab yang sering untuk terjadinya koagulopati pada penderita cidera. Waktu protthombin,partial thromboplastin time. Dan hitung trombosit adalah studi dasar yang berharga untuk diperoleh pada jam pertama, khususnya bila penderita punya riwayat kelainan pembekuan, menggunakan terapi yang merubah koagulasi ( warfarin, aspirin, atau unsur anti-infeksi non streidal ), atau bila tidak terdapat riwayat perdarahan yang dapat diatasi. Tranfusi trombosit, Cryopresipitate dan plasma yang baru dibekukan harus dipandu oleh parameter koagulasi, termasuk fibrinogen. Penggunaan rutin produk-produk tersebut pada umumnya tidak dianjurkan kecuali bila penderitanya diketahui mempunyai kelainan koagulasi atau pernah diberikan antikoagulan untuk pengelolaan suatu masalah medis yang spesifik. Bila terdapat bukti perdarahan atau ada kemungkinan kehilangan darah internal ( misalnya cidera kepala, perut atau cedera toraks ), maka dalam hal inimharus dimulai terapi penggantian faktor spesifik.

F. Pemberian kalsium Kebanyakan penderita yang menerima tranfusi darah tidak memerlukan tambahan kalsium. Pemberian kalsium tambahan dan berlebihan dapat berbahaya.

VIII. PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM DIAGNOSIS DAN TERAPI SYOK A. Menyamakan Tekanan Darah Dengan Output Jantung

Terapi syok hipovolemik ( hemoragik ) berarti koreksi terhadap perfusi dari organ yang Meningkatkan aliran darah memerlukan peningkatan output jantung. Hukum Ohm ( V = I x R ), Kalau diterapkan pada fisiologi kardiovaskuler menyatakan bahwa tekanan darah ( V ) sebanding dengan output jantung ( I ) tahanan pembuluh darah sistemik ( R ) jantung. Peningkatan dalam tahanan perifer seperti bila diberikan terapi varopresor, tanpa perubahan dalam output jantung mnghasilkan peningkatan tekanan darah, tetapi tidak menghasilkan perbaikan dalam perfusi jaringan atau oksigenasi.

B. Usia

Penderita trauma yang lanjut usia memerlukan pertimbangan khusus. Proses menua menghasilkan penurun relatif pada kegiatan simpatis dalam hubungannya dengan sistem kardiovaskular. Ini diduga sebagai akibat dari pengurangan dalam respon reseptor terhadap katekolamin dan bukan dari pengurangan produksi katekolamine. Komplikasi jantung menurun sesuai dengan usia lanjut. Penderita yang lebih tua tidak dapat meningkatkan laju jantung atau efisiensi kontraksi miokard bila diganggu oleh kehilangan volume darah seperti penderita yang lebih muda. Penyakit vaskuler oklusif akibat aterosklerosis membuat banyak organ vital sangat sensitif terhadap sedikit saja berkurangnya arus darah. Banyak penderita yang lanjut usia mempunyai kekurangan volume yang sudah ada sebelimnya, sekunder akibat penggunaan diuretik kronis atau malnutrisi yang tersamar. Oleh sebab itu, hIpotensi yang sekunder akibat kehilangan darah kurang dapat diterima oleh penderita trauma yang lanjut usia. Penggunaan beta-adrenergik bloker mungkin meniadakan takikardi sebagai tanda dini syoknya. Terapi lain pun dapat memberi dampak yang berlawanan kepada respon stress kepada cidera.