LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah perlu dilakukan penyesuaian pengaturan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah; bahwa kebijakan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah; Undang-Undang Gangguan (Hinder ordonantie Staatsblad 1926 Nomor 226 sebagaimana diubah dengan Staatsblad 1940 Nomor 450 ); Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

b.

c.

d.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4

5.

1

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

2

19.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 32) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5145); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta SyaratSyarat bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1987 tentang Satuan Turunan, Satuan Tambahan dan Satuan Lain yang berlaku (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3351); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor

20.

21.

22

23.

24.

25.

26.

27.

28. 29.

3

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1999 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 1 Seri B). 34. 30. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 1 Seri B). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). 33. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 15 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 17 Seri E Nomor 9). 35. 4 . Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1).12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 31. 38. 37. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). 32. 36. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 12 Tahun 1991 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1999 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1998 Seri A Nomor 2). 39.

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA dan WALIKOTA SURAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 4 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 8). 47. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 6). 43. 51. 41. 44. 42. Peraturan Daerah Kota Surakarta Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 9 Seri E). 49. 45. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 7). 48. 5 .40. 50. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2003 Nomor 8 Seri B). 46. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 7 Seri D Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9).

Surat Ketetapan Retribusi Daerah. Surat Setoran Retribusi Daerah. kongsi. persekutuan. dana pensiun.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. koperasi. Daerah adalah Kota Surakarta. 13. perseroan lainnya. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. firma. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. Walikota adalah Walikota Surakarta. parasarana. 2. 17. 16. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. Jasa Usaha adalah jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. perseroan komanditer. 8. yang selanjutnya disingkat SSRD. organisasi massa. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. atau organisasi lainnya. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. yang selanjutnya disingkat SKRD. 11. adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan Tugas Pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. barang. 12. 3. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. organisasi sosial politik. 14. 4. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. badan usaha milik negara (BUMN). 7. yang selanjutnya disingkat DPRD. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah dan/atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prasarana. 18. atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 5. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan. yayasan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi 6 . perkumpulan. 15. 9. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. pemanfaatan ruang. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan. 6. serta penggunaan sumber daya alam. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD Kota Surakarta dengan persetujuan bersama Walikota Surakarta. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. 10. pengaturan. barang. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam.

karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. 24. 22. 7 . kaleng. 28. timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. 26. Menera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku. gelas. Pasal 3 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. b. BAB II OBJEK DAN GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 2 Objek Retribusi adalah : a. keterangan. Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dan retribusi dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi daerah. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah yang selanjutnya disebut PPNS Daerah. Jasa Umum. timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. 21. yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya. atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda.19. yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas. 23. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai perhimpunan data objek dan subjek retribusi. Perizinan Tertentu. atau bahan pembungkus lainnya. kayu. 25. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. takar. plastik. 20. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menurut cara yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan barang bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya. dan c. Jasa Usaha. Barang Dalam Keadaan Terbungkus adalah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup. 27. takar. adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran Peraturan Daerah. Tera Ulang adalah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku.

dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. d. c. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 5 (2) (1) (2) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan.(2) (3) Retribusi yang dikenakan atas jasa usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b digolongkan sebagai Retribusi Jasa Usaha. k. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. biaya bunga. dan biaya modal. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. e. (2) (3) 8 . Retribusi Pelayanan Pemakaman. b. g. j. i. Retribusi Pelayanan Pasar. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Retribusi yang dikenakan atas perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c digolongkan sebagai Retribusi Perizinan Tertentu. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Retribusi Pelayanan Pendidikan. Retribusi Tera/Tera Ulang. f. Badan yang Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : a. aspek keadilan. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Pasal 6 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa. h. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. dan l. BAB III RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retibusi Pasal 4 (1) Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. kemampuan masyarakat.

laboratorium kesehatan. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). jenis pelayanan kesehatan. Paragraf 4 Khusus Pasal 11 Peserta program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 7 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah.(4) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 10 (1) (2) (3) Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan. puskesmas pembantu. ditetapkan dalam Lampiran I yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. rumah sakit umum daerah. Struktur dan besarnya tarif retribusi pada Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. Puskesmas Pembantu. pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan. puskesmas rawat inap. kecuali pelayanan pendaftaran. laboratorium kesehatan. puskesmas keliling. Unit Pelaksana Teknis Puskesmas. Struktur dan besaran tarif retribusi terdiri dari komponen jasa sarana dan jasa pelayanan. Pasal 8 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. (2) 9 . Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan jaminan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. puskesmas keliling. puskesmas rawat inap. BUMD. BUMN. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah.

Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). meliputi kegiatan: a. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 15 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi perkiraan volume sampah yang dapat dikumpulkan berdasarkan jenis kegiatan usaha dan intensitas kegiatan usaha. c. Klasifikasi perkiraan volume sampah sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. puskesmas keliling. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. dan Jaminan Kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. puskesmas pembantu. perdagangan. sosial. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. tempat ibadah. maka volume sampah dimaksud dapat ditaksir dengan berbagai pendekatan antara lain berdasarkan luas lantai bangunan. dan d. Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 13 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan.Pasal 12 (1) Dikecualikan sebagai wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). rumah tangga. pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir. orang yang menerima pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. Dalam hal volume sampah sulit diukur. Pengelolaan program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) diatur dengan Peraturan Walikota. (2) (3) (2) (3) 10 . b. Pasal 14 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. puskesmas rawat inap dalam program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. dan industri. taman. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. dan tempat umum lainnya.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 19 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil ditetapkan dalam Lampiran III yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. c. Bagian Keenam Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 17 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Pasal 18 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terdiri atas : a. dan e. Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 21 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman. kartu tanda penduduk b. akta perceraian.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 16 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dalam Lampiran II yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kartu keterangan bertempat tinggal. kartu identitas penduduk musiman. dan akta kematian. 11 . akta pengesahan dan pengakuan anak. d. kartu keluarga. akta ganti nama bagi warga negara asing.

sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. b. kemudahan informasi. c. dan b. penataan/penempatan. Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 25 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. dan d. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan.Pasal 22 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 adalah pelayanan pemakaman yang meliputi : a. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 24 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dalam Lampiran IV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pasal 26 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. (3) 12 . jenis kendaraan. dan waktu penggunaan. Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum diukur menurut zona tempat. penertiban. Jalan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. Pengaturan zona parkir diatur dengan Peraturan Walikota. pengaturan. meliputi : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 23 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tempat dan jenis pelayanan. sifat.

luas tempat dasaran. los. Pasal 30 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. dan pihak swasta.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dalam Lampiran V yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran VI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. (2) (2) 13 . kelas pasar. berupa pelataran. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 31 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan atas letak. Bagian Kesembilan Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 29 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar. letak. zona tempat. kelas pasar. kios. jangka waktu pemakaian. alokasi beban biaya yang dipikul untuk menyelenggarakan fasilitas pasar. BUMD. Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. zona tempat. dan pemakaian daya listrik. los. dan khusus disediakan untuk pedagang. Bagian Kesepuluh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 33 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 32 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan berdasarkan jenis fasilitas yang terdiri dari pelataran.

Dikecualikan dari Objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah. bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker. Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana pada ayat (1) adalah : a. b. b. alat penanggulangan kebakaran. pembuatan. kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran VII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung. c. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum. Bagian Kesebelas Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 37 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. dan (2) (2) (2) 14 . alat penangulangan kebakaran. dan d. kereta tempelan. pemasangan dan pengecatan tanda samping. dan sepeda motor. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. pemeriksaan kondisi laik jalan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 35 Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor diukur berdasarkan frekuensi pengujian kendaraan bermotor dan Jumlah Berat Diperbolehkan (JBB) kendaraan bermotor. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji. pembuatan nomor uji. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan besarnya tarif retribusi dibedakan berdasarkan JBB kendaraan bermotor kecuali kereta gandeng.Pasal 34 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi : a. Pasal 38 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. mobil penumpang pribadi.

rumah tinggal. dan ukuran alat pemadam kebakaran yang diperiksa dan atau diuji. dan pencetakan peta. Jasa pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 39 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi. pembuatan gambar. dan Pemerintah Daerah. memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran. mengimpor. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah. dan ukuran alat pemadam kebakaran. dan b. Bagian Keduabelas Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 41 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf i dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. (3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a. jenis.c. pengadministrasian. pencetakan peta. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan berdasarkan jumlah. keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran. jenis. 15 . dan b. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 43 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan pelayanan pengukuran. Struktur dan besarnya tarif retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dalam Lampiran VIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pasal 42 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah.

timbang dan perlengkapannya dan/atau barang dalam keadaan terbungkus. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta tingkat kesulitan. biaya gambar. Bagian Ketigabelas Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 45 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf j dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran IX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 44 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dihitung berdasarkan penjumlahan pelayanan pengukuran. dan b. Pasal 46 Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi: a. (2) 16 . dan perlengkapannya. kapasitas ukur. karakteristik. Bagian Keempatbelas Retribusi Pelayanan Pendidikan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 49 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf k dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pendidikan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 47 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemberian jasa pelayanan dan pembinaan. pelayanan pengujian alat-alat ukur. dan biaya administrasi. timbang. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 48 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dalam Lampiran X yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. takar. jenis. takar. cetak peta. lamanya waktu dan peralatan yang digunakan.

Pasal 50 (1) (2) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. BUMD. dan kepentingan umum. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN. pelayanan Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 55 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi diukur berdasarkan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang menjadi dasar alokasi beban biaya yang dipikul oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pengendalian menara telekomunikasi. Pasal 54 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang. Bagian Kelimabelas Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 53 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf l dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. dan d. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. 17 . b. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan jenis pelayanan pendidikan yang diperoleh. keamanan. c.

BAB IV PENYELENGGARAAN RETRIBUSI JASA USAHA Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 57 (1) Objek Retribusi Jasa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: a. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Usaha. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e. Retribusi Rumah Potong Hewan.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 56 (1) Besarnya tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditetapkan sebesar 2% (dua persen) dari NJOP yang digunakan sebagai dasar penghitungan PBB menara telekomunikasi. d. Jenis Retribusi Jasa Usaha adalah : a. dan g. Retribusi Terminal. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 59 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. f. Retribusi Tempat Khusus Parkir. b. (2) (2) 18 . Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. c. dan/atau b. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 58 (1) (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan.

waktu pemakaian. pemakaian gedung/ bangunan. waktu pemakaian. pemakaian kendaraan. f. Pasal 61 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah pemakaian kekayaan Daerah. i. b. pemakaian alat-alat berat. dan peruntukkannya. f. lokasi. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis. dan peruntukkannya. waktu pemakaian. pemakaian laboratorium didasarkan pada jenis alat. luas tanah. pemakaian kolam ikan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 62 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan : a. waktu pemakaian. i. c. Objek pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. pemakaian ruang di atas saluran. e. pemakaian tanah didasarkan pada lokasi. bahan. pemakaian laboratorium. h. c. fasilitas. h. pemakaian lapangan olahraga. pemakaian kendaraan didasarkan pada jarak tempuh. dan peruntukkannya.(2) Keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha tersebut dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. pemakaian ruang di atas saluran didasarkan pada lokasi dan luasannya. pemakaian tanah. pemakaian alat-alat berat didasarkan pada jenis alat berat. lokasi. pemakaian kios/los diatas tanah pemerintah daerah didasarkan pada luas. pemakaian depo ikan. d. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis didasarkan pada volume sampah yang dimusnahkan. pemakaian lapangan olah raga didasarkan pada luas. g. lokasi. dan peruntukkannya. Bagian Keempat Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 60 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (3) 19 . pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah. dan peruntukkannya. pemakaian gedung/bangunan didasarkan pada luas. j. waktu pemakaian dan peruntukkannya. b. dan l. g. d. e. k. waktu pemakaian. waktu pemakaian dan peruntukkannya. fasilitas. Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut. pemakaian pasar ikan. fasilitas.

(3) 20 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 67 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi terdiri dari biaya-biaya penatausahaan. b. pemakaian kolam ikan didasarkan pada luas kolam. dan fasilitasnya. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 63 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah ditetapkan dalam Lampiran XIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dimiliki. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan jenis kendaraan. pengawasan dan pengendalian lapangan.j. waktu penggunaan. 3. pemakaian pasar ikan didasarkan pada luas kios/los. Objek. berupa : 1. dan c. penerbitan dokumen. dan pihak swasta. dimiliki. k. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BUMD. Bagian Kelima Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. ruang tunggu penumpang 2. jasa penitipan barang 4. tempat kegiatan usaha. dan fasilitasnya. BUMN. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas dan jangka waktu pemakaian fasilitas terminal. pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir). fasilitas lainnya di lingkungan terminal. yang disediakan. waktu penggunaan. jasa pencucian kendaraan. kebersihan. jenis pelayanan. dan Subjek Retribusi Pasal 64 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Terminal. Objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. pemakaian depo ikan didasarkan pada biaya operasional dan biaya perawatan. Pasal 65 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal. dan l. penyusutan dan pemeliharaan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. penerangan.

BUMD. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 71 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ditetapkan dalam Lampiran XV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan waktu penggunaan berdasarkan tarif progresif. Bagian Ketujuh Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 72 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan. dan pihak swasta. dimiliki. BUMD. Objek. BUMN. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 70 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi tempat parkir. Bagian Keenam Retribusi Tempat Khusus Parkir Paragraf 1 Nama. Pasal 69 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan. dan Subjek Retribusi Pasal 68 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. dimiliki. jenis kendaraan. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan pihak swasta.(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi Terminal ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran XIV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BUMN. (2) 21 . Pasal 73 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 78 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah dan jenis ternak yang dipotong. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 75 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 digolongkan berdasarkan jenis tempat penginapan dan jangka waktu pemakaian. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan. dimiliki. dimiliki. Struktur dan besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XVI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. BUMD. dan pihak swasta.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 74 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jangka waktu pemakaian fasilitas tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Pasal 77 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan. (2) 22 . dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Bagian Kedelapan Retribusi Rumah Potong Hewan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 76 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. dan/atau dikelola oleh BUMN. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 79 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ditetapkan dalam Lampiran XVII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.

dimiliki. dan b. BUMN. (2) (3) 23 . Pasal 85 (1) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. dimiliki.Bagian Kesembilan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 80 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari. BUMD. Pasal 81 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 adalah pelayanan tempat rekreasi. dan pihak swasta. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 83 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ditetapkan dalam Lampiran XVIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan olahraga yang disediakan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat rekreasi. Bagian Kesepuluh Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 84 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Jenis pelayanan dan fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. dan olahraga yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. pariwisata. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 82 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah frekuensi pemanfaatan tempat rekreasi dan olah raga. pariwisata.

(2) 24 . Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi oleh Pemerintah. b. sarana. dan d. Retribusi Izin Trayek. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah : a. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 89 (1) (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang bersangkutan dari Pemerintah Daerah. prasarana. hasil produksi usaha daerah lainnya. b. dan d. BUMN. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 86 (3) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume penjualan hasil produksi usaha daerah. penggunaan sumber daya alam. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. bibit tanaman. barang. c. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. dan pihak swasta. termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. benih ikan. bibit ternak. c. Retribusi Izin Gangguan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ditetapkan dalam Lampiran XIX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.(2) Hasil Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. BUMD. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. BAB V PENYELENGGARAAN RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 88 (1) Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang.

dan cagar budaya. Pasal 92 (1) (2) Objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan. dan b. Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 93 (1) (2) (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Mendirikan Bangunan diukur dengan menggunakan faktor luas lantai bangunan.Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 90 (1) (2) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian ijin yang bersangkutan. penegakan hukum.263 (3) 25 .120 1. jumlah lantai bangunan. pengawasan di lapangan.236 1. dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB). Koefisien lantai bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai 1 2 3 4 5 6 7 8 1. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Biaya penyelenggaraan pemberian ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penerbitan dokumen izin. pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut. koefisien ketinggian bangunan (KKB). koefisien luas bangunan (KLB). penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut.197 1.162 1. Bagian Keempat Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 91 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.090 1.135 1. kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang.000 1. dan fungsi bangunan. Faktor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bobot koefisien.

291 1.Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai (4) 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1.352 1.323 1.439 1.613 1.787 1.460 1. bar.526 1. Tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.497 1. dan 5. 4. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 94 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditetapkan dalam Lampiran XX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.584 1.700 1. hotel berbintang 3.381 1.555 1. Pasal 96 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. Bagian Kelima Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 95 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.874 1. termasuk pub dan diskotik.903 Tingkat penggunaan jasa dihitung sebagai perkalian koefisien sebagaimana dimaksud pada ayat (3).729 1.845 1.440 1.758 1.671 1.642 1. dan c. b. 26 . restoran dengan talam kencana dan talam selaka.816 1.

indeks modal dikalikan tarif dasar retribusi izin gangguan. memelihara ketertiban lingkungan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 101 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas ruangan tempat usaha. keselamatan.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 Tingkat penggunaan jasa Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol diukur berdasarkan kriteria tempat penjualan minuman beralkohol. Pasal 100 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. (2) 27 . Bagian Keenam Retribusi Izin Gangguan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 99 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Gangguan. termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 102 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. indeks gangguan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan wilayah tempat penjualan minuman beralkohol. kerugian dan/atau gangguan. dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. indeks lokasi. atau kesehatan umum.

28 . Pasal 104 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 106 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan jumlah dan jenis kendaraan penumpang angkutan umum. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. Jumlah izin yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada pola jaringan trayek dan wilayah operasi yang diatur dengan Peraturan Walikota. BAB VI PENINJAUAN TARIF Pasal 107 (1) (2) (3) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 105 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan dan jenis angkutan penumpang umum. Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota.Bagian Ketujuh Retribusi Izin Trayek Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 103 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Trayek.

Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. 29 . kupon. Pasal 111 (4) (5) (6) (1) (2) Tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didahului dengan Surat Teguran.BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 108 Retribusi yang terutang dipungut di Daerah dan wilayah tempat kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian dan penyampaian SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. Hasil pemungutan retribusi merupakan pendapatan Daerah dan harus disetor ke Kas Umum Daerah. BAB VIII MASA RETRIBUSI Pasal 109 Masa retribusi sebagai batas waktu pemanfaatan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah ditetapkan menurut struktur tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. BAB IX PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 110 (1) (2) (3) Retribusi dipungut dipersamakan. dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis. dan kartu langganan.

Bagian Kedua Pemanfaatan Pasal 112 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasanalasan yang jelas. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi suatu keputusan. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan. (2) (4) (5) (2) (3) (4) (2) 30 . Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi. menolak. kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. Pasal 115 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang. Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Pasal 114 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. Bagian Ketiga Keberatan Pasal 113 (1) (2) (3) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota.

Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. Pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut. SKRD. Walikota menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran retribusi yang terutang paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah saat terutangnya retribusi. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. Walikota atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi. Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. angsuran. dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. atau b. tempat pembayaran. (3) (4) (5) (6) (7) 31 . (4) (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan pembayaran. Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. TEMPAT PEMBAYARAN. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Pasal 116 (1) (2) (3) Setiap wajib retribusi wajib membayar retribusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi oleh wajib retribusi berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan penundaan pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Walikota.BAB X PENENTUAN PEMBAYARAN. sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. BAB XI PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 117 (1) (2) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. harus memberikan keputusan. Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. dokumen lain yang dipersamakan. Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan.

Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. Jumlah kekurangan retribusi yang terutang dalam STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya retribusi. atau b. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan Surat Teguran. Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. (2) (2) (3) (4) (5) 32 . BAB XIII KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 120 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. baik langsung maupun tidak langsung. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. diterbitkan Surat Teguran. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. STRD. Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. yang menyebabkan jumlah retribusi yang harus dibayar bertambah merupakan dasar penagihan retribusi dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi.BAB XII PENAGIHAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Surat Tagihan Retribusi Pasal 118 (1) Walikota dapat menerbitkan STRD jika: a. retribusi dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. dan Surat Keputusan Keberatan. wajib retribusi dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. SKRD. Surat Keputusan Pembetulan. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi. dan b. Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 119 (1) (2) (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar ditagih dengan menggunakan STRD.

dan pembebasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. mengurangkan atau membatalkan STRD. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administratif dan pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. PEMBATALAN. STRD. mengurangkan ketetapan retribusi terutang berdasarkan pertimbangan kemampuan membayar Wajib Retribusi atau kondisi tertentu objek retribusi. c. Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan e. atau SKRDLB yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan retribusi. d. PENGURANGAN KETETAPAN. Pengurangan dan keringanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan melihat kemampuan wajib retribusi. dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 122 (1) Atas permohonan Wajib Retribusi atau karena jabatannya. STRD. Tata cara pemberian keringanan. BAB XIV PEMBETULAN. b. BAB XV KERINGANAN. mengurangkan atau menghapuskan sanksi administratif berupa bunga. (2) Walikota dapat : a. atau SKRDLB yang tidak benar. Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. Walikota dapat membetulkan SKRD. mengurangkan atau membatalkan SKRD.Pasal 121 (1) (2) (3) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 123 (1) (2) (3) Walikota berdasarkan permohonan wajib retribusi dapat memberikan pengurangan. pengurangan. dan kenaikan retribusi yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi. PENGURANGAN. retribusi 33 . membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan retribusi yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak sesuai dengan tata cara yang ditentukan. keringanan dan pembebasan retribusi. denda.

memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. g. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya dugaan tindak pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah. Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka. melakukan penyitaan benda atau surat. serta dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka. (2) (3) (2) (3) 34 . Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota. dan/atau c. melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian.BAB XVI PEMERIKSAAN Pasal 124 (1) Walikota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. mengambil sidik jari dan memotret seseorang. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. b. f. BAB XVII INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 125 (1) (2) (3) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Hukum Acara Pidana. d. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. e. BAB XVIII PENYIDIKAN Pasal 126 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. c. b. memberikan keterangan yang diperlukan.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4).h. 2. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. 6. 9. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). 7. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). maka retribusi yang masih terutang berdasarkan : 1. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 128 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku. 3. 35 . Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. tersangka atau keluarganya. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Pejabat Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut pada penuntut umum. 8. 5. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). 4. 10. BAB XIX KETENTUAN PIDANA Pasal 127 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2).

Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). 8. 5. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2002 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelengaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2003 Seri B Nomor 4). 3. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2002 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). Taksiran Nilai Tempat Dasaran (TNTD) Pasar disesuaikan mulai berlaku sejak 1 januari 2012. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). (2) (3) Tarif Parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir mulai berlaku sejak 1 januari 2012. BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 129 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku : 1. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). 7. Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). 36 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 2.11. 11. 6. 9. 4. sejak saat terutang. masih dapat ditagih dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2002 Seri B Nomor 5). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2001 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2004 Seri C Nomor 2). 10.

7. 2. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Perlindungan Pasar Tradisional (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 1). 14. 15. 13. kecuali ketentuan yang mengatur tentang tarif retribusi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 17. 18. (2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1999 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 13 Tahun 1999 Seri B Nomor 7) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). 6. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 1999 Seri B Nomor 12). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1).12. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 4. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 23 Tahun 1999 Seri B Nomor 11). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2000 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). 8. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). 3. 5. sepanjang ketentuan pengaturannya masih berlaku. 16. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2004 Seri E Nomor 9). 37 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2001 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2003 Seri B Nomor 7). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2).

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA SURAKARTA. (3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Walikota. Agar setiap orang mengetahuinya. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 8). 9. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). 12. 10. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta.Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). 11. Ttd JOKO WIDODO Diundangkan di Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURAKARTA Cap & ttd BUDI SUHARTO LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7 38 . Pasal 130 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Harus diakui bahwa salah satu dampak pemberlakuan peraturan perundang-undangan tersebut adalah makin ketatnya penetapan sifat dan penetapan retribusi daerah. Salah satu pilihan hukum terkait dengan peraturan daerah ini adalah diaturnya secara komprehensif jenis dan obyek retribusi daerah beserta tata cara pemungutannya ke dalam “satu paket” pengaturan. yang justru bertentangan dengan semangat desentralisasi kewenangan itu sendiri. artinya walaupun seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara normatif dapat dikategorikan sebagai sumber pemungutan. serta untuk memberdayakan infrastruktur retribusi daerah supaya lebih akuntabel. Hal ini untuk menghindarkan timbulnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang tidak efisien serta berpotensi memunculkan tindakan ekonomi berbiaya tinggi. wewenang tersebut harus dilaksanakan secara proporsional. juga untuk memberikan panduan yang terarah demi keberhasilan penyelenggaraan retribusi daerah itu sendiri. Tidak saja karena retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). seperti pengelolaan aset daerah.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. transparan. Pilihan hukum demikian di samping untuk efisiensi dan efektivitas penetapan kebijakan. efisiensi birokrasi. maka telah ada semacam panduan dalam kerangka hukum untuk penyelenggaraan retribusi daerah tersebut. Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan benar-benar dampak kebijakan baru tersebut. maka dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. ada kemungkinan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor-sektor tertentu yang selama ini tanpa kendali hukum yang jelas menjadi obyek pemungutan dalam bentuk retribusi daerah. akan tetapi juga karena bersangkut paut dengan pemberian beban kepada masyarakat. makin lama nampaknya sedapat mungkin pelayanan pemerintahan dan pembangunan harus minimal dalam pemungutan sebagai beban kepada masyarakat. yang intinya adalah membatasi sektor-sektor pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang dapat menjadi obyek pemungutan. jika mencermati undang-undang tersebut. Oleh karena itu. dan tertib administrasi. yang pada akhirnya mendorong kreativitas dan penciptaan strategi pembangunan yang berbasis kemandirian daerah untuk pengembangan sumber pendapatan daerah. tetapi Pemerintah Daerah tidak boleh begitu saja menetapkannya sebagai obyek retribusi daerah. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. dan sebagainya. 39 . Namun. UMUM Wewenang Daerah untuk mengadakan retribusi daerah merupakan wewenang yang sangat penting. Untuk memberikan kerangka legal yang tegas dan jelas. Pada sisi lain.

Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Jika penyusunan Peraturan Daerah itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa meliputi jenis pelayanan yang diperoleh. dan (iv) menjadi salah satu bentuk aktivitas Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah. Penyusunan Peraturan Daerah merupakan hal yang penting. kelas perawatan Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Yang dimaksud pembayaran melalui klaim adalah penagihan pembayaran retribusi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta atas pelayanan kesehatan yang diterima peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil.Dengan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. yaitu (i) tidak bersifat sebagai pajak. juga dimungkinkan bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas 40 . tingkat kesulitan. (ii) secara kuantitatif berpotensi untuk memberikan pendapatan. maka ditetapkan pemungutan sebagai obyek retribusi daerah sepanjang memenuhi kriteria. untuk Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) hanya jasa pelayanan. jenis alat yang digunakan. Peraturan Daerah ini diharapkan memenuhi standar penyusunan norma-norma penyelenggaraan retribusi daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. di samping tunduk kepada mekanisme evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri dan pembatalan oleh Presiden. (iii) tersedia sarana dan prasarana pemungutan. mengingat undang-undang mengisyaratkan supaya penyelenggaraan retribusi sesuai regulasi yang baru dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2011.

Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas 41 .Ayat (2) Yang mengambil klaim Dinas Kesehatan. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Yang dimaksud sosial adalah panti asuhan dan panti jompo yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Yang dimaksud Pemerintah adalah pemerintah pusat. Yang dimaksud tempat umum lainnya adalah tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dikelola oleh Pemerintah Daerah.

peta foto.Pasal 34 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Yang dimaksud penggantian buku uji adalah penggantian rutin dan penggantian kehilangan. peta tematik. peta digital. Ayat (2) Cukup jelas 42 . seperti peta dasar (garis). Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Yang dimaksud peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Ayat (1) Yang dimaksud pendidikan adalah kursus dan pelatihan. dan peta teknis (struktur).

dan/ atau prasarana dan sarana umum. dan atap yang sifatnya tetap atau permanen sebagai tempat berjualan barang atau jasa. Huruf f Yang dimaksud laboratorium bukan termasuk laboratorium kesehatan Huruf g Cukup jelas Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas 43 . Huruf d Yang dimaksud bangunan termasuk WC.Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Yang dimaksud pemakaian ruang di atas saluran adalah pembangunan bangunan gedung di atas/dan atau di bawah tanah. dinding. Huruf e Yang dimaksud kios adalah tempat berjualan selain di wilayah pasar dan terminal yang diijinkan dan dipisahkan antara satu tempat dengan yang lain mulai dari lantai. air. plafon.

Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Tempat kegiatan usaha antara lain kios.Huruf l Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik/ telepon maupun penanaman/ pembentangan kabel listrik/ telepon di tepi jalan umum. pemakaian tanah yang fungsinya untuk MCK yang dikelola oleh masyarakat. tempat penjualan karcis PO Huruf c Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas 44 .

Pasal 109 Cukup jelas Pasal 110 Cukup jelas Pasal 111 Cukup jelas 45 .Pasal 84 Cukup jelas Pasal 85 Cukup jelas Pasal 86 Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas Pasal 90 Cukup jelas Pasal 91 Cukup jelas Pasal 92 Cukup jelas Pasal 93 Cukup jelas Pasal 94 Cukup jelas Pasal 95 Cukup jelas Pasal 96 Cukup jelas Pasal 97 Cukup jelas Pasal 98 Cukup jelas Pasal 99 Cukup jelas Pasal 100 Cukup jelas Pasal 101 Cukup jelas Pasal 102 Cukup jelas Pasal 103 Cukup jelas Pasal 104 Cukup jelas Pasal 105 Cukup jelas Pasal 106 Cukup jelas Pasal 107 Cukup jelas Pasal 108 Yang dimaksud kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah adalah aset daerah yang pemungutannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah tetapi keberadaan aset berada di luar wilayah daerah.

Pasal 112 Cukup jelas Pasal 113 Cukup jelas Pasal 114 Cukup jelas Pasal 115 Cukup jelas Pasal 116 Cukup jelas Pasal 117 Cukup jelas Pasal 118 Cukup jelas Pasal 119 Cukup jelas Pasal 120 Cukup jelas Pasal 121 Cukup jelas Pasal 122 Cukup jelas Pasal 123 Cukup jelas Pasal 124 Cukup jelas Pasal 125 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kinerja tertentu” adalah pencapaian target penerimaan Retribusi Daerah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan secara triwulanan dalam Peraturan Walikota. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 126 Cukup jelas Pasal 127 Cukup jelas Pasal 128 Cukup jelas Pasal 130 Cukup jelas 46 .

000. TARIF KAMAR RAWAT INAP PER HARI Jasa Pelayanan No.000. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No.000.000.00 75.000.00 Umum. II.000.000.00 15.00 20.000.000.00 40.00 10 ISOLASI 100.00 III.000.000.00 Spesialis 3.000.000.000.00 25.000.000.00 3 Kelas II 35.00 50.00 Pemeriksaan Medis Klinik 0 9.00 Catatan : Tarif rawat Inap bayi normal dan sehat sebesar 50% dari tarif ibunya sesuai kelas.000.00 9 PICU/NICU 175.000.00 Jumlah (Rp) 15.00 10.00 50.000.000.00 21.000. Kategori Pelayanan Pendaftaran (Rp) Jasa Sarana (Rp) Jasa Pelayanan (Rp) 6.00 10.000.000.00 5 Kelas I 70.LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA I. Konsultasi Gizi 0 0 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 1.00 6 Kelas I 70. 00 60.000.000.00 10.000.00 4 Kelas II 35.000. Pemeriksaan Medis Klinik 0 15.00 10. KIA/KB 2.000. Tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 47 .000.00 7 VIP 140.000. Kelas Perawatan Jasa Sarana Dokter Umum (Rp) Dokter Spesialis (Rp) Jumlah (Rp) (Rp) 35.000.00 150.00 190.000.00 6.000.00 90.000.000.00 1 Kelas III 25.000. Pemeriksaan Calon 0 15.00 8 ICU/ICCU 175.000.000.00 250.00 Jasa Pelayanan (Rp) 8.000.00 110.00 10.000. Klinik Gigi.000.00 10.00 75.00 25.000.00 45.000. TARIF INSTANSI GAWAT DARURAT KATEGORI PELAYANAN Pasien Gawat Darurat per kunjungan Pendaftaran (Rp) 0 Jasa Sarana (Rp) 12.00 20.00 Pengantin 5.00 2 Kelas III 25.00 Jumlah (Rp) 20.00 50.000.00 250.000.000. Konsultasi ke Spesialis 0 0 4.

000.000.00 210. Distosia bahu.00 330.000 30.000.000 Dokter Spesialis 25.000.000.000. dokter spesialis kandungan.00 300. TARIF PELAYANAN PERAWATAN BAYI DI INKUBATOR Jasa Pelayanan No.000.00 90.000 16. TARIF PERSALINAN Kategori Kelas Perawatan Jasa Sarana (Rp) Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas II Kelas I 70.00 350.00 680.00 150.000 35.00 95.000.000.000 24.000 Jumlah 25.000 18.dll) Persalinan dengan Penyulit Berat Catatan : Partus dengan penyulit.00 85.00 125.000.000.00 230.00 300.000 Jasa Pelayanan Dokter Umum 15.000.000 18.000.00 150.000.00 Jumlah (Rp) 125.000.00 (Rp) 110.00 250. V.00 Jasa Pelayanan Dokter Dokter Umum Spesialis (Rp) 80.IV.00 350.000 18.00 80.00 90.00 - Persalinan Normal Persalinan dengan Penyulit Sedang(KPD.000.000.000.00 600.00 165.000 Bidan 10.000 30.000. 3.000.000.00 150.00 180.000 50.000.000.00 70.00 345.000 50.00 360.00 300.000 40.00 300.000.000.000.000 20.00 480.000.000.000 Dokter Umum 10.00 250.00 140.00 230.00 480.00 100.000.000 16. presbo.00 470.000.000.00 180.00 150.00 90.000.000.000.000.000.00 425. TARIF TINDAKAN PELAYANAN RESUSITASI BAYI No 1 2 3 Uraian Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat Jasa Sarana 15.000 27.00 230.00 Bidan (Rp) 55.00 150.000 45.000.000.00 395.00 120.00 250.00 70.000.000.000.000.000.000.000 14.000.000 Dokter Spesialis 12.000.00 80.00 780.00 300.000.000.00 210. bayi harus dengan pengawasan dokter spesialis anak. 2.00 115.000 21.000. Bila harus dengan tindakan anestesi.00 125.00 175.000 15.00 80.000. Biaya bahan habis pakai dihitung tersendiri.00 230.00 175.000 48 .00 220.000 30.000.00 70.000 12.000 VI. dengan jasa medis 40% dari 1.000.000.000.00 430. 1 2 3 4 5 6 Kelas Perawatan Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Jasa Sarana 15.000.000 15.000.000.000.000. PER. dikenakan tarif 40% jasa medis dari dokter kandungan.000.000. tidak termasuk jasa sarana.00 205.00 150.000.000.000 24.

TARIF TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL KELAS IGD/POLI III II I JASA SARANA 12.000 18.000 JUMLAH 20.000 30.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL 1 Kanulasi Vena Perifer 2 Blok Metacarpal 3 Chemical peeling 4 Katerisasi kandung Kemih 5 Pengeluaran benda asing ektra okuler 6 Tampon hidung anterior 7 Nutrisi parenterial 8 Dorongan abdomen (parasat heimlich) 9 Blok pergelangan kaki 10 Blok nervus digitalis 11 Blok pergelangan tangan 12 Imunisasi Calon Pengantin 13 Penghisapan jalan nafas 14 Cuci lambung 15 Lavement 16 Genital interna ( kontrol IUD) 17 Incisi abses < 3 cm 18 Biopsi kulit 19 Ekstirpasi kecil 20 Ganti tampon 21 Ganti perban/kompres 22 Pengambilan sekret 23 Bebat mata 24 cateterisasi 25 Epilasi Cilia 26 Tonometri 27 Funduskopi 28 Menjahit luka 1-5 simpul 29 Melepas jahitan < 5 simpul 30 Lepas DC/WSD 31 Medikasi 0 .necrotomi) 32 Pemasangan Trachi/Traksi 33 pemberian makanan lewat sonde feeding 34 Pemeriksaan visus dan koreksi 35 Penanganan combutio < 10% 36 Penanganan hiperpireksi 37 Pemasangan O2 38 Penanganan pungsi srotum 39 Penanganan tranfusi 40 Pengambilan benda asing 41 Perawatan DC 42 Perawatan luka / bekas vakum 43 Perawatan luka perineum 44 Perawatan payudara 45 Perawatan tali pusat 46 Premedikasi/preoperasi 47 Pengawasan cairan infus 48 Reposisi Ringan 49 Suction 50 Tindik 49 .000 JASA PELAYANAN 8.000 12.000 24. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF A.5 cm (debridemen.000 20.VII.000 12.000 8.000 40.000 16.

000 70.000 24.15 cm 8 Jahit luka 6 .000 28.000 36.000 JASA PELAYANAN 20.000 60.000 50.000 JUMLAH 50. Vaginal taucher/rectal taucher Vulva hygiene Pasang gudel Irigasi telinga Pemasangan tampon telinga Irigasi hidung Pemasangan rancel tensocrep fiksasi costae Enukleasi.000 42.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG 1 Biopsi 2 Eksterpasi Cahalazion 3 Spoeling canalis lakrimalis 4 Insisi hordeolum 5 Jahit palpebra/conjungtiva 6 Irigasi post operasi BPH 7 Medikasi luka 5 .15 simpul 9 Necrotomi > 5 cm 10 Menjahit perineum derajat 3 11 Insisi abses > 3 cm 12 Pasang gips sederhana 13 Pemasangan infus umbilikal 14 Intubasi Nasogastrik 15 Pemasangan Respirator 16 Penanganan combotio > 10% 17 Penanganan dekubitus 18 Penanganan haemaptoe 19 Penanganan kolik (abdominal/ureter) 20 Penanganan PEB 21 Penanganan dehidrasi sedang 22 Plebotomi 23 Pungsi asites 24 Punksi cairan lumbal 25 Punksi Vesika urinaria 26 Punksi lumbal 27 Aspirasi sumsung tulang 28 Vena seksi 29 Perawatan fraktur dengan spalk (tanpa gips) 30 Reposisi mandibula 31 Tampon dubur/reposisi haemorhoid 32 Pemasangan tampon hidung anterior 33 Pemasangan /pengangkatan tampon 34 Tampon hidung posterior 35 Pemasangan NGT 36 Syringe pump 37 Nebuliser 38 Infus pump 39 Laringoskopi direct 40 Hapusan servik 50 .51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 B.000 20.000 30. lesi < 3 Pasang Infus Fisioterapi Okupasi Terapi TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 30.

000 135.000 66.000 110.000 54. lesi > 3 Alergi test Injeksi kenacort Pemberian sitostatika Mantoux test Cabut kuku TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 60.000 40.000 60. pemasangan dan pemantauan 7 Incisi vurunkulosis/abses telinga 8 Incisi haematoma 9 Incisi abses mastoid 10 Eksterpasi tumor telinga dengan lokal anestesi 11 irigasi sinus maksilaris 12 Biopsi tumor hidung dan nasofaring 13 Bimanual kompresi 14 Penanganan dehidrasi berat 15 Pemasangan ET 16 Penanganan syock 17 Penanganan gangguan elektrolit 18 Penanganan intoksikasi berat 19 Penanganan kejang 20 Penanganan koma 21 Penanganan status asmatikus 22 Perawatan post operasi tonsil 23 Perbaikan dawir 24 Punksi sumsum tulang 25 Reposisi fraktur tulang 26 Pasang laminaria 51 .000 81.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 C.000 44.hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum Injeksi intra dermal Elektrofulgurasi Ekstrasi komedo ringan Enukleasi Milium ringan (< 3) Ekstrasi milium kelamin EC Papilloma < 3 EC kosmetik keratosis ringan ( <10) EC fibroma ( 1 lesi ) EC kondiloma ringan (lesi <3) Cuci/ irigan Vagina Enukleasi lesi > 3 Bedah kimia TCA .000 JASA PELAYANAN 40. Versi luar Pemasangan /Pelepasan Implant Pemasangan/bongkar pesarium Pasang IUD (belum termasuk alkon) Biopsi tumor telinga dengan lokal anestesi Pengambilan serumen proop Penyedotan discharge dari telinga Pengambilan benda asing di telinga.000 JUMLAH 100.000 100.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR 1 Resusitasi jantung paru 2 Sonde kanalis lakrimalis 3 Ekstrasi IUD 4 WSD 5 Defibrelator 6 Ventilator.

000 30. Kista. tumpatan sementara. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF A. Tarif tersebut belum termasuk obat/ bahan habis pakai yang diresepkan b. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 25.000 22.000 60. Alveolectomi Tindakan Operatif dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II B.000 120.000 80.000 60.000 Jumlah 10.000 84.000 585. Tumor rahang Fiksasi Rahang Kelas Perawatan Kelas III Kelas II Kelas I Jasa Sarana 78.000 90.000 55. TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT A.000 15.000 75.000 10. TINDAKAN MEDIS OPERATIF GIGI DAN MULUT Kategori Tindakan : Impacted Kelas III.000 210.000 80.000 100.000 Operator 150.000 12.000 75.000 150.000 30.000 Jasa Sarana 6.000 Asisten operator 40.000 126.000 Jasa Pelayanan 4.000 Jumlah 130.25 X tarif pelayanan tindakan medis 52 .27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Sircumsisi Douglas punksi Kuldosentesis Ekstrasi komedo berat Ekstrasi milium berat Ekstrasi tumor jinak EC kosmetik keratosis berat EC Papilloma Cutis / skintag > 3 EC kosmetik keratosis . angkat jahitan. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Ekstirpasi Tindakan operatif tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Insisi.000 100. trepanasi.000 40.000 100.000 40.lesi > 10 Ekstirpasi jari tangan/kaki Jahit luka > 15 VIII.000 Jumlah 335.000 IX.000 300.000 375.000 18.000 180.000 Asisten anestesi 15.000 Anestesi 50. No 1 2 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan tindakan Kelas III II I Jasa Sarana 80.000 670.000 Jasa Pelayanan 52. RAWAT JALAN MEDIK GIGI DAN MULUT Jenis Pelayanan Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 Catatan : a.000 33.000 300.

000 100. Marsupialisasi e. EC Condiloma > 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 100.000 75.000 140.000 45.000 110. Pengangkatan polip servik d. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.Tindakan tindaka laparascopy endoscopy sedang h. Tindakan gynecologis e. Incisi/fiksasi luas atau dalam d. Repair luka yang besar dan luas e.000 185.000 100. Biopsi pleura 3 53 . JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Apendektomy kronis/akut tanpa penyulit b.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif. No 1 2 3 Asisten anestesi 25.000 150.000 565.000 Catatan : a. Ekstirpasi tumor palpebra b.000 Jumlah 480.000 225. Minilaparatomi pada tubektomi b. Perineum repair derajat I dan II b. b.000 3 4 B.045. Pengangkatan tampon uterus dan vagina BAGIAN PENYAKIT MATA a. Cystotomi b. Varikokolektomy f.000 450. Pemasangan tampon uterus i. Biopsi c. Sirkumsisi dengan narkose c. Jahit palpebra/conjongtiva BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN a. Kelainan bawaan polidaktili/syndaktili g. Curetage h. Tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan. Perawatan luka bibir rahim c.000 55.000 1. Eksplorasi placenta manual g. Pemasangan tampon vagina f. Laparaskopi diagnostik c. Herniotomi c. EC Papilloma Lokasi sulit b. Biopsi Jaringan tumor 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 55.JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 855. Perineum repair derajat III f. Biopsi carsinoma BAGIAN PENYAKIT DALAM a. Perawatan luka pada genital d. Hernioraphi tanpa penyulit d. Hidrokolektomy e. Tracheostomi 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.

Ekstirpasi tumor conjunctiva c. Laparatomi pada perdarahan rongga abdomen e.000 100.000 190.000 335. Pleural punksi 4 BAGIAN PENYAKIT MATA a. Laparatomi pada ileus obstruksi (perlengketan.000 250. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 1. Operasi katarak b. Jahit kornea TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan tindakan Jasa Kelas Asisten Sarana Operator Anestesi operator III II I 125.invaginasi. Operasi anti gloukoma c. Sectio caesaria b.000 80. Operasi Haemorhoid h.000 1.000 135.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Rekontruksi palpebrae d.000 800.sumbatan) d. No 1 2 3 Asisten anestesi 30.000 200.825. Vaginoplasty BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 C.485.000 100. laparatomi pada kolostomi g.000 1. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b.000 750.000 400. Enukleasi bulbi d. Laparatomi pada luka tembus rongga abdomen f.000 100. laparatomy eksplorasi IUD f.000 265. Embriotomi e.000 250.000 1.000 75. Punksi acites d.. Histerektomy c.000 125.000 1.000 3 D. Simbleparotomi e.000 600.135.000 75.000 Jumlah 1 2 3 815. Evicerasi bulbi e.b.000 140. Laparascopy besar g. Biopsi hati c.000 300. Laparatomi pada tumor dalam rongga abdomen c. myomectomy d. No Asisten anestesi 40.volvulus. Hernioraphi/ Herniotomi dengan penyulit 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000.000 Jumlah 630.000 Catatan : a.000 140.000 150.000 200. Laparatomi dengan apendicitis dengan penyulit b. Iridektomi optis TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 140. Ekstirpasi pterigium b.390.000 54 .000 125.000 60.

000 28. 1 Posisi b.000 90. Laparatomy ca ovarii h.000 114. 1 Posisi b.000 40.000 15. Prostatectomy b.000 12. 3 Posisi Jasa Sarana 29.000 24.000 59. Laparatomy tumor indung telur dengan perlengketan/multiple cysta ovarii g.000 30. 2 Posisi Ekstremitas besar a. Cholecyctectomy h. 7. 3 Posisi Abdomen Anak a. Hamil di luar kandungan c.000 50.000 Flim Uk.000 50. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (RADIOLOGI) Jenis Pemeriksaan 1.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Gigi Thorax Dewasa a.000 80. 1 Posisi b.000 50.000 24.000 24. Flim Uk.000 79. Kecil Flim Uk. 2 Posisi Abdomen Dewasa a.000 66.000 Total 41. Besar Flim Uk.000 28.000 135. 1 Posisi b.000 12. Cyste jejenunostomose j. 3. 55 .000 12.000 24.000 40. Tindakan laparascopy khusus 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a .Pengangkatan rahim ( Hysterectomy) b. 3 Posisi Cranium a. 2 Posisi c.000 35.000 66.000 50. Kecil Flim Uk.000 12.000 36. 5.000 50.000 12.000 84. 2 Posisi Thorax anak a. Ruptur uteri dan laparascopy persalinan abdominal d. Tindakan laparascopy khusus X. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b.000 50. 1 Posisi b.Catatan : a. Kolphoraphic i.000 74. Penyambungan tuba pada ingin anak e. Radikal mastectomy f.000 24. 4.000 20. 2. Besar Ket. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 74. 2 Posisi c. Bilateral cystoma ovarii j.000 90. Kecil 8.000 36. 2 Posisi c.000 12. Rhoe and Y anastomose k.000 90. 1 Posisi b. Mile"s operasi gasterectomy i. laparatomy pada endometriosis f. Besar Flim Uk.000 74. 2 Posisi Ekstremitas Kecil a.000 40. 1 Posisi b. Radical nect desection e.000 38.000 Jasa Pelayanan 12.000 24.000 38.000 99. Cystektomy d.000 116.000 50. 6. Operasi vaskuler g.000 66.000 28.000 38. Nephrectomy c.

TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (LABORATORIUM) No.000 25.000 30.000 17.000 120. Cervical a.000 8.000 25.000 17. 22.000 84.000 148. 14.000 50.000 20. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH Darah rutin Darah lengkap Golongan Darah Hemoglobin (Hb) Angka Leukosit (AL) Angka Eritrosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Perdarahan Waktu Pembekuan Hematokrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu (GDS) Glukosa Puasa Widal Tarif 15.000 49. 11.000 20.000 56 .000 8.000 17. 13.000 115.000 15.000 145.000 10. 10.000 25. 16. XI.000 25.000 170.000 6. 1 Posisi b.000 120.000 17.000 113.000 75.000 170.000 17. 20.000 13. 1 film b. 12. 3 Posisi Thoracolumbal a.000 170.000 15. 17.000 5.000 145. 19.000 140. 18.000 213.000 200.000 6.000 16.000 59.000 20.000 No.000 13.000 49.000 25.000 17.000 5.000 6.000 145. 2 film c.000 20.20 belum termasuk obat kontras dan alat injeksi TARIF PELAYANAN PEMAKAIAN OKSIGEN ( O2 ) Pemakaian Per Jam Rp.000 6.000 25.000 188.000 170.000 5.000 25.000 79.000 17.000 9.000 145.000 114.000 145.000 35.000 145.000 25.000 6.000 17.000 25.000 170.000 175.000 25.000 82. A.000 59.9.000 112.000 25. 2 Posisi c. 11 .000 145.000 15. 2 Posisi Colon Inloop Barium Enema Cor Analisa Fistulografi Cystografi Uretrografi Intravena Pyelografi Oral Cholecystografi Retrograde Pyelografi Hysterosalpyngografi Ultrasonografi a. 3 film Electrokardiografi (EKG) 34.000 74. 1 Posisi b. 100 X lt (dosis ) X 60 menit XII. 21.000 35.000 25.000 34. 15.000 6.000 30.

TARIF PELAYANAN FARMASI (APOTEK) UNTUK RAWAT INAP Jenis Pelayanan Harga Obat/BPH Harga Obat / Bahan sesuai dengan faktur terakhirnya 100% Tarif Jasa Sarana 15% Jasa Pelayanan 10% 125% Jumlah Untuk obat & alat kesehatan habis pakai ASKES disesuaikan dengan naskah kerja sama (MoU) dan Daftar Patokan Harga Obat (DPHO) XIV.000 18.000 8.000 35.000 25.000 10.000 25.000 Jumlah 75.000 25.000 15.000 Jasa Pelayanan 30.000 XIII.000 6.000 20. jasa pelayanan sebesar 25 % dari tarif 25.000 20.000 57 .000 15.000 12. TARIF PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Keterangan Perawatan Jenazah Penitipan Jenazah / hari VE periksa luar Jasa Sarana 45.000 36.000 60.000 C.000 6.000 25.000 24.000 12.000 10.28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 B.000 6.000 6.000 20.000 20.000 35. Amphetamin b.000 13. 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 10.000 20.000 25. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung jenis leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Anti HBs Hg URINE Urine lengkap Urine rutin Reduksi Elwit (Protein) Test kehamilan Bilirubin Sedimen Drug Abuse a.000 20.000 25. Opiat c.000 10.000 25. Cocaine FAECES Faeces rutin Telur cacing Darah samar PREPARAT APUS / MIKROBIOLOGI Siphilis Gonorhoe Pewarna Gram BTA Jamur Mikroskopis Preparat Apus Vagina Ket : Untuk pelayanan laboratorium.000 30.000 25.

000 10.000 Jasa Pelayanan 0 0 10. XV.000 15.000 25. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS No 1 2 3 4 5 Kategori Pelayanan Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kematian Surat Keterangan Visum et Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et Repertum Luar Jenazah Pemeriksaan Akupuntur Pendaftaran 0 0 0 0 0 Jasa Sarana 0 0 15. Tarif tersebut belum termasuk bahan / alat habis pakai.000 25.Catatan : 1. Penitipan jenazah paling lama 1 X 24 jam.000 Jumlah 0 0 25.000 35.000 58 . 2.000 60.

500 7.500 IV.000 15.000 3.000 20. TARIF PELAYANAN KONSULTASI NO. 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Konsultasi Gizi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Konsultasi KB Konsultasi Klinik Berhenti Merokok Konsultasi Sanitasi Konsultasi Penyakit Menular Khusus JASA SARANA.500 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan diluar paket JUMLAH 7.500 0 20.500 4.500 7.000 11.000 Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et 4 35.000 10.500 2 Pemeriksaan Gigi 6.500 0 8.000 25.500 7. NO. TARIF PELAYANAN TINDAKAN A.TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS.500 15. DAN BMHP 4.500 4. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS JASA SARANA.000 3.000 25.000 1. NO.500 4. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) JASA JASA SARANA.250 .Ganti Balutan 10.000 6.000 Pemeriksaan Kesehatan dan 7 10.000 (tidak termasuk jarum) JASA PELAYANAN 1.500 7.500 4.500 II.300 .000 59 .000 15.000 15.000 6 Pelayanan Imunisasi Haji 15. DAN GAWAT DARURAT JASA SARANA.000 Repertum Luar Jenazah 5 Pemeriksaan Kesehatan Haji 12. KATEGORI PELAYANAN PELAYANAN OBAT. DAN BMHP 1 Surat Keterangan Sehat 6.250 5.000 3.500 JASA PELAYANAN 3.500 .500 JUMLAH 17.Debridement luka kecil 10.500 7.000 10.000 2 Surat Keterangan Kematian 0 Surat Keterangan Visum et 3 12. TINDAKAN RAWAT JALAN.000 60.500 4.000 Pemeriksaan Akupuntur 9 6.000 Imunisasi Capeng 8 Pemeriksaan Dokter Spesialis 9. PUSKESMAS KELILING. JASA JENIS TINDAKAN OBAT.500 7. OBAT.500 4.000 3.000 JUMLAH 7.5 jahitan 12.Jahit Luka 1 . DAN PELAYANAN BMHP Tindakan Kecil : .700 3.000 3. PUSKESMAS PEMBANTU.000 8. RAWAT INAP.000 1. PUSKESMAS RAWAT INAP DAN LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA I.500 4.000 4.Tindik 7. DAN BMHP 1 Rawat Jalan Umum 6.000 5.000 JUMLAH 7.000 III. KATEGORI PELAYANAN OBAT.

000 JASA PELAYANAN 2.250 27.500 14.Suntik KB .000 .500 5.Extirpasi jari tangan / kaki B.500 9.000 25.000 50. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula JASA SARANA.000 15.250 2.500 52.Jahit luka lebih dari 15 jahitan .000 30.Pemeriksaan dan Pelepasan Implant .000 12.000 45.000 15.000 25.500 87.500 4.500 7.000 7.250 7.500 35.000 .000 6.500 7.C/oagulasi Pre Kanker Serviks . trepanasi.000 12.500 15.000 31.500 17.500 12.000 35.Blast Punctie .250 7.Bilas lambung .000 13.000 40.500 10.000 40.000 6.500 10.Pengambilan benda asing dengan sayatan .Pemeriksaan.Vena seksi .500 15.000 60 . TINDAKAN KIA DAN KB JENIS TINDAKAN 10.500 35. DAN BMHP 5.000 28.250 JASA SARANA.000 6.500 24.500 12.000 JUMLAH 7.Pengambilan Apusan Pap Smear . dan Pelepasan Implant 42. Pemasangan.500 17.500 7.000 40.000 28.Pemeriksaan dan Pemasangan IUD 14.500 4.Cabut kuku .000 Catatan : Tindakan tidak termasuk obat dan alat kontrasepsi C.250 2.000 87.000 28.000 12.000 35.Pemeriksaan.900 4.500 7.000 18.500 35. telinga .500 .000 25.000 20.000 52.000 12.Mengangkat benda asing tanpa sayatan . dan Pelepasan IUD 28.000 9.000 15.Nekrotomi luka sedang .000 .000 20.Tindakan IVA Test .000 40.100 10. tumpatan sementara.500 25.000 40.Lepas Jahitan .500 17.000 20.500 4.Jahit luka 5 .000 40.000 35.250 5.000 60. DAN BMHP 5.000 12.Pemeriksaan dan Pelepasan IUD 21.15 jahitan .250 5.500 10.250 17.500 28. hidung.Pengambilan benda asing di mata. OBAT.000 14..500 28.000 40.Reposisi Luxatio .000 10.000 28. Pemasangan.Cutterisasi Tindakan Besar : .000 13.250 JUMLAH 7.000 24.500 2.000 JASA PELAYANAN 2.Pasang Catheter .500 7.Debridement luka sedang atau luas . TINDAKAN MEDIS GIGI DAN MULUT JENIS TINDAKAN Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.Sirkumsisi normal .Irigasi (Pembersihan) Vagina .500 3.Pemeriksaan dan Pemasangan Implant .Pasang Infus Tindakan Sedang : . OBAT. angkat jahitan.Memecah bisul .

000 JUMLAH 10.500 JASA PELAYANAN 6. LAIN-LAIN JENIS TINDAKAN .600 13. DAN BMHP 24.000 17.000 10.000 140.000 V.000 JUMLAH 30.000 JUMLAH 10.400 2.000 JUMLAH 250. DAN BMHP 7.000 7. OBAT.000 84.000 350.000 24.000 3.000 36.000 JASA PELAYANAN 3.000 63. IGD NO 1 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan IGD JASA SARANA. LABORATORIUM NO KATEGORI PELAYANAN JASA SARANA. OBAT.000 JASA PELAYANAN 3.Pijat Bayi 21. TARIF RAWAT INAP A.600 3.Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Tindakan khusus tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Tindakan khusus dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II Fiksasi lebih dari satu gigi Ekstirpasi kecil D. OBAT.000 60.000 10.000 9.000 JASA SARANA. HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH 1 Darah Rutin 2 Darah Lengkap 3 Golongan Darah 4 Hemoglobin 9.000 150. PERSALINAN NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Persalinan Normal oleh Dokter Persalinan Normal oleh Bidan Persalinan Dengan Penyulit JASA SARANA.200 2. DAN BMHP 150.000 50. DAN BMHP JASA PELAYANAN JUMLAH 1.000 61 .000 30.000 3.000 90.000 4.000 90.400 800 600 12. DAN BMHP 7. PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK A.000 VI. REAGEN.000 27.500 C.000 4.000 30.000 3.400 3.000 7.000 120. OBAT. PERAWATAN PER HARI NO 1 2 3 4 KATEGORI PELAYANAN Perawatan Umum Perawatan Persalinan Ibu dan Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Visite dokter per hari JASA SARANA.000 6.Breast Care .000 B.000 210.000 40.000 JASA PELAYANAN 100.

200 7.800 4.000 800 800 800 600 600 800 600 1.000 6.000 17.200 14.400 1.000 4.000 5.000 17.400 3.600 2.800 9.200 3.200 3.400 5.000 12.600 2.200 11.400 1.800 1.800 4.200 3.400 3.400 3.400 2.000 12.400 2.000 10.200 2.600 4.800 2.000 3.000 17.000 9.400 600 600 7.200 1.000 12.000 2.000 17.400 800 1.200 9.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Angka Leukosit ( AL ) Angka Eritrocit ( AE ) Angka Trombosit ( AT ) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit ( HCT ) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin S G OT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Glukosa Puasa Widal Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung Jenis Leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium HIV 3.000 22.200 2.400 2.000 3.000 14.800 2.400 2.000 3.600 9.400 4.600 9.600 9.400 2.000 7.400 1.800 2.800 9.000 4.400 3. PRAPARAT APUS / MIKROBIOLOGI 1 Sypillis 2 GO 11.600 13.000 12.000 12.000 4.400 2.400 3.800 13.000 6.000 12.400 3.200 4.200 9.000 6.000 12.400 600 600 2.600 9.600 13.400 2.000 6.000 4.400 1.400 2.400 2.800 2.600 13.200 2.000 17.800 2.000 3.000 10.600 4.000 12.400 2.600 13.600 4.400 3.600 3.000 2.000 2.000 12.600 22.000 62 .200 11.600 9.400 9. FAECES 1 Faeces Rutin 2 Telur Cacing 3 Darah Samar 4.400 9.000 8.000 6.000 28. URINE 1 Urine Lengkap 2 Urine Rutin 3 Reduksi 4 Eiwit ( Protein ) 5 Test Kehamilan 6 Bilirubin 7 Sedimen 3.000 12.600 13.600 9.000 12.000 4.600 2.200 1.000 3.000 5.000 15.000 12.600 12.200 2.000 8.000 3.000 12.600 5.000 17.000 17.400 2.000 4.000 3.600 11.000 6.000 14.000 14.600 9.400 1.

000 5.200 12.000 24.000 15.600 21.600 9.000 23.000 24.200 2. Coli 6.400 10.800 16.400 10.600 2.000 11.000 11.800 3.000 21.000 11.000 13.400 12.800 8.000 7.000 13.800 10.000 8.000 30.000 8.000 14.000 30.000 20.600 1.200 4.400 8.000 30.600 3.000 24.000 13.000 7.000 6.400 4.000 12.000 30.000 5.400 10.000 12.800 6.000 24. PEMERIKSAAN KIMIA DAN ORGANIK AIR 1 Arsen ( As ) 2 Fluorida ( F ) 3 Kromium ( Cr ) 4 Kadmium ( Cd ) 16.800 1.000 15.400 2.200 9.000 24.000 15.800 8.600 2.000 30.400 9.400 10.400 10.600 18.000 20.000 1.000 2.000 7.400 10.600 2.600 8.000 12.800 2.400 10.000 4.000 8.000 3.400 16. PEMERIKSAAN MPN COLIFORM AIR 1 Air Bersih 2 Air Minum 3 Air Badan Air 7.000 27.400 2.000 30.000 13.000 13.800 1. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN 1 MPN Coliform 2 Angka Kuman 3 Logam Mercuri ( Hg ) 4 Logam Arsen ( As ) 5 Sianida ( Cn ) 6 Nitrit ( NO 2 ) 7 Borax 8 Formaldehid 9 Metanol 10 Rhodamin B 11 Methanil Yellow 12 Auramin 13 Sakarin 14 Siklamat 15 Vibrio Chollera 16 Staphylococcus Aureus 17 Streptococcus 18 Salmonella 19 Shigella 20 E.400 3.000 3.000 4.000 21.000 15.200 6.600 2.000 6.200 2.600 16.800 8.000 6.000 11.000 6.600 4.000 12.600 9.200 1.600 2.000 11.000 16.200 4. PEMERIKSAAN KIMIA AIR 1 PH (Derajat Keasaman) 2 Fe (Kadar Besi) 3 Mn (Kadar Mangan) 4 Cl (Kadar Khlor) 5 Posphat 6 Aluminium (Al) 7 Kesadahan ( CaCO3) 8 Khlorida (Cl) 9 Seng (Zn) 10 Sulfat (SO4) 11 Tembaga 12 Sisa Khlor (Cl 2) 13 Amonia (NH 3) 14 Zat Organik (KMnO4) 9.200 2.600 2.000 24.600 38.000 12. PEMERIKSAAN AIR KOLAM RENANG 1 Air Kolam Renang 8.600 2.000 3.600 2.200 2.600 2.400 5.000 2.400 2.800 8.000 63 .000 11.800 18.400 5.200 2.000 6.000 15.000 11.000 30.000 21.3 4 5 Diptheri Baksil BTA / TBC Pap Smear 8.200 11.000 10.000 12.000 13.000 13.400 7.000 13.000 6.000 14.

600 4.000) 64 . PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA NO 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan USG dan Pembacaan Pemeriksaan EKG dan Pembacaan Pemakaian Nebulizer Pemeriksaan Mikro CO Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan IMT JASA SARANA 35. OBAT.000 25.000 5.600 12.000 15.5 (dibulatkan menjadi 93.400 3.000 6.600 3.000 600 600 400 600 800 1.750 8 = 0.400 8.000 (Jarak tempuh PP : 8 ) x Harga BBM/lt Jasa Pelayanan Sopir Paramedis 6.5 (dibulatkan menjadi 155.500 JUMLAH 50.200 4.000 23.800 2.000 4.687.000 9.500 VII..500 7.5 6 7 8 Nitrit ( NO 2 ) Nitrat ( NO 3 ) Sianida ( Sn ) Selenium ( Se ) 9.25 X jasa sopir Jumlah 30.200 2.000) = 1.800 10.000 6.000 4.750 = 92.Semarang PP = Sopir Paramedis Jasa Sarana 15.000 JASA PELAYANAN 6.500.75 x 123.000 11.000 1.000 VIII.000 3.000 B.000 23.000 5. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Pelayanan Fisioterapi Pelayanan Okupasi Terapi Pelayanan Terapi Wicara JASA SARANA.000 1/3 X jasa sarana 9.000 25.000 7.600 2.200 12.000 15.812. PELAYANAN TRANSPORTASI RUJUKAN Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Contoh : Solo .000 11.500 10.000 9.500 7.750 = 154.400 2.000 3.000 18.400 2.000 220 km x Rp 4.600 8. PEMERIKSAAN FISIKA AIR 1 Bau 2 Warna 3 Rasa 4 Suhu 5 Kekeruhan 6 Zat Padat Terlarut ( TDS ) 11.000 6.500 15. DAN BMHP 9.25 x 123.500 2.500 1.= 123.000 10.400 13.600 2.400 18.000 JASA PELAYANAN 15.000 1. PEMERIKSAAN AIR LIMBAH 1 BOD 2 COD 3 TSS 4 DO (Dissolved Oxygen) 2.000 17.000 6.000 JUMLAH 15.000 13.400 3.000 15.000 2.000 3.400 1.000 17.000 7.

Rp.000. 20.Rp.000. 70.000.000.500.000.000.Rp.000. 10.Rp.Reposisi prolaps ani ringan . 35.Rp.Rp.000.Menjahit luka .Rp.000.2 Anjing Kel.- Jasa Pelayanan Rp.000.Rp.Rp.000. 5.TARIF RETRIBUSI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA (UPTD PUSAT KESEHATAN HEWAN) DINAS PERTANIAN KOTA SURAKARTA TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF PELAYANAN VAKSINASI No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF RAWAT INAP PER HARI No 1 Jenis Hewan Rawat Inap Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Penitipan Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Jasa Sarana Rp.000. 5.000. 20.Rp. 65.Jasa Pelayanan Dokter Hewan Rp.500.. Kecil Rp. 10.000.000. 30.000.Infus pump . 5.5. 5.Tenaga Kebersihan Rp.000.Rp.Rp.Rp.000. 10.Rp.5 Unggas Rp.000.Cystotomi . 10.000. 5.500. 15.- 2 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF No Jasa Sarana Jasa Pelayanan Jumlah 1 Rp.Rp. 20.Rp.000.000. 30.- Jasa Sarana Rp. 5.000.Rp.Incisi/Fiksasi luar dan dalam .Rp.Rp.Rp. 2.Rp.Rp.000.000.000. 10. 10.- Jumlah Rp.Menutup luka .Rp.500.000.000. 20.000. 25. 5.000. 5. 2.000.Rp.Rp.000.000.000.500.000.Rp.Rp.Rp. 25. 5. 5.Penggambilan jahitan .Rp.- Jasa Pelayanan Rp. 10.Rp.Rp.Rp. 5. 30.5.Rp.Pungsi . 2.Rp. 5. 15.5.000.Rp. 20. 25.000.Rp.Rp.000. 10.Rp.500. 2. 25.Rp.000. 10.000.Rp.Pemberian Pakan Rp. 2. 40.000.000.000.Rp.000.000.Rp.Rp.000. 10.Rp. 5.000. Rp. 40.000. 20. Rp. 15. 5. 15.Declaw .000. Besar Rp. 10.Rp. Rp. hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.Pengambilan benda asing di telinga. 10.Jumlah Rp.Statis Ingluvies .Rp. 30. 10. 20.000.000. 20.Rp. 10.Rp.000. 10. 5.500.- Jumlah Rp. 10.4 Kelinci Rp.Rp.Rp.Rp. 5.000. 10.Rp.000. 5.000.000.Cateterisasi .- Jumlah Rp.Jenis Tindakan Medis Operatif Sederhana (Kecil) .Rp. 15. 10.000.500.000. 5.Rp.000.000.000. 2.000. 5.Rp.Kebiri Anastesi Rp.000. 5.000.000.000.000.5.Rp.Vena Seksi . 10.- Jasa Sarana Rp.Rp.000.000.000.Rp. 5.Rp.Rp.000.Prolaps Ani .000.000.000. 5. 10. 10.Rp. 5. Rp.- 65 .000. 65.000.000.000.000.Bumble Foot .000.Rp. 15.Rp. 15. 20.Rp. 2. 5. 10.000.Abses .Rp.Rp. 10. 2.3 Anjing Kel.

Rp.000.x ltr (dosis) x 60 menit TARIF USG NO Kategori Pelayanan 1 Pemeriksaan USG + Pembacaan TARIF PELAYANAN GROOMING NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci Jasa Sarana Rp.Rp. Besar Rp. 30.Sectio Caesarea .. 15.000.000. 30.000. 30.3 Anjing Kel. 50. 17.5 Khusus Sectio Rp.3 Anjing Kecil Rp. 20.Rp.500. 125. 10. 30.4 Kelinci Rp.000.Rp.000. 30.000.000. 25.000.000.Rp. 270.Hernia Imbilicalis .Rp.000. 10. 10. 80.- Anastesi Rp.Rp. 30. 15.000. 40.. 15.Rp.Rp. 20.000. 245.Rp.Rp. 30. 75.Biopsi Carsinoma .4 Kelinci Rp.000.000.000.- Jasa Sarana Rp.000.000.Potong Telinga TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.- Jumlah Rp.000.Fraktur . 15.Rp.Rp.Rp. 20.000. 30. 25. 17..Rp. 30. 75.000.Rp.Rp.2 Anjing Besar Rp. 20.000.000. 10. 10.000 TARIF PELAYANAN OKSIGEN (O2) Pemakaian per jam = Rp.Cysta Uteri .Rp.000.Rp.Rp. 12. 15.000.Rp. 25.000.000.3 Anjing Kel.Rp.000.000.Panhisterektomi . 35.000. 40.500.Rp.Rp.Rp. 30. 25. 160.000. 15.Rp.Rp.000.Rp.Rp.Jenis Tindakan Medis Operatif Sedang .Ekteropion .000.Rp.000.000. 20.000. 100.Rp.000. 30. 15. 245. 80.Rp.000.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.Rp. Kecil Rp.Othematom . 15.000 Rp. 80.Rp.000.Rp.000.Rp.Rp. 30. 40. 10.000.Rp. 40.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.000.000.Caesarea Anak Hidup per ekor Jenis Tindakan Medis Operatif Besar .Rp. 12. 30.Rp.- Jumlah Rp.000.Biopsi jaringan tumor berat TARIF PERSALINAN NORMAL No Jenis Hewan Jasa Sarana 1 Kucing Rp.000 Rp. 90. 20. 70.- 66 .- Jumlah Rp. 30.Enteropion .000.000.000.- Jumlah Rp.000. 15.000.Ovariektomi .000.000..000. 15.000. 15.Rp.000. 15.Rp. 70.Rp. 20.000.500. 70.000.000.Kelenjar Hender . 10. 20.- Jumlah Rp.000.TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000.Rp.000.000.Rp.000.000.. 15.Rp.000. 50.Rp. 50.Laparotomi . Kecil Rp.000. 10.000.000.- Anastesi Rp.000. Besar Rp. 25.000.Potong ekor . 50.Rp. 50. 30.2 Anjing Kel.Rp.500.- Jasa Pelayanan Rp.000.Rp.2 Anjing Kel.000.000. 120.Anak hidup /ekor = Rp. 120. 100.000.

600.Rp.000 Jasa Pelayanan Rp.500.Rp.Rp.200. 35.Rp. 15. 12. 4. 9. 600.Rp. 17.Rp. 2. 14.000. 9.000.200.000.Rp. 4.400.000.800.Rp. 6. 2.000.000.000.200. 2. 12.Rp.Rp.400.- Jasa Pelayanan Rp. 90.Rp. 800.Rp.Rp.Rp.(Jarak Tempuh PP : 8) x Harga BBM /H Transportasi Rp.000.Rp. 3.200. 1.- Jumlah Rp.000. 3. 40.500.000. 9. 20.TARIF TRANSPORTASI ANTAR JEMPUT HEWAN No 1 2 Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Jasa Sarana Rp. 20. 600.000. 10.Rp.20.Rp.200. 800. 12.800.Rp.000.Rp.Rp. 600. 10.200.Rp.200. 12. 25.- Transportasi Rp. 4. 2.200.Rp.400. 15. 2.000.000. 6.000.200. 2.Rp.Rp.000.400. Reagen dan BMHP Rp. 11.400. 2.000. 4. 25. 2. 9. 6. 12.600.Rp.000.800.- Jumlah Rp.400.000.000. 12.600.Rp.000.Rp.000. 12.- Jasa Pelayanan Sopir Paramedis Rp.Rp.000. 9. 30.000.000.Rp.500.Rp.000.Rp.Rp. 9.400.Rp.Rp. 1. 30.800. 3.Rp.Jumlah Rp.Rp. 2. 15.000.Rp.Rp.Rp. 800.000.Rp.000.Rp. 3.400. 3.000.200.000. 14. 12.000.TARIF PELAYANAN GROOMING KESEHATAN NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci TARIF LAYANAN INSEMINASI BUATAN NO Kategori Pelayanan 1 Layanan Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik) TARIF PELAYANAN FOTO RONGENT NO Kategori Pelayanan 1 Foto Rongent + Pembacaan Jasa Sarana Rp.200.000 Jasa Sarana Rp.Rp.Rp.000.400.Rp. 4. 800.800. 4. 14. 6.Rp.Rp.Rp. 15. 9. 40.000.Rp. 20.600.Rp.000. 2. 600. 40.000.Rp.000.Rp.Rp.Rp.000. 15.Rp. 10.Jasa Pelayanan Rp.Rp.000.000. 22.800.Rp. 4.Rp. 13. 4. 11. 3.Rp.600. 2.Rp.Rp. 10.000.400. 4.Jasa Pelayanan Rp. 70.000. 35. 12.600.Rp. 22.Rp.Rp.500.000.Rp. 9.Rp.600.Rp.Rp. 9.000. 800.400.000.600.Rp.200.Rp. 3.Rp.Rp. 1.000. 10. 9.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR LUAR KOTA (Radius 30 km) NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana Jasa Pelayanan 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp. 11. 3.Rp. HEMATOLOGI + KIMIA DARAH NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kategori Pelayanan Darah Rutin Darah Lengkap Golongan Darah Hemoglobin Angka Leukosit (AL) Angka Trombosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinim Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Jasa Sarana.000.Rp. 35.Rp.Rp. 15.- Jumlah Rp.000. 30.Rp.000 Jumlah Rp.- 67 .- TARIF PELAYANAN LABORATORIUM A.Jasa Sarana Rp.1/3 x Jasa Sarana 1.400.Rp.000.Rp.Rp. 2. 20.Rp. 3.200.000 Jasa Pelayanan Rp.Rp. 3.600.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR DALAM KOTA NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.Rp.Rp.000. 1.Rp. 10.25 x Jasa Sopir Jumlah Rp.Rp. 2.000.000.800. 12. 2. 7.Jumlah Rp.Rp.Rp.Rp.Rp.000.

000.Rp. 3.400.200.000.400.000.500.Rp.600.000.Rp. PEMERIKSAAN DAGING DAN SUSU NO 1 2 3 4 Kategori Pelayanan Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan Awal Kebusukan Pemeriksaan Formalin Pemeriksaan Susu Rutin Jasa Sarana.Rp.Rp.Rp.000.000. 13. Entok. 500. 9. HA-HI TEST NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan HA-HI Test Jasa Pelayanan Rp. 10.000.800.Rp. Babi Ayam.000.Rp. Hewan Konsumsi No Jenis Pelayanan 1 Hewan Besar 2 Hewan Kecil 3 Unggas 4 Ikan Besar Tarif /ekor Rp. 1. 5. 1.000.Rp. 25.000.Jasa Sarana.- Rp. dll 2. 5.000.Kuda 2 Hewan Kecil Rp. 2. 17. 25. 2.Rp.500. 9.Rp.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Glukosa Puasa Hitung Jenis Leukosit Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium Rp. Burung Puyuh.Rp.Rp.Rp.600.Rp.Rp. 4. Lou Han. 5. 7. 2.400. 1.Rp. Itik.400. 12.Jumlah Rp.Rp. Kerbau Kambing.Rp.000.Rp.400. 3. 500. ELISA NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan Pembacaan Elisa + Jasa Sarana.000. Hewan Hobi No Jenis Pelayanan Besar Tarif /ekor Keterangan 1 Hewan Besar Rp. 3.800. 6.600.000. Reagen dan BMHP Rp.400.000.Jasa Pelayanan Rp. 750.Jumlah Rp. 2.Rp. Reagen dan BMHP Rp.200.000.Rp.600.Burung.000. 6.Rp.Rp.- TARIF ATAS PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN YANG AKAN DIKIRIM KE LUAR DAERAH UNTUK PERDAGANGAN (PER EKOR) 1.Rp. 12.000. 3.000. dll 4 Ikan Rp. 13. Ayam.Keterangan Sapi. 4. 20. 500.400. 12. 13.Rp.Rp.000.Rp. Kucing.000. Gurami. 2. 10.Rp. Kelinci.Rp. 2.000.000.000. 2. Lele. 17. dll 3 Unggas Rp. 9. ttd JOKO WIDODO 68 .Rp.600. 1.600.600.000.000. 350.Rp.Jumlah Rp.Rp. 2. Koi.000. 1.Anjing. 5. 300.Jasa Pelayanan Rp. Reagen dan BMHP Rp. 500.000.Rp.Rp. 50. 17.Rp.Arwana. 13.- C. 12. 3. 10. 4. dll WALIKOTA SURAKARTA.Rp.- B. dll Nila.600.- D.000.Rp. Domba.Rp.400. 17. 9.- Rp.Rp. 2.400.Rp.Rp.

LAMPIRAN II

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/ KEBERSIHAN
NO I. II. 1. 2. III. 1. a. b. c. JENIS DASAR PUNGUTAN KLAS 1 5.000 300.000 15.000 300.000 75.000 15.000 2 3.000 150.000 15.000 150.000 50.000 15.000 3 2.000 110.000 7.500 110.000 15.000 7.500 4 1.000 75.000 7.500 75.000 7.500 7.500

2. a. b. c.

3. 4. a. b. c. 5. a. b. 6.

RUMAH TANGGA INDUSTRI Pabrik Home Industri PERUSAHAAN JASA PENGINAPAN Hotel Bintang Hotel Melati Home Stay, Penginapan Remaja, Bumi Perkemahan, Persinggahan Karavan RUMAH MAKAN Restoran Talam Kencana (A) Talam Selaka (B), Talam Gangsa (C) Non Talam (D), (E) Warung, Bar, Kedai Makanan dan Minuman, Penjual Makanan Keliling/PKL, Jasa Boga/Katering GEDUNG PERTEMUAN TEMPAT HIBURAN Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil SALON/ PENJAHIT/BENGKEL Pangkas rambut, Salon Kecantikan, Tailor, dsb. Besar Kecil ANGKUTAN/TRAVEL Angkutan Jalan, Wisata, Taksi, Sewa, Trayek, dan Udara FINANSIAL/KEUANGAN JASA UMUM Perbengkelan, Servis, Persewaan Barang, Jasa Konstruksi, dsb PERGUDANGAN Pergudangan, Cold Storage, Warehousing, dsb. JASA PROFESI Dokter, Dokter Hewan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dsb. PERDAGANGAN Pertokoan, Perkiosan, Perkantoran, dsb. Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil FASILITAS UMUM

300.000 200.000 75.000 15.000

150.000 100.000 50.000 15.000

110.000 75.000 15.000 7.500

75.000 50.000 7.500 7.500

60.000 150.000 75.000 30.000

50.000 100.000 50.000 20.000

30.000 75.000 30.000 20.000

20.000 50.000 20.000 20.000

50.000 5.000

40.000 5.000

30.000 5.000

20.000 5.000

40.000

30.000

20.000

10.000

7. 8.

225.000

150.000

75.000

45.000

60.000

40.000

20.000

10.000

9.

60.000

40.000

20.000

10.000

10.

30.000

15.000

10.000

5.000

IV. 1. 2. 3. V.

300.000 100.000 10.000 150.000

150.000 75.000 10.000 100.000

110.000 50.000 5.000 75.000

75.000 10.000 5.000 30.000

69

1. a b

2. 3. 4. 5.

VI. X. 1.

KESEHATAN Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Klinik, Pelayanan Kesehatan Hewan, Kegiatan Panti Sosial/Jompo, dsb PENDIDIKAN Sekolah, Pondok Pesantren, LPK, dsb. SOSIAL Taman Wisata, Terminal, dsb. BUDAYA Keraton, Museum, Sejarah, dsb EKONOMI Pasar Tradisional Kios/Los Per m2/hari Plataran Dalam pasar Per pedagang/ hari Plataran Luar pasar USAHA JASA DAN PERUSAHAAN LAINNYA INSIDENTAL Kegiatan Hiburan, Kegiatan Olah Raga dan Kegiatan Keramaian yang lainnya.

30 50 30.000 50 25.000

15 15 50 20.000

10 50 50 10.000

300.000

250.000

200.000

150.000

TABEL PENENTUAN KLAS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN PADA SEKTOR USAHA
NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 JAM KERJA 1–6 7 – 12 13 – 18 19 – 24 TENAGA KERJA 1–5 6 – 10 10 – 15 > 15 JUMLAH SKOR 7–8 5–6 3–4 1–2 SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

70

LAMPIRAN III

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO. 1. 2. 3. 4, 5. JENIS PELAYANAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keterangan Bertempat Tinggal Kartu Identitas Penduduk Musiman Kartu Keluarga (KK) Akta catatan sipil a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan Di Kantor Di Luar Kantor 100.000 125.000 150.000 60.000 100.000 50.000 20.000 150.000 175.000 250.000 100.000 150.000 100.000 50.000 WNI 5.000 10.000 5.000 WNA 75.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Ganti Nama

g. Akta Kematian Khusus pemegang PKMS Kartu Gold dibebaskan. 6. Kutipan ke-2 dst/Salinan Akta a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan

25.000 50.000 75.000 50.000 50.000

50.000 100.000 100.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Kematian

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

71

WALIKOTA SURAKARTA. untuk kuburan umum b. untuk kuburan khusus 150.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN No Jenis Tarif 1. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun Keterangan : Khusus pemegang PKMS gold dan JAMKESMAS dibebaskan dari kewajiban retribusi. ttd JOKO WIDODO 72 . Untuk orang dewasa a.000 500.000 50 % (lima puluh persen) dari tarif (1) 2.

LAMPIRAN V

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

No.

Zona

Jenis Kendaraan

Tarif Sekali Parkir
500 500 3000 5.000 8.000 10.000 500 500 2500 4000 6500 8500 500 500 2000 3000 5000 7000 500 500 1.500 2.000 3500 5500

Keterangan

1.

Zona A

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

2.

Zona B

Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

3.

Zona C

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

4.

Zona D

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

73

5.

Zona E

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

500 500 1000 1500 3000 4000

Keterangan : 1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c. 2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota. 4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

74

LAMPIRAN VI

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR No 1. Plataran Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Los Kios Jenis Tempat Besarnya Retribusi 500,-/m2/hr 300,-/m2/hr 200,-/m2/hr 0,1 ‰ TNTD 0,1 ‰ TNTD

2. 3.

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

75

000 JBB 15.LAMPIRAN VII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR No 1 Beaya Uji JBB 0 s/d 2100 30.000 10.000 JBB 8.001 s/d 15.000 45.000 ke atas Gandengan Tempelan 2 Biaya penggantian buku uji rusak/ tidak terbaca (rutin dan penerbitan baru) Biaya penggantian buku uji hilang Plat Uji/ Tanda Lulus Uji Cat Samping 3 4 5 100. ttd JOKO WIDODO 76 .000 40.000 45.500 JBB 3.501 s/d 8.000 45.101 s/d 3.000 50.000 WALIKOTA SURAKARTA.000 5.000 5.000 Termasuk kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk angkutan barang 35.000 Jenis Pelayanan Tarif (Rp) Keterangan JBB 2.

000 10.000 10. super busa dan sejenisnya a. fire hydrant b. hydrant dan house reel b.000 20. dry chemical powder. smoke detector II. JENIS PELAYANAN I. lebih dari 6 kg s/d 20 kg c. lebih dari 20 kg s/d 150 kg b.000 per titik per titik per titik per titik WALIKOTA SURAKARTA. lebih dari 150 kg 3.000 40.LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO.000 per unit per unit 5. lebih dari 25 liter s/d 50 liter 2. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut : a. smoke detector TARIF KETERANGAN 5000 10. ttd JOKO WIDODO 77 . setiap tahun ditetapkan sebagai berikut: 1. Alat pemadam kebakaran jenis Fire Protection (fire hydrant.000 per unit per unit per unit per unit 15. dan lainlain) a.000 5. sprinkler d.000 5.000 per titik per titik per titik per titik 15.000 10.000 5. Alat pemadam kebakaran yang berisi busa. Sampai dengan 25 liter b.000 5. fire alarm c. sampai dengan 6 kg b. halon dan sejenisnya a. Penelitian gambar-gambar rencana dan pengentasan akhir pemasangan hydrant kebakaran sistem pemancar air kebakaran. fire alarm c. Pemeriksaan dan pemasangan label stiker pada alat pemadam api/ kebakaran untuk konsumen atau pemilik alat pemadam kebakaran. sprinkle d. sprinkler. Alat pemadam kebakaran yang berisi gas.

100.000 KETERANGAN : 1. Tu : tarif pelayanan pengukuran L : luas tanah (dalam satuan m2) Retribusi penggantian biaya cetak peta : Pelayanan pengukuran + cetak peta + biaya gambar + biaya administrasi.000 100. WALIKOTA SURAKARTA. 2 JENIS PELAYANAN Pengukuran TARIF (Rp.) Tu : (L/500 x HSBku) + Rp.000 90. Administrasi (meliputi komputerisasi. HSBku : harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan. berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. hitam putih 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 b. 1. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. pemeliharaan peta) 150. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. Biaya Gambar 25. ttd JOKO WIDODO 78 .000 300.000 per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. pemeliharaan. pemeliharaan.000 55.000 175. berwarna 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 3. HSBku untuk tahun berjalan.000 135.000 40.LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO.000 110. untuk komponen belanja bahan dana honor yang terkait dengan keluaran (output kegiatan).000. 2. 4. penyimpanan peta.- KETERANGAN Cetak Peta a.000 75.000 75.

150.000. Selebihnya dari 20.000.000.000.000.150. kL.000.000. setiap 10 kL buah buah buah buah 300.500.10.10.10. Bentuk Silinder Tegak 1. Roll tester 8. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR a. tarif 10 meter ditambah untuk tiap 10 meter atau bagiannya dengan d. Komparator ALAT UKUR PERMUKAAN CAIRAN (LEVEL GAUGE) a. Selebihnya dari 10.150. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.000.000.5.75.200. Bentuk Bola Dan Speroidal 1.000 kL.000.3.000. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.000.000.000.1. Mikrometer 4.000.300. Otomotif TAKARAN ( BASAH/ KERING ) a.000.000.1.100.000 setiap 10 Kl c.000. kL. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.8. setiap 10 kL c.000.000.000.000.000 setiap 10 kL e.200.000 setiap 10 kL d.100.000.000.000.000.000.5.000.000.000 kL.100.1000. Selebihnya dari 1.10.- b.000.50.000.000.3.000.10. 500 kL pertama b.- 79 . Selebihnya dari 1.000.000. Blok ukur 3.5.KET buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 3.1. Mekanik b.200. 500 kL pertama b.500.000. Jangka sorong 5.5. buah buah buah buah buah buah 150. Salib ukur 2.5.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERA/TERA ULANG ALAT ALAT UTTP.- 300.000.000.15.3. Counter meter 7. Lebih 10 meter. Sampai dengan 500 kL 2.000.000 setiap 10 kL f.2.200. setiap 10 kL Bagian-bagian dari 10 kL dihitung satu 10 kL TERA ULANG 4. ukuran panjang jenis : 1.100.10.- 2 3 4 buah kL.- 200.000.10. kL.100.000 kL sampai dengan 2.000. Sampai dengan 2 L b.000.000. Lebih dari 2 L sampai 25 L c. Alat ukur tinggi orang 6.10. Sampai dengan 2 meter b.15. Lebih dari 2 meter sampai dengan 10 meter c. Selebihnya dari 2. Sampai dengan 500 kL 2.5.10.000 kL.000.300.000 kL sampai dengan 10.10.2.000 kL sampai dengan 20.300.10. KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BDKT NO JENIS SATUAN BIAYA RETRIBUSI TERA A 1 ALAT UTTP UKURAN PANJANG a.000.500.

000.15.2. Meter Bahan Bakar Minyak a.- 80 .000.- buah buah buah buah buah buah 50.15.000.000. Lebih dari 500 L sampai dengan 1.2.000 L e. setiap m3/h c.000. setiap m3/h c.000.- 100. setiap kL Bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a.3.000. 15 m3/h pertama b. Bentuk Silinder Datar 1. Sampai dengan 50 L b. Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1.2.000.000.50. Selebihnya dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h.000.000.50.000. Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur buah buah buah buah 300.1.000.75.000.000. Labu ukur.15. setiap m3/h d.000.000.000.50.000.000.50.000. Kapasitas sampai dengan 5 kL 2.- - 6 buah buah buah buah buah 20.10.000.000.- - buah buah buah buah buah 100.100.000.000.000.15.100. setiap kL c. Selebihnya dari 50 kL.000. Selebihnya dari 25 m3/h sampai dengan 100 m3/h. Sampai dengan 10 kL 2. Lebih dari 1.000. Buret dan Pipet b.3.125.000.000.10. Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a.125.000. Lebih dari 10 kL dihitung sbb : a.000. Selebihnya dari 5 kL.100. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.- 50.300.000.15.5. Gelas ukur BEJANA UKUR a.25.000.2.000.000.2.20.15.10.000.000.- buah buah buah 100.000.000.3. Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.15.000. Selebihnya dari 10 kL sampai dengan 50 kL.3.1.000. setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL 5 TANGKI UKUR GERAK a.100.000.000.20.50.000.- 100.000 L Bagian-bagian dari 1. setiap m3/h Bagian-bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a. Selebihnya dari 500 m3/h.000.000 L dihitung 1000 L METER TAKSI SPEEDOMETER METER REM TACHOMETER THERMOMETER TENSIMETER VISKOMETER ALAT UKUR LUAS ALAT UKUR SUDUT ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.000. 25 m3/h pertama b.10. Sampai dengan 15 m3/h 2.000.3.000. Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb: a.c.000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.- 300.100.000.000.- - 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50.75. 5 kL pertama b.25. setiap m3/h a.25.- 50.10.000.000.3.000.000.000.000.000.1.100.25.000. Selebihnya dari 500 m3/h.5. Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c.1.50.000.50.3.000. Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a. Sampai dengan 25 m3/h 2.10.000. Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji 1.10.1.300. 10 kL pertama b.000. setiap m3/h d.000. Meter Induk Untuk setiap media uji 1.000.000.

1.000. Sampai dengan 15 m3/h 2.- 100.000. Selebihnya dari 1.000.5. Meter Induk 1.- 50.30.000.000.000.- 100.- 200.000. Sampai dengan 50 m3/h 2. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah buah 100.3.300.000. Sampai dengan 10 m3/h 2.000. Meter Kerja 1.3.000.1. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1. setiap 10 m3/h e.1. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000.18 ALAT UKUR GAS a.50. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3. Meter Kerja 1. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h b. Meter gas orifice dan sejenisnya ( merupakan satu system / unit alat ukur ) d.50.000.000 m3/h.000.150.100.000.000.- - 19 METER AIR a.000 L c.000. Lebih dari 100 m3/h b. Sampai dengan 15 m3/h 2.50.50.000 m3/h.000 L b. Sampai dengan 15 m3/h 2.000.000.150.000.200.000.000. Selebihnya dari 1.000.50. Lebih dari 2.000.000. Perlengkapan meter gas orifice ( jika diuji tersendiri). setiap 10 m3/h d.000.5. Lebih dari 100 m3/h b.000.200.100.- 81 .30.250.500.000.000.500.000. Pompa ukur Bahan Bakar Gas (BBG) Elpiji untuk setiap badan ukur buah buah buah buah buah buah 100. setiap 10 m3/h c.15.2.10.000. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah 50.300.000.000 m3/h. setiap 10 m3/h c.5.000.000. setiap alat perlengkapan e. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h c. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.000.50.000 m3/h. Sampai dengan 2.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000.000.500.200.000 L sampai dengan 10.500. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1. Selebihnya dari 2. Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.000 L buah buah buah 200.000 m3/h sampai dengan 2.000.000.000.50.15.500.000.2.000. Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.50.000.000 m3/h.000. Lebih dari 10.- 100. Selebihnya dari 50 m3/h sampai dengan 500 m3/h. setiap 10 m3/h d.000.250.000.000 m3/h.000.- 21 22 ALAT KOMPENSASI SUHU ( ATC ) TEKANAN / KOMPENSASI LAINNYA METER PROVER a.200.50.2.000.000.25.500.000.000.000 m3/h sampai dengan 2. Selebihnya dari 2. Meter Induk 1.200. 50 m3/h pertama b. Meter Induk 1. 100 m3/h pertama b.000.000.150.75.000. Sampai dengan 100 m3/h 2.60.5.- 20 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.10.000.1.5. Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb: a.000. setiap 10 m3/h e. Meter Kerja 1.500.

Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg b.500.500. Sampai dengan 1 kg 2.000.000.15.- 100.12.000.000 kg e.500.20.2. 1(satu) phasa Meter energi listrik lainnya.- 24 buah buah 50.- 50.000.500.7.500.500. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 23 METER ARUS MASSA Untuk setiap jenis media uji : a.300.1.500.000.500.20. 1(satu) phasa c.000. Sampai dengan 25 kg b.000.500.- 2. b dan c PEMBATAS ARUS LISTRIK STOP WATCH METER PARKIR ANAK TIMBANGAN a.000. setiap kg/min Bagian dari kg/min dihitung satu kg/min ALAT UKUR PENGISI (FILLING SHINE ) Untuk setiap jenis media : a.500.000 kg/min.200.000.6. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.50.000.1.000.000.15.35.000. setiap kg/min 4. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1. Selebihnya dari 100 kg/min sampai dengan 500 kg/min.11. 1(satu) phasa b.7.25.500.000. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1. Sampai dengan 10 kg/min b. Sampai dengan 1 kg 2. Sampai dengan 3. Kelas 0.000.Meter prover yang mempunyai 2 (dua) seksi atau lebih.000. Selebihnya dari 500 kg/min sampai dengan 1. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg c.500.2.15.000.500.000.000 kg 1.000. Kelas 2 1. 3 (tiga) phasa 2. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg buah buah buah buah buah buah buah 100.500. pengujian.20.5. Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1.000.1. biaya pemeriksaan.2.000.2.000. Sampai dengan 1 kg 2.000. Selebihnya dari 4 alat pengisi.4.7. 10 kg/min pertama 2.000 kg/min.2 atau kurang 1. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh ) a.300.5.1. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1. 3 (tiga) phasa 2.000.- 26 27 28 29 30 buah buah buah buah buah buah buah 1.18. Lebih dari 10 kg/min dihitung sbb : 1.4.500.2.1. Ketelitian halus (kelas II) a.000. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg 31 TIMBANGAN a.5.100.50.2.100. Selebihnya dari 10 kg/min sampai dengan 100 kg/min.000.000. Kelas 0.10. setiap kg/min 3.1.500.25000. 3 (tiga) phasa 2.1.000 kg sampai dengan 3.500. setiap kg/min 5.000.000.15.500.17.000. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.10.2.000.1.7. Sampai dengan 4 alat pengisi b.000.500. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c.000.000.2.500.500.500.5 atau kelas 1 1.3.000 kg 2. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.- 60.20.2.- 25 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 60.500. Sampai dengan 25 kg b.- 82 .7.500. Selebihnya dari 1.500.1. peneraan atau tera ulangannya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tari pada angka 26 huruf a. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3. Lebih dari 1.500. Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IV) a.000.000.

Pressure Recorder 1.000 kg/cm2 3.000.24.15.000.000.30.000 kg/cm2 3. pengisi (curah) dan timbangan pencampuran untuk semua kapasitas c. Lebih dari 1. UTTP yang memerlukan pengujian tertentu.400.15.50.000.000.000.30.000. UTTP yang ditanam 4.100.150.500.45.000.25. Timbangan elektronik untuk semua kapasitas 2. di samping pengujian yang biasa dilakukan terhadap UTTP tertentu 3.000. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.22. desimal.000.000.000. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.25.15.000. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.25.25.000 kg/cm2 3.000. setiap ton 2.000. Ketelitian (khusus) dan halus. termasuk anak timbangan.000.50.000. kapas dan tekstil.500.000.000 kg sampai dengan 3.000. Lebih dari 500 ton/h 32 ALAT UKUR TEKANAN a.000.10.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 10.000 kg 3.000 kg e.10.6.000. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.15.50. Lebih dari 1.15. atau benda/ barang bukan UTTP. Sampai dengan 100 ton/h 2.- 5.300.c. Lebih dari 1. setiap komoditi c.500.15.7. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.- 40.000. Lebih dari 3.000.- C buah buah buah buah buah buah buah 5.- buah jam 5.10. UTTP yang memiliki konstruksi tertentu.- 10. Lebih dari 1.000.10.000.000.000.15.000. Untuk biji-bijian mengandung minyak.000. Lebih dari 100 ton/h sampai dengan 500 ton/h 3. setiap komoditi b.000.10.15.000.000. Manometer Minyak 1. Timbangan ban berjalan 1.250.000.000.40.1. Timbangan milisimal.7.000.15.20.000 kg/cm2 d.30. Untuk kayu dan komoditi lain. Alat ukur tekanan darah c.450.000. yaitu : a. Ketelitian khusus (kelas I) b.000. Timbangan cepat. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.15.20.000 kg 1.000.000.000.000.10. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.000.000.000. bobot ingsut dan timbangan pegas yang kapasitasnya sama atau lebih 25 kg b.500. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak. setiap komoditi Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 34. yang tidak ditanam tetapi terkumpul dalam suatu tempat dengan jumlah sekurangkurangnya lima alat buah buah buah buah buah buah buah buah buah 21. Ketelitian sedang dan biasa.50.000 kg/cm2 PENCAP KARTU OTOMATIS (Printer Recorder) METER KADAR AIR a. UTTP.000. Pressure Calibrator e. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus 5.15.000.50.000. dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam Biaya penelitian dalam rangka izin type dan izin tanda pabrik atau pengukuran atau penimbangan lainnya yang jenisnya tercantum pada point A Biaya tambahan 1. Dead Weight Testing Machine 1.000 kg/cm2 b.000.000.000.7.10.000.20.000.000. setiap ton c.000.15.- 83 . sentisimal.25.

10.6. Biaya sertifikasi/ surat keterangan b.000. termasuk anak timbangan. Biaya pembuatan tabel TUT : 1. UTTP. ttd JOKO WIDODO 84 .000.- buah 300% dari tarif tera jam lembar buku buku 10. Sampai dengan 500 kL 2.200. yang tidak ditanam tetapi tetapi terdapat di tempat UTTP yang ditanam atau terdapat di tempat UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus D E BIAYA KALIBRASI BIAYA PENGUJIAN BDKT Pengujian dilakukan per jenis BDKT per isi nominal Setiap jam SERTIFIKASI DAN TABEL a. Lebih dari 500 kL buah 1.- F WALIKOTA SURAKARTA.000.000.350.000.

h. d.500 1.000 2. f.500 5. g. d.500 1.200 1.200 1.500 1. c. Aneka Kerajin an (per ja m/sisw a) : a. Basic En glish Course b. Jasa Latihan Ketra mpilan di Ba lai Lat ihan Kerja Pelat ihan : 1.LAMPIRAN XI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PENDIDIKAN A.Of f ice Dasar MS.250 1.250 1. ttd JOKO WIDODO 85 .000 Bahasa (per ja m/sisw a) : a.200 1. Men jah it dasar b. i.200 1. Dbase Interaktif dan Progra m MS.200 1. b. e.500 1.500 1. f.200 1. 2.250 1. e.500 2. c. c.000 3. e. j.250 1. d. Men getik Ting kat Dasar Admin istrasi Per kantoran Akuntansi Dasar I Sekretaris 1. Bahasa Jepang Ko mputer (per ja m/sisw a) : a. b.Of f ice Lanjutan Ko mputer Akuntansi Tekn isi dan Perakitan Perang kat Ko mputer Internet 4. c.250 1. En glish For Hotel Staf En glish For A Shop Assistant En glish For Travelling En glish For Restaurant En glish For Gu ide Special Conversation Class En glish For Job See kers En glish For Children 3.200 1.500 1.200 1. Tata Niaga (per jam/sisw a) a.200 1. Men jah it lan jutan Bordir dasar Ukir kayu Sablon WALIKOTA SURAKARTA. d.

ttd JOKO WIDODO 86 . WALIKOTA SURAKARTA.LAMPIRAN XII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI Tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dihitung dengan cara penjumlahan bobot peruntukan tata ruang. bobot keamanan. bobot jenis penggunaan menara dibagi jumlah keseluruhan koefisien bobot dikalikan 2 % (dua per seratus) NJOP Tanah dan Bangunan dengan rumus sebagai berikut : Jumlah Retribusi yang Terutang = {(Bobot Peruntukan Tata Ruang + Bobot Keamanan + Bobot Jenis Penggunaan) : 13} x 2 % NJOP Tanah dan Bangunan.

200. komersial b. tempat. Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) 7. Kelas C a. Kelas A b. untuk usaha : a.Rp 500.Rp 300. titik lokasi. Kelas A b. untuk bercocok tanam 4. PKL. Pemasangan fasilitas/ sarana.5.0.Rp 280. untuk tempat tinggal 3. Sewa Tanah TPA 2 Lapangan 1. Sosial dan Olahraga a.- m2/Per tahun m2/Per tahun m′/ per tahun 3 % x NJOP m2/ per tahun Rp 200.- m2/ hari m3 m2/ bulan Max 300 m2 m2/ kegiatan m2/ kegiatan m2/ kegiatan 87 . Tanah Galian 9. di titik lokasi zona C 2. Usaha Sosial 2. Kelas B c. untuk pemasangan sarana reklame media luar LOKASI a.Rp 210. Selain eks kuburan b.2 % x NJOP m2/ jam m2/ jam m2/ jam m2/ bulan m2/ bulan a. dan sejenisnya 8.Rp 10.LAMPIRAN XIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 OBJEK Tanah milik pemerintah daerah PENGGUNAAN 1. Usaha Komersial Rp 2. Eks kuburan 0. sosial 5. strategis b.Rp 2. Kelas C 3 Pemakaian Ruang di atas saluran 1. Kelas B c.1 % x NJOP 1 % x NJOP 6 % x NJOP 0.5% x NJOP 0.2 % x NJOP 0. Kegiatan Umum 2.5.000. di titik lokasi zona B d.3 % x NJOP TARIF RETRIBUSI KETERANGAN Dilelang m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per tahun m2/ per tahun m2/ per tahun 6 % x NJOP 3% x NJOP Rp 1.Rp 1. limbah dan sejenisnya 6.Rp 140. di titik lokasi zona A c. Jualan.

Rp 90.- Dilelang Perkamar/bulan Rp 100. Tawang Arum c.000.000 per hari Rp 200. Rusunawa Tempat tinggal a.000 per hari/ kegiatan Rp 1. lantai dasar (penjelasan – untuk difable) b. Gedung Pertemuan lainnya 1) Golongan I 2) Golongan II 3) Golongan III Tarif mengikuti aturan kios Tarif mengikuti aturan rusunawa Tarif mengikuti aturan lapangan Rp 6. Lantai 6 Tawang Praja d. Bus sedang (25 penumpang non AC) a. Rumah Milik Pemerintah 2.000 per hari Rp 100.5 % x NJOP 0.000. AC) – penggunaan untuk kepentingan umum 6.000.000. Gedung Sekolah/ Eks Gedung Sekolah/ Gedung Serba Guna 5. b.000 per hari/ kegiatan Rp 4. Untuk Tempat Tinggal c. lantai II d.3 % x NJOP m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan a.000.2 % x NJOP 1 % x NJOP 0.000 per hari/ kegiatan Rp 400. c : sound. 1 perangkat gamelan.000 per hari Rp 1. Shelter PKL 5 Kios 1.000. lantai I c.4 Pemakaian Gedung/ Bangunan 1.5 % x NJOP 1.500. Pendapi Gedhe b.Rp 80.000. Rumah Khusus/ Sosial 3.000. Golongan IV (untuk kios di tempat rekreasi) 5. Golongan II 3. Untuk Usaha b.Biaya listrik dan air dibebankan kepada penyewa Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan 4.000 per hari/ orang 1. Golongan I 2. Golongan III 4. Untuk Sarana OlahRaga a. luar kota Rp 2.000.Rp 100.- 88 . dalam kota Rp 100.800. Golongan V (untuk kios di tempat rekreasi) 6 Pemakaian Kendaraan 1. screen LCD. lantai III e.- Per 6 jam* * harga sewa bus belum termasuk BBM dan pengemudi Per km** ** harga termasuk BBM dan pengemudi b. lantai IV Rp 50. 300 kursi.Rp 70. Gedung Pertemuan (fasilitas untuk point a.

bantuan khusus pertunjukkan yang bersifat komersial kepada swasta b.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Per hari/ 7 jam* (tarif dalam kota) Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Max 7 jam* selebihnya ditambah 20 %/jam Per hari/ 7 jam* 1 x 24 jam* 5..000 Rp 360.- Rp 60.8 ton b.000 *Tarif sewa alat berat belum termasuk BBM dan operator/driver 89 .8 ton Rp 100.000. Toilet Container Rp 400..000 Rp 130. luar kota Rp 30.. ukuran < 6.- Paket 1 x kali perjalanan wisata maximal 3 jam 1 x jalan Perjalanan wisata per orang Khusus pemilik kartu PKMS gold dan Jamkesmas dibebaskan dari retribusi per jam (minimal 5 jam) Rp.000. Bis Tingkat Wisata Sewa Rp. 20. Mesin Gilas 3. Sky Walker a. bantuan penjagaan yang bersifat non komersial kepada swasta dan instansi Pemerintah Kota Surakarta c. Tandem Roller 4. ukuran 6.. bantuan pemompaan selama berlangsungnya bantuan penjagaan tersebut pada huruf a dan b d.000. . bantuan khusus pemompaan tanpa bantuan penjaga termasuk penggantian harga bahan bakar selama berlangsungnya pemompaan Rp 100.- 3. dalam kota b..000 per tangki Rp 150.. 800.. Back Hoe 6.000. Mobil Jenazah (dalam perhitungan) a. 4 Mobil Pompa Pemadam Kebakaran a.000 Rp 75.- per tangki 7 Pemakaian alatalat berat 1.- per jam (minimal 5 jam) Rp 50.000. Dump Truck 2.2.000.Rp.

berat 6 s/d 10 kg a.Rp 3. jasa pelayanan Rp 750 Per m2/ bulan Per bak/bulan Per kios/bulan Per kios/bulan dilelang Rp 75.000. berat 1 s/d 5 kg 2. jasa sarana b. kolam semi permanen 2.Rp 6.000 Rp 300.Rp 9. ttd JOKO WIDODO 90 . kolam permanen Kios Ikan non fasilitas Kios Ikan dengan fasilitas Balekambang 1.500.000. jasa pelayanan a. jasa sarana b.000 9 10 11 Rp 4.000 Rp 500.8 Pemakaian kolam ikan Pemakaian Depo Ikan Pemakaian Pasar Ikan Pemakaian insenerator atau pembakaran sampah pada klinis (dari luar RS) 1.000.- Tarif adalah jasa sarana ditambah jasa pelayanan WALIKOTA SURAKARTA.

tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan Type A Type B Type C Bus Ekonomi (AKDP) 3.000. ttd JOKO WIDODO 91 .500. tempat duduk.000.LAMPIRAN XIV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERMINAL Jenis Retribusi Bus non ekonomi (AKAP/AKDP) Bus ekonomi (AKAP) Pelayanan yang diberikan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir di fasilitas parkir Parkir jalur istirahat Tarif 5.-/ m2 per hari 150. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. pusat informasi Bus Besar Bus Kecil Fasilitas penitipan barang 2.-/ m2 per hari 180.- Bus Pedesaan 1.10.000.-/ m2 per hari Sewa Loket Bus Malam Jasa Ruang Tunggu Cuci Bus Jasa Penitipan Barang Tempat penjualan karcis bus/non-bus Ruang tunggu. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.250.000.- Angkutan Antar Jemput 2. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.- Angkutan Kota/ Perkotaan 500.- Sewa Kios Tempat usaha dagang dan kebersihan 220. penerangan.15.- Keterangan 1 x masuk Max 2 jam.000.-/kg Per hari 1 x masuk Per bus Per bus Per Hari WALIKOTA SURAKARTA.000. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.500.

Pelataran Jenis kendaraan Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Tarif sekali Parkir (Rp) 500 500 1. tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan.000 8.000 2. Pasien rumah sakit tidak dikenakan tarif progresif b. Gedung WALIKOTA SURAKARTA.LAMPIRAN XV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR Jenis tempat a.000 2. Khusus untuk : Anak sekolah.000 500 1. Pedagang pasar. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.000 Keterangan Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam.000 4. Untuk bongkar muat (pasar) dikenakan tarif progresif tiap 2 jam. Karyawan toko. Tempat Ibadah. tiap 12 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan.000 4.000 4. Dikecualikan bagi terminal dan pasar tradisional satu kali parkir maksimum 12 jam.000 8. ttd JOKO WIDODO 92 .000 2. Taman c.000 500 500 1.

hari libur 2 Kamar Moderat a.00 Jam 13.00 50.000 250. hari libur 3 Villa a.00 150.000 Jam 13. hari raya dan tahun baru Jam 13.00 – 13. 1 JENIS TEMPAT Kamar Biasa a.000 75.000 URAIAN TARIF (RP.00 30. hari biasa b.LAMPIRAN XVI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT PENGINAPAN/PESANGGARAHAN/VILLA NO. hari biasa b.) WALIKOTA SURAKARTA.000 Jam 13.00 – 13. hari biasa b.00 – 13.00 – 13.00 Jam 13.00 Jam 13. ttd JOKO WIDODO 93 .00 – 13.000 50.00 – 13.

000. JENIS TERNAK Sapi/Kerbau/Kuda Babi Kambing/Domba Unggas/Ayam TARIF 25.-/Ekor WALIKOTA SURAKARTA.-/Ekor 1.500. ttd JOKO WIDODO 94 . 2. 4.-/Ekor 50.-/Ekor 20.LAMPIRAN XVII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN NO. 1.000. 3.

untuk sosial 1 x pemakaian 500. 95 .1 x masuk (hari biasa) 1x masuk (hari libur/ hari besar) 1000.Per m2 tiap hari FASILITAS DALAM TAMAN WISATA SRIWEDARI Karcis Masuk 500. Pemanfaatan Lahan a.000.Strategis 1000.Per m2 tiap hari Karcis Parkir Sepeda 500.000.000. 6.mulai jam 07.hari biasa 100.00 400.LAMPIRAN XVIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA NO. 1. 2.Sekali parkir KA Kelinci 2. 3.000.siang hari .00 – 07.Sekali parkir Karcis Parkir Sepeda Motor 1.500.c.. 7. Karcis kelas I Per orang 1. 10.hari libur 200.. 4.malam hari 750.Per m2 tiap hari .malam hari 400.Kurang Strategis 500. 8. 1.000.00 – 07.000.500. Karcis utama/VIP Per orang 1. 5.000.000. FASILITAS DALAM TAMAN BALEKAMBANG 1.000.00 – 18.Sekali parkir Karcis Parkir Bus 5.mulai jam 07.00 1.500.b. 11.Per m2 tiap hari .000.mulai 18. 12.000.Per m2tiap hari III.Per hari Wayang Orang Per orang 3. Karcis kelas II/ Balkon d.000. I.000.Per m2/6 jam* 13.siang hari Persewaan Gedung Joglo .hari biasa 1 x pentas 1.00 500.000.00 300.000.Per m2/6 jam* .Belum termasuk beaya penambahan listrik .Per m2 tiap hari . Borongan wayang orang 1 x pentas 1.Pada hari-hari tertentu kartu bebas tidak berlaku Karcis Jualan 500.Per orang per 2 jam Sewa Kolam/ Segaran 300.Sekali parkir Karcis Parkir Mobil 2.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Perahu 2.JENIS PUNGUTAN II. 9.untuk komersial 1. sewa gedung wayang orang 1 x pemakaian . TARIF URAIAN (Rp.malam minggu e.Tidak Strategis 300.000.000.mulai 18.00 – 18. Persewaan Los Keliling Joglo .000.a.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Pancingan 2. Umum .000.) PEMANFAATAN LAHAN DALAM TAMAN WISATA DAERAH Pemanfaatan Lahan .

000.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam b.500. 4.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 3.siang .000.500. Gedung a.hari libur 50.600.100.malam c. Balai Apung Kolam Sepeda Air Taman Reptil Outbond a.000.1.000. Sewa Peralatan high rope 1. Gedung Kesenian .750. 5.000. 500.siang .000.IV. LAPANGAN TENIS BALAI ISTIRAHAT MALIAWAN Sewa Lapangan Tenis 15.200.750.000.Per jam WALIKOTA SURAKARTA. lebih dari 6 jam dikenakan tarif tambahan 2.hari biasa .b. Balai Tirtoyoso d. 6.000. ttd JOKO WIDODO 96 . Open Stage . Sewa Peralatan low rope 350.000.000.200. Sosial .- Per m2/6 jam* Per m2/6 jam* * untuk luas minimal 1000 m2 Kurang dari 6 jam dihitung 6 jam.malam b.

500 12.500 10.000 Keterangan 2 Bibit Buah WALIKOTA SURAKARTA.000 3.000 7.Belimbing 1 meter okulasi Harga 6.500 15.000 20.000 15.000 15.000 4. Tarif Retribusi Penjualan Bibit Tanaman No 1 Komoditas Tanaman Hias Jenis Tanaman .000 7.000 10.000 4. ttd JOKO WIDODO 97 .000 40.000 20.000 6.LAMPIRAN XIX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH a.000 12.000 30.000 50.000 7.000 5.) Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ikan 1.000 80.000 5.000 25.000 13.3 Ikan 3 – 5 Ikan 5 – 7 Ikan 7 – 9 cm cm cm cm 5.500 7.000 30.000 7.000 20.000 5.000 1.500 10.000 - HARGA IKAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nila Merah Nila Hitam Lele Gurame Tombro Karper Tawes Koki Komet Moly biasa Moly Balon Koi Menyesuaikan harga pasar b. Tarif Retribusi Penjualan Benih Ikan dan Ikan Konsumsi NO JENIS IKAN HARGA BENIH IKAN PER 100 EKOR (RP.000 55.000 10.Anggrek dendrobium Remaja .000 2.000 10.500 10.000 17.000 30.000 120.Anggrek dendrobium berbunga .000 20.Mangga 1 meter okulasi .000 15.

642 22 x 1.034 1. Lt.895 Lt.712 1.094 489.232.883 Bagi bangunan bertingkat lebih dari satu lantai dikalikan koefisien nilai bangunan 1 x 1. Taman c.034 1.841 2. Aspal 2.141 Lt.381 13 x 1.399.) 27.526 18 x 1.787 27 x 1.917 52. Lt. Lt.679. 7.362 8.250 Lt. Lt.613 21 x 1. 5.493 Lt.845 29 x 1. 27.069 46. Lt.700 24 x 1.263 9 x 1.391 Lt. Lt. Lt. Lt.874 30 x 1.440 14 x 1. 8. 33.291 10 x 1. Lt.841 4 Pagar Samping/ Belakang 5 Rumah Permanen 6 Rumah Permanen Bertingkat/Loteng 61.LAMPIRAN XX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN No Jenis Bangunan Klas Bangunan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 3 Pagar Depan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 7 Fasilitas a. Lt. Lt.474 Lt.000 2 x 1.918 350. Lt.569 Lt.729 25 x 1. 447 Lt.602 1. 29.912.560 7.460 16 x 1.352 12 x 1. 1.594.439 15 x 1.497 17 x 1. Lt. Saluran Nilai Bangunan/ m2 1.679. Lt.671 23 x 1.834 Lt.584 20 x 1. 926 Lt.594.712 504. Tempat Parkir 1.067 Tarif Retribusi/ m2 (Rp.758 26 x 1.555 2. Lt.197 7 x 1.090 3 x 1. Lt.816 28 x 1.474 39. Lt.083 Lt. 24.895 33.522 1. 98 .323 11 x 1. Conblok b.912.162 6 x 1.855 408.236 8 x 1.135 5 x 1.000 25.120 4 x 1. Lt.555 19 x 1. Lt.903 Keterangan 1 Bangunan Gedung Tidak Bertingkat 2 Bangunan Gedung Bertingkat 420.

67 x 1.067. 8.602.842.2% = Rp.80 x 1. 1.912. 1.895 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.90 x 1. 7.232.67 x 1.2% = Rp.636.75% = Rp.516. 489.75% = Rp.636.127.399.85 x 1.156.03 x 1.74 x 85 = Rp.22 x 85 = Rp. 46.712. 2.579.DAFTAR PENGHITUNGAN NILAI BANGUNAN DAN BESARNYA RETRIBUSI PER METER PERSEGI RUMAH PERMANEN SEDERHANA = 1.75% = Rp.02 x 1. 504.391.094. 2.474 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT SEDERHANA = 3.67 x 1.75% = Rp.2% = Rp.82 x 1.712.199.20 x 85 = Rp.474 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT SEDERHANA = 2.555.834 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG SEDERHANA = 552.569 115 99 .594. 33.199.2 % = Rp. 33.141 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG TIDAK SEDERHANA = 552. 27.75% = Rp.75% = Rp.90 x 1. 420. 8.75% = Rp.493 115 RUMAH PERMANEN TIDAK SEDERHANA = 1.855.20 x 85 = Rp.883 115 PAGAR DEPAN SEDERHANA = 569.49 x 85 = Rp.594. 16.75% = Rp.49 x 85 = Rp.03 x 1.636.74 x 85 = Rp. 7. 1.85 x 1.80 x 1.49 x 85 = Rp.602. 11.069 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 3.842.75% = Rp.80 x 85 = Rp.712.399.094.156.035.679. 1. 27.845 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT SEDERHANA = 2. 39. 2. 24.636.2 % = Rp.156.893. 1.895 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.035.594.75 % = Rp.594.127.80 x 85 = Rp.020. 1. 408.2% = Rp.362 115 PAGAR DEPAN TIDAK SEDERHANA = 569.893.555.02 x 1.67 x 1.156.035.232. 420.75% = Rp.579.22 x 85 = Rp.795.47 x 1.035.75% = Rp. 29. 408.34 x 1. 11.912.02 x 1.516.020.49 x 85 = Rp.

37 x 1. ttd JOKO WIDODO 100 .917. 6.000 x 1. 61.95 – 15 % = Rp. 2.125 : 150.42 x 85 % = Rp. SALURAN WALIKOTA SURAKARTA.000 x 1. 29.75 % = Rp.96 – 15 % = Rp.75 % = Rp.256.083 : 62.843.75 % = Rp.FASILITAS 1.395 x 1.41 x 1. b.75 % = Rp. 2. 1.918. 514 3. RUANG PARKIR a.75 % = Rp.582. 52.625 : 34. b. 926 TAMAN a. TIDAK SEDERHANA SEDERHANA : 350. ASPAL CONBLOK/ PAVING : 72.

per tahun TARIF (Rp. Pub.1.2.000.LAMPIRAN XXI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TEMPAT PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL NO 1 2 3 4 TEMPAT USAHA Hotel Berbintang 3 Hotel Berbintang 4 Hotel Berbintang 5 Restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka 5 Bar.2.500. Diskotik 1. ttd JOKO WIDODO 101 .000.KETERANGAN per tahun per tahun per tahun per tahun WALIKOTA SURAKARTA.000.000.500.000.000.000.000.) 1.

500.000. Keterangan 20% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 40% dari (a+b+c) 50% dari (a+b+c) Keterangan 5% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) Keterangan 40% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) Keterangan Rp.-/ pk Rp.500. 2.Rp. 3.000.000. 5. 1. 1.Rp.-/m2 Rp.750. 2.500. Menurut Klasifikasi Gedung : Klasifikasi Gedung 1 Lantai 2 Lantai 3 s/d 5 Lantai 6 Lantai Ke Atas Lantai Dasar ditambah 10% dari (a+b+c) g. Menurut Penggunaan Mesin : Penggunaan Mesin 1 pk – 10 pk 11 pk – 100 pk 101 pk ke atas c. 62.-/m2 Rp.875.-/m2 Yang Menggunakan Sistem Shif : dikenakan 50% dari (a+b+c) 102 .000.Keterangan Rp.-/pk Rp. Menurut Klasifikasi Jalan (Lokasi) : Klasifikasi Jalan (Lokasi) Di tepi jalan klas I Di tepi jalan klas II Di tepi jalan klas III Di tepi jalan klas IV e. 250. Menurut Penggolongan Usaha : Penggolongan Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar d. Biaya Pemeriksaan dan Penelitian : Pemeriksaan dan Penelitian Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar f. Menurut Luas Ruangan Tempat Usaha : Luas Ruangan Tempat Usaha 1 m2 – 200 m2 201 m2 – 500 m2 501 m2 ke atas b.750.-/ pk Keterangan Rp.LAMPIRAN XXII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Untuk setiap pemberian Izin Gangguan retribusinya diperhitungkan sebagai berikut : a.

000. 62.500. 375. Pendaftaran Ulang : Pendaftaran Ulang Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar Keterangan Rp.-/tahun WALIKOTA SURAKARTA.500.-/tahun Rp. ttd JOKO WIDODO 103 .h.-/tahun Rp. 162.

1 x perjalanan 25... Mobil bus kapasitas 16-27 c.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 3 15.000.000.300.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 250.1 x perjalanan 20. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b...000. ttd JOKO WIDODO 104 ..000.000.000 1 x perjalanan WALIKOTA SURAKARTA. Mobil bus kapasitas 16-27 c.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.- 2 Izin Operasi/Trayek untuk Mobil Penumpang/Taxi Izin Insidentil a. Mobil Penumpang/Taxi 10.1 x perjalanan d.LAMPIRAN XXIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TRAYEK NO JENIS PERIZINAN TARIF (Rp.) KETERANGAN 1 Izin Trayek Mobil Bus a. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful