LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah perlu dilakukan penyesuaian pengaturan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah; bahwa kebijakan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah; Undang-Undang Gangguan (Hinder ordonantie Staatsblad 1926 Nomor 226 sebagaimana diubah dengan Staatsblad 1940 Nomor 450 ); Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

b.

c.

d.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4

5.

1

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

2

19.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 32) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5145); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta SyaratSyarat bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1987 tentang Satuan Turunan, Satuan Tambahan dan Satuan Lain yang berlaku (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3351); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor

20.

21.

22

23.

24.

25.

26.

27.

28. 29.

3

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1998 Seri A Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 1 Seri B). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 12 Tahun 1991 Seri B Nomor 4). 4 . 37. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 15 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 17 Seri E Nomor 9). 35. 34. 30. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1999 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1999 Nomor 5 Seri B). 31. 38.12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). 33. 39. 32. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 1 Seri B). 36.

48. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2003 Nomor 8 Seri B). 5 . 42.40. 51. 41. 50. 44. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA dan WALIKOTA SURAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 6). 46. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 4 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 7 Seri D Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). Peraturan Daerah Kota Surakarta Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 9 Seri E). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 8). 43. 49. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 4). 47. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 5 Seri B). 45. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9).

11. 8. yang selanjutnya disingkat DPRD. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. 10. firma. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. perseroan lainnya. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. yang selanjutnya disingkat SKRD. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Jasa Usaha adalah jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. 16. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. 4. organisasi massa. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan Tugas Pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pemanfaatan ruang. prasarana. perkumpulan. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan. badan usaha milik negara (BUMN). Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD Kota Surakarta dengan persetujuan bersama Walikota Surakarta. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. Walikota adalah Walikota Surakarta. 17. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah dan/atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 12. kongsi. pengaturan. 2. 9. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi 6 . parasarana. atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun. serta penggunaan sumber daya alam. yayasan. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. persekutuan. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. 5. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. dana pensiun. 15. organisasi sosial politik.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Surat Setoran Retribusi Daerah. 13. koperasi. perseroan komanditer. Surat Ketetapan Retribusi Daerah. 14. atau organisasi lainnya. Daerah adalah Kota Surakarta. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 3. yang selanjutnya disingkat SSRD. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan. adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 18. barang. barang. 6. 7.

27. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah yang selanjutnya disebut PPNS Daerah. karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. dan c. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. BAB II OBJEK DAN GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 2 Objek Retribusi adalah : a. Tera Ulang adalah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku. Jasa Umum. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai perhimpunan data objek dan subjek retribusi. takar. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. 20. keterangan. Perizinan Tertentu. 25. yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas. timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. takar. gelas. kayu. atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku. yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya. 21. 24. Barang Dalam Keadaan Terbungkus adalah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup. Menera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku. Pasal 3 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. 26. kaleng. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. Jasa Usaha. 22. Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menurut cara yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan barang bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. 7 . b. 23. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya. plastik. 28. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. atau bahan pembungkus lainnya. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dan retribusi dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi daerah.19. adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran Peraturan Daerah.

Retribusi yang dikenakan atas perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c digolongkan sebagai Retribusi Perizinan Tertentu. i. c. aspek keadilan. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. b. Retribusi Pelayanan Pendidikan. k. BAB III RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retibusi Pasal 4 (1) Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. d. e. h. (2) (3) 8 . Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 5 (2) (1) (2) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : a. dan biaya modal. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum. Retribusi Tera/Tera Ulang. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Pasal 6 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa. kemampuan masyarakat. biaya bunga. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. dan l.(2) (3) Retribusi yang dikenakan atas jasa usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b digolongkan sebagai Retribusi Jasa Usaha. j. f. Retribusi Pelayanan Pasar. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. Badan yang Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Retribusi Pelayanan Pemakaman. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. g. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa.

laboratorium kesehatan. kecuali pelayanan pendaftaran. puskesmas rawat inap. puskesmas rawat inap. BUMN. Unit Pelaksana Teknis Puskesmas. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Paragraf 4 Khusus Pasal 11 Peserta program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. ditetapkan dalam Lampiran I yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. laboratorium kesehatan. BUMD. puskesmas keliling. Struktur dan besaran tarif retribusi terdiri dari komponen jasa sarana dan jasa pelayanan. rumah sakit umum daerah. (2) 9 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 10 (1) (2) (3) Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan. Puskesmas Pembantu. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan. jenis pelayanan kesehatan. Pasal 8 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan jaminan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 7 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan pihak swasta. puskesmas keliling. Struktur dan besarnya tarif retribusi pada Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. puskesmas pembantu.(4) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian.

Pasal 14 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. puskesmas rawat inap dalam program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. c. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). puskesmas pembantu. tempat ibadah. Pengelolaan program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. taman. sosial. dan d. rumah tangga. Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 13 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. dan Jaminan Kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. Dalam hal volume sampah sulit diukur. dan tempat umum lainnya. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. b. (2) (3) (2) (3) 10 . Klasifikasi perkiraan volume sampah sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. meliputi kegiatan: a. maka volume sampah dimaksud dapat ditaksir dengan berbagai pendekatan antara lain berdasarkan luas lantai bangunan. pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir.Pasal 12 (1) Dikecualikan sebagai wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah. Peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. orang yang menerima pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. dan industri. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 15 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi perkiraan volume sampah yang dapat dikumpulkan berdasarkan jenis kegiatan usaha dan intensitas kegiatan usaha. perdagangan. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) diatur dengan Peraturan Walikota. puskesmas keliling.

d. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 19 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. kartu tanda penduduk b. dan akta kematian. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil ditetapkan dalam Lampiran III yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kartu keterangan bertempat tinggal. Pasal 18 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terdiri atas : a. akta ganti nama bagi warga negara asing. kartu keluarga. akta pengesahan dan pengakuan anak. Bagian Keenam Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 17 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 16 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dalam Lampiran II yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. 11 . Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 21 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman. c. dan e. kartu identitas penduduk musiman. akta perceraian.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 24 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dalam Lampiran IV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kemudahan informasi. Pengaturan zona parkir diatur dengan Peraturan Walikota. jenis kendaraan. dan b. penertiban. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 25 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.Pasal 22 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 adalah pelayanan pemakaman yang meliputi : a. Pasal 26 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. Jalan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. penataan/penempatan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 23 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tempat dan jenis pelayanan. c. b. sifat. meliputi : a. pengaturan. dan waktu penggunaan. dan d. (3) 12 . Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum diukur menurut zona tempat.

(2) (2) 13 . Pasal 30 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. berupa pelataran. Bagian Kesepuluh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 33 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. jangka waktu pemakaian. zona tempat. Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. los. dan khusus disediakan untuk pedagang. luas tempat dasaran. kelas pasar. los. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 31 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan atas letak. BUMD. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 32 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan berdasarkan jenis fasilitas yang terdiri dari pelataran. kios. dan pemakaian daya listrik. kelas pasar. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. letak. zona tempat.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dalam Lampiran V yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran VI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Bagian Kesembilan Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 29 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar. alokasi beban biaya yang dipikul untuk menyelenggarakan fasilitas pasar. dan pihak swasta.

dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung. b. kereta tempelan. Dikecualikan dari Objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah. Bagian Kesebelas Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 37 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. c. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji. pemeriksaan kondisi laik jalan. bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker. mobil penumpang pribadi. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 35 Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor diukur berdasarkan frekuensi pengujian kendaraan bermotor dan Jumlah Berat Diperbolehkan (JBB) kendaraan bermotor. pembuatan. pembuatan nomor uji. kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia. pemasangan dan pengecatan tanda samping. dan sepeda motor. alat penangulangan kebakaran. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran VII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana pada ayat (1) adalah : a. Pasal 38 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan besarnya tarif retribusi dibedakan berdasarkan JBB kendaraan bermotor kecuali kereta gandeng. alat penanggulangan kebakaran. dan (2) (2) (2) 14 .Pasal 34 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi : a. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum. b. dan d.

pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi. jenis. memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran. dan ukuran alat pemadam kebakaran yang diperiksa dan atau diuji. dan pencetakan peta. Bagian Keduabelas Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 41 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf i dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan berdasarkan jumlah. pencetakan peta. (3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a. Struktur dan besarnya tarif retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dalam Lampiran VIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. 15 . mengimpor. dan ukuran alat pemadam kebakaran. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 43 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan pelayanan pengukuran. dan b. Pasal 42 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran.c. pembuatan gambar. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 39 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah. jenis. dan Pemerintah Daerah. pengadministrasian. dan b. rumah tinggal. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan. Jasa pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah.

jenis. Bagian Keempatbelas Retribusi Pelayanan Pendidikan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 49 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf k dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pendidikan. Bagian Ketigabelas Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 45 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf j dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. karakteristik. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 48 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dalam Lampiran X yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 47 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemberian jasa pelayanan dan pembinaan.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 44 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dihitung berdasarkan penjumlahan pelayanan pengukuran. kapasitas ukur. pelayanan pengujian alat-alat ukur. takar. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan biaya administrasi. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran IX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. timbang. biaya gambar. lamanya waktu dan peralatan yang digunakan. takar. timbang dan perlengkapannya dan/atau barang dalam keadaan terbungkus. (2) 16 . dan b. cetak peta. serta tingkat kesulitan. Pasal 46 Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi: a. dan perlengkapannya.

b.Pasal 50 (1) (2) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. keamanan. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. dan kepentingan umum. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 55 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi diukur berdasarkan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang menjadi dasar alokasi beban biaya yang dipikul oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pengendalian menara telekomunikasi. BUMD. c. 17 . pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan jenis pelayanan pendidikan yang diperoleh. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Pasal 54 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang. pelayanan Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN. Bagian Kelimabelas Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 53 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf l dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan d.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 56 (1) Besarnya tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditetapkan sebesar 2% (dua persen) dari NJOP yang digunakan sebagai dasar penghitungan PBB menara telekomunikasi. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 59 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. d. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. f. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Usaha. b. Retribusi Rumah Potong Hewan. c. dan/atau b. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. (2) (2) 18 . BAB IV PENYELENGGARAAN RETRIBUSI JASA USAHA Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 57 (1) Objek Retribusi Jasa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: a. Jenis Retribusi Jasa Usaha adalah : a. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Retribusi Terminal. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 58 (1) (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. e. dan g. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Retribusi Tempat Khusus Parkir.

pemakaian kios/los diatas tanah pemerintah daerah didasarkan pada luas. e. dan peruntukkannya. pemakaian laboratorium. waktu pemakaian. lokasi. k. dan peruntukkannya. h. pemakaian ruang di atas saluran didasarkan pada lokasi dan luasannya. d. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 62 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan : a. pemakaian kendaraan didasarkan pada jarak tempuh. pemakaian kendaraan. g. g. fasilitas. lokasi. dan peruntukkannya. i. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis. pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah. pemakaian alat-alat berat didasarkan pada jenis alat berat. fasilitas. b. Pasal 61 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah pemakaian kekayaan Daerah. pemakaian lapangan olahraga. (3) 19 . lokasi. pemakaian pasar ikan. pemakaian gedung/ bangunan. waktu pemakaian. Objek pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. pemakaian kolam ikan.(2) Keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha tersebut dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. waktu pemakaian. h. i. pemakaian depo ikan. f. b. dan peruntukkannya. dan l. Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut. waktu pemakaian dan peruntukkannya. pemakaian gedung/bangunan didasarkan pada luas. luas tanah. pemakaian tanah didasarkan pada lokasi. waktu pemakaian. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis didasarkan pada volume sampah yang dimusnahkan. d. pemakaian alat-alat berat. c. waktu pemakaian. pemakaian lapangan olah raga didasarkan pada luas. j. pemakaian ruang di atas saluran. fasilitas. Bagian Keempat Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 60 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. pemakaian laboratorium didasarkan pada jenis alat. e. waktu pemakaian dan peruntukkannya. dan peruntukkannya. f. bahan. pemakaian tanah. c.

dan fasilitasnya. penyusutan dan pemeliharaan. Bagian Kelima Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. b. dimiliki. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan jenis kendaraan. yang disediakan. pemakaian depo ikan didasarkan pada biaya operasional dan biaya perawatan. tempat kegiatan usaha. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 67 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi terdiri dari biaya-biaya penatausahaan. pemakaian kolam ikan didasarkan pada luas kolam. kebersihan. pemakaian pasar ikan didasarkan pada luas kios/los.j. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 63 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah ditetapkan dalam Lampiran XIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Pasal 65 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal. k. dan pihak swasta. BUMD. dan l. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. jenis pelayanan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas dan jangka waktu pemakaian fasilitas terminal. dimiliki. 3. penerangan. dan Subjek Retribusi Pasal 64 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Terminal. waktu penggunaan. penerbitan dokumen. jasa penitipan barang 4. berupa : 1. (3) 20 . fasilitas lainnya di lingkungan terminal. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. Objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. jasa pencucian kendaraan. pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir). BUMN. pengawasan dan pengendalian lapangan. waktu penggunaan. dan fasilitasnya. dan c. ruang tunggu penumpang 2. Objek. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum.

Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah.(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi Terminal ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran XIV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan waktu penggunaan berdasarkan tarif progresif. BUMD. Pasal 73 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. dan pihak swasta. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. BUMN. (2) 21 . Pasal 69 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan. dimiliki. Bagian Keenam Retribusi Tempat Khusus Parkir Paragraf 1 Nama. dan Subjek Retribusi Pasal 68 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. BUMN. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 71 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ditetapkan dalam Lampiran XV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dimiliki. dan pihak swasta. Objek. BUMD. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 70 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi tempat parkir. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. jenis kendaraan. Bagian Ketujuh Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 72 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 75 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 digolongkan berdasarkan jenis tempat penginapan dan jangka waktu pemakaian. dan/atau dikelola oleh BUMN. Struktur dan besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XVI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Bagian Kedelapan Retribusi Rumah Potong Hewan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 76 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. dimiliki. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 78 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah dan jenis ternak yang dipotong. dan pihak swasta. BUMD. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 79 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ditetapkan dalam Lampiran XVII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dimiliki. Pasal 77 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan. (2) 22 .Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 74 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jangka waktu pemakaian fasilitas tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa.

Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat rekreasi. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Bagian Kesepuluh Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 84 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 82 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah frekuensi pemanfaatan tempat rekreasi dan olah raga. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang. Pasal 81 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 adalah pelayanan tempat rekreasi. BUMD. Pasal 85 (1) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 83 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ditetapkan dalam Lampiran XVIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan pihak swasta. pariwisata. (2) (3) 23 . dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan olahraga yang disediakan. dan b. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari. dimiliki. pariwisata. dimiliki. BUMN. Jenis pelayanan dan fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.Bagian Kesembilan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 80 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. dan olahraga yang disediakan.

Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. BAB V PENYELENGGARAAN RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 88 (1) Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi oleh Pemerintah. BUMD. bibit tanaman. dan pihak swasta. b. Retribusi Izin Trayek. bibit ternak. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 86 (3) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume penjualan hasil produksi usaha daerah. Retribusi Izin Gangguan. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 89 (1) (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang bersangkutan dari Pemerintah Daerah. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ditetapkan dalam Lampiran XIX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.(2) Hasil Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. benih ikan. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. penggunaan sumber daya alam. c. termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. dan d. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. BUMN. (2) 24 . hasil produksi usaha daerah lainnya. barang. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah : a. prasarana. dan d. sarana. c. b.

kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah. dan b.000 1. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 93 (1) (2) (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Mendirikan Bangunan diukur dengan menggunakan faktor luas lantai bangunan. Bagian Keempat Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 91 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. dan cagar budaya.162 1. pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut. jumlah lantai bangunan.236 1. penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. Faktor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bobot koefisien.135 1. pengawasan di lapangan. penegakan hukum. Biaya penyelenggaraan pemberian ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penerbitan dokumen izin.Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 90 (1) (2) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian ijin yang bersangkutan.263 (3) 25 . koefisien luas bangunan (KLB).120 1.090 1. Koefisien lantai bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai 1 2 3 4 5 6 7 8 1. dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB). Pasal 92 (1) (2) Objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan. dan fungsi bangunan.197 1. koefisien ketinggian bangunan (KKB). Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.

671 1.497 1.787 1.323 1.381 1. Bagian Kelima Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 95 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. Pasal 96 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 94 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditetapkan dalam Lampiran XX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.613 1.874 1.729 1. dan c.845 1. termasuk pub dan diskotik. 26 . hotel berbintang 3.642 1. bar.816 1.584 1. restoran dengan talam kencana dan talam selaka.700 1.352 1.526 1.758 1. Tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. 4.Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai (4) 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1.439 1.460 1. b. dan 5.555 1.291 1.903 Tingkat penggunaan jasa dihitung sebagai perkalian koefisien sebagaimana dimaksud pada ayat (3).440 1.

termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban. keselamatan. indeks lokasi. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan wilayah tempat penjualan minuman beralkohol. (2) 27 . Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. atau kesehatan umum. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 101 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas ruangan tempat usaha. Bagian Keenam Retribusi Izin Gangguan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 99 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Gangguan. Pasal 100 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya. dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. indeks modal dikalikan tarif dasar retribusi izin gangguan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 102 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 Tingkat penggunaan jasa Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol diukur berdasarkan kriteria tempat penjualan minuman beralkohol. kerugian dan/atau gangguan. indeks gangguan. memelihara ketertiban lingkungan.

Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. BAB VI PENINJAUAN TARIF Pasal 107 (1) (2) (3) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 105 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan dan jenis angkutan penumpang umum. Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota.Bagian Ketujuh Retribusi Izin Trayek Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 103 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Trayek. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 106 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan jumlah dan jenis kendaraan penumpang angkutan umum. Jumlah izin yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada pola jaringan trayek dan wilayah operasi yang diatur dengan Peraturan Walikota. Pasal 104 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. 28 .

dan kartu langganan. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didahului dengan Surat Teguran. BAB VIII MASA RETRIBUSI Pasal 109 Masa retribusi sebagai batas waktu pemanfaatan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah ditetapkan menurut struktur tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian dan penyampaian SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. BAB IX PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 110 (1) (2) (3) Retribusi dipungut dipersamakan. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. kupon. Hasil pemungutan retribusi merupakan pendapatan Daerah dan harus disetor ke Kas Umum Daerah. 29 .BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 108 Retribusi yang terutang dipungut di Daerah dan wilayah tempat kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah. Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. Pasal 111 (4) (5) (6) (1) (2) Tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis.

Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi suatu keputusan. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang.Bagian Kedua Pemanfaatan Pasal 112 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. menolak. Pasal 114 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasanalasan yang jelas. kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi. (2) (4) (5) (2) (3) (4) (2) 30 . Pasal 115 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. Bagian Ketiga Keberatan Pasal 113 (1) (2) (3) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB.

Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. harus memberikan keputusan. Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan. ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Pasal 116 (1) (2) (3) Setiap wajib retribusi wajib membayar retribusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi oleh wajib retribusi berdasarkan peraturan perundang-undangan. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut. Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. TEMPAT PEMBAYARAN. dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan. Pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. dan penundaan pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. tempat pembayaran. angsuran. (3) (4) (5) (6) (7) 31 . atau b. sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan pembayaran. Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. BAB XI PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 117 (1) (2) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. Walikota menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran retribusi yang terutang paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah saat terutangnya retribusi. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. dokumen lain yang dipersamakan. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. Walikota atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi.BAB X PENENTUAN PEMBAYARAN. SKRD.

yang menyebabkan jumlah retribusi yang harus dibayar bertambah merupakan dasar penagihan retribusi dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. wajib retribusi dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. BAB XIII KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 120 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. dan Surat Keputusan Keberatan. kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi. dan b. Jumlah kekurangan retribusi yang terutang dalam STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya retribusi. SKRD. Surat Keputusan Pembetulan. (2) (2) (3) (4) (5) 32 .BAB XII PENAGIHAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Surat Tagihan Retribusi Pasal 118 (1) Walikota dapat menerbitkan STRD jika: a. baik langsung maupun tidak langsung. Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 119 (1) (2) (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar ditagih dengan menggunakan STRD. diterbitkan Surat Teguran. Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi. atau b. STRD. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan Surat Teguran. retribusi dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah.

mengurangkan ketetapan retribusi terutang berdasarkan pertimbangan kemampuan membayar Wajib Retribusi atau kondisi tertentu objek retribusi. dan kenaikan retribusi yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi. atau SKRDLB yang tidak benar. membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan retribusi yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak sesuai dengan tata cara yang ditentukan. dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 122 (1) Atas permohonan Wajib Retribusi atau karena jabatannya. b. PENGURANGAN KETETAPAN. Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. mengurangkan atau menghapuskan sanksi administratif berupa bunga. c. mengurangkan atau membatalkan STRD. retribusi 33 . pengurangan. PENGURANGAN. atau SKRDLB yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan retribusi. mengurangkan atau membatalkan SKRD. BAB XIV PEMBETULAN. dan pembebasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. (2) Walikota dapat : a. dan e. keringanan dan pembebasan retribusi. Tata cara pemberian keringanan. Pengurangan dan keringanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan melihat kemampuan wajib retribusi.Pasal 121 (1) (2) (3) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. d. denda. Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). STRD. BAB XV KERINGANAN. DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 123 (1) (2) (3) Walikota berdasarkan permohonan wajib retribusi dapat memberikan pengurangan. Walikota dapat membetulkan SKRD. STRD. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administratif dan pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. PEMBATALAN.

serta dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka. dan/atau c. melakukan penyitaan benda atau surat.BAB XVI PEMERIKSAAN Pasal 124 (1) Walikota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian. Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota. e. Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. memberikan keterangan yang diperlukan. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka. mengambil sidik jari dan memotret seseorang. BAB XVII INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 125 (1) (2) (3) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. c. f. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. d. g. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. (2) (3) (2) (3) 34 . BAB XVIII PENYIDIKAN Pasal 126 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya dugaan tindak pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah. b.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. 6. 5. 4. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). tersangka atau keluarganya. mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Pejabat Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut pada penuntut umum.h. 2. maka retribusi yang masih terutang berdasarkan : 1. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). 7. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 128 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). 10. 35 . Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). 3. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. 9. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). 8. BAB XIX KETENTUAN PIDANA Pasal 127 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2001 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2004 Seri C Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 Seri B Nomor 1). sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). 8. 36 . (2) (3) Tarif Parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir mulai berlaku sejak 1 januari 2012. 6. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). 7. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). masih dapat ditagih dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. sejak saat terutang. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2002 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelengaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2003 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2002 Seri B Nomor 5). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2002 Seri B Nomor 4). 9. Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu. 3.11. BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 129 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku : 1. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. 10. 11. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). 2. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). Taksiran Nilai Tempat Dasaran (TNTD) Pasar disesuaikan mulai berlaku sejak 1 januari 2012. 5. 4.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). 17. 16. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1999 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). sepanjang ketentuan pengaturannya masih berlaku. (2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1.12. 6. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 1999 Seri B Nomor 12). kecuali ketentuan yang mengatur tentang tarif retribusi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). 8. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 2. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 13 Tahun 1999 Seri B Nomor 7) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). 3. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2001 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2003 Seri B Nomor 7). 15. 5. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 Seri B Nomor 4). 14. 4. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 23 Tahun 1999 Seri B Nomor 11). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2004 Seri E Nomor 9). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2000 Seri B Nomor 1). 18. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Perlindungan Pasar Tradisional (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). 37 . 13. 7. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1).

memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta. Pasal 130 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 8). 9. 11. Agar setiap orang mengetahuinya. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). 12.Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Ditetapkan di Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA SURAKARTA. (3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Walikota. Ttd JOKO WIDODO Diundangkan di Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURAKARTA Cap & ttd BUDI SUHARTO LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7 38 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 10. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4).

wewenang tersebut harus dilaksanakan secara proporsional. yang justru bertentangan dengan semangat desentralisasi kewenangan itu sendiri. Oleh karena itu. Tidak saja karena retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). dan sebagainya. Namun. ada kemungkinan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor-sektor tertentu yang selama ini tanpa kendali hukum yang jelas menjadi obyek pemungutan dalam bentuk retribusi daerah. maka telah ada semacam panduan dalam kerangka hukum untuk penyelenggaraan retribusi daerah tersebut. Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan benar-benar dampak kebijakan baru tersebut. transparan. akan tetapi juga karena bersangkut paut dengan pemberian beban kepada masyarakat. efisiensi birokrasi. artinya walaupun seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara normatif dapat dikategorikan sebagai sumber pemungutan. yang pada akhirnya mendorong kreativitas dan penciptaan strategi pembangunan yang berbasis kemandirian daerah untuk pengembangan sumber pendapatan daerah. yang intinya adalah membatasi sektor-sektor pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang dapat menjadi obyek pemungutan. Salah satu pilihan hukum terkait dengan peraturan daerah ini adalah diaturnya secara komprehensif jenis dan obyek retribusi daerah beserta tata cara pemungutannya ke dalam “satu paket” pengaturan. maka dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. UMUM Wewenang Daerah untuk mengadakan retribusi daerah merupakan wewenang yang sangat penting. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Untuk memberikan kerangka legal yang tegas dan jelas. makin lama nampaknya sedapat mungkin pelayanan pemerintahan dan pembangunan harus minimal dalam pemungutan sebagai beban kepada masyarakat. Harus diakui bahwa salah satu dampak pemberlakuan peraturan perundang-undangan tersebut adalah makin ketatnya penetapan sifat dan penetapan retribusi daerah. Pilihan hukum demikian di samping untuk efisiensi dan efektivitas penetapan kebijakan. 39 . seperti pengelolaan aset daerah. juga untuk memberikan panduan yang terarah demi keberhasilan penyelenggaraan retribusi daerah itu sendiri. tetapi Pemerintah Daerah tidak boleh begitu saja menetapkannya sebagai obyek retribusi daerah.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I. jika mencermati undang-undang tersebut. Pada sisi lain. Hal ini untuk menghindarkan timbulnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang tidak efisien serta berpotensi memunculkan tindakan ekonomi berbiaya tinggi. dan tertib administrasi. serta untuk memberdayakan infrastruktur retribusi daerah supaya lebih akuntabel.

(ii) secara kuantitatif berpotensi untuk memberikan pendapatan. Jika penyusunan Peraturan Daerah itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. yaitu (i) tidak bersifat sebagai pajak. juga dimungkinkan bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). mengingat undang-undang mengisyaratkan supaya penyelenggaraan retribusi sesuai regulasi yang baru dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2011. jenis alat yang digunakan. untuk Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) hanya jasa pelayanan. (iii) tersedia sarana dan prasarana pemungutan. II. Penyusunan Peraturan Daerah merupakan hal yang penting. di samping tunduk kepada mekanisme evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri dan pembatalan oleh Presiden. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. maka ditetapkan pemungutan sebagai obyek retribusi daerah sepanjang memenuhi kriteria. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa meliputi jenis pelayanan yang diperoleh. Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas 40 . Peraturan Daerah ini diharapkan memenuhi standar penyusunan norma-norma penyelenggaraan retribusi daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tingkat kesulitan. dan (iv) menjadi salah satu bentuk aktivitas Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah. kelas perawatan Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Yang dimaksud pembayaran melalui klaim adalah penagihan pembayaran retribusi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta atas pelayanan kesehatan yang diterima peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil.Dengan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.

Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas 41 .Ayat (2) Yang mengambil klaim Dinas Kesehatan. Yang dimaksud tempat umum lainnya adalah tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Yang dimaksud sosial adalah panti asuhan dan panti jompo yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Yang dimaksud Pemerintah adalah pemerintah pusat.

dan peta teknis (struktur). peta foto. peta digital. peta tematik. Ayat (2) Cukup jelas 42 . seperti peta dasar (garis). Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Yang dimaksud peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Ayat (1) Yang dimaksud pendidikan adalah kursus dan pelatihan.Pasal 34 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Yang dimaksud penggantian buku uji adalah penggantian rutin dan penggantian kehilangan.

air. plafon. Huruf d Yang dimaksud bangunan termasuk WC. dan atap yang sifatnya tetap atau permanen sebagai tempat berjualan barang atau jasa. dinding. Huruf e Yang dimaksud kios adalah tempat berjualan selain di wilayah pasar dan terminal yang diijinkan dan dipisahkan antara satu tempat dengan yang lain mulai dari lantai.Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Yang dimaksud pemakaian ruang di atas saluran adalah pembangunan bangunan gedung di atas/dan atau di bawah tanah. dan/ atau prasarana dan sarana umum. Huruf f Yang dimaksud laboratorium bukan termasuk laboratorium kesehatan Huruf g Cukup jelas Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas 43 .

Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Tempat kegiatan usaha antara lain kios. pemakaian tanah yang fungsinya untuk MCK yang dikelola oleh masyarakat. tempat penjualan karcis PO Huruf c Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas 44 .Huruf l Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik/ telepon maupun penanaman/ pembentangan kabel listrik/ telepon di tepi jalan umum.

Pasal 84 Cukup jelas Pasal 85 Cukup jelas Pasal 86 Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas Pasal 90 Cukup jelas Pasal 91 Cukup jelas Pasal 92 Cukup jelas Pasal 93 Cukup jelas Pasal 94 Cukup jelas Pasal 95 Cukup jelas Pasal 96 Cukup jelas Pasal 97 Cukup jelas Pasal 98 Cukup jelas Pasal 99 Cukup jelas Pasal 100 Cukup jelas Pasal 101 Cukup jelas Pasal 102 Cukup jelas Pasal 103 Cukup jelas Pasal 104 Cukup jelas Pasal 105 Cukup jelas Pasal 106 Cukup jelas Pasal 107 Cukup jelas Pasal 108 Yang dimaksud kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah adalah aset daerah yang pemungutannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah tetapi keberadaan aset berada di luar wilayah daerah. Pasal 109 Cukup jelas Pasal 110 Cukup jelas Pasal 111 Cukup jelas 45 .

Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 126 Cukup jelas Pasal 127 Cukup jelas Pasal 128 Cukup jelas Pasal 130 Cukup jelas 46 .Pasal 112 Cukup jelas Pasal 113 Cukup jelas Pasal 114 Cukup jelas Pasal 115 Cukup jelas Pasal 116 Cukup jelas Pasal 117 Cukup jelas Pasal 118 Cukup jelas Pasal 119 Cukup jelas Pasal 120 Cukup jelas Pasal 121 Cukup jelas Pasal 122 Cukup jelas Pasal 123 Cukup jelas Pasal 124 Cukup jelas Pasal 125 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kinerja tertentu” adalah pencapaian target penerimaan Retribusi Daerah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan secara triwulanan dalam Peraturan Walikota.

000.000.LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA I.000.00 150.000.00 6 Kelas I 70.00 10. KIA/KB 2.00 15. 00 60.000.000.000. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No.00 Jumlah (Rp) 20.000.00 Jumlah (Rp) 15.00 50. Konsultasi Gizi 0 0 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 1.00 50.00 75.00 10.00 50.000.000.000.00 8 ICU/ICCU 175.000.000. Tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 47 .000.000.000. Pemeriksaan Medis Klinik 0 15.00 Pemeriksaan Medis Klinik 0 9.00 25.000. II.000.000.000.000.000.00 2 Kelas III 25.00 Jasa Pelayanan (Rp) 8. Kelas Perawatan Jasa Sarana Dokter Umum (Rp) Dokter Spesialis (Rp) Jumlah (Rp) (Rp) 35.00 9 PICU/NICU 175.000.00 25.00 Spesialis 3. TARIF INSTANSI GAWAT DARURAT KATEGORI PELAYANAN Pasien Gawat Darurat per kunjungan Pendaftaran (Rp) 0 Jasa Sarana (Rp) 12.00 190.00 45.00 250.000.000.00 20.00 3 Kelas II 35.00 5 Kelas I 70.00 20.000.000.00 40.000.000.000.00 10.00 Umum.000.00 1 Kelas III 25.000.00 75.00 III.000.000.00 7 VIP 140.00 110.000.000.000.00 6.000.000. Kategori Pelayanan Pendaftaran (Rp) Jasa Sarana (Rp) Jasa Pelayanan (Rp) 6.000.00 10 ISOLASI 100. Pemeriksaan Calon 0 15.00 250.000. TARIF KAMAR RAWAT INAP PER HARI Jasa Pelayanan No.00 21.00 4 Kelas II 35. Klinik Gigi.000.000.000.00 10.000.000.00 Catatan : Tarif rawat Inap bayi normal dan sehat sebesar 50% dari tarif ibunya sesuai kelas. Konsultasi ke Spesialis 0 0 4.00 10.00 90.00 10.00 Pengantin 5.

000.00 70.000.00 70.00 115.00 125.00 210. 1 2 3 4 5 6 Kelas Perawatan Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Jasa Sarana 15. V.000.000.00 70.000.000 20.000 24. dengan jasa medis 40% dari 1.000. TARIF TINDAKAN PELAYANAN RESUSITASI BAYI No 1 2 3 Uraian Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat Jasa Sarana 15.000 18.000 Dokter Umum 10.00 395.000.00 350.00 95.00 300.000.000.000 Dokter Spesialis 25.00 80.000.000 21.000.000.000.00 360.000.000. 2.000 35.00 150.000 30.000.00 80.000 Jasa Pelayanan Dokter Umum 15.000.000. dokter spesialis kandungan.00 300.00 780.00 150.000 50.000.000.00 165.000 18.00 300.00 205. dikenakan tarif 40% jasa medis dari dokter kandungan.00 175.000.000. 3.000 12. TARIF PELAYANAN PERAWATAN BAYI DI INKUBATOR Jasa Pelayanan No.000 45.000.000.00 175.000.000.000.00 85.000.00 600.00 120.000.000.00 430.00 230. Bila harus dengan tindakan anestesi.000.00 220.000 18.00 100.00 (Rp) 110. Biaya bahan habis pakai dihitung tersendiri.00 80.000.000.00 680.00 480.00 480.00 330.00 150.000.000 24.000.000.00 180.000 15. TARIF PERSALINAN Kategori Kelas Perawatan Jasa Sarana (Rp) Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas II Kelas I 70.000. presbo.000.000.00 230.000 30.000.00 125.00 230.00 90.000 30.000 16.000.000.00 350.000.000.00 180.000 15.000 Jumlah 25.000.00 Jumlah (Rp) 125.00 300.000.000 14.00 470.00 210.000.000.000.000.00 250. bayi harus dengan pengawasan dokter spesialis anak.00 250.000.000 Bidan 10.dll) Persalinan dengan Penyulit Berat Catatan : Partus dengan penyulit.00 - Persalinan Normal Persalinan dengan Penyulit Sedang(KPD.000. PER. tidak termasuk jasa sarana.000 Dokter Spesialis 12. Distosia bahu.00 250.00 150.000 VI.00 150.000.00 230.000.000 27.000 40.000.000.000.00 90.00 Jasa Pelayanan Dokter Dokter Umum Spesialis (Rp) 80.00 Bidan (Rp) 55.00 300.000 48 .000 50.00 150.00 140.00 90.000 16.00 425.000.00 345.000.000.000.000.IV.000.

000 18. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF A.000 JUMLAH 20.000 16.5 cm (debridemen.necrotomi) 32 Pemasangan Trachi/Traksi 33 pemberian makanan lewat sonde feeding 34 Pemeriksaan visus dan koreksi 35 Penanganan combutio < 10% 36 Penanganan hiperpireksi 37 Pemasangan O2 38 Penanganan pungsi srotum 39 Penanganan tranfusi 40 Pengambilan benda asing 41 Perawatan DC 42 Perawatan luka / bekas vakum 43 Perawatan luka perineum 44 Perawatan payudara 45 Perawatan tali pusat 46 Premedikasi/preoperasi 47 Pengawasan cairan infus 48 Reposisi Ringan 49 Suction 50 Tindik 49 .000 12.000 JASA PELAYANAN 8.000 12.VII. TARIF TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL KELAS IGD/POLI III II I JASA SARANA 12.000 24.000 30.000 40.000 20.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL 1 Kanulasi Vena Perifer 2 Blok Metacarpal 3 Chemical peeling 4 Katerisasi kandung Kemih 5 Pengeluaran benda asing ektra okuler 6 Tampon hidung anterior 7 Nutrisi parenterial 8 Dorongan abdomen (parasat heimlich) 9 Blok pergelangan kaki 10 Blok nervus digitalis 11 Blok pergelangan tangan 12 Imunisasi Calon Pengantin 13 Penghisapan jalan nafas 14 Cuci lambung 15 Lavement 16 Genital interna ( kontrol IUD) 17 Incisi abses < 3 cm 18 Biopsi kulit 19 Ekstirpasi kecil 20 Ganti tampon 21 Ganti perban/kompres 22 Pengambilan sekret 23 Bebat mata 24 cateterisasi 25 Epilasi Cilia 26 Tonometri 27 Funduskopi 28 Menjahit luka 1-5 simpul 29 Melepas jahitan < 5 simpul 30 Lepas DC/WSD 31 Medikasi 0 .000 8.

000 JUMLAH 50. Vaginal taucher/rectal taucher Vulva hygiene Pasang gudel Irigasi telinga Pemasangan tampon telinga Irigasi hidung Pemasangan rancel tensocrep fiksasi costae Enukleasi.000 70.000 60.000 20.000 50.000 24. lesi < 3 Pasang Infus Fisioterapi Okupasi Terapi TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 30.51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 B.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG 1 Biopsi 2 Eksterpasi Cahalazion 3 Spoeling canalis lakrimalis 4 Insisi hordeolum 5 Jahit palpebra/conjungtiva 6 Irigasi post operasi BPH 7 Medikasi luka 5 .15 cm 8 Jahit luka 6 .000 42.15 simpul 9 Necrotomi > 5 cm 10 Menjahit perineum derajat 3 11 Insisi abses > 3 cm 12 Pasang gips sederhana 13 Pemasangan infus umbilikal 14 Intubasi Nasogastrik 15 Pemasangan Respirator 16 Penanganan combotio > 10% 17 Penanganan dekubitus 18 Penanganan haemaptoe 19 Penanganan kolik (abdominal/ureter) 20 Penanganan PEB 21 Penanganan dehidrasi sedang 22 Plebotomi 23 Pungsi asites 24 Punksi cairan lumbal 25 Punksi Vesika urinaria 26 Punksi lumbal 27 Aspirasi sumsung tulang 28 Vena seksi 29 Perawatan fraktur dengan spalk (tanpa gips) 30 Reposisi mandibula 31 Tampon dubur/reposisi haemorhoid 32 Pemasangan tampon hidung anterior 33 Pemasangan /pengangkatan tampon 34 Tampon hidung posterior 35 Pemasangan NGT 36 Syringe pump 37 Nebuliser 38 Infus pump 39 Laringoskopi direct 40 Hapusan servik 50 .000 30.000 36.000 JASA PELAYANAN 20.000 28.

hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum Injeksi intra dermal Elektrofulgurasi Ekstrasi komedo ringan Enukleasi Milium ringan (< 3) Ekstrasi milium kelamin EC Papilloma < 3 EC kosmetik keratosis ringan ( <10) EC fibroma ( 1 lesi ) EC kondiloma ringan (lesi <3) Cuci/ irigan Vagina Enukleasi lesi > 3 Bedah kimia TCA .000 135.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 C. Versi luar Pemasangan /Pelepasan Implant Pemasangan/bongkar pesarium Pasang IUD (belum termasuk alkon) Biopsi tumor telinga dengan lokal anestesi Pengambilan serumen proop Penyedotan discharge dari telinga Pengambilan benda asing di telinga.000 81.000 100.000 54.000 110.000 JASA PELAYANAN 40.000 JUMLAH 100. lesi > 3 Alergi test Injeksi kenacort Pemberian sitostatika Mantoux test Cabut kuku TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 60.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR 1 Resusitasi jantung paru 2 Sonde kanalis lakrimalis 3 Ekstrasi IUD 4 WSD 5 Defibrelator 6 Ventilator.000 60.000 66. pemasangan dan pemantauan 7 Incisi vurunkulosis/abses telinga 8 Incisi haematoma 9 Incisi abses mastoid 10 Eksterpasi tumor telinga dengan lokal anestesi 11 irigasi sinus maksilaris 12 Biopsi tumor hidung dan nasofaring 13 Bimanual kompresi 14 Penanganan dehidrasi berat 15 Pemasangan ET 16 Penanganan syock 17 Penanganan gangguan elektrolit 18 Penanganan intoksikasi berat 19 Penanganan kejang 20 Penanganan koma 21 Penanganan status asmatikus 22 Perawatan post operasi tonsil 23 Perbaikan dawir 24 Punksi sumsum tulang 25 Reposisi fraktur tulang 26 Pasang laminaria 51 .000 44.000 40.

000 33.000 30.000 40.000 75.000 300.lesi > 10 Ekstirpasi jari tangan/kaki Jahit luka > 15 VIII.000 Operator 150.000 126.000 22.000 300.000 120.000 Asisten operator 40.000 Jasa Pelayanan 4.000 Jumlah 335.000 150.000 100.000 Anestesi 50. trepanasi. tumpatan sementara. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF A.000 100.000 90.000 IX.000 18.000 30.25 X tarif pelayanan tindakan medis 52 .000 210.000 40.000 Jumlah 10.000 375. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Ekstirpasi Tindakan operatif tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Insisi.000 60.000 55.000 585.000 180.000 15. Tarif tersebut belum termasuk obat/ bahan habis pakai yang diresepkan b. Tumor rahang Fiksasi Rahang Kelas Perawatan Kelas III Kelas II Kelas I Jasa Sarana 78. Kista. No 1 2 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan tindakan Kelas III II I Jasa Sarana 80.000 Asisten anestesi 15.000 84.000 80.000 60.000 25. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 Jasa Pelayanan 52.000 75. Alveolectomi Tindakan Operatif dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II B.000 80.000 Catatan : a. angkat jahitan.000 Jumlah 130.000 670.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Sircumsisi Douglas punksi Kuldosentesis Ekstrasi komedo berat Ekstrasi milium berat Ekstrasi tumor jinak EC kosmetik keratosis berat EC Papilloma Cutis / skintag > 3 EC kosmetik keratosis .000 10.000 12. RAWAT JALAN MEDIK GIGI DAN MULUT Jenis Pelayanan Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan. TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT A.000 100.000 Jasa Sarana 6. TINDAKAN MEDIS OPERATIF GIGI DAN MULUT Kategori Tindakan : Impacted Kelas III.

Tracheostomi 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 450. Jahit palpebra/conjongtiva BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN a. Minilaparatomi pada tubektomi b.000 45. Biopsi pleura 3 53 . Curetage h.000 55. Tindakan gynecologis e. Biopsi Jaringan tumor 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. EC Condiloma > 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 100. Marsupialisasi e.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif. Biopsi c. Pemasangan tampon vagina f.000 855. Pengangkatan polip servik d.000 565. Hernioraphi tanpa penyulit d. Perineum repair derajat I dan II b.000 1. Perineum repair derajat III f. Perawatan luka pada genital d. No 1 2 3 Asisten anestesi 25. Varikokolektomy f.Tindakan tindaka laparascopy endoscopy sedang h.000 100. Laparaskopi diagnostik c.000 55. Ekstirpasi tumor palpebra b. Herniotomi c. Eksplorasi placenta manual g.000 75.000 140.000 Jumlah 480.045.000 110. Apendektomy kronis/akut tanpa penyulit b. Tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Biopsi carsinoma BAGIAN PENYAKIT DALAM a.JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. EC Papilloma Lokasi sulit b. Pengangkatan tampon uterus dan vagina BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 100. Cystotomi b. Kelainan bawaan polidaktili/syndaktili g. Incisi/fiksasi luas atau dalam d.000 185. Hidrokolektomy e. Pemasangan tampon uterus i. Repair luka yang besar dan luas e. JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Sirkumsisi dengan narkose c.000 225.000 3 4 B. Perawatan luka bibir rahim c.000 Catatan : a. b.000 150.

000 1.000 60.000 200. Laparatomi pada ileus obstruksi (perlengketan. Evicerasi bulbi e.000 250.000 Jumlah 1 2 3 815.000 100. Enukleasi bulbi d. Hernioraphi/ Herniotomi dengan penyulit 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. Sectio caesaria b.000 100.000 200. Laparatomi pada luka tembus rongga abdomen f.000 125. Laparatomi pada perdarahan rongga abdomen e.000 Catatan : a. Iridektomi optis TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 140.000 140.000 100.825. laparatomy eksplorasi IUD f. Punksi acites d.sumbatan) d. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. myomectomy d.000 250.000 125.000 C.000 300.000 800.b.invaginasi.135. Pleural punksi 4 BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 54 .000 600.000 750. Operasi anti gloukoma c.390.000 190. Jahit kornea TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan tindakan Jasa Kelas Asisten Sarana Operator Anestesi operator III II I 125.000 3 D.000 1.000 1. Simbleparotomi e.000 135.000 Jumlah 630. No 1 2 3 Asisten anestesi 30. Embriotomi e.000 75.000 1.000 150. No Asisten anestesi 40.. Laparatomi dengan apendicitis dengan penyulit b.volvulus. Operasi Haemorhoid h.000 1. Vaginoplasty BAGIAN PENYAKIT MATA a.000 400. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b.000 335. Histerektomy c.000 80. Ekstirpasi tumor conjunctiva c. Biopsi hati c. Laparascopy besar g.485. laparatomi pada kolostomi g. Rekontruksi palpebrae d. Laparatomi pada tumor dalam rongga abdomen c.000 140.000.000 265. Ekstirpasi pterigium b. Operasi katarak b.000 75.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.

laparatomy pada endometriosis f. Mile"s operasi gasterectomy i. Penyambungan tuba pada ingin anak e. Hamil di luar kandungan c.000 66.000 38.000 80.000 12. 1 Posisi b. 1 Posisi b. 55 .000 38. 1 Posisi b. 3. Prostatectomy b.000 24.000 Total 41.000 Jasa Pelayanan 12. Bilateral cystoma ovarii j.000 12.000 24. 7. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 30.000 74.000 28. Besar Ket.000 24. 1 Posisi b.000 Flim Uk. 1 Posisi b. Kolphoraphic i. Operasi vaskuler g. Ruptur uteri dan laparascopy persalinan abdominal d. Kecil 8. Gigi Thorax Dewasa a. Tindakan laparascopy khusus X. 3 Posisi Abdomen Anak a.000 50. 2. Tindakan laparascopy khusus 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a .000 50.000 50.000 36.000 28. 5. Kecil Flim Uk.000 24. Laparatomy ca ovarii h.000 66.000 40. Radikal mastectomy f. Cystektomy d.000 38.000 36.000 35.000 12. 2 Posisi Abdomen Dewasa a. Rhoe and Y anastomose k. 6.000 50. 1 Posisi b. 2 Posisi c.000 12.000 99. Besar Flim Uk.000 79.000 74.000 135.000 90.000 40.000 74. Besar Flim Uk.000 66.000 59.000 50.Catatan : a.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.Pengangkatan rahim ( Hysterectomy) b. Laparatomy tumor indung telur dengan perlengketan/multiple cysta ovarii g.000 90. Radical nect desection e.000 20. 3 Posisi Jasa Sarana 29.000 114.000 50.000 28.000 24. 2 Posisi c. 2 Posisi Ekstremitas besar a.000 24. 1 Posisi b. Nephrectomy c. 2 Posisi Thorax anak a.000 84.000 40. Cyste jejenunostomose j. 3 Posisi Cranium a.000 12. 4. Flim Uk.000 116. 2 Posisi c.000 15. 2 Posisi Ekstremitas Kecil a. Cholecyctectomy h. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (RADIOLOGI) Jenis Pemeriksaan 1. Kecil Flim Uk.000 12.000 90.000 50. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b.

000 30.000 15.000 16.000 No.000 75.000 145.000 5.000 114. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (LABORATORIUM) No.000 15.000 145.000 34.000 145.000 13.000 20.000 213.000 5.000 170.000 17. 3 film Electrokardiografi (EKG) 34.000 115. 20.000 59.000 145.000 170.000 17. 18.000 175.000 79. 15. A. 2 Posisi c.000 145.000 112. 10.000 17.000 25.000 82.000 15. 13. Cervical a.000 20. 2 film c. 100 X lt (dosis ) X 60 menit XII. 17.000 25.000 170.000 188.000 84.000 145.000 6. 12.000 17.000 25. 22. 14. 1 film b. 19.000 8.000 17.000 35.000 5. 2 Posisi Colon Inloop Barium Enema Cor Analisa Fistulografi Cystografi Uretrografi Intravena Pyelografi Oral Cholecystografi Retrograde Pyelografi Hysterosalpyngografi Ultrasonografi a. 11.20 belum termasuk obat kontras dan alat injeksi TARIF PELAYANAN PEMAKAIAN OKSIGEN ( O2 ) Pemakaian Per Jam Rp.000 170.000 8.000 20.000 49. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH Darah rutin Darah lengkap Golongan Darah Hemoglobin (Hb) Angka Leukosit (AL) Angka Eritrosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Perdarahan Waktu Pembekuan Hematokrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu (GDS) Glukosa Puasa Widal Tarif 15.000 17.000 120.000 30.000 113.000 25.000 49.000 17.000 25.000 13.000 25.000 148.000 25. 1 Posisi b. XI.000 200.000 140.000 6.000 25.000 25. 16.000 35.000 20.9.000 6. 11 .000 170.000 74.000 145. 1 Posisi b.000 50.000 120.000 56 .000 6.000 25.000 6.000 59.000 10.000 25.000 6.000 17.000 9.000 25. 3 Posisi Thoracolumbal a. 21.

000 12.000 6.000 Jumlah 75. Amphetamin b. TARIF PELAYANAN FARMASI (APOTEK) UNTUK RAWAT INAP Jenis Pelayanan Harga Obat/BPH Harga Obat / Bahan sesuai dengan faktur terakhirnya 100% Tarif Jasa Sarana 15% Jasa Pelayanan 10% 125% Jumlah Untuk obat & alat kesehatan habis pakai ASKES disesuaikan dengan naskah kerja sama (MoU) dan Daftar Patokan Harga Obat (DPHO) XIV.000 60.000 25.000 25. 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 10.000 20.000 20. Opiat c.000 Jasa Pelayanan 30. jasa pelayanan sebesar 25 % dari tarif 25.000 6.000 13.000 12.000 18.000 25.000 10.000 30.000 35.000 24.000 XIII.000 25.000 20.000 8.000 20.28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 B.000 15.000 20.000 25.000 10. TARIF PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Keterangan Perawatan Jenazah Penitipan Jenazah / hari VE periksa luar Jasa Sarana 45. Cocaine FAECES Faeces rutin Telur cacing Darah samar PREPARAT APUS / MIKROBIOLOGI Siphilis Gonorhoe Pewarna Gram BTA Jamur Mikroskopis Preparat Apus Vagina Ket : Untuk pelayanan laboratorium.000 6.000 25.000 36.000 C.000 35.000 6.000 57 .000 25.000 20.000 15.000 10.000 25. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung jenis leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Anti HBs Hg URINE Urine lengkap Urine rutin Reduksi Elwit (Protein) Test kehamilan Bilirubin Sedimen Drug Abuse a.

XV.000 10.000 15. Penitipan jenazah paling lama 1 X 24 jam.000 25.000 25.000 Jasa Pelayanan 0 0 10. 2.000 Jumlah 0 0 25.Catatan : 1.000 60.000 35. Tarif tersebut belum termasuk bahan / alat habis pakai. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS No 1 2 3 4 5 Kategori Pelayanan Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kematian Surat Keterangan Visum et Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et Repertum Luar Jenazah Pemeriksaan Akupuntur Pendaftaran 0 0 0 0 0 Jasa Sarana 0 0 15.000 58 .

000 10.000 III.000 3.500 7.000 3.Jahit Luka 1 .000 10.500 7.500 2 Pemeriksaan Gigi 6.500 0 20.000 15.500 4.500 4.500 7.250 . DAN BMHP 4.500 IV.500 0 8.000 JUMLAH 7.000 3.500 4.000 5.000 11. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS JASA SARANA.500 7.000 Repertum Luar Jenazah 5 Pemeriksaan Kesehatan Haji 12.000 (tidak termasuk jarum) JASA PELAYANAN 1. KATEGORI PELAYANAN OBAT. JASA JENIS TINDAKAN OBAT.000 60. NO.000 Pemeriksaan Kesehatan dan 7 10.500 JASA PELAYANAN 3. DAN PELAYANAN BMHP Tindakan Kecil : . TARIF PELAYANAN KONSULTASI NO. PUSKESMAS RAWAT INAP DAN LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA I.500 4.500 4. NO.000 4.500 .Tindik 7.000 2 Surat Keterangan Kematian 0 Surat Keterangan Visum et 3 12.000 15.5 jahitan 12.000 6.000 1.000 Imunisasi Capeng 8 Pemeriksaan Dokter Spesialis 9.500 7.000 3.500 4.TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS.000 1.000 25.000 JUMLAH 7.000 59 .000 25.000 8. TINDAKAN RAWAT JALAN.000 Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et 4 35. DAN GAWAT DARURAT JASA SARANA.000 3.500 15.000 20.000 Pemeriksaan Akupuntur 9 6.000 6 Pelayanan Imunisasi Haji 15. PUSKESMAS KELILING. DAN BMHP 1 Surat Keterangan Sehat 6.500 4. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) JASA JASA SARANA.Debridement luka kecil 10.500 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan diluar paket JUMLAH 7.250 5.000 15. DAN BMHP 1 Rawat Jalan Umum 6.700 3.500 7. PUSKESMAS PEMBANTU.500 II. OBAT. 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Konsultasi Gizi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Konsultasi KB Konsultasi Klinik Berhenti Merokok Konsultasi Sanitasi Konsultasi Penyakit Menular Khusus JASA SARANA. KATEGORI PELAYANAN PELAYANAN OBAT. RAWAT INAP.Ganti Balutan 10.300 .500 JUMLAH 17. TARIF PELAYANAN TINDAKAN A.

000 60 .000 20.000 28.250 5. trepanasi.000 40.500 17. DAN BMHP 5.000 13.000 40.500 14.000 10.000 6.Pasang Infus Tindakan Sedang : .500 7. telinga .000 .Jahit luka lebih dari 15 jahitan .250 7.Memecah bisul .500 4.Suntik KB .250 17.Pemeriksaan. dan Pelepasan Implant 42. TINDAKAN MEDIS GIGI DAN MULUT JENIS TINDAKAN Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 40.000 35.250 JASA SARANA.Pengambilan Apusan Pap Smear . dan Pelepasan IUD 28.C/oagulasi Pre Kanker Serviks .Pengambilan benda asing dengan sayatan .Vena seksi .000 JUMLAH 7. angkat jahitan.000 7.000 35.500 10.000 12.000 15.250 2.500 7.500 25.000 12.500 4.500 52.000 60.500 12.Debridement luka sedang atau luas . Pemasangan.500 7.500 12.500 10.000 14.250 5.Pemeriksaan dan Pelepasan Implant .Cutterisasi Tindakan Besar : .500 17.Blast Punctie .Pasang Catheter .Lepas Jahitan .000 25.000 20.500 4.000 40.000 40.100 10.000 40.000 JASA PELAYANAN 2.000 .000 24.250 JUMLAH 7.Extirpasi jari tangan / kaki B.000 28.000 30.500 15.Jahit luka 5 .000 . DAN BMHP 5.000 40.000 25.000 6.Pemeriksaan dan Pelepasan IUD 21.Pemeriksaan dan Pemasangan Implant .500 24.Cabut kuku . Pemasangan. hidung.000 50.000 35.000 Catatan : Tindakan tidak termasuk obat dan alat kontrasepsi C.500 35.500 35.000 25.500 3.Bilas lambung .Pemeriksaan dan Pemasangan IUD 14.500 28.000 12.000 52.500 2.000 12.500 35. OBAT. OBAT.500 7. TINDAKAN KIA DAN KB JENIS TINDAKAN 10.000 13.000 18.000 6..500 17.Mengangkat benda asing tanpa sayatan .500 7.500 87.Irigasi (Pembersihan) Vagina .Pemeriksaan.000 87.500 5.500 28.000 31.250 7.Tindakan IVA Test .250 27.250 2.500 10.000 20.000 9.500 9.500 .15 jahitan .000 15.000 45.500 15.000 12.000 28.Reposisi Luxatio .Nekrotomi luka sedang . tumpatan sementara.Pengambilan benda asing di mata.000 28. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula JASA SARANA.900 4.000 JASA PELAYANAN 2.000 15.Sirkumsisi normal .

Breast Care .000 36.000 9. HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH 1 Darah Rutin 2 Darah Lengkap 3 Golongan Darah 4 Hemoglobin 9.000 90.000 3.000 JUMLAH 10.000 4.000 JASA PELAYANAN 3. IGD NO 1 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan IGD JASA SARANA.Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Tindakan khusus tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Tindakan khusus dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II Fiksasi lebih dari satu gigi Ekstirpasi kecil D.000 50. OBAT.600 13.000 7. DAN BMHP 150.500 C.Pijat Bayi 21.000 30.400 2. DAN BMHP JASA PELAYANAN JUMLAH 1. REAGEN.000 63. TARIF RAWAT INAP A.600 3.200 2.000 10.000 V. LAIN-LAIN JENIS TINDAKAN .000 61 .500 JASA PELAYANAN 6.000 JASA SARANA.000 6. OBAT.000 120.000 350.000 84.000 B.400 800 600 12.000 140.000 3.000 JASA PELAYANAN 100.000 150.000 90. DAN BMHP 24. OBAT. LABORATORIUM NO KATEGORI PELAYANAN JASA SARANA. DAN BMHP 7.000 JUMLAH 30. OBAT.400 3.000 JUMLAH 250. PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK A. DAN BMHP 7.000 40.000 30.000 210.000 27.000 24. PERAWATAN PER HARI NO 1 2 3 4 KATEGORI PELAYANAN Perawatan Umum Perawatan Persalinan Ibu dan Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Visite dokter per hari JASA SARANA.000 4. PERSALINAN NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Persalinan Normal oleh Dokter Persalinan Normal oleh Bidan Persalinan Dengan Penyulit JASA SARANA.000 60.000 17.000 JASA PELAYANAN 3.000 VI.000 JUMLAH 10.000 10.000 7.000 3.

400 2.600 13.000 6.000 17.000 800 800 800 600 600 800 600 1.600 4.000 3.600 2.600 13.000 10.000 14.000 4.000 3.200 2.600 2.600 11.000 3.200 2.000 12.000 6.000 12.600 13.400 600 600 2.000 8.000 6.200 14.400 2.000 7.400 2.200 1.600 3.000 10.400 9.400 1.800 13.400 3.000 4.200 11.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Angka Leukosit ( AL ) Angka Eritrocit ( AE ) Angka Trombosit ( AT ) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit ( HCT ) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin S G OT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Glukosa Puasa Widal Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung Jenis Leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium HIV 3.000 12.000 12.000 12.200 9.000 17.400 4.000 17.800 2.400 2.600 9.400 2.400 2.400 1.400 1.000 14.400 9.000 9.200 3.400 2.800 2.000 3.000 6.400 1.600 13.000 12.000 4.200 7.000 8.000 17.400 3.600 2.200 3.800 1.200 4.400 2.000 6.200 2.000 15.400 3.000 4.000 12.000 4.000 28.000 12.000 5.400 5.400 2.000 17.800 9.000 62 . URINE 1 Urine Lengkap 2 Urine Rutin 3 Reduksi 4 Eiwit ( Protein ) 5 Test Kehamilan 6 Bilirubin 7 Sedimen 3.600 5.600 9.200 1.000 2.200 2.400 600 600 7.000 12.800 2.000 4.600 4.800 9.000 5.400 3.800 2.400 3.600 9.400 2.000 12.000 17.000 22.600 12.600 4.800 4.600 22.600 9.000 6.600 9.400 3.200 9.400 800 1. PRAPARAT APUS / MIKROBIOLOGI 1 Sypillis 2 GO 11.000 17.400 1.400 2. FAECES 1 Faeces Rutin 2 Telur Cacing 3 Darah Samar 4.000 12.200 11.400 3.800 4.000 14.000 3.600 9.600 13.000 2.000 12.200 3.000 3.000 2.000 12.800 2.600 9.000 3.

000 11.600 2.000 8.800 16.000 20.000 11.000 24.200 9.600 2.600 38.000 27.000 30.600 18.200 11.400 10.000 5.400 5.600 2.200 4.000 24.000 30.000 12.000 24.000 13.600 2.600 2.000 7.000 6.400 16.000 1.400 3.800 8.600 9.800 8.800 8.000 2.000 12.800 2.600 16.000 24.200 2.000 13.000 8.600 3.400 12.000 21.000 15.000 30.000 20.800 3.000 13.800 8. PEMERIKSAAN AIR KOLAM RENANG 1 Air Kolam Renang 8.400 7.200 4.400 4.200 6.400 10.000 7.600 8.000 13.000 6.000 15.000 11.800 6.000 16.800 1.000 12.000 3.800 18.000 12.000 30.200 2.400 10.000 23.400 10.000 12.400 10.000 24.000 6.000 30.600 2.000 11.000 24.000 15. PEMERIKSAAN KIMIA AIR 1 PH (Derajat Keasaman) 2 Fe (Kadar Besi) 3 Mn (Kadar Mangan) 4 Cl (Kadar Khlor) 5 Posphat 6 Aluminium (Al) 7 Kesadahan ( CaCO3) 8 Khlorida (Cl) 9 Seng (Zn) 10 Sulfat (SO4) 11 Tembaga 12 Sisa Khlor (Cl 2) 13 Amonia (NH 3) 14 Zat Organik (KMnO4) 9.000 5.000 11.000 3.600 4.000 11.200 2.000 13.600 21.400 2.000 6.000 6.000 4.600 2.3 4 5 Diptheri Baksil BTA / TBC Pap Smear 8. PEMERIKSAAN KIMIA DAN ORGANIK AIR 1 Arsen ( As ) 2 Fluorida ( F ) 3 Kromium ( Cr ) 4 Kadmium ( Cd ) 16.400 2.000 7.000 6. PEMERIKSAAN MPN COLIFORM AIR 1 Air Bersih 2 Air Minum 3 Air Badan Air 7.400 2.000 12.400 10.600 2.000 13. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN 1 MPN Coliform 2 Angka Kuman 3 Logam Mercuri ( Hg ) 4 Logam Arsen ( As ) 5 Sianida ( Cn ) 6 Nitrit ( NO 2 ) 7 Borax 8 Formaldehid 9 Metanol 10 Rhodamin B 11 Methanil Yellow 12 Auramin 13 Sakarin 14 Siklamat 15 Vibrio Chollera 16 Staphylococcus Aureus 17 Streptococcus 18 Salmonella 19 Shigella 20 E.800 1.000 15.000 30.600 2.200 12. Coli 6.400 9.000 3.000 11.000 15.000 13.000 8.400 10.600 1.000 63 .000 21.000 4.200 1.000 10.000 30.000 14.400 8.000 2.000 14.800 10.000 21.200 2.400 5.600 9.200 2.000 13.

PELAYANAN REHABILITASI MEDIK NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Pelayanan Fisioterapi Pelayanan Okupasi Terapi Pelayanan Terapi Wicara JASA SARANA.400 3.400 18.Semarang PP = Sopir Paramedis Jasa Sarana 15.000 13. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA NO 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan USG dan Pembacaan Pemeriksaan EKG dan Pembacaan Pemakaian Nebulizer Pemeriksaan Mikro CO Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan IMT JASA SARANA 35.000 B.000 23. OBAT.25 x 123.500 2.200 12.000 6.600 2.000 3.500 7.750 8 = 0. PEMERIKSAAN AIR LIMBAH 1 BOD 2 COD 3 TSS 4 DO (Dissolved Oxygen) 2. PELAYANAN TRANSPORTASI RUJUKAN Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Contoh : Solo .000) 64 .000 18.000 2.000 25.000 17.600 2.500 JUMLAH 50.000 7.75 x 123.000 3.000 VIII.750 = 154.000 17.600 4.5 (dibulatkan menjadi 155.000 JASA PELAYANAN 6.5 (dibulatkan menjadi 93.200 2.000 3.400 13.400 8.000 JUMLAH 15.000 6.000 6.000 7.000 6.750 = 92.000 9.200 4.000 10.000 23.500 10.000 11.400 2.500 VII.000 25.000 1. DAN BMHP 9.600 3.000 11.812.600 8.400 1.000 1/3 X jasa sarana 9..000 15.500.000 JASA PELAYANAN 15.400 3.000 600 600 400 600 800 1.25 X jasa sopir Jumlah 30.000 4.000 220 km x Rp 4.800 10.000 15.= 123.600 12.000 15.400 2.500 7.500 15.000 1.000 9.687.000 (Jarak tempuh PP : 8 ) x Harga BBM/lt Jasa Pelayanan Sopir Paramedis 6.500 1.800 2.000) = 1.000 5.000 4. PEMERIKSAAN FISIKA AIR 1 Bau 2 Warna 3 Rasa 4 Suhu 5 Kekeruhan 6 Zat Padat Terlarut ( TDS ) 11.000 5.5 6 7 8 Nitrit ( NO 2 ) Nitrat ( NO 3 ) Sianida ( Sn ) Selenium ( Se ) 9.

20.Rp. 5.5.2 Anjing Kel. 20. 5.000.Rp.000.000.Penggambilan jahitan . Kecil Rp.000. 5.500. 40.Rp.Rp.000.Menutup luka . 20.Rp. 10.000.000.Jenis Tindakan Medis Operatif Sederhana (Kecil) . 2.000. 2.000. Rp.000.Rp. 10.Rp.3 Anjing Kel. 40.000.000.Rp.Rp. 15.Rp.000.- 65 .Rp.Rp. 10.000.000.000.Rp. 5.000.Rp.Rp.000.Pungsi .Rp.000. 15.Pemberian Pakan Rp.000.5.Rp.000. 5.Statis Ingluvies . 2. 5. 15.500.000. 25.Rp. 10.Incisi/Fiksasi luar dan dalam . 2.Rp. 5.- 2 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF No Jasa Sarana Jasa Pelayanan Jumlah 1 Rp.000.000. 2.000. 10. Rp.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.000. 10. 65.Rp.000. 10..Rp. 2.500. 5.000. 25.TARIF RETRIBUSI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA (UPTD PUSAT KESEHATAN HEWAN) DINAS PERTANIAN KOTA SURAKARTA TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF PELAYANAN VAKSINASI No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF RAWAT INAP PER HARI No 1 Jenis Hewan Rawat Inap Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Penitipan Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Jasa Sarana Rp.500.000.Rp.000. hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.Rp.Rp.Rp.000.000.000. 10. 10.Rp.Rp.Rp. 20.Jasa Pelayanan Dokter Hewan Rp.000. 10. 10.Tenaga Kebersihan Rp. 5.Rp.Rp. 2.- Jumlah Rp.500.Menjahit luka . 10.000. 5.000.Rp.Rp. 20. 15.000. 25.000. 30.Rp. 5. 5.000.500.Kebiri Anastesi Rp. 2. Rp.000.Abses .000. 5.Rp.Rp.000. 10. 10.000. 15. Besar Rp. 5.- Jumlah Rp. 5.Rp. 25.Cateterisasi . 5.000. 30.000.000.000.000. 5. 5.000. 10. 10. 10.Rp.Rp.Bumble Foot .Rp. 5.Rp.Rp.- Jasa Sarana Rp. 30.000.000.500.Rp.Rp. 5.000.Rp.5 Unggas Rp.Rp.500.Rp.Rp. 10.Rp.000.000.000.Rp.Vena Seksi . 15.Rp.000.000.000.Reposisi prolaps ani ringan .000.Rp.000.Prolaps Ani . 70.Rp. 10.Pengambilan benda asing di telinga.- Jasa Pelayanan Rp. 10.Jumlah Rp.000.000.000.000.Infus pump .000.- Jumlah Rp.000.000.Rp.000.Rp.000. 35.000.Rp.000.Rp.5. 20.Rp.000. 10.5.000.000. 20. 10.000.Rp.Rp. 5.Rp.Rp.Rp. 15.000. 20. 30. 20.000. Rp. 65.000.- Jasa Sarana Rp.Rp.000.Declaw .000.Rp.4 Kelinci Rp.000.Rp. 10.Cystotomi . 5. 5. 5.

20.000. 35.000.000.Rp. 50.000. 20.Rp.Rp. 80.Sectio Caesarea .Rp.- Jasa Pelayanan Rp. 17. 120.000.000.000.000.Rp. 15.Rp.Rp.000. 40. 15. Kecil Rp. 50.Rp.Rp.000.- Jumlah Rp.000 Rp.- Jumlah Rp.Biopsi Carsinoma .000.000.Rp.000.Rp.Panhisterektomi .Laparotomi .000.Enteropion . 100.Rp.Rp.500.Othematom . 30.Rp.x ltr (dosis) x 60 menit TARIF USG NO Kategori Pelayanan 1 Pemeriksaan USG + Pembacaan TARIF PELAYANAN GROOMING NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci Jasa Sarana Rp. 10. 90. 15.Rp.Ovariektomi . 100.000.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.000. 30.000. 10.Potong Telinga TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000.Rp.Rp. 30. 15.500.000.000.000.Rp.000. 75.000. 10. 30. 80.000 Rp.3 Anjing Kel. 15.Biopsi jaringan tumor berat TARIF PERSALINAN NORMAL No Jenis Hewan Jasa Sarana 1 Kucing Rp.2 Anjing Kel.Rp.- Anastesi Rp.TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp. 20.Rp.Rp..Rp.Rp. 12.Rp.000.000. 270.Anak hidup /ekor = Rp.000. 20.4 Kelinci Rp.Rp.000.Rp.000.Rp.- Jumlah Rp. 10.Hernia Imbilicalis .000. 15.000.4 Kelinci Rp.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.Rp. 25.Fraktur . 30. 70.000. 50. 25.Rp.2 Anjing Besar Rp.Rp.Rp.Rp.000.Cysta Uteri .Rp.000.Rp.000.000.Ekteropion .000.000 TARIF PELAYANAN OKSIGEN (O2) Pemakaian per jam = Rp.Rp. 160.000. 10. 20.2 Anjing Kel. 30. 15.000. 30. 15.000. 15. 25. 80.000.3 Anjing Kel.000.Jenis Tindakan Medis Operatif Sedang .000.Rp. 75. 15.000.000.000.000.Rp.Rp. Besar Rp. 125. 245.Rp. 10. 40.Rp. 12.500. Kecil Rp.000. 25.000.- 66 . 20.000..Rp.- Jumlah Rp.000.000. 30.Rp. 40. 30.3 Anjing Kecil Rp.Rp.000. 30. 20.- Anastesi Rp. 50. 70.Rp.000. 10.000. 30.Rp. 15. 30. 70. 25.000.- Jumlah Rp.Rp.. 30.000. 10.000.000. 50.Caesarea Anak Hidup per ekor Jenis Tindakan Medis Operatif Besar .- Jasa Sarana Rp.000.Rp.000. 30.000. 245.Rp.000.000.5 Khusus Sectio Rp.000.000.000.Kelenjar Hender . 120. Besar Rp.000.000. 15.000. 20.000.. 17.000.500. 15.000.Rp.Rp.Rp. 40.000. 30..Potong ekor .

Jasa Pelayanan Rp.Rp.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR LUAR KOTA (Radius 30 km) NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana Jasa Pelayanan 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp. 800. 2. 35. 800.400. 12. 2. 12. 3.Rp.Rp. 2.000.Rp.Rp.000.000.Rp.200.000.000.400. 4.Rp.000. 20.000.Rp.000.000. 4.Rp. 9. 15.000. 30.Rp.800.000.Rp.- TARIF PELAYANAN LABORATORIUM A. 11. 12. 800.(Jarak Tempuh PP : 8) x Harga BBM /H Transportasi Rp.Rp. 3.Rp.Rp. 35.Rp.Rp. 40. 30. 1. 2. 70.000.400. 2. 6.800.200.Rp. 14.Rp. 600.- Jumlah Rp.TARIF PELAYANAN GROOMING KESEHATAN NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci TARIF LAYANAN INSEMINASI BUATAN NO Kategori Pelayanan 1 Layanan Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik) TARIF PELAYANAN FOTO RONGENT NO Kategori Pelayanan 1 Foto Rongent + Pembacaan Jasa Sarana Rp.000.Rp.400. 22.000.Rp. 11. 6. 7.000. 12. 800. 4. 15.000. 2.400.000. 40. 2.500. 9.Rp.- Jasa Pelayanan Rp. 10.Rp.400.Jasa Sarana Rp.000. 20.600.800.Rp.000. 600.500.600.- 67 .Rp. 4. 3. 9.Rp.Rp.000.400. 9.Rp. 12. 2.200.Rp.200.Rp. 20. HEMATOLOGI + KIMIA DARAH NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kategori Pelayanan Darah Rutin Darah Lengkap Golongan Darah Hemoglobin Angka Leukosit (AL) Angka Trombosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinim Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Jasa Sarana.Rp.200. 15.Rp. 14. 4.Rp.Rp. 800. 12.Rp. 10.Rp.000.Rp.Rp. 10.20.Rp.400.000.Rp.000.Rp. 14. 2. 4. 4.000.Rp.Rp.000.Rp.Rp.600. 9. 3.Rp.Jasa Pelayanan Rp.000 Jasa Pelayanan Rp.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR DALAM KOTA NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp. 3.000.Rp.Rp.000. 12.600.000 Jasa Sarana Rp.000.Rp.TARIF TRANSPORTASI ANTAR JEMPUT HEWAN No 1 2 Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Jasa Sarana Rp.000.000.800.000 Jumlah Rp.000.400. 12.800.Rp.500.000.- Transportasi Rp.000.- Jasa Pelayanan Sopir Paramedis Rp.Rp.Rp.Rp.200.800.200.Rp.Jumlah Rp.Rp.000. 25. 9.Rp.400.600.000. 2.Rp. 3. Reagen dan BMHP Rp.Rp.200.Rp.600. 6. 6.Rp.000.800.Rp. 3. 25.000.Rp.Rp. 3.Rp.000.Rp. 3.000.000.Rp. 1.000. 13.000.200.000. 10.000. 12.Rp.Rp.000.000. 10. 2. 1.- Jumlah Rp. 9.Rp.000.Rp.Rp. 9. 12. 40. 2. 10.Rp.Rp.Rp. 15.Rp.Rp.200.600.000 Jasa Pelayanan Rp.200. 4.Rp.1/3 x Jasa Sarana 1.Rp. 17.Rp. 15.Jumlah Rp.Rp. 35. 600.Rp. 15. 20. 90. 9. 11.- Jumlah Rp. 600.000.600.Rp. 2. 4.Rp. 3.Rp.500.400.Rp. 30.Rp.Rp. 9. 22.000.000.000.000.400.25 x Jasa Sopir Jumlah Rp.Rp. 2.000.200.600.Rp.200.Rp. 1.

- TARIF ATAS PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN YANG AKAN DIKIRIM KE LUAR DAERAH UNTUK PERDAGANGAN (PER EKOR) 1.- D.000. 300.400. 12. 500. 750.Rp. ELISA NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan Pembacaan Elisa + Jasa Sarana.Jumlah Rp.Rp. 20. 25. Entok. PEMERIKSAAN DAGING DAN SUSU NO 1 2 3 4 Kategori Pelayanan Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan Awal Kebusukan Pemeriksaan Formalin Pemeriksaan Susu Rutin Jasa Sarana.Rp.Rp. dll 2. 5.Rp. Babi Ayam.000.Rp. Ayam. HA-HI TEST NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan HA-HI Test Jasa Pelayanan Rp. dll 4 Ikan Rp.Rp. 350.800.Rp.Rp.600.600.400.Jasa Pelayanan Rp. 500.Burung. 1. 9.000.000. 4. 5.000. 6.000.Rp.200.000.000.Rp. 3.Rp.400. Kelinci. Reagen dan BMHP Rp.200.Rp. 2.400.400.Rp. Reagen dan BMHP Rp. 10.Rp.000. 12.Jumlah Rp. 17. dll WALIKOTA SURAKARTA.Rp.600.000. Itik. Domba. Kucing.Rp.Jasa Pelayanan Rp.600.Rp.Rp.000. Kerbau Kambing.Rp. 9.Rp.000. 2. Burung Puyuh. 2.Rp. Lou Han.Rp.Rp.Rp.000. 1.Rp. 5. 3.000.Rp.500. 10. Lele.000.Rp.Rp.- C. 7. 3.Jumlah Rp. Gurami. Hewan Hobi No Jenis Pelayanan Besar Tarif /ekor Keterangan 1 Hewan Besar Rp. 12.000.000. 2.000.Rp. 3.Rp.Rp. Reagen dan BMHP Rp. 12.400. 500. 2. 1.Rp. 4.500.400. Hewan Konsumsi No Jenis Pelayanan 1 Hewan Besar 2 Hewan Kecil 3 Unggas 4 Ikan Besar Tarif /ekor Rp.000. 13.600. 13.Arwana. 17.000. 1.Rp.000. 4.- B.Anjing. 2. 9. 17.000. dll 3 Unggas Rp.600.000. 6. 500.- Rp. Koi.000. 9.800. ttd JOKO WIDODO 68 .000.400.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Glukosa Puasa Hitung Jenis Leukosit Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium Rp. 13.Rp.000. 17.000.600. dll Nila.Rp. 13. 25. 2.600. 2.Rp.000.Rp.400. 1. 50.Jasa Sarana. 5.Kuda 2 Hewan Kecil Rp. 10.Keterangan Sapi.Rp.000. 3.Rp. 2.Rp.- Rp.Rp.

LAMPIRAN II

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/ KEBERSIHAN
NO I. II. 1. 2. III. 1. a. b. c. JENIS DASAR PUNGUTAN KLAS 1 5.000 300.000 15.000 300.000 75.000 15.000 2 3.000 150.000 15.000 150.000 50.000 15.000 3 2.000 110.000 7.500 110.000 15.000 7.500 4 1.000 75.000 7.500 75.000 7.500 7.500

2. a. b. c.

3. 4. a. b. c. 5. a. b. 6.

RUMAH TANGGA INDUSTRI Pabrik Home Industri PERUSAHAAN JASA PENGINAPAN Hotel Bintang Hotel Melati Home Stay, Penginapan Remaja, Bumi Perkemahan, Persinggahan Karavan RUMAH MAKAN Restoran Talam Kencana (A) Talam Selaka (B), Talam Gangsa (C) Non Talam (D), (E) Warung, Bar, Kedai Makanan dan Minuman, Penjual Makanan Keliling/PKL, Jasa Boga/Katering GEDUNG PERTEMUAN TEMPAT HIBURAN Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil SALON/ PENJAHIT/BENGKEL Pangkas rambut, Salon Kecantikan, Tailor, dsb. Besar Kecil ANGKUTAN/TRAVEL Angkutan Jalan, Wisata, Taksi, Sewa, Trayek, dan Udara FINANSIAL/KEUANGAN JASA UMUM Perbengkelan, Servis, Persewaan Barang, Jasa Konstruksi, dsb PERGUDANGAN Pergudangan, Cold Storage, Warehousing, dsb. JASA PROFESI Dokter, Dokter Hewan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dsb. PERDAGANGAN Pertokoan, Perkiosan, Perkantoran, dsb. Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil FASILITAS UMUM

300.000 200.000 75.000 15.000

150.000 100.000 50.000 15.000

110.000 75.000 15.000 7.500

75.000 50.000 7.500 7.500

60.000 150.000 75.000 30.000

50.000 100.000 50.000 20.000

30.000 75.000 30.000 20.000

20.000 50.000 20.000 20.000

50.000 5.000

40.000 5.000

30.000 5.000

20.000 5.000

40.000

30.000

20.000

10.000

7. 8.

225.000

150.000

75.000

45.000

60.000

40.000

20.000

10.000

9.

60.000

40.000

20.000

10.000

10.

30.000

15.000

10.000

5.000

IV. 1. 2. 3. V.

300.000 100.000 10.000 150.000

150.000 75.000 10.000 100.000

110.000 50.000 5.000 75.000

75.000 10.000 5.000 30.000

69

1. a b

2. 3. 4. 5.

VI. X. 1.

KESEHATAN Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Klinik, Pelayanan Kesehatan Hewan, Kegiatan Panti Sosial/Jompo, dsb PENDIDIKAN Sekolah, Pondok Pesantren, LPK, dsb. SOSIAL Taman Wisata, Terminal, dsb. BUDAYA Keraton, Museum, Sejarah, dsb EKONOMI Pasar Tradisional Kios/Los Per m2/hari Plataran Dalam pasar Per pedagang/ hari Plataran Luar pasar USAHA JASA DAN PERUSAHAAN LAINNYA INSIDENTAL Kegiatan Hiburan, Kegiatan Olah Raga dan Kegiatan Keramaian yang lainnya.

30 50 30.000 50 25.000

15 15 50 20.000

10 50 50 10.000

300.000

250.000

200.000

150.000

TABEL PENENTUAN KLAS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN PADA SEKTOR USAHA
NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 JAM KERJA 1–6 7 – 12 13 – 18 19 – 24 TENAGA KERJA 1–5 6 – 10 10 – 15 > 15 JUMLAH SKOR 7–8 5–6 3–4 1–2 SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

70

LAMPIRAN III

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO. 1. 2. 3. 4, 5. JENIS PELAYANAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keterangan Bertempat Tinggal Kartu Identitas Penduduk Musiman Kartu Keluarga (KK) Akta catatan sipil a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan Di Kantor Di Luar Kantor 100.000 125.000 150.000 60.000 100.000 50.000 20.000 150.000 175.000 250.000 100.000 150.000 100.000 50.000 WNI 5.000 10.000 5.000 WNA 75.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Ganti Nama

g. Akta Kematian Khusus pemegang PKMS Kartu Gold dibebaskan. 6. Kutipan ke-2 dst/Salinan Akta a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan

25.000 50.000 75.000 50.000 50.000

50.000 100.000 100.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Kematian

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

71

Untuk anak-anak di bawah 10 tahun Keterangan : Khusus pemegang PKMS gold dan JAMKESMAS dibebaskan dari kewajiban retribusi. untuk kuburan khusus 150.000 500. ttd JOKO WIDODO 72 .000 50 % (lima puluh persen) dari tarif (1) 2. WALIKOTA SURAKARTA.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN No Jenis Tarif 1. untuk kuburan umum b. Untuk orang dewasa a.

LAMPIRAN V

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

No.

Zona

Jenis Kendaraan

Tarif Sekali Parkir
500 500 3000 5.000 8.000 10.000 500 500 2500 4000 6500 8500 500 500 2000 3000 5000 7000 500 500 1.500 2.000 3500 5500

Keterangan

1.

Zona A

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

2.

Zona B

Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

3.

Zona C

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

4.

Zona D

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

73

5.

Zona E

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

500 500 1000 1500 3000 4000

Keterangan : 1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c. 2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota. 4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

74

LAMPIRAN VI

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR No 1. Plataran Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Los Kios Jenis Tempat Besarnya Retribusi 500,-/m2/hr 300,-/m2/hr 200,-/m2/hr 0,1 ‰ TNTD 0,1 ‰ TNTD

2. 3.

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

75

101 s/d 3.000 ke atas Gandengan Tempelan 2 Biaya penggantian buku uji rusak/ tidak terbaca (rutin dan penerbitan baru) Biaya penggantian buku uji hilang Plat Uji/ Tanda Lulus Uji Cat Samping 3 4 5 100.000 45.000 40.000 JBB 15.001 s/d 15.000 10.000 45.000 5.000 WALIKOTA SURAKARTA.000 JBB 8.LAMPIRAN VII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR No 1 Beaya Uji JBB 0 s/d 2100 30.000 45.000 50.501 s/d 8.500 JBB 3.000 Termasuk kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk angkutan barang 35. ttd JOKO WIDODO 76 .000 5.000 Jenis Pelayanan Tarif (Rp) Keterangan JBB 2.

smoke detector II.000 per titik per titik per titik per titik 15. ttd JOKO WIDODO 77 . super busa dan sejenisnya a. dan lainlain) a.000 per unit per unit per unit per unit 15.000 40. Pemeriksaan dan pemasangan label stiker pada alat pemadam api/ kebakaran untuk konsumen atau pemilik alat pemadam kebakaran. lebih dari 150 kg 3.000 5. Alat pemadam kebakaran yang berisi gas. hydrant dan house reel b. Sampai dengan 25 liter b. lebih dari 6 kg s/d 20 kg c.LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO. Alat pemadam kebakaran yang berisi busa. sampai dengan 6 kg b.000 5.000 per titik per titik per titik per titik WALIKOTA SURAKARTA. dry chemical powder. sprinkle d. halon dan sejenisnya a.000 20. sprinkler.000 10. Penelitian gambar-gambar rencana dan pengentasan akhir pemasangan hydrant kebakaran sistem pemancar air kebakaran. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut: 1.000 10. fire alarm c. lebih dari 20 kg s/d 150 kg b. lebih dari 25 liter s/d 50 liter 2. sprinkler d. Alat pemadam kebakaran jenis Fire Protection (fire hydrant. JENIS PELAYANAN I.000 5. smoke detector TARIF KETERANGAN 5000 10. fire alarm c.000 10.000 per unit per unit 5.000 5. fire hydrant b. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut : a.

000 90. pemeliharaan peta) 150. hitam putih 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 b. WALIKOTA SURAKARTA. HSBku untuk tahun berjalan.000 75. pemeliharaan. 2. Administrasi (meliputi komputerisasi. ttd JOKO WIDODO 78 .LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO.000 300. penyimpanan peta.) Tu : (L/500 x HSBku) + Rp.000 KETERANGAN : 1. Tu : tarif pelayanan pengukuran L : luas tanah (dalam satuan m2) Retribusi penggantian biaya cetak peta : Pelayanan pengukuran + cetak peta + biaya gambar + biaya administrasi. 2 JENIS PELAYANAN Pengukuran TARIF (Rp.000 100. HSBku : harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan.000 40.000 per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan.000 175. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. 4.- KETERANGAN Cetak Peta a.000 110.000 75.000 135.000 55. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. 1. pemeliharaan. Biaya Gambar 25.000. berwarna 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 3. berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. untuk komponen belanja bahan dana honor yang terkait dengan keluaran (output kegiatan). 100.

Roll tester 8.000.10. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a. 500 kL pertama b.000. Sampai dengan 2 L b.000.10. Selebihnya dari 20.KET buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 3.000.000.10.200.000.000 setiap 10 kL d.150.000.5.100.- 2 3 4 buah kL.000.000 kL sampai dengan 20. Selebihnya dari 1.5.000 setiap 10 kL e.000.200. Lebih 10 meter.000.5. setiap 10 kL Bagian-bagian dari 10 kL dihitung satu 10 kL TERA ULANG 4.5.000.10.100.75. kL.10.50. setiap 10 kL c.000.000. 500 kL pertama b. Lebih dari 2 L sampai 25 L c.000 setiap 10 Kl c.1000.000.3.2.000.000.000.300.000.100.000.000.150.10. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.3.5.000 kL. Otomotif TAKARAN ( BASAH/ KERING ) a.000.000 kL. Blok ukur 3.150. ukuran panjang jenis : 1.300.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERA/TERA ULANG ALAT ALAT UTTP. Sampai dengan 500 kL 2.000.8.000 kL sampai dengan 10.2.500. Selebihnya dari 10. Alat ukur tinggi orang 6.000.10.200.000 kL sampai dengan 2.000. Selebihnya dari 2.000. buah buah buah buah buah buah 150.000.000. Mekanik b. Sampai dengan 2 meter b.000.15. setiap 10 kL buah buah buah buah 300.10.3. kL.200.000. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.- b.000 setiap 10 kL f. Jangka sorong 5.000. Selebihnya dari 1.15.000. Lebih dari 2 meter sampai dengan 10 meter c.000.500.000.000.300. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR a.000.000.- 300.100. kL.000.- 79 . tarif 10 meter ditambah untuk tiap 10 meter atau bagiannya dengan d.5.1. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.000 kL.000.10. Bentuk Bola Dan Speroidal 1.1.000.10. KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BDKT NO JENIS SATUAN BIAYA RETRIBUSI TERA A 1 ALAT UTTP UKURAN PANJANG a.100.500. Counter meter 7.1. Komparator ALAT UKUR PERMUKAAN CAIRAN (LEVEL GAUGE) a.000.000. Mikrometer 4.10.000. Salib ukur 2.000.000. Bentuk Silinder Tegak 1. Sampai dengan 500 kL 2.- 200.000.

25 m3/h pertama b.3. Sampai dengan 50 L b.25.000.000.10.000. Lebih dari 1.000. Lebih dari 500 L sampai dengan 1.10. setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL 5 TANGKI UKUR GERAK a.000.000.50.15. Selebihnya dari 500 m3/h.000.000.000.000.000.000.000.3.- - 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50. setiap kL Bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a.50.50.000.15.2.000. Selebihnya dari 5 kL.000. setiap m3/h d.000 L dihitung 1000 L METER TAKSI SPEEDOMETER METER REM TACHOMETER THERMOMETER TENSIMETER VISKOMETER ALAT UKUR LUAS ALAT UKUR SUDUT ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.000.000.000.000.- 50.- 100.000.100. 10 kL pertama b. Selebihnya dari 50 kL. setiap m3/h d.c. Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a.000.- - 6 buah buah buah buah buah 20.000 L e.000.000.000.125. setiap m3/h a.000.50.000.000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1.15.100.000.- 50.100.000.000. Meter Induk Untuk setiap media uji 1.1.15.15.000. setiap m3/h c.- buah buah buah 100. setiap m3/h Bagian-bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a.50.000.5.000.000.000.3.1.10. Sampai dengan 10 kL 2.10.000.000. Lebih dari 10 kL dihitung sbb : a. setiap m3/h c.000.50.000.000.15.000.- 300. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h. Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur buah buah buah buah 300. setiap kL c.2.000.000.10. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h. Sampai dengan 15 m3/h 2. Labu ukur. Sampai dengan 25 m3/h 2.300.000. Gelas ukur BEJANA UKUR a.000.1.- - buah buah buah buah buah 100.000.25.3.15.000.000.3.20. 5 kL pertama b.000.10. Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji 1. Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a.2.75. Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c.5.20.25.2. Selebihnya dari 500 m3/h. Selebihnya dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h.000.100. 15 m3/h pertama b.000.000.000.000.000.000.3.100.000.000 L Bagian-bagian dari 1. Buret dan Pipet b.000. Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb: a.000.75.125. Selebihnya dari 10 kL sampai dengan 50 kL. Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1.000.300.- 100.1.- buah buah buah buah buah buah 50.3.000.000.1. Kapasitas sampai dengan 5 kL 2.10.- 80 .50.100.2. Meter Bahan Bakar Minyak a.000.000. Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.000.000. Bentuk Silinder Datar 1. Selebihnya dari 25 m3/h sampai dengan 100 m3/h.25.

200. Selebihnya dari 50 m3/h sampai dengan 500 m3/h.250.10.25. setiap 10 m3/h c.000 L sampai dengan 10.500.50.000.000.000 m3/h. Lebih dari 2.000. Selebihnya dari 1.000.500. setiap alat perlengkapan e. Selebihnya dari 1. Meter Kerja 1.000 m3/h.000. Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.15.1.10.000.50. Lebih dari 10. Selebihnya dari 2.000.500.000. Sampai dengan 2.000. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h b.150. Meter Induk 1.5.000 m3/h.000.- 100.200.1.- 100.000.- 81 .- - 19 METER AIR a.500.000.000.000.- 200. Sampai dengan 10 m3/h 2.000. Meter Kerja 1. Sampai dengan 100 m3/h 2.000.000.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h c.000.50.2.000 m3/h.000.75.3.000 m3/h sampai dengan 2.000.- 100. setiap 10 m3/h e.000 L b.- 50.000.5.000.000.000.50.100.500.000.200.30.000.500.50.000.150.18 ALAT UKUR GAS a. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000. 50 m3/h pertama b.000.000. setiap 10 m3/h c.50.000.150.3.5. Lebih dari 100 m3/h b. Sampai dengan 15 m3/h 2.50. setiap 10 m3/h e. Meter Kerja 1.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50. setiap 10 m3/h d.000.300. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah 50.000.000.000. setiap 10 m3/h d. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1.000.1.500.000. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.5.000 m3/h sampai dengan 2.50.5. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1. Selebihnya dari 2.000.000.50.2.- 20 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.000.60.000.1. Sampai dengan 50 m3/h 2.30.000 m3/h.300. Lebih dari 100 m3/h b.000 m3/h. 100 m3/h pertama b. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.100.000.000. Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb: a.15. Pompa ukur Bahan Bakar Gas (BBG) Elpiji untuk setiap badan ukur buah buah buah buah buah buah 100. Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.200. Meter Induk 1.000.000.000 L buah buah buah 200.000.- 21 22 ALAT KOMPENSASI SUHU ( ATC ) TEKANAN / KOMPENSASI LAINNYA METER PROVER a.000.000 L c.000.000. Perlengkapan meter gas orifice ( jika diuji tersendiri).250.000.000. Meter Induk 1.000. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah buah 100.2.000. Sampai dengan 15 m3/h 2. Meter gas orifice dan sejenisnya ( merupakan satu system / unit alat ukur ) d. Sampai dengan 15 m3/h 2.200.000.

000.20. 1(satu) phasa c.000.500.000.100. 3 (tiga) phasa 2.4.100.6. setiap kg/min Bagian dari kg/min dihitung satu kg/min ALAT UKUR PENGISI (FILLING SHINE ) Untuk setiap jenis media : a.12.500.000.7.000 kg sampai dengan 3.500. Lebih dari 10 kg/min dihitung sbb : 1.000.000.2.000. Selebihnya dari 500 kg/min sampai dengan 1.25000.500.- 26 27 28 29 30 buah buah buah buah buah buah buah 1. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.000.50.500.000.000.1.500.- 100. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c.20.- 60. pengujian.10.000.000.500.- 2. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 23 METER ARUS MASSA Untuk setiap jenis media uji : a.000.Meter prover yang mempunyai 2 (dua) seksi atau lebih.25.2.2.7. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg 31 TIMBANGAN a.000 kg 1.000.000.500.1.000. Kelas 0. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.500.000 kg e.000. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg b.000.15.2.300.5 atau kelas 1 1. Sampai dengan 1 kg 2.000. Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1.500.500.500. setiap kg/min 3. setiap kg/min 4.500. 3 (tiga) phasa 2.000.000. 3 (tiga) phasa 2.500.1.- 50.3.1.500. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3. Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IV) a.000. 1(satu) phasa b. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg buah buah buah buah buah buah buah 100. Selebihnya dari 100 kg/min sampai dengan 500 kg/min. Selebihnya dari 10 kg/min sampai dengan 100 kg/min.500.500.000.000. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh ) a.000.000 kg 2. b dan c PEMBATAS ARUS LISTRIK STOP WATCH METER PARKIR ANAK TIMBANGAN a. Sampai dengan 4 alat pengisi b.1.500.000.50.300.000 kg/min. Selebihnya dari 4 alat pengisi.2.7. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3. peneraan atau tera ulangannya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tari pada angka 26 huruf a.000.1.15.000 kg/min. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.500.000.18.20.1.500.11. Kelas 0.1. biaya pemeriksaan.5. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1.000.200.- 25 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 60.500.500. Sampai dengan 1 kg 2. setiap kg/min 5.10.2.000.000.500. Sampai dengan 25 kg b.2 atau kurang 1.000.35.000.500. Sampai dengan 10 kg/min b. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg c.000.2.7. Sampai dengan 3.2.17. Ketelitian halus (kelas II) a.- 82 . Lebih dari 1. Selebihnya dari 1. 10 kg/min pertama 2.000.20.1.7. 1(satu) phasa Meter energi listrik lainnya.000.500.- 24 buah buah 50.15.2.500. Sampai dengan 1 kg 2.5. Sampai dengan 25 kg b.4.15. Kelas 2 1. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1.5.

25. UTTP yang memiliki konstruksi tertentu.000.10.500.6. Manometer Minyak 1.10. UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus 5.15.000.000 kg/cm2 3.15. desimal. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. Timbangan milisimal.15.50.150.- 40.000.30. Lebih dari 1.20.22.000.000. setiap komoditi Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 34.000.000. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.000 kg sampai dengan 3.000.50. termasuk anak timbangan. kapas dan tekstil.000.000. dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam Biaya penelitian dalam rangka izin type dan izin tanda pabrik atau pengukuran atau penimbangan lainnya yang jenisnya tercantum pada point A Biaya tambahan 1. Lebih dari 1.50.000.000 kg/cm2 b. setiap ton c.15.000.000. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.25. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak.000. di samping pengujian yang biasa dilakukan terhadap UTTP tertentu 3. Lebih dari 500 ton/h 32 ALAT UKUR TEKANAN a. atau benda/ barang bukan UTTP.25. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.45.500.- 10.000.000.000. UTTP yang memerlukan pengujian tertentu.000 kg/cm2 PENCAP KARTU OTOMATIS (Printer Recorder) METER KADAR AIR a.000. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1. Lebih dari 1.000. Ketelitian (khusus) dan halus.000.000. Pressure Calibrator e.20. sentisimal.000.25.000.000.25.000.000.15.10.1.000.- 83 .000.000 kg 1. Lebih dari 1. Ketelitian khusus (kelas I) b. Timbangan cepat.000.500.400.000.000.50.000.000.000.000. Sampai dengan 100 kg/cm2 2. Pressure Recorder 1.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 10.450.000 kg 3.000. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1.000.000.10. Sampai dengan 100 ton/h 2.000. Lebih dari 3.15.50.30. Lebih dari 100 ton/h sampai dengan 500 ton/h 3.000.000.000 kg/cm2 3. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.000.30.- 5. UTTP yang ditanam 4.- C buah buah buah buah buah buah buah 5.000.000. setiap ton 2.250.000.000.- buah jam 5.40.000.7. setiap komoditi b.100.000. Untuk biji-bijian mengandung minyak. setiap komoditi c.000. Timbangan ban berjalan 1.15.15. Timbangan elektronik untuk semua kapasitas 2.300.7. yang tidak ditanam tetapi terkumpul dalam suatu tempat dengan jumlah sekurangkurangnya lima alat buah buah buah buah buah buah buah buah buah 21.500.10. Alat ukur tekanan darah c. UTTP.000. bobot ingsut dan timbangan pegas yang kapasitasnya sama atau lebih 25 kg b. Ketelitian sedang dan biasa.000 kg/cm2 d. pengisi (curah) dan timbangan pencampuran untuk semua kapasitas c.000 kg/cm2 3.000.000. Untuk kayu dan komoditi lain.000.10.20.24. yaitu : a. Dead Weight Testing Machine 1.c.15.15.10.15.000 kg e.7.15.

Sampai dengan 500 kL 2.350.000.- F WALIKOTA SURAKARTA.10. yang tidak ditanam tetapi tetapi terdapat di tempat UTTP yang ditanam atau terdapat di tempat UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus D E BIAYA KALIBRASI BIAYA PENGUJIAN BDKT Pengujian dilakukan per jenis BDKT per isi nominal Setiap jam SERTIFIKASI DAN TABEL a.6. Biaya pembuatan tabel TUT : 1.000. Biaya sertifikasi/ surat keterangan b. UTTP.000. termasuk anak timbangan. Lebih dari 500 kL buah 1.000.- buah 300% dari tarif tera jam lembar buku buku 10.200.000. ttd JOKO WIDODO 84 .

c.Of f ice Dasar MS. Men jah it lan jutan Bordir dasar Ukir kayu Sablon WALIKOTA SURAKARTA. Dbase Interaktif dan Progra m MS. b. En glish For Hotel Staf En glish For A Shop Assistant En glish For Travelling En glish For Restaurant En glish For Gu ide Special Conversation Class En glish For Job See kers En glish For Children 3. Men jah it dasar b. f.200 1. Tata Niaga (per jam/sisw a) a. Jasa Latihan Ketra mpilan di Ba lai Lat ihan Kerja Pelat ihan : 1.200 1. Bahasa Jepang Ko mputer (per ja m/sisw a) : a. d. e. ttd JOKO WIDODO 85 .250 1. Basic En glish Course b.LAMPIRAN XI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PENDIDIKAN A. Aneka Kerajin an (per ja m/sisw a) : a. e. d. Men getik Ting kat Dasar Admin istrasi Per kantoran Akuntansi Dasar I Sekretaris 1.000 Bahasa (per ja m/sisw a) : a.200 1.Of f ice Lanjutan Ko mputer Akuntansi Tekn isi dan Perakitan Perang kat Ko mputer Internet 4.200 1. c.200 1.200 1. i. f.200 1.250 1. g.500 1. d. e.500 1. b.500 1.200 1.250 1.500 5.250 1. j.500 1. c.200 1.000 3.250 1.500 1. h.500 1. c.000 2.500 2. d. 2.

WALIKOTA SURAKARTA. bobot keamanan.LAMPIRAN XII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI Tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dihitung dengan cara penjumlahan bobot peruntukan tata ruang. ttd JOKO WIDODO 86 . bobot jenis penggunaan menara dibagi jumlah keseluruhan koefisien bobot dikalikan 2 % (dua per seratus) NJOP Tanah dan Bangunan dengan rumus sebagai berikut : Jumlah Retribusi yang Terutang = {(Bobot Peruntukan Tata Ruang + Bobot Keamanan + Bobot Jenis Penggunaan) : 13} x 2 % NJOP Tanah dan Bangunan.

Sosial dan Olahraga a. Selain eks kuburan b. Jualan.Rp 300. untuk usaha : a. sosial 5. Kelas B c. Tanah Galian 9.1 % x NJOP 1 % x NJOP 6 % x NJOP 0. komersial b.2 % x NJOP 0. limbah dan sejenisnya 6.3 % x NJOP TARIF RETRIBUSI KETERANGAN Dilelang m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per tahun m2/ per tahun m2/ per tahun 6 % x NJOP 3% x NJOP Rp 1. di titik lokasi zona B d.0. untuk pemasangan sarana reklame media luar LOKASI a.Rp 500. Eks kuburan 0.5% x NJOP 0. Sewa Tanah TPA 2 Lapangan 1.Rp 210. strategis b.Rp 2.5. untuk tempat tinggal 3.Rp 140.LAMPIRAN XIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 OBJEK Tanah milik pemerintah daerah PENGGUNAAN 1. Kelas B c. Kelas A b. di titik lokasi zona C 2.Rp 1. Kelas C 3 Pemakaian Ruang di atas saluran 1. Usaha Komersial Rp 2.Rp 10. Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) 7. PKL.200. dan sejenisnya 8.- m2/ hari m3 m2/ bulan Max 300 m2 m2/ kegiatan m2/ kegiatan m2/ kegiatan 87 . titik lokasi.5. Kegiatan Umum 2. Pemasangan fasilitas/ sarana. Kelas C a. di titik lokasi zona A c. tempat. untuk bercocok tanam 4.Rp 280. Kelas A b.2 % x NJOP m2/ jam m2/ jam m2/ jam m2/ bulan m2/ bulan a. Usaha Sosial 2.- m2/Per tahun m2/Per tahun m′/ per tahun 3 % x NJOP m2/ per tahun Rp 200.000.

000.Rp 70. Rumah Milik Pemerintah 2.000. AC) – penggunaan untuk kepentingan umum 6.5 % x NJOP 0. Rusunawa Tempat tinggal a. Golongan III 4.000 per hari/ kegiatan Rp 1.3 % x NJOP m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan a.Rp 100. Tawang Arum c. Lantai 6 Tawang Praja d.Rp 90. Untuk Usaha b. Golongan V (untuk kios di tempat rekreasi) 6 Pemakaian Kendaraan 1.Rp 80.000 per hari Rp 1. dalam kota Rp 100.Biaya listrik dan air dibebankan kepada penyewa Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan 4.4 Pemakaian Gedung/ Bangunan 1. b.- 88 .000 per hari Rp 100.000 per hari/ kegiatan Rp 400. screen LCD.2 % x NJOP 1 % x NJOP 0. Pendapi Gedhe b. 300 kursi. lantai III e.000. lantai IV Rp 50.000.000.000. lantai dasar (penjelasan – untuk difable) b. Shelter PKL 5 Kios 1. Untuk Tempat Tinggal c.000.000.- Dilelang Perkamar/bulan Rp 100. Rumah Khusus/ Sosial 3. Bus sedang (25 penumpang non AC) a.- Per 6 jam* * harga sewa bus belum termasuk BBM dan pengemudi Per km** ** harga termasuk BBM dan pengemudi b. Golongan II 3.000. Gedung Sekolah/ Eks Gedung Sekolah/ Gedung Serba Guna 5.000 per hari Rp 200. Golongan I 2. Untuk Sarana OlahRaga a. Gedung Pertemuan lainnya 1) Golongan I 2) Golongan II 3) Golongan III Tarif mengikuti aturan kios Tarif mengikuti aturan rusunawa Tarif mengikuti aturan lapangan Rp 6. lantai I c.000 per hari/ orang 1. Gedung Pertemuan (fasilitas untuk point a.000 per hari/ kegiatan Rp 4. 1 perangkat gamelan. c : sound.500.800.5 % x NJOP 1. Golongan IV (untuk kios di tempat rekreasi) 5. luar kota Rp 2. lantai II d.

- 3.. luar kota Rp 30.- per jam (minimal 5 jam) Rp 50.000.. ukuran 6.000 Rp 100. Dump Truck 2.000 Rp 130.000..000 Rp 75.- Rp 60. bantuan penjagaan yang bersifat non komersial kepada swasta dan instansi Pemerintah Kota Surakarta c.- Paket 1 x kali perjalanan wisata maximal 3 jam 1 x jalan Perjalanan wisata per orang Khusus pemilik kartu PKMS gold dan Jamkesmas dibebaskan dari retribusi per jam (minimal 5 jam) Rp.000 Per hari/ 7 jam* (tarif dalam kota) Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Max 7 jam* selebihnya ditambah 20 %/jam Per hari/ 7 jam* 1 x 24 jam* 5. Mobil Jenazah (dalam perhitungan) a. 20.8 ton Rp 100.000. Toilet Container Rp 400. bantuan khusus pemompaan tanpa bantuan penjaga termasuk penggantian harga bahan bakar selama berlangsungnya pemompaan Rp 100.2. dalam kota b. 4 Mobil Pompa Pemadam Kebakaran a.000 Rp 100.000 *Tarif sewa alat berat belum termasuk BBM dan operator/driver 89 . Mesin Gilas 3.- per tangki 7 Pemakaian alatalat berat 1. . Tandem Roller 4.000. Bis Tingkat Wisata Sewa Rp. 800.8 ton b.. bantuan pemompaan selama berlangsungnya bantuan penjagaan tersebut pada huruf a dan b d. ukuran < 6... bantuan khusus pertunjukkan yang bersifat komersial kepada swasta b.000 per tangki Rp 150.. Sky Walker a.000.000.Rp.000 Rp 360. Back Hoe 6.

8 Pemakaian kolam ikan Pemakaian Depo Ikan Pemakaian Pasar Ikan Pemakaian insenerator atau pembakaran sampah pada klinis (dari luar RS) 1. jasa sarana b. kolam semi permanen 2.000. jasa pelayanan a. kolam permanen Kios Ikan non fasilitas Kios Ikan dengan fasilitas Balekambang 1.Rp 3.- Tarif adalah jasa sarana ditambah jasa pelayanan WALIKOTA SURAKARTA.000 Rp 300.000 Rp 500.000 9 10 11 Rp 4.Rp 9. jasa sarana b.500. jasa pelayanan Rp 750 Per m2/ bulan Per bak/bulan Per kios/bulan Per kios/bulan dilelang Rp 75. berat 6 s/d 10 kg a.Rp 6.000.000. berat 1 s/d 5 kg 2. ttd JOKO WIDODO 90 .

000.- Keterangan 1 x masuk Max 2 jam. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. pusat informasi Bus Besar Bus Kecil Fasilitas penitipan barang 2. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.500. penerangan.-/ m2 per hari 150.- Bus Pedesaan 1.10.000. ttd JOKO WIDODO 91 .250.000.- Angkutan Antar Jemput 2.- Angkutan Kota/ Perkotaan 500.000.15.LAMPIRAN XIV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERMINAL Jenis Retribusi Bus non ekonomi (AKAP/AKDP) Bus ekonomi (AKAP) Pelayanan yang diberikan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir di fasilitas parkir Parkir jalur istirahat Tarif 5.-/ m2 per hari Sewa Loket Bus Malam Jasa Ruang Tunggu Cuci Bus Jasa Penitipan Barang Tempat penjualan karcis bus/non-bus Ruang tunggu.000. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan Type A Type B Type C Bus Ekonomi (AKDP) 3.500.- Sewa Kios Tempat usaha dagang dan kebersihan 220.000.-/kg Per hari 1 x masuk Per bus Per bus Per Hari WALIKOTA SURAKARTA. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.-/ m2 per hari 180. tempat duduk.

000 4. Pedagang pasar. Tempat Ibadah.000 2.000 2. tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.000 8. Karyawan toko. Untuk bongkar muat (pasar) dikenakan tarif progresif tiap 2 jam.LAMPIRAN XV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR Jenis tempat a. ttd JOKO WIDODO 92 . Khusus untuk : Anak sekolah.000 4.000 Keterangan Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam. Taman c. tiap 12 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. Dikecualikan bagi terminal dan pasar tradisional satu kali parkir maksimum 12 jam.000 8.000 500 500 1.000 4. Pelataran Jenis kendaraan Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Tarif sekali Parkir (Rp) 500 500 1.000 2. Pasien rumah sakit tidak dikenakan tarif progresif b.000 500 1. Gedung WALIKOTA SURAKARTA.

hari libur 2 Kamar Moderat a.00 – 13.00 150.00 Jam 13.000 75.000 URAIAN TARIF (RP.00 Jam 13.00 – 13. 1 JENIS TEMPAT Kamar Biasa a.) WALIKOTA SURAKARTA.000 Jam 13. hari raya dan tahun baru Jam 13.00 Jam 13.000 250. hari biasa b.000 Jam 13.000 50.00 – 13.00 – 13.00 – 13. hari biasa b.00 50.LAMPIRAN XVI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT PENGINAPAN/PESANGGARAHAN/VILLA NO. ttd JOKO WIDODO 93 . hari biasa b.00 – 13.00 30. hari libur 3 Villa a.

000.-/Ekor WALIKOTA SURAKARTA. 2.LAMPIRAN XVII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN NO. JENIS TERNAK Sapi/Kerbau/Kuda Babi Kambing/Domba Unggas/Ayam TARIF 25.-/Ekor 50. ttd JOKO WIDODO 94 . 1.-/Ekor 1. 4.000. 3.-/Ekor 20.500.

000.Tidak Strategis 300. sewa gedung wayang orang 1 x pemakaian .Per m2 tiap hari FASILITAS DALAM TAMAN WISATA SRIWEDARI Karcis Masuk 500.00 500.Sekali parkir Karcis Parkir Sepeda Motor 1.00 – 07.malam hari 750.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Pancingan 2.siang hari . 9.hari libur 200.000. 95 .a.00 – 07. FASILITAS DALAM TAMAN BALEKAMBANG 1.mulai jam 07. 3.c. 12.Sekali parkir Karcis Parkir Mobil 2.000.Pada hari-hari tertentu kartu bebas tidak berlaku Karcis Jualan 500. 10.Per orang per 2 jam Sewa Kolam/ Segaran 300.000. 4.000.Per m2 tiap hari .000. 1.000. 1. Karcis kelas I Per orang 1.untuk komersial 1.malam hari 400.000. Pemanfaatan Lahan a.00 400.500.000.Per m2 tiap hari Karcis Parkir Sepeda 500.00 – 18.b. I. Karcis kelas II/ Balkon d.Sekali parkir Karcis Parkir Bus 5.mulai 18.JENIS PUNGUTAN II.Sekali parkir KA Kelinci 2.Per m2 tiap hari .mulai jam 07.000.Per hari Wayang Orang Per orang 3.000.hari biasa 1 x pentas 1. Karcis utama/VIP Per orang 1.Per m2/6 jam* .000.untuk sosial 1 x pemakaian 500.) PEMANFAATAN LAHAN DALAM TAMAN WISATA DAERAH Pemanfaatan Lahan .malam minggu e.mulai 18.000.hari biasa 100. 7.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Perahu 2.Belum termasuk beaya penambahan listrik .Strategis 1000. Borongan wayang orang 1 x pentas 1.000. Persewaan Los Keliling Joglo .Per m2 tiap hari .500.00 300.000.000. 8.000.. 6.00 1.00 – 18.Kurang Strategis 500. 5. TARIF URAIAN (Rp..500.000. Umum .Per m2/6 jam* 13.000. 11.Per m2tiap hari III.1 x masuk (hari biasa) 1x masuk (hari libur/ hari besar) 1000.siang hari Persewaan Gedung Joglo . 2.LAMPIRAN XVIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA NO.

5. Sewa Peralatan high rope 1. Sosial . Gedung a. Sewa Peralatan low rope 350.000.000.Per jam WALIKOTA SURAKARTA. 500. LAPANGAN TENIS BALAI ISTIRAHAT MALIAWAN Sewa Lapangan Tenis 15. Gedung Kesenian .000.000.000.200.000.500.000.500.100.600. ttd JOKO WIDODO 96 .000. 6. Open Stage .malam b.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam b.- Per m2/6 jam* Per m2/6 jam* * untuk luas minimal 1000 m2 Kurang dari 6 jam dihitung 6 jam. lebih dari 6 jam dikenakan tarif tambahan 2.750.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 3.siang . 4.b.000.200.siang .hari biasa .000.1.750. Balai Apung Kolam Sepeda Air Taman Reptil Outbond a.malam c.hari libur 50. Balai Tirtoyoso d.IV.

000 120.000 4.Belimbing 1 meter okulasi Harga 6.000 55.000 25.000 30.000 30.000 15.000 5.000 17.500 7.Mangga 1 meter okulasi .500 10.000 20.000 20.000 80.500 12.000 7.000 10.000 12.LAMPIRAN XIX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH a.000 15.3 Ikan 3 – 5 Ikan 5 – 7 Ikan 7 – 9 cm cm cm cm 5.000 3.000 4.500 10. ttd JOKO WIDODO 97 .000 13.000 7.Anggrek dendrobium Remaja .000 15.000 5.000 Keterangan 2 Bibit Buah WALIKOTA SURAKARTA.000 10.000 10.500 15.000 7.500 10.000 - HARGA IKAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nila Merah Nila Hitam Lele Gurame Tombro Karper Tawes Koki Komet Moly biasa Moly Balon Koi Menyesuaikan harga pasar b.000 6.000 2.000 7.000 1.) Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ikan 1.000 5.000 50.000 20.000 30.000 40.000 20. Tarif Retribusi Penjualan Bibit Tanaman No 1 Komoditas Tanaman Hias Jenis Tanaman .Anggrek dendrobium berbunga . Tarif Retribusi Penjualan Benih Ikan dan Ikan Konsumsi NO JENIS IKAN HARGA BENIH IKAN PER 100 EKOR (RP.

526 18 x 1.912.845 29 x 1.555 19 x 1.120 4 x 1.) 27. Taman c. Saluran Nilai Bangunan/ m2 1.594.642 22 x 1.141 Lt. Lt.474 39.090 3 x 1.493 Lt.560 7.895 Lt. 8.712 504. Lt.162 6 x 1.362 8.712 1.555 2. Tempat Parkir 1.584 20 x 1.883 Bagi bangunan bertingkat lebih dari satu lantai dikalikan koefisien nilai bangunan 1 x 1. Lt. Lt.000 2 x 1. 1. 24.903 Keterangan 1 Bangunan Gedung Tidak Bertingkat 2 Bangunan Gedung Bertingkat 420. 98 .439 15 x 1.758 26 x 1.094 489.391 Lt.440 14 x 1.700 24 x 1.381 13 x 1. Lt. 7.460 16 x 1.LAMPIRAN XX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN No Jenis Bangunan Klas Bangunan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 3 Pagar Depan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 7 Fasilitas a. 33. 926 Lt. 29.263 9 x 1.232.067 Tarif Retribusi/ m2 (Rp. Lt. Lt. Lt. Aspal 2. 27.034 1.602 1.917 52.399.135 5 x 1. Conblok b. 5.323 11 x 1.497 17 x 1. Lt. Lt. Lt.000 25.895 33.671 23 x 1.250 Lt.613 21 x 1.034 1.236 8 x 1.787 27 x 1.069 46. Lt. Lt.834 Lt.816 28 x 1. 447 Lt.918 350.594.679.569 Lt.352 12 x 1. Lt.679.197 7 x 1.912. Lt. Lt. Lt.522 1.474 Lt.083 Lt.729 25 x 1. Lt. Lt.841 2.291 10 x 1.874 30 x 1.855 408.841 4 Pagar Samping/ Belakang 5 Rumah Permanen 6 Rumah Permanen Bertingkat/Loteng 61.

845 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT SEDERHANA = 2.2 % = Rp. 1.895 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.636.22 x 85 = Rp. 420.75 % = Rp.474 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT SEDERHANA = 3.094. 504. 7. 1.141 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG TIDAK SEDERHANA = 552.602.90 x 1.85 x 1.855.094. 8.75% = Rp.67 x 1.679.49 x 85 = Rp.75% = Rp.232.199.156. 2.2% = Rp. 33.156.74 x 85 = Rp.712.03 x 1.035.391. 27.67 x 1. 2.80 x 1.712.035.75% = Rp.03 x 1.020.569 115 99 .199. 2.893.75% = Rp.516.20 x 85 = Rp. 408.74 x 85 = Rp. 1. 39.75% = Rp. 489.912.035.20 x 85 = Rp.80 x 85 = Rp.127. 29. 8.555.842.02 x 1.834 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG SEDERHANA = 552.636. 1.883 115 PAGAR DEPAN SEDERHANA = 569. 1.399.22 x 85 = Rp.47 x 1.493 115 RUMAH PERMANEN TIDAK SEDERHANA = 1.34 x 1.2% = Rp.67 x 1.156.579. 16.636.2% = Rp.895 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.842.75% = Rp. 11.75% = Rp.80 x 1. 11.795.2 % = Rp.020.399. 1.912.712. 408.156.594.82 x 1.579. 27.75% = Rp.67 x 1.555.362 115 PAGAR DEPAN TIDAK SEDERHANA = 569.75% = Rp.90 x 1.594.474 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT SEDERHANA = 2.067.2% = Rp.232.636.02 x 1.49 x 85 = Rp. 420.594.594.02 x 1.75% = Rp.75% = Rp.893. 33.127. 24.DAFTAR PENGHITUNGAN NILAI BANGUNAN DAN BESARNYA RETRIBUSI PER METER PERSEGI RUMAH PERMANEN SEDERHANA = 1.035.49 x 85 = Rp. 7. 46.49 x 85 = Rp.85 x 1.069 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 3.602.80 x 85 = Rp.516.

95 – 15 % = Rp. 6. RUANG PARKIR a.96 – 15 % = Rp.395 x 1.918. 52.75 % = Rp. b. 926 TAMAN a.917.000 x 1. 29. SALURAN WALIKOTA SURAKARTA.843. 1.75 % = Rp. ASPAL CONBLOK/ PAVING : 72.000 x 1.256. 61.75 % = Rp. 2.083 : 62.41 x 1.FASILITAS 1.75 % = Rp.625 : 34. 514 3.125 : 150. TIDAK SEDERHANA SEDERHANA : 350. ttd JOKO WIDODO 100 .582. 2.75 % = Rp. b.37 x 1.42 x 85 % = Rp.

ttd JOKO WIDODO 101 .2.000. Diskotik 1.2.000.1.000.000.500.500.000. Pub.000.per tahun TARIF (Rp.LAMPIRAN XXI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TEMPAT PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL NO 1 2 3 4 TEMPAT USAHA Hotel Berbintang 3 Hotel Berbintang 4 Hotel Berbintang 5 Restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka 5 Bar.000.000.) 1.KETERANGAN per tahun per tahun per tahun per tahun WALIKOTA SURAKARTA.

Biaya Pemeriksaan dan Penelitian : Pemeriksaan dan Penelitian Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar f. 500.000.-/ pk Rp.-/m2 Rp.-/pk Rp.500.875. 3. Menurut Klasifikasi Jalan (Lokasi) : Klasifikasi Jalan (Lokasi) Di tepi jalan klas I Di tepi jalan klas II Di tepi jalan klas III Di tepi jalan klas IV e.-/m2 Yang Menggunakan Sistem Shif : dikenakan 50% dari (a+b+c) 102 . Menurut Luas Ruangan Tempat Usaha : Luas Ruangan Tempat Usaha 1 m2 – 200 m2 201 m2 – 500 m2 501 m2 ke atas b. Menurut Klasifikasi Gedung : Klasifikasi Gedung 1 Lantai 2 Lantai 3 s/d 5 Lantai 6 Lantai Ke Atas Lantai Dasar ditambah 10% dari (a+b+c) g.-/ pk Keterangan Rp. 5. Menurut Penggolongan Usaha : Penggolongan Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar d.LAMPIRAN XXII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Untuk setiap pemberian Izin Gangguan retribusinya diperhitungkan sebagai berikut : a. 1.000.000.750. 2. Menurut Penggunaan Mesin : Penggunaan Mesin 1 pk – 10 pk 11 pk – 100 pk 101 pk ke atas c. 250.Keterangan Rp.Rp.500.Rp. 62.750. Keterangan 20% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 40% dari (a+b+c) 50% dari (a+b+c) Keterangan 5% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) Keterangan 40% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) Keterangan Rp. 1.000.-/m2 Rp. 2.

000.-/tahun Rp.500. 375.-/tahun WALIKOTA SURAKARTA. Pendaftaran Ulang : Pendaftaran Ulang Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar Keterangan Rp. ttd JOKO WIDODO 103 .500. 62. 162.h.-/tahun Rp.

000.000 1 x perjalanan WALIKOTA SURAKARTA.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.- 2 Izin Operasi/Trayek untuk Mobil Penumpang/Taxi Izin Insidentil a.000..) KETERANGAN 1 Izin Trayek Mobil Bus a.LAMPIRAN XXIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TRAYEK NO JENIS PERIZINAN TARIF (Rp.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 250.000... Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150..000.000..1 x perjalanan 20.Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 3 15.1 x perjalanan d. Mobil Penumpang/Taxi 10.000.300. Mobil bus kapasitas 16-27 c.1 x perjalanan 25. Mobil bus kapasitas 16-27 c. ttd JOKO WIDODO 104 .