LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah perlu dilakukan penyesuaian pengaturan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah; bahwa kebijakan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah; Undang-Undang Gangguan (Hinder ordonantie Staatsblad 1926 Nomor 226 sebagaimana diubah dengan Staatsblad 1940 Nomor 450 ); Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

b.

c.

d.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4

5.

1

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

2

19.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 32) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5145); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta SyaratSyarat bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1987 tentang Satuan Turunan, Satuan Tambahan dan Satuan Lain yang berlaku (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3351); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor

20.

21.

22

23.

24.

25.

26.

27.

28. 29.

3

31. 39.12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1999 Seri B Nomor 8). 32. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 15 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 17 Seri E Nomor 9). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1999 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 1 Seri B). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1998 Seri A Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 1 Seri B). 35. 4 . Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). 33. 38. 36. 34. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 12 Tahun 1991 Seri B Nomor 4). 37. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). 30.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 2). 49. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 8). 41. Peraturan Daerah Kota Surakarta Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 9 Seri E). 43. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 4 Seri B). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA dan WALIKOTA SURAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 4). 48. 47. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 7 Seri D Nomor 1). 42.40. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). 45. 50. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2003 Nomor 8 Seri B). 46. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 7). 5 . 44. 51.

atau organisasi lainnya. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. perseroan komanditer. 18. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi 6 . parasarana. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 4. Jasa Usaha adalah jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. 13. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan. yang selanjutnya disingkat DPRD. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 2. serta penggunaan sumber daya alam. Daerah adalah Kota Surakarta. 7. dana pensiun. organisasi massa. adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. yayasan. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD Kota Surakarta dengan persetujuan bersama Walikota Surakarta. pengaturan. badan usaha milik negara (BUMN). firma. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. 3. organisasi sosial politik. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah dan/atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 6. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Surat Setoran Retribusi Daerah. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. persekutuan. yang selanjutnya disingkat SSRD. koperasi. 8. 15. barang. Walikota adalah Walikota Surakarta. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. 12. yang selanjutnya disingkat SKRD. 11. Surat Ketetapan Retribusi Daerah. 5. 16. barang. atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan Tugas Pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. pemanfaatan ruang. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. kongsi. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 10. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. perseroan lainnya. prasarana.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. perkumpulan. 14. 9. 17. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

Menera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku. takar. adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran Peraturan Daerah. Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dan retribusi dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi daerah. 21. BAB II OBJEK DAN GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 2 Objek Retribusi adalah : a. Pasal 3 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. keterangan. Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menurut cara yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan barang bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Barang Dalam Keadaan Terbungkus adalah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup. dan c. timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah yang selanjutnya disebut PPNS Daerah. 28. kayu. 26. yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas. 20. 22. atau bahan pembungkus lainnya.19. 24. timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. takar. gelas. atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku. 7 . dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. b. Jasa Usaha. Jasa Umum. 23. plastik. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. Tera Ulang adalah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku. 27. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai perhimpunan data objek dan subjek retribusi. kaleng. Perizinan Tertentu. yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya. 25.

g. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 5 (2) (1) (2) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. aspek keadilan. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum. Retribusi yang dikenakan atas perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c digolongkan sebagai Retribusi Perizinan Tertentu. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. h. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. d. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. k. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. Retribusi Pelayanan Pendidikan. dan l. f. Retribusi Pelayanan Pasar. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. i. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : a. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. biaya bunga. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. c. Badan yang Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Pasal 6 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa. j. e. Retribusi Tera/Tera Ulang. Retribusi Pelayanan Pemakaman. b. BAB III RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retibusi Pasal 4 (1) Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. dan biaya modal.(2) (3) Retribusi yang dikenakan atas jasa usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b digolongkan sebagai Retribusi Jasa Usaha. (2) (3) 8 . kemampuan masyarakat.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah. Paragraf 4 Khusus Pasal 11 Peserta program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Pasal 8 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. jenis pelayanan kesehatan. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. puskesmas rawat inap. ditetapkan dalam Lampiran I yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Struktur dan besaran tarif retribusi terdiri dari komponen jasa sarana dan jasa pelayanan. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BUMN.(4) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian. dan pihak swasta. puskesmas rawat inap. Puskesmas Pembantu. kecuali pelayanan pendaftaran. Unit Pelaksana Teknis Puskesmas. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 7 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan. laboratorium kesehatan. rumah sakit umum daerah. puskesmas keliling. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). laboratorium kesehatan. (2) 9 . pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan. puskesmas pembantu. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 10 (1) (2) (3) Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan. BUMD. puskesmas keliling. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan jaminan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. Struktur dan besarnya tarif retribusi pada Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta.

Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). dan tempat umum lainnya. b. taman. Pasal 14 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 13 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. Klasifikasi perkiraan volume sampah sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. dan d. perdagangan. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) diatur dengan Peraturan Walikota. c. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. sosial. Peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. Dalam hal volume sampah sulit diukur. orang yang menerima pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. rumah tangga. Pengelolaan program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir. meliputi kegiatan: a. dan industri. dan Jaminan Kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. puskesmas keliling. tempat ibadah. puskesmas pembantu. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 15 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi perkiraan volume sampah yang dapat dikumpulkan berdasarkan jenis kegiatan usaha dan intensitas kegiatan usaha. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah. maka volume sampah dimaksud dapat ditaksir dengan berbagai pendekatan antara lain berdasarkan luas lantai bangunan. puskesmas rawat inap dalam program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil.Pasal 12 (1) Dikecualikan sebagai wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). (2) (3) (2) (3) 10 .

kartu keterangan bertempat tinggal. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 19 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. 11 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil ditetapkan dalam Lampiran III yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Bagian Keenam Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 17 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. kartu identitas penduduk musiman. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan. kartu tanda penduduk b. akta ganti nama bagi warga negara asing. kartu keluarga. c. akta perceraian. Pasal 18 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terdiri atas : a.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 16 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dalam Lampiran II yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan akta kematian. akta pengesahan dan pengakuan anak. Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 21 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman. dan e. d.

Pasal 26 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) 12 . Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 25 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. penataan/penempatan. dan d. meliputi : a. b. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. kemudahan informasi. jenis kendaraan. penertiban. Jalan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. pengaturan.Pasal 22 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 adalah pelayanan pemakaman yang meliputi : a. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 24 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dalam Lampiran IV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 23 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tempat dan jenis pelayanan. Pengaturan zona parkir diatur dengan Peraturan Walikota. sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum diukur menurut zona tempat. c. dan b. dan waktu penggunaan. sifat.

dan khusus disediakan untuk pedagang. Bagian Kesembilan Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 29 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar. dan pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 31 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan atas letak. kios. kelas pasar. Pasal 30 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. zona tempat. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 32 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan berdasarkan jenis fasilitas yang terdiri dari pelataran.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dalam Lampiran V yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. los. BUMD. jangka waktu pemakaian. (2) (2) 13 . letak. zona tempat. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran VI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan pemakaian daya listrik. kelas pasar. alokasi beban biaya yang dipikul untuk menyelenggarakan fasilitas pasar. Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. luas tempat dasaran. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. los. Bagian Kesepuluh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 33 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. berupa pelataran.

pembuatan nomor uji. pemeriksaan kondisi laik jalan. Pasal 38 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. alat penangulangan kebakaran. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan besarnya tarif retribusi dibedakan berdasarkan JBB kendaraan bermotor kecuali kereta gandeng. kereta tempelan. pembuatan. bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 35 Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor diukur berdasarkan frekuensi pengujian kendaraan bermotor dan Jumlah Berat Diperbolehkan (JBB) kendaraan bermotor. Dikecualikan dari Objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah.Pasal 34 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi : a. b. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. dan sepeda motor. pemasangan dan pengecatan tanda samping. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran VII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan (2) (2) (2) 14 . pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum. Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana pada ayat (1) adalah : a. Bagian Kesebelas Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 37 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. b. c. dan d. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung. alat penanggulangan kebakaran. mobil penumpang pribadi. kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia.

dan ukuran alat pemadam kebakaran. pencetakan peta. dan pencetakan peta. jenis. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 39 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah. Pasal 42 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran. jenis. mengimpor. pengadministrasian. rumah tinggal. (3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi. 15 . dan b. pembuatan gambar. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan berdasarkan jumlah. Jasa pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran. dan ukuran alat pemadam kebakaran yang diperiksa dan atau diuji. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah. dan Pemerintah Daerah. Struktur dan besarnya tarif retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dalam Lampiran VIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan b. Bagian Keduabelas Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 41 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf i dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan.c. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 43 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan pelayanan pengukuran.

(2) 16 .Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 44 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dihitung berdasarkan penjumlahan pelayanan pengukuran. jenis. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 47 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemberian jasa pelayanan dan pembinaan. pelayanan pengujian alat-alat ukur. lamanya waktu dan peralatan yang digunakan. serta tingkat kesulitan. kapasitas ukur. takar. Bagian Ketigabelas Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 45 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf j dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran IX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. biaya gambar. timbang. dan b. dan perlengkapannya. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Keempatbelas Retribusi Pelayanan Pendidikan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 49 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf k dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pendidikan. Pasal 46 Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi: a. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 48 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dalam Lampiran X yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan biaya administrasi. takar. timbang dan perlengkapannya dan/atau barang dalam keadaan terbungkus. karakteristik. cetak peta.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan jenis pelayanan pendidikan yang diperoleh. Pasal 54 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang. 17 . Bagian Kelimabelas Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 53 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf l dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. BUMD. dan d. c. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 55 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi diukur berdasarkan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang menjadi dasar alokasi beban biaya yang dipikul oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pengendalian menara telekomunikasi. keamanan. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta. dan kepentingan umum. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pelayanan Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. b. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN.Pasal 50 (1) (2) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 58 (1) (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Usaha.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 56 (1) Besarnya tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditetapkan sebesar 2% (dua persen) dari NJOP yang digunakan sebagai dasar penghitungan PBB menara telekomunikasi. dan g. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Retribusi Terminal. Jenis Retribusi Jasa Usaha adalah : a. BAB IV PENYELENGGARAAN RETRIBUSI JASA USAHA Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 57 (1) Objek Retribusi Jasa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: a. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 59 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. e. b. f. dan/atau b. c. Retribusi Tempat Khusus Parkir. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Rumah Potong Hewan. (2) (2) 18 . Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. d. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa.

Pasal 61 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah pemakaian kekayaan Daerah. g. pemakaian kios/los diatas tanah pemerintah daerah didasarkan pada luas. waktu pemakaian. dan peruntukkannya. pemakaian gedung/bangunan didasarkan pada luas. bahan. pemakaian kendaraan didasarkan pada jarak tempuh. lokasi. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 62 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan : a. e. d. pemakaian tanah didasarkan pada lokasi. b. luas tanah. dan l. pemakaian laboratorium. Bagian Keempat Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 60 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c. waktu pemakaian dan peruntukkannya. j. lokasi. fasilitas. h. i. dan peruntukkannya. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis didasarkan pada volume sampah yang dimusnahkan. pemakaian ruang di atas saluran didasarkan pada lokasi dan luasannya. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis. pemakaian depo ikan. pemakaian alat-alat berat.(2) Keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha tersebut dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. pemakaian kendaraan. c. e. waktu pemakaian. pemakaian ruang di atas saluran. k. (3) 19 . waktu pemakaian. g. lokasi. pemakaian kolam ikan. pemakaian tanah. pemakaian gedung/ bangunan. dan peruntukkannya. pemakaian alat-alat berat didasarkan pada jenis alat berat. f. waktu pemakaian. pemakaian lapangan olahraga. dan peruntukkannya. Objek pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. waktu pemakaian dan peruntukkannya. h. pemakaian laboratorium didasarkan pada jenis alat. f. pemakaian lapangan olah raga didasarkan pada luas. fasilitas. pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah. i. waktu pemakaian. fasilitas. pemakaian pasar ikan. d. dan peruntukkannya. b. Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut.

kebersihan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas dan jangka waktu pemakaian fasilitas terminal. tempat kegiatan usaha. (3) 20 . pengawasan dan pengendalian lapangan. Pasal 65 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal. k. 3. dan pihak swasta. Objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. dan l. pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir). pemakaian depo ikan didasarkan pada biaya operasional dan biaya perawatan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. BUMN. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan jenis kendaraan. Objek. pemakaian kolam ikan didasarkan pada luas kolam. dan fasilitasnya. penerbitan dokumen. fasilitas lainnya di lingkungan terminal. dan c. yang disediakan. dimiliki. dan Subjek Retribusi Pasal 64 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Terminal. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 67 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi terdiri dari biaya-biaya penatausahaan. dan fasilitasnya. waktu penggunaan. dimiliki. jenis pelayanan. berupa : 1. BUMD. waktu penggunaan. jasa penitipan barang 4. b. penyusutan dan pemeliharaan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 63 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah ditetapkan dalam Lampiran XIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. ruang tunggu penumpang 2. jasa pencucian kendaraan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. penerangan. pemakaian pasar ikan didasarkan pada luas kios/los.j. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum.

dimiliki. BUMN. Pasal 69 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan.(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi Terminal ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran XIV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Bagian Ketujuh Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 72 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa. dan pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 70 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi tempat parkir. BUMN. Bagian Keenam Retribusi Tempat Khusus Parkir Paragraf 1 Nama. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. Objek. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan Subjek Retribusi Pasal 68 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. jenis kendaraan. (2) 21 . Pasal 73 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 71 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ditetapkan dalam Lampiran XV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan pihak swasta. dimiliki. BUMD. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan waktu penggunaan berdasarkan tarif progresif. BUMD.

Struktur dan besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XVI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dimiliki. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 75 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 digolongkan berdasarkan jenis tempat penginapan dan jangka waktu pemakaian. Pasal 77 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan. dan/atau dikelola oleh BUMN. (2) 22 . BUMD. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 78 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah dan jenis ternak yang dipotong. dan pihak swasta. dimiliki. Bagian Kedelapan Retribusi Rumah Potong Hewan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 76 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 74 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jangka waktu pemakaian fasilitas tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 79 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ditetapkan dalam Lampiran XVII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.

Pasal 81 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 adalah pelayanan tempat rekreasi. dan b. Pasal 85 (1) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 83 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ditetapkan dalam Lampiran XVIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pariwisata. dimiliki. dan olahraga yang disediakan. dan pihak swasta. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan olahraga yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dimiliki.Bagian Kesembilan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 80 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. BUMD. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat rekreasi. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 82 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah frekuensi pemanfaatan tempat rekreasi dan olah raga. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari. pariwisata. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang. BUMN. (2) (3) 23 . Jenis pelayanan dan fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Bagian Kesepuluh Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 84 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah.

b. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah : a. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. BAB V PENYELENGGARAAN RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 88 (1) Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ditetapkan dalam Lampiran XIX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 89 (1) (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang bersangkutan dari Pemerintah Daerah. Retribusi Izin Trayek. dan d. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 86 (3) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume penjualan hasil produksi usaha daerah. BUMD. barang. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. dan d. termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. bibit ternak. hasil produksi usaha daerah lainnya. dan pihak swasta. sarana. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi oleh Pemerintah. b. BUMN.(2) Hasil Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. penggunaan sumber daya alam. bibit tanaman. c. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. c. (2) 24 . prasarana. benih ikan. Retribusi Izin Gangguan.

Bagian Keempat Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 91 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. koefisien luas bangunan (KLB). pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut.090 1. dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB).236 1. pengawasan di lapangan.263 (3) 25 . Koefisien lantai bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai 1 2 3 4 5 6 7 8 1. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 93 (1) (2) (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Mendirikan Bangunan diukur dengan menggunakan faktor luas lantai bangunan.162 1. dan fungsi bangunan. penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. Faktor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bobot koefisien. dan cagar budaya. kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang.135 1.Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 90 (1) (2) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian ijin yang bersangkutan. Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. koefisien ketinggian bangunan (KKB). dan b.000 1. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah. penegakan hukum. Pasal 92 (1) (2) Objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan.120 1.197 1. jumlah lantai bangunan. Biaya penyelenggaraan pemberian ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penerbitan dokumen izin.

352 1. Bagian Kelima Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 95 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol.440 1.460 1.497 1. Pasal 96 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. restoran dengan talam kencana dan talam selaka.816 1. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 94 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditetapkan dalam Lampiran XX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.584 1.845 1.787 1. bar.700 1.526 1.729 1. Tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.291 1.758 1.642 1.555 1.874 1.671 1.Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai (4) 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1.613 1. hotel berbintang 3.903 Tingkat penggunaan jasa dihitung sebagai perkalian koefisien sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan c.323 1. 26 . 4.381 1. dan 5. b. termasuk pub dan diskotik.439 1.

keselamatan. indeks lokasi. memelihara ketertiban lingkungan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 102 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. indeks modal dikalikan tarif dasar retribusi izin gangguan. Bagian Keenam Retribusi Izin Gangguan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 99 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Gangguan. (2) 27 . Pasal 100 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya. termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban. atau kesehatan umum. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan wilayah tempat penjualan minuman beralkohol. kerugian dan/atau gangguan. dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 101 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas ruangan tempat usaha.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 Tingkat penggunaan jasa Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol diukur berdasarkan kriteria tempat penjualan minuman beralkohol. indeks gangguan.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 106 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan jumlah dan jenis kendaraan penumpang angkutan umum. 28 . BAB VI PENINJAUAN TARIF Pasal 107 (1) (2) (3) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. Pasal 104 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 105 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan dan jenis angkutan penumpang umum. Jumlah izin yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada pola jaringan trayek dan wilayah operasi yang diatur dengan Peraturan Walikota. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian.Bagian Ketujuh Retribusi Izin Trayek Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 103 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Trayek. Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota.

29 . Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didahului dengan Surat Teguran. dan kartu langganan. kupon. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. BAB VIII MASA RETRIBUSI Pasal 109 Masa retribusi sebagai batas waktu pemanfaatan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah ditetapkan menurut struktur tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian dan penyampaian SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. Hasil pemungutan retribusi merupakan pendapatan Daerah dan harus disetor ke Kas Umum Daerah. BAB IX PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 110 (1) (2) (3) Retribusi dipungut dipersamakan. Pasal 111 (4) (5) (6) (1) (2) Tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota.BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 108 Retribusi yang terutang dipungut di Daerah dan wilayah tempat kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah. Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota.

Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi suatu keputusan. Bagian Ketiga Keberatan Pasal 113 (1) (2) (3) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Pasal 115 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi. menolak. Pasal 114 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasanalasan yang jelas. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan.Bagian Kedua Pemanfaatan Pasal 112 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. (2) (4) (5) (2) (3) (4) (2) 30 . Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan.

(4) (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan pembayaran. Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. (3) (4) (5) (6) (7) 31 . Walikota atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi. sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). SKRD. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. Walikota menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran retribusi yang terutang paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah saat terutangnya retribusi. tempat pembayaran. Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. Pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Pasal 116 (1) (2) (3) Setiap wajib retribusi wajib membayar retribusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi oleh wajib retribusi berdasarkan peraturan perundang-undangan. angsuran. Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan. TEMPAT PEMBAYARAN.BAB X PENENTUAN PEMBAYARAN. atau b. dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan. Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. BAB XI PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 117 (1) (2) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. harus memberikan keputusan. dokumen lain yang dipersamakan. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. dan penundaan pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut.

Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 119 (1) (2) (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar ditagih dengan menggunakan STRD. Jumlah kekurangan retribusi yang terutang dalam STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya retribusi. Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi.BAB XII PENAGIHAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Surat Tagihan Retribusi Pasal 118 (1) Walikota dapat menerbitkan STRD jika: a. Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi. Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. SKRD. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan Surat Teguran. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi. baik langsung maupun tidak langsung. wajib retribusi dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. atau b. STRD. dan b. retribusi dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. Surat Keputusan Pembetulan. dan Surat Keputusan Keberatan. diterbitkan Surat Teguran. yang menyebabkan jumlah retribusi yang harus dibayar bertambah merupakan dasar penagihan retribusi dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. BAB XIII KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 120 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. (2) (2) (3) (4) (5) 32 .

STRD. (2) Walikota dapat : a. mengurangkan atau menghapuskan sanksi administratif berupa bunga. Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mengurangkan atau membatalkan STRD. PENGURANGAN. Pengurangan dan keringanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan melihat kemampuan wajib retribusi. retribusi 33 . b. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administratif dan pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. d. dan kenaikan retribusi yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi. pengurangan. BAB XV KERINGANAN. c. dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 123 (1) (2) (3) Walikota berdasarkan permohonan wajib retribusi dapat memberikan pengurangan. membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan retribusi yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak sesuai dengan tata cara yang ditentukan. Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 122 (1) Atas permohonan Wajib Retribusi atau karena jabatannya. BAB XIV PEMBETULAN. dan pembebasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. atau SKRDLB yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan retribusi. atau SKRDLB yang tidak benar. dan e. Tata cara pemberian keringanan.Pasal 121 (1) (2) (3) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. denda. mengurangkan atau membatalkan SKRD. keringanan dan pembebasan retribusi. PENGURANGAN KETETAPAN. mengurangkan ketetapan retribusi terutang berdasarkan pertimbangan kemampuan membayar Wajib Retribusi atau kondisi tertentu objek retribusi. Walikota dapat membetulkan SKRD. PEMBATALAN. STRD.

melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian. e. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. b. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka. menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka. Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. g. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. f. mengambil sidik jari dan memotret seseorang. serta dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. d. sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota. BAB XVIII PENYIDIKAN Pasal 126 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. (2) (3) (2) (3) 34 . Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.BAB XVI PEMERIKSAAN Pasal 124 (1) Walikota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya dugaan tindak pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah. dan/atau c. c. memberikan keterangan yang diperlukan. BAB XVII INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 125 (1) (2) (3) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. melakukan penyitaan benda atau surat.

10. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). 4. 3. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. 8. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. 2. 7. mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Pejabat Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut pada penuntut umum. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). 5. 35 .h. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). BAB XIX KETENTUAN PIDANA Pasal 127 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 128 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku. 9. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). 6. maka retribusi yang masih terutang berdasarkan : 1. tersangka atau keluarganya.

4. 2. Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). masih dapat ditagih dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. 11. sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 8. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2001 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2004 Seri C Nomor 2). BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 129 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku : 1. 10. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2002 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelengaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2003 Seri B Nomor 4).11. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2002 Seri B Nomor 4). 3. 36 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2002 Seri B Nomor 5). Taksiran Nilai Tempat Dasaran (TNTD) Pasar disesuaikan mulai berlaku sejak 1 januari 2012. (2) (3) Tarif Parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir mulai berlaku sejak 1 januari 2012. 9. 6. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). sejak saat terutang. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 Seri B Nomor 1). 5. 7.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). 5. 2. 14. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2000 Seri B Nomor 1). 8. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 Seri B Nomor 4). (2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1. 7. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Perlindungan Pasar Tradisional (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 13 Tahun 1999 Seri B Nomor 7) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). sepanjang ketentuan pengaturannya masih berlaku. 13. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 23 Tahun 1999 Seri B Nomor 11).12. 4. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 1999 Seri B Nomor 12). 17. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). 6. 18. 15. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). kecuali ketentuan yang mengatur tentang tarif retribusi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2001 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2003 Seri B Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 3. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1999 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). 37 . 16. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2004 Seri E Nomor 9).

(3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Walikota. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 10. 11. Ttd JOKO WIDODO Diundangkan di Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURAKARTA Cap & ttd BUDI SUHARTO LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7 38 . Ditetapkan di Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA SURAKARTA. 12. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta. Agar setiap orang mengetahuinya. 9. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7).Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). Pasal 130 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

wewenang tersebut harus dilaksanakan secara proporsional. serta untuk memberdayakan infrastruktur retribusi daerah supaya lebih akuntabel. maka dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. seperti pengelolaan aset daerah. tetapi Pemerintah Daerah tidak boleh begitu saja menetapkannya sebagai obyek retribusi daerah. maka telah ada semacam panduan dalam kerangka hukum untuk penyelenggaraan retribusi daerah tersebut. ada kemungkinan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor-sektor tertentu yang selama ini tanpa kendali hukum yang jelas menjadi obyek pemungutan dalam bentuk retribusi daerah. artinya walaupun seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara normatif dapat dikategorikan sebagai sumber pemungutan. transparan. yang pada akhirnya mendorong kreativitas dan penciptaan strategi pembangunan yang berbasis kemandirian daerah untuk pengembangan sumber pendapatan daerah. Untuk memberikan kerangka legal yang tegas dan jelas. Pilihan hukum demikian di samping untuk efisiensi dan efektivitas penetapan kebijakan. 39 .PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. Salah satu pilihan hukum terkait dengan peraturan daerah ini adalah diaturnya secara komprehensif jenis dan obyek retribusi daerah beserta tata cara pemungutannya ke dalam “satu paket” pengaturan. Pada sisi lain. akan tetapi juga karena bersangkut paut dengan pemberian beban kepada masyarakat. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Namun. Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan benar-benar dampak kebijakan baru tersebut. Oleh karena itu. Tidak saja karena retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). efisiensi birokrasi. UMUM Wewenang Daerah untuk mengadakan retribusi daerah merupakan wewenang yang sangat penting. dan tertib administrasi. Hal ini untuk menghindarkan timbulnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang tidak efisien serta berpotensi memunculkan tindakan ekonomi berbiaya tinggi. jika mencermati undang-undang tersebut. dan sebagainya. makin lama nampaknya sedapat mungkin pelayanan pemerintahan dan pembangunan harus minimal dalam pemungutan sebagai beban kepada masyarakat. yang intinya adalah membatasi sektor-sektor pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang dapat menjadi obyek pemungutan. juga untuk memberikan panduan yang terarah demi keberhasilan penyelenggaraan retribusi daerah itu sendiri. Harus diakui bahwa salah satu dampak pemberlakuan peraturan perundang-undangan tersebut adalah makin ketatnya penetapan sifat dan penetapan retribusi daerah. yang justru bertentangan dengan semangat desentralisasi kewenangan itu sendiri.

Jika penyusunan Peraturan Daerah itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas 40 . di samping tunduk kepada mekanisme evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri dan pembatalan oleh Presiden. Peraturan Daerah ini diharapkan memenuhi standar penyusunan norma-norma penyelenggaraan retribusi daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyusunan Peraturan Daerah merupakan hal yang penting. II. (iii) tersedia sarana dan prasarana pemungutan. mengingat undang-undang mengisyaratkan supaya penyelenggaraan retribusi sesuai regulasi yang baru dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2011. yaitu (i) tidak bersifat sebagai pajak. jenis alat yang digunakan. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa meliputi jenis pelayanan yang diperoleh. dan (iv) menjadi salah satu bentuk aktivitas Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. tingkat kesulitan. untuk Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) hanya jasa pelayanan. (ii) secara kuantitatif berpotensi untuk memberikan pendapatan. juga dimungkinkan bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).Dengan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. maka ditetapkan pemungutan sebagai obyek retribusi daerah sepanjang memenuhi kriteria. kelas perawatan Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Yang dimaksud pembayaran melalui klaim adalah penagihan pembayaran retribusi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta atas pelayanan kesehatan yang diterima peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil.

Yang dimaksud Pemerintah adalah pemerintah pusat. Yang dimaksud tempat umum lainnya adalah tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Yang dimaksud sosial adalah panti asuhan dan panti jompo yang dikelola oleh Pemerintah Daerah.Ayat (2) Yang mengambil klaim Dinas Kesehatan. Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas 41 .

peta tematik. peta digital. peta foto. seperti peta dasar (garis).Pasal 34 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Yang dimaksud penggantian buku uji adalah penggantian rutin dan penggantian kehilangan. Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Ayat (1) Yang dimaksud pendidikan adalah kursus dan pelatihan. dan peta teknis (struktur). Ayat (2) Cukup jelas 42 . Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Yang dimaksud peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah.

Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Yang dimaksud pemakaian ruang di atas saluran adalah pembangunan bangunan gedung di atas/dan atau di bawah tanah. dan atap yang sifatnya tetap atau permanen sebagai tempat berjualan barang atau jasa. dan/ atau prasarana dan sarana umum. Huruf e Yang dimaksud kios adalah tempat berjualan selain di wilayah pasar dan terminal yang diijinkan dan dipisahkan antara satu tempat dengan yang lain mulai dari lantai. Huruf f Yang dimaksud laboratorium bukan termasuk laboratorium kesehatan Huruf g Cukup jelas Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas 43 . Huruf d Yang dimaksud bangunan termasuk WC. dinding. air. plafon.

tempat penjualan karcis PO Huruf c Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas 44 . pemakaian tanah yang fungsinya untuk MCK yang dikelola oleh masyarakat.Huruf l Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik/ telepon maupun penanaman/ pembentangan kabel listrik/ telepon di tepi jalan umum. Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Tempat kegiatan usaha antara lain kios.

Pasal 84 Cukup jelas Pasal 85 Cukup jelas Pasal 86 Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas Pasal 90 Cukup jelas Pasal 91 Cukup jelas Pasal 92 Cukup jelas Pasal 93 Cukup jelas Pasal 94 Cukup jelas Pasal 95 Cukup jelas Pasal 96 Cukup jelas Pasal 97 Cukup jelas Pasal 98 Cukup jelas Pasal 99 Cukup jelas Pasal 100 Cukup jelas Pasal 101 Cukup jelas Pasal 102 Cukup jelas Pasal 103 Cukup jelas Pasal 104 Cukup jelas Pasal 105 Cukup jelas Pasal 106 Cukup jelas Pasal 107 Cukup jelas Pasal 108 Yang dimaksud kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah adalah aset daerah yang pemungutannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah tetapi keberadaan aset berada di luar wilayah daerah. Pasal 109 Cukup jelas Pasal 110 Cukup jelas Pasal 111 Cukup jelas 45 .

Pasal 112 Cukup jelas Pasal 113 Cukup jelas Pasal 114 Cukup jelas Pasal 115 Cukup jelas Pasal 116 Cukup jelas Pasal 117 Cukup jelas Pasal 118 Cukup jelas Pasal 119 Cukup jelas Pasal 120 Cukup jelas Pasal 121 Cukup jelas Pasal 122 Cukup jelas Pasal 123 Cukup jelas Pasal 124 Cukup jelas Pasal 125 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kinerja tertentu” adalah pencapaian target penerimaan Retribusi Daerah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan secara triwulanan dalam Peraturan Walikota. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 126 Cukup jelas Pasal 127 Cukup jelas Pasal 128 Cukup jelas Pasal 130 Cukup jelas 46 .

00 10.00 9 PICU/NICU 175.000.000.000.000.00 8 ICU/ICCU 175. Klinik Gigi.000.000.000.000.00 20.00 110.000. TARIF KAMAR RAWAT INAP PER HARI Jasa Pelayanan No.00 21.00 6 Kelas I 70.000.00 10.000.00 190.000.000.00 1 Kelas III 25.000.000.00 Jumlah (Rp) 15.00 75.000.000.000. 00 60.00 10. Kelas Perawatan Jasa Sarana Dokter Umum (Rp) Dokter Spesialis (Rp) Jumlah (Rp) (Rp) 35.00 7 VIP 140.00 Jasa Pelayanan (Rp) 8.000.00 Pemeriksaan Medis Klinik 0 9.000.00 Catatan : Tarif rawat Inap bayi normal dan sehat sebesar 50% dari tarif ibunya sesuai kelas.00 Pengantin 5.000.000.00 25. Konsultasi ke Spesialis 0 0 4.000.00 25.00 6.00 50. Pemeriksaan Medis Klinik 0 15.000.000. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No.000.000. II.000.00 90.00 50.00 Jumlah (Rp) 20. Kategori Pelayanan Pendaftaran (Rp) Jasa Sarana (Rp) Jasa Pelayanan (Rp) 6.00 3 Kelas II 35.00 20.000.000.00 5 Kelas I 70.000.00 III. Konsultasi Gizi 0 0 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 1.000.000.00 10.000.00 250.000.000.000.000.00 75. Tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 47 . TARIF INSTANSI GAWAT DARURAT KATEGORI PELAYANAN Pasien Gawat Darurat per kunjungan Pendaftaran (Rp) 0 Jasa Sarana (Rp) 12.00 10 ISOLASI 100.00 15.00 50.000.000.00 150.00 40.000.00 250. KIA/KB 2.00 10.00 45.000. Pemeriksaan Calon 0 15.00 4 Kelas II 35.00 2 Kelas III 25.LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA I.000.00 Spesialis 3.000.00 Umum.000.00 10.000.

00 150.00 150.000.000.00 115.00 210.000.000 14.000.000 50.00 300.00 300.000.000.000 35.000.000.000 12.00 70. dokter spesialis kandungan.000.000.00 250.000.000.000.00 425.000.00 150.00 180.00 85.000 21.000 50.00 Jumlah (Rp) 125.000 15. Bila harus dengan tindakan anestesi.00 480.00 600.00 175.000 18.00 175.000.000.000 24.000.00 80.000 27.000.000 20.000 Dokter Spesialis 25.00 125.000 18.00 120.IV.00 430.00 100.00 210.000.000.00 780.000.00 90.000 16.000.000 Jumlah 25. 3.000.000 48 .000.00 330.000 45.00 140.000 15.000.00 (Rp) 110.00 345.000 16.00 480.000.000 Dokter Umum 10.000.000.00 230. Biaya bahan habis pakai dihitung tersendiri.00 230.00 470.000.000.000 30.00 70.00 80.000.000.000 30.000.000.000. 1 2 3 4 5 6 Kelas Perawatan Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Jasa Sarana 15.000.00 220.000.000.00 80.000.000.00 395.000 Jasa Pelayanan Dokter Umum 15.00 Bidan (Rp) 55.000.000.00 95.dll) Persalinan dengan Penyulit Berat Catatan : Partus dengan penyulit.00 350.000.00 205.000.00 180. TARIF PELAYANAN PERAWATAN BAYI DI INKUBATOR Jasa Pelayanan No. PER. presbo. 2. bayi harus dengan pengawasan dokter spesialis anak.00 680.000 30.000 24.000.00 - Persalinan Normal Persalinan dengan Penyulit Sedang(KPD. dengan jasa medis 40% dari 1.00 300.000 18. tidak termasuk jasa sarana.00 165.000. V.000 40.000 VI.000.00 150.00 150. dikenakan tarif 40% jasa medis dari dokter kandungan.000.00 70.00 300.00 350.000.00 Jasa Pelayanan Dokter Dokter Umum Spesialis (Rp) 80.00 230.000.000.000.00 150.00 300.00 360.000.000.000.00 90.00 250.00 125.000.000 Dokter Spesialis 12.000.00 90.000.000.000 Bidan 10. TARIF TINDAKAN PELAYANAN RESUSITASI BAYI No 1 2 3 Uraian Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat Jasa Sarana 15.00 250. TARIF PERSALINAN Kategori Kelas Perawatan Jasa Sarana (Rp) Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas II Kelas I 70. Distosia bahu.000.000.00 230.000.000.

000 12. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF A.5 cm (debridemen.000 40.000 JUMLAH 20.000 30.necrotomi) 32 Pemasangan Trachi/Traksi 33 pemberian makanan lewat sonde feeding 34 Pemeriksaan visus dan koreksi 35 Penanganan combutio < 10% 36 Penanganan hiperpireksi 37 Pemasangan O2 38 Penanganan pungsi srotum 39 Penanganan tranfusi 40 Pengambilan benda asing 41 Perawatan DC 42 Perawatan luka / bekas vakum 43 Perawatan luka perineum 44 Perawatan payudara 45 Perawatan tali pusat 46 Premedikasi/preoperasi 47 Pengawasan cairan infus 48 Reposisi Ringan 49 Suction 50 Tindik 49 .000 24. TARIF TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL KELAS IGD/POLI III II I JASA SARANA 12.000 18.000 8.000 JASA PELAYANAN 8.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL 1 Kanulasi Vena Perifer 2 Blok Metacarpal 3 Chemical peeling 4 Katerisasi kandung Kemih 5 Pengeluaran benda asing ektra okuler 6 Tampon hidung anterior 7 Nutrisi parenterial 8 Dorongan abdomen (parasat heimlich) 9 Blok pergelangan kaki 10 Blok nervus digitalis 11 Blok pergelangan tangan 12 Imunisasi Calon Pengantin 13 Penghisapan jalan nafas 14 Cuci lambung 15 Lavement 16 Genital interna ( kontrol IUD) 17 Incisi abses < 3 cm 18 Biopsi kulit 19 Ekstirpasi kecil 20 Ganti tampon 21 Ganti perban/kompres 22 Pengambilan sekret 23 Bebat mata 24 cateterisasi 25 Epilasi Cilia 26 Tonometri 27 Funduskopi 28 Menjahit luka 1-5 simpul 29 Melepas jahitan < 5 simpul 30 Lepas DC/WSD 31 Medikasi 0 .000 20.000 16.VII.000 12.

15 cm 8 Jahit luka 6 .000 JUMLAH 50.000 24. Vaginal taucher/rectal taucher Vulva hygiene Pasang gudel Irigasi telinga Pemasangan tampon telinga Irigasi hidung Pemasangan rancel tensocrep fiksasi costae Enukleasi.000 42.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG 1 Biopsi 2 Eksterpasi Cahalazion 3 Spoeling canalis lakrimalis 4 Insisi hordeolum 5 Jahit palpebra/conjungtiva 6 Irigasi post operasi BPH 7 Medikasi luka 5 .51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 B.000 50.000 20.000 60.15 simpul 9 Necrotomi > 5 cm 10 Menjahit perineum derajat 3 11 Insisi abses > 3 cm 12 Pasang gips sederhana 13 Pemasangan infus umbilikal 14 Intubasi Nasogastrik 15 Pemasangan Respirator 16 Penanganan combotio > 10% 17 Penanganan dekubitus 18 Penanganan haemaptoe 19 Penanganan kolik (abdominal/ureter) 20 Penanganan PEB 21 Penanganan dehidrasi sedang 22 Plebotomi 23 Pungsi asites 24 Punksi cairan lumbal 25 Punksi Vesika urinaria 26 Punksi lumbal 27 Aspirasi sumsung tulang 28 Vena seksi 29 Perawatan fraktur dengan spalk (tanpa gips) 30 Reposisi mandibula 31 Tampon dubur/reposisi haemorhoid 32 Pemasangan tampon hidung anterior 33 Pemasangan /pengangkatan tampon 34 Tampon hidung posterior 35 Pemasangan NGT 36 Syringe pump 37 Nebuliser 38 Infus pump 39 Laringoskopi direct 40 Hapusan servik 50 .000 70.000 28. lesi < 3 Pasang Infus Fisioterapi Okupasi Terapi TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 30.000 30.000 36.000 JASA PELAYANAN 20.

pemasangan dan pemantauan 7 Incisi vurunkulosis/abses telinga 8 Incisi haematoma 9 Incisi abses mastoid 10 Eksterpasi tumor telinga dengan lokal anestesi 11 irigasi sinus maksilaris 12 Biopsi tumor hidung dan nasofaring 13 Bimanual kompresi 14 Penanganan dehidrasi berat 15 Pemasangan ET 16 Penanganan syock 17 Penanganan gangguan elektrolit 18 Penanganan intoksikasi berat 19 Penanganan kejang 20 Penanganan koma 21 Penanganan status asmatikus 22 Perawatan post operasi tonsil 23 Perbaikan dawir 24 Punksi sumsum tulang 25 Reposisi fraktur tulang 26 Pasang laminaria 51 .000 40.000 44.000 110.000 JASA PELAYANAN 40.000 135. Versi luar Pemasangan /Pelepasan Implant Pemasangan/bongkar pesarium Pasang IUD (belum termasuk alkon) Biopsi tumor telinga dengan lokal anestesi Pengambilan serumen proop Penyedotan discharge dari telinga Pengambilan benda asing di telinga.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR 1 Resusitasi jantung paru 2 Sonde kanalis lakrimalis 3 Ekstrasi IUD 4 WSD 5 Defibrelator 6 Ventilator.000 81. lesi > 3 Alergi test Injeksi kenacort Pemberian sitostatika Mantoux test Cabut kuku TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 60.000 60.000 66.000 100.000 JUMLAH 100.000 54.hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum Injeksi intra dermal Elektrofulgurasi Ekstrasi komedo ringan Enukleasi Milium ringan (< 3) Ekstrasi milium kelamin EC Papilloma < 3 EC kosmetik keratosis ringan ( <10) EC fibroma ( 1 lesi ) EC kondiloma ringan (lesi <3) Cuci/ irigan Vagina Enukleasi lesi > 3 Bedah kimia TCA .41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 C.

No 1 2 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan tindakan Kelas III II I Jasa Sarana 80.000 15.000 33.000 670.000 Catatan : a.000 Operator 150. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Ekstirpasi Tindakan operatif tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Insisi.000 Jumlah 10.000 126.000 12.000 75.000 Anestesi 50.000 Jumlah 335.25 X tarif pelayanan tindakan medis 52 .000 30.000 25. Alveolectomi Tindakan Operatif dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II B.000 Jumlah 130.000 84.000 40. angkat jahitan. tumpatan sementara.000 300.000 18.000 150.000 100.000 585.lesi > 10 Ekstirpasi jari tangan/kaki Jahit luka > 15 VIII. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 60. Tumor rahang Fiksasi Rahang Kelas Perawatan Kelas III Kelas II Kelas I Jasa Sarana 78.000 Jasa Pelayanan 52.000 Jasa Sarana 6.000 22.000 Asisten anestesi 15.000 100.000 75. Tarif tersebut belum termasuk obat/ bahan habis pakai yang diresepkan b.000 300.000 40.000 55. TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT A. TINDAKAN MEDIS OPERATIF GIGI DAN MULUT Kategori Tindakan : Impacted Kelas III.000 60.000 Jasa Pelayanan 4.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Sircumsisi Douglas punksi Kuldosentesis Ekstrasi komedo berat Ekstrasi milium berat Ekstrasi tumor jinak EC kosmetik keratosis berat EC Papilloma Cutis / skintag > 3 EC kosmetik keratosis .000 80.000 90. trepanasi.000 Asisten operator 40.000 80.000 180.000 120. RAWAT JALAN MEDIK GIGI DAN MULUT Jenis Pelayanan Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 100.000 30.000 IX.000 210.000 375. Kista. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF A.000 10.

Hidrokolektomy e. Biopsi c. Pemasangan tampon uterus i.000 Catatan : a. Pengangkatan tampon uterus dan vagina BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 55.000 140. Sirkumsisi dengan narkose c. Tracheostomi 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. No 1 2 3 Asisten anestesi 25.000 855. Tindakan gynecologis e.000 100. Minilaparatomi pada tubektomi b. Perineum repair derajat III f. Herniotomi c. Perawatan luka bibir rahim c.000 225. Ekstirpasi tumor palpebra b. Eksplorasi placenta manual g. Marsupialisasi e.Tindakan tindaka laparascopy endoscopy sedang h. JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 110.000 75. b. Biopsi pleura 3 53 . Varikokolektomy f.000 45.JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Perineum repair derajat I dan II b.045. Pengangkatan polip servik d. Tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan.000 185. Kelainan bawaan polidaktili/syndaktili g. Pemasangan tampon vagina f.000 100. Hernioraphi tanpa penyulit d. Repair luka yang besar dan luas e. Jahit palpebra/conjongtiva BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN a. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Cystotomi b. Laparaskopi diagnostik c.000 Jumlah 480. EC Papilloma Lokasi sulit b.000 3 4 B.000 55.000 150. Biopsi carsinoma BAGIAN PENYAKIT DALAM a.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif.000 450. EC Condiloma > 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 100. Perawatan luka pada genital d. Curetage h. Biopsi Jaringan tumor 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 565. Apendektomy kronis/akut tanpa penyulit b.000 1. Incisi/fiksasi luas atau dalam d.

000 125. Iridektomi optis TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 140.000 100.000 250.b. Operasi anti gloukoma c.000.volvulus. laparatomi pada kolostomi g.000 1. Rekontruksi palpebrae d. Enukleasi bulbi d.000 1.000 Jumlah 1 2 3 815. No 1 2 3 Asisten anestesi 30.000 140.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Evicerasi bulbi e.000 200.000 800. No Asisten anestesi 40.390.825. Punksi acites d. Vaginoplasty BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 1.000 80. Laparatomi pada tumor dalam rongga abdomen c.000 265.000 1.000 600..000 C.000 3 D. Laparascopy besar g.sumbatan) d. Laparatomi pada perdarahan rongga abdomen e.000 54 . Operasi Haemorhoid h. Laparatomi dengan apendicitis dengan penyulit b.485.000 100.invaginasi.000 Jumlah 630.000 135. Jahit kornea TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan tindakan Jasa Kelas Asisten Sarana Operator Anestesi operator III II I 125.000 190. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b. myomectomy d. Biopsi hati c. Histerektomy c. Sectio caesaria b.000 335.000 200.135. Operasi katarak b.000 60.000 100.000 150. Ekstirpasi tumor conjunctiva c.000 300. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Laparatomi pada ileus obstruksi (perlengketan.000 250. laparatomy eksplorasi IUD f. Simbleparotomi e.000 125.000 140.000 75. Embriotomi e. Ekstirpasi pterigium b. Pleural punksi 4 BAGIAN PENYAKIT MATA a. Hernioraphi/ Herniotomi dengan penyulit 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 75. Laparatomi pada luka tembus rongga abdomen f.000 750.000 400.000 Catatan : a.000 1.

000 40.000 74. Cholecyctectomy h. 6. Gigi Thorax Dewasa a. 2 Posisi Ekstremitas besar a. 2 Posisi Abdomen Dewasa a.000 Flim Uk. Laparatomy ca ovarii h.000 38.000 59.000 24. 1 Posisi b. 1 Posisi b. Ruptur uteri dan laparascopy persalinan abdominal d. Flim Uk. 1 Posisi b. 1 Posisi b.000 79.000 24. 3. Kecil 8.000 12. 2 Posisi Thorax anak a.000 40.000 12.000 Jasa Pelayanan 12.000 12.000 114. Tindakan laparascopy khusus X. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b. Operasi vaskuler g.000 20. Nephrectomy c. 2 Posisi c.Catatan : a.000 90. Kecil Flim Uk. Bilateral cystoma ovarii j.000 66. 3 Posisi Cranium a. 3 Posisi Abdomen Anak a. Hamil di luar kandungan c. Tindakan laparascopy khusus 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a . 7. Besar Ket.000 36. 4.000 135.000 28. Prostatectomy b.000 38. Rhoe and Y anastomose k.000 12. Cystektomy d.000 74.000 24. 2 Posisi Ekstremitas Kecil a. 55 .000 38.000 50.000 50.000 90. 1 Posisi b. Radical nect desection e.Pengangkatan rahim ( Hysterectomy) b. Kecil Flim Uk.000 24.000 50. 1 Posisi b. 1 Posisi b.000 116.000 35.000 24. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (RADIOLOGI) Jenis Pemeriksaan 1. Laparatomy tumor indung telur dengan perlengketan/multiple cysta ovarii g. Mile"s operasi gasterectomy i. 2 Posisi c.000 50. Penyambungan tuba pada ingin anak e.000 Total 41.000 50. laparatomy pada endometriosis f.000 28.000 30.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 80.000 40. 5. Kolphoraphic i.000 12.000 12. Cyste jejenunostomose j. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Besar Flim Uk. Radikal mastectomy f. Besar Flim Uk.000 66.000 66.000 28.000 84. 2 Posisi c. 2.000 50.000 99.000 24.000 90.000 74. 3 Posisi Jasa Sarana 29.000 36.000 15.000 50.

000 20. 3 film Electrokardiografi (EKG) 34.000 145.000 82.000 15.000 140.000 145.000 175.000 25.000 25.000 25.000 15.000 25. 18. 12.000 35. 1 Posisi b. 14.000 17. 2 film c. 22.000 145. 13. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH Darah rutin Darah lengkap Golongan Darah Hemoglobin (Hb) Angka Leukosit (AL) Angka Eritrosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Perdarahan Waktu Pembekuan Hematokrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu (GDS) Glukosa Puasa Widal Tarif 15.000 30. 2 Posisi Colon Inloop Barium Enema Cor Analisa Fistulografi Cystografi Uretrografi Intravena Pyelografi Oral Cholecystografi Retrograde Pyelografi Hysterosalpyngografi Ultrasonografi a. 11 .000 56 . 16.000 25.000 188.000 59.000 170.000 75.9.000 170.000 6.000 17.000 17. 21.000 114.000 6. XI.000 50. 1 Posisi b.000 170.000 17.000 20.000 35. 10.000 6.000 17.000 148.000 5.000 13.000 17.000 84.000 34.000 145.000 30.000 17.20 belum termasuk obat kontras dan alat injeksi TARIF PELAYANAN PEMAKAIAN OKSIGEN ( O2 ) Pemakaian Per Jam Rp.000 170. 1 film b.000 59.000 145.000 112.000 25.000 20.000 25.000 13. 2 Posisi c. 19. 17.000 170.000 49.000 5.000 120.000 145.000 25.000 10.000 115.000 200.000 113.000 74.000 6.000 6.000 20. 15. 20. 100 X lt (dosis ) X 60 menit XII.000 25.000 213. 11.000 8.000 6. Cervical a.000 15.000 16.000 25.000 8.000 79.000 No. A. 3 Posisi Thoracolumbal a.000 17.000 5.000 25.000 145.000 120.000 9. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (LABORATORIUM) No.000 49.000 25.

000 6.000 10.000 20.000 18.000 8. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung jenis leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Anti HBs Hg URINE Urine lengkap Urine rutin Reduksi Elwit (Protein) Test kehamilan Bilirubin Sedimen Drug Abuse a.000 25.000 35.000 15.000 25.000 20.000 12.000 13.000 20.000 6.000 24.000 Jasa Pelayanan 30.000 25.000 60.000 30.000 XIII.000 6.000 25.000 20. TARIF PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Keterangan Perawatan Jenazah Penitipan Jenazah / hari VE periksa luar Jasa Sarana 45.000 25.000 25.000 35. 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 10.28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 B. Opiat c.000 6.000 10. TARIF PELAYANAN FARMASI (APOTEK) UNTUK RAWAT INAP Jenis Pelayanan Harga Obat/BPH Harga Obat / Bahan sesuai dengan faktur terakhirnya 100% Tarif Jasa Sarana 15% Jasa Pelayanan 10% 125% Jumlah Untuk obat & alat kesehatan habis pakai ASKES disesuaikan dengan naskah kerja sama (MoU) dan Daftar Patokan Harga Obat (DPHO) XIV. Amphetamin b.000 20.000 25.000 Jumlah 75. jasa pelayanan sebesar 25 % dari tarif 25.000 C.000 25.000 36.000 12.000 57 . Cocaine FAECES Faeces rutin Telur cacing Darah samar PREPARAT APUS / MIKROBIOLOGI Siphilis Gonorhoe Pewarna Gram BTA Jamur Mikroskopis Preparat Apus Vagina Ket : Untuk pelayanan laboratorium.000 15.000 10.000 20.

000 35.000 Jasa Pelayanan 0 0 10.000 25.000 58 .Catatan : 1. XV. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS No 1 2 3 4 5 Kategori Pelayanan Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kematian Surat Keterangan Visum et Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et Repertum Luar Jenazah Pemeriksaan Akupuntur Pendaftaran 0 0 0 0 0 Jasa Sarana 0 0 15.000 Jumlah 0 0 25. 2. Tarif tersebut belum termasuk bahan / alat habis pakai.000 25.000 15.000 60. Penitipan jenazah paling lama 1 X 24 jam.000 10.

500 4.000 Imunisasi Capeng 8 Pemeriksaan Dokter Spesialis 9.500 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan diluar paket JUMLAH 7.000 JUMLAH 7.000 60.000 15.000 10.500 7. DAN BMHP 4.500 0 20.700 3. DAN BMHP 1 Surat Keterangan Sehat 6.Ganti Balutan 10.500 4.500 15.000 JUMLAH 7.Jahit Luka 1 .500 4. TARIF PELAYANAN KONSULTASI NO.000 Pemeriksaan Akupuntur 9 6.000 59 .000 25.000 2 Surat Keterangan Kematian 0 Surat Keterangan Visum et 3 12. OBAT.000 15.000 15. PUSKESMAS PEMBANTU.Tindik 7. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) JASA JASA SARANA.000 3. NO.500 7.000 Repertum Luar Jenazah 5 Pemeriksaan Kesehatan Haji 12. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS JASA SARANA.500 4.500 7.000 1.Debridement luka kecil 10.500 4. DAN PELAYANAN BMHP Tindakan Kecil : . KATEGORI PELAYANAN PELAYANAN OBAT.5 jahitan 12.000 5.500 0 8.500 . KATEGORI PELAYANAN OBAT. TARIF PELAYANAN TINDAKAN A.TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS.000 3.000 Pemeriksaan Kesehatan dan 7 10.000 25.500 JASA PELAYANAN 3.000 8. JASA JENIS TINDAKAN OBAT.000 11.500 4.500 7.500 JUMLAH 17.000 3.000 6.000 3. PUSKESMAS KELILING.000 3.000 (tidak termasuk jarum) JASA PELAYANAN 1. NO.500 IV. DAN GAWAT DARURAT JASA SARANA.500 7.500 II.000 4.000 20. PUSKESMAS RAWAT INAP DAN LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA I.000 III. DAN BMHP 1 Rawat Jalan Umum 6. TINDAKAN RAWAT JALAN.250 5.500 7.000 1.250 .000 Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et 4 35.500 2 Pemeriksaan Gigi 6.300 .000 10.500 4.000 6 Pelayanan Imunisasi Haji 15. RAWAT INAP. 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Konsultasi Gizi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Konsultasi KB Konsultasi Klinik Berhenti Merokok Konsultasi Sanitasi Konsultasi Penyakit Menular Khusus JASA SARANA.

Mengangkat benda asing tanpa sayatan .000 28.500 35.100 10.Vena seksi .Pemeriksaan dan Pemasangan IUD 14.Jahit luka lebih dari 15 jahitan .500 28.Bilas lambung .000 35.500 5.500 3.000 40.500 35.000 40.500 25.000 10.250 5.Pasang Catheter . TINDAKAN MEDIS GIGI DAN MULUT JENIS TINDAKAN Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.500 12.000 31.500 9.250 2.500 7.000 Catatan : Tindakan tidak termasuk obat dan alat kontrasepsi C.Pemeriksaan dan Pelepasan Implant .000 JASA PELAYANAN 2.000 45.Jahit luka 5 .Pemeriksaan.000 20.500 4.Pemeriksaan.000 87. OBAT.500 17.500 12.Debridement luka sedang atau luas .Sirkumsisi normal .000 18.500 17. dan Pelepasan Implant 42.Nekrotomi luka sedang .Cutterisasi Tindakan Besar : . angkat jahitan.500 7.000 20.000 30.000 35.000 12.500 14.15 jahitan .000 35.000 28.500 15.500 24.000 28.000 20.500 17.500 .Reposisi Luxatio .000 15.500 10.000 40.000 12.000 40.000 60.Tindakan IVA Test .Pasang Infus Tindakan Sedang : .500 28.000 13.500 35.Blast Punctie .250 27.Irigasi (Pembersihan) Vagina . hidung.000 25.500 4.500 15.250 JASA SARANA.250 7.Cabut kuku .000 6.Pengambilan benda asing dengan sayatan .Suntik KB .000 9.500 7. dan Pelepasan IUD 28.000 28.000 15.000 12.500 52.000 40.250 17.Pengambilan Apusan Pap Smear .000 JASA PELAYANAN 2.000 60 .500 10.250 7.000 40. TINDAKAN KIA DAN KB JENIS TINDAKAN 10.500 87.000 .500 7.000 24.250 2.500 10. Pemasangan.000 25.000 13.C/oagulasi Pre Kanker Serviks .000 . DAN BMHP 5.000 12. OBAT.000 14.000 15. telinga .. Pemasangan.Pengambilan benda asing di mata.500 2.000 25.250 JUMLAH 7.000 50.000 6.500 4.250 5.000 7.000 12.900 4. trepanasi. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula JASA SARANA.Memecah bisul .000 52.500 7.Lepas Jahitan .000 6.Pemeriksaan dan Pemasangan Implant .000 40. tumpatan sementara.Extirpasi jari tangan / kaki B.Pemeriksaan dan Pelepasan IUD 21. DAN BMHP 5.000 .000 JUMLAH 7.

PERSALINAN NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Persalinan Normal oleh Dokter Persalinan Normal oleh Bidan Persalinan Dengan Penyulit JASA SARANA.000 90.000 10.000 120.000 140.Pijat Bayi 21.000 JUMLAH 10. DAN BMHP 7.000 27.000 7. IGD NO 1 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan IGD JASA SARANA.000 63.400 3.000 9.000 JASA PELAYANAN 100.000 7.000 3.000 90. OBAT.000 150.000 B.600 3. DAN BMHP JASA PELAYANAN JUMLAH 1.000 6.000 17. LAIN-LAIN JENIS TINDAKAN .Breast Care .400 2.000 3.000 350.600 13. LABORATORIUM NO KATEGORI PELAYANAN JASA SARANA.000 JUMLAH 250. OBAT. OBAT.000 VI.200 2.400 800 600 12.500 C.000 JUMLAH 30.000 10.000 JASA SARANA.000 210.000 36.000 3. TARIF RAWAT INAP A. DAN BMHP 7.000 84.Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Tindakan khusus tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Tindakan khusus dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II Fiksasi lebih dari satu gigi Ekstirpasi kecil D. OBAT. REAGEN. PERAWATAN PER HARI NO 1 2 3 4 KATEGORI PELAYANAN Perawatan Umum Perawatan Persalinan Ibu dan Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Visite dokter per hari JASA SARANA.000 30.000 50.000 4. DAN BMHP 24.500 JASA PELAYANAN 6. DAN BMHP 150.000 24.000 61 .000 60.000 40.000 30.000 4.000 JASA PELAYANAN 3.000 JASA PELAYANAN 3.000 V. HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH 1 Darah Rutin 2 Darah Lengkap 3 Golongan Darah 4 Hemoglobin 9.000 JUMLAH 10. PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK A.

400 1.400 2.000 12.000 800 800 800 600 600 800 600 1.400 1.200 11.000 5.000 22.400 3.000 6.000 62 .800 13.600 9.200 11.200 2. URINE 1 Urine Lengkap 2 Urine Rutin 3 Reduksi 4 Eiwit ( Protein ) 5 Test Kehamilan 6 Bilirubin 7 Sedimen 3.000 6.000 12.800 4.400 9.400 5.000 6. PRAPARAT APUS / MIKROBIOLOGI 1 Sypillis 2 GO 11.000 17.400 600 600 7.200 2.000 8.600 22.200 1.000 14.000 3.600 2.800 4.800 2.000 4.600 2.600 9.400 2.600 13.400 2.000 12.600 5.000 28.600 12.000 15.000 12.400 3.400 4.000 14.000 2.800 2.600 9.000 6.600 9.000 12.000 4.400 2.200 2.000 12.400 9.000 4.000 10.400 3.000 17.400 2.000 6.000 12. FAECES 1 Faeces Rutin 2 Telur Cacing 3 Darah Samar 4.000 12.000 6.000 12.400 2.600 4.400 1.400 3.600 13.000 2.200 7.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Angka Leukosit ( AL ) Angka Eritrocit ( AE ) Angka Trombosit ( AT ) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit ( HCT ) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin S G OT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Glukosa Puasa Widal Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung Jenis Leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium HIV 3.000 17.000 17.600 4.400 600 600 2.000 12.000 4.200 3.000 10.200 9.600 9.400 2.000 3.000 3.600 13.800 2.000 4.000 3.000 12.600 2.200 1.400 2.000 3.200 3.000 17.800 9.600 13.200 3.400 1.000 17.000 8.400 3.000 12.400 3.200 9.000 2.400 2.000 9.200 2.800 2.800 9.000 3.000 14.400 2.800 1.600 9.000 12.600 11.600 13.200 4.400 3.200 14.000 3.000 5.400 800 1.800 2.000 7.400 2.600 9.600 4.000 4.400 1.600 3.000 17.

000 5.000 11. PEMERIKSAAN KIMIA AIR 1 PH (Derajat Keasaman) 2 Fe (Kadar Besi) 3 Mn (Kadar Mangan) 4 Cl (Kadar Khlor) 5 Posphat 6 Aluminium (Al) 7 Kesadahan ( CaCO3) 8 Khlorida (Cl) 9 Seng (Zn) 10 Sulfat (SO4) 11 Tembaga 12 Sisa Khlor (Cl 2) 13 Amonia (NH 3) 14 Zat Organik (KMnO4) 9.000 30.600 9.600 2.000 30.000 24.400 10.800 8.800 8.000 1.400 16.000 11.3 4 5 Diptheri Baksil BTA / TBC Pap Smear 8.400 4.000 10.200 4.200 2.400 5.400 2.200 2.000 15.400 2.600 1.600 38.000 6.800 16.000 7.000 13.000 15.400 2. PEMERIKSAAN AIR KOLAM RENANG 1 Air Kolam Renang 8.000 7.600 8.800 3.600 2.000 30.000 11.400 10.000 8.000 4.000 12.000 15.200 6.400 5.200 2.000 13.600 2.000 8.000 2.400 9.000 11.800 8.000 30.000 24.000 11. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN 1 MPN Coliform 2 Angka Kuman 3 Logam Mercuri ( Hg ) 4 Logam Arsen ( As ) 5 Sianida ( Cn ) 6 Nitrit ( NO 2 ) 7 Borax 8 Formaldehid 9 Metanol 10 Rhodamin B 11 Methanil Yellow 12 Auramin 13 Sakarin 14 Siklamat 15 Vibrio Chollera 16 Staphylococcus Aureus 17 Streptococcus 18 Salmonella 19 Shigella 20 E.000 4.800 10. PEMERIKSAAN MPN COLIFORM AIR 1 Air Bersih 2 Air Minum 3 Air Badan Air 7.400 10.000 14.000 13.600 4.000 6.000 13.000 24.600 2.000 6.800 8.000 14.600 9.000 3.000 13.400 12.000 21.000 2.400 8.800 1.800 2.600 2.000 15.000 8.200 2.000 20.000 24.400 10.200 11.000 23.000 7.000 27.600 21.000 20.600 3.600 18.600 2.600 2.000 12.000 12.000 21.000 3.400 7.800 1.400 10.000 30.000 30.000 5.200 4.000 15. Coli 6.600 16.600 2.000 3.200 12.000 13.000 6.400 3.400 10.000 11.200 2.000 63 .000 21.200 1. PEMERIKSAAN KIMIA DAN ORGANIK AIR 1 Arsen ( As ) 2 Fluorida ( F ) 3 Kromium ( Cr ) 4 Kadmium ( Cd ) 16.000 6.000 12.000 24.000 16.000 24.000 12.200 9.000 13.000 13.000 30.400 10.600 2.000 6.000 11.000 12.800 18.800 6.

200 12.000 7.000 6.000 23.Semarang PP = Sopir Paramedis Jasa Sarana 15.5 (dibulatkan menjadi 93.000 (Jarak tempuh PP : 8 ) x Harga BBM/lt Jasa Pelayanan Sopir Paramedis 6.000 3.200 4.500 VII.687.500 10.000 11. OBAT.400 13.000 18.000 B.500 JUMLAH 50. PEMERIKSAAN AIR LIMBAH 1 BOD 2 COD 3 TSS 4 DO (Dissolved Oxygen) 2.800 2.750 = 154.000 15.800 10.600 4.400 8.000 6.000 17. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA NO 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan USG dan Pembacaan Pemeriksaan EKG dan Pembacaan Pemakaian Nebulizer Pemeriksaan Mikro CO Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan IMT JASA SARANA 35.000 9.25 x 123.000 5.400 3.000 JASA PELAYANAN 6.000 1.000 13.000 VIII.500 1.750 8 = 0.000 9..000 6.000) = 1.812.000 6.000 15.25 X jasa sopir Jumlah 30.400 2.400 3.= 123. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Pelayanan Fisioterapi Pelayanan Okupasi Terapi Pelayanan Terapi Wicara JASA SARANA.000 4.000 10.500.000 11.500 2.400 2.600 12.000 25.400 18.000 JASA PELAYANAN 15.000 5.000 220 km x Rp 4.000 600 600 400 600 800 1.400 1.500 7.5 (dibulatkan menjadi 155.600 8.600 3.000 15.000 17. DAN BMHP 9.000 23.000 2.000 3.000 3.000 4. PEMERIKSAAN FISIKA AIR 1 Bau 2 Warna 3 Rasa 4 Suhu 5 Kekeruhan 6 Zat Padat Terlarut ( TDS ) 11.000 1/3 X jasa sarana 9.600 2.500 7.000) 64 .75 x 123. PELAYANAN TRANSPORTASI RUJUKAN Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Contoh : Solo .600 2.000 JUMLAH 15.000 25.000 1.500 15.5 6 7 8 Nitrit ( NO 2 ) Nitrat ( NO 3 ) Sianida ( Sn ) Selenium ( Se ) 9.750 = 92.200 2.000 7.

000. 30.500.Rp.Prolaps Ani .000.Rp.Rp.5.500.Rp.Rp. 10. 5.000.Rp.Rp. 10. 10.000. 5.000.Rp.Rp.000.- 65 .000.000.Rp. 5.Rp. 10. 10. 5. 40. 2.000.Jumlah Rp.000.Rp. 10.500.Cateterisasi .000.000.000.Rp. 10.000.000.Reposisi prolaps ani ringan .000.000.Rp.Jasa Pelayanan Dokter Hewan Rp. 15. 5.- Jasa Sarana Rp. 5.000.Rp.000.Pungsi . 20.000.Rp.Jenis Tindakan Medis Operatif Sederhana (Kecil) . 70. 30. 15. 5.Rp.000.000.Rp. 10.500. 5.000. 5.Rp.Rp.000.Rp. 5.TARIF RETRIBUSI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA (UPTD PUSAT KESEHATAN HEWAN) DINAS PERTANIAN KOTA SURAKARTA TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF PELAYANAN VAKSINASI No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF RAWAT INAP PER HARI No 1 Jenis Hewan Rawat Inap Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Penitipan Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Jasa Sarana Rp. 65. 35.Rp.Rp. 25.000.000.000. Rp.000. 20.Incisi/Fiksasi luar dan dalam . 5. 10. 15.000.000.Menjahit luka . 20.000. 25.000.000.Rp.Rp.Rp. 30.Penggambilan jahitan .000. hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp. 5. 2.000.000.000.Rp.000.Rp. 5.000.5 Unggas Rp.Menutup luka .000.000. 10. 5. Rp.- Jumlah Rp. 10.Rp. 15. 10.000. 5.000.Rp.000.. 40.Statis Ingluvies . 5. Rp.Cystotomi .Rp. 5. 15.Infus pump .500.Abses .Rp.Rp.Rp.000.Rp. 5. 2.Declaw . 10. 2.000. 5.- Jasa Pelayanan Rp.000.000.Rp. 10. 15.Pemberian Pakan Rp.000.000.Rp.5.000.000. 30.Rp. 10.Rp. 20.- Jumlah Rp. 20.000.Rp. 2.- Jasa Pelayanan Rp.000. 10.Rp.Rp.000.Rp.000. 2.000. 10.000.000.Rp.000.500.Tenaga Kebersihan Rp. 25.- Jumlah Rp. 5.000. 10.Rp.Rp. 10.500. 5.000. 65.000. 20.Rp. Kecil Rp.000.Rp.000.Rp.000.Rp.000. 2.000.Rp.2 Anjing Kel.Rp.000.Rp. 10.Rp. Rp.000. 20.000.Rp. 15.000.- 2 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF No Jasa Sarana Jasa Pelayanan Jumlah 1 Rp.Rp.Rp. Besar Rp.Rp.- Jasa Sarana Rp.Pengambilan benda asing di telinga. 20.Rp.3 Anjing Kel. 10. 5.000.000.000.Rp.Rp.5. 10.Bumble Foot .5.000.4 Kelinci Rp.Rp.Kebiri Anastesi Rp. 10.Rp. 5.000.500.000. 25.000.000.Rp. 2. 20.Rp.Vena Seksi .000.Rp. 5.

Rp. 80.Rp. 270. 15. 20.000. Kecil Rp. 10.Rp.Rp.Jenis Tindakan Medis Operatif Sedang .5 Khusus Sectio Rp. 20.Rp.000 TARIF PELAYANAN OKSIGEN (O2) Pemakaian per jam = Rp.Rp.Rp. 100. 20. 15.Rp.Rp. 30. Kecil Rp. 75.Rp.000.000.Rp. 50.- 66 .000.000. 30.000.000.Rp. 30.000. 80. 30.000.000. 70.000.000.Biopsi Carsinoma .000.000. 12. Besar Rp. 20.Hernia Imbilicalis . 70.Fraktur .500. Besar Rp.000.000.500.Rp. 10.- Jumlah Rp. 20. 15.- Jumlah Rp. 30. 80. 30.000. 100.Rp.Cysta Uteri . 10. 50. 160. 10.000.Anak hidup /ekor = Rp. 50.000.Enteropion .Rp.000 Rp.Panhisterektomi .000.4 Kelinci Rp. 10. 70.000.000. 25.2 Anjing Kel. 30.- Jumlah Rp.- Jumlah Rp.Rp. 15.Rp.000. 25.000.- Anastesi Rp.000.000.Rp.000.000.Kelenjar Hender .000.Rp.Rp.000. 30.2 Anjing Besar Rp.000. 125.000.000. 12.Rp.000.000.000.Rp. 15. 30.3 Anjing Kecil Rp.000.000.- Anastesi Rp. 20.000. 15.Rp.x ltr (dosis) x 60 menit TARIF USG NO Kategori Pelayanan 1 Pemeriksaan USG + Pembacaan TARIF PELAYANAN GROOMING NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci Jasa Sarana Rp.Rp.Rp.Rp.000. 15. 40.Laparotomi . 25.000 Rp. 30. 17..000.- Jasa Sarana Rp. 15. 30.000.Rp.Rp.000.000.Rp.Rp.000. 20.- Jumlah Rp. 30.000. 75.Rp.000..000. 50. 25.000. 40. 17.000. 15.Rp. 30.Rp.3 Anjing Kel. 30. 35.Othematom . 15.Caesarea Anak Hidup per ekor Jenis Tindakan Medis Operatif Besar . 10..TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000. 120. 40. 50.Rp.000.500. 40.2 Anjing Kel.4 Kelinci Rp.000.000.000.Rp. 15.Rp.000. 30.Rp.Rp..000.- Jasa Pelayanan Rp.Potong Telinga TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp. 90. 20.000.Rp.000.Biopsi jaringan tumor berat TARIF PERSALINAN NORMAL No Jenis Hewan Jasa Sarana 1 Kucing Rp.Rp.Sectio Caesarea .000.Rp. 10.000. 245.000.Rp.000. 15.Rp.000.000.000.500.000.000.- Jasa Pelayanan Rp. 245.000.Ovariektomi . 15.000.Rp.000..Rp.000.Potong ekor .Rp. 25.Rp.000.Rp.Rp.Rp. 10.- Jasa Pelayanan Rp.Ekteropion .Rp.Rp.Rp.3 Anjing Kel. 120.

000. 3. 600. 40. 3. 90.Rp. 3. 3.400.000.Rp.Rp. 4.1/3 x Jasa Sarana 1.600.000 Jasa Sarana Rp. 20. 3. 11.Jumlah Rp.200.200.200.Rp.Rp.Rp.000.Rp.Rp.Rp. 17. 3.000. 35.Rp.000.000. 800. 10.Rp.000.Rp.Rp. 12.Rp.Rp. 9.200. 2.600.Rp. 25.Rp.Rp.Rp.- 67 .800. 10. 15.Rp. 3. 10.Rp.600. 2.400.000. 6. 22.Rp.Rp. 12.200. 15. 20. 4.000.Rp. 800. 1. 15.000.000 Jasa Pelayanan Rp. 14. 2.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR LUAR KOTA (Radius 30 km) NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana Jasa Pelayanan 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.200.000.Rp.600.000.- Jasa Pelayanan Sopir Paramedis Rp.200.Rp. 9.Rp. 15. 15.Rp.Rp.400.Rp.000.400.Rp. 1.500.Rp.Rp. 800.800.500. Reagen dan BMHP Rp.000.Rp.Rp.000.Rp.- Jumlah Rp.- TARIF PELAYANAN LABORATORIUM A.Jasa Pelayanan Rp. 35.Rp.Rp.Rp. 7.000. 35.Rp.Rp. 6.Rp.Jumlah Rp.000. 4.Rp. 600.000.200.400. 9. 2. 9.Rp. 2.Rp. 2.(Jarak Tempuh PP : 8) x Harga BBM /H Transportasi Rp. 30. 9. 2. 2.TARIF TRANSPORTASI ANTAR JEMPUT HEWAN No 1 2 Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Jasa Sarana Rp. 11.Rp.Rp.000.000.Rp.Rp. 12.Rp. 2.000.Rp.000. 2. 25.- Jumlah Rp. 9.000. 40.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.Rp. 600.Rp.000.400.000. 14. 22. 2.000. 800. 14.400.Rp.Rp.Rp.000 Jasa Pelayanan Rp. 4.20.Rp. 3.Rp.000.600.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR DALAM KOTA NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.200.400.000.Rp. 12.Rp.Rp.Rp. 3.Rp. 10.- Transportasi Rp. 15.600.Jasa Sarana Rp.TARIF PELAYANAN GROOMING KESEHATAN NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci TARIF LAYANAN INSEMINASI BUATAN NO Kategori Pelayanan 1 Layanan Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik) TARIF PELAYANAN FOTO RONGENT NO Kategori Pelayanan 1 Foto Rongent + Pembacaan Jasa Sarana Rp.500.800. 9. 10.Rp.000. 13.000.Rp.800.800. 12.000. 30. 2.000.Rp.800. 4.200.Rp.Rp.Rp.Rp. 2.500.000.000 Jumlah Rp.000.Rp.Rp. 12.Rp.Rp.000.400.Rp. 12.000. 40. 12.000.Rp. 6.000. 9.Rp.200. 4.400.000. 9. 4.000.000. 70. 1.000. 4.000.Rp. 9.Rp. 600.000. 6. 12.Rp.25 x Jasa Sopir Jumlah Rp.600. 20.Jasa Pelayanan Rp. 800.Rp.000.800.Rp.400.000. 11. 2.000.Rp.000.400.Rp. 30.000. 4.Rp.200.Rp.000.000.600.Rp.600.200. HEMATOLOGI + KIMIA DARAH NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kategori Pelayanan Darah Rutin Darah Lengkap Golongan Darah Hemoglobin Angka Leukosit (AL) Angka Trombosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinim Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Jasa Sarana. 10. 3.- Jumlah Rp. 12. 1.000.Rp.000. 20.

Rp.400. 3. 1.Rp.600. 12. 2. 25. 2.000.Rp.Rp. 2. 1. 20.Rp.000. 500.000. 5.Rp.600. 13.Rp. 3.Rp.Rp. 4.Rp. Babi Ayam. 10.Rp. 12.600. 13. 350.000. HA-HI TEST NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan HA-HI Test Jasa Pelayanan Rp.000. Kucing.Rp. 750. 1. Lele.Jasa Pelayanan Rp.Arwana. dll 2.400.400. dll WALIKOTA SURAKARTA.Jumlah Rp. 17. 2.600. Hewan Hobi No Jenis Pelayanan Besar Tarif /ekor Keterangan 1 Hewan Besar Rp.- C. 25.000. 12. dll 3 Unggas Rp.Rp. Lou Han.Rp.Rp. 17. Koi. Hewan Konsumsi No Jenis Pelayanan 1 Hewan Besar 2 Hewan Kecil 3 Unggas 4 Ikan Besar Tarif /ekor Rp.000. 5.Rp.Rp.Rp. 9.000. Reagen dan BMHP Rp. 2. 9. Reagen dan BMHP Rp.800. 2.Rp.Rp. Gurami.200. PEMERIKSAAN DAGING DAN SUSU NO 1 2 3 4 Kategori Pelayanan Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan Awal Kebusukan Pemeriksaan Formalin Pemeriksaan Susu Rutin Jasa Sarana.- TARIF ATAS PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN YANG AKAN DIKIRIM KE LUAR DAERAH UNTUK PERDAGANGAN (PER EKOR) 1. 2.Rp. 5. 4. 9.600. 3. Ayam.Rp. ttd JOKO WIDODO 68 .Rp. 3. Itik. 500. 12.Jumlah Rp.000.000.Anjing.000. 10.Rp. 1. 6.000. 500. 50. 300.Rp. 1.000.- B. dll Nila. 17.Rp.000. Kelinci.000.000.Rp.600. 7. 4.Jumlah Rp. 13.000.600.- D.600.000.Rp.Rp.Rp.Rp.Rp.000.400.400.Jasa Sarana. Reagen dan BMHP Rp.500.000. 3.000.Rp.Rp.Rp.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Glukosa Puasa Hitung Jenis Leukosit Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium Rp.000.- Rp.Rp. 17.000.000.Kuda 2 Hewan Kecil Rp. Burung Puyuh.000.Rp. Entok.000.500.400.Keterangan Sapi.400.Rp.000. 500.400.800. Kerbau Kambing.200. 13. dll 4 Ikan Rp. 9. Domba.Burung. 6. 10.Rp.Rp.Rp. 2.000. ELISA NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan Pembacaan Elisa + Jasa Sarana.Jasa Pelayanan Rp.000. 5.Rp.400. 2.- Rp.

LAMPIRAN II

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/ KEBERSIHAN
NO I. II. 1. 2. III. 1. a. b. c. JENIS DASAR PUNGUTAN KLAS 1 5.000 300.000 15.000 300.000 75.000 15.000 2 3.000 150.000 15.000 150.000 50.000 15.000 3 2.000 110.000 7.500 110.000 15.000 7.500 4 1.000 75.000 7.500 75.000 7.500 7.500

2. a. b. c.

3. 4. a. b. c. 5. a. b. 6.

RUMAH TANGGA INDUSTRI Pabrik Home Industri PERUSAHAAN JASA PENGINAPAN Hotel Bintang Hotel Melati Home Stay, Penginapan Remaja, Bumi Perkemahan, Persinggahan Karavan RUMAH MAKAN Restoran Talam Kencana (A) Talam Selaka (B), Talam Gangsa (C) Non Talam (D), (E) Warung, Bar, Kedai Makanan dan Minuman, Penjual Makanan Keliling/PKL, Jasa Boga/Katering GEDUNG PERTEMUAN TEMPAT HIBURAN Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil SALON/ PENJAHIT/BENGKEL Pangkas rambut, Salon Kecantikan, Tailor, dsb. Besar Kecil ANGKUTAN/TRAVEL Angkutan Jalan, Wisata, Taksi, Sewa, Trayek, dan Udara FINANSIAL/KEUANGAN JASA UMUM Perbengkelan, Servis, Persewaan Barang, Jasa Konstruksi, dsb PERGUDANGAN Pergudangan, Cold Storage, Warehousing, dsb. JASA PROFESI Dokter, Dokter Hewan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dsb. PERDAGANGAN Pertokoan, Perkiosan, Perkantoran, dsb. Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil FASILITAS UMUM

300.000 200.000 75.000 15.000

150.000 100.000 50.000 15.000

110.000 75.000 15.000 7.500

75.000 50.000 7.500 7.500

60.000 150.000 75.000 30.000

50.000 100.000 50.000 20.000

30.000 75.000 30.000 20.000

20.000 50.000 20.000 20.000

50.000 5.000

40.000 5.000

30.000 5.000

20.000 5.000

40.000

30.000

20.000

10.000

7. 8.

225.000

150.000

75.000

45.000

60.000

40.000

20.000

10.000

9.

60.000

40.000

20.000

10.000

10.

30.000

15.000

10.000

5.000

IV. 1. 2. 3. V.

300.000 100.000 10.000 150.000

150.000 75.000 10.000 100.000

110.000 50.000 5.000 75.000

75.000 10.000 5.000 30.000

69

1. a b

2. 3. 4. 5.

VI. X. 1.

KESEHATAN Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Klinik, Pelayanan Kesehatan Hewan, Kegiatan Panti Sosial/Jompo, dsb PENDIDIKAN Sekolah, Pondok Pesantren, LPK, dsb. SOSIAL Taman Wisata, Terminal, dsb. BUDAYA Keraton, Museum, Sejarah, dsb EKONOMI Pasar Tradisional Kios/Los Per m2/hari Plataran Dalam pasar Per pedagang/ hari Plataran Luar pasar USAHA JASA DAN PERUSAHAAN LAINNYA INSIDENTAL Kegiatan Hiburan, Kegiatan Olah Raga dan Kegiatan Keramaian yang lainnya.

30 50 30.000 50 25.000

15 15 50 20.000

10 50 50 10.000

300.000

250.000

200.000

150.000

TABEL PENENTUAN KLAS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN PADA SEKTOR USAHA
NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 JAM KERJA 1–6 7 – 12 13 – 18 19 – 24 TENAGA KERJA 1–5 6 – 10 10 – 15 > 15 JUMLAH SKOR 7–8 5–6 3–4 1–2 SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

70

LAMPIRAN III

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO. 1. 2. 3. 4, 5. JENIS PELAYANAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keterangan Bertempat Tinggal Kartu Identitas Penduduk Musiman Kartu Keluarga (KK) Akta catatan sipil a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan Di Kantor Di Luar Kantor 100.000 125.000 150.000 60.000 100.000 50.000 20.000 150.000 175.000 250.000 100.000 150.000 100.000 50.000 WNI 5.000 10.000 5.000 WNA 75.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Ganti Nama

g. Akta Kematian Khusus pemegang PKMS Kartu Gold dibebaskan. 6. Kutipan ke-2 dst/Salinan Akta a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan

25.000 50.000 75.000 50.000 50.000

50.000 100.000 100.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Kematian

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

71

untuk kuburan khusus 150. untuk kuburan umum b.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN No Jenis Tarif 1. Untuk orang dewasa a.000 500. ttd JOKO WIDODO 72 . WALIKOTA SURAKARTA. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun Keterangan : Khusus pemegang PKMS gold dan JAMKESMAS dibebaskan dari kewajiban retribusi.000 50 % (lima puluh persen) dari tarif (1) 2.

LAMPIRAN V

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

No.

Zona

Jenis Kendaraan

Tarif Sekali Parkir
500 500 3000 5.000 8.000 10.000 500 500 2500 4000 6500 8500 500 500 2000 3000 5000 7000 500 500 1.500 2.000 3500 5500

Keterangan

1.

Zona A

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

2.

Zona B

Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

3.

Zona C

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

4.

Zona D

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

73

5.

Zona E

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

500 500 1000 1500 3000 4000

Keterangan : 1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c. 2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota. 4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

74

LAMPIRAN VI

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR No 1. Plataran Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Los Kios Jenis Tempat Besarnya Retribusi 500,-/m2/hr 300,-/m2/hr 200,-/m2/hr 0,1 ‰ TNTD 0,1 ‰ TNTD

2. 3.

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

75

000 45.LAMPIRAN VII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR No 1 Beaya Uji JBB 0 s/d 2100 30.000 Termasuk kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk angkutan barang 35.000 JBB 8.101 s/d 3.000 Jenis Pelayanan Tarif (Rp) Keterangan JBB 2.000 45.000 5.500 JBB 3.000 WALIKOTA SURAKARTA.000 5.000 40. ttd JOKO WIDODO 76 .000 45.000 10.000 50.000 JBB 15.501 s/d 8.001 s/d 15.000 ke atas Gandengan Tempelan 2 Biaya penggantian buku uji rusak/ tidak terbaca (rutin dan penerbitan baru) Biaya penggantian buku uji hilang Plat Uji/ Tanda Lulus Uji Cat Samping 3 4 5 100.

000 10. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut: 1. ttd JOKO WIDODO 77 . dry chemical powder. dan lainlain) a. lebih dari 20 kg s/d 150 kg b.000 20.000 10. lebih dari 25 liter s/d 50 liter 2. lebih dari 150 kg 3. sampai dengan 6 kg b. Sampai dengan 25 liter b. sprinkle d. Alat pemadam kebakaran jenis Fire Protection (fire hydrant. fire alarm c.000 40.LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO.000 5. Pemeriksaan dan pemasangan label stiker pada alat pemadam api/ kebakaran untuk konsumen atau pemilik alat pemadam kebakaran. smoke detector TARIF KETERANGAN 5000 10. Penelitian gambar-gambar rencana dan pengentasan akhir pemasangan hydrant kebakaran sistem pemancar air kebakaran. fire hydrant b.000 per unit per unit 5. lebih dari 6 kg s/d 20 kg c.000 5. hydrant dan house reel b. sprinkler.000 10. halon dan sejenisnya a. fire alarm c. smoke detector II.000 5. Alat pemadam kebakaran yang berisi gas. JENIS PELAYANAN I. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut : a. sprinkler d.000 5.000 per titik per titik per titik per titik WALIKOTA SURAKARTA.000 per titik per titik per titik per titik 15. Alat pemadam kebakaran yang berisi busa. super busa dan sejenisnya a.000 per unit per unit per unit per unit 15.

000 110. penyimpanan peta.000 90. 4. Biaya Gambar 25.000 75.000 55.000 300. pemeliharaan.) Tu : (L/500 x HSBku) + Rp.000 135. 100. WALIKOTA SURAKARTA. Tu : tarif pelayanan pengukuran L : luas tanah (dalam satuan m2) Retribusi penggantian biaya cetak peta : Pelayanan pengukuran + cetak peta + biaya gambar + biaya administrasi. 1.000 175. untuk komponen belanja bahan dana honor yang terkait dengan keluaran (output kegiatan).000 75.000 per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. 2.000. ttd JOKO WIDODO 78 . Administrasi (meliputi komputerisasi.- KETERANGAN Cetak Peta a. pemeliharaan. HSBku untuk tahun berjalan. HSBku : harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan. 2 JENIS PELAYANAN Pengukuran TARIF (Rp. pemeliharaan peta) 150.LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO. berwarna 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 3. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. hitam putih 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 b. berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan.000 40. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan.000 100.000 KETERANGAN : 1.

10.000.000. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.000. Jangka sorong 5. Lebih 10 meter. Selebihnya dari 1. Salib ukur 2. 500 kL pertama b.000. Lebih dari 2 L sampai 25 L c.5.200.10. setiap 10 kL Bagian-bagian dari 10 kL dihitung satu 10 kL TERA ULANG 4.50.000.- 79 . Sampai dengan 500 kL 2.000 setiap 10 kL e.000.2. Counter meter 7.100.10.000.5.150.000. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.000. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.10. Selebihnya dari 20. Bentuk Bola Dan Speroidal 1. Roll tester 8. Lebih dari 2 meter sampai dengan 10 meter c.000.000 kL.200.000 setiap 10 Kl c.000.300.200.000.000. Blok ukur 3.000.100.000. Alat ukur tinggi orang 6.5.000.15.3.000.000 kL. kL.100.150.150.2.000.000 kL. kL.000.10.10.100.KET buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 3.10.000.3.000. tarif 10 meter ditambah untuk tiap 10 meter atau bagiannya dengan d. Selebihnya dari 10. setiap 10 kL c.5.000.000. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR a. kL.15.000.1. Komparator ALAT UKUR PERMUKAAN CAIRAN (LEVEL GAUGE) a.100. Selebihnya dari 1. Bentuk Silinder Tegak 1.000. ukuran panjang jenis : 1. Sampai dengan 2 meter b. KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BDKT NO JENIS SATUAN BIAYA RETRIBUSI TERA A 1 ALAT UTTP UKURAN PANJANG a.8.000 kL sampai dengan 20.5.000.000 kL sampai dengan 10. setiap 10 kL buah buah buah buah 300.- 200.000.- 2 3 4 buah kL.200. Sampai dengan 500 kL 2.000. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.- 300.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERA/TERA ULANG ALAT ALAT UTTP.000.10.- b.300.000.000 kL sampai dengan 2.000 setiap 10 kL f.000.10.10.000 setiap 10 kL d.000. 500 kL pertama b.10. Sampai dengan 2 L b.000.3.000.5. buah buah buah buah buah buah 150. Selebihnya dari 2. Otomotif TAKARAN ( BASAH/ KERING ) a.000.500.000.75.1.1.000.1000.000.000.000.000. Mikrometer 4. Mekanik b.300.500.500.000.000.000.000.

000.000. Selebihnya dari 5 kL.10.2.5.50.000.000. setiap kL c.2. Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur buah buah buah buah 300.000.- 100.100.000.000. Lebih dari 1.000.100. Sampai dengan 15 m3/h 2.5.15.3.1.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.000.25. Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a.100.000.000.000.25.1.3.- 80 . Lebih dari 500 L sampai dengan 1.000.000 L Bagian-bagian dari 1.20.000.000.10.000.000. setiap m3/h d.15. Bentuk Silinder Datar 1. Buret dan Pipet b.000.125.000.50.000. setiap m3/h c.000.- - buah buah buah buah buah 100. Selebihnya dari 500 m3/h.100.2.000.50.000.000.50.000.100.10.300.000. setiap kL Bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a.3. Selebihnya dari 50 kL.000.- buah buah buah buah buah buah 50.000.10.000.000. Sampai dengan 10 kL 2. setiap m3/h Bagian-bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a.- 50. setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL 5 TANGKI UKUR GERAK a.000.75.000.000. Kapasitas sampai dengan 5 kL 2.1. Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.000.15. Lebih dari 10 kL dihitung sbb : a.000.25. Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c. 15 m3/h pertama b. setiap m3/h a. Meter Bahan Bakar Minyak a.- 50. Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a. Selebihnya dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h. Selebihnya dari 10 kL sampai dengan 50 kL.000. Meter Induk Untuk setiap media uji 1.25.000.000.10.15.15.c. Labu ukur. Selebihnya dari 25 m3/h sampai dengan 100 m3/h.000.15.3.50.1.50.000.000.000. setiap m3/h d. 5 kL pertama b.000. Gelas ukur BEJANA UKUR a.000. Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji 1. setiap m3/h c. Sampai dengan 25 m3/h 2.000.10.2.000 L dihitung 1000 L METER TAKSI SPEEDOMETER METER REM TACHOMETER THERMOMETER TENSIMETER VISKOMETER ALAT UKUR LUAS ALAT UKUR SUDUT ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.000.000.20.000.000.- - 6 buah buah buah buah buah 20. Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb: a.000.000.100.000.000.000.- 100.- - 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50.- 300.300.- buah buah buah 100.75.000.3.000.50. 10 kL pertama b.10.1.3. Selebihnya dari 500 m3/h.000. 25 m3/h pertama b. Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1.000.000.000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1.000.000 L e.3.000.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.15.2. Sampai dengan 50 L b.000.000.125.000.

000.30.000.000.000. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah buah 100. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1.000 L buah buah buah 200.200.18 ALAT UKUR GAS a.000.000.10.000.1.000.15.000.100.200.150.000 m3/h.000.- 20 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.60.000.- 100.50.000. Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.000.- 21 22 ALAT KOMPENSASI SUHU ( ATC ) TEKANAN / KOMPENSASI LAINNYA METER PROVER a.000 L c.000.50.50.300.000.000.000 m3/h.500.000. Meter Kerja 1.000. Selebihnya dari 2.000. Meter Induk 1. Meter Kerja 1.25.000.000.75.000.100.50.500. setiap 10 m3/h c. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.50. Lebih dari 100 m3/h b.50. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.500. Meter Induk 1.000.000. setiap 10 m3/h d.500.500. setiap 10 m3/h e.000.200. Meter Induk 1.000.000.000.5.000.000. Sampai dengan 50 m3/h 2. setiap 10 m3/h c. Sampai dengan 15 m3/h 2. Selebihnya dari 2.50. Selebihnya dari 50 m3/h sampai dengan 500 m3/h. Lebih dari 2. setiap 10 m3/h d. Lebih dari 100 m3/h b. Lebih dari 10. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah 50.2. Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000. 100 m3/h pertama b. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h b.000.150.5.- 81 .30.5.000.000.- 100. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1.000.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50. Selebihnya dari 1. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3. setiap 10 m3/h e.000.000. Pompa ukur Bahan Bakar Gas (BBG) Elpiji untuk setiap badan ukur buah buah buah buah buah buah 100.000 L b.000 m3/h sampai dengan 2.000 m3/h.000. setiap alat perlengkapan e. Sampai dengan 15 m3/h 2.000. Perlengkapan meter gas orifice ( jika diuji tersendiri).000. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h c. Selebihnya dari 1. Sampai dengan 2.- 200.15.000. Sampai dengan 10 m3/h 2.000 m3/h. 50 m3/h pertama b.250.50.- 100. Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb: a.1.- - 19 METER AIR a.000.000 m3/h.1.000.2.000 m3/h sampai dengan 2.500.5.000 L sampai dengan 10.000.200.000.3.000.000. Meter gas orifice dan sejenisnya ( merupakan satu system / unit alat ukur ) d.000 m3/h.150.5.200.000. Meter Kerja 1.000.000.000. Sampai dengan 15 m3/h 2.10.- 50. Sampai dengan 100 m3/h 2.000.000.3.000.500. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.50.250.2.300.1.

7.100. peneraan atau tera ulangannya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tari pada angka 26 huruf a.500.15.2 atau kurang 1.000.11.000.2.000. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1.50.18.000 kg 1.500.500.20.000.17.500.1.000.2.- 50. biaya pemeriksaan.5 atau kelas 1 1. setiap kg/min 5.000.500.4.1. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg b.500.15.500.000.000. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.000.000. 1(satu) phasa b. Kelas 0. 1(satu) phasa Meter energi listrik lainnya.- 25 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 60.000.2.000. Sampai dengan 1 kg 2.000 kg sampai dengan 3. 3 (tiga) phasa 2. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg 31 TIMBANGAN a.25000.500.500. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 23 METER ARUS MASSA Untuk setiap jenis media uji : a.000.1. Kelas 0. Selebihnya dari 1. Selebihnya dari 500 kg/min sampai dengan 1.1.500.- 2. Sampai dengan 3.7. Selebihnya dari 4 alat pengisi.000.000.4.1.000. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh ) a.000.5. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg buah buah buah buah buah buah buah 100.2.500.500.000.000 kg/min.500.2.7. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3. Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1.000.500.000.Meter prover yang mempunyai 2 (dua) seksi atau lebih. setiap kg/min Bagian dari kg/min dihitung satu kg/min ALAT UKUR PENGISI (FILLING SHINE ) Untuk setiap jenis media : a. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.000. Sampai dengan 10 kg/min b.000 kg 2.300.10.500.000.2.500.1. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg c.7. pengujian.000.000.500.15.- 26 27 28 29 30 buah buah buah buah buah buah buah 1. setiap kg/min 3.500. Lebih dari 10 kg/min dihitung sbb : 1.20.25. Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IV) a.12. Sampai dengan 4 alat pengisi b.000.000.000.500.5.500.2.000.100.6.000 kg/min.15.- 100. Sampai dengan 1 kg 2. Sampai dengan 25 kg b.500.200.3.7.000.000.2.000. Lebih dari 1.35.000. 3 (tiga) phasa 2. Kelas 2 1. Selebihnya dari 10 kg/min sampai dengan 100 kg/min.20.000 kg e.000.300. 10 kg/min pertama 2.500.500.500.2.000. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.1. setiap kg/min 4.- 82 .- 60.1. 3 (tiga) phasa 2.500. Sampai dengan 25 kg b.5. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.000.000.500. 1(satu) phasa c.1. Ketelitian halus (kelas II) a. Sampai dengan 1 kg 2.50. Selebihnya dari 100 kg/min sampai dengan 500 kg/min.- 24 buah buah 50.20.10. b dan c PEMBATAS ARUS LISTRIK STOP WATCH METER PARKIR ANAK TIMBANGAN a.

000. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.30. Lebih dari 3.25.15.000. Lebih dari 1.000.10.20.15.000.000. Timbangan milisimal.000.000. Ketelitian (khusus) dan halus.20.- 10.000.10. Pressure Calibrator e.10. dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam Biaya penelitian dalam rangka izin type dan izin tanda pabrik atau pengukuran atau penimbangan lainnya yang jenisnya tercantum pada point A Biaya tambahan 1. di samping pengujian yang biasa dilakukan terhadap UTTP tertentu 3.25.000 kg sampai dengan 3.15. Alat ukur tekanan darah c.15.15. Pressure Recorder 1.500.50.000.000 kg 3.000 kg/cm2 3.000. Lebih dari 500 ton/h 32 ALAT UKUR TEKANAN a.150.- buah jam 5.30.000.000 kg/cm2 PENCAP KARTU OTOMATIS (Printer Recorder) METER KADAR AIR a. Ketelitian khusus (kelas I) b. UTTP yang memiliki konstruksi tertentu.7. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.000 kg/cm2 b.000.10.000.000.- 83 .15.45. Sampai dengan 100 ton/h 2.000.000.15.000. UTTP yang ditanam 4.000.000.000 kg/cm2 d. Timbangan ban berjalan 1. yang tidak ditanam tetapi terkumpul dalam suatu tempat dengan jumlah sekurangkurangnya lima alat buah buah buah buah buah buah buah buah buah 21.000.000. termasuk anak timbangan.000. UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus 5. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.000. Lebih dari 1. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. Lebih dari 1.000.000.000 kg/cm2 3.000.- 5.300.100. UTTP.500. bobot ingsut dan timbangan pegas yang kapasitasnya sama atau lebih 25 kg b. kapas dan tekstil. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.25.1.000.50.000.000 kg e.40.500.000. setiap ton c.000.000.250.15. UTTP yang memerlukan pengujian tertentu.000. atau benda/ barang bukan UTTP. Ketelitian sedang dan biasa.000.7.10.- C buah buah buah buah buah buah buah 5.22.10.50. Lebih dari 100 ton/h sampai dengan 500 ton/h 3.000.000.- 40.000 kg 1. Timbangan cepat. sentisimal.000.000 kg/cm2 3. setiap ton 2. Lebih dari 1. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.c.000.000. setiap komoditi b. setiap komoditi c.15. Untuk kayu dan komoditi lain. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.15.400. yaitu : a.000.50.000.20.6.500.000.000.000.000. desimal.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 10.450.000.30.10.15.000. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.25.50.000.000. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak. Timbangan elektronik untuk semua kapasitas 2.000. Manometer Minyak 1.000. Untuk biji-bijian mengandung minyak.000.7.000.24. pengisi (curah) dan timbangan pencampuran untuk semua kapasitas c.000.25.15. Dead Weight Testing Machine 1. setiap komoditi Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 34.

termasuk anak timbangan.000.200. Biaya sertifikasi/ surat keterangan b.350.- buah 300% dari tarif tera jam lembar buku buku 10. Lebih dari 500 kL buah 1.000.10. UTTP.000.6.- F WALIKOTA SURAKARTA. Sampai dengan 500 kL 2. yang tidak ditanam tetapi tetapi terdapat di tempat UTTP yang ditanam atau terdapat di tempat UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus D E BIAYA KALIBRASI BIAYA PENGUJIAN BDKT Pengujian dilakukan per jenis BDKT per isi nominal Setiap jam SERTIFIKASI DAN TABEL a.000. Biaya pembuatan tabel TUT : 1.000. ttd JOKO WIDODO 84 .

200 1.200 1.Of f ice Lanjutan Ko mputer Akuntansi Tekn isi dan Perakitan Perang kat Ko mputer Internet 4. h. c.LAMPIRAN XI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PENDIDIKAN A. Bahasa Jepang Ko mputer (per ja m/sisw a) : a. Dbase Interaktif dan Progra m MS.500 1.250 1. d. f. d.200 1. g.200 1. Basic En glish Course b.000 Bahasa (per ja m/sisw a) : a.200 1. j. Tata Niaga (per jam/sisw a) a.500 1.200 1. b. En glish For Hotel Staf En glish For A Shop Assistant En glish For Travelling En glish For Restaurant En glish For Gu ide Special Conversation Class En glish For Job See kers En glish For Children 3. Men jah it dasar b.250 1.000 3. d. ttd JOKO WIDODO 85 .250 1.500 5.500 1. d.250 1.500 1.500 2.000 2.250 1. f. Jasa Latihan Ketra mpilan di Ba lai Lat ihan Kerja Pelat ihan : 1. Aneka Kerajin an (per ja m/sisw a) : a. e. b. c. c.Of f ice Dasar MS.200 1. i.500 1. 2. e. Men jah it lan jutan Bordir dasar Ukir kayu Sablon WALIKOTA SURAKARTA. e. Men getik Ting kat Dasar Admin istrasi Per kantoran Akuntansi Dasar I Sekretaris 1. c.200 1.200 1.500 1.

bobot keamanan. WALIKOTA SURAKARTA. bobot jenis penggunaan menara dibagi jumlah keseluruhan koefisien bobot dikalikan 2 % (dua per seratus) NJOP Tanah dan Bangunan dengan rumus sebagai berikut : Jumlah Retribusi yang Terutang = {(Bobot Peruntukan Tata Ruang + Bobot Keamanan + Bobot Jenis Penggunaan) : 13} x 2 % NJOP Tanah dan Bangunan. ttd JOKO WIDODO 86 .LAMPIRAN XII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI Tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dihitung dengan cara penjumlahan bobot peruntukan tata ruang.

Rp 280. PKL. tempat.3 % x NJOP TARIF RETRIBUSI KETERANGAN Dilelang m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per tahun m2/ per tahun m2/ per tahun 6 % x NJOP 3% x NJOP Rp 1. Kelas A b. di titik lokasi zona A c.Rp 1. Selain eks kuburan b.5% x NJOP 0.2 % x NJOP 0. untuk bercocok tanam 4. Pemasangan fasilitas/ sarana. sosial 5. di titik lokasi zona C 2. Usaha Sosial 2. di titik lokasi zona B d.LAMPIRAN XIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 OBJEK Tanah milik pemerintah daerah PENGGUNAAN 1. Kelas C 3 Pemakaian Ruang di atas saluran 1.- m2/Per tahun m2/Per tahun m′/ per tahun 3 % x NJOP m2/ per tahun Rp 200.Rp 10. Kelas B c.Rp 500. Sosial dan Olahraga a.2 % x NJOP m2/ jam m2/ jam m2/ jam m2/ bulan m2/ bulan a. untuk tempat tinggal 3.Rp 300. dan sejenisnya 8.200. Kegiatan Umum 2.5. untuk pemasangan sarana reklame media luar LOKASI a.Rp 140. Tanah Galian 9. titik lokasi. strategis b.000. Usaha Komersial Rp 2.0.5. limbah dan sejenisnya 6. Kelas B c. Jualan. Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) 7. Sewa Tanah TPA 2 Lapangan 1. Kelas A b. komersial b.- m2/ hari m3 m2/ bulan Max 300 m2 m2/ kegiatan m2/ kegiatan m2/ kegiatan 87 . Kelas C a. untuk usaha : a. Eks kuburan 0.Rp 2.1 % x NJOP 1 % x NJOP 6 % x NJOP 0.Rp 210.

000.000.000 per hari Rp 200.000 per hari Rp 100. Untuk Usaha b.2 % x NJOP 1 % x NJOP 0.Rp 80. b.Rp 90. Pendapi Gedhe b. Shelter PKL 5 Kios 1. AC) – penggunaan untuk kepentingan umum 6.3 % x NJOP m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan a.000. Rusunawa Tempat tinggal a. c : sound. Untuk Sarana OlahRaga a.000. lantai dasar (penjelasan – untuk difable) b. Gedung Pertemuan lainnya 1) Golongan I 2) Golongan II 3) Golongan III Tarif mengikuti aturan kios Tarif mengikuti aturan rusunawa Tarif mengikuti aturan lapangan Rp 6.Biaya listrik dan air dibebankan kepada penyewa Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan 4. Gedung Pertemuan (fasilitas untuk point a.- Per 6 jam* * harga sewa bus belum termasuk BBM dan pengemudi Per km** ** harga termasuk BBM dan pengemudi b.000 per hari/ kegiatan Rp 400.000. lantai IV Rp 50.5 % x NJOP 0.000. Rumah Milik Pemerintah 2.5 % x NJOP 1. Golongan IV (untuk kios di tempat rekreasi) 5. Untuk Tempat Tinggal c.Rp 70. Golongan III 4.4 Pemakaian Gedung/ Bangunan 1. dalam kota Rp 100. screen LCD.- 88 . Lantai 6 Tawang Praja d.Rp 100. 1 perangkat gamelan. Gedung Sekolah/ Eks Gedung Sekolah/ Gedung Serba Guna 5. Tawang Arum c.000 per hari Rp 1. Golongan V (untuk kios di tempat rekreasi) 6 Pemakaian Kendaraan 1. 300 kursi. Golongan I 2.000. Bus sedang (25 penumpang non AC) a. Rumah Khusus/ Sosial 3. lantai I c.000. lantai III e.000 per hari/ orang 1.- Dilelang Perkamar/bulan Rp 100.800.000. lantai II d. luar kota Rp 2.000 per hari/ kegiatan Rp 4.500. Golongan II 3.000 per hari/ kegiatan Rp 1.

bantuan penjagaan yang bersifat non komersial kepada swasta dan instansi Pemerintah Kota Surakarta c. Toilet Container Rp 400. 4 Mobil Pompa Pemadam Kebakaran a..000.. Dump Truck 2.000 per tangki Rp 150.000. Back Hoe 6.- Paket 1 x kali perjalanan wisata maximal 3 jam 1 x jalan Perjalanan wisata per orang Khusus pemilik kartu PKMS gold dan Jamkesmas dibebaskan dari retribusi per jam (minimal 5 jam) Rp.8 ton Rp 100. Sky Walker a.. Mobil Jenazah (dalam perhitungan) a. ..8 ton b. dalam kota b. bantuan khusus pemompaan tanpa bantuan penjaga termasuk penggantian harga bahan bakar selama berlangsungnya pemompaan Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.- Rp 60.000 Rp 75. bantuan pemompaan selama berlangsungnya bantuan penjagaan tersebut pada huruf a dan b d. ukuran < 6.000. bantuan khusus pertunjukkan yang bersifat komersial kepada swasta b. Bis Tingkat Wisata Sewa Rp. Mesin Gilas 3. 800..000.000 *Tarif sewa alat berat belum termasuk BBM dan operator/driver 89 . Tandem Roller 4.- per jam (minimal 5 jam) Rp 50.- per tangki 7 Pemakaian alatalat berat 1. ukuran 6.000.2.000 Rp 130.- 3. 20. luar kota Rp 30.000 Per hari/ 7 jam* (tarif dalam kota) Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Max 7 jam* selebihnya ditambah 20 %/jam Per hari/ 7 jam* 1 x 24 jam* 5..000..Rp.000 Rp 360.

jasa pelayanan Rp 750 Per m2/ bulan Per bak/bulan Per kios/bulan Per kios/bulan dilelang Rp 75. jasa sarana b.- Tarif adalah jasa sarana ditambah jasa pelayanan WALIKOTA SURAKARTA.Rp 6. jasa pelayanan a. ttd JOKO WIDODO 90 .000.Rp 3.000 9 10 11 Rp 4. berat 6 s/d 10 kg a.500.8 Pemakaian kolam ikan Pemakaian Depo Ikan Pemakaian Pasar Ikan Pemakaian insenerator atau pembakaran sampah pada klinis (dari luar RS) 1. kolam semi permanen 2. berat 1 s/d 5 kg 2.000.000 Rp 300.Rp 9. jasa sarana b.000.000 Rp 500. kolam permanen Kios Ikan non fasilitas Kios Ikan dengan fasilitas Balekambang 1.

tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan Type A Type B Type C Bus Ekonomi (AKDP) 3.-/ m2 per hari 180.- Angkutan Antar Jemput 2.-/ m2 per hari 150.- Bus Pedesaan 1. pusat informasi Bus Besar Bus Kecil Fasilitas penitipan barang 2.000.000.10.- Keterangan 1 x masuk Max 2 jam. ttd JOKO WIDODO 91 .-/ m2 per hari Sewa Loket Bus Malam Jasa Ruang Tunggu Cuci Bus Jasa Penitipan Barang Tempat penjualan karcis bus/non-bus Ruang tunggu.15.000.- Angkutan Kota/ Perkotaan 500.000. penerangan. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.000.500.000.-/kg Per hari 1 x masuk Per bus Per bus Per Hari WALIKOTA SURAKARTA.500.- Sewa Kios Tempat usaha dagang dan kebersihan 220.LAMPIRAN XIV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERMINAL Jenis Retribusi Bus non ekonomi (AKAP/AKDP) Bus ekonomi (AKAP) Pelayanan yang diberikan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir di fasilitas parkir Parkir jalur istirahat Tarif 5.250. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. tempat duduk. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.

tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan.000 8.000 Keterangan Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam. Dikecualikan bagi terminal dan pasar tradisional satu kali parkir maksimum 12 jam. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.LAMPIRAN XV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR Jenis tempat a. Pelataran Jenis kendaraan Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Tarif sekali Parkir (Rp) 500 500 1. Khusus untuk : Anak sekolah. Untuk bongkar muat (pasar) dikenakan tarif progresif tiap 2 jam.000 8.000 500 500 1.000 2.000 2. Karyawan toko.000 4. Taman c. tiap 12 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. Pasien rumah sakit tidak dikenakan tarif progresif b.000 4. Tempat Ibadah.000 2. Gedung WALIKOTA SURAKARTA.000 500 1. Pedagang pasar.000 4. ttd JOKO WIDODO 92 .

00 – 13.00 30.00 Jam 13.00 – 13.00 50.000 Jam 13. hari libur 3 Villa a. hari libur 2 Kamar Moderat a.00 – 13.000 75.000 Jam 13. ttd JOKO WIDODO 93 .00 – 13.00 Jam 13.) WALIKOTA SURAKARTA.000 50.00 Jam 13.00 150. 1 JENIS TEMPAT Kamar Biasa a.LAMPIRAN XVI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT PENGINAPAN/PESANGGARAHAN/VILLA NO.00 – 13. hari biasa b. hari biasa b.000 URAIAN TARIF (RP.000 250. hari biasa b.00 – 13. hari raya dan tahun baru Jam 13.

2.LAMPIRAN XVII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN NO.500. JENIS TERNAK Sapi/Kerbau/Kuda Babi Kambing/Domba Unggas/Ayam TARIF 25.-/Ekor 50. 1. ttd JOKO WIDODO 94 . 4.000.000. 3.-/Ekor 20.-/Ekor WALIKOTA SURAKARTA.-/Ekor 1.

b. TARIF URAIAN (Rp.000.000.Tidak Strategis 300.00 – 07.mulai jam 07.000.000.Per m2 tiap hari Karcis Parkir Sepeda 500.Belum termasuk beaya penambahan listrik .mulai 18.000.Pada hari-hari tertentu kartu bebas tidak berlaku Karcis Jualan 500.00 1.000.malam minggu e.hari biasa 100.00 300. 10. 6. Umum .00 – 18.00 – 07. 11. 12. 4.LAMPIRAN XVIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA NO.mulai 18.Sekali parkir Karcis Parkir Bus 5. 3.Per m2tiap hari III.c.000.000. 2.000.untuk sosial 1 x pemakaian 500. Pemanfaatan Lahan a.000. FASILITAS DALAM TAMAN BALEKAMBANG 1.Sekali parkir KA Kelinci 2. Borongan wayang orang 1 x pentas 1. 7.Per m2 tiap hari .) PEMANFAATAN LAHAN DALAM TAMAN WISATA DAERAH Pemanfaatan Lahan . 1.malam hari 750. 1. 8.000. sewa gedung wayang orang 1 x pemakaian .Per m2/6 jam* .Per hari Wayang Orang Per orang 3.00 – 18.000.Per m2 tiap hari .Per m2 tiap hari ..00 500.malam hari 400.siang hari Persewaan Gedung Joglo .Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Perahu 2.untuk komersial 1.hari biasa 1 x pentas 1.000.1 x masuk (hari biasa) 1x masuk (hari libur/ hari besar) 1000. Karcis kelas I Per orang 1.Per orang per 2 jam Sewa Kolam/ Segaran 300.Sekali parkir Karcis Parkir Mobil 2.siang hari .500.00 400.000. 9.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Pancingan 2. I.JENIS PUNGUTAN II.Per m2/6 jam* 13.500. 95 .000.000.000.Kurang Strategis 500.000. Persewaan Los Keliling Joglo .Per m2 tiap hari FASILITAS DALAM TAMAN WISATA SRIWEDARI Karcis Masuk 500..a. 5. Karcis kelas II/ Balkon d.hari libur 200.Sekali parkir Karcis Parkir Sepeda Motor 1.000.mulai jam 07.Strategis 1000.500. Karcis utama/VIP Per orang 1.

lebih dari 6 jam dikenakan tarif tambahan 2.malam c.000.000. Sewa Peralatan high rope 1.IV.000. 500.000.1.siang .200.Per jam WALIKOTA SURAKARTA.100.600.000.750.000.000.siang .000.malam b. Balai Apung Kolam Sepeda Air Taman Reptil Outbond a. Gedung Kesenian . 6.500.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 3.500.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam b.- Per m2/6 jam* Per m2/6 jam* * untuk luas minimal 1000 m2 Kurang dari 6 jam dihitung 6 jam. LAPANGAN TENIS BALAI ISTIRAHAT MALIAWAN Sewa Lapangan Tenis 15. Sosial .000. Open Stage . 5.hari biasa .000. Balai Tirtoyoso d. 4.hari libur 50.200. Sewa Peralatan low rope 350.b. Gedung a.750. ttd JOKO WIDODO 96 .

000 17.000 15.500 7.) Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ikan 1.000 15.000 20.000 30.500 12.000 13.000 20.000 7.000 120. Tarif Retribusi Penjualan Benih Ikan dan Ikan Konsumsi NO JENIS IKAN HARGA BENIH IKAN PER 100 EKOR (RP.500 15. Tarif Retribusi Penjualan Bibit Tanaman No 1 Komoditas Tanaman Hias Jenis Tanaman .LAMPIRAN XIX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH a.000 10.000 5.000 10.500 10.000 7.000 2.000 80.000 50.Anggrek dendrobium Remaja .Mangga 1 meter okulasi .000 3.000 Keterangan 2 Bibit Buah WALIKOTA SURAKARTA.000 4.000 20.000 4.Belimbing 1 meter okulasi Harga 6.000 40.000 - HARGA IKAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nila Merah Nila Hitam Lele Gurame Tombro Karper Tawes Koki Komet Moly biasa Moly Balon Koi Menyesuaikan harga pasar b. ttd JOKO WIDODO 97 .3 Ikan 3 – 5 Ikan 5 – 7 Ikan 7 – 9 cm cm cm cm 5.000 5.000 15.000 5.500 10.Anggrek dendrobium berbunga .000 1.000 6.000 10.000 25.000 30.000 7.000 12.000 55.000 20.500 10.000 30.000 7.

034 1.895 33. Lt. Lt.120 4 x 1.263 9 x 1.555 2.845 29 x 1. Lt.141 Lt. Conblok b.460 16 x 1. Lt.594.526 18 x 1.903 Keterangan 1 Bangunan Gedung Tidak Bertingkat 2 Bangunan Gedung Bertingkat 420. Tempat Parkir 1.000 2 x 1. Lt.399. Saluran Nilai Bangunan/ m2 1.642 22 x 1. 1.069 46. 24. Lt.250 Lt.352 12 x 1.679.895 Lt.067 Tarif Retribusi/ m2 (Rp.000 25. Lt. Aspal 2.712 1. 29. Lt. Lt.912.613 21 x 1.381 13 x 1.135 5 x 1. Lt.787 27 x 1.883 Bagi bangunan bertingkat lebih dari satu lantai dikalikan koefisien nilai bangunan 1 x 1.094 489.LAMPIRAN XX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN No Jenis Bangunan Klas Bangunan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 3 Pagar Depan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 7 Fasilitas a. 7.236 8 x 1.197 7 x 1.912.555 19 x 1.162 6 x 1.918 350.602 1.816 28 x 1.034 1.834 Lt.679. Lt.) 27.874 30 x 1.440 14 x 1. Taman c.855 408.232.758 26 x 1.569 Lt.474 39.522 1.841 2.323 11 x 1.493 Lt.584 20 x 1.560 7. Lt.439 15 x 1. Lt.083 Lt.712 504.497 17 x 1. Lt. 5.671 23 x 1.700 24 x 1.729 25 x 1. 8.291 10 x 1.841 4 Pagar Samping/ Belakang 5 Rumah Permanen 6 Rumah Permanen Bertingkat/Loteng 61. Lt. 926 Lt. 98 . Lt. 33.594. Lt.391 Lt. 27. Lt. 447 Lt.362 8.474 Lt. Lt.917 52.090 3 x 1.

1.75% = Rp. 24.2 % = Rp.035.49 x 85 = Rp.02 x 1. 27.02 x 1. 1. 2.80 x 1. 7.03 x 1. 11.2% = Rp. 408.516.602.74 x 85 = Rp.90 x 1.75% = Rp.474 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT SEDERHANA = 3.82 x 1. 1.85 x 1.232.2% = Rp.035. 408. 33.75% = Rp.636.2 % = Rp. 1.199.845 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT SEDERHANA = 2.2% = Rp.712.594. 2.842.75% = Rp.67 x 1.067.493 115 RUMAH PERMANEN TIDAK SEDERHANA = 1.49 x 85 = Rp.555. 2. 39.03 x 1.602. 33.069 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 3. 420. 11.75% = Rp.895 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.893.34 x 1.679. 8.391.883 115 PAGAR DEPAN SEDERHANA = 569. 16.141 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG TIDAK SEDERHANA = 552.02 x 1.516. 8.80 x 85 = Rp.636. 1.834 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG SEDERHANA = 552.DAFTAR PENGHITUNGAN NILAI BANGUNAN DAN BESARNYA RETRIBUSI PER METER PERSEGI RUMAH PERMANEN SEDERHANA = 1.67 x 1.895 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.636.035.22 x 85 = Rp.85 x 1.127.80 x 1.594.74 x 85 = Rp.156.199.579.156. 29.035.47 x 1.75 % = Rp.020.636.2% = Rp.75% = Rp. 420. 46.156.22 x 85 = Rp.80 x 85 = Rp.855.75% = Rp.75% = Rp.594.232.594. 7.474 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT SEDERHANA = 2.579.362 115 PAGAR DEPAN TIDAK SEDERHANA = 569.912.893.712. 27.67 x 1.555.67 x 1.399.90 x 1.795. 1.75% = Rp.75% = Rp.49 x 85 = Rp. 504.127.75% = Rp.842.399.712.156.20 x 85 = Rp.20 x 85 = Rp.094. 489.912.569 115 99 .020.49 x 85 = Rp.094.

95 – 15 % = Rp. b.42 x 85 % = Rp. ttd JOKO WIDODO 100 .37 x 1. 1.125 : 150.625 : 34. RUANG PARKIR a.41 x 1.918.75 % = Rp.843. TIDAK SEDERHANA SEDERHANA : 350.96 – 15 % = Rp. 61. b. SALURAN WALIKOTA SURAKARTA.75 % = Rp.000 x 1. 2.582. 514 3.395 x 1. 29. 926 TAMAN a. 2. ASPAL CONBLOK/ PAVING : 72.000 x 1.917.75 % = Rp.083 : 62.75 % = Rp.75 % = Rp. 52. 6.FASILITAS 1.256.

000.LAMPIRAN XXI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TEMPAT PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL NO 1 2 3 4 TEMPAT USAHA Hotel Berbintang 3 Hotel Berbintang 4 Hotel Berbintang 5 Restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka 5 Bar.500.KETERANGAN per tahun per tahun per tahun per tahun WALIKOTA SURAKARTA.1.000.per tahun TARIF (Rp. ttd JOKO WIDODO 101 .000.000. Pub.2.000.000.2.500.) 1.000. Diskotik 1.000.

000.500. 5.-/ pk Keterangan Rp. Biaya Pemeriksaan dan Penelitian : Pemeriksaan dan Penelitian Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar f. Menurut Penggolongan Usaha : Penggolongan Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar d. Menurut Luas Ruangan Tempat Usaha : Luas Ruangan Tempat Usaha 1 m2 – 200 m2 201 m2 – 500 m2 501 m2 ke atas b. Menurut Penggunaan Mesin : Penggunaan Mesin 1 pk – 10 pk 11 pk – 100 pk 101 pk ke atas c. 1.Rp. 250.000.750. 3.000. 62. 2. 500.750.875.LAMPIRAN XXII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Untuk setiap pemberian Izin Gangguan retribusinya diperhitungkan sebagai berikut : a. Menurut Klasifikasi Gedung : Klasifikasi Gedung 1 Lantai 2 Lantai 3 s/d 5 Lantai 6 Lantai Ke Atas Lantai Dasar ditambah 10% dari (a+b+c) g. Menurut Klasifikasi Jalan (Lokasi) : Klasifikasi Jalan (Lokasi) Di tepi jalan klas I Di tepi jalan klas II Di tepi jalan klas III Di tepi jalan klas IV e.-/ pk Rp. Keterangan 20% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 40% dari (a+b+c) 50% dari (a+b+c) Keterangan 5% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) Keterangan 40% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) Keterangan Rp.-/m2 Yang Menggunakan Sistem Shif : dikenakan 50% dari (a+b+c) 102 .-/pk Rp.-/m2 Rp. 1.500.000.-/m2 Rp. 2.Keterangan Rp.Rp.

62.-/tahun Rp.500.000.500. 375. Pendaftaran Ulang : Pendaftaran Ulang Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar Keterangan Rp.h. 162.-/tahun Rp. ttd JOKO WIDODO 103 .-/tahun WALIKOTA SURAKARTA.

. Mobil Penumpang/Taxi 10. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.000.1 x perjalanan d.000.. Mobil bus kapasitas 16-27 c.000.000.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 3 15..- 2 Izin Operasi/Trayek untuk Mobil Penumpang/Taxi Izin Insidentil a.1 x perjalanan 20.000.LAMPIRAN XXIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TRAYEK NO JENIS PERIZINAN TARIF (Rp. ttd JOKO WIDODO 104 .300.) KETERANGAN 1 Izin Trayek Mobil Bus a.. Mobil bus kapasitas 16-27 c.000.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 250..000 1 x perjalanan WALIKOTA SURAKARTA. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150.1 x perjalanan 25.