P. 1
Perda No 9 Tahun 2011 Tentang Retribusi Daerah

Perda No 9 Tahun 2011 Tentang Retribusi Daerah

|Views: 175|Likes:
Dipublikasikan oleh DianMawaringTyas

More info:

Published by: DianMawaringTyas on Oct 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2012

pdf

text

original

LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah perlu dilakukan penyesuaian pengaturan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah; bahwa kebijakan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah; Undang-Undang Gangguan (Hinder ordonantie Staatsblad 1926 Nomor 226 sebagaimana diubah dengan Staatsblad 1940 Nomor 450 ); Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

b.

c.

d.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4

5.

1

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

2

19.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 32) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5145); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta SyaratSyarat bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1987 tentang Satuan Turunan, Satuan Tambahan dan Satuan Lain yang berlaku (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3351); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor

20.

21.

22

23.

24.

25.

26.

27.

28. 29.

3

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1998 Seri A Nomor 2). 36. 39. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 1 Seri B). 34. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 15 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 17 Seri E Nomor 9). 35. 32. 38. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 12 Tahun 1991 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 1 Seri B). 33. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2).12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 4 . 30. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). 31. 37. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1999 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1999 Nomor 5 Seri B).

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2003 Nomor 8 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 8). 47. 50. 51. 49. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 5 Seri B). 41. 44. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 7 Seri D Nomor 1). 42. 5 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 2). 48. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 4 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10).40. Peraturan Daerah Kota Surakarta Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 9 Seri E). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA dan WALIKOTA SURAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH. 45. 46. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 7). 43.

prasarana. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. Walikota adalah Walikota Surakarta. 13. badan usaha milik negara (BUMN). 7. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan. Jasa Usaha adalah jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. 10. 16. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 9. 4. perkumpulan. 12. kongsi. barang. 3. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi 6 . adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD Kota Surakarta dengan persetujuan bersama Walikota Surakarta. atau organisasi lainnya. perseroan komanditer. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan. 2. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. Surat Setoran Retribusi Daerah. organisasi massa. parasarana. 15. atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. pemanfaatan ruang. 6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. 17. 18. 14. perseroan lainnya. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan Tugas Pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 8. yang selanjutnya disingkat SKRD. 5.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Surat Ketetapan Retribusi Daerah. organisasi sosial politik. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah dan/atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. 11. persekutuan. yang selanjutnya disingkat SSRD. barang. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. dana pensiun. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. yayasan. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. koperasi. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. yang selanjutnya disingkat DPRD. firma. Daerah adalah Kota Surakarta. serta penggunaan sumber daya alam. pengaturan. adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

24. yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya. atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku. 28. 27. Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menurut cara yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan barang bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. 20. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. 26. BAB II OBJEK DAN GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 2 Objek Retribusi adalah : a.19. takar. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. plastik. kayu. dan c. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. Barang Dalam Keadaan Terbungkus adalah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup. b. gelas. atau bahan pembungkus lainnya. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dan retribusi dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi daerah. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai perhimpunan data objek dan subjek retribusi. adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran Peraturan Daerah. 7 . dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. 23. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. takar. 21. Jasa Usaha. karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. 25. Jasa Umum. 22. Menera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku. yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas. keterangan. Perizinan Tertentu. Pasal 3 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. kaleng. timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. Tera Ulang adalah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah yang selanjutnya disebut PPNS Daerah. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya.

(2) (3) 8 .(2) (3) Retribusi yang dikenakan atas jasa usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b digolongkan sebagai Retribusi Jasa Usaha. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : a. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. aspek keadilan. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. c. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 5 (2) (1) (2) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. i. Retribusi Pelayanan Pemakaman. Badan yang Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. e. b. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Retribusi Tera/Tera Ulang. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Retribusi Pelayanan Pasar. Retribusi yang dikenakan atas perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c digolongkan sebagai Retribusi Perizinan Tertentu. BAB III RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retibusi Pasal 4 (1) Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. dan biaya modal. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. h. k. d. f. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Pasal 6 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum. dan l. Retribusi Pelayanan Pendidikan. kemampuan masyarakat. Retribusi Pelayanan Kesehatan. g. biaya bunga. j.

jenis pelayanan kesehatan. puskesmas keliling. BUMD. puskesmas rawat inap. Struktur dan besaran tarif retribusi terdiri dari komponen jasa sarana dan jasa pelayanan. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 10 (1) (2) (3) Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah. puskesmas pembantu. pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan. kecuali pelayanan pendaftaran. Puskesmas Pembantu. BUMN. Paragraf 4 Khusus Pasal 11 Peserta program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. rumah sakit umum daerah. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 7 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan.(4) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian. Struktur dan besarnya tarif retribusi pada Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan jaminan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan pihak swasta. puskesmas rawat inap. Unit Pelaksana Teknis Puskesmas. Pasal 8 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. ditetapkan dalam Lampiran I yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. laboratorium kesehatan. laboratorium kesehatan. (2) 9 . puskesmas keliling.

b. meliputi kegiatan: a. Peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. puskesmas keliling. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 15 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi perkiraan volume sampah yang dapat dikumpulkan berdasarkan jenis kegiatan usaha dan intensitas kegiatan usaha. Dalam hal volume sampah sulit diukur. rumah tangga. dan Jaminan Kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. c. dan tempat umum lainnya.Pasal 12 (1) Dikecualikan sebagai wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir. Pasal 14 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. Pengelolaan program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. sosial. (2) (3) (2) (3) 10 . Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 13 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Klasifikasi perkiraan volume sampah sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. puskesmas pembantu. tempat ibadah. perdagangan. taman. dan industri. orang yang menerima pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. puskesmas rawat inap dalam program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) diatur dengan Peraturan Walikota. dan d. maka volume sampah dimaksud dapat ditaksir dengan berbagai pendekatan antara lain berdasarkan luas lantai bangunan.

akta ganti nama bagi warga negara asing. dan akta kematian. c. kartu tanda penduduk b. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil ditetapkan dalam Lampiran III yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan e. 11 . akta pengesahan dan pengakuan anak. kartu keterangan bertempat tinggal. kartu identitas penduduk musiman. akta perceraian. Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 21 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 19 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. kartu keluarga. d. Bagian Keenam Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 17 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 16 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dalam Lampiran II yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pasal 18 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terdiri atas : a.

dan b. Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 26 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 24 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dalam Lampiran IV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kemudahan informasi. penertiban.Pasal 22 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 adalah pelayanan pemakaman yang meliputi : a. Pengaturan zona parkir diatur dengan Peraturan Walikota. sifat. meliputi : a. dan waktu penggunaan. penataan/penempatan. b. sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. (3) 12 . pengaturan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum diukur menurut zona tempat. Jalan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. jenis kendaraan. c. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 23 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tempat dan jenis pelayanan. Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 25 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. dan d.

jangka waktu pemakaian. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 32 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan berdasarkan jenis fasilitas yang terdiri dari pelataran. los. Bagian Kesepuluh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 33 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. berupa pelataran. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 31 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan atas letak. alokasi beban biaya yang dipikul untuk menyelenggarakan fasilitas pasar. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. dan pemakaian daya listrik. dan pihak swasta. Bagian Kesembilan Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 29 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran VI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan khusus disediakan untuk pedagang. kios. kelas pasar. (2) (2) 13 .Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dalam Lampiran V yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kelas pasar. BUMD. los. luas tempat dasaran. letak. Pasal 30 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. zona tempat. zona tempat.

Bagian Kesebelas Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 37 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. kereta tempelan. Dikecualikan dari Objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. pemasangan dan pengecatan tanda samping. bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker. dan (2) (2) (2) 14 . Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana pada ayat (1) adalah : a. b. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung. b. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 35 Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor diukur berdasarkan frekuensi pengujian kendaraan bermotor dan Jumlah Berat Diperbolehkan (JBB) kendaraan bermotor. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan besarnya tarif retribusi dibedakan berdasarkan JBB kendaraan bermotor kecuali kereta gandeng. alat penanggulangan kebakaran. pembuatan. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum. dan sepeda motor.Pasal 34 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi : a. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji. pembuatan nomor uji. dan d. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran VII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. c. alat penangulangan kebakaran. mobil penumpang pribadi. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. pemeriksaan kondisi laik jalan. kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia. Pasal 38 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan berdasarkan jumlah. pengadministrasian. memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran. Bagian Keduabelas Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 41 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf i dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. (3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a. pencetakan peta. Jasa pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah. dan Pemerintah Daerah. rumah tinggal. Pasal 42 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan. dan pencetakan peta. dan ukuran alat pemadam kebakaran. dan b. jenis. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 43 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan pelayanan pengukuran. 15 .c. mengimpor. Struktur dan besarnya tarif retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dalam Lampiran VIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi. jenis. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 39 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah. pembuatan gambar. keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran. dan b. dan ukuran alat pemadam kebakaran yang diperiksa dan atau diuji.

lamanya waktu dan peralatan yang digunakan. pelayanan pengujian alat-alat ukur. kapasitas ukur. dan perlengkapannya. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 47 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemberian jasa pelayanan dan pembinaan. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan b. jenis. timbang dan perlengkapannya dan/atau barang dalam keadaan terbungkus. dan biaya administrasi. timbang. biaya gambar. (2) 16 . takar. Bagian Keempatbelas Retribusi Pelayanan Pendidikan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 49 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf k dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pendidikan. karakteristik. Bagian Ketigabelas Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 45 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf j dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. takar. Pasal 46 Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi: a. serta tingkat kesulitan. cetak peta. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 48 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dalam Lampiran X yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran IX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 44 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dihitung berdasarkan penjumlahan pelayanan pengukuran.

dan d. b.Pasal 50 (1) (2) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. c. pelayanan Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. Pasal 54 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang. keamanan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan jenis pelayanan pendidikan yang diperoleh. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 55 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi diukur berdasarkan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang menjadi dasar alokasi beban biaya yang dipikul oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pengendalian menara telekomunikasi. BUMD. dan kepentingan umum. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN. Bagian Kelimabelas Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 53 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf l dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. 17 .

Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. (2) (2) 18 . BAB IV PENYELENGGARAAN RETRIBUSI JASA USAHA Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 57 (1) Objek Retribusi Jasa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: a. Jenis Retribusi Jasa Usaha adalah : a. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. b. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Usaha. Retribusi Tempat Khusus Parkir. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 58 (1) (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 56 (1) Besarnya tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditetapkan sebesar 2% (dua persen) dari NJOP yang digunakan sebagai dasar penghitungan PBB menara telekomunikasi. Retribusi Terminal. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 59 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. f. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. d. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa. dan g. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e. Retribusi Rumah Potong Hewan. c. dan/atau b.

k. waktu pemakaian dan peruntukkannya. c. fasilitas. pemakaian gedung/bangunan didasarkan pada luas. pemakaian gedung/ bangunan. fasilitas. Pasal 61 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah pemakaian kekayaan Daerah. luas tanah. pemakaian alat-alat berat didasarkan pada jenis alat berat. pemakaian ruang di atas saluran. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 62 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan : a. lokasi. Bagian Keempat Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 60 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. waktu pemakaian. b. h. f. pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah. g. b. lokasi. pemakaian tanah didasarkan pada lokasi. e. Objek pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.(2) Keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha tersebut dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. pemakaian ruang di atas saluran didasarkan pada lokasi dan luasannya. pemakaian kendaraan. i. dan peruntukkannya. dan peruntukkannya. (3) 19 . d. pemakaian pasar ikan. j. pemakaian laboratorium didasarkan pada jenis alat. pemakaian kendaraan didasarkan pada jarak tempuh. dan l. lokasi. f. pemakaian alat-alat berat. pemakaian kolam ikan. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis. pemakaian depo ikan. waktu pemakaian. pemakaian lapangan olah raga didasarkan pada luas. Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut. i. waktu pemakaian. c. waktu pemakaian dan peruntukkannya. bahan. waktu pemakaian. waktu pemakaian. dan peruntukkannya. h. dan peruntukkannya. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis didasarkan pada volume sampah yang dimusnahkan. pemakaian kios/los diatas tanah pemerintah daerah didasarkan pada luas. g. pemakaian lapangan olahraga. e. dan peruntukkannya. pemakaian tanah. fasilitas. d. pemakaian laboratorium.

fasilitas lainnya di lingkungan terminal. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas dan jangka waktu pemakaian fasilitas terminal. BUMD. pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir). Objek. tempat kegiatan usaha. pemakaian kolam ikan didasarkan pada luas kolam.j. jasa penitipan barang 4. dan c. (3) 20 . jasa pencucian kendaraan. pengawasan dan pengendalian lapangan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. penyusutan dan pemeliharaan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 67 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi terdiri dari biaya-biaya penatausahaan. dan fasilitasnya. waktu penggunaan. b. dan jenis kendaraan. berupa : 1. pemakaian depo ikan didasarkan pada biaya operasional dan biaya perawatan. Bagian Kelima Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. ruang tunggu penumpang 2. penerbitan dokumen. kebersihan. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum. dan l. k. jenis pelayanan. dan pihak swasta. waktu penggunaan. 3. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 63 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah ditetapkan dalam Lampiran XIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. dimiliki. dan fasilitasnya. dan Subjek Retribusi Pasal 64 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Terminal. Pasal 65 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal. penerangan. dimiliki. Objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. yang disediakan. BUMN. pemakaian pasar ikan didasarkan pada luas kios/los.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 70 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi tempat parkir. dan waktu penggunaan berdasarkan tarif progresif. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 71 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ditetapkan dalam Lampiran XV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pasal 69 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan. Bagian Keenam Retribusi Tempat Khusus Parkir Paragraf 1 Nama. BUMN. Bagian Ketujuh Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 72 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa. dan pihak swasta. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. (2) 21 . Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan Subjek Retribusi Pasal 68 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan. dimiliki. jenis kendaraan. BUMD. BUMD. Pasal 73 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. dimiliki.(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi Terminal ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran XIV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan pihak swasta. Objek. BUMN.

(2) 22 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 75 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 digolongkan berdasarkan jenis tempat penginapan dan jangka waktu pemakaian. dan pihak swasta. Pasal 77 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan. Struktur dan besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XVI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 79 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ditetapkan dalam Lampiran XVII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. BUMD. dimiliki. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 78 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah dan jenis ternak yang dipotong. Bagian Kedelapan Retribusi Rumah Potong Hewan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 76 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 74 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jangka waktu pemakaian fasilitas tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. dan/atau dikelola oleh BUMN. dimiliki. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat rekreasi. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 82 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah frekuensi pemanfaatan tempat rekreasi dan olah raga. dimiliki. dan olahraga yang disediakan.Bagian Kesembilan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 80 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. dimiliki. Bagian Kesepuluh Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 84 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 85 (1) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. pariwisata. BUMN. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang. (2) (3) 23 . penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 83 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ditetapkan dalam Lampiran XVIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pariwisata. BUMD. Jenis pelayanan dan fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pasal 81 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 adalah pelayanan tempat rekreasi. dan pihak swasta. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan olahraga yang disediakan. dan b.

termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. benih ikan. Retribusi Izin Gangguan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi oleh Pemerintah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 86 (3) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume penjualan hasil produksi usaha daerah. prasarana. Retribusi Izin Trayek. hasil produksi usaha daerah lainnya. c. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. sarana. b. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah : a. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ditetapkan dalam Lampiran XIX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. barang. dan pihak swasta. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. c. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 89 (1) (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang bersangkutan dari Pemerintah Daerah. bibit ternak. BUMD. b. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. BUMN. bibit tanaman. penggunaan sumber daya alam. (2) 24 .(2) Hasil Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. BAB V PENYELENGGARAAN RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 88 (1) Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. dan d. dan d.

Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 93 (1) (2) (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Mendirikan Bangunan diukur dengan menggunakan faktor luas lantai bangunan. kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang. pengawasan di lapangan.263 (3) 25 . Koefisien lantai bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai 1 2 3 4 5 6 7 8 1.120 1. dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB). Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah. dan b. koefisien ketinggian bangunan (KKB).Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 90 (1) (2) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian ijin yang bersangkutan. koefisien luas bangunan (KLB).090 1.162 1. penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut.197 1. Pasal 92 (1) (2) Objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan.236 1.135 1. Faktor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bobot koefisien. jumlah lantai bangunan. pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut. dan cagar budaya.000 1. dan fungsi bangunan. penegakan hukum. Biaya penyelenggaraan pemberian ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penerbitan dokumen izin. Bagian Keempat Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 91 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.

291 1. Bagian Kelima Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 95 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.787 1. b.323 1.816 1.700 1.381 1. dan c.903 Tingkat penggunaan jasa dihitung sebagai perkalian koefisien sebagaimana dimaksud pada ayat (3).526 1.440 1. bar. 4.874 1.671 1.497 1. hotel berbintang 3. restoran dengan talam kencana dan talam selaka. Pasal 96 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu.460 1. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 94 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditetapkan dalam Lampiran XX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.845 1. 26 .642 1.555 1.729 1.439 1.Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai (4) 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1.758 1. termasuk pub dan diskotik. Tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.613 1.352 1.584 1. dan 5.

dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan wilayah tempat penjualan minuman beralkohol. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 101 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas ruangan tempat usaha. (2) 27 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 102 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 Tingkat penggunaan jasa Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol diukur berdasarkan kriteria tempat penjualan minuman beralkohol. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. atau kesehatan umum. keselamatan. termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban. memelihara ketertiban lingkungan. indeks modal dikalikan tarif dasar retribusi izin gangguan. kerugian dan/atau gangguan. Bagian Keenam Retribusi Izin Gangguan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 99 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Gangguan. indeks gangguan. indeks lokasi. Pasal 100 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya.

Pasal 104 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota.Bagian Ketujuh Retribusi Izin Trayek Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 103 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Trayek. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 105 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan dan jenis angkutan penumpang umum. Jumlah izin yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada pola jaringan trayek dan wilayah operasi yang diatur dengan Peraturan Walikota. BAB VI PENINJAUAN TARIF Pasal 107 (1) (2) (3) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 106 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan jumlah dan jenis kendaraan penumpang angkutan umum. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. 28 .

dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis. kupon. BAB VIII MASA RETRIBUSI Pasal 109 Masa retribusi sebagai batas waktu pemanfaatan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah ditetapkan menurut struktur tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. Hasil pemungutan retribusi merupakan pendapatan Daerah dan harus disetor ke Kas Umum Daerah. 29 . Pasal 111 (4) (5) (6) (1) (2) Tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. dan kartu langganan. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didahului dengan Surat Teguran. Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. BAB IX PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 110 (1) (2) (3) Retribusi dipungut dipersamakan. Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar.BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 108 Retribusi yang terutang dipungut di Daerah dan wilayah tempat kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian dan penyampaian SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota.

Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasanalasan yang jelas. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. menolak. Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan. Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan.Bagian Kedua Pemanfaatan Pasal 112 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota. (2) (4) (5) (2) (3) (4) (2) 30 . Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. Bagian Ketiga Keberatan Pasal 113 (1) (2) (3) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi suatu keputusan. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. Pasal 114 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. Pasal 115 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang.

Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut. BAB XI PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 117 (1) (2) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. Walikota atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi. TEMPAT PEMBAYARAN. Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan.BAB X PENENTUAN PEMBAYARAN. Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. atau b. dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan. Walikota menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran retribusi yang terutang paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah saat terutangnya retribusi. ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Pasal 116 (1) (2) (3) Setiap wajib retribusi wajib membayar retribusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi oleh wajib retribusi berdasarkan peraturan perundang-undangan. tempat pembayaran. Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. dokumen lain yang dipersamakan. angsuran. SKRD. (3) (4) (5) (6) (7) 31 . (4) (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan pembayaran. dan penundaan pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. harus memberikan keputusan. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota.

dan Surat Keputusan Keberatan. Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 119 (1) (2) (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar ditagih dengan menggunakan STRD. Jumlah kekurangan retribusi yang terutang dalam STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya retribusi. Surat Keputusan Pembetulan. dan b. baik langsung maupun tidak langsung. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut.BAB XII PENAGIHAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Surat Tagihan Retribusi Pasal 118 (1) Walikota dapat menerbitkan STRD jika: a. retribusi dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. yang menyebabkan jumlah retribusi yang harus dibayar bertambah merupakan dasar penagihan retribusi dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. (2) (2) (3) (4) (5) 32 . kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi. BAB XIII KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 120 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi. wajib retribusi dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. atau b. SKRD. Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. STRD. diterbitkan Surat Teguran. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan Surat Teguran.

Tata cara pemberian keringanan. mengurangkan atau membatalkan SKRD. mengurangkan atau membatalkan STRD. BAB XV KERINGANAN.Pasal 121 (1) (2) (3) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. Walikota dapat membetulkan SKRD. DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 122 (1) Atas permohonan Wajib Retribusi atau karena jabatannya. atau SKRDLB yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan retribusi. mengurangkan ketetapan retribusi terutang berdasarkan pertimbangan kemampuan membayar Wajib Retribusi atau kondisi tertentu objek retribusi. dan e. DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 123 (1) (2) (3) Walikota berdasarkan permohonan wajib retribusi dapat memberikan pengurangan. keringanan dan pembebasan retribusi. STRD. PENGURANGAN KETETAPAN. denda. PEMBATALAN. c. dan kenaikan retribusi yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi. dan pembebasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. d. Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administratif dan pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. b. (2) Walikota dapat : a. atau SKRDLB yang tidak benar. mengurangkan atau menghapuskan sanksi administratif berupa bunga. Pengurangan dan keringanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan melihat kemampuan wajib retribusi. BAB XIV PEMBETULAN. retribusi 33 . membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan retribusi yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak sesuai dengan tata cara yang ditentukan. STRD. dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. pengurangan. PENGURANGAN.

d. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka. Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. g. e. f. mengambil sidik jari dan memotret seseorang. (2) (3) (2) (3) 34 . sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Hukum Acara Pidana. melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian. serta dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. b. c. Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota. memberikan keterangan yang diperlukan. menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka. b. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya dugaan tindak pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. BAB XVII INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 125 (1) (2) (3) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. BAB XVIII PENYIDIKAN Pasal 126 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.BAB XVI PEMERIKSAAN Pasal 124 (1) Walikota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. dan/atau c. melakukan penyitaan benda atau surat. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

h. 7. 8. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). 9. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). 35 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). maka retribusi yang masih terutang berdasarkan : 1. 2. 4. mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Pejabat Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut pada penuntut umum. 10. 5. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). 6. tersangka atau keluarganya. 3. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). BAB XIX KETENTUAN PIDANA Pasal 127 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 128 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia.

masih dapat ditagih dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). 2. 10. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). 7. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2002 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2002 Seri B Nomor 5). (2) (3) Tarif Parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir mulai berlaku sejak 1 januari 2012. sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 4. BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 129 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku : 1. sejak saat terutang. Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu. Taksiran Nilai Tempat Dasaran (TNTD) Pasar disesuaikan mulai berlaku sejak 1 januari 2012. 3. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2002 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelengaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2003 Seri B Nomor 4). 36 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 Seri B Nomor 1). 5. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3).11. 6. 11. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2001 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2004 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). 8. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). 9.

18. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 1999 Seri B Nomor 12). 5. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 13. (2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1. 2. 16. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 23 Tahun 1999 Seri B Nomor 11). 7. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2000 Seri B Nomor 1). 17. kecuali ketentuan yang mengatur tentang tarif retribusi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 3. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). 4. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 Seri B Nomor 4). 8. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 13 Tahun 1999 Seri B Nomor 7) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1999 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). sepanjang ketentuan pengaturannya masih berlaku. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). 14.12. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Perlindungan Pasar Tradisional (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2001 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2003 Seri B Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2004 Seri E Nomor 9). 15. 37 . 6.

Ditetapkan di Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA SURAKARTA. 12. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 130 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 8).Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta. Ttd JOKO WIDODO Diundangkan di Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURAKARTA Cap & ttd BUDI SUHARTO LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7 38 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). 9. 11. (3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Walikota. 10.

ada kemungkinan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor-sektor tertentu yang selama ini tanpa kendali hukum yang jelas menjadi obyek pemungutan dalam bentuk retribusi daerah. Pada sisi lain. artinya walaupun seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara normatif dapat dikategorikan sebagai sumber pemungutan. yang justru bertentangan dengan semangat desentralisasi kewenangan itu sendiri. serta untuk memberdayakan infrastruktur retribusi daerah supaya lebih akuntabel. jika mencermati undang-undang tersebut. transparan. dan tertib administrasi. juga untuk memberikan panduan yang terarah demi keberhasilan penyelenggaraan retribusi daerah itu sendiri. seperti pengelolaan aset daerah.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. dan sebagainya. Namun. Salah satu pilihan hukum terkait dengan peraturan daerah ini adalah diaturnya secara komprehensif jenis dan obyek retribusi daerah beserta tata cara pemungutannya ke dalam “satu paket” pengaturan. Harus diakui bahwa salah satu dampak pemberlakuan peraturan perundang-undangan tersebut adalah makin ketatnya penetapan sifat dan penetapan retribusi daerah. wewenang tersebut harus dilaksanakan secara proporsional. Oleh karena itu. yang intinya adalah membatasi sektor-sektor pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang dapat menjadi obyek pemungutan. efisiensi birokrasi. Untuk memberikan kerangka legal yang tegas dan jelas. Pilihan hukum demikian di samping untuk efisiensi dan efektivitas penetapan kebijakan. UMUM Wewenang Daerah untuk mengadakan retribusi daerah merupakan wewenang yang sangat penting. maka dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. Hal ini untuk menghindarkan timbulnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang tidak efisien serta berpotensi memunculkan tindakan ekonomi berbiaya tinggi. akan tetapi juga karena bersangkut paut dengan pemberian beban kepada masyarakat. yang pada akhirnya mendorong kreativitas dan penciptaan strategi pembangunan yang berbasis kemandirian daerah untuk pengembangan sumber pendapatan daerah. 39 . tetapi Pemerintah Daerah tidak boleh begitu saja menetapkannya sebagai obyek retribusi daerah. Tidak saja karena retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). maka telah ada semacam panduan dalam kerangka hukum untuk penyelenggaraan retribusi daerah tersebut. makin lama nampaknya sedapat mungkin pelayanan pemerintahan dan pembangunan harus minimal dalam pemungutan sebagai beban kepada masyarakat. Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan benar-benar dampak kebijakan baru tersebut. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Peraturan Daerah ini diharapkan memenuhi standar penyusunan norma-norma penyelenggaraan retribusi daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. yaitu (i) tidak bersifat sebagai pajak. dan (iv) menjadi salah satu bentuk aktivitas Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah. II. untuk Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) hanya jasa pelayanan. (iii) tersedia sarana dan prasarana pemungutan. kelas perawatan Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Yang dimaksud pembayaran melalui klaim adalah penagihan pembayaran retribusi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta atas pelayanan kesehatan yang diterima peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. maka ditetapkan pemungutan sebagai obyek retribusi daerah sepanjang memenuhi kriteria. tingkat kesulitan. di samping tunduk kepada mekanisme evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri dan pembatalan oleh Presiden. Penyusunan Peraturan Daerah merupakan hal yang penting. (ii) secara kuantitatif berpotensi untuk memberikan pendapatan. juga dimungkinkan bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa meliputi jenis pelayanan yang diperoleh.Dengan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. mengingat undang-undang mengisyaratkan supaya penyelenggaraan retribusi sesuai regulasi yang baru dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2011. Jika penyusunan Peraturan Daerah itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. jenis alat yang digunakan. Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas 40 .

Yang dimaksud Pemerintah adalah pemerintah pusat. Yang dimaksud tempat umum lainnya adalah tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas 41 .Ayat (2) Yang mengambil klaim Dinas Kesehatan. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Yang dimaksud sosial adalah panti asuhan dan panti jompo yang dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Yang dimaksud peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. seperti peta dasar (garis).Pasal 34 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Yang dimaksud penggantian buku uji adalah penggantian rutin dan penggantian kehilangan. peta foto. Ayat (2) Cukup jelas 42 . dan peta teknis (struktur). peta tematik. peta digital. Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Ayat (1) Yang dimaksud pendidikan adalah kursus dan pelatihan.

dinding. dan/ atau prasarana dan sarana umum. Huruf d Yang dimaksud bangunan termasuk WC. air. plafon.Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Yang dimaksud pemakaian ruang di atas saluran adalah pembangunan bangunan gedung di atas/dan atau di bawah tanah. dan atap yang sifatnya tetap atau permanen sebagai tempat berjualan barang atau jasa. Huruf e Yang dimaksud kios adalah tempat berjualan selain di wilayah pasar dan terminal yang diijinkan dan dipisahkan antara satu tempat dengan yang lain mulai dari lantai. Huruf f Yang dimaksud laboratorium bukan termasuk laboratorium kesehatan Huruf g Cukup jelas Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas 43 .

Huruf l Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik/ telepon maupun penanaman/ pembentangan kabel listrik/ telepon di tepi jalan umum. tempat penjualan karcis PO Huruf c Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas 44 . pemakaian tanah yang fungsinya untuk MCK yang dikelola oleh masyarakat. Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Tempat kegiatan usaha antara lain kios.

Pasal 84 Cukup jelas Pasal 85 Cukup jelas Pasal 86 Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas Pasal 90 Cukup jelas Pasal 91 Cukup jelas Pasal 92 Cukup jelas Pasal 93 Cukup jelas Pasal 94 Cukup jelas Pasal 95 Cukup jelas Pasal 96 Cukup jelas Pasal 97 Cukup jelas Pasal 98 Cukup jelas Pasal 99 Cukup jelas Pasal 100 Cukup jelas Pasal 101 Cukup jelas Pasal 102 Cukup jelas Pasal 103 Cukup jelas Pasal 104 Cukup jelas Pasal 105 Cukup jelas Pasal 106 Cukup jelas Pasal 107 Cukup jelas Pasal 108 Yang dimaksud kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah adalah aset daerah yang pemungutannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah tetapi keberadaan aset berada di luar wilayah daerah. Pasal 109 Cukup jelas Pasal 110 Cukup jelas Pasal 111 Cukup jelas 45 .

Pasal 112 Cukup jelas Pasal 113 Cukup jelas Pasal 114 Cukup jelas Pasal 115 Cukup jelas Pasal 116 Cukup jelas Pasal 117 Cukup jelas Pasal 118 Cukup jelas Pasal 119 Cukup jelas Pasal 120 Cukup jelas Pasal 121 Cukup jelas Pasal 122 Cukup jelas Pasal 123 Cukup jelas Pasal 124 Cukup jelas Pasal 125 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kinerja tertentu” adalah pencapaian target penerimaan Retribusi Daerah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan secara triwulanan dalam Peraturan Walikota. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 126 Cukup jelas Pasal 127 Cukup jelas Pasal 128 Cukup jelas Pasal 130 Cukup jelas 46 .

TARIF INSTANSI GAWAT DARURAT KATEGORI PELAYANAN Pasien Gawat Darurat per kunjungan Pendaftaran (Rp) 0 Jasa Sarana (Rp) 12.000.000.000.00 9 PICU/NICU 175.00 10.00 50.00 1 Kelas III 25. Kelas Perawatan Jasa Sarana Dokter Umum (Rp) Dokter Spesialis (Rp) Jumlah (Rp) (Rp) 35.00 Catatan : Tarif rawat Inap bayi normal dan sehat sebesar 50% dari tarif ibunya sesuai kelas.000.000.000.000.000.000.000.000.000. TARIF KAMAR RAWAT INAP PER HARI Jasa Pelayanan No. Pemeriksaan Calon 0 15.00 3 Kelas II 35.00 Jasa Pelayanan (Rp) 8.000.000.000.00 4 Kelas II 35.000.00 25.000.00 25.00 Pemeriksaan Medis Klinik 0 9.000.000. Pemeriksaan Medis Klinik 0 15.00 45.000. 00 60.000.00 250.00 10 ISOLASI 100.000.00 75.00 110.000.000.00 10.000.00 6 Kelas I 70.000.000.000.00 10.000.00 2 Kelas III 25.000.00 Umum.000.00 15.00 7 VIP 140. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No.000.000.00 50.00 Spesialis 3.00 5 Kelas I 70.000.00 6.00 Jumlah (Rp) 20.00 Jumlah (Rp) 15.LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA I.000.00 10.000. KIA/KB 2.00 90.00 10.00 21.00 10.00 Pengantin 5.00 50.00 III. II.000.00 250.000.00 20.000.000.00 190.00 150.000.000.00 8 ICU/ICCU 175. Konsultasi ke Spesialis 0 0 4.000.000. Konsultasi Gizi 0 0 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 1. Tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 47 .000. Klinik Gigi. Kategori Pelayanan Pendaftaran (Rp) Jasa Sarana (Rp) Jasa Pelayanan (Rp) 6.00 75.000.00 20.00 40.

00 480.000.000. 1 2 3 4 5 6 Kelas Perawatan Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Jasa Sarana 15.000.00 180. PER.00 210.000 18.000.000 VI.000 16.000.000 50.000.000.000 Jasa Pelayanan Dokter Umum 15.00 140.00 300.000.000 40.00 230.000 Jumlah 25.000 15.000.00 120.000.00 220.000 45. tidak termasuk jasa sarana.000. Bila harus dengan tindakan anestesi.00 150.00 70. TARIF PERSALINAN Kategori Kelas Perawatan Jasa Sarana (Rp) Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas II Kelas I 70.00 85.00 150.000.000 48 .000 Dokter Spesialis 12.00 230.000.000 18.00 70.00 125.000.00 175.00 150.000.000.000 Dokter Umum 10.00 150.000.000.000.000.00 430.000.00 250.000.00 230.00 300.000. Distosia bahu.000. 2.00 90.000.00 90.00 350.00 95.00 70.00 600.00 (Rp) 110.000 50.00 425.00 300.00 205.000.000.000 20.00 80.000.00 150.000 16.00 165. bayi harus dengan pengawasan dokter spesialis anak.000.000 30.00 210.000.000 12.00 330.000 21.00 80.000.00 480.000 24.000.00 680.000. TARIF PELAYANAN PERAWATAN BAYI DI INKUBATOR Jasa Pelayanan No. Biaya bahan habis pakai dihitung tersendiri.00 780.000 18.000.000.000.000.000.000.00 300.000 Bidan 10.000.00 300.000.00 360.00 345.00 395. 3.000.00 470.000.00 - Persalinan Normal Persalinan dengan Penyulit Sedang(KPD. V.000.000. presbo.000.00 125.00 150.000 30.000.00 Jumlah (Rp) 125.000.000.000.00 250. dokter spesialis kandungan.000 Dokter Spesialis 25.000.000. dikenakan tarif 40% jasa medis dari dokter kandungan.00 80. TARIF TINDAKAN PELAYANAN RESUSITASI BAYI No 1 2 3 Uraian Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat Jasa Sarana 15.00 Jasa Pelayanan Dokter Dokter Umum Spesialis (Rp) 80.00 250.000.000.000 30.000.000 35. dengan jasa medis 40% dari 1.00 Bidan (Rp) 55.000.00 100.IV.000 24.000 15.000.000.000.000.000.00 350.000 14.00 115.00 175.00 230.dll) Persalinan dengan Penyulit Berat Catatan : Partus dengan penyulit.00 180.00 90.000.000.000 27.

TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF A.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL 1 Kanulasi Vena Perifer 2 Blok Metacarpal 3 Chemical peeling 4 Katerisasi kandung Kemih 5 Pengeluaran benda asing ektra okuler 6 Tampon hidung anterior 7 Nutrisi parenterial 8 Dorongan abdomen (parasat heimlich) 9 Blok pergelangan kaki 10 Blok nervus digitalis 11 Blok pergelangan tangan 12 Imunisasi Calon Pengantin 13 Penghisapan jalan nafas 14 Cuci lambung 15 Lavement 16 Genital interna ( kontrol IUD) 17 Incisi abses < 3 cm 18 Biopsi kulit 19 Ekstirpasi kecil 20 Ganti tampon 21 Ganti perban/kompres 22 Pengambilan sekret 23 Bebat mata 24 cateterisasi 25 Epilasi Cilia 26 Tonometri 27 Funduskopi 28 Menjahit luka 1-5 simpul 29 Melepas jahitan < 5 simpul 30 Lepas DC/WSD 31 Medikasi 0 .VII.necrotomi) 32 Pemasangan Trachi/Traksi 33 pemberian makanan lewat sonde feeding 34 Pemeriksaan visus dan koreksi 35 Penanganan combutio < 10% 36 Penanganan hiperpireksi 37 Pemasangan O2 38 Penanganan pungsi srotum 39 Penanganan tranfusi 40 Pengambilan benda asing 41 Perawatan DC 42 Perawatan luka / bekas vakum 43 Perawatan luka perineum 44 Perawatan payudara 45 Perawatan tali pusat 46 Premedikasi/preoperasi 47 Pengawasan cairan infus 48 Reposisi Ringan 49 Suction 50 Tindik 49 .000 12.000 20.5 cm (debridemen.000 16.000 JUMLAH 20.000 18.000 30.000 24.000 40.000 12. TARIF TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL KELAS IGD/POLI III II I JASA SARANA 12.000 8.000 JASA PELAYANAN 8.

lesi < 3 Pasang Infus Fisioterapi Okupasi Terapi TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 30.000 20.000 24.000 70.15 simpul 9 Necrotomi > 5 cm 10 Menjahit perineum derajat 3 11 Insisi abses > 3 cm 12 Pasang gips sederhana 13 Pemasangan infus umbilikal 14 Intubasi Nasogastrik 15 Pemasangan Respirator 16 Penanganan combotio > 10% 17 Penanganan dekubitus 18 Penanganan haemaptoe 19 Penanganan kolik (abdominal/ureter) 20 Penanganan PEB 21 Penanganan dehidrasi sedang 22 Plebotomi 23 Pungsi asites 24 Punksi cairan lumbal 25 Punksi Vesika urinaria 26 Punksi lumbal 27 Aspirasi sumsung tulang 28 Vena seksi 29 Perawatan fraktur dengan spalk (tanpa gips) 30 Reposisi mandibula 31 Tampon dubur/reposisi haemorhoid 32 Pemasangan tampon hidung anterior 33 Pemasangan /pengangkatan tampon 34 Tampon hidung posterior 35 Pemasangan NGT 36 Syringe pump 37 Nebuliser 38 Infus pump 39 Laringoskopi direct 40 Hapusan servik 50 .000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG 1 Biopsi 2 Eksterpasi Cahalazion 3 Spoeling canalis lakrimalis 4 Insisi hordeolum 5 Jahit palpebra/conjungtiva 6 Irigasi post operasi BPH 7 Medikasi luka 5 .000 50.15 cm 8 Jahit luka 6 .000 30.000 42.000 JASA PELAYANAN 20.000 28.000 60.000 JUMLAH 50.000 36.51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 B. Vaginal taucher/rectal taucher Vulva hygiene Pasang gudel Irigasi telinga Pemasangan tampon telinga Irigasi hidung Pemasangan rancel tensocrep fiksasi costae Enukleasi.

41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 C.000 40.000 100.000 44.000 54.000 110.000 60.000 66. Versi luar Pemasangan /Pelepasan Implant Pemasangan/bongkar pesarium Pasang IUD (belum termasuk alkon) Biopsi tumor telinga dengan lokal anestesi Pengambilan serumen proop Penyedotan discharge dari telinga Pengambilan benda asing di telinga. pemasangan dan pemantauan 7 Incisi vurunkulosis/abses telinga 8 Incisi haematoma 9 Incisi abses mastoid 10 Eksterpasi tumor telinga dengan lokal anestesi 11 irigasi sinus maksilaris 12 Biopsi tumor hidung dan nasofaring 13 Bimanual kompresi 14 Penanganan dehidrasi berat 15 Pemasangan ET 16 Penanganan syock 17 Penanganan gangguan elektrolit 18 Penanganan intoksikasi berat 19 Penanganan kejang 20 Penanganan koma 21 Penanganan status asmatikus 22 Perawatan post operasi tonsil 23 Perbaikan dawir 24 Punksi sumsum tulang 25 Reposisi fraktur tulang 26 Pasang laminaria 51 . lesi > 3 Alergi test Injeksi kenacort Pemberian sitostatika Mantoux test Cabut kuku TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 60.000 81.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR 1 Resusitasi jantung paru 2 Sonde kanalis lakrimalis 3 Ekstrasi IUD 4 WSD 5 Defibrelator 6 Ventilator.000 135.hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum Injeksi intra dermal Elektrofulgurasi Ekstrasi komedo ringan Enukleasi Milium ringan (< 3) Ekstrasi milium kelamin EC Papilloma < 3 EC kosmetik keratosis ringan ( <10) EC fibroma ( 1 lesi ) EC kondiloma ringan (lesi <3) Cuci/ irigan Vagina Enukleasi lesi > 3 Bedah kimia TCA .000 JUMLAH 100.000 JASA PELAYANAN 40.

000 100.000 Asisten operator 40.000 30.000 375.000 Jasa Pelayanan 4.000 60.000 Asisten anestesi 15. tumpatan sementara. Alveolectomi Tindakan Operatif dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II B.000 40.000 12.000 300.000 100.000 75.000 40.000 180.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Sircumsisi Douglas punksi Kuldosentesis Ekstrasi komedo berat Ekstrasi milium berat Ekstrasi tumor jinak EC kosmetik keratosis berat EC Papilloma Cutis / skintag > 3 EC kosmetik keratosis .000 75. Tumor rahang Fiksasi Rahang Kelas Perawatan Kelas III Kelas II Kelas I Jasa Sarana 78.000 Jasa Sarana 6.000 Catatan : a.000 Jumlah 335.000 Operator 150. Kista.000 33.000 60. Tarif tersebut belum termasuk obat/ bahan habis pakai yang diresepkan b.000 120.000 670. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF A. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 10.000 15.25 X tarif pelayanan tindakan medis 52 .lesi > 10 Ekstirpasi jari tangan/kaki Jahit luka > 15 VIII.000 18. angkat jahitan.000 100. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Ekstirpasi Tindakan operatif tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Insisi. TINDAKAN MEDIS OPERATIF GIGI DAN MULUT Kategori Tindakan : Impacted Kelas III.000 84.000 30.000 126.000 Jumlah 130.000 25. trepanasi.000 IX.000 22.000 80.000 Jumlah 10.000 585.000 150.000 Jasa Pelayanan 52. RAWAT JALAN MEDIK GIGI DAN MULUT Jenis Pelayanan Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 300.000 Anestesi 50.000 55. No 1 2 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan tindakan Kelas III II I Jasa Sarana 80.000 90.000 210. TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT A.000 80.

Incisi/fiksasi luas atau dalam d. b.000 55. Pemasangan tampon vagina f.000 100. Herniotomi c. Marsupialisasi e. JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Pemasangan tampon uterus i. Hernioraphi tanpa penyulit d.Tindakan tindaka laparascopy endoscopy sedang h. Ekstirpasi tumor palpebra b. Repair luka yang besar dan luas e.000 45. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Pengangkatan polip servik d. Minilaparatomi pada tubektomi b. Tindakan gynecologis e. Biopsi pleura 3 53 .000 450.000 3 4 B.000 100.000 140.000 225. Kelainan bawaan polidaktili/syndaktili g.000 75.000 110.000 Jumlah 480.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif. Curetage h.JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Biopsi c.045. EC Condiloma > 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 100. Cystotomi b. No 1 2 3 Asisten anestesi 25. Tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan. Jahit palpebra/conjongtiva BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN a. Biopsi carsinoma BAGIAN PENYAKIT DALAM a.000 855. Apendektomy kronis/akut tanpa penyulit b. Sirkumsisi dengan narkose c.000 Catatan : a. Varikokolektomy f. Hidrokolektomy e.000 150. EC Papilloma Lokasi sulit b. Eksplorasi placenta manual g.000 1. Laparaskopi diagnostik c. Perawatan luka pada genital d. Perineum repair derajat III f. Biopsi Jaringan tumor 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. Tracheostomi 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. Pengangkatan tampon uterus dan vagina BAGIAN PENYAKIT MATA a. Perineum repair derajat I dan II b.000 565.000 55.000 185. Perawatan luka bibir rahim c.

Pleural punksi 4 BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 1.000 1.000 75. Jahit kornea TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan tindakan Jasa Kelas Asisten Sarana Operator Anestesi operator III II I 125.000 1.000 265.000 250.sumbatan) d.000 100.390.000 140. No Asisten anestesi 40. Simbleparotomi e. Embriotomi e.000 140. Sectio caesaria b.000 1.000 54 . Evicerasi bulbi e.000 Jumlah 630.000 200. Histerektomy c. Laparatomi pada ileus obstruksi (perlengketan. Operasi Haemorhoid h.000 1.000 100.000 335. Laparatomi pada luka tembus rongga abdomen f. Enukleasi bulbi d.000 100.000 Jumlah 1 2 3 815.000 250.000 3 D.b. Operasi katarak b.000 125.000 600.135. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.485. Laparatomi pada perdarahan rongga abdomen e.000 800.000 300.825. Laparatomi dengan apendicitis dengan penyulit b.000 190.000 135. Rekontruksi palpebrae d.000 C. laparatomi pada kolostomi g.invaginasi.000 200. Ekstirpasi pterigium b.000 60. Biopsi hati c. myomectomy d.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 750.000 75. Laparatomi pada tumor dalam rongga abdomen c.000 150. Laparascopy besar g.000.000 80.. laparatomy eksplorasi IUD f. Vaginoplasty BAGIAN PENYAKIT MATA a. Iridektomi optis TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 140.000 400.000 125. Hernioraphi/ Herniotomi dengan penyulit 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.volvulus. Operasi anti gloukoma c. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b. Ekstirpasi tumor conjunctiva c.000 Catatan : a. No 1 2 3 Asisten anestesi 30. Punksi acites d.

000 12. Cyste jejenunostomose j. Cystektomy d.000 28. Flim Uk.000 40.000 12. Penyambungan tuba pada ingin anak e. 2 Posisi Thorax anak a.000 50. 1 Posisi b.000 24. Kolphoraphic i. Mile"s operasi gasterectomy i. Hamil di luar kandungan c.000 24.000 20.000 40.000 50. Gigi Thorax Dewasa a. 1 Posisi b. 7. Tindakan laparascopy khusus 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a . Bilateral cystoma ovarii j.000 28. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b. 5. 2 Posisi Ekstremitas besar a.000 28.000 80. Nephrectomy c. 2 Posisi c.000 66. Besar Flim Uk. Besar Ket. 1 Posisi b. 2 Posisi c.000 84. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (RADIOLOGI) Jenis Pemeriksaan 1. Operasi vaskuler g.000 Jasa Pelayanan 12. 3 Posisi Abdomen Anak a. Kecil Flim Uk. laparatomy pada endometriosis f.000 90.000 12. 2 Posisi Abdomen Dewasa a. Laparatomy ca ovarii h.000 30. Ruptur uteri dan laparascopy persalinan abdominal d.000 74.000 38.000 24. 1 Posisi b. 4.000 36.000 24. Radikal mastectomy f.000 99. Rhoe and Y anastomose k. Prostatectomy b.000 40. 1 Posisi b.000 12. 2 Posisi Ekstremitas Kecil a.000 59. Radical nect desection e.000 90. 2 Posisi c. Cholecyctectomy h.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 24. 3 Posisi Jasa Sarana 29. Kecil Flim Uk. 1 Posisi b.000 66.Catatan : a. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 50. 3.000 12.000 12. Tindakan laparascopy khusus X. Laparatomy tumor indung telur dengan perlengketan/multiple cysta ovarii g.000 36.000 74.000 24.000 Flim Uk.Pengangkatan rahim ( Hysterectomy) b. 6. 2.000 135.000 15.000 116.000 50. 55 .000 38.000 90.000 50. 3 Posisi Cranium a.000 38.000 Total 41.000 74.000 66.000 114. Besar Flim Uk.000 79. Kecil 8.000 35. 1 Posisi b.000 50.000 50.

000 25.000 113.000 17. 1 film b.000 13.000 30.000 49.000 25.000 17.000 17.000 56 .000 120.000 16.000 145.000 25.000 49.000 No.000 35.000 170. 18. 19. 11.000 17.000 20.000 25.9.000 17.000 25. 1 Posisi b. 21.000 145.000 34. 10. 20. 15.000 15.000 35.000 170.000 82.000 5.000 8.000 79.000 6.000 84.000 213.000 6.000 170.000 59.000 120. 14.000 6.000 17.000 114. 22.000 30. 12.000 25. 2 Posisi Colon Inloop Barium Enema Cor Analisa Fistulografi Cystografi Uretrografi Intravena Pyelografi Oral Cholecystografi Retrograde Pyelografi Hysterosalpyngografi Ultrasonografi a.000 15. 2 film c.000 188.000 25. 3 film Electrokardiografi (EKG) 34. 3 Posisi Thoracolumbal a. A.000 20.000 17.000 140.000 112.000 8.000 25.000 9. 16. XI.000 170.000 20. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH Darah rutin Darah lengkap Golongan Darah Hemoglobin (Hb) Angka Leukosit (AL) Angka Eritrosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Perdarahan Waktu Pembekuan Hematokrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu (GDS) Glukosa Puasa Widal Tarif 15.000 25.000 145.000 6.000 5. Cervical a. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (LABORATORIUM) No.000 148. 11 .000 145.20 belum termasuk obat kontras dan alat injeksi TARIF PELAYANAN PEMAKAIAN OKSIGEN ( O2 ) Pemakaian Per Jam Rp.000 75.000 13.000 25.000 10.000 145. 13.000 25.000 170.000 20.000 74.000 15. 2 Posisi c.000 6.000 175.000 25. 100 X lt (dosis ) X 60 menit XII.000 145.000 145.000 17. 1 Posisi b.000 50.000 59.000 200.000 5.000 6. 17.000 115.

000 10.000 25. 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 10. TARIF PELAYANAN FARMASI (APOTEK) UNTUK RAWAT INAP Jenis Pelayanan Harga Obat/BPH Harga Obat / Bahan sesuai dengan faktur terakhirnya 100% Tarif Jasa Sarana 15% Jasa Pelayanan 10% 125% Jumlah Untuk obat & alat kesehatan habis pakai ASKES disesuaikan dengan naskah kerja sama (MoU) dan Daftar Patokan Harga Obat (DPHO) XIV.000 20.000 15.000 6.000 25.000 60.000 25.000 8.000 XIII.000 20.000 24. Opiat c.000 35.000 6.000 Jasa Pelayanan 30.000 20.000 20.000 10. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung jenis leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Anti HBs Hg URINE Urine lengkap Urine rutin Reduksi Elwit (Protein) Test kehamilan Bilirubin Sedimen Drug Abuse a.000 35.000 25. Cocaine FAECES Faeces rutin Telur cacing Darah samar PREPARAT APUS / MIKROBIOLOGI Siphilis Gonorhoe Pewarna Gram BTA Jamur Mikroskopis Preparat Apus Vagina Ket : Untuk pelayanan laboratorium.000 25.28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 B.000 20.000 12.000 12.000 10.000 15.000 6. jasa pelayanan sebesar 25 % dari tarif 25.000 25. Amphetamin b.000 18.000 Jumlah 75.000 13.000 36.000 25.000 C.000 6.000 30.000 20.000 25.000 57 . TARIF PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Keterangan Perawatan Jenazah Penitipan Jenazah / hari VE periksa luar Jasa Sarana 45.

000 Jasa Pelayanan 0 0 10.000 35.000 58 .Catatan : 1. Tarif tersebut belum termasuk bahan / alat habis pakai. XV.000 25.000 10.000 15. Penitipan jenazah paling lama 1 X 24 jam.000 25. 2.000 60.000 Jumlah 0 0 25. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS No 1 2 3 4 5 Kategori Pelayanan Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kematian Surat Keterangan Visum et Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et Repertum Luar Jenazah Pemeriksaan Akupuntur Pendaftaran 0 0 0 0 0 Jasa Sarana 0 0 15.

PUSKESMAS PEMBANTU. 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Konsultasi Gizi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Konsultasi KB Konsultasi Klinik Berhenti Merokok Konsultasi Sanitasi Konsultasi Penyakit Menular Khusus JASA SARANA.000 Pemeriksaan Akupuntur 9 6.500 4.000 15.500 4.500 7.000 25.000 20.500 15.000 Repertum Luar Jenazah 5 Pemeriksaan Kesehatan Haji 12.500 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan diluar paket JUMLAH 7.000 Imunisasi Capeng 8 Pemeriksaan Dokter Spesialis 9.000 15.700 3.000 3.000 III.500 7.000 59 .000 JUMLAH 7.000 10. TINDAKAN RAWAT JALAN.500 7.000 4.000 3.000 60.000 Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et 4 35. DAN PELAYANAN BMHP Tindakan Kecil : .000 1.000 6 Pelayanan Imunisasi Haji 15. RAWAT INAP.500 0 8.000 3.500 IV.500 7. DAN BMHP 1 Surat Keterangan Sehat 6.000 3.500 4.000 5.000 11.500 4.Debridement luka kecil 10.250 5.500 .500 2 Pemeriksaan Gigi 6.500 0 20.000 15. PUSKESMAS RAWAT INAP DAN LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA I. DAN BMHP 1 Rawat Jalan Umum 6. NO. NO.000 (tidak termasuk jarum) JASA PELAYANAN 1.Tindik 7. KATEGORI PELAYANAN PELAYANAN OBAT.000 25.500 4.5 jahitan 12.000 3.250 .300 . TARIF PELAYANAN TINDAKAN A.000 8. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) JASA JASA SARANA.000 6.500 JASA PELAYANAN 3. JASA JENIS TINDAKAN OBAT. DAN GAWAT DARURAT JASA SARANA. PUSKESMAS KELILING.000 1. TARIF PELAYANAN KONSULTASI NO.Jahit Luka 1 .500 4.000 Pemeriksaan Kesehatan dan 7 10.000 2 Surat Keterangan Kematian 0 Surat Keterangan Visum et 3 12.000 JUMLAH 7.500 II.500 7. KATEGORI PELAYANAN OBAT.500 7.000 10. OBAT.TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS.500 4.500 JUMLAH 17. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS JASA SARANA.Ganti Balutan 10. DAN BMHP 4.

000 40. dan Pelepasan Implant 42.500 17.000 JASA PELAYANAN 2.Nekrotomi luka sedang .500 2.Pemeriksaan.250 27. OBAT.500 7.000 28.Pemeriksaan.000 15.000 JASA PELAYANAN 2.500 4.500 12.000 87.000 15.000 40. tumpatan sementara.Vena seksi .000 40.000 20.Pemeriksaan dan Pemasangan Implant .Sirkumsisi normal .250 2.250 JUMLAH 7. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula JASA SARANA.000 13.000 35.500 17.000 12.Blast Punctie .000 18.Pasang Catheter .000 10.500 15. trepanasi.000 35.Reposisi Luxatio .Lepas Jahitan .500 35.Mengangkat benda asing tanpa sayatan .500 7.000 20.500 28.500 7.000 28.Tindakan IVA Test .500 14.Suntik KB .000 60.000 12.500 10.Pemeriksaan dan Pemasangan IUD 14.500 28.500 9.250 17.C/oagulasi Pre Kanker Serviks .000 30.000 52. TINDAKAN MEDIS GIGI DAN MULUT JENIS TINDAKAN Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.500 10.Jahit luka 5 .Debridement luka sedang atau luas .500 87.000 31.000 25.000 60 .500 5.15 jahitan .Memecah bisul .500 7.000 25.000 Catatan : Tindakan tidak termasuk obat dan alat kontrasepsi C.Pasang Infus Tindakan Sedang : .500 7. dan Pelepasan IUD 28.000 40.000 20. DAN BMHP 5.500 15.000 45.Jahit luka lebih dari 15 jahitan .500 52.250 7.000 40.500 4.000 28. OBAT.Pemeriksaan dan Pelepasan Implant .000 9.000 40.000 40.900 4.000 6.500 17.500 35.500 3.500 10. DAN BMHP 5.Pengambilan Apusan Pap Smear . TINDAKAN KIA DAN KB JENIS TINDAKAN 10..000 12.000 25. hidung.000 JUMLAH 7.Extirpasi jari tangan / kaki B.000 35.000 28.500 35.250 5.Cutterisasi Tindakan Besar : .000 12.500 25.Cabut kuku .100 10.000 .Irigasi (Pembersihan) Vagina . angkat jahitan.Bilas lambung .000 6.000 50.000 24.000 15.000 . telinga .500 12.Pemeriksaan dan Pelepasan IUD 21.500 .Pengambilan benda asing di mata.250 7.500 4. Pemasangan.250 JASA SARANA.000 6.000 14.000 12.250 2.500 24.000 7.000 13.Pengambilan benda asing dengan sayatan . Pemasangan.000 .250 5.

000 JASA PELAYANAN 3.Breast Care .400 800 600 12.000 36. OBAT.000 120.000 63.000 4.000 VI.000 30.000 V.000 7.Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Tindakan khusus tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Tindakan khusus dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II Fiksasi lebih dari satu gigi Ekstirpasi kecil D. REAGEN. TARIF RAWAT INAP A.000 17.200 2.000 90.000 JASA PELAYANAN 100.000 140. PERAWATAN PER HARI NO 1 2 3 4 KATEGORI PELAYANAN Perawatan Umum Perawatan Persalinan Ibu dan Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Visite dokter per hari JASA SARANA.000 90. IGD NO 1 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan IGD JASA SARANA.000 84.000 7.000 4.000 50. OBAT.000 9.000 150. LAIN-LAIN JENIS TINDAKAN . PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK A.Pijat Bayi 21.500 C. HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH 1 Darah Rutin 2 Darah Lengkap 3 Golongan Darah 4 Hemoglobin 9.000 JASA PELAYANAN 3.000 60.000 210.000 3.000 JASA SARANA.000 27. PERSALINAN NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Persalinan Normal oleh Dokter Persalinan Normal oleh Bidan Persalinan Dengan Penyulit JASA SARANA.000 JUMLAH 30.000 6.000 JUMLAH 10.000 JUMLAH 10.000 30.500 JASA PELAYANAN 6. OBAT.000 10. DAN BMHP 7.000 3. DAN BMHP JASA PELAYANAN JUMLAH 1. LABORATORIUM NO KATEGORI PELAYANAN JASA SARANA.000 3.000 40.000 350.000 B.400 3. DAN BMHP 7. OBAT.000 24.600 13.000 61 .000 JUMLAH 250.400 2.000 10.600 3. DAN BMHP 24. DAN BMHP 150.

200 11.000 3.400 2.000 17.000 17.400 9.800 9. PRAPARAT APUS / MIKROBIOLOGI 1 Sypillis 2 GO 11.600 2. URINE 1 Urine Lengkap 2 Urine Rutin 3 Reduksi 4 Eiwit ( Protein ) 5 Test Kehamilan 6 Bilirubin 7 Sedimen 3.600 2.000 12.400 3.000 3.600 12.000 8.000 12.000 6.400 1.400 2.000 6.000 4.800 2.000 12.000 5.600 13.000 12.600 9.400 5.800 13.000 12.000 12.000 28.400 2.400 2.400 3.200 1.000 4.000 9.000 4.800 9.200 9.600 9.200 2.000 2.400 3.800 2.000 6.000 17.000 22.400 3.000 14.600 9.200 2.000 3.000 17.800 2.000 12.400 800 1.400 9.800 1.600 9.400 3.400 2.200 3.400 2.400 600 600 2.000 3.600 9.200 14.200 1.600 4.000 12.000 5.000 15.200 9.000 2.600 13.000 2.000 4.000 800 800 800 600 600 800 600 1.000 6.600 4.400 2.200 2.600 3.200 4.000 3.600 22.000 17.000 3.600 5.000 6.000 17.800 2.000 8.600 9.000 3.200 3.200 2.000 12.400 1.000 12.000 12.200 11.400 600 600 7.000 14.000 4.000 10.400 2.600 4.400 1.400 1.400 4.000 10.000 14.400 2.800 2.400 3.000 12. FAECES 1 Faeces Rutin 2 Telur Cacing 3 Darah Samar 4.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Angka Leukosit ( AL ) Angka Eritrocit ( AE ) Angka Trombosit ( AT ) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit ( HCT ) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin S G OT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Glukosa Puasa Widal Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung Jenis Leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium HIV 3.400 1.600 2.600 13.000 17.400 2.400 3.200 7.600 9.000 7.000 6.600 13.800 4.800 4.600 13.000 4.600 11.000 12.000 62 .200 3.400 2.

000 5.000 30.000 13.000 2.000 30.000 30.000 11.800 8.600 2.000 15.800 3.800 16.400 10.200 2.800 18.400 16.400 10.000 13.000 13.600 18.000 1.800 8.000 23.000 11.000 3.400 2.000 7.400 2.400 5.400 9.800 8.200 2.000 21.600 8. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN 1 MPN Coliform 2 Angka Kuman 3 Logam Mercuri ( Hg ) 4 Logam Arsen ( As ) 5 Sianida ( Cn ) 6 Nitrit ( NO 2 ) 7 Borax 8 Formaldehid 9 Metanol 10 Rhodamin B 11 Methanil Yellow 12 Auramin 13 Sakarin 14 Siklamat 15 Vibrio Chollera 16 Staphylococcus Aureus 17 Streptococcus 18 Salmonella 19 Shigella 20 E.200 4.600 21.000 11.600 9.000 13.800 1.600 2.000 6. PEMERIKSAAN KIMIA DAN ORGANIK AIR 1 Arsen ( As ) 2 Fluorida ( F ) 3 Kromium ( Cr ) 4 Kadmium ( Cd ) 16. PEMERIKSAAN KIMIA AIR 1 PH (Derajat Keasaman) 2 Fe (Kadar Besi) 3 Mn (Kadar Mangan) 4 Cl (Kadar Khlor) 5 Posphat 6 Aluminium (Al) 7 Kesadahan ( CaCO3) 8 Khlorida (Cl) 9 Seng (Zn) 10 Sulfat (SO4) 11 Tembaga 12 Sisa Khlor (Cl 2) 13 Amonia (NH 3) 14 Zat Organik (KMnO4) 9.000 11.000 21.600 9.000 15.000 30.000 24.400 7.000 13.000 8.000 24.000 11.000 8.400 3.000 13.400 12.200 12.200 1.000 12.000 12.400 4.000 8.600 1.000 5.000 6.000 30.600 2.600 4.400 10.600 2.600 38.000 63 .800 1.000 10.000 16.800 2.000 11.000 6.200 2.000 3. PEMERIKSAAN AIR KOLAM RENANG 1 Air Kolam Renang 8.200 2.000 21.600 2.600 2.200 2.600 2.000 12.000 20.000 13.600 2.000 30.600 2.400 10.000 24.000 14. PEMERIKSAAN MPN COLIFORM AIR 1 Air Bersih 2 Air Minum 3 Air Badan Air 7.400 10.000 7.000 15.400 5.000 27.3 4 5 Diptheri Baksil BTA / TBC Pap Smear 8.800 10.000 7.000 12.000 24.000 30.600 16.400 8.000 4.800 8.200 11.000 24.000 20.000 6.000 2.600 3.000 12.000 12.000 3.800 6.000 24.400 10.000 13.000 15.000 4.000 15.200 4.200 6.000 6.200 9.400 10. Coli 6.000 11.000 6.400 2.000 14.

000 3. DAN BMHP 9.000 23.400 2.500 1.000 9.000 9.000 (Jarak tempuh PP : 8 ) x Harga BBM/lt Jasa Pelayanan Sopir Paramedis 6.400 13. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Pelayanan Fisioterapi Pelayanan Okupasi Terapi Pelayanan Terapi Wicara JASA SARANA.000 25.000 1.750 = 154.500 VII.000 11. PELAYANAN TRANSPORTASI RUJUKAN Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Contoh : Solo .600 12.200 4.000 11.500 7. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA NO 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan USG dan Pembacaan Pemeriksaan EKG dan Pembacaan Pemakaian Nebulizer Pemeriksaan Mikro CO Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan IMT JASA SARANA 35.000 1/3 X jasa sarana 9.500 2.000 5.000 220 km x Rp 4.000 15.600 8.Semarang PP = Sopir Paramedis Jasa Sarana 15.600 3.000 15.000 6.000 JASA PELAYANAN 15.600 2.000) 64 .5 (dibulatkan menjadi 155.000 13.000 3.000 23.5 (dibulatkan menjadi 93.000 1.600 4.500 10.000 4.400 3.5 6 7 8 Nitrit ( NO 2 ) Nitrat ( NO 3 ) Sianida ( Sn ) Selenium ( Se ) 9.000 7.500 7.400 3.000 5.000 18.400 2.600 2.687.400 8.000 4.000 17.000 25.000 JASA PELAYANAN 6.500 JUMLAH 50..000 17.25 X jasa sopir Jumlah 30.400 18.800 2.75 x 123.000 VIII. PEMERIKSAAN FISIKA AIR 1 Bau 2 Warna 3 Rasa 4 Suhu 5 Kekeruhan 6 Zat Padat Terlarut ( TDS ) 11.000 JUMLAH 15.000 15. OBAT.000 6.= 123. PEMERIKSAAN AIR LIMBAH 1 BOD 2 COD 3 TSS 4 DO (Dissolved Oxygen) 2.000 B.000 7.400 1.200 12.000) = 1.000 10.750 = 92.200 2.750 8 = 0.000 3.000 2.000 600 600 400 600 800 1.000 6.800 10.500 15.812.500.25 x 123.000 6.

5.000. Rp. Rp.000.000.Rp.000. 2.Rp.Jasa Pelayanan Dokter Hewan Rp.5.Rp.Menutup luka .Rp.3 Anjing Kel. 2. 5.000. 5.Rp. 5. 25.000. 25.Rp. 2. 10.000.Rp.000.500.000.Rp.Menjahit luka .2 Anjing Kel.Pengambilan benda asing di telinga.Vena Seksi . 5.Rp.Rp.- Jasa Sarana Rp.000.Rp.Rp.000.Rp. 30.Rp.Rp.Cystotomi .000. 30. 40.000.Rp.Rp.Rp.4 Kelinci Rp. 65. 20. 20.000. hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.- 65 .000.000.500.Rp.Penggambilan jahitan .5. 5.000.Rp. 20.Rp. 20.000.Pemberian Pakan Rp. 10. 10.000. 40.000.000.000.5.000. 15.Rp. 5. 2.Statis Ingluvies .Rp.- 2 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF No Jasa Sarana Jasa Pelayanan Jumlah 1 Rp. 10.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.- Jumlah Rp.Rp.000.000. Rp.000. 5. 10.5 Unggas Rp.Rp.000.Infus pump .Rp.000.500. 15. 5. 10. Rp.000.000.Rp.000.Rp. 5.000.500.Rp.Jumlah Rp.000.000.Incisi/Fiksasi luar dan dalam . 10.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.Rp.000.Abses . 5. 10.000.Rp.Rp.Rp.Prolaps Ani . 15.Rp.000.000.000.000.500.Rp.000. 20. 10.000. 5.Pungsi . 10.Rp. 5. 5.000.500. 10. 5.500.Rp.000.500. 65. 5.000.Rp. 25.Rp.000.000.- Jumlah Rp. 25.Rp.000.000. 20. 70.Reposisi prolaps ani ringan . 20. 35. 15. 5. 15.000.000. 10.Rp. 10.Rp.Rp.Rp.000.Rp.Tenaga Kebersihan Rp.000. Besar Rp.000. 15. 10.Kebiri Anastesi Rp. 10.000.Rp.Rp.Rp.- Jasa Sarana Rp.5.Rp.000.Cateterisasi .Declaw .000. 20. 5.000.Rp.000. 30. 10.Bumble Foot .Rp.000. 20. 5.000.Rp. 10.Rp. 5.000.Rp.000. 2.Rp. 2.Rp. 10.000. 15. 5.000. Kecil Rp.000. 2. 10.Rp. 10.000.000.Rp.000..000.000.000.000.Rp.Rp.000.Rp.000.000.000.- Jumlah Rp.Rp. 10.000. 5.Rp. 10. 5.Jenis Tindakan Medis Operatif Sederhana (Kecil) .000.Rp. 2. 30.000.000. 5. 10.TARIF RETRIBUSI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA (UPTD PUSAT KESEHATAN HEWAN) DINAS PERTANIAN KOTA SURAKARTA TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF PELAYANAN VAKSINASI No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF RAWAT INAP PER HARI No 1 Jenis Hewan Rawat Inap Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Penitipan Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Jasa Sarana Rp.

000. 75.- Anastesi Rp.000.2 Anjing Kel.000.000.000. 20.Rp.3 Anjing Kel. 30.Rp.Rp. 75. 15.000. 25.Jenis Tindakan Medis Operatif Sedang .000.Rp.- Jumlah Rp.Anak hidup /ekor = Rp.Rp.000.Rp.000.Rp.Rp. 50.Sectio Caesarea .- Jasa Pelayanan Rp. 100. 20. 20.000. 15.Fraktur .000.500. 30.000.Rp.Rp.Rp.Rp.Caesarea Anak Hidup per ekor Jenis Tindakan Medis Operatif Besar .000. 25. 15.- Anastesi Rp.000. 70. 100.000. 50.000.Rp.Potong Telinga TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.4 Kelinci Rp. 20.Ovariektomi .000. 30.Laparotomi . 30.x ltr (dosis) x 60 menit TARIF USG NO Kategori Pelayanan 1 Pemeriksaan USG + Pembacaan TARIF PELAYANAN GROOMING NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci Jasa Sarana Rp.000 TARIF PELAYANAN OKSIGEN (O2) Pemakaian per jam = Rp.000.000.000.Rp. 10. 245.Rp.Rp. 30.Rp. 17. 20. 50.000. 120. 10. 10.Ekteropion .Rp..000.4 Kelinci Rp.000. 30.000.000. 10.000.Rp.000.Rp.- Jumlah Rp.000.000..000.Rp. 30.000.Rp.Rp.Rp. 30.000.Rp. 80..000 Rp. 25.Rp.Rp. 10.Rp.Rp.000. 90. 20. 15.Othematom .000.000.000. 10.000.Panhisterektomi . 30.Biopsi jaringan tumor berat TARIF PERSALINAN NORMAL No Jenis Hewan Jasa Sarana 1 Kucing Rp.000.Rp. 30. 10. Besar Rp. Kecil Rp. 270. 30.000.- Jumlah Rp. 120.000.Rp. 20.2 Anjing Kel.000.Rp.Rp.000.Rp. 20.000. 15.3 Anjing Kecil Rp.000. 80. 17.- Jasa Pelayanan Rp.000. 50.- Jumlah Rp.Rp. 12.- Jasa Sarana Rp. 125.Rp.000. 15.- 66 . 15.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.Rp. 30.Rp.000.000.Rp.000.000. 15.000.000.Rp.Rp.Rp. 40. 10. 50.Rp.000.Rp.Cysta Uteri .. 40.000. 30. 35. 160.000.Hernia Imbilicalis .000.000.000. 15.Rp.Rp.Rp. 245..5 Khusus Sectio Rp.000. 15.000.Enteropion .Potong ekor .Kelenjar Hender . 25. 25. Besar Rp.Rp.Rp. 70. 15. 30.000 Rp. 40.000.000.- Jumlah Rp.000. 40. 15. 80.000.500.000. 30. 15.Rp.000.2 Anjing Besar Rp.000.Rp.3 Anjing Kel.000. 12.500. Kecil Rp.TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000. 70.000.Biopsi Carsinoma .500.Rp.000.000.000.

Rp.Rp.Rp.- TARIF PELAYANAN LABORATORIUM A. 30. 600.000.000. 6.000 Jasa Pelayanan Rp. 3.Rp.400. 800. 3.Jumlah Rp. 2.Rp.Rp. 13.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR LUAR KOTA (Radius 30 km) NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana Jasa Pelayanan 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.000. 800. 12.400. 9. 12.600.000.TARIF TRANSPORTASI ANTAR JEMPUT HEWAN No 1 2 Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Jasa Sarana Rp.Rp.Rp. 6.Rp.800. 2.Rp.200. 6.Rp. 40.Rp.600. 10.000.Rp.000.Rp.Rp. 35. 3.000 Jasa Sarana Rp.000. HEMATOLOGI + KIMIA DARAH NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kategori Pelayanan Darah Rutin Darah Lengkap Golongan Darah Hemoglobin Angka Leukosit (AL) Angka Trombosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinim Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Jasa Sarana. 800.Rp.200. 2.Rp. 15. 11.000. 2.000.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.400. 2. 14. 12.Rp. 9. 9. 14.(Jarak Tempuh PP : 8) x Harga BBM /H Transportasi Rp.Rp.Rp. 9. 11. 20.000. 14. 30. 90. 22.000.400. 12. 20.800.000. 12.Rp.000.Rp.400.- Transportasi Rp.Rp.000.000.000.000.600.Rp.Rp.Rp. 15.Rp.200.200. 7.400.Rp. 10. 70.Rp.200. 600. 2.Rp.000. 25.000. 4.000.000.000 Jasa Pelayanan Rp.Rp. 2.200.Rp.000.000.000.Rp.200.500.Rp. 12. 40.Rp. 2. 4.Rp. 3.Rp. 15.Rp.400.000 Jumlah Rp. 800.Rp.Jasa Sarana Rp.000.Rp.Rp.Rp. 1.Rp. 3.800.Rp. 35. 4. 22.000.000.600.Rp. 4.Rp.Rp.000.000.600.000. 15. 30. 9.600.Rp. 17.- 67 . 11.000.Rp.Rp.Rp.400.Rp.200. 10.- Jumlah Rp.Rp.000.400. 2.000.Rp.800.1/3 x Jasa Sarana 1.000.000.000. 1.Rp. 12. 15.- Jasa Pelayanan Sopir Paramedis Rp.Rp. 4.Rp.Rp.000.Rp. 10.200.000.500.- Jumlah Rp.500.Jasa Pelayanan Rp.600.Rp.Rp. 40. 800.Rp.Rp.000. 1.Rp.000. 9.Rp.Rp. 4.000. 20. 9.20.000. 10. 10.Rp. 9.400.600.000. 12. 2.Rp. 25.Jumlah Rp.000. 4. 9. 12. 2.400.200.800. 2.000.800.Rp. 4.500.Jasa Pelayanan Rp.000. 20.000.25 x Jasa Sopir Jumlah Rp.800. 3. 6.400.000.Rp.Rp.Rp.000. 12.000. 3. 3.Rp.Rp. 3.TARIF PELAYANAN GROOMING KESEHATAN NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci TARIF LAYANAN INSEMINASI BUATAN NO Kategori Pelayanan 1 Layanan Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik) TARIF PELAYANAN FOTO RONGENT NO Kategori Pelayanan 1 Foto Rongent + Pembacaan Jasa Sarana Rp.000.Rp.Rp.200. 35.200.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR DALAM KOTA NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.Rp. 2. 9.Rp.Rp.200. 2.Rp. 4.Rp.Rp.Rp.600.000. 15. 1.Rp.Rp.Rp.- Jumlah Rp.Rp.000. 600. 600.Rp. Reagen dan BMHP Rp. 3.

600.Rp.Rp.200.Rp. 2.600.Rp. 1. 3.Rp. ELISA NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan Pembacaan Elisa + Jasa Sarana. 6.000. 2. 9.Jasa Pelayanan Rp.600.000.Rp. 2.600. Domba. 12. 2. Entok. 13.400.- TARIF ATAS PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN YANG AKAN DIKIRIM KE LUAR DAERAH UNTUK PERDAGANGAN (PER EKOR) 1. Itik. 6.000. dll WALIKOTA SURAKARTA.Rp.000. Burung Puyuh.000. 500. 2.000. 5.Keterangan Sapi.Rp.Rp.000.400.Anjing.600.Rp. HA-HI TEST NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan HA-HI Test Jasa Pelayanan Rp.Rp. 20.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Glukosa Puasa Hitung Jenis Leukosit Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium Rp.Rp.Rp. ttd JOKO WIDODO 68 .Arwana.- Rp. 4. 10.600.000.Jasa Sarana.400.Rp.800. 5.- D.500.000. 1.000.400.Jumlah Rp. 10.000.Rp.Rp.000.000. 2.600. 12.- C.- Rp.Rp.Rp. Reagen dan BMHP Rp. 1.Jasa Pelayanan Rp.000. 4. 3. 500.Jumlah Rp.600. Gurami. Reagen dan BMHP Rp.Rp. Ayam. Kerbau Kambing. 25.Rp.000.000. 50.Burung.000.Rp. 12.400.000.Rp. 7. 17.Rp.Jumlah Rp.Rp.Rp.Rp.Kuda 2 Hewan Kecil Rp. 3. 4.000.Rp.000.000. 17.- B. 300. 9. 350. Kucing. 1.Rp. Babi Ayam. 750.400. 2. dll 4 Ikan Rp.Rp.Rp. Lele.Rp.Rp. 2.Rp. 10. 9.000.Rp. 25. 17.000. 13. 17. dll Nila.000.Rp. 9. dll 2. 13.Rp.000. 3. Koi.000. Lou Han.Rp.Rp. Reagen dan BMHP Rp.Rp.400.400. 12. Hewan Hobi No Jenis Pelayanan Besar Tarif /ekor Keterangan 1 Hewan Besar Rp. Hewan Konsumsi No Jenis Pelayanan 1 Hewan Besar 2 Hewan Kecil 3 Unggas 4 Ikan Besar Tarif /ekor Rp.000.000. 3.500. 5. 500.200.Rp. dll 3 Unggas Rp. 5.Rp. PEMERIKSAAN DAGING DAN SUSU NO 1 2 3 4 Kategori Pelayanan Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan Awal Kebusukan Pemeriksaan Formalin Pemeriksaan Susu Rutin Jasa Sarana.400. 500. Kelinci. 1. 13.000.Rp. 2.800.

LAMPIRAN II

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/ KEBERSIHAN
NO I. II. 1. 2. III. 1. a. b. c. JENIS DASAR PUNGUTAN KLAS 1 5.000 300.000 15.000 300.000 75.000 15.000 2 3.000 150.000 15.000 150.000 50.000 15.000 3 2.000 110.000 7.500 110.000 15.000 7.500 4 1.000 75.000 7.500 75.000 7.500 7.500

2. a. b. c.

3. 4. a. b. c. 5. a. b. 6.

RUMAH TANGGA INDUSTRI Pabrik Home Industri PERUSAHAAN JASA PENGINAPAN Hotel Bintang Hotel Melati Home Stay, Penginapan Remaja, Bumi Perkemahan, Persinggahan Karavan RUMAH MAKAN Restoran Talam Kencana (A) Talam Selaka (B), Talam Gangsa (C) Non Talam (D), (E) Warung, Bar, Kedai Makanan dan Minuman, Penjual Makanan Keliling/PKL, Jasa Boga/Katering GEDUNG PERTEMUAN TEMPAT HIBURAN Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil SALON/ PENJAHIT/BENGKEL Pangkas rambut, Salon Kecantikan, Tailor, dsb. Besar Kecil ANGKUTAN/TRAVEL Angkutan Jalan, Wisata, Taksi, Sewa, Trayek, dan Udara FINANSIAL/KEUANGAN JASA UMUM Perbengkelan, Servis, Persewaan Barang, Jasa Konstruksi, dsb PERGUDANGAN Pergudangan, Cold Storage, Warehousing, dsb. JASA PROFESI Dokter, Dokter Hewan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dsb. PERDAGANGAN Pertokoan, Perkiosan, Perkantoran, dsb. Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil FASILITAS UMUM

300.000 200.000 75.000 15.000

150.000 100.000 50.000 15.000

110.000 75.000 15.000 7.500

75.000 50.000 7.500 7.500

60.000 150.000 75.000 30.000

50.000 100.000 50.000 20.000

30.000 75.000 30.000 20.000

20.000 50.000 20.000 20.000

50.000 5.000

40.000 5.000

30.000 5.000

20.000 5.000

40.000

30.000

20.000

10.000

7. 8.

225.000

150.000

75.000

45.000

60.000

40.000

20.000

10.000

9.

60.000

40.000

20.000

10.000

10.

30.000

15.000

10.000

5.000

IV. 1. 2. 3. V.

300.000 100.000 10.000 150.000

150.000 75.000 10.000 100.000

110.000 50.000 5.000 75.000

75.000 10.000 5.000 30.000

69

1. a b

2. 3. 4. 5.

VI. X. 1.

KESEHATAN Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Klinik, Pelayanan Kesehatan Hewan, Kegiatan Panti Sosial/Jompo, dsb PENDIDIKAN Sekolah, Pondok Pesantren, LPK, dsb. SOSIAL Taman Wisata, Terminal, dsb. BUDAYA Keraton, Museum, Sejarah, dsb EKONOMI Pasar Tradisional Kios/Los Per m2/hari Plataran Dalam pasar Per pedagang/ hari Plataran Luar pasar USAHA JASA DAN PERUSAHAAN LAINNYA INSIDENTAL Kegiatan Hiburan, Kegiatan Olah Raga dan Kegiatan Keramaian yang lainnya.

30 50 30.000 50 25.000

15 15 50 20.000

10 50 50 10.000

300.000

250.000

200.000

150.000

TABEL PENENTUAN KLAS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN PADA SEKTOR USAHA
NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 JAM KERJA 1–6 7 – 12 13 – 18 19 – 24 TENAGA KERJA 1–5 6 – 10 10 – 15 > 15 JUMLAH SKOR 7–8 5–6 3–4 1–2 SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

70

LAMPIRAN III

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO. 1. 2. 3. 4, 5. JENIS PELAYANAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keterangan Bertempat Tinggal Kartu Identitas Penduduk Musiman Kartu Keluarga (KK) Akta catatan sipil a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan Di Kantor Di Luar Kantor 100.000 125.000 150.000 60.000 100.000 50.000 20.000 150.000 175.000 250.000 100.000 150.000 100.000 50.000 WNI 5.000 10.000 5.000 WNA 75.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Ganti Nama

g. Akta Kematian Khusus pemegang PKMS Kartu Gold dibebaskan. 6. Kutipan ke-2 dst/Salinan Akta a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan

25.000 50.000 75.000 50.000 50.000

50.000 100.000 100.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Kematian

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

71

ttd JOKO WIDODO 72 . untuk kuburan umum b. untuk kuburan khusus 150.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN No Jenis Tarif 1. Untuk orang dewasa a. WALIKOTA SURAKARTA.000 50 % (lima puluh persen) dari tarif (1) 2. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun Keterangan : Khusus pemegang PKMS gold dan JAMKESMAS dibebaskan dari kewajiban retribusi.000 500.

LAMPIRAN V

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

No.

Zona

Jenis Kendaraan

Tarif Sekali Parkir
500 500 3000 5.000 8.000 10.000 500 500 2500 4000 6500 8500 500 500 2000 3000 5000 7000 500 500 1.500 2.000 3500 5500

Keterangan

1.

Zona A

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

2.

Zona B

Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

3.

Zona C

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

4.

Zona D

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

73

5.

Zona E

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

500 500 1000 1500 3000 4000

Keterangan : 1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c. 2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota. 4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

74

LAMPIRAN VI

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR No 1. Plataran Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Los Kios Jenis Tempat Besarnya Retribusi 500,-/m2/hr 300,-/m2/hr 200,-/m2/hr 0,1 ‰ TNTD 0,1 ‰ TNTD

2. 3.

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

75

000 Termasuk kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk angkutan barang 35.001 s/d 15.000 50.LAMPIRAN VII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR No 1 Beaya Uji JBB 0 s/d 2100 30.000 45.000 ke atas Gandengan Tempelan 2 Biaya penggantian buku uji rusak/ tidak terbaca (rutin dan penerbitan baru) Biaya penggantian buku uji hilang Plat Uji/ Tanda Lulus Uji Cat Samping 3 4 5 100.101 s/d 3.000 5.000 Jenis Pelayanan Tarif (Rp) Keterangan JBB 2.000 10.000 WALIKOTA SURAKARTA. ttd JOKO WIDODO 76 .000 JBB 15.501 s/d 8.000 40.000 45.500 JBB 3.000 45.000 JBB 8.000 5.

Alat pemadam kebakaran yang berisi gas.000 40.000 20. halon dan sejenisnya a. Alat pemadam kebakaran yang berisi busa. JENIS PELAYANAN I. Pemeriksaan dan pemasangan label stiker pada alat pemadam api/ kebakaran untuk konsumen atau pemilik alat pemadam kebakaran. lebih dari 20 kg s/d 150 kg b. sampai dengan 6 kg b.000 5. Penelitian gambar-gambar rencana dan pengentasan akhir pemasangan hydrant kebakaran sistem pemancar air kebakaran. hydrant dan house reel b.000 10.000 per unit per unit 5. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut : a.000 10.000 5. super busa dan sejenisnya a.000 5.LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO. Sampai dengan 25 liter b. ttd JOKO WIDODO 77 . fire alarm c. smoke detector II. sprinkler.000 per titik per titik per titik per titik WALIKOTA SURAKARTA. sprinkler d.000 10. lebih dari 6 kg s/d 20 kg c. sprinkle d. lebih dari 25 liter s/d 50 liter 2. lebih dari 150 kg 3. dan lainlain) a. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut: 1.000 per titik per titik per titik per titik 15. fire hydrant b. fire alarm c. Alat pemadam kebakaran jenis Fire Protection (fire hydrant.000 5. dry chemical powder.000 per unit per unit per unit per unit 15. smoke detector TARIF KETERANGAN 5000 10.

pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. 100.000 55. Biaya Gambar 25. pemeliharaan.000 75. pemeliharaan peta) 150. ttd JOKO WIDODO 78 .000 100. Administrasi (meliputi komputerisasi. Tu : tarif pelayanan pengukuran L : luas tanah (dalam satuan m2) Retribusi penggantian biaya cetak peta : Pelayanan pengukuran + cetak peta + biaya gambar + biaya administrasi.000 175. 1. untuk komponen belanja bahan dana honor yang terkait dengan keluaran (output kegiatan). 2 JENIS PELAYANAN Pengukuran TARIF (Rp.000 40.000. HSBku untuk tahun berjalan.000 110.000 90.000 per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan.) Tu : (L/500 x HSBku) + Rp. berwarna 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 3.000 KETERANGAN : 1.000 135. pemeliharaan.000 75.LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO. 4.000 300. berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan.- KETERANGAN Cetak Peta a. WALIKOTA SURAKARTA. 2. HSBku : harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan. penyimpanan peta. hitam putih 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 b.

000.5. Mekanik b. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.000.000.500.- 2 3 4 buah kL.000.000.000 setiap 10 kL f.75.000.300. tarif 10 meter ditambah untuk tiap 10 meter atau bagiannya dengan d.3.000.3.000.- b.10.000.150. Sampai dengan 2 L b.000. setiap 10 kL c.2.000.500.000. kL. Selebihnya dari 10. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.10.100.000 kL sampai dengan 2.000.300. ukuran panjang jenis : 1. Selebihnya dari 20.000.000.5.200. buah buah buah buah buah buah 150.000.1000.000.1.000.000. 500 kL pertama b. Roll tester 8.000.1.100.- 200.- 79 .000.000.000.000 setiap 10 kL d.000 kL sampai dengan 10. Sampai dengan 2 meter b. Bentuk Bola Dan Speroidal 1.200.10. Counter meter 7.000 kL.50.- 300. Alat ukur tinggi orang 6. setiap 10 kL Bagian-bagian dari 10 kL dihitung satu 10 kL TERA ULANG 4. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.5.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERA/TERA ULANG ALAT ALAT UTTP. Sampai dengan 500 kL 2.10.000.150.000. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR a.500. Jangka sorong 5. Salib ukur 2.150. Selebihnya dari 2.000. Mikrometer 4.100. Blok ukur 3. KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BDKT NO JENIS SATUAN BIAYA RETRIBUSI TERA A 1 ALAT UTTP UKURAN PANJANG a.10. Lebih dari 2 meter sampai dengan 10 meter c.5.000.10.200.10.000. Selebihnya dari 1.000 kL sampai dengan 20.200.8. Lebih dari 2 L sampai 25 L c.000.2.KET buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 3.300. setiap 10 kL buah buah buah buah 300.000.15.000.000.000.100. 500 kL pertama b.15.000.000 setiap 10 kL e. Sampai dengan 500 kL 2.000. kL.1.10.10. kL. Lebih 10 meter.000. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.000 setiap 10 Kl c.5.000 kL.100.5.3.000 kL.000.000.000.000. Selebihnya dari 1. Bentuk Silinder Tegak 1.000.10.10.000. Komparator ALAT UKUR PERMUKAAN CAIRAN (LEVEL GAUGE) a.000.000.000. Otomotif TAKARAN ( BASAH/ KERING ) a.

3.000. Selebihnya dari 50 kL. Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a.15.15.- 50.100.000. Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a.000.000. setiap m3/h d.5.000. Selebihnya dari 500 m3/h. Bentuk Silinder Datar 1.000.000.3.100.3.000.000.000.15.50.000. 10 kL pertama b.25.000.000.000.000.000.- 100.- buah buah buah 100.000.1. Selebihnya dari 5 kL.1.000. setiap kL Bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a.000.000.15.000.000. Gelas ukur BEJANA UKUR a. Selebihnya dari 25 m3/h sampai dengan 100 m3/h.50. setiap m3/h a.000.000.000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1.000 L e.000. 5 kL pertama b.75.10.000.15.1.000.000.75. 25 m3/h pertama b.2. Lebih dari 1. 15 m3/h pertama b.15.000.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.50.100. Kapasitas sampai dengan 5 kL 2.000.000 L Bagian-bagian dari 1. Lebih dari 500 L sampai dengan 1. Sampai dengan 25 m3/h 2.10.100.1.2.000.000.300.- - 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50.10.3.000. Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.3.- 80 . Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1. Selebihnya dari 10 kL sampai dengan 50 kL. Lebih dari 10 kL dihitung sbb : a.50.125.- - 6 buah buah buah buah buah 20.25.25. Sampai dengan 50 L b.000 L dihitung 1000 L METER TAKSI SPEEDOMETER METER REM TACHOMETER THERMOMETER TENSIMETER VISKOMETER ALAT UKUR LUAS ALAT UKUR SUDUT ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.- 300.000. setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL 5 TANGKI UKUR GERAK a.300.20.- buah buah buah buah buah buah 50.25.000.5.000. Buret dan Pipet b.10.20. setiap m3/h c.000.000.2.000. Meter Induk Untuk setiap media uji 1.50. setiap m3/h c.3.000.000.2.3.100. setiap m3/h Bagian-bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a.000.- 100.- 50.000.000.000.10.000.10.000.000. Selebihnya dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h.000. setiap m3/h d.000.000. Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur buah buah buah buah 300.50.000.125.000. Sampai dengan 15 m3/h 2.000.15.000. Selebihnya dari 500 m3/h.000.000. Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji 1. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.1.- - buah buah buah buah buah 100.100. Labu ukur.000.c.000.000.10. Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c.000.000.50.2. Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb: a. Meter Bahan Bakar Minyak a. Sampai dengan 10 kL 2.000.000.000. setiap kL c.

000.200. Selebihnya dari 50 m3/h sampai dengan 500 m3/h.000. setiap 10 m3/h c.- 100.100.000.000.- 21 22 ALAT KOMPENSASI SUHU ( ATC ) TEKANAN / KOMPENSASI LAINNYA METER PROVER a.500. Meter gas orifice dan sejenisnya ( merupakan satu system / unit alat ukur ) d. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah 50.000.000.500.000.000 m3/h.5. Meter Induk 1. Meter Kerja 1.200.000.000. 100 m3/h pertama b.- 200.150.000 L sampai dengan 10. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.75.000.000.500.000 L buah buah buah 200.000.000.150.15.000.200.000 m3/h.000. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000.000.000 m3/h.3.- 20 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.250.500.000. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h b. Lebih dari 100 m3/h b. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1.250. setiap 10 m3/h d.18 ALAT UKUR GAS a. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h c.- 81 .000.000.000.50. Selebihnya dari 2.1.000.15.30.50. Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb: a. setiap alat perlengkapan e.150. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h. Selebihnya dari 1. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1.2.- 50.000. Meter Induk 1.200.300.10.000 m3/h.50.500.000.30.500. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.200. setiap 10 m3/h c.- - 19 METER AIR a.000.2.000.000. Pompa ukur Bahan Bakar Gas (BBG) Elpiji untuk setiap badan ukur buah buah buah buah buah buah 100.000.000.000. Perlengkapan meter gas orifice ( jika diuji tersendiri).000 m3/h.50.3.000. Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000.100.5.5. setiap 10 m3/h d.50. setiap 10 m3/h e.000. Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.000.000. Meter Kerja 1.1.000. Sampai dengan 100 m3/h 2.000 m3/h sampai dengan 2.000.000. Sampai dengan 10 m3/h 2. Sampai dengan 15 m3/h 2. Meter Induk 1.- 100. Lebih dari 2. Lebih dari 10.60.000.000.000.000 L c. setiap 10 m3/h e.000.000.000.000. 50 m3/h pertama b.000.000.000.1.5.000.50.000.25.1.2.000.000. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah buah 100.000.000.300.5.000 L b. Selebihnya dari 1.50.10. Sampai dengan 15 m3/h 2.- 100. Lebih dari 100 m3/h b.50. Sampai dengan 2.000 m3/h sampai dengan 2. Selebihnya dari 2.50. Sampai dengan 15 m3/h 2.000 m3/h. Sampai dengan 50 m3/h 2.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50. Meter Kerja 1.500.

500. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 23 METER ARUS MASSA Untuk setiap jenis media uji : a.2.20. pengujian.500.10.000.1.500.12. Sampai dengan 1 kg 2. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.000 kg 1.1. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg c.000.25000. 10 kg/min pertama 2.2.15.000.7. Selebihnya dari 500 kg/min sampai dengan 1.100.50.000. Lebih dari 10 kg/min dihitung sbb : 1.11. 3 (tiga) phasa 2. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1.000. Sampai dengan 1 kg 2.000.000.500.4.15.000 kg e.000. Sampai dengan 4 alat pengisi b. Sampai dengan 25 kg b.1. setiap kg/min 5.2.1. setiap kg/min 4. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3. setiap kg/min Bagian dari kg/min dihitung satu kg/min ALAT UKUR PENGISI (FILLING SHINE ) Untuk setiap jenis media : a.500.000.- 60.500. 1(satu) phasa Meter energi listrik lainnya.20. Sampai dengan 1 kg 2.000. Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IV) a. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg 31 TIMBANGAN a. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c.500.- 82 .000.000.500. Lebih dari 1.000 kg sampai dengan 3.000.500.000.500. peneraan atau tera ulangannya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tari pada angka 26 huruf a.100.15.000.17.000.1.1.- 25 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 60.000.000. b dan c PEMBATAS ARUS LISTRIK STOP WATCH METER PARKIR ANAK TIMBANGAN a.500.000.000.500.500.4.500.000. Kelas 2 1.5 atau kelas 1 1. Sampai dengan 25 kg b. 3 (tiga) phasa 2.000.35.000 kg/min.2.000.000.000.500.500.7.000.500.1.25.20.1.000. Ketelitian halus (kelas II) a. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.1.000. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.300.7.000. 1(satu) phasa b.500.500. Sampai dengan 10 kg/min b.500.000. Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1.300. 3 (tiga) phasa 2.500. 1(satu) phasa c.6.500.000.2.000 kg 2.3.500.2. Selebihnya dari 10 kg/min sampai dengan 100 kg/min. Sampai dengan 3. Kelas 0. Selebihnya dari 100 kg/min sampai dengan 500 kg/min.2.500.200. Selebihnya dari 1.2.- 26 27 28 29 30 buah buah buah buah buah buah buah 1.000. biaya pemeriksaan.000 kg/min.20. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.15. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg buah buah buah buah buah buah buah 100. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh ) a.- 100.000.- 50.000.2 atau kurang 1. Kelas 0.7.500.000.5.- 2.50. setiap kg/min 3.18.2.5.500. Selebihnya dari 4 alat pengisi.5.7.000. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg b.Meter prover yang mempunyai 2 (dua) seksi atau lebih.10.- 24 buah buah 50. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1.

Sampai dengan 100 ton/h 2. setiap ton 2.000.50.15.450.000.10.15.500. Timbangan cepat.000 kg/cm2 3.000.000.000. setiap ton c.000.000.000.25.1. setiap komoditi b.000.000. di samping pengujian yang biasa dilakukan terhadap UTTP tertentu 3.000. UTTP. Untuk kayu dan komoditi lain. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.500. UTTP yang memerlukan pengujian tertentu. Sampai dengan 100 kg/cm2 2. kapas dan tekstil.000.000 kg e.000.000. setiap komoditi c.000.25.10.000.000.000.15.250.000.7.45.15.6. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak.- 40.000.000 kg/cm2 PENCAP KARTU OTOMATIS (Printer Recorder) METER KADAR AIR a. Alat ukur tekanan darah c.10.000. bobot ingsut dan timbangan pegas yang kapasitasnya sama atau lebih 25 kg b.000. Timbangan milisimal. Lebih dari 1.000 kg/cm2 3. yaitu : a. desimal. Lebih dari 1.000.15.000. dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam Biaya penelitian dalam rangka izin type dan izin tanda pabrik atau pengukuran atau penimbangan lainnya yang jenisnya tercantum pada point A Biaya tambahan 1.24.300.000.7.000. Timbangan elektronik untuk semua kapasitas 2.000.- C buah buah buah buah buah buah buah 5.15.50.000 kg sampai dengan 3.000.000.000.c.15.10.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 10.10.000.400.000.000. setiap komoditi Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 34. Lebih dari 500 ton/h 32 ALAT UKUR TEKANAN a. Ketelitian sedang dan biasa. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d. Lebih dari 1.100. atau benda/ barang bukan UTTP. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.30. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1. pengisi (curah) dan timbangan pencampuran untuk semua kapasitas c.7.10. Lebih dari 1.000.000.22. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.000 kg 3.500. Lebih dari 3.000.50. Timbangan ban berjalan 1. Dead Weight Testing Machine 1.15.- 5.000. Ketelitian (khusus) dan halus.500.000. Lebih dari 100 ton/h sampai dengan 500 ton/h 3.000. UTTP yang ditanam 4.50.15. Pressure Calibrator e.15. UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus 5. termasuk anak timbangan.000 kg/cm2 d.30.000 kg/cm2 b.000.15. Sampai dengan 100 kg/cm2 2. Manometer Minyak 1. UTTP yang memiliki konstruksi tertentu.150.000.000.15.000. Pressure Recorder 1.20.000.- 10.20.000 kg/cm2 3.30.000 kg 1.20.000. Untuk biji-bijian mengandung minyak.000.000.000.- buah jam 5.25. Ketelitian khusus (kelas I) b.- 83 .000. yang tidak ditanam tetapi terkumpul dalam suatu tempat dengan jumlah sekurangkurangnya lima alat buah buah buah buah buah buah buah buah buah 21.10. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.50.25.000. sentisimal.25.40.000.000.000.

000.200. termasuk anak timbangan. Biaya sertifikasi/ surat keterangan b.6.000.000.- F WALIKOTA SURAKARTA.000. UTTP.10. ttd JOKO WIDODO 84 .350. Sampai dengan 500 kL 2. Biaya pembuatan tabel TUT : 1.000.- buah 300% dari tarif tera jam lembar buku buku 10. yang tidak ditanam tetapi tetapi terdapat di tempat UTTP yang ditanam atau terdapat di tempat UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus D E BIAYA KALIBRASI BIAYA PENGUJIAN BDKT Pengujian dilakukan per jenis BDKT per isi nominal Setiap jam SERTIFIKASI DAN TABEL a. Lebih dari 500 kL buah 1.

200 1.200 1.500 1. d.200 1.250 1.200 1. Tata Niaga (per jam/sisw a) a. b.000 Bahasa (per ja m/sisw a) : a.Of f ice Dasar MS.000 2. ttd JOKO WIDODO 85 .200 1. d. Dbase Interaktif dan Progra m MS.500 5. g.200 1. c.250 1.250 1.LAMPIRAN XI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PENDIDIKAN A.250 1.200 1. Bahasa Jepang Ko mputer (per ja m/sisw a) : a. Men jah it dasar b. Men getik Ting kat Dasar Admin istrasi Per kantoran Akuntansi Dasar I Sekretaris 1. 2.500 1.500 1. Aneka Kerajin an (per ja m/sisw a) : a.250 1. Jasa Latihan Ketra mpilan di Ba lai Lat ihan Kerja Pelat ihan : 1.Of f ice Lanjutan Ko mputer Akuntansi Tekn isi dan Perakitan Perang kat Ko mputer Internet 4. d.500 1.000 3. c.500 2. e. c.200 1. h.200 1. b. c. f.500 1. Men jah it lan jutan Bordir dasar Ukir kayu Sablon WALIKOTA SURAKARTA. f. Basic En glish Course b. e. d.500 1. j. e. En glish For Hotel Staf En glish For A Shop Assistant En glish For Travelling En glish For Restaurant En glish For Gu ide Special Conversation Class En glish For Job See kers En glish For Children 3. i.

LAMPIRAN XII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI Tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dihitung dengan cara penjumlahan bobot peruntukan tata ruang. bobot jenis penggunaan menara dibagi jumlah keseluruhan koefisien bobot dikalikan 2 % (dua per seratus) NJOP Tanah dan Bangunan dengan rumus sebagai berikut : Jumlah Retribusi yang Terutang = {(Bobot Peruntukan Tata Ruang + Bobot Keamanan + Bobot Jenis Penggunaan) : 13} x 2 % NJOP Tanah dan Bangunan. bobot keamanan. ttd JOKO WIDODO 86 . WALIKOTA SURAKARTA.

3 % x NJOP TARIF RETRIBUSI KETERANGAN Dilelang m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per tahun m2/ per tahun m2/ per tahun 6 % x NJOP 3% x NJOP Rp 1. dan sejenisnya 8. Kelas C a. Kelas C 3 Pemakaian Ruang di atas saluran 1.5. PKL. untuk pemasangan sarana reklame media luar LOKASI a.Rp 2. Kelas B c.Rp 1. Jualan.200. di titik lokasi zona A c. Usaha Sosial 2. Sewa Tanah TPA 2 Lapangan 1. Kelas A b.1 % x NJOP 1 % x NJOP 6 % x NJOP 0. di titik lokasi zona C 2. Kelas B c. untuk tempat tinggal 3.- m2/ hari m3 m2/ bulan Max 300 m2 m2/ kegiatan m2/ kegiatan m2/ kegiatan 87 .Rp 500.LAMPIRAN XIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 OBJEK Tanah milik pemerintah daerah PENGGUNAAN 1.5. komersial b.2 % x NJOP m2/ jam m2/ jam m2/ jam m2/ bulan m2/ bulan a.2 % x NJOP 0. Kelas A b.Rp 210. di titik lokasi zona B d.000.Rp 280. tempat.- m2/Per tahun m2/Per tahun m′/ per tahun 3 % x NJOP m2/ per tahun Rp 200. Selain eks kuburan b. sosial 5. Tanah Galian 9. strategis b.5% x NJOP 0. Eks kuburan 0. Usaha Komersial Rp 2. Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) 7.Rp 10. limbah dan sejenisnya 6.0. titik lokasi.Rp 140.Rp 300. Sosial dan Olahraga a. Kegiatan Umum 2. untuk bercocok tanam 4. untuk usaha : a. Pemasangan fasilitas/ sarana.

Gedung Pertemuan lainnya 1) Golongan I 2) Golongan II 3) Golongan III Tarif mengikuti aturan kios Tarif mengikuti aturan rusunawa Tarif mengikuti aturan lapangan Rp 6. 1 perangkat gamelan. lantai dasar (penjelasan – untuk difable) b.000. Golongan III 4. AC) – penggunaan untuk kepentingan umum 6. Gedung Sekolah/ Eks Gedung Sekolah/ Gedung Serba Guna 5.000 per hari Rp 1. lantai III e. Golongan I 2. Golongan IV (untuk kios di tempat rekreasi) 5. Pendapi Gedhe b. lantai I c. Shelter PKL 5 Kios 1. Tawang Arum c. 300 kursi. Rusunawa Tempat tinggal a. screen LCD.000.000 per hari/ kegiatan Rp 1.000 per hari Rp 200.000. Lantai 6 Tawang Praja d.000. c : sound.Rp 90. Bus sedang (25 penumpang non AC) a. Untuk Tempat Tinggal c. Untuk Sarana OlahRaga a.000.800.3 % x NJOP m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan a. Golongan II 3.Rp 70.Biaya listrik dan air dibebankan kepada penyewa Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan 4.- Dilelang Perkamar/bulan Rp 100. luar kota Rp 2.000.500. Untuk Usaha b.000.Rp 80.4 Pemakaian Gedung/ Bangunan 1.2 % x NJOP 1 % x NJOP 0. Rumah Khusus/ Sosial 3.5 % x NJOP 1.000. b.000 per hari Rp 100. Rumah Milik Pemerintah 2. lantai IV Rp 50.000. Gedung Pertemuan (fasilitas untuk point a. Golongan V (untuk kios di tempat rekreasi) 6 Pemakaian Kendaraan 1. dalam kota Rp 100.Rp 100.- Per 6 jam* * harga sewa bus belum termasuk BBM dan pengemudi Per km** ** harga termasuk BBM dan pengemudi b.000 per hari/ kegiatan Rp 4.000 per hari/ kegiatan Rp 400.5 % x NJOP 0. lantai II d.000 per hari/ orang 1.- 88 .

000.000 *Tarif sewa alat berat belum termasuk BBM dan operator/driver 89 .000 Rp 100.000 Rp 100.- Rp 60. Toilet Container Rp 400. 4 Mobil Pompa Pemadam Kebakaran a.000.Rp.- 3. ukuran 6.- per jam (minimal 5 jam) Rp 50. bantuan khusus pertunjukkan yang bersifat komersial kepada swasta b. dalam kota b. bantuan khusus pemompaan tanpa bantuan penjaga termasuk penggantian harga bahan bakar selama berlangsungnya pemompaan Rp 100. Tandem Roller 4..000 Rp 360. .000.. luar kota Rp 30.2.000 per tangki Rp 150.000... Sky Walker a.8 ton Rp 100. Mobil Jenazah (dalam perhitungan) a. Back Hoe 6.000 Rp 75.. bantuan pemompaan selama berlangsungnya bantuan penjagaan tersebut pada huruf a dan b d... Dump Truck 2. Bis Tingkat Wisata Sewa Rp.8 ton b. 800. bantuan penjagaan yang bersifat non komersial kepada swasta dan instansi Pemerintah Kota Surakarta c. ukuran < 6.000.- per tangki 7 Pemakaian alatalat berat 1.000 Rp 130.000.- Paket 1 x kali perjalanan wisata maximal 3 jam 1 x jalan Perjalanan wisata per orang Khusus pemilik kartu PKMS gold dan Jamkesmas dibebaskan dari retribusi per jam (minimal 5 jam) Rp.000 Per hari/ 7 jam* (tarif dalam kota) Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Max 7 jam* selebihnya ditambah 20 %/jam Per hari/ 7 jam* 1 x 24 jam* 5. 20. Mesin Gilas 3.

000. berat 6 s/d 10 kg a.500.000 9 10 11 Rp 4. kolam semi permanen 2. berat 1 s/d 5 kg 2.Rp 3.- Tarif adalah jasa sarana ditambah jasa pelayanan WALIKOTA SURAKARTA. kolam permanen Kios Ikan non fasilitas Kios Ikan dengan fasilitas Balekambang 1.000 Rp 300. jasa sarana b.Rp 9.000. ttd JOKO WIDODO 90 .000. jasa pelayanan a.Rp 6.8 Pemakaian kolam ikan Pemakaian Depo Ikan Pemakaian Pasar Ikan Pemakaian insenerator atau pembakaran sampah pada klinis (dari luar RS) 1. jasa sarana b. jasa pelayanan Rp 750 Per m2/ bulan Per bak/bulan Per kios/bulan Per kios/bulan dilelang Rp 75.000 Rp 500.

tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan Type A Type B Type C Bus Ekonomi (AKDP) 3. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.15.000.-/ m2 per hari 180. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.- Angkutan Antar Jemput 2.500.LAMPIRAN XIV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERMINAL Jenis Retribusi Bus non ekonomi (AKAP/AKDP) Bus ekonomi (AKAP) Pelayanan yang diberikan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir di fasilitas parkir Parkir jalur istirahat Tarif 5.000.- Keterangan 1 x masuk Max 2 jam.- Bus Pedesaan 1.-/ m2 per hari 150. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.500.000.250. tempat duduk.000. ttd JOKO WIDODO 91 .000. pusat informasi Bus Besar Bus Kecil Fasilitas penitipan barang 2. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. penerangan.000.10.- Angkutan Kota/ Perkotaan 500.-/ m2 per hari Sewa Loket Bus Malam Jasa Ruang Tunggu Cuci Bus Jasa Penitipan Barang Tempat penjualan karcis bus/non-bus Ruang tunggu.-/kg Per hari 1 x masuk Per bus Per bus Per Hari WALIKOTA SURAKARTA.- Sewa Kios Tempat usaha dagang dan kebersihan 220.

tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. Taman c. Pelataran Jenis kendaraan Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Tarif sekali Parkir (Rp) 500 500 1.000 2. Pasien rumah sakit tidak dikenakan tarif progresif b.000 4.LAMPIRAN XV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR Jenis tempat a. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.000 4. Pedagang pasar.000 500 1.000 4. Tempat Ibadah.000 2. Khusus untuk : Anak sekolah. Gedung WALIKOTA SURAKARTA. Untuk bongkar muat (pasar) dikenakan tarif progresif tiap 2 jam.000 8. tiap 12 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. Karyawan toko. Dikecualikan bagi terminal dan pasar tradisional satu kali parkir maksimum 12 jam. ttd JOKO WIDODO 92 .000 Keterangan Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam.000 8.000 2.000 500 500 1.

00 Jam 13.00 50.000 Jam 13.) WALIKOTA SURAKARTA.00 – 13. 1 JENIS TEMPAT Kamar Biasa a.00 – 13. hari biasa b.000 250. hari biasa b.000 URAIAN TARIF (RP. hari biasa b.00 150. ttd JOKO WIDODO 93 .000 50.00 Jam 13. hari libur 2 Kamar Moderat a.00 – 13.000 75. hari raya dan tahun baru Jam 13.LAMPIRAN XVI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT PENGINAPAN/PESANGGARAHAN/VILLA NO.00 Jam 13.00 – 13.000 Jam 13.00 – 13. hari libur 3 Villa a.00 – 13.00 30.

4.-/Ekor 20.000.000. 1.-/Ekor 1.500.LAMPIRAN XVII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN NO.-/Ekor 50. JENIS TERNAK Sapi/Kerbau/Kuda Babi Kambing/Domba Unggas/Ayam TARIF 25. 3. 2. ttd JOKO WIDODO 94 .-/Ekor WALIKOTA SURAKARTA.

I..00 1. Karcis kelas I Per orang 1.Per m2tiap hari III. sewa gedung wayang orang 1 x pemakaian .LAMPIRAN XVIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA NO.malam hari 400.Per m2 tiap hari Karcis Parkir Sepeda 500.mulai 18.00 – 18. 3. Karcis kelas II/ Balkon d.000.Per m2 tiap hari .hari biasa 1 x pentas 1.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Pancingan 2..Sekali parkir Karcis Parkir Bus 5.Per hari Wayang Orang Per orang 3. Umum .Sekali parkir Karcis Parkir Mobil 2.mulai 18.00 – 07.500.000.00 – 07.00 500.Sekali parkir KA Kelinci 2.untuk sosial 1 x pemakaian 500. 9.mulai jam 07.000.Per m2/6 jam* .000. Persewaan Los Keliling Joglo .000. FASILITAS DALAM TAMAN BALEKAMBANG 1.mulai jam 07.000.000.1 x masuk (hari biasa) 1x masuk (hari libur/ hari besar) 1000. 5.untuk komersial 1.00 300.b.Per m2 tiap hari FASILITAS DALAM TAMAN WISATA SRIWEDARI Karcis Masuk 500.000. 6. Borongan wayang orang 1 x pentas 1.Kurang Strategis 500.Strategis 1000.000. TARIF URAIAN (Rp.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Perahu 2.000.c.000.500. 7.malam minggu e.000.Pada hari-hari tertentu kartu bebas tidak berlaku Karcis Jualan 500.a.000.malam hari 750.hari libur 200.000. 95 .Belum termasuk beaya penambahan listrik . 11.) PEMANFAATAN LAHAN DALAM TAMAN WISATA DAERAH Pemanfaatan Lahan . 12.000. 8.000.Tidak Strategis 300.00 400.Per orang per 2 jam Sewa Kolam/ Segaran 300.00 – 18.hari biasa 100. 4.siang hari Persewaan Gedung Joglo .000. 2. 1.Per m2 tiap hari .000. 1. 10.siang hari .Sekali parkir Karcis Parkir Sepeda Motor 1.000.JENIS PUNGUTAN II.500. Karcis utama/VIP Per orang 1.Per m2 tiap hari . Pemanfaatan Lahan a.Per m2/6 jam* 13.

600.malam b. Balai Apung Kolam Sepeda Air Taman Reptil Outbond a. ttd JOKO WIDODO 96 .000.hari libur 50. 5.siang .000. 4. Sewa Peralatan low rope 350. lebih dari 6 jam dikenakan tarif tambahan 2.100.1.000. Open Stage . Gedung a.IV.000.000.200. 6.000.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam b.200.000.- Per m2/6 jam* Per m2/6 jam* * untuk luas minimal 1000 m2 Kurang dari 6 jam dihitung 6 jam.000.Per jam WALIKOTA SURAKARTA.000.malam c. Sosial . LAPANGAN TENIS BALAI ISTIRAHAT MALIAWAN Sewa Lapangan Tenis 15.750. 500.750.000. Balai Tirtoyoso d.500. Gedung Kesenian .siang .hari biasa .500. Sewa Peralatan high rope 1.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 3.b.

000 30.000 10.000 5.000 30.000 120.000 7.500 10.500 10.000 13.000 80.3 Ikan 3 – 5 Ikan 5 – 7 Ikan 7 – 9 cm cm cm cm 5.500 10.Belimbing 1 meter okulasi Harga 6.000 Keterangan 2 Bibit Buah WALIKOTA SURAKARTA.000 10.LAMPIRAN XIX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH a.000 4.000 7.000 50.000 15.000 20.500 15.000 1. ttd JOKO WIDODO 97 .000 20.000 40.000 2.) Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ikan 1.000 20.000 55.000 3.000 6.000 5.000 17.000 4.500 7.000 7.000 15.000 5.000 10.000 12. Tarif Retribusi Penjualan Benih Ikan dan Ikan Konsumsi NO JENIS IKAN HARGA BENIH IKAN PER 100 EKOR (RP.000 30.000 7.Anggrek dendrobium Remaja . Tarif Retribusi Penjualan Bibit Tanaman No 1 Komoditas Tanaman Hias Jenis Tanaman .Anggrek dendrobium berbunga .000 25.000 20.000 15.000 - HARGA IKAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nila Merah Nila Hitam Lele Gurame Tombro Karper Tawes Koki Komet Moly biasa Moly Balon Koi Menyesuaikan harga pasar b.Mangga 1 meter okulasi .500 12.

Lt.841 2.874 30 x 1. Taman c. Aspal 2.493 Lt. Lt.602 1.439 15 x 1. Lt.712 1.440 14 x 1.671 23 x 1. 24. 8. Saluran Nilai Bangunan/ m2 1. Lt.560 7.594.352 12 x 1.679.141 Lt.034 1.120 4 x 1. 7.LAMPIRAN XX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN No Jenis Bangunan Klas Bangunan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 3 Pagar Depan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 7 Fasilitas a.232. Lt.291 10 x 1. Lt. 98 .918 350. Lt.712 504.323 11 x 1.460 16 x 1.399.613 21 x 1. Conblok b.700 24 x 1.883 Bagi bangunan bertingkat lebih dari satu lantai dikalikan koefisien nilai bangunan 1 x 1. Lt. 5.912.729 25 x 1.917 52.381 13 x 1.263 9 x 1.642 22 x 1.584 20 x 1.391 Lt.526 18 x 1.895 33.903 Keterangan 1 Bangunan Gedung Tidak Bertingkat 2 Bangunan Gedung Bertingkat 420.594. 27.) 27. 1. Lt. 447 Lt.090 3 x 1.474 39. Lt. Lt. 33.841 4 Pagar Samping/ Belakang 5 Rumah Permanen 6 Rumah Permanen Bertingkat/Loteng 61.250 Lt. 29. Lt.135 5 x 1. Lt.197 7 x 1.362 8.094 489.834 Lt. Lt.083 Lt.522 1.555 2.034 1.569 Lt.067 Tarif Retribusi/ m2 (Rp.497 17 x 1.000 2 x 1.069 46. Lt. Tempat Parkir 1.162 6 x 1.787 27 x 1.816 28 x 1. Lt.679.555 19 x 1.855 408. Lt.758 26 x 1. Lt.845 29 x 1.474 Lt.000 25. Lt. 926 Lt.895 Lt.912.236 8 x 1.

420.75% = Rp.47 x 1. 24. 1.75% = Rp.22 x 85 = Rp.74 x 85 = Rp.127.594.199.636. 420.49 x 85 = Rp.141 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG TIDAK SEDERHANA = 552.795.80 x 1.75% = Rp.80 x 1.232.03 x 1.90 x 1.474 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT SEDERHANA = 2.594.912.90 x 1.399.579.893.02 x 1.094.035.035.712.20 x 85 = Rp.035.094. 2.127.156.712. 489.232. 504.636.75 % = Rp.80 x 85 = Rp.602.035.679. 7. 11.391.85 x 1.75% = Rp.895 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2. 16.842.895 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.75% = Rp.156.474 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT SEDERHANA = 3.2% = Rp.493 115 RUMAH PERMANEN TIDAK SEDERHANA = 1.842.67 x 1. 8.156.579. 27. 408.067. 1.020.156. 7.516.75% = Rp.49 x 85 = Rp.855. 11.199.069 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 3. 29. 8. 2.883 115 PAGAR DEPAN SEDERHANA = 569.03 x 1. 1. 1.82 x 1. 33.75% = Rp.399.712.75% = Rp. 27.2% = Rp.2 % = Rp.834 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG SEDERHANA = 552.893. 1. 1.75% = Rp.636. 46.2 % = Rp.555.DAFTAR PENGHITUNGAN NILAI BANGUNAN DAN BESARNYA RETRIBUSI PER METER PERSEGI RUMAH PERMANEN SEDERHANA = 1.594.636.85 x 1.49 x 85 = Rp.2% = Rp.020. 39.602. 408.74 x 85 = Rp.67 x 1.67 x 1.49 x 85 = Rp.67 x 1.2% = Rp.594.02 x 1.75% = Rp.845 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT SEDERHANA = 2.34 x 1.362 115 PAGAR DEPAN TIDAK SEDERHANA = 569.75% = Rp.555.80 x 85 = Rp.22 x 85 = Rp.20 x 85 = Rp. 2. 33.912.516.569 115 99 .02 x 1.

75 % = Rp. b. 2. TIDAK SEDERHANA SEDERHANA : 350.395 x 1. 29.582. 1. SALURAN WALIKOTA SURAKARTA.75 % = Rp.000 x 1.41 x 1.918. 52.75 % = Rp.083 : 62.625 : 34. RUANG PARKIR a. ttd JOKO WIDODO 100 .125 : 150.96 – 15 % = Rp.75 % = Rp.42 x 85 % = Rp. 2.37 x 1. b.95 – 15 % = Rp.000 x 1.FASILITAS 1. ASPAL CONBLOK/ PAVING : 72. 61.75 % = Rp.843. 6. 926 TAMAN a.256.917. 514 3.

000.) 1. Pub.2.000.000.000. ttd JOKO WIDODO 101 .000.000.2.LAMPIRAN XXI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TEMPAT PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL NO 1 2 3 4 TEMPAT USAHA Hotel Berbintang 3 Hotel Berbintang 4 Hotel Berbintang 5 Restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka 5 Bar.500.1.500.000.per tahun TARIF (Rp.KETERANGAN per tahun per tahun per tahun per tahun WALIKOTA SURAKARTA.000. Diskotik 1.

2. Menurut Klasifikasi Jalan (Lokasi) : Klasifikasi Jalan (Lokasi) Di tepi jalan klas I Di tepi jalan klas II Di tepi jalan klas III Di tepi jalan klas IV e. 62. Keterangan 20% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 40% dari (a+b+c) 50% dari (a+b+c) Keterangan 5% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) Keterangan 40% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) Keterangan Rp.Rp. 3.750. Menurut Penggunaan Mesin : Penggunaan Mesin 1 pk – 10 pk 11 pk – 100 pk 101 pk ke atas c.000.-/ pk Keterangan Rp.LAMPIRAN XXII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Untuk setiap pemberian Izin Gangguan retribusinya diperhitungkan sebagai berikut : a. Menurut Penggolongan Usaha : Penggolongan Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar d.000.500. 500.-/m2 Rp.-/pk Rp. Menurut Luas Ruangan Tempat Usaha : Luas Ruangan Tempat Usaha 1 m2 – 200 m2 201 m2 – 500 m2 501 m2 ke atas b. Menurut Klasifikasi Gedung : Klasifikasi Gedung 1 Lantai 2 Lantai 3 s/d 5 Lantai 6 Lantai Ke Atas Lantai Dasar ditambah 10% dari (a+b+c) g. 1. 2.750. 5.500.875.Rp.000.-/ pk Rp.Keterangan Rp. 250. Biaya Pemeriksaan dan Penelitian : Pemeriksaan dan Penelitian Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar f.-/m2 Rp. 1.000.-/m2 Yang Menggunakan Sistem Shif : dikenakan 50% dari (a+b+c) 102 .

-/tahun Rp.000.h.500. ttd JOKO WIDODO 103 . 162. 62.-/tahun Rp.500.-/tahun WALIKOTA SURAKARTA. Pendaftaran Ulang : Pendaftaran Ulang Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar Keterangan Rp. 375.

.000 1 x perjalanan WALIKOTA SURAKARTA.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.000.000.300. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150. Mobil Penumpang/Taxi 10.1 x perjalanan 20.1 x perjalanan d. ttd JOKO WIDODO 104 . Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.000.000... Mobil bus kapasitas 16-27 c..1 x perjalanan 25.- 2 Izin Operasi/Trayek untuk Mobil Penumpang/Taxi Izin Insidentil a. Mobil bus kapasitas 16-27 c.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 3 15.LAMPIRAN XXIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TRAYEK NO JENIS PERIZINAN TARIF (Rp.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 250. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150..000.000.) KETERANGAN 1 Izin Trayek Mobil Bus a.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->