LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah perlu dilakukan penyesuaian pengaturan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta; bahwa retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah; bahwa kebijakan retribusi daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah; Undang-Undang Gangguan (Hinder ordonantie Staatsblad 1926 Nomor 226 sebagaimana diubah dengan Staatsblad 1940 Nomor 450 ); Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 45); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209);

b.

c.

d.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4

5.

1

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 145, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

2

19.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 32) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5145); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta SyaratSyarat bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1987 tentang Satuan Turunan, Satuan Tambahan dan Satuan Lain yang berlaku (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3351); Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor

20.

21.

22

23.

24.

25.

26.

27.

28. 29.

3

39. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1998 Seri A Nomor 2). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1999 Seri B Nomor 8). 36. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). 32. 31.12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 15 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 17 Seri E Nomor 9). 35. 30. 38. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2001 Nomor 1 Seri B). 37. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 12 Tahun 1991 Seri B Nomor 4). 34. 4 . Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Tahun 1999 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 1 Seri B). 33.

Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2004 Nomor 9 Seri E). 41. 46. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 4). 48. 49.40. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2008 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 2). 47. 45. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 5 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2002 Nomor 4 Seri B). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Surakarta (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 7 Seri D Nomor 1). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 50. 43. 42. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2008 Nomor 8). 5 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2003 Nomor 8 Seri B). 51. 44. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 7). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURAKARTA dan WALIKOTA SURAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH.

8. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan Tugas Pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 11. 2. organisasi massa. 9. Surat Setoran Retribusi Daerah. perseroan komanditer. badan usaha milik negara (BUMN). parasarana. pengaturan. 12. 10. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Daerah adalah Kota Surakarta. 4. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Perizinan Tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. kongsi. yang selanjutnya disingkat SSRD. organisasi sosial politik. yang selanjutnya disingkat SKRD. koperasi. adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah. 6. prasarana. 13. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. barang. perkumpulan. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD Kota Surakarta dengan persetujuan bersama Walikota Surakarta.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi 6 . Jasa Usaha adalah jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. firma. barang. yang selanjutnya disingkat DPRD. 16. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. serta penggunaan sumber daya alam. 17. 3. adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. 14. dana pensiun. yayasan. pemanfaatan ruang. perseroan lainnya. 18. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan daerah dan/atau retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 5. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan. persekutuan. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan. 15. atau organisasi lainnya. Walikota adalah Walikota Surakarta. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Surat Ketetapan Retribusi Daerah. 7. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam.

Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menurut cara yang diatur ketentuan peraturan perundang-undangan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan barang bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan daerah dan retribusi dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi daerah. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. plastik. timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. keterangan. 27. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai perhimpunan data objek dan subjek retribusi. yang bila ingin membukanya atau mengeluarkan isinya harus merusak pembungkusnya. dan c. 23. Pasal 3 (1) Retribusi yang dikenakan atas jasa umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum. 25. atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku. takar. BAB II OBJEK DAN GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 2 Objek Retribusi adalah : a. timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran Peraturan Daerah. Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah yang selanjutnya disebut PPNS Daerah. 28. Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan. yang bahan pembungkusnya terbuat dari kertas. Tera Ulang adalah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. gelas. 24.19. 22. 26. Jasa Umum. 7 . atau bahan pembungkus lainnya. Jasa Usaha. 21. Perizinan Tertentu. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi yang terjadi serta menemukan tersangkanya. b. Barang Dalam Keadaan Terbungkus adalah barang yang ditempatkan dalam bungkusan atau kemasan tertutup. kayu. takar. Menera adalah hal menandai dengan tanda tera sah atau tera batal yang berlaku. karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusi serta pengawasan penyetorannya. 20. dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur. kaleng.

Badan yang Wajib Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. aspek keadilan. h. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 5 (2) (1) (2) Subjek Retribusi Jasa Umum adalah orang pribadi atau menggunakan/menikmati pelayanan jasa umum yang bersangkutan. Retribusi Pelayanan Pemakaman. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Umum. dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. Retribusi Pelayanan Pasar. Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan. e. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Pasal 6 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa. (2) (3) 8 . Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Retribusi Pelayanan Kesehatan. dan l. d. dan biaya modal. j. i. Retribusi Tera/Tera Ulang. biaya bunga. kemampuan masyarakat. c. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Dalam hal penetapan tarif sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa. k. f. Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum. Retribusi Pelayanan Pendidikan.(2) (3) Retribusi yang dikenakan atas jasa usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b digolongkan sebagai Retribusi Jasa Usaha. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Retribusi yang dikenakan atas perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c digolongkan sebagai Retribusi Perizinan Tertentu. penetapan tarif hanya untuk menutup sebagian biaya. BAB III RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retibusi Pasal 4 (1) Obyek Retribusi Jasa Umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. Retribusi Pengantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. g. b. Jenis Retribusi Jasa Umum adalah : a. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

laboratorium kesehatan. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Paragraf 4 Khusus Pasal 11 Peserta program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. kecuali pelayanan pendaftaran. Struktur dan besarnya tarif retribusi pada Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. Unit Pelaksana Teknis Puskesmas.(4) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian. (2) 9 . Struktur dan besaran tarif retribusi terdiri dari komponen jasa sarana dan jasa pelayanan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 10 (1) (2) (3) Struktur dan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis pelayanan kesehatan. puskesmas keliling. ditetapkan dalam Lampiran I yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. puskesmas rawat inap. puskesmas pembantu. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). Puskesmas Pembantu. Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah. Pasal 8 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 adalah pelayanan kesehatan di puskesmas. BUMD. pemakaian alat dan obat-obatan serta jangka waktu perawatan. BUMN. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan jaminan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. puskesmas rawat inap. puskesmas keliling. jenis pelayanan kesehatan. dan tempat pelayanan kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. rumah sakit umum daerah. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan jumlah. Bagian Keempat Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 7 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan. laboratorium kesehatan. dan pihak swasta.

b. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS). puskesmas keliling. orang yang menerima pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. Pasal 14 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 adalah pelayanan persampahan/ kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. tempat ibadah.Pasal 12 (1) Dikecualikan sebagai wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 adalah peserta Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/ pembuangan akhir sampah. pengolahan/atau pemusnahan sampah di tempat pembuangan akhir. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. taman. perdagangan. dan industri. meliputi kegiatan: a. dan tempat umum lainnya. puskesmas pembantu. c. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 15 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi perkiraan volume sampah yang dapat dikumpulkan berdasarkan jenis kegiatan usaha dan intensitas kegiatan usaha. rumah tangga. puskesmas rawat inap dalam program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. Pengelolaan program Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil. sosial. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum. dan d. Peserta program Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan wajib retribusi yang pembayarannya melalui klaim. maka volume sampah dimaksud dapat ditaksir dengan berbagai pendekatan antara lain berdasarkan luas lantai bangunan. Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 13 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) diatur dengan Peraturan Walikota. Dalam hal volume sampah sulit diukur. Klasifikasi perkiraan volume sampah sebagaimana diatur pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. (2) (3) (2) (3) 10 . dan Jaminan Kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

dan akta kematian. Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 21 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman. kartu tanda penduduk b. d. dan e. c. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil ditetapkan dalam Lampiran III yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. akta catatan sipil yang meliputi akta perkawinan.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 16 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dalam Lampiran II yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. 11 . akta ganti nama bagi warga negara asing. Bagian Keenam Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 17 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Pasal 18 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 terdiri atas : a. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 19 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah pelayanan cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. akta perceraian. kartu keluarga. akta pengesahan dan pengakuan anak. kartu identitas penduduk musiman. kartu keterangan bertempat tinggal.

penertiban. sifat. (3) 12 . Jalan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. meliputi : a. pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan. jenis kendaraan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 24 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dalam Lampiran IV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan waktu penggunaan. Bagian Kedelapan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 25 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. dan d. b. kemudahan informasi. dan b. Pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 27 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum diukur menurut zona tempat.Pasal 22 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 adalah pelayanan pemakaman yang meliputi : a. Pasal 26 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 adalah pelayanan penyediaan tempat parkir di tepi jalan umum yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. c. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 23 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tempat dan jenis pelayanan. sewa tempat pemakaman yang dimiliki atau dikelola Pemerintah Daerah. Pengaturan zona parkir diatur dengan Peraturan Walikota. penataan/penempatan. pengaturan.

dan khusus disediakan untuk pedagang. jangka waktu pemakaian. dan pemakaian daya listrik. BUMD. kelas pasar. kios. letak. Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan pasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran VI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. luas tempat dasaran. zona tempat. berupa pelataran.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dalam Lampiran V yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 32 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan berdasarkan jenis fasilitas yang terdiri dari pelataran. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 31 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan atas letak. los. alokasi beban biaya yang dipikul untuk menyelenggarakan fasilitas pasar. zona tempat. Bagian Kesembilan Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 29 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar. kelas pasar. dan pihak swasta. los. (2) (2) 13 . Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN. kios yang dikelola Pemerintah Daerah. Pasal 30 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 adalah pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana. Bagian Kesepuluh Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 33 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor.

pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran pada gedung untuk pelayanan umum. dan alat penyelamatan jiwa oleh Pemerintah Daerah terhadap alat-alat pemadam kebakaran. pemeriksaan atau penelitian gambar-gambar rencana dan pengetesan pada gedung. b. alat penangulangan kebakaran. pembuatan. Pasal 38 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 adalah pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian alat pemadam kebakaran. kereta tempelan. alat penanggulangan kebakaran. pemeriksaan kondisi laik jalan. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran VII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. kendaraan milik Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia. Pelayanan pemeriksaan dan/atau pengujian sebagaimana pada ayat (1) adalah : a. Dikecualikan dari Objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kendaraan milik Pemerintah Daerah. pembuatan nomor uji. dan sepeda motor. b. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 35 Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor diukur berdasarkan frekuensi pengujian kendaraan bermotor dan Jumlah Berat Diperbolehkan (JBB) kendaraan bermotor. dan (2) (2) (2) 14 . mobil penumpang pribadi. pemasangan dan pengecatan tanda samping. penerbitan buku uji baru dan penggantian buku uji. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 36 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan besarnya tarif retribusi dibedakan berdasarkan JBB kendaraan bermotor kecuali kereta gandeng.Pasal 34 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang meliputi : a. Bagian Kesebelas Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 37 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. bangunan industri perdagangan dan gedung bertingkat termasuk gedung parkir dengan pemasangan stiker. dan alat penyelamatan jiwa yang dimiliki dan/atau dipergunakan oleh masyarakat. dan d. c.

pencetakan peta. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan berdasarkan jumlah. keterampilan pencegahan dan pemadaman kebakaran. dan ukuran alat pemadam kebakaran yang diperiksa dan atau diuji. mengimpor.c. pengadministrasian. Jasa pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. (3) Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah : a. dan Pemerintah Daerah. Bagian Keduabelas Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 41 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf i dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. dan pencetakan peta. Struktur dan besarnya tarif retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran ditetapkan dalam Lampiran VIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan b. dan b. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 43 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan pelayanan pengukuran. pemeriksaan dan pengujian alat pemadam kebakaran bagi perusahaan yang memproduksi. pelayanan pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang dimiliki atau dipergunakan di tempat ibadah. memberdayakan atau mengedarkan segala jenis alat pemadam kebakaran. rumah tinggal. pembuatan gambar. 15 . Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 39 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah. jenis. permintaan untuk pendidikan dan pelatihan. jenis. dan ukuran alat pemadam kebakaran. Pasal 42 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 adalah pelayanan penyediaan peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah.

serta tingkat kesulitan. takar. (2) 16 . Bagian Keempatbelas Retribusi Pelayanan Pendidikan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 49 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf k dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Pendidikan. cetak peta. dan biaya administrasi. dan perlengkapannya. jenis. timbang. timbang dan perlengkapannya dan/atau barang dalam keadaan terbungkus. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 47 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis dan frekuensi pemberian jasa pelayanan dan pembinaan. karakteristik.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 44 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta dihitung berdasarkan penjumlahan pelayanan pengukuran. takar. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 48 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dalam Lampiran X yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. lamanya waktu dan peralatan yang digunakan. kapasitas ukur. pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 46 Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 adalah pelayanan tera/tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang meliputi: a. pelayanan pengujian alat-alat ukur. biaya gambar. Bagian Ketigabelas Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 45 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf j dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Struktur dan besarnya tarif retribusi ditetapkan dalam Lampiran IX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan b.

Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 55 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi diukur berdasarkan frekuensi pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi yang menjadi dasar alokasi beban biaya yang dipikul oleh Pemerintah Daerah untuk melaksanakan pengendalian menara telekomunikasi. pelayanan Dikecualikan dari objek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Pasal 54 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 adalah pemanfaatan ruang untuk menara telekomunikasi dengan memperhatikan aspek tata ruang. 17 . keamanan. Bagian Kelimabelas Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 53 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf l dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak swasta. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Cara mengukur tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan jenis pelayanan pendidikan yang diperoleh. dan d. b. dan kepentingan umum. BUMD.Pasal 50 (1) (2) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis oleh Pemerintah Daerah. pendidikan/pelatihan yang diselenggarakan oleh BUMN. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pelayanan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. c.

Retribusi Terminal. pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan Daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. d. pelayanan oleh Pemerintah Daerah sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. f. termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Jasa Usaha. BAB IV PENYELENGGARAAN RETRIBUSI JASA USAHA Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 57 (1) Objek Retribusi Jasa Usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: a. Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 59 (1) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Jasa Usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak. Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa. dan/atau b.Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 56 (1) Besarnya tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi ditetapkan sebesar 2% (dua persen) dari NJOP yang digunakan sebagai dasar penghitungan PBB menara telekomunikasi. dan g. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Pendidikan ditetapkan dalam Lampiran XII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. c. Retribusi Rumah Potong Hewan. Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menurut ketentuan perundang-undangan retrbusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. e. Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (2) (2) 18 . Retribusi Tempat Khusus Parkir. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 58 (1) (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa usaha yang bersangkutan. b. Jenis Retribusi Jasa Usaha adalah : a.

dan peruntukkannya. pemakaian alat-alat berat. pemakaian gedung/ bangunan. pemakaian laboratorium didasarkan pada jenis alat. Dikecualikan dari pengertian pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah tersebut. d. lokasi. fasilitas. e. g. i. g. c. dan l. waktu pemakaian. pemakaian lapangan olah raga didasarkan pada luas. dan peruntukkannya. c. pemakaian kendaraan didasarkan pada jarak tempuh. pemakaian laboratorium. lokasi. h. d. waktu pemakaian. pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis didasarkan pada volume sampah yang dimusnahkan. pemakaian ruang di atas saluran. f. pemakaian tanah didasarkan pada lokasi. pemakaian pasar ikan. h. e. waktu pemakaian dan peruntukkannya. fasilitas. (3) 19 . pemakaian insenerator atau pembakaran sampah medis. i. pemakaian kolam ikan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 62 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan : a. pemakaian depo ikan. b. dan peruntukkannya. waktu pemakaian. waktu pemakaian dan peruntukkannya.(2) Keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah keuntungan yang diperoleh apabila pelayanan jasa usaha tersebut dilakukan secara efisien dan berorientasi pada harga pasar. Bagian Keempat Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 60 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Objek pemakaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pasal 61 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah pemakaian kekayaan Daerah. k. lokasi. dan peruntukkannya. pemakaian kendaraan. luas tanah. pemakaian kios/ los di atas tanah Pemerintah Daerah. pemakaian kios/los diatas tanah pemerintah daerah didasarkan pada luas. fasilitas. f. bahan. j. waktu pemakaian. b. pemakaian lapangan olahraga. pemakaian tanah. pemakaian gedung/bangunan didasarkan pada luas. pemakaian alat-alat berat didasarkan pada jenis alat berat. dan peruntukkannya. pemakaian ruang di atas saluran didasarkan pada lokasi dan luasannya. waktu pemakaian.

ruang tunggu penumpang 2. kebersihan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas dan jangka waktu pemakaian fasilitas terminal. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah terminal yang disediakan. dan l. Objek. dan fasilitasnya. BUMD. 3. pelayanan penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum. BUMN. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 67 (1) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi terdiri dari biaya-biaya penatausahaan. dan fasilitasnya. pemakaian depo ikan didasarkan pada biaya operasional dan biaya perawatan. dan c. dan Subjek Retribusi Pasal 64 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Terminal. Pasal 65 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 adalah pelayanan penyediaan fasilitas terminal. jasa pencucian kendaraan. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Bagian Kelima Retribusi Terminal Paragraf 1 Nama. jenis pelayanan. waktu penggunaan. pemakaian kolam ikan didasarkan pada luas kolam. yang disediakan. (3) 20 . penyusutan dan pemeliharaan. dimiliki. dimiliki. pelataran parkir kendaraan pengantar dan/atau taxi (masuk kelompok tempat khusus parkir). dan pihak swasta. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. berupa : 1. penerbitan dokumen. waktu penggunaan. tempat kegiatan usaha. b. dan jenis kendaraan. Objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. k.j. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 63 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah ditetapkan dalam Lampiran XIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. pengawasan dan pengendalian lapangan. fasilitas lainnya di lingkungan terminal. jasa penitipan barang 4. pemakaian pasar ikan didasarkan pada luas kios/los. penerangan.

BUMD. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dimiliki. Objek. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. Pasal 69 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 adalah pelayanan tempat khusus parkir yang disediakan. Bagian Keenam Retribusi Tempat Khusus Parkir Paragraf 1 Nama. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah. jenis kendaraan. dimiliki. BUMD. BUMN. dan pihak swasta. Bagian Ketujuh Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 72 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa. dan waktu penggunaan berdasarkan tarif progresif. dan Subjek Retribusi Pasal 68 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 70 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan klasifikasi tempat parkir. dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. dan pihak swasta. BUMN.(2) Struktur dan besarnya tarif retribusi Terminal ditetapkan sebagaimana dalam Lampiran XIV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. Pasal 73 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 adalah pelayanan tempat penginapan/pesanggrahan/villa yang disediakan. (2) 21 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 71 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ditetapkan dalam Lampiran XV yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat parkir yang disediakan.

Bagian Kedelapan Retribusi Rumah Potong Hewan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 76 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf e dipungut retribusi dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 79 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ditetapkan dalam Lampiran XVII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Struktur dan besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XVI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dan/atau dikelola oleh BUMN. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak yang disediakan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 78 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah dan jenis ternak yang dipotong. (2) 22 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 75 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 digolongkan berdasarkan jenis tempat penginapan dan jangka waktu pemakaian. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. BUMD.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 74 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jangka waktu pemakaian fasilitas tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa. Pasal 77 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong yang disediakan. dan pihak swasta. dimiliki. dimiliki.

Bagian Kesepuluh Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 84 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf g dipungut retribusi dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. pariwisata. BUMN. dan pihak swasta.Bagian Kesembilan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 80 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf f dipungut retribusi dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 82 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah frekuensi pemanfaatan tempat rekreasi dan olah raga. dan/atau dikelola oleh Pemerintah. dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. pariwisata. dan olahraga yang disediakan. Pasal 85 (1) Objek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah penjualan hasil produksi usaha Pemerintah Daerah. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Balekambang. BUMD. Jenis pelayanan dan fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Pasal 81 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 adalah pelayanan tempat rekreasi. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan tempat rekreasi. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 83 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ditetapkan dalam Lampiran XVIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. dimiliki. dimiliki. dan olahraga yang disediakan. penggunaan fasilitas tempat rekreasi Sriwedari. dan b. (2) (3) 23 .

Wajib retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. barang. dan d. b. Retribusi Izin Trayek. prasarana. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. Bagian Kedua Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 89 (1) (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) adalah orang pribadi atau Badan yang memperoleh ijin tertentu yang bersangkutan dari Pemerintah Daerah. Retribusi Izin Gangguan. bibit tanaman. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.(2) Hasil Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. bibit ternak. dan pihak swasta. dan d. benih ikan. (2) 24 . c. penggunaan sumber daya alam. termasuk pemungut atau pemotong retribusi perijinan tertentu. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ditetapkan dalam Lampiran XIX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 86 (3) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan volume penjualan hasil produksi usaha daerah. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu adalah : a. c. b. BUMN. hasil produksi usaha daerah lainnya. BUMD. BAB V PENYELENGGARAAN RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU Bagian Kesatu Objek dan Jenis Retribusi Pasal 88 (1) Objek Retribusi Perizinan Tertentu adalah pelayanan perizinan tertentu oleh Pemerintah Daerah kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. sarana. Dikecualikan dari objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah penjualan produksi oleh Pemerintah.

penegakan hukum. Biaya penyelenggaraan pemberian ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penerbitan dokumen izin.Bagian Ketiga Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Pasal 90 (1) (2) Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian ijin yang bersangkutan. Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.090 1. koefisien ketinggian bangunan (KKB).135 1. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pemberian izin untuk bangunan milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah. dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan (KDB).162 1. penatausahaan dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. dan b. jumlah lantai bangunan. Faktor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan bobot koefisien.263 (3) 25 . pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi bangunan tersebut.120 1.197 1.236 1. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 93 (1) (2) (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Mendirikan Bangunan diukur dengan menggunakan faktor luas lantai bangunan. pengawasan di lapangan. Pasal 92 (1) (2) Objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan. dan fungsi bangunan. Bagian Keempat Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 91 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf a dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.000 1. kegiatan pemeriksaan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang. dan cagar budaya. Koefisien lantai bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan sebagai berikut : Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai 1 2 3 4 5 6 7 8 1. koefisien luas bangunan (KLB).

4.584 1.381 1. Bagian Kelima Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 95 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf b dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. restoran dengan talam kencana dan talam selaka.497 1.555 1.460 1.291 1.787 1.613 1.439 1. hotel berbintang 3.758 1. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 94 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan ditetapkan dalam Lampiran XX yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini.352 1. bar.874 1.700 1.845 1.816 1.729 1. 26 . Tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a.903 Tingkat penggunaan jasa dihitung sebagai perkalian koefisien sebagaimana dimaksud pada ayat (3).671 1.Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai Lantai (4) 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1. termasuk pub dan diskotik.323 1.526 1. b.440 1. Pasal 96 (1) (2) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu. dan c.642 1. dan 5.

Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 102 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. indeks lokasi. Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXI yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Tidak termasuk objek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tempat usaha/ kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. keselamatan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 101 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan luas ruangan tempat usaha. (2) 27 . atau kesehatan umum. Bagian Keenam Retribusi Izin Gangguan Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 99 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf c dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Gangguan. kerugian dan/atau gangguan. dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja. indeks gangguan. indeks modal dikalikan tarif dasar retribusi izin gangguan. termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus menerus untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban. memelihara ketertiban lingkungan.Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 Tingkat penggunaan jasa Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol diukur berdasarkan kriteria tempat penjualan minuman beralkohol. Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan wilayah tempat penjualan minuman beralkohol. Pasal 100 (1) Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 adalah pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya.

Jumlah izin yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan berdasarkan kebutuhan pada pola jaringan trayek dan wilayah operasi yang diatur dengan Peraturan Walikota. BAB VI PENINJAUAN TARIF Pasal 107 (1) (2) (3) Tarif Retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. Pasal 104 Objek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 adalah pemberian izin trayek kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu atau beberapa trayek tertentu. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 105 (1) (2) Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan dan jenis angkutan penumpang umum. 28 . Paragraf 3 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 106 (1) (2) Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi ditetapkan berdasarkan jumlah dan jenis kendaraan penumpang angkutan umum.Bagian Ketujuh Retribusi Izin Trayek Paragraf 1 Nama dan Objek Retribusi Pasal 103 Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (2) huruf d dipungut retribusi dengan nama Retribusi Izin Trayek. Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Walikota. Struktur dan besarnya tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam Lampiran XXIII yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian.

Dalam hal wajib retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengisian dan penyampaian SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. Pasal 111 (4) (5) (6) (1) (2) Tata cara penerbitan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. kupon. Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. BAB IX PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Tata Cara Pemungutan Pasal 110 (1) (2) (3) Retribusi dipungut dipersamakan.BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN Pasal 108 Retribusi yang terutang dipungut di Daerah dan wilayah tempat kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah. BAB VIII MASA RETRIBUSI Pasal 109 Masa retribusi sebagai batas waktu pemanfaatan jasa dan perizinan tertentu dari Pemerintah Daerah ditetapkan menurut struktur tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) didahului dengan Surat Teguran. Hasil pemungutan retribusi merupakan pendapatan Daerah dan harus disetor ke Kas Umum Daerah. dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. 29 . dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa karcis. dan kartu langganan.

kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. Pasal 114 (1) Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan.Bagian Kedua Pemanfaatan Pasal 112 (1) Pemanfaatan dari penerimaan masing-masing jenis Retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. atau menambah besarnya Retribusi yang terutang. Bagian Ketiga Keberatan Pasal 113 (1) (2) (3) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan kepada Walikota atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. Keputusan Walikota atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan. bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Walikota. menolak. (2) (4) (5) (2) (3) (4) (2) 30 . Pasal 115 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya. kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar Retribusi dan pelaksanaan penagihan Retribusi. Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasanalasan yang jelas. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Walikota tidak memberi suatu keputusan. Ketentuan mengenai alokasi pemanfaatan penerimaan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi.

dokumen lain yang dipersamakan. Walikota memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran Retribusi. harus memberikan keputusan. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Walikota. kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang Retribusi tersebut. Pembayaran Retribusi dilakukan di Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. TEMPAT PEMBAYARAN. tempat pembayaran.BAB X PENENTUAN PEMBAYARAN. Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Walikota tidak memberikan suatu keputusan. Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang Retribusi lainnya. (3) (4) (5) (6) (7) 31 . sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. dan penundaan pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. BAB XI PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 117 (1) (2) Atas kelebihan pembayaran Retribusi. Jika pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan. angsuran. atau b. Walikota menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran dan penyetoran retribusi yang terutang paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah saat terutangnya retribusi. ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Pasal 116 (1) (2) (3) Setiap wajib retribusi wajib membayar retribusi yang terutang berdasarkan surat ketetapan retribusi oleh wajib retribusi berdasarkan peraturan perundang-undangan. permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. (4) (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan pembayaran. SKRD. Walikota atas permohonan wajib retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada wajib retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran retribusi. dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan. Walikota dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan.

wajib retribusi dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. STRD. diterbitkan Surat Teguran. kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang Retribusi. Bagian Kedua Tata Cara Penagihan Pasal 119 (1) (2) (3) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar ditagih dengan menggunakan STRD. BAB XIII KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 120 (1) Hak untuk melakukan penagihan Retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya Retribusi. Pengakuan utang Retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan Surat Teguran. Pengakuan utang Retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang Retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi.BAB XII PENAGIHAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Surat Tagihan Retribusi Pasal 118 (1) Walikota dapat menerbitkan STRD jika: a. yang menyebabkan jumlah retribusi yang harus dibayar bertambah merupakan dasar penagihan retribusi dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan. Jumlah kekurangan retribusi yang terutang dalam STRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya retribusi. kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. atau b. dan Surat Keputusan Keberatan. retribusi dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar. Surat Keputusan Pembetulan. (2) (2) (3) (4) (5) 32 . SKRD. dan b. Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. baik langsung maupun tidak langsung. Kedaluwarsa penagihan Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a.

mengurangkan atau menghapuskan sanksi administratif berupa bunga. Walikota dapat membetulkan SKRD. PENGURANGAN. PENGURANGAN KETETAPAN. c. DAN PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 122 (1) Atas permohonan Wajib Retribusi atau karena jabatannya. pengurangan. d. Pengurangan dan keringanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan dengan melihat kemampuan wajib retribusi. retribusi 33 . denda. Tata cara penghapusan piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa diatur dengan Peraturan Walikota. (2) Walikota dapat : a. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengurangan atau penghapusan sanksi administratif dan pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Walikota. membatalkan hasil pemeriksaan atau ketetapan retribusi yang dilaksanakan atau diterbitkan tidak sesuai dengan tata cara yang ditentukan. mengurangkan ketetapan retribusi terutang berdasarkan pertimbangan kemampuan membayar Wajib Retribusi atau kondisi tertentu objek retribusi. PEMBATALAN. mengurangkan atau membatalkan SKRD. atau SKRDLB yang tidak benar. STRD. dan kenaikan retribusi yang terutang menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah dan retribusi. b. BAB XV KERINGANAN. STRD. Walikota menetapkan Keputusan Penghapusan Piutang Retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tata cara pemberian keringanan. dan e. DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 123 (1) (2) (3) Walikota berdasarkan permohonan wajib retribusi dapat memberikan pengurangan. BAB XIV PEMBETULAN. keringanan dan pembebasan retribusi. atau SKRDLB yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis dan/atau kesalahan hitung dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan retribusi. dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya.Pasal 121 (1) (2) (3) Piutang Retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. dan pembebasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Walikota. mengurangkan atau membatalkan STRD.

Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota. Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. e.BAB XVI PEMERIKSAAN Pasal 124 (1) Walikota atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. memberikan keterangan yang diperlukan. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. Pemberian insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang mengenai adanya dugaan tindak pidana atas pelanggaran Peraturan Daerah. menyuruh berhenti seseorang dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka. dan/atau c. (2) (3) (2) (3) 34 . melakukan tindakan pertama dan pemeriksaan di tempat kejadian. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Walikota. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai saksi atau tersangka. d. b. Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. serta dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek Retribusi yang terutang. melakukan penyitaan benda atau surat. sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang Hukum Acara Pidana. f. BAB XVII INSENTIF PEMUNGUTAN Pasal 125 (1) (2) (3) Instansi yang melaksanakan pemungutan Retribusi dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja tertentu. mengambil sidik jari dan memotret seseorang. g. BAB XVIII PENYIDIKAN Pasal 126 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi. c.

10. 8. Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). maka retribusi yang masih terutang berdasarkan : 1. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). 35 . 2. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). 4. Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia. 9. 3. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. 7. 5. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). BAB XIX KETENTUAN PIDANA Pasal 127 Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar. tersangka atau keluarganya. 6. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2). BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 128 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku.h. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Pejabat Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut pada penuntut umum. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1).

6. masih dapat ditagih dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. 9. 10. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi Dan Hiburan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 Seri B Nomor 2). 4. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2001 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2004 Seri C Nomor 2). 11.11. 3. 5. 7. 8. (2) (3) Tarif Parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir mulai berlaku sejak 1 januari 2012. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pencegahan Bahaya Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2002 Seri B Nomor 4). BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 129 (1) Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku : 1. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2002 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2002 Seri B Nomor 5). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 Tahun 2003 tentang Ijin Usaha Industri. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 5 Tahun 1996 tentang Usaha Pemondokan Di Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 17 Tahun 1996 Seri B Nomor 3). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2002 Seri B Nomor 3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelengaraan Pendaftaran Penduduk Dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 13 Tahun 2003 Seri B Nomor 4). sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1981 tentang Perubahan Untuk Kedua Kali Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” Di Tawangmangu (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 17 Tahun 1981 Seri B Nomor 10). Ijin Usaha Perdagangan Dan Tanda Daftar Gudang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 14 Tahun 2003 Seri B Nomor 5). sejak saat terutang. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Terminal Penumpang (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2002 Seri B Nomor 1). 2. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 15 Tahun 1991 tentang Usaha Penginapan Remaja (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 12 Tahun 1992 Seri B Nomor 4). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pendaftaran Perusahaan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2003 Seri B Nomor 3). Taksiran Nilai Tempat Dasaran (TNTD) Pasar disesuaikan mulai berlaku sejak 1 januari 2012. 36 . Peraturan Daerah Kotamadya Surakarta Nomor 6 Tahun 1971 tentang Balai Peristirahatan “Maliawan” di Tawangmangu.

(2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 13 Tahun 1999 Seri B Nomor 7) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 11 Tahun 1998 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 6 Tahun 2003 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1999 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 7 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 8). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 10). 14. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pasar dan Perlindungan Pasar Tradisional (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2010 Nomor 1).12. sepanjang ketentuan pengaturannya masih berlaku. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 17 Tahun 2004 Seri E Nomor 9). 37 . 7. 13. 8. Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 tentang Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olah Raga (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 1999 Seri B Nomor 12). 4. 6. 16. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 14 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 10 Tahun 1999 Seri B Nomor 4). kecuali ketentuan yang mengatur tentang tarif retribusi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 3. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2001 Seri B Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2001 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 16 Tahun 2003 Seri B Nomor 7). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 15 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Dan Ikan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 24 Tahun 2003 Seri B Nomor 8). 18. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2000 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 11 Tahun 2000 Seri B Nomor 1). Peraturan Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kotamadya Dati II Surakarta Nomor 23 Tahun 1999 Seri B Nomor 11). Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 8 Tahun 2009 tentang Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 9). Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor 8 Tahun 1999 Seri B Nomor 2). 2. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 4 Seri C Nomor 1). 17. 5. 15. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 5 Tahun 2005 tentang Ijin Usaha Jasa Konstruksi (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2005 Nomor 6 Seri C Nomor 2).

Pasal 130 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 11. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 7 Tahun 2009 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 8). 10. Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 4 Tahun 2007 tentang Retribusi Perijinan Sarana Dan Tenaga Bidang Kesehatan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2007 Nomor 4). Ditetapkan di Surakarta pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA SURAKARTA. Ttd JOKO WIDODO Diundangkan di Surakarta pada tanggal 27 Agustus 2011 SEKRETARIS DAERAH KOTA SURAKARTA Cap & ttd BUDI SUHARTO LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 7 38 . Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2009 tentang Retribusi Penyelenggaraan Perizinan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Daerah Kota Surakarta Tahun 2009 Nomor 7).Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2002 tentang Retribusi Dispensasi Melalui Jalan Kota (Lembaran Daerah Kota Surakarta Nomor 18 Tahun 2002 Seri B Nomor 6). 12. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta. Agar setiap orang mengetahuinya. (3) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Walikota. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 9.

yang pada akhirnya mendorong kreativitas dan penciptaan strategi pembangunan yang berbasis kemandirian daerah untuk pengembangan sumber pendapatan daerah. Harus diakui bahwa salah satu dampak pemberlakuan peraturan perundang-undangan tersebut adalah makin ketatnya penetapan sifat dan penetapan retribusi daerah. tetapi Pemerintah Daerah tidak boleh begitu saja menetapkannya sebagai obyek retribusi daerah. dan tertib administrasi. seperti pengelolaan aset daerah. Pada sisi lain. yang intinya adalah membatasi sektor-sektor pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang dapat menjadi obyek pemungutan. serta untuk memberdayakan infrastruktur retribusi daerah supaya lebih akuntabel. maka dipandang perlu untuk menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. makin lama nampaknya sedapat mungkin pelayanan pemerintahan dan pembangunan harus minimal dalam pemungutan sebagai beban kepada masyarakat. UMUM Wewenang Daerah untuk mengadakan retribusi daerah merupakan wewenang yang sangat penting. artinya walaupun seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan secara normatif dapat dikategorikan sebagai sumber pemungutan. yang justru bertentangan dengan semangat desentralisasi kewenangan itu sendiri. wewenang tersebut harus dilaksanakan secara proporsional. ada kemungkinan berkurangnya pendapatan daerah dari sektor-sektor tertentu yang selama ini tanpa kendali hukum yang jelas menjadi obyek pemungutan dalam bentuk retribusi daerah. jika mencermati undang-undang tersebut. transparan. Namun. Untuk memberikan kerangka legal yang tegas dan jelas. maka telah ada semacam panduan dalam kerangka hukum untuk penyelenggaraan retribusi daerah tersebut. dan sebagainya. Tidak saja karena retribusi daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). akan tetapi juga karena bersangkut paut dengan pemberian beban kepada masyarakat. Salah satu pilihan hukum terkait dengan peraturan daerah ini adalah diaturnya secara komprehensif jenis dan obyek retribusi daerah beserta tata cara pemungutannya ke dalam “satu paket” pengaturan. juga untuk memberikan panduan yang terarah demi keberhasilan penyelenggaraan retribusi daerah itu sendiri. Hal ini untuk menghindarkan timbulnya aktivitas pelayanan pemerintahan dan pembangunan yang tidak efisien serta berpotensi memunculkan tindakan ekonomi berbiaya tinggi. Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan benar-benar dampak kebijakan baru tersebut. 39 . Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Oleh karena itu. efisiensi birokrasi. Pilihan hukum demikian di samping untuk efisiensi dan efektivitas penetapan kebijakan.PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI DAERAH I.

(ii) secara kuantitatif berpotensi untuk memberikan pendapatan. jenis alat yang digunakan.Dengan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Peraturan Daerah ini diharapkan memenuhi standar penyusunan norma-norma penyelenggaraan retribusi daerah yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (iii) tersedia sarana dan prasarana pemungutan. II. dan (iv) menjadi salah satu bentuk aktivitas Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh perangkat daerah. yaitu (i) tidak bersifat sebagai pajak. Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Jika penyusunan Peraturan Daerah itu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Tingkat penggunaan jasa meliputi jenis pelayanan yang diperoleh. mengingat undang-undang mengisyaratkan supaya penyelenggaraan retribusi sesuai regulasi yang baru dapat dilaksanakan mulai 1 Januari 2011. tingkat kesulitan. Pasal 12 Ayat (1) Cukup jelas 40 . untuk Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) hanya jasa pelayanan. di samping tunduk kepada mekanisme evaluasi oleh Menteri Dalam Negeri dan pembatalan oleh Presiden. juga dimungkinkan bagi Menteri Keuangan untuk menetapkan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Penyusunan Peraturan Daerah merupakan hal yang penting. maka ditetapkan pemungutan sebagai obyek retribusi daerah sepanjang memenuhi kriteria. kelas perawatan Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Yang dimaksud pembayaran melalui klaim adalah penagihan pembayaran retribusi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Surakarta atas pelayanan kesehatan yang diterima peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Cukup jelas Pasal 18 Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Pasal 22 Cukup jelas Pasal 23 Cukup jelas Pasal 24 Cukup jelas Pasal 25 Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas Pasal 28 Cukup jelas Pasal 29 Cukup jelas Pasal 30 Cukup jelas Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas 41 . Yang dimaksud Pemerintah adalah pemerintah pusat. Ayat (3) Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Yang dimaksud sosial adalah panti asuhan dan panti jompo yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Yang dimaksud tempat umum lainnya adalah tempat yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan dikelola oleh Pemerintah Daerah.Ayat (2) Yang mengambil klaim Dinas Kesehatan.

Ayat (2) Cukup jelas 42 . seperti peta dasar (garis). peta tematik.Pasal 34 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Cukup jelas Huruf d Yang dimaksud penggantian buku uji adalah penggantian rutin dan penggantian kehilangan. peta foto. dan peta teknis (struktur). Huruf e Cukup jelas Huruf f Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Pasal 35 Cukup jelas Pasal 36 Cukup jelas Pasal 37 Cukup jelas Pasal 38 Cukup jelas Pasal 39 Cukup jelas Pasal 40 Cukup jelas Pasal 41 Yang dimaksud peta adalah peta yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Pasal 42 Cukup jelas Pasal 43 Cukup jelas Pasal 44 Cukup jelas Pasal 45 Cukup jelas Pasal 46 Cukup jelas Pasal 47 Cukup jelas Pasal 48 Cukup jelas Pasal 49 Cukup jelas Pasal 50 Ayat (1) Yang dimaksud pendidikan adalah kursus dan pelatihan. peta digital.

Huruf e Yang dimaksud kios adalah tempat berjualan selain di wilayah pasar dan terminal yang diijinkan dan dipisahkan antara satu tempat dengan yang lain mulai dari lantai. Huruf d Yang dimaksud bangunan termasuk WC. plafon.Pasal 51 Cukup jelas Pasal 52 Cukup jelas Pasal 53 Cukup jelas Pasal 54 Cukup jelas Pasal 55 Cukup jelas Pasal 56 Cukup jelas Pasal 57 Cukup jelas Pasal 58 Cukup jelas Pasal 59 Cukup jelas Pasal 60 Cukup jelas Pasal 61 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Cukup jelas Huruf c Yang dimaksud pemakaian ruang di atas saluran adalah pembangunan bangunan gedung di atas/dan atau di bawah tanah. dinding. dan/ atau prasarana dan sarana umum. air. dan atap yang sifatnya tetap atau permanen sebagai tempat berjualan barang atau jasa. Huruf f Yang dimaksud laboratorium bukan termasuk laboratorium kesehatan Huruf g Cukup jelas Huruf h Cukup jelas Huruf i Cukup jelas Huruf j Cukup jelas Huruf k Cukup jelas 43 .

Pasal 62 Cukup jelas Pasal 63 Cukup jelas Pasal 64 Cukup jelas Pasal 65 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Huruf a Cukup jelas Huruf b Tempat kegiatan usaha antara lain kios.Huruf l Cukup jelas Ayat (3) Yang dimaksud penggunaan tanah yang tidak mengubah fungsi dari tanah antara lain pemancangan tiang listrik/ telepon maupun penanaman/ pembentangan kabel listrik/ telepon di tepi jalan umum. tempat penjualan karcis PO Huruf c Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 66 Cukup jelas Pasal 67 Cukup jelas Pasal 68 Cukup jelas Pasal 69 Cukup jelas Pasal 70 Cukup jelas Pasal 71 Cukup jelas Pasal 75 Cukup jelas Pasal 76 Cukup jelas Pasal 77 Cukup jelas Pasal 78 Cukup jelas Pasal 79 Cukup jelas Pasal 80 Cukup jelas Pasal 81 Cukup jelas Pasal 82 Cukup jelas Pasal 83 Cukup jelas 44 . pemakaian tanah yang fungsinya untuk MCK yang dikelola oleh masyarakat.

Pasal 84 Cukup jelas Pasal 85 Cukup jelas Pasal 86 Cukup jelas Pasal 87 Cukup jelas Pasal 88 Cukup jelas Pasal 89 Cukup jelas Pasal 90 Cukup jelas Pasal 91 Cukup jelas Pasal 92 Cukup jelas Pasal 93 Cukup jelas Pasal 94 Cukup jelas Pasal 95 Cukup jelas Pasal 96 Cukup jelas Pasal 97 Cukup jelas Pasal 98 Cukup jelas Pasal 99 Cukup jelas Pasal 100 Cukup jelas Pasal 101 Cukup jelas Pasal 102 Cukup jelas Pasal 103 Cukup jelas Pasal 104 Cukup jelas Pasal 105 Cukup jelas Pasal 106 Cukup jelas Pasal 107 Cukup jelas Pasal 108 Yang dimaksud kedudukan aset Pemerintah Daerah di luar daerah adalah aset daerah yang pemungutannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah tetapi keberadaan aset berada di luar wilayah daerah. Pasal 109 Cukup jelas Pasal 110 Cukup jelas Pasal 111 Cukup jelas 45 .

Pasal 112 Cukup jelas Pasal 113 Cukup jelas Pasal 114 Cukup jelas Pasal 115 Cukup jelas Pasal 116 Cukup jelas Pasal 117 Cukup jelas Pasal 118 Cukup jelas Pasal 119 Cukup jelas Pasal 120 Cukup jelas Pasal 121 Cukup jelas Pasal 122 Cukup jelas Pasal 123 Cukup jelas Pasal 124 Cukup jelas Pasal 125 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “kinerja tertentu” adalah pencapaian target penerimaan Retribusi Daerah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dijabarkan secara triwulanan dalam Peraturan Walikota. Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 126 Cukup jelas Pasal 127 Cukup jelas Pasal 128 Cukup jelas Pasal 130 Cukup jelas 46 .

000.000.000.000.00 25.00 10.00 90.00 9 PICU/NICU 175. TARIF INSTANSI GAWAT DARURAT KATEGORI PELAYANAN Pasien Gawat Darurat per kunjungan Pendaftaran (Rp) 0 Jasa Sarana (Rp) 12.00 110. Pemeriksaan Calon 0 15.00 20.00 3 Kelas II 35. KIA/KB 2.000.000.000. Kategori Pelayanan Pendaftaran (Rp) Jasa Sarana (Rp) Jasa Pelayanan (Rp) 6.00 75. Tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 47 .00 75.00 10. Konsultasi Gizi 0 0 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan 1.00 6 Kelas I 70.000.00 Umum.000.00 1 Kelas III 25.00 8 ICU/ICCU 175. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No.00 Jumlah (Rp) 20.00 20.00 Jumlah (Rp) 15.00 15. Klinik Gigi.000.000.000.00 250.000.000.000.000.000.000.00 Pengantin 5.00 25.00 Catatan : Tarif rawat Inap bayi normal dan sehat sebesar 50% dari tarif ibunya sesuai kelas.000.00 10.000. TARIF KAMAR RAWAT INAP PER HARI Jasa Pelayanan No.000.000.00 Spesialis 3.000.00 10.00 50.00 5 Kelas I 70.000.000.000.00 40.000.00 Pemeriksaan Medis Klinik 0 9.000.00 Jasa Pelayanan (Rp) 8. Konsultasi ke Spesialis 0 0 4.000.000.000.000.00 2 Kelas III 25.000.00 21.00 6.000.00 45. Pemeriksaan Medis Klinik 0 15.000. 00 60.000.00 III.00 50.00 190.000.00 250.00 10.000.000.000.000.000.000.00 50.LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA I.00 150.00 10.000.00 10 ISOLASI 100. II.000.000.00 7 VIP 140.00 4 Kelas II 35. Kelas Perawatan Jasa Sarana Dokter Umum (Rp) Dokter Spesialis (Rp) Jumlah (Rp) (Rp) 35.

00 150.00 330.000 15.000.000.000.000.000 12.000 24.000.000.000 30. TARIF PELAYANAN PERAWATAN BAYI DI INKUBATOR Jasa Pelayanan No.000. TARIF PERSALINAN Kategori Kelas Perawatan Jasa Sarana (Rp) Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Kelas I Kelas III Kelas II Kelas I 70.00 90.00 430.00 70.000 21.00 - Persalinan Normal Persalinan dengan Penyulit Sedang(KPD.000 48 . Biaya bahan habis pakai dihitung tersendiri.000. dokter spesialis kandungan.000.00 300.00 230.000 24.000.00 175.000.000.00 70.000.00 150.000.000.000 Dokter Spesialis 12.000.000.00 90.00 120.00 425.00 300.00 90.000 Bidan 10.00 250.00 165.00 80.000.000.000 Jasa Pelayanan Dokter Umum 15.00 140.000 27. 1 2 3 4 5 6 Kelas Perawatan Kelas III Kelas III Kelas II Kelas II Kelas I Kelas I Jasa Sarana 15.000. dikenakan tarif 40% jasa medis dari dokter kandungan.000.00 350. TARIF TINDAKAN PELAYANAN RESUSITASI BAYI No 1 2 3 Uraian Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat Jasa Sarana 15.000.000.000.00 250.000 14.000.000 Dokter Spesialis 25.000.00 70.000. V.00 125. 3.000.000.00 150.000.000.000 50.000 18. 2.00 480.00 220.000.00 230.000.000 16.00 230.000.000 VI.00 680.000.000.000.00 150. presbo.000.00 250.000.000.000 Dokter Umum 10.00 175.00 95.000.000 20.000.000.00 Jumlah (Rp) 125.000.000.000.00 395.000.00 205.000 18.00 470. bayi harus dengan pengawasan dokter spesialis anak.dll) Persalinan dengan Penyulit Berat Catatan : Partus dengan penyulit.000.00 300.00 210.000 30. Distosia bahu.00 180.00 345.00 300.00 300.000.00 150.00 480.000 16.00 Jasa Pelayanan Dokter Dokter Umum Spesialis (Rp) 80.00 210.00 125.000.000. dengan jasa medis 40% dari 1. PER.00 150.IV.000 Jumlah 25.000 45.000.000 30. Bila harus dengan tindakan anestesi.000.00 115.00 Bidan (Rp) 55.00 780.00 100.000. tidak termasuk jasa sarana.000.00 360.00 180.000.00 600.000 18.000.00 230.000.00 (Rp) 110.00 80.000 15.000 40.000.00 350.000.00 85.000.000.000.00 80.000 50.000 35.

000 40.000 12.5 cm (debridemen.000 16.000 8. TARIF TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL KELAS IGD/POLI III II I JASA SARANA 12.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF KECIL 1 Kanulasi Vena Perifer 2 Blok Metacarpal 3 Chemical peeling 4 Katerisasi kandung Kemih 5 Pengeluaran benda asing ektra okuler 6 Tampon hidung anterior 7 Nutrisi parenterial 8 Dorongan abdomen (parasat heimlich) 9 Blok pergelangan kaki 10 Blok nervus digitalis 11 Blok pergelangan tangan 12 Imunisasi Calon Pengantin 13 Penghisapan jalan nafas 14 Cuci lambung 15 Lavement 16 Genital interna ( kontrol IUD) 17 Incisi abses < 3 cm 18 Biopsi kulit 19 Ekstirpasi kecil 20 Ganti tampon 21 Ganti perban/kompres 22 Pengambilan sekret 23 Bebat mata 24 cateterisasi 25 Epilasi Cilia 26 Tonometri 27 Funduskopi 28 Menjahit luka 1-5 simpul 29 Melepas jahitan < 5 simpul 30 Lepas DC/WSD 31 Medikasi 0 .000 18.000 20.000 JUMLAH 20.000 24.necrotomi) 32 Pemasangan Trachi/Traksi 33 pemberian makanan lewat sonde feeding 34 Pemeriksaan visus dan koreksi 35 Penanganan combutio < 10% 36 Penanganan hiperpireksi 37 Pemasangan O2 38 Penanganan pungsi srotum 39 Penanganan tranfusi 40 Pengambilan benda asing 41 Perawatan DC 42 Perawatan luka / bekas vakum 43 Perawatan luka perineum 44 Perawatan payudara 45 Perawatan tali pusat 46 Premedikasi/preoperasi 47 Pengawasan cairan infus 48 Reposisi Ringan 49 Suction 50 Tindik 49 .000 30. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF A.VII.000 JASA PELAYANAN 8.000 12.

000 JASA PELAYANAN 20.000 24.000 20.000 JUMLAH 50.000 36.000 70. lesi < 3 Pasang Infus Fisioterapi Okupasi Terapi TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 30.000 28.000 42.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF SEDANG 1 Biopsi 2 Eksterpasi Cahalazion 3 Spoeling canalis lakrimalis 4 Insisi hordeolum 5 Jahit palpebra/conjungtiva 6 Irigasi post operasi BPH 7 Medikasi luka 5 .15 cm 8 Jahit luka 6 .000 30.15 simpul 9 Necrotomi > 5 cm 10 Menjahit perineum derajat 3 11 Insisi abses > 3 cm 12 Pasang gips sederhana 13 Pemasangan infus umbilikal 14 Intubasi Nasogastrik 15 Pemasangan Respirator 16 Penanganan combotio > 10% 17 Penanganan dekubitus 18 Penanganan haemaptoe 19 Penanganan kolik (abdominal/ureter) 20 Penanganan PEB 21 Penanganan dehidrasi sedang 22 Plebotomi 23 Pungsi asites 24 Punksi cairan lumbal 25 Punksi Vesika urinaria 26 Punksi lumbal 27 Aspirasi sumsung tulang 28 Vena seksi 29 Perawatan fraktur dengan spalk (tanpa gips) 30 Reposisi mandibula 31 Tampon dubur/reposisi haemorhoid 32 Pemasangan tampon hidung anterior 33 Pemasangan /pengangkatan tampon 34 Tampon hidung posterior 35 Pemasangan NGT 36 Syringe pump 37 Nebuliser 38 Infus pump 39 Laringoskopi direct 40 Hapusan servik 50 .000 50.51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 B.000 60. Vaginal taucher/rectal taucher Vulva hygiene Pasang gudel Irigasi telinga Pemasangan tampon telinga Irigasi hidung Pemasangan rancel tensocrep fiksasi costae Enukleasi.

000 40.hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum Injeksi intra dermal Elektrofulgurasi Ekstrasi komedo ringan Enukleasi Milium ringan (< 3) Ekstrasi milium kelamin EC Papilloma < 3 EC kosmetik keratosis ringan ( <10) EC fibroma ( 1 lesi ) EC kondiloma ringan (lesi <3) Cuci/ irigan Vagina Enukleasi lesi > 3 Bedah kimia TCA .000 66.000 JUMLAH 100.000 JASA PELAYANAN 40.000 100. pemasangan dan pemantauan 7 Incisi vurunkulosis/abses telinga 8 Incisi haematoma 9 Incisi abses mastoid 10 Eksterpasi tumor telinga dengan lokal anestesi 11 irigasi sinus maksilaris 12 Biopsi tumor hidung dan nasofaring 13 Bimanual kompresi 14 Penanganan dehidrasi berat 15 Pemasangan ET 16 Penanganan syock 17 Penanganan gangguan elektrolit 18 Penanganan intoksikasi berat 19 Penanganan kejang 20 Penanganan koma 21 Penanganan status asmatikus 22 Perawatan post operasi tonsil 23 Perbaikan dawir 24 Punksi sumsum tulang 25 Reposisi fraktur tulang 26 Pasang laminaria 51 .000 110. lesi > 3 Alergi test Injeksi kenacort Pemberian sitostatika Mantoux test Cabut kuku TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR KELAS IGD/ POLI III II I JASA SARANA 60.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 C.000 135.000 54.000 60. Versi luar Pemasangan /Pelepasan Implant Pemasangan/bongkar pesarium Pasang IUD (belum termasuk alkon) Biopsi tumor telinga dengan lokal anestesi Pengambilan serumen proop Penyedotan discharge dari telinga Pengambilan benda asing di telinga.000 JENIS TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF BESAR 1 Resusitasi jantung paru 2 Sonde kanalis lakrimalis 3 Ekstrasi IUD 4 WSD 5 Defibrelator 6 Ventilator.000 44.000 81.

000 25.000 30.000 75.27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Sircumsisi Douglas punksi Kuldosentesis Ekstrasi komedo berat Ekstrasi milium berat Ekstrasi tumor jinak EC kosmetik keratosis berat EC Papilloma Cutis / skintag > 3 EC kosmetik keratosis .000 Jumlah 130.000 100.000 Anestesi 50. Alveolectomi Tindakan Operatif dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II B.000 55. TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI DAN MULUT A.000 40.000 100.000 30.000 Jumlah 10.000 80.000 Jasa Sarana 6.000 84.25 X tarif pelayanan tindakan medis 52 .000 10.000 90.000 670.000 Jasa Pelayanan 52. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1.000 Jumlah 335.000 18.000 Asisten operator 40.000 80. Tarif tersebut belum termasuk obat/ bahan habis pakai yang diresepkan b. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Ekstirpasi Tindakan operatif tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Insisi.000 300.000 12.lesi > 10 Ekstirpasi jari tangan/kaki Jahit luka > 15 VIII.000 210. tumpatan sementara.000 100.000 60.000 Asisten anestesi 15.000 75. No 1 2 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan tindakan Kelas III II I Jasa Sarana 80.000 126.000 585. Kista.000 15.000 120.000 Operator 150.000 Jasa Pelayanan 4. TINDAKAN MEDIS OPERATIF GIGI DAN MULUT Kategori Tindakan : Impacted Kelas III.000 180.000 150.000 22. TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF A.000 33.000 40.000 300.000 375. angkat jahitan.000 IX. Tumor rahang Fiksasi Rahang Kelas Perawatan Kelas III Kelas II Kelas I Jasa Sarana 78. RAWAT JALAN MEDIK GIGI DAN MULUT Jenis Pelayanan Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 Catatan : a.000 60. trepanasi.

Eksplorasi placenta manual g.000 55. Incisi/fiksasi luas atau dalam d. Hidrokolektomy e.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif.000 55.000 3 4 B. Perineum repair derajat III f. Pemasangan tampon vagina f. Apendektomy kronis/akut tanpa penyulit b. Ekstirpasi tumor palpebra b. Sirkumsisi dengan narkose c. No 1 2 3 Asisten anestesi 25. JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Tracheostomi 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 855.000 100.000 100.000 45. Biopsi c. Pemasangan tampon uterus i.000 110.Tindakan tindaka laparascopy endoscopy sedang h. Biopsi Jaringan tumor 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a. Perawatan luka pada genital d. Kelainan bawaan polidaktili/syndaktili g. Pengangkatan tampon uterus dan vagina BAGIAN PENYAKIT MATA a. Jasa Pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. EC Condiloma > 3 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 100.000 140. Marsupialisasi e.JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF SEDERHANA (KECIL) 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 185. EC Papilloma Lokasi sulit b. Herniotomi c. Cystotomi b.000 Jumlah 480. Tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan. Curetage h. Hernioraphi tanpa penyulit d.045. Repair luka yang besar dan luas e. Tindakan gynecologis e. Pengangkatan polip servik d. Laparaskopi diagnostik c.000 1. Jahit palpebra/conjongtiva BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN a. Varikokolektomy f. Minilaparatomi pada tubektomi b.000 75.000 Catatan : a. Perineum repair derajat I dan II b.000 225. b. Biopsi carsinoma BAGIAN PENYAKIT DALAM a. Perawatan luka bibir rahim c. Biopsi pleura 3 53 .000 150.000 565.000 450.

Laparatomi pada tumor dalam rongga abdomen c. Embriotomi e.volvulus.000 265.000 125. Operasi katarak b. Pleural punksi 4 BAGIAN PENYAKIT MATA a.b.000 140.000 C.000 1. Simbleparotomi e. Jahit kornea TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan tindakan Jasa Kelas Asisten Sarana Operator Anestesi operator III II I 125. Laparatomi pada luka tembus rongga abdomen f. No 1 2 3 Asisten anestesi 30.000 600.000 1. Evicerasi bulbi e.390.135.000 140.000 190.000 200. No Asisten anestesi 40.. Laparatomi dengan apendicitis dengan penyulit b.000 800.000 54 . Histerektomy c. laparatomy eksplorasi IUD f. Iridektomi optis TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS Jasa Pelayanan tindakan Kelas Jasa Sarana Asisten Operator Anestesi operator III II I 140. Laparatomi pada perdarahan rongga abdomen e.000 75. Punksi acites d.485. Vaginoplasty BAGIAN PENYAKIT MATA a.invaginasi.000 3 D. myomectomy d.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF BESAR 1 BAGIAN BEDAH UMUM a.000 250.000 Jumlah 630. Ekstirpasi pterigium b.000 135. Hernioraphi/ Herniotomi dengan penyulit 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a.000 400.825.000 Catatan : a. laparatomi pada kolostomi g. Operasi anti gloukoma c.000 1. Enukleasi bulbi d.000 200.000.000 1.000 300.000 100.000 1. Laparatomi pada ileus obstruksi (perlengketan.000 100. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b.000 250. Rekontruksi palpebrae d. Laparascopy besar g.000 125.000 80.000 Jumlah 1 2 3 815. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Sectio caesaria b.000 100. Biopsi hati c.000 335. Ekstirpasi tumor conjunctiva c.000 150.000 60.000 75.000 750. Operasi Haemorhoid h.sumbatan) d.

Laparatomy ca ovarii h. 2 Posisi Ekstremitas besar a. Kecil Flim Uk.Pengangkatan rahim ( Hysterectomy) b. Nephrectomy c. 3 Posisi Cranium a.000 36. 3 Posisi Abdomen Anak a.000 12. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (RADIOLOGI) Jenis Pemeriksaan 1.000 66.000 Jasa Pelayanan 12.000 90.000 28.000 24. 1 Posisi b.000 74.000 50. 1 Posisi b.000 90. laparatomy pada endometriosis f.000 40.000 59.000 74.000 36.000 40.000 24.000 74.000 12. Cyste jejenunostomose j.000 114. 1 Posisi b.000 50. Flim Uk. 3.000 50.000 80.000 50. Tindakan laparascopy khusus 2 BAGIAN KEBIDANAN DAN KANDUNGAN a .000 50.000 24. Tindakan laparascopy khusus X. 2 Posisi Ekstremitas Kecil a.000 50. Mile"s operasi gasterectomy i. 5.000 38.000 28. Hamil di luar kandungan c.000 30.000 12.000 12.000 99.000 Total 41.000 50. Cholecyctectomy h.000 15. Radical nect desection e. 3 Posisi Jasa Sarana 29. Cystektomy d.000 84. 2 Posisi c.000 90. Kolphoraphic i. 7. 1 Posisi b. Bilateral cystoma ovarii j. Ruptur uteri dan laparascopy persalinan abdominal d.000 135.000 24.000 12. 55 . 2 Posisi Abdomen Dewasa a.000 28.000 66. 2 Posisi Thorax anak a. Kecil Flim Uk. Operasi vaskuler g. Besar Ket. 6. Besar Flim Uk.000 12.000 24.000 24.000 38. Laparatomy tumor indung telur dengan perlengketan/multiple cysta ovarii g. Rhoe and Y anastomose k.000 Flim Uk. Gigi Thorax Dewasa a. 4. 2 Posisi c. tarif tersebut belum termasuk obat/bahan habis pakai yang diresepkan b. 1 Posisi b. Penyambungan tuba pada ingin anak e. 2 Posisi c. 1 Posisi b. Kecil 8. jasa pelayanan Tindakan medis Operatif CYTO tarif ditetapkan 1. Besar Flim Uk. 2.25 X tarif pelayanan tindakan medis operatif JENIS PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIF KHUSUS 1 BAGIAN BEDAH UMUM a. Prostatectomy b.000 38. Radikal mastectomy f.000 116.000 35.Catatan : a.000 66.000 40.000 20. 1 Posisi b.000 79.

000 15.000 25.000 56 .000 59.000 6.000 82.000 35.000 25.000 140.000 6.000 170. 2 film c.000 145.000 170.000 30. 3 Posisi Thoracolumbal a.9.000 30.000 6.000 120.000 17.000 17.000 25.000 17.000 13. 11.000 145.000 145.000 17.000 170. XI.000 9. 14.000 13.000 145.000 20. 11 .000 6.000 8. 20.000 6.000 10. 22.000 213.000 25.000 114.000 16.000 49.000 120.000 145.000 15.000 25.000 79.000 188.000 5. 13.000 17.000 170. 1 film b. 1 Posisi b.000 170. 12.000 17.000 115.000 113.000 25.000 25.000 145.000 49.000 20.000 200.000 25. A. 21.000 8. 100 X lt (dosis ) X 60 menit XII.000 112. 16.000 148.000 20.000 74. 18.000 25. 15.000 17.000 25.000 84.000 35.000 20.000 15.000 59.000 5.20 belum termasuk obat kontras dan alat injeksi TARIF PELAYANAN PEMAKAIAN OKSIGEN ( O2 ) Pemakaian Per Jam Rp.000 5. Cervical a. 2 Posisi Colon Inloop Barium Enema Cor Analisa Fistulografi Cystografi Uretrografi Intravena Pyelografi Oral Cholecystografi Retrograde Pyelografi Hysterosalpyngografi Ultrasonografi a.000 25. 10.000 175.000 17. 19.000 75. 3 film Electrokardiografi (EKG) 34.000 6.000 34. TARIF PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK (LABORATORIUM) No.000 No. 1 Posisi b.000 50.000 25. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH Darah rutin Darah lengkap Golongan Darah Hemoglobin (Hb) Angka Leukosit (AL) Angka Eritrosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Perdarahan Waktu Pembekuan Hematokrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu (GDS) Glukosa Puasa Widal Tarif 15.000 145. 2 Posisi c. 17.

28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 B.000 20.000 C.000 13.000 12. 1 2 3 D 1 2 3 4 5 6 10.000 24.000 30.000 6.000 57 .000 8.000 6.000 35.000 25.000 6.000 20.000 25.000 36.000 20. TARIF PELAYANAN PEMULASARAAN JENAZAH Keterangan Perawatan Jenazah Penitipan Jenazah / hari VE periksa luar Jasa Sarana 45.000 15.000 15.000 10.000 25.000 18.000 25. Opiat c. Amphetamin b. TARIF PELAYANAN FARMASI (APOTEK) UNTUK RAWAT INAP Jenis Pelayanan Harga Obat/BPH Harga Obat / Bahan sesuai dengan faktur terakhirnya 100% Tarif Jasa Sarana 15% Jasa Pelayanan 10% 125% Jumlah Untuk obat & alat kesehatan habis pakai ASKES disesuaikan dengan naskah kerja sama (MoU) dan Daftar Patokan Harga Obat (DPHO) XIV.000 20.000 Jumlah 75.000 10.000 6. jasa pelayanan sebesar 25 % dari tarif 25. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung jenis leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Anti HBs Hg URINE Urine lengkap Urine rutin Reduksi Elwit (Protein) Test kehamilan Bilirubin Sedimen Drug Abuse a.000 20. Cocaine FAECES Faeces rutin Telur cacing Darah samar PREPARAT APUS / MIKROBIOLOGI Siphilis Gonorhoe Pewarna Gram BTA Jamur Mikroskopis Preparat Apus Vagina Ket : Untuk pelayanan laboratorium.000 Jasa Pelayanan 30.000 25.000 25.000 25.000 10.000 35.000 25.000 12.000 60.000 XIII.000 20.

000 60.000 25.000 Jumlah 0 0 25.000 25.000 15. 2. Penitipan jenazah paling lama 1 X 24 jam.000 58 .000 10. XV. Tarif tersebut belum termasuk bahan / alat habis pakai.Catatan : 1.000 35. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS No 1 2 3 4 5 Kategori Pelayanan Surat Keterangan Sehat Surat Keterangan Kematian Surat Keterangan Visum et Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et Repertum Luar Jenazah Pemeriksaan Akupuntur Pendaftaran 0 0 0 0 0 Jasa Sarana 0 0 15.000 Jasa Pelayanan 0 0 10.

PUSKESMAS KELILING.000 Pemeriksaan Kesehatan dan 7 10. NO.000 3.500 4.000 60. DAN BMHP 4.TARIF RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS. KATEGORI PELAYANAN PELAYANAN OBAT.500 0 20.500 7.500 7.250 .000 Imunisasi Capeng 8 Pemeriksaan Dokter Spesialis 9.000 JUMLAH 7. NO. RAWAT INAP.000 Repertum Luar Jenazah 5 Pemeriksaan Kesehatan Haji 12.000 Pemeriksaan Akupuntur 9 6.Ganti Balutan 10.500 15. DAN PELAYANAN BMHP Tindakan Kecil : .500 JASA PELAYANAN 3.500 4.000 3.500 4.500 4.500 0 8. TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) JASA JASA SARANA.000 6.000 1.000 2 Surat Keterangan Kematian 0 Surat Keterangan Visum et 3 12.000 15. TARIF PELAYANAN KESEHATAN KHUSUS JASA SARANA.000 3.000 25. TARIF PELAYANAN KONSULTASI NO.000 JUMLAH 7.Tindik 7. DAN BMHP 1 Rawat Jalan Umum 6.500 2 Pemeriksaan Gigi 6.000 8.500 7. KATEGORI PELAYANAN OBAT. PUSKESMAS PEMBANTU.000 59 .000 10.500 4.000 3.500 JUMLAH 17.500 II.250 5. TINDAKAN RAWAT JALAN.000 5.000 6 Pelayanan Imunisasi Haji 15.000 4.500 . PUSKESMAS RAWAT INAP DAN LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA I.Debridement luka kecil 10.000 3.000 20.000 15.000 10.000 Repertum Hidup Surat Keterangan Visum et 4 35. 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Konsultasi Gizi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja Konsultasi KB Konsultasi Klinik Berhenti Merokok Konsultasi Sanitasi Konsultasi Penyakit Menular Khusus JASA SARANA. JASA JENIS TINDAKAN OBAT.500 4.000 15.5 jahitan 12.500 4. DAN BMHP 1 Surat Keterangan Sehat 6.500 7. OBAT.500 7. TARIF PELAYANAN TINDAKAN A.000 25. DAN GAWAT DARURAT JASA SARANA.000 (tidak termasuk jarum) JASA PELAYANAN 1.000 1.Jahit Luka 1 .500 Catatan : tarif tersebut belum termasuk obat yang diresepkan diluar paket JUMLAH 7.700 3.500 IV.000 III.300 .000 11.500 7.

000 20.000 40. angkat jahitan.C/oagulasi Pre Kanker Serviks .000 .000 6.000 40.Pasang Catheter .000 40.500 17.Memecah bisul .Pemeriksaan.000 13.Cutterisasi Tindakan Besar : .500 9.000 15..500 35.Pemeriksaan. trepanasi.Pasang Infus Tindakan Sedang : .000 24.500 24.500 10. DAN BMHP 5.Lepas Jahitan .500 3. telinga .Bilas lambung . TINDAKAN MEDIS GIGI DAN MULUT JENIS TINDAKAN Tindakan Sederhana : Cabut gigi susu tanpa suntikan.000 12.500 4.250 7.Jahit luka 5 .Reposisi Luxatio .500 25.Pengambilan benda asing di mata.Pengambilan Apusan Pap Smear .000 40. TINDAKAN KIA DAN KB JENIS TINDAKAN 10.000 15.500 10. OBAT.000 35.Irigasi (Pembersihan) Vagina .15 jahitan .000 14.Jahit luka lebih dari 15 jahitan .Pengambilan benda asing dengan sayatan .000 12.Blast Punctie .000 18.100 10.500 7.500 .500 17.500 15.000 40.250 17.000 12.Mengangkat benda asing tanpa sayatan . dan Pelepasan IUD 28.250 2. Pemasangan.250 5.000 12.500 35.000 Catatan : Tindakan tidak termasuk obat dan alat kontrasepsi C.000 20.000 10.Vena seksi .Pemeriksaan dan Pemasangan Implant . DAN BMHP 5.500 7.Debridement luka sedang atau luas .Pemeriksaan dan Pemasangan IUD 14.500 10.000 7.500 28.500 15.000 6.500 35.000 9.250 JASA SARANA.500 7. dan Pelepasan Implant 42.000 .Sirkumsisi normal .000 52.000 .500 4.Pemeriksaan dan Pelepasan Implant .000 30.000 31.Cabut kuku .000 45. Pemasangan.000 28.000 60.500 12.000 35.250 2.Extirpasi jari tangan / kaki B.000 20.Tindakan IVA Test .000 25.000 40.250 27.Suntik KB .250 JUMLAH 7.000 25.000 JASA PELAYANAN 2.Pemeriksaan dan Pelepasan IUD 21. hidung.000 25.000 50.250 5.500 52.500 7.900 4.000 35.Nekrotomi luka sedang .500 12.000 15.500 5.000 28.500 87.500 4.500 2. tumpatan sementara.000 28. OBAT.000 JUMLAH 7.250 7.000 12.000 28.000 JASA PELAYANAN 2.500 28.000 87.500 14. Tindakan Kecil : Tambalan tetap (amalgram) Pembersihan karang gigi per rahang Tindakan Sedang : Cabut gigi tetap Cabut gigi susu dengan suntikan Reposisi mandibula JASA SARANA.500 7.500 17.000 40.000 60 .000 6.000 13.

000 30.000 150. PERSALINAN NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Persalinan Normal oleh Dokter Persalinan Normal oleh Bidan Persalinan Dengan Penyulit JASA SARANA.Tindakan Besar : Cabut gigi dengan komplikasi Tambalan gigi dengan perawatan syaraf Pembongkaran gigi palsu tukang gigi Tindakan khusus tanpa penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas I Fiksasi satu gigi Tindakan khusus dengan penyulit : Pengambilan gigi impacted kelas II Fiksasi lebih dari satu gigi Ekstirpasi kecil D. IGD NO 1 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan IGD JASA SARANA.000 9. DAN BMHP 7.400 3. OBAT.000 4.000 3.000 24. REAGEN. PELAYANAN PENUNJANG DIAGNOSTIK A.000 JASA PELAYANAN 100.000 17.000 60. LAIN-LAIN JENIS TINDAKAN .000 36.000 4.000 210. HEMATOLOGI DAN KIMIA DARAH 1 Darah Rutin 2 Darah Lengkap 3 Golongan Darah 4 Hemoglobin 9. TARIF RAWAT INAP A.000 120.000 10.000 JUMLAH 30.000 VI. PERAWATAN PER HARI NO 1 2 3 4 KATEGORI PELAYANAN Perawatan Umum Perawatan Persalinan Ibu dan Bayi Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Visite dokter per hari JASA SARANA.000 90. DAN BMHP JASA PELAYANAN JUMLAH 1.000 140.Pijat Bayi 21.000 10.000 7. OBAT.000 61 .200 2.000 B.000 7.000 JUMLAH 10.000 84.600 13.000 JASA PELAYANAN 3.000 V.500 JASA PELAYANAN 6.000 6.000 3.000 JASA PELAYANAN 3.000 JUMLAH 250.500 C.000 63.000 30. OBAT.000 50.000 350. DAN BMHP 24.000 90.000 3. LABORATORIUM NO KATEGORI PELAYANAN JASA SARANA.400 2.Breast Care .000 JUMLAH 10.400 800 600 12. DAN BMHP 150. OBAT.000 27.000 40.000 JASA SARANA.600 3. DAN BMHP 7.

000 22.800 13.000 12.000 4.000 3.400 3.200 2.000 12.000 5.400 1.000 8.600 5.600 9.800 4.400 3.000 800 800 800 600 600 800 600 1.600 4.200 2.400 600 600 7.000 6.400 2.000 17.400 3.000 12.800 2.000 3.000 4.000 12.000 6.200 2.600 9.200 9.000 14.400 2.400 1.000 62 .000 2.200 1.000 10.000 6. PRAPARAT APUS / MIKROBIOLOGI 1 Sypillis 2 GO 11.000 12.400 2.000 6.800 1.000 12.800 9.400 4.600 13.600 13.800 2.200 3.200 11.600 12.400 600 600 2.200 3.600 13.000 14.000 2.200 1.000 12.200 14.200 3.600 9.000 12. URINE 1 Urine Lengkap 2 Urine Rutin 3 Reduksi 4 Eiwit ( Protein ) 5 Test Kehamilan 6 Bilirubin 7 Sedimen 3.400 3.200 9.400 3.000 12.400 2.600 4.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Angka Leukosit ( AL ) Angka Eritrocit ( AE ) Angka Trombosit ( AT ) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit ( HCT ) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin S G OT SGPT Ureum Creatinin Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Glukosa Puasa Widal Gamma GT BBS / LED VDRL Hitung Jenis Leukosit HbsAg Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium HIV 3.000 17.000 4.600 3.000 5.400 2.600 22.000 17.000 3.400 3.000 14.000 15.000 17.600 9.000 17.000 4.200 2.600 9.400 1.000 8.000 6.600 2.600 2.000 7.000 10.000 12.000 12.800 2.000 3.400 5. FAECES 1 Faeces Rutin 2 Telur Cacing 3 Darah Samar 4.400 9.400 800 1.600 11.400 2.600 13.400 2.000 12.000 3.000 12.600 9.400 3.200 7.000 3.000 17.400 2.800 4.600 13.400 2.600 9.400 9.800 2.000 4.400 1.000 28.400 1.400 2.000 6.000 17.400 2.600 4.800 2.200 11.600 2.000 3.000 2.000 4.000 9.200 4.800 9.

400 8.200 1.400 12.000 7.200 2. PEMERIKSAAN MAKANAN DAN MINUMAN 1 MPN Coliform 2 Angka Kuman 3 Logam Mercuri ( Hg ) 4 Logam Arsen ( As ) 5 Sianida ( Cn ) 6 Nitrit ( NO 2 ) 7 Borax 8 Formaldehid 9 Metanol 10 Rhodamin B 11 Methanil Yellow 12 Auramin 13 Sakarin 14 Siklamat 15 Vibrio Chollera 16 Staphylococcus Aureus 17 Streptococcus 18 Salmonella 19 Shigella 20 E.000 13.600 3.400 5.400 10.600 2.600 16.000 13.600 8.000 13.000 5.200 11.600 9.800 10.800 8.200 2.000 14.000 20.000 30.000 3.000 11.000 2.000 11.000 24.3 4 5 Diptheri Baksil BTA / TBC Pap Smear 8.600 2.800 1.000 13.600 21.600 2.000 21.000 21.600 2.000 11.000 15.000 12.000 7.600 2.400 9.400 4.600 9.800 3.000 63 .000 13.400 10.800 8.000 24.200 6.000 4.000 30.600 2.200 2.000 7.000 14.000 15.400 7.000 30.200 9.000 6.000 8.400 2.000 5.000 3.000 8.000 13.800 1.000 15.800 8.000 21.600 2.200 4.400 10.000 8.600 18.200 2.000 3.600 38.600 2. Coli 6.000 12.200 2.400 5.000 30.000 11.000 12.400 16.800 16. PEMERIKSAAN KIMIA DAN ORGANIK AIR 1 Arsen ( As ) 2 Fluorida ( F ) 3 Kromium ( Cr ) 4 Kadmium ( Cd ) 16.000 30.600 1.000 24.000 23.000 10.600 2.800 6.800 8.000 13.200 4.000 4.000 12.400 10.400 10.000 1.400 3.000 16.000 6.400 10.400 2.000 11. PEMERIKSAAN MPN COLIFORM AIR 1 Air Bersih 2 Air Minum 3 Air Badan Air 7.000 24.000 20.000 6.000 6.000 11.000 13.000 12.600 4.000 12. PEMERIKSAAN KIMIA AIR 1 PH (Derajat Keasaman) 2 Fe (Kadar Besi) 3 Mn (Kadar Mangan) 4 Cl (Kadar Khlor) 5 Posphat 6 Aluminium (Al) 7 Kesadahan ( CaCO3) 8 Khlorida (Cl) 9 Seng (Zn) 10 Sulfat (SO4) 11 Tembaga 12 Sisa Khlor (Cl 2) 13 Amonia (NH 3) 14 Zat Organik (KMnO4) 9.000 2.000 30.000 6.000 24.800 18.000 30.000 11.800 2.000 15.400 2.000 6.000 27.000 15.200 12.400 10. PEMERIKSAAN AIR KOLAM RENANG 1 Air Kolam Renang 8.000 24.

000 6.000 18.000 5.200 12.= 123.500 7.000 4.000 9.750 = 154.000 (Jarak tempuh PP : 8 ) x Harga BBM/lt Jasa Pelayanan Sopir Paramedis 6.500 2.000 23.000) 64 . OBAT.000 11.000 2.200 2.400 8. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA NO 1 2 3 4 5 6 KATEGORI PELAYANAN Pemeriksaan USG dan Pembacaan Pemeriksaan EKG dan Pembacaan Pemakaian Nebulizer Pemeriksaan Mikro CO Pemeriksaan Spirometri Pemeriksaan IMT JASA SARANA 35.000 600 600 400 600 800 1.000 3.000 220 km x Rp 4.000) = 1.5 (dibulatkan menjadi 155.000 10.600 8.000 25.400 1.000 B.600 2. DAN BMHP 9.000 9.400 13.812. PELAYANAN TRANSPORTASI RUJUKAN Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Contoh : Solo .600 4.000 25.500 10.687.500 7..800 2.000 3. PEMERIKSAAN AIR LIMBAH 1 BOD 2 COD 3 TSS 4 DO (Dissolved Oxygen) 2.000 VIII.750 = 92.500 VII.600 3.000 7.400 2.200 4. PELAYANAN REHABILITASI MEDIK NO 1 2 3 KATEGORI PELAYANAN Pelayanan Fisioterapi Pelayanan Okupasi Terapi Pelayanan Terapi Wicara JASA SARANA.500 1.000 JASA PELAYANAN 6.000 4.000 15.000 6.25 x 123.400 18.000 1/3 X jasa sarana 9.000 6.000 23.5 (dibulatkan menjadi 93.000 15.400 2.000 17.600 12.000 17.750 8 = 0.400 3.500 15.000 JUMLAH 15.000 7.000 6.600 2. PEMERIKSAAN FISIKA AIR 1 Bau 2 Warna 3 Rasa 4 Suhu 5 Kekeruhan 6 Zat Padat Terlarut ( TDS ) 11.5 6 7 8 Nitrit ( NO 2 ) Nitrat ( NO 3 ) Sianida ( Sn ) Selenium ( Se ) 9.400 3.75 x 123.000 1.000 13.000 15.25 X jasa sopir Jumlah 30.Semarang PP = Sopir Paramedis Jasa Sarana 15.000 11.800 10.000 JASA PELAYANAN 15.000 5.500 JUMLAH 50.500.000 3.000 1.

000. 20.Pungsi . 10.Rp.Reposisi prolaps ani ringan .000.000.000.Kebiri Anastesi Rp. 10.- Jumlah Rp. 30. Rp. 10.000.000.Rp.Abses . 35.Rp.Rp. 10. hidung dan tenggorokan tanpa pembiusan umum TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDERHANA (KECIL) Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000.Rp. 2.000.000. 5.Rp. 30. 10. 5. 30. 40.5 Unggas Rp.000. 10.500.Rp. 10.Rp.- Jasa Pelayanan Rp.000.000. 10.500.Infus pump .Rp.000. 15.- Jumlah Rp.5.000.Rp. 2.000.000.5.- 2 TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS NON OPERATIF No Jasa Sarana Jasa Pelayanan Jumlah 1 Rp. 20.000. 65.Pemberian Pakan Rp. 15.- Jasa Sarana Rp.000. 5.Rp.Tenaga Kebersihan Rp. 10.. 25.Rp.Rp. 25. 10.000. 5. 10.Rp. 2.000. 10.500.500.000.000.Rp.000.000.Rp.Rp. 10.000. 5.Rp. 15.Rp.Rp.Rp.5.- Jumlah Rp.000. 10.Jumlah Rp.Rp.Rp.000.- Jasa Pelayanan Rp.Pengambilan benda asing di telinga. 15.Cystotomi .500. 5.Prolaps Ani . 2.Rp. 2.000. 20. 30.3 Anjing Kel.000. 5.000.000. 25. 15. 5.Jenis Tindakan Medis Operatif Sederhana (Kecil) .- Jasa Sarana Rp.000.000. Rp. 20.Rp.Rp.Rp.Rp.Rp.000.Rp.000. 5.000.Rp.000.000.000.000.000. 5.4 Kelinci Rp.000.Rp.Rp.000. 5. Rp.000.000.000.Vena Seksi . 10. 15.000. 2.000.000.Rp. 5.Rp.Rp. 40.000.000.Rp.000.Rp.- 65 .000.000.Menjahit luka .Rp. 20. 5.Rp.Rp.Rp. 20.2 Anjing Kel.000. 20. Rp. 10. 25.Rp. 5.000. 5.000.Rp.Rp.000. 15.Rp.500.Rp.Rp. 10.000.Rp.000.000.000.000. 5.Rp.000. 70.000. Kecil Rp.500.000. 65.Rp.Cateterisasi . 10. 5.Rp.Incisi/Fiksasi luar dan dalam . 10. Besar Rp.000.Rp.Rp.TARIF RETRIBUSI TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA (UPTD PUSAT KESEHATAN HEWAN) DINAS PERTANIAN KOTA SURAKARTA TARIF RAWAT JALAN (PER KUNJUNGAN) No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF PELAYANAN VAKSINASI No Kategori Pelayanan Pendaftaran 1 Pemeriksaan Medis 0 Catatan : Tarif tersebut belum termasuk harga vaksin TARIF RAWAT INAP PER HARI No 1 Jenis Hewan Rawat Inap Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Penitipan Kucing Anjing Kelompok Besar Anjing Kelompok Kecil Unggas Kelinci Jasa Sarana Rp.Menutup luka . 5.Rp.000. 10. 5. 5.000.000.Rp. 2.000.000.000.Rp.500. 20.Rp.Rp.Rp.Rp. 20.Declaw .Bumble Foot . 10.000.000.Rp.000.Rp. 10.Statis Ingluvies . 2. 5.Rp.000.000. 5.Rp. 5.Jasa Pelayanan Dokter Hewan Rp.Penggambilan jahitan .000.000. 5.000.Rp.5. 10.

500. 30.- 66 .000. 25.Rp.000.Rp. 70. 25.000.Rp. 20.Rp.. 15.000.Anak hidup /ekor = Rp.000.000.Rp. 30.000.Rp.Rp.000.000.- Jumlah Rp.000. 30. 10.Cysta Uteri . 120.Rp.Biopsi jaringan tumor berat TARIF PERSALINAN NORMAL No Jenis Hewan Jasa Sarana 1 Kucing Rp. 75.Rp.- Jumlah Rp.Rp. 30.000.000 Rp.Rp.- Jasa Pelayanan Rp. 15.Panhisterektomi .000. 50. 15.Rp.Rp. 70.000.. 100.000.Rp. 15. 25.Laparotomi .000. 30. 50.000.Rp. 30. 17. 15.Rp. 245.Rp.000.000. 10.Rp.000.2 Anjing Besar Rp.000.000.Rp.Rp.000.000. 15. 30..x ltr (dosis) x 60 menit TARIF USG NO Kategori Pelayanan 1 Pemeriksaan USG + Pembacaan TARIF PELAYANAN GROOMING NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci Jasa Sarana Rp.Rp.Rp.Othematom .Rp.000. 30. 270. 70.500.Rp.Rp.Rp.Rp. 25.Rp. 20.000. 80.- Jumlah Rp.3 Anjing Kecil Rp. 30. 80.000. 20. 10.000.- Jasa Sarana Rp.Rp.Rp. 30. 50.Caesarea Anak Hidup per ekor Jenis Tindakan Medis Operatif Besar .000. 40.500.2 Anjing Kel.- Jumlah Rp.000.Rp.Rp.- Jasa Pelayanan Rp. 30.000. 15.Rp.000.Rp.000.4 Kelinci Rp. 80. 50. 30.000.000.000.000. Besar Rp.000.000. Kecil Rp. 125. 30.Rp.000. 12.000.Enteropion .000. 40..Kelenjar Hender .000. 20..000. 12. 100.000. 20.Rp.Rp.000.Rp.Rp. 10. 245.Potong ekor .000.000.000. 30.000.Rp. 15. 17. 15.000. 15.000. 15.Rp.Biopsi Carsinoma .000.000. 10. 10.000.2 Anjing Kel.000. 20. 10. 30.000.000.- Jasa Pelayanan Rp.Rp.000.Hernia Imbilicalis . 75. 35.Rp.Rp.000.- Anastesi Rp.Potong Telinga TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF BESAR Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.000.Sectio Caesarea .Rp.Rp.000. 120. 25.- Jumlah Rp.3 Anjing Kel.000. 50. 90.TARIF PELAYANAN TINDAKAN MEDIS OPERATIF SEDANG Jasa Pelayanan Jasa Pelayanan No Jenis Hewan Jasa Sarana Operator Asisten Asisten Operator II Operator I 1 Kucing Rp.4 Kelinci Rp.000. 20.000 Rp.000 TARIF PELAYANAN OKSIGEN (O2) Pemakaian per jam = Rp.000.- Anastesi Rp.000.000.Jenis Tindakan Medis Operatif Sedang .000.500. 160. 15.Rp. 40.Rp.000.Ekteropion .000. Kecil Rp. 20. 15.000. 10.000. 40.Ovariektomi .Rp.Rp. Besar Rp.000.Rp.Rp.Fraktur .Rp.5 Khusus Sectio Rp.3 Anjing Kel.000.

Rp.Rp.000.Rp.Rp.Rp.Rp. 20.Rp. 1.000.Rp. HEMATOLOGI + KIMIA DARAH NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Kategori Pelayanan Darah Rutin Darah Lengkap Golongan Darah Hemoglobin Angka Leukosit (AL) Angka Trombosit (AE) Angka Trombosit (AT) Waktu Pendarahan Waktu Pembekuan Hematocrit (HCT) Malaria MCV MCH MCHC Bilirubin SGOT SGPT Ureum Creatinim Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Tryglyserid Asam Urat Glukosa Sewaktu Jasa Sarana.Rp. 15. 10. 3.000.Rp.000. 25.25 x Jasa Sopir Jumlah Rp. 20. 2. 2. 30. 11.Rp. 12.Rp.400.000.Rp.000.Jumlah Rp.Rp. 2.000.000. 3. 15. 6. 2.600.000.- 67 . 15.- Jumlah Rp.Rp.Rp.800.Rp.Jumlah Rp.Jasa Pelayanan Rp.Rp.500. 25.600.400. 20.000.Rp.Rp.Rp. 2.400.000.Rp.000. 12.200.000.Rp. 2.Rp.Rp. 15.000. 10.000.800.600.600.200.Rp. 4.Rp.200. 3. 12. 2.000. 4.Rp.Rp.Rp.000.400.200.400. 2.000. 4.000.000.Rp.Jasa Pelayanan Rp.000.000.Rp.Rp.200.Rp. 10.Rp. 9.000.000.600. 4.Rp.200.Rp. 3.1/3 x Jasa Sarana 1.000 Jumlah Rp.Rp.400. 9. 70.Rp.000.000 Jasa Pelayanan Rp. 2.Rp.000.000. 12.Rp.200. 3. 20.800.600. 9.Rp.800.000.Rp.(Jarak Tempuh PP : 8) x Harga BBM /H Transportasi Rp. 4.000.000.Rp. 40. 10.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR LUAR KOTA (Radius 30 km) NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana Jasa Pelayanan 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp. 10.Rp.000. 11.Rp. 1.Rp.Rp.200.000.000.Rp.000. 3.200. 11.Rp.000 Jasa Pelayanan Rp. 35.400.Rp.Rp. 6. 9. 14.Rp. 12.Rp.TARIF TRANSPORTASI ANTAR JEMPUT HEWAN No 1 2 Tempat Tujuan Dalam Kota Luar Kota Jasa Sarana Rp. 600. 3.Rp.Rp.000.Rp. 600. 4.200. 2. 90.000.000.- Jumlah Rp.TARIF PELAYANAN GROOMING KESEHATAN NO Kategori Pelayanan 1 Kucing 2 Anjing Kelompok Besar Bulu Pendek 3 Anjing Kelompok Besar Bulu Panjang 4 Anjing Kelompok Kecil Bulu Pendek 5 Anjing Kelompok Kecil Bulu Panjang 6 Kelinci TARIF LAYANAN INSEMINASI BUATAN NO Kategori Pelayanan 1 Layanan Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik) TARIF PELAYANAN FOTO RONGENT NO Kategori Pelayanan 1 Foto Rongent + Pembacaan Jasa Sarana Rp.Rp. 35.800.Rp.200. 800. 30.20. 15. 9.000.000.Rp. 600.000.Rp.- Transportasi Rp.Rp.400. 3. 12.Rp.Rp.000.- Jasa Pelayanan Sopir Paramedis Rp. 15. 40.000.Rp. 9. 12. 4.Rp. 1. 800.800.000.Rp. 12. 3. 9.400.Jasa Sarana Rp. 1.Rp.- TARIF PELAYANAN LABORATORIUM A.600.500.Rp.000.Rp. 22.000.Rp. 2. 30.Rp.000.- Jumlah Rp.Rp. 800. 9. 3. 40.Rp.200. 13.000 Jasa Sarana Rp.400.000. 6. 2. 800. Reagen dan BMHP Rp.Rp.Rp.000.Rp. 2. 14.500.000.Rp.500. 14.200. 4.- Jasa Pelayanan Rp.Rp. 2. 10. 800.800. 22. 12.Rp. 7.Rp.000. 12.Rp.Rp. 9.000.000.Rp. 35.Rp.Rp.400. 17. 4.600.400. 9.000.- TARIF PELAYANAN AMBULATOIR DALAM KOTA NO Kategori Pelayanan Pendaftaran Jasa Sarana 1 Pemeriksaan Medis 0 Rp.Rp. 600.Rp.Rp. 6.600.

3.Rp. PEMERIKSAAN DAGING DAN SUSU NO 1 2 3 4 Kategori Pelayanan Pemeriksaan Organoleptik Pemeriksaan Awal Kebusukan Pemeriksaan Formalin Pemeriksaan Susu Rutin Jasa Sarana.000.000. 2.400.Rp. 4.Rp.Rp.Rp. 500.800. 1.400.Rp.000. 2.Rp. 2.000.000. Lou Han. 3.000. 500.Rp. 9.Rp.Rp.Rp.Rp. HA-HI TEST NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan HA-HI Test Jasa Pelayanan Rp.400. 9. 10. dll 2. 50.Arwana. 5. 17.Rp. Kucing.Anjing.Jasa Pelayanan Rp. 750.400. Reagen dan BMHP Rp.200.400. 500.Rp. 13.000.000.- Rp.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Glukosa Puasa Hitung Jenis Leukosit Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Direct Bilirubin Indirect Kalium Natrium Chlorida Calsium Rp.Kuda 2 Hewan Kecil Rp. Entok. Reagen dan BMHP Rp.Rp. Koi.000. 4.Keterangan Sapi.Rp.Burung. Ayam.- B.800.Rp. Itik. Kerbau Kambing.000.Rp. 6. 2.000. Babi Ayam.Rp. Gurami. 5.Rp.000.Jasa Pelayanan Rp.000.000.000. ELISA NO 1 Kategori Pelayanan Pelayanan Pemeriksaan Pembacaan Elisa + Jasa Sarana.500. 1. 2. dll 4 Ikan Rp. 12.Rp.000. Burung Puyuh.500.Rp.Rp.000. 2.600.Rp. 300.- D. 17. Lele.- C.600.600.400. 13.Rp.000. 20.Rp.Jumlah Rp.- Rp.Jumlah Rp.Rp. 25. Hewan Hobi No Jenis Pelayanan Besar Tarif /ekor Keterangan 1 Hewan Besar Rp.000. 1.Rp.Rp.Rp.Rp.400.Rp.- TARIF ATAS PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN YANG AKAN DIKIRIM KE LUAR DAERAH UNTUK PERDAGANGAN (PER EKOR) 1. 6.600.600.Rp.Rp. 2. 2.000. 1.Rp. 2. 10.Jasa Sarana. 17.400.Rp.Jumlah Rp.Rp. 7.Rp.000. 1. 13. 13. 12.600. dll Nila.400. 500. 25. Kelinci. 17. 9.000.Rp.000. dll WALIKOTA SURAKARTA. dll 3 Unggas Rp. 3. 10. ttd JOKO WIDODO 68 .200.000. 12. 3. Reagen dan BMHP Rp. Hewan Konsumsi No Jenis Pelayanan 1 Hewan Besar 2 Hewan Kecil 3 Unggas 4 Ikan Besar Tarif /ekor Rp.600. 4. 3. 350.Rp.000. 12.000. Domba.600. 5.000. 5.000.Rp.Rp.000. 9.

LAMPIRAN II

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/ KEBERSIHAN
NO I. II. 1. 2. III. 1. a. b. c. JENIS DASAR PUNGUTAN KLAS 1 5.000 300.000 15.000 300.000 75.000 15.000 2 3.000 150.000 15.000 150.000 50.000 15.000 3 2.000 110.000 7.500 110.000 15.000 7.500 4 1.000 75.000 7.500 75.000 7.500 7.500

2. a. b. c.

3. 4. a. b. c. 5. a. b. 6.

RUMAH TANGGA INDUSTRI Pabrik Home Industri PERUSAHAAN JASA PENGINAPAN Hotel Bintang Hotel Melati Home Stay, Penginapan Remaja, Bumi Perkemahan, Persinggahan Karavan RUMAH MAKAN Restoran Talam Kencana (A) Talam Selaka (B), Talam Gangsa (C) Non Talam (D), (E) Warung, Bar, Kedai Makanan dan Minuman, Penjual Makanan Keliling/PKL, Jasa Boga/Katering GEDUNG PERTEMUAN TEMPAT HIBURAN Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil SALON/ PENJAHIT/BENGKEL Pangkas rambut, Salon Kecantikan, Tailor, dsb. Besar Kecil ANGKUTAN/TRAVEL Angkutan Jalan, Wisata, Taksi, Sewa, Trayek, dan Udara FINANSIAL/KEUANGAN JASA UMUM Perbengkelan, Servis, Persewaan Barang, Jasa Konstruksi, dsb PERGUDANGAN Pergudangan, Cold Storage, Warehousing, dsb. JASA PROFESI Dokter, Dokter Hewan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dsb. PERDAGANGAN Pertokoan, Perkiosan, Perkantoran, dsb. Kelas Besar Kelas Menengah Kelas Kecil FASILITAS UMUM

300.000 200.000 75.000 15.000

150.000 100.000 50.000 15.000

110.000 75.000 15.000 7.500

75.000 50.000 7.500 7.500

60.000 150.000 75.000 30.000

50.000 100.000 50.000 20.000

30.000 75.000 30.000 20.000

20.000 50.000 20.000 20.000

50.000 5.000

40.000 5.000

30.000 5.000

20.000 5.000

40.000

30.000

20.000

10.000

7. 8.

225.000

150.000

75.000

45.000

60.000

40.000

20.000

10.000

9.

60.000

40.000

20.000

10.000

10.

30.000

15.000

10.000

5.000

IV. 1. 2. 3. V.

300.000 100.000 10.000 150.000

150.000 75.000 10.000 100.000

110.000 50.000 5.000 75.000

75.000 10.000 5.000 30.000

69

1. a b

2. 3. 4. 5.

VI. X. 1.

KESEHATAN Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Klinik, Pelayanan Kesehatan Hewan, Kegiatan Panti Sosial/Jompo, dsb PENDIDIKAN Sekolah, Pondok Pesantren, LPK, dsb. SOSIAL Taman Wisata, Terminal, dsb. BUDAYA Keraton, Museum, Sejarah, dsb EKONOMI Pasar Tradisional Kios/Los Per m2/hari Plataran Dalam pasar Per pedagang/ hari Plataran Luar pasar USAHA JASA DAN PERUSAHAAN LAINNYA INSIDENTAL Kegiatan Hiburan, Kegiatan Olah Raga dan Kegiatan Keramaian yang lainnya.

30 50 30.000 50 25.000

15 15 50 20.000

10 50 50 10.000

300.000

250.000

200.000

150.000

TABEL PENENTUAN KLAS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN PADA SEKTOR USAHA
NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 NO 1 2 3 4 JAM KERJA 1–6 7 – 12 13 – 18 19 – 24 TENAGA KERJA 1–5 6 – 10 10 – 15 > 15 JUMLAH SKOR 7–8 5–6 3–4 1–2 SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4 (MAX) SKOR 1 2 3 4

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

70

LAMPIRAN III

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL NO. 1. 2. 3. 4, 5. JENIS PELAYANAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keterangan Bertempat Tinggal Kartu Identitas Penduduk Musiman Kartu Keluarga (KK) Akta catatan sipil a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan Di Kantor Di Luar Kantor 100.000 125.000 150.000 60.000 100.000 50.000 20.000 150.000 175.000 250.000 100.000 150.000 100.000 50.000 WNI 5.000 10.000 5.000 WNA 75.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Ganti Nama

g. Akta Kematian Khusus pemegang PKMS Kartu Gold dibebaskan. 6. Kutipan ke-2 dst/Salinan Akta a. Akta Kelahiran b. Akta Perkawinan

25.000 50.000 75.000 50.000 50.000

50.000 100.000 100.000 100.000 100.000

c. Akta Perceraian d. Akta Pengakuan Anak e. Akta Pengesahan Anak f. Akta Kematian

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

71

Untuk orang dewasa a. untuk kuburan umum b.LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN No Jenis Tarif 1.000 50 % (lima puluh persen) dari tarif (1) 2. untuk kuburan khusus 150. WALIKOTA SURAKARTA. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun Keterangan : Khusus pemegang PKMS gold dan JAMKESMAS dibebaskan dari kewajiban retribusi.000 500. ttd JOKO WIDODO 72 .

LAMPIRAN V

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

No.

Zona

Jenis Kendaraan

Tarif Sekali Parkir
500 500 3000 5.000 8.000 10.000 500 500 2500 4000 6500 8500 500 500 2000 3000 5000 7000 500 500 1.500 2.000 3500 5500

Keterangan

1.

Zona A

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

2.

Zona B

Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam, tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam.

3.

Zona C

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

4.

Zona D

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

73

5.

Zona E

Sepeda Andong/Dokar Sepeda Motor Mobil Penumpang/Pick Up Bus Sedang/Truck Sedang Bus Besar/Truck Besar

500 500 1000 1500 3000 4000

Keterangan : 1. Besaran tarif Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum untuk Tahun 2012 maximal sampai zona c. 2. Peningkatan zona setelah Tahun 2012 dengan Peraturan Walikota. 3. Penentuan zona ditentukan dengan Peraturan Walikota. 4. Khusus untuk sekolah, tempat ibadah, rumah sakit (Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas) tidak dikenakan tarif progresif. (untuk penjemput dikenakan tarif progresif).

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

74

LAMPIRAN VI

:

PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011

TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PASAR No 1. Plataran Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Los Kios Jenis Tempat Besarnya Retribusi 500,-/m2/hr 300,-/m2/hr 200,-/m2/hr 0,1 ‰ TNTD 0,1 ‰ TNTD

2. 3.

WALIKOTA SURAKARTA, ttd JOKO WIDODO

75

000 45. ttd JOKO WIDODO 76 .001 s/d 15.000 Jenis Pelayanan Tarif (Rp) Keterangan JBB 2.000 40.000 WALIKOTA SURAKARTA.500 JBB 3.000 Termasuk kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk angkutan barang 35.000 10.000 ke atas Gandengan Tempelan 2 Biaya penggantian buku uji rusak/ tidak terbaca (rutin dan penerbitan baru) Biaya penggantian buku uji hilang Plat Uji/ Tanda Lulus Uji Cat Samping 3 4 5 100.000 45.101 s/d 3.000 JBB 15.501 s/d 8.000 JBB 8.000 5.000 50.LAMPIRAN VII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR No 1 Beaya Uji JBB 0 s/d 2100 30.000 45.000 5.

halon dan sejenisnya a. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut: 1. lebih dari 150 kg 3. Pemeriksaan dan pemasangan label stiker pada alat pemadam api/ kebakaran untuk konsumen atau pemilik alat pemadam kebakaran.000 5. fire alarm c. Alat pemadam kebakaran jenis Fire Protection (fire hydrant.LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMERIKSAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN NO. hydrant dan house reel b. lebih dari 6 kg s/d 20 kg c. Penelitian gambar-gambar rencana dan pengentasan akhir pemasangan hydrant kebakaran sistem pemancar air kebakaran.000 40. sprinkler. dan lainlain) a.000 5. sprinkler d.000 per unit per unit per unit per unit 15. setiap tahun ditetapkan sebagai berikut : a.000 5. Sampai dengan 25 liter b. Alat pemadam kebakaran yang berisi gas. fire alarm c.000 5. dry chemical powder. Alat pemadam kebakaran yang berisi busa.000 per titik per titik per titik per titik WALIKOTA SURAKARTA.000 10. sampai dengan 6 kg b. lebih dari 25 liter s/d 50 liter 2.000 20. ttd JOKO WIDODO 77 . fire hydrant b. JENIS PELAYANAN I.000 per unit per unit 5. lebih dari 20 kg s/d 150 kg b. smoke detector TARIF KETERANGAN 5000 10. sprinkle d.000 per titik per titik per titik per titik 15.000 10. super busa dan sejenisnya a. smoke detector II.000 10.

000 175.000.000 75. 2. 2 JENIS PELAYANAN Pengukuran TARIF (Rp.000 per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah per lembar/per wilayah berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. berwarna 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 3. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. penyimpanan peta.000 100. untuk komponen belanja bahan dana honor yang terkait dengan keluaran (output kegiatan).000 40.000 75.000 300.000 135. Administrasi (meliputi komputerisasi. 100. pemeliharaan. hitam putih 1) format A4 2) format A3 3) format A2 4) format A1 5) format A0 b.000 110. 4.000 KETERANGAN : 1. 1. Tu : tarif pelayanan pengukuran L : luas tanah (dalam satuan m2) Retribusi penggantian biaya cetak peta : Pelayanan pengukuran + cetak peta + biaya gambar + biaya administrasi. HSBku : harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran yang berlaku untuk tahun berkenaan. pengadaan dan honorarium serta harga satuan bangunan tahun berjalan. berdasarkan standarisasi indeks biaya kegiatan. pemeliharaan peta) 150. Biaya Gambar 25. ttd JOKO WIDODO 78 . WALIKOTA SURAKARTA.LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK PETA NO.000 90.000 55.- KETERANGAN Cetak Peta a. pemeliharaan. HSBku untuk tahun berjalan.) Tu : (L/500 x HSBku) + Rp.

000.000. kL.10.5.000.000.000.000.000.000 kL.- 200. Selebihnya dari 1.000. KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BDKT NO JENIS SATUAN BIAYA RETRIBUSI TERA A 1 ALAT UTTP UKURAN PANJANG a.500. setiap 10 kL c.10.200.000 kL sampai dengan 2.10. Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a.100. Blok ukur 3. Bentuk Bola Dan Speroidal 1.000.- 2 3 4 buah kL.15. setiap 10 kL buah buah buah buah 300. Roll tester 8.- 79 . Lebih dari 500 kL dihitung sbb : a. Lebih dari 25 L TANGKI UKUR a.5.100.000.000 kL. Otomotif TAKARAN ( BASAH/ KERING ) a. 500 kL pertama b.000.000.3. Lebih dari 2 meter sampai dengan 10 meter c.000. Selebihnya dari 2.000 setiap 10 kL e.75. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1.000. Alat ukur tinggi orang 6. kL.5.000.000 setiap 10 Kl c. kL.000.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERA/TERA ULANG ALAT ALAT UTTP.000. Selebihnya dari 500 kL sampai dengan 1. ukuran panjang jenis : 1.000. Selebihnya dari 1.000.15. Lebih 10 meter.000. Bentuk Silinder Tegak 1.000.100.000. buah buah buah buah buah buah 150.5. Salib ukur 2. Komparator ALAT UKUR PERMUKAAN CAIRAN (LEVEL GAUGE) a.8.000 kL sampai dengan 20. Mekanik b. Mikrometer 4.1.500.150.000 kL.000 kL sampai dengan 10. Lebih dari 2 L sampai 25 L c.000.10.000.50.000 setiap 10 kL d.500.10.000.3.200. Sampai dengan 2 L b.5.000. Selebihnya dari 10.000. Sampai dengan 500 kL 2.1.000.10.200.1000.150. Sampai dengan 500 kL 2.300. 500 kL pertama b.- b. setiap 10 kL Bagian-bagian dari 10 kL dihitung satu 10 kL TERA ULANG 4.000. Selebihnya dari 20.000.300.000 setiap 10 kL f.000. tarif 10 meter ditambah untuk tiap 10 meter atau bagiannya dengan d.KET buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 3.2.000.1.10.150.- 300. Sampai dengan 2 meter b.000. Counter meter 7.000.000.100.000. Jangka sorong 5.10.000.000.000.000.000.000.000.10.5.100.2.10.10.300.200.000.000.3.

10.15. setiap m3/h d.000.000. Buret dan Pipet b.- 300.000.000.000. setiap kL c.50. setiap m3/h Bagian-bagian dari m3/h dihitung satu m3/h a.3.000.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.3.000.000.000.100.5. Meter Bahan Bakar Minyak a.50.000.000.000. Lebih dari 1. setiap kL Bagian-bagian dari kL dihitung satu kL 5 TANGKI UKUR GERAK a.000. Selebihnya dari 10 kL sampai dengan 50 kL.- - 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50.000.000. setiap m3/h a.100.000.000. Selebihnya dari 5 kL.125.000.3.- 50.25.25.000 L Bagian-bagian dari 1.000.- buah buah buah buah buah buah 50.000.000.000. Labu ukur.2.000. 15 m3/h pertama b.000.15. Gelas ukur BEJANA UKUR a.000.2.000.000.75.000. 25 m3/h pertama b.000.15.- 100.000.75.000.000. Selebihnya dari 50 kL.10.20.300.000.15.- 50.2.25. Lebih dari 25 m3/h dihitung sbb: a.000.000.10.10. setiap kL Bagian dari kL dihitung satu kL ALAT UKUR DARI GELAS a. Kapasitas sampai dengan 5 kL 2. Bentuk Silinder Datar 1.1.c.000. Sampai dengan 10 kL 2.000.125.100. Selebihnya dari 500 m3/h.000.000.000 L e.25.000. Meter Kerja Untuk setiap jenis media uji 1.3.2.000. Lebih dari 5 kL dihitung sbb : a.50.- 80 .000.000. Sampai dengan 15 m3/h 2.50.10. 10 kL pertama b. Meter Induk Untuk setiap media uji 1.5.2.000.000.50.- - 6 buah buah buah buah buah 20. Selebihnya dari 500 m3/h. Sampai dengan 25 m3/h 2.000.20. 5 kL pertama b.100.000.000. Pompa Ukur Untuk setiap badan ukur buah buah buah buah 300. Sampai dengan 50 L b.000.000.15. Tangki ukur mobil dan tangki ukur wagon 1. Lebih dari 50 L sampai dengan 200 L c.15. Selebihnya dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h.000 L dihitung 1000 L METER TAKSI SPEEDOMETER METER REM TACHOMETER THERMOMETER TENSIMETER VISKOMETER ALAT UKUR LUAS ALAT UKUR SUDUT ALAT UKUR CAIRAN MINYAK a.1.000.000.- buah buah buah 100.000.3.3.1.3. Selebihnya dari 25 m3/h sampai dengan 100 m3/h.50.000. Lebih dari 15 m3/h dihitung sbb : a. setiap m3/h d.300.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h.1.50. setiap m3/h c.100. setiap m3/h c.10.10.1.000.000.100. Lebih dari 500 L sampai dengan 1.000. Lebih dari 10 kL dihitung sbb : a.000.000.000.15.000. Lebih dari 200 L sampai dengan 500 L d.000 L biaya pada huruf d angka ini ditambah tiap 1.- - buah buah buah buah buah 100.000.000.000.- 100.

- 100. Lebih dari 10 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.1. setiap 10 m3/h e.75.500. Meter Induk 1. Lebih dari 10.000 m3/h. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1. Lebih dari 2.15. setiap 10 m3/h c.000.000.000. Selebihnya dari 100 m3/h sampai dengan 500 m3/h. Selebihnya dari 50 m3/h sampai dengan 500 m3/h.000.2.- 50.200.2.50.150. Lebih dari 100 m3/h b.500.000.000.1.000 m3/h. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h c.200.- 200.000. setiap 10 m3/h Bagian-bagian dari 10 m3/h dihitung 10 m3/h b.000. Sampai dengan 15 m3/h 2.- 20 METER CAIRAN MINUM SELAIN AIR a.300. Meter Induk 1. Sampai dengan 15 m3/h 2. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.000. setiap alat perlengkapan e.- 81 .500.000.500.000.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah 50.000.000. Selebihnya dari 500 m3/h sampai dengan 1. Selebihnya dari 1.50.000.15.000.000.50.30.000.- 21 22 ALAT KOMPENSASI SUHU ( ATC ) TEKANAN / KOMPENSASI LAINNYA METER PROVER a.500.25.5. Lebih dari 50 m3/h dihitung sbb: a. Meter Kerja 1.000.000. Meter Kerja 1.- 100.000.000.000.150.100.50.5. Lebih dari 100 m3/h b.200. Sampai dengan 50 m3/h 2.000.000.000.50.000.000.000.000 L c.000 L buah buah buah 200.- - 19 METER AIR a.000. Selebihnya dari 2.150.000.250.000.000 m3/h.10.500.000 m3/h.000.000 L b.000 m3/h sampai dengan 2. Perlengkapan meter gas orifice ( jika diuji tersendiri). setiap 10 m3/h d.1.250. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3. Meter Induk 1. Sampai dengan 2.000.000. Pompa ukur Bahan Bakar Gas (BBG) Elpiji untuk setiap badan ukur buah buah buah buah buah buah 100. Meter gas orifice dan sejenisnya ( merupakan satu system / unit alat ukur ) d. Lebih dari 100 m3/h dihitung sbb : a.5.000.5.300.000. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah 50.- 100.000.000 m3/h.1.3. 100 m3/h pertama b. Sampai dengan 15 m3/h 2. Lebih dari 15 m3/h sampai dengan 100 m3/h 3.60.000. setiap 10 m3/h c.000.500.200.10.000.50.200.50.000. Sampai dengan 10 m3/h 2. setiap 10 m3/h e.000.100. Sampai dengan 100 m3/h 2. 50 m3/h pertama b.50.000.000. setiap 10 m3/h d.000.000.000.000.3.50.5.18 ALAT UKUR GAS a.000. Selebihnya dari 2.000 m3/h.000.000.000.30. Selebihnya dari 1.000 L sampai dengan 10.000 m3/h sampai dengan 2. Lebih dari 100 m3/h buah buah buah buah buah buah buah 100.000.000.2. Meter Kerja 1.

Selebihnya dari 4 alat pengisi. peneraan atau tera ulangannya dihitung sesuai dengan jumlah kapasitas menurut tari pada angka 26 huruf a.500. setiap kg/min Bagian dari kg/min dihitung satu kg/min ALAT UKUR PENGISI (FILLING SHINE ) Untuk setiap jenis media : a.1.000.1.50.2.000. Selebihnya dari 100 kg/min sampai dengan 500 kg/min.17.500.000.000.7.500.1. Kelas 2 1.1.Meter prover yang mempunyai 2 (dua) seksi atau lebih.1.- 50. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c. setiap kg/min 5. Sampai dengan 1 kg 2. Sampai dengan 10 kg/min b.1. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg 31 TIMBANGAN a. setiap kg/min 4.000.200.25.2. Selebihnya dari 10 kg/min sampai dengan 100 kg/min. Ketelitian sedang dan biasa (kelas M2 dan M3) 1.000.500.500.000.4.000.500.2. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.12.500.3. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.500.000.2.500. Selebihnya dari 1. Sampai dengan 1 kg 2.- 25 buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 60.15.20.7.5 atau kelas 1 1. maka setiap seksi dihitung sebagai satu alat ukur 23 METER ARUS MASSA Untuk setiap jenis media uji : a.000 kg/min. 3 (tiga) phasa 2. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.000.18. 3 (tiga) phasa 2. Lebih dari 10 kg/min dihitung sbb : 1. Selebihnya dari 500 kg/min sampai dengan 1.35.500.500.- 2.300.2.000.500.7.- 26 27 28 29 30 buah buah buah buah buah buah buah 1.500.500. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg b.5.000.000. Lebih dari 1.500.- 82 .000. pengujian.- 100.000. setiap kg/min 3.2.000 kg sampai dengan 3. Sampai dengan 3.20.5.000.1.000.500.5.15. Sampai dengan 25 kg b.50.500.000. biaya pemeriksaan. Kelas 0.000.500.300.6.15.500.000.000.15.10. Ketelitian khusus (kelas E2 dan F1) 1.000.2. 1(satu) phasa Meter energi listrik lainnya.500. 3 (tiga) phasa 2. Lebih dari 5 kg sampai dengan 50 kg c.7.10.000 kg 2.000. 1(satu) phasa b. 10 kg/min pertama 2.000. Kelas 0.000 kg 1.- 24 buah buah 50.100.20.500. Lebih dari 1 kg sampai dengan 5 kg 3.000. setiap alat pengisi METER LISTRIK (Meter kWh ) a.000.000.2.1.000 kg/min.500. Sampai dengan 1 kg 2. Ketelitian halus (kelas F2 dan M1) 1.000.500. Ketelitian sedang dan biasa (kelas III dan IV) a.- 60.2 atau kurang 1. Lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg buah buah buah buah buah buah buah 100.000.000. Sampai dengan 25 kg b.100.000. Sampai dengan 4 alat pengisi b.11. Ketelitian halus (kelas II) a. b dan c PEMBATAS ARUS LISTRIK STOP WATCH METER PARKIR ANAK TIMBANGAN a.000 kg e.20.25000.000.500.000.4.2. 1(satu) phasa c.000.500.7.1.500.000.000.

termasuk anak timbangan.000.15. UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus 5. dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam Biaya penelitian dalam rangka izin type dan izin tanda pabrik atau pengukuran atau penimbangan lainnya yang jenisnya tercantum pada point A Biaya tambahan 1.c.50. Lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d.000. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. UTTP yang ditanam 4.000. Manometer Minyak 1.000.15.1.000.000.000 kg 3. kapas dan tekstil. Lebih dari 1.000 kg sampai dengan 3.400.22.000. Ketelitian sedang dan biasa.000.000. setiap komoditi Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 34.000.15.000.000.- C buah buah buah buah buah buah buah 5.000.000.000.25. setiap ton c. atau benda/ barang bukan UTTP.10.000. Lebih dari 500 ton/h 32 ALAT UKUR TEKANAN a. Untuk kayu dan komoditi lain.000.000.30.000.- buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah 10.10.000.000. Pressure Recorder 1.- 5.500.- 10. yang tidak ditanam tetapi terkumpul dalam suatu tempat dengan jumlah sekurangkurangnya lima alat buah buah buah buah buah buah buah buah buah 21. yaitu : a.30. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. bobot ingsut dan timbangan pegas yang kapasitasnya sama atau lebih 25 kg b.500. Lebih dari 1.000.100.000.7.000.000. Sampai dengan 100 ton/h 2.15.000. di samping pengujian yang biasa dilakukan terhadap UTTP tertentu 3.15.500.20.15. Lebih dari 500 kg sampai dengan 1.000.- 83 .150. Timbangan milisimal.50. Lebih dari 1.000. setiap komoditi c.15.000.000.000. Untuk biji-bijian mengandung minyak.000.10.000. UTTP.000.000.000 kg e.30. setiap ton 2.25. Ketelitian (khusus) dan halus.000.000.7.000.000.10. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.450.250. Ketelitian khusus (kelas I) b. UTTP yang memerlukan pengujian tertentu.000 kg/cm2 3.15. Dead Weight Testing Machine 1.20.000.50.15.45.10. pengisi (curah) dan timbangan pencampuran untuk semua kapasitas c.000.000.- 40. Pressure Calibrator e.000. setiap komoditi b.000.40. Lebih dari 100 ton/h sampai dengan 500 ton/h 3. Timbangan ban berjalan 1. UTTP yang memiliki konstruksi tertentu. desimal.50.000 kg/cm2 PENCAP KARTU OTOMATIS (Printer Recorder) METER KADAR AIR a.25.- buah jam 5.10.000.000 kg/cm2 3.25. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.25.000. Timbangan cepat. Untuk biji-bijian tidak mengandung minyak.6.10. Lebih dari 1.000 kg/cm2 d.15. Sampai dengan 100 kg/cm2 2.000. Lebih dari 3.20.300.500.15.50.000.15.000 kg/cm2 3.000. Timbangan elektronik untuk semua kapasitas 2.000 kg/cm2 b.000.000 kg 1. sentisimal.000.000. Lebih dari 100 kg/cm2 sampai dengan 1. Alat ukur tekanan darah c.000.24.000.000.7.

Sampai dengan 500 kL 2.- buah 300% dari tarif tera jam lembar buku buku 10. UTTP. Biaya sertifikasi/ surat keterangan b.10. Biaya pembuatan tabel TUT : 1. yang tidak ditanam tetapi tetapi terdapat di tempat UTTP yang ditanam atau terdapat di tempat UTTP yang mempunyai sifat dan atau konstruksi khusus D E BIAYA KALIBRASI BIAYA PENGUJIAN BDKT Pengujian dilakukan per jenis BDKT per isi nominal Setiap jam SERTIFIKASI DAN TABEL a.6.000.000.000. ttd JOKO WIDODO 84 . termasuk anak timbangan.350.000.000. Lebih dari 500 kL buah 1.200.- F WALIKOTA SURAKARTA.

Jasa Latihan Ketra mpilan di Ba lai Lat ihan Kerja Pelat ihan : 1. Basic En glish Course b.200 1.500 5.500 1. c.500 2.Of f ice Dasar MS. b. e.LAMPIRAN XI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PELAYANAN PENDIDIKAN A. En glish For Hotel Staf En glish For A Shop Assistant En glish For Travelling En glish For Restaurant En glish For Gu ide Special Conversation Class En glish For Job See kers En glish For Children 3.500 1.200 1.500 1.200 1.250 1. d.000 3.250 1. d.500 1. ttd JOKO WIDODO 85 . Men jah it dasar b.000 Bahasa (per ja m/sisw a) : a. Bahasa Jepang Ko mputer (per ja m/sisw a) : a.200 1.250 1.200 1.000 2. d. g. b.200 1.500 1. Tata Niaga (per jam/sisw a) a. Dbase Interaktif dan Progra m MS.200 1.200 1. f. h. e. c.500 1. j.250 1.Of f ice Lanjutan Ko mputer Akuntansi Tekn isi dan Perakitan Perang kat Ko mputer Internet 4. c. Men jah it lan jutan Bordir dasar Ukir kayu Sablon WALIKOTA SURAKARTA.250 1. f. Aneka Kerajin an (per ja m/sisw a) : a. d.200 1. e. 2. i. Men getik Ting kat Dasar Admin istrasi Per kantoran Akuntansi Dasar I Sekretaris 1. c.

LAMPIRAN XII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI Tarif Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi dihitung dengan cara penjumlahan bobot peruntukan tata ruang. WALIKOTA SURAKARTA. ttd JOKO WIDODO 86 . bobot keamanan. bobot jenis penggunaan menara dibagi jumlah keseluruhan koefisien bobot dikalikan 2 % (dua per seratus) NJOP Tanah dan Bangunan dengan rumus sebagai berikut : Jumlah Retribusi yang Terutang = {(Bobot Peruntukan Tata Ruang + Bobot Keamanan + Bobot Jenis Penggunaan) : 13} x 2 % NJOP Tanah dan Bangunan.

Eks kuburan 0.Rp 210. Usaha Komersial Rp 2.Rp 500.Rp 140.0.5% x NJOP 0. komersial b. sosial 5. Kelas C a. untuk bercocok tanam 4.Rp 10. untuk usaha : a.5. Kelas B c.5.2 % x NJOP m2/ jam m2/ jam m2/ jam m2/ bulan m2/ bulan a.Rp 1. di titik lokasi zona A c. di titik lokasi zona C 2. untuk tempat tinggal 3.3 % x NJOP TARIF RETRIBUSI KETERANGAN Dilelang m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per minggu m2/ per tahun m2/ per tahun m2/ per tahun 6 % x NJOP 3% x NJOP Rp 1. Selain eks kuburan b. di titik lokasi zona B d. Kelas A b. Kelas B c. Sewa Tanah TPA 2 Lapangan 1.2 % x NJOP 0.Rp 300. Kelas C 3 Pemakaian Ruang di atas saluran 1. untuk pemasangan sarana reklame media luar LOKASI a. Kegiatan Umum 2. Pemasangan fasilitas/ sarana. Jualan. Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) 7. Usaha Sosial 2.- m2/Per tahun m2/Per tahun m′/ per tahun 3 % x NJOP m2/ per tahun Rp 200.000. Kelas A b.LAMPIRAN XIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH NO 1 OBJEK Tanah milik pemerintah daerah PENGGUNAAN 1.- m2/ hari m3 m2/ bulan Max 300 m2 m2/ kegiatan m2/ kegiatan m2/ kegiatan 87 . strategis b.Rp 2. PKL. titik lokasi.1 % x NJOP 1 % x NJOP 6 % x NJOP 0.200. limbah dan sejenisnya 6. Tanah Galian 9.Rp 280. tempat. dan sejenisnya 8. Sosial dan Olahraga a.

Rp 70.000.000. c : sound.5 % x NJOP 1. Pendapi Gedhe b. Golongan I 2. Gedung Pertemuan (fasilitas untuk point a.000.- Per 6 jam* * harga sewa bus belum termasuk BBM dan pengemudi Per km** ** harga termasuk BBM dan pengemudi b.Rp 100.000 per hari/ kegiatan Rp 4.3 % x NJOP m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan m2/ per bulan a. b.000 per hari/ kegiatan Rp 400.000 per hari Rp 100.Rp 90.500. Golongan II 3. 300 kursi.800. Rusunawa Tempat tinggal a. Gedung Sekolah/ Eks Gedung Sekolah/ Gedung Serba Guna 5.5 % x NJOP 0. Lantai 6 Tawang Praja d. Rumah Khusus/ Sosial 3. 1 perangkat gamelan. Golongan III 4. Untuk Sarana OlahRaga a.Rp 80.Biaya listrik dan air dibebankan kepada penyewa Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan Perkamar/bulan 4. lantai I c.000. Untuk Usaha b.4 Pemakaian Gedung/ Bangunan 1.000. lantai II d. Rumah Milik Pemerintah 2.000. Untuk Tempat Tinggal c.- 88 .000 per hari/ kegiatan Rp 1.000 per hari/ orang 1. Bus sedang (25 penumpang non AC) a.- Dilelang Perkamar/bulan Rp 100. luar kota Rp 2. Golongan IV (untuk kios di tempat rekreasi) 5. Tawang Arum c. lantai III e. Gedung Pertemuan lainnya 1) Golongan I 2) Golongan II 3) Golongan III Tarif mengikuti aturan kios Tarif mengikuti aturan rusunawa Tarif mengikuti aturan lapangan Rp 6. dalam kota Rp 100.000.000 per hari Rp 1.000 per hari Rp 200. lantai IV Rp 50.000. Golongan V (untuk kios di tempat rekreasi) 6 Pemakaian Kendaraan 1.000. screen LCD. AC) – penggunaan untuk kepentingan umum 6.2 % x NJOP 1 % x NJOP 0. lantai dasar (penjelasan – untuk difable) b. Shelter PKL 5 Kios 1.

..000..2. Sky Walker a. luar kota Rp 30.. Mesin Gilas 3. Back Hoe 6. bantuan pemompaan selama berlangsungnya bantuan penjagaan tersebut pada huruf a dan b d.000 Per hari/ 7 jam* (tarif dalam kota) Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Per hari/ 7 jam* Max 7 jam* selebihnya ditambah 20 %/jam Per hari/ 7 jam* 1 x 24 jam* 5.000 *Tarif sewa alat berat belum termasuk BBM dan operator/driver 89 .8 ton b. dalam kota b. Bis Tingkat Wisata Sewa Rp.000 Rp 100. bantuan khusus pemompaan tanpa bantuan penjaga termasuk penggantian harga bahan bakar selama berlangsungnya pemompaan Rp 100..000 Rp 130. bantuan khusus pertunjukkan yang bersifat komersial kepada swasta b.000.000.- 3. 800..- per jam (minimal 5 jam) Rp 50.000. Dump Truck 2. 4 Mobil Pompa Pemadam Kebakaran a.000 Rp 360.Rp. Mobil Jenazah (dalam perhitungan) a.- per tangki 7 Pemakaian alatalat berat 1. 20. Tandem Roller 4.000.- Paket 1 x kali perjalanan wisata maximal 3 jam 1 x jalan Perjalanan wisata per orang Khusus pemilik kartu PKMS gold dan Jamkesmas dibebaskan dari retribusi per jam (minimal 5 jam) Rp.000 Rp 75. ukuran 6. bantuan penjagaan yang bersifat non komersial kepada swasta dan instansi Pemerintah Kota Surakarta c. .- Rp 60..000.8 ton Rp 100. ukuran < 6.000 Rp 100.000 per tangki Rp 150. Toilet Container Rp 400.

jasa pelayanan a. berat 1 s/d 5 kg 2. berat 6 s/d 10 kg a.000. jasa pelayanan Rp 750 Per m2/ bulan Per bak/bulan Per kios/bulan Per kios/bulan dilelang Rp 75.000.000.Rp 9. kolam permanen Kios Ikan non fasilitas Kios Ikan dengan fasilitas Balekambang 1. jasa sarana b.Rp 6.Rp 3.000 Rp 500.500. kolam semi permanen 2.8 Pemakaian kolam ikan Pemakaian Depo Ikan Pemakaian Pasar Ikan Pemakaian insenerator atau pembakaran sampah pada klinis (dari luar RS) 1.000 9 10 11 Rp 4.- Tarif adalah jasa sarana ditambah jasa pelayanan WALIKOTA SURAKARTA. ttd JOKO WIDODO 90 .000 Rp 300. jasa sarana b.

penerangan.- Bus Pedesaan 1.- Angkutan Kota/ Perkotaan 500. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.250.-/ m2 per hari 150. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam. ttd JOKO WIDODO 91 .-/ m2 per hari 180. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.LAMPIRAN XIV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TERMINAL Jenis Retribusi Bus non ekonomi (AKAP/AKDP) Bus ekonomi (AKAP) Pelayanan yang diberikan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir jalur penurunan Parkir jalur istirahat Parkir jalur pemberangkatan Kebersihan Parkir di fasilitas parkir Parkir jalur istirahat Tarif 5.500.500.- Sewa Kios Tempat usaha dagang dan kebersihan 220. tempat duduk.15. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan 1 x masuk Max 2 jam.000.000.10. tiap 2 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan Type A Type B Type C Bus Ekonomi (AKDP) 3.000. pusat informasi Bus Besar Bus Kecil Fasilitas penitipan barang 2.000.000.000.- Keterangan 1 x masuk Max 2 jam.- Angkutan Antar Jemput 2.-/kg Per hari 1 x masuk Per bus Per bus Per Hari WALIKOTA SURAKARTA.-/ m2 per hari Sewa Loket Bus Malam Jasa Ruang Tunggu Cuci Bus Jasa Penitipan Barang Tempat penjualan karcis bus/non-bus Ruang tunggu.

Pedagang pasar.000 500 500 1.000 8.000 2.LAMPIRAN XV : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR Jenis tempat a. Tempat Ibadah. Pasien rumah sakit tidak dikenakan tarif progresif b. tiap satu jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan. tiap 12 jam kelebihan dikenakan tarif tambahan sebesar 100 % dari besarnya tarif retribusi yang ditetapkan.000 2. Khusus untuk : Anak sekolah.000 4.000 Keterangan Satu kali parkir maksimum 1 (satu) jam.000 500 1. Dikecualikan bagi terminal dan pasar tradisional satu kali parkir maksimum 12 jam. Kelebihan jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam. Taman c. Pelataran Jenis kendaraan Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Andong/Dokar/Becak Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Bus Besar/ Truck Besar Sepeda Sepeda Motor Mobil Penumpang/ Taxi/ Pick Up Bus Sedang/ Truck Sedang Tarif sekali Parkir (Rp) 500 500 1.000 2. Karyawan toko.000 8.000 4. Untuk bongkar muat (pasar) dikenakan tarif progresif tiap 2 jam. ttd JOKO WIDODO 92 .000 4. Gedung WALIKOTA SURAKARTA.

hari biasa b.00 – 13. hari biasa b.00 – 13.00 Jam 13.000 Jam 13. hari biasa b.000 50.LAMPIRAN XVI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT PENGINAPAN/PESANGGARAHAN/VILLA NO.00 – 13. hari raya dan tahun baru Jam 13.00 50.00 30. hari libur 3 Villa a.00 Jam 13.000 Jam 13.000 250.00 – 13.) WALIKOTA SURAKARTA.00 – 13.00 150.000 75.00 – 13.00 Jam 13. hari libur 2 Kamar Moderat a. 1 JENIS TEMPAT Kamar Biasa a.000 URAIAN TARIF (RP. ttd JOKO WIDODO 93 .

500.-/Ekor 20.000.-/Ekor WALIKOTA SURAKARTA.000.LAMPIRAN XVII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN NO. ttd JOKO WIDODO 94 . 3. 2.-/Ekor 1.-/Ekor 50. 4. 1. JENIS TERNAK Sapi/Kerbau/Kuda Babi Kambing/Domba Unggas/Ayam TARIF 25.

Borongan wayang orang 1 x pentas 1.000.b.malam hari 400.a. 10.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Perahu 2.. 9. Pemanfaatan Lahan a.mulai jam 07.untuk komersial 1.500.Per m2tiap hari III. I.c.000.000. 7..00 400. Karcis kelas I Per orang 1.1 x masuk (hari biasa) 1x masuk (hari libur/ hari besar) 1000.siang hari .Per m2 tiap hari Karcis Parkir Sepeda 500.Per m2/6 jam* 13.000.mulai 18.) PEMANFAATAN LAHAN DALAM TAMAN WISATA DAERAH Pemanfaatan Lahan .LAMPIRAN XVIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA NO. Umum .hari biasa 100.00 500.Sekali parkir Karcis Parkir Mobil 2.Pengoperasian 1 x putaran satu rangkaian Pancingan 2. Karcis kelas II/ Balkon d.000.000. 4.Sekali parkir KA Kelinci 2. FASILITAS DALAM TAMAN BALEKAMBANG 1.Sekali parkir Karcis Parkir Bus 5. sewa gedung wayang orang 1 x pemakaian .000.000.000. 8.000.Tidak Strategis 300.000. TARIF URAIAN (Rp. 6.500.Belum termasuk beaya penambahan listrik .000.malam hari 750.000. 3.Pada hari-hari tertentu kartu bebas tidak berlaku Karcis Jualan 500.000.siang hari Persewaan Gedung Joglo .Sekali parkir Karcis Parkir Sepeda Motor 1. 1. Persewaan Los Keliling Joglo .500.malam minggu e.00 – 07. 95 . 2.Per m2 tiap hari .00 – 07.000. 11.hari biasa 1 x pentas 1.Per orang per 2 jam Sewa Kolam/ Segaran 300.000.00 300. 1.Per m2 tiap hari FASILITAS DALAM TAMAN WISATA SRIWEDARI Karcis Masuk 500.000.000.Per m2 tiap hari .untuk sosial 1 x pemakaian 500.000.Strategis 1000.00 – 18.00 – 18.Per hari Wayang Orang Per orang 3.mulai 18.Kurang Strategis 500. 5. Karcis utama/VIP Per orang 1. 12.mulai jam 07.00 1.Per m2/6 jam* .hari libur 200.JENIS PUNGUTAN II.Per m2 tiap hari .

Sosial .hari biasa .1.000.b.000.000.hari libur 50.000. Open Stage . Sewa Peralatan low rope 350. Gedung a. Sewa Peralatan high rope 1.000.100.500.200. 4.siang .000.siang . 5. Gedung Kesenian . LAPANGAN TENIS BALAI ISTIRAHAT MALIAWAN Sewa Lapangan Tenis 15. 500. Balai Tirtoyoso d.750.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam b.200.malam c.IV.- Per m2/6 jam* Per m2/6 jam* * untuk luas minimal 1000 m2 Kurang dari 6 jam dihitung 6 jam.750.- 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 1 x pakai selama 6 jam 3.000. lebih dari 6 jam dikenakan tarif tambahan 2. 6.Per jam WALIKOTA SURAKARTA. ttd JOKO WIDODO 96 .500.000.000.malam b. Balai Apung Kolam Sepeda Air Taman Reptil Outbond a.000.600.

000 25.000 120.Anggrek dendrobium berbunga .000 4.000 10.Belimbing 1 meter okulasi Harga 6.000 30.) Ukuran Ukuran Ukuran Ukuran Ikan 1.000 5.000 20.000 2.000 10.000 7.000 7.Anggrek dendrobium Remaja .000 Keterangan 2 Bibit Buah WALIKOTA SURAKARTA.000 40.000 3.000 20.000 10.3 Ikan 3 – 5 Ikan 5 – 7 Ikan 7 – 9 cm cm cm cm 5.000 - HARGA IKAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nila Merah Nila Hitam Lele Gurame Tombro Karper Tawes Koki Komet Moly biasa Moly Balon Koi Menyesuaikan harga pasar b.000 50.000 13.000 5.000 12.000 15. ttd JOKO WIDODO 97 .500 10.500 7.000 6.500 10.500 10.000 80.Mangga 1 meter okulasi .000 30.000 55.000 4.500 15.000 20.000 17.000 7.000 30. Tarif Retribusi Penjualan Bibit Tanaman No 1 Komoditas Tanaman Hias Jenis Tanaman .000 1.000 5.000 7.LAMPIRAN XIX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH a. Tarif Retribusi Penjualan Benih Ikan dan Ikan Konsumsi NO JENIS IKAN HARGA BENIH IKAN PER 100 EKOR (RP.000 15.000 15.000 20.500 12.

Lt.000 2 x 1.917 52.555 19 x 1.918 350.855 408. 98 . 24.352 12 x 1.903 Keterangan 1 Bangunan Gedung Tidak Bertingkat 2 Bangunan Gedung Bertingkat 420.439 15 x 1. Lt. Lt. 33. Lt. 27.460 16 x 1. Tempat Parkir 1.162 6 x 1.712 1.135 5 x 1.141 Lt.497 17 x 1.729 25 x 1.758 26 x 1.874 30 x 1.841 2.912. Lt. 29. 8.LAMPIRAN XX : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN No Jenis Bangunan Klas Bangunan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 3 Pagar Depan Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana Sederhana Tidak Sederhana 7 Fasilitas a.642 22 x 1.895 Lt. Saluran Nilai Bangunan/ m2 1.067 Tarif Retribusi/ m2 (Rp.594.236 8 x 1. Lt. Aspal 2.) 27.834 Lt. Lt. Conblok b. Lt. Lt.493 Lt. 926 Lt. Lt.232.841 4 Pagar Samping/ Belakang 5 Rumah Permanen 6 Rumah Permanen Bertingkat/Loteng 61.034 1.000 25. 7. Lt.474 Lt. Lt. 447 Lt.883 Bagi bangunan bertingkat lebih dari satu lantai dikalikan koefisien nilai bangunan 1 x 1.816 28 x 1.526 18 x 1.197 7 x 1. Lt.250 Lt.602 1.613 21 x 1. Taman c.090 3 x 1.323 11 x 1. Lt.845 29 x 1.263 9 x 1. Lt.555 2.700 24 x 1.712 504.362 8.569 Lt.440 14 x 1.912.679.391 Lt.034 1. 1. 5.522 1. Lt. Lt.069 46.679.083 Lt. Lt.094 489.895 33.399.671 23 x 1.474 39. Lt.560 7.120 4 x 1.584 20 x 1.381 13 x 1.787 27 x 1.291 10 x 1.594.

33. 27. 8. 1.594.893.020.555.75% = Rp.594.855.035.156.67 x 1. 7.602.80 x 1. 8. 1.75% = Rp.80 x 85 = Rp.883 115 PAGAR DEPAN SEDERHANA = 569. 11.199.399.80 x 1.82 x 1.679.49 x 85 = Rp.069 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 3.34 x 1.594. 1.199.67 x 1.75% = Rp. 489. 1.094. 24.141 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG TIDAK SEDERHANA = 552.795.80 x 85 = Rp. 1.22 x 85 = Rp. 2.555.035.474 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT SEDERHANA = 2.474 115 BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT SEDERHANA = 3. 16.90 x 1.75% = Rp.67 x 1.20 x 85 = Rp.74 x 85 = Rp.569 115 99 . 408.75% = Rp.895 115 BANGUNAN GEDUNG TIDAK BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.516.362 115 PAGAR DEPAN TIDAK SEDERHANA = 569.842.75 % = Rp. 39. 11.636. 27.75% = Rp.02 x 1.636.75% = Rp.49 x 85 = Rp.74 x 85 = Rp. 2.516.2 % = Rp.DAFTAR PENGHITUNGAN NILAI BANGUNAN DAN BESARNYA RETRIBUSI PER METER PERSEGI RUMAH PERMANEN SEDERHANA = 1. 29.03 x 1.602.712.035.156.49 x 85 = Rp.20 x 85 = Rp.85 x 1.020.232. 504.2% = Rp.893.712.636. 2.912.594.232.067.895 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT TIDAK SEDERHANA = 2.035.67 x 1.834 115 PAGAR SAMPING/ BELAKANG SEDERHANA = 552.127.2% = Rp. 7.912.391.75% = Rp.2% = Rp. 420. 408.03 x 1.2% = Rp.75% = Rp.579.579.636.2 % = Rp.845 115 RUMAH PERMANEN BERTINGKAT SEDERHANA = 2.22 x 85 = Rp.02 x 1.842.85 x 1.094.399. 33. 1. 420.75% = Rp. 46.90 x 1.49 x 85 = Rp.156.712.156.75% = Rp.127.02 x 1.47 x 1.493 115 RUMAH PERMANEN TIDAK SEDERHANA = 1.

b. 2.37 x 1. 61.625 : 34. 29.75 % = Rp.41 x 1. 52.256.083 : 62. 6.395 x 1.582. 926 TAMAN a. TIDAK SEDERHANA SEDERHANA : 350. ASPAL CONBLOK/ PAVING : 72.FASILITAS 1.75 % = Rp.95 – 15 % = Rp. 2. b.42 x 85 % = Rp.125 : 150.75 % = Rp. 1. RUANG PARKIR a. 514 3.75 % = Rp.843. ttd JOKO WIDODO 100 .75 % = Rp.000 x 1. SALURAN WALIKOTA SURAKARTA.000 x 1.918.96 – 15 % = Rp.917.

000.000.500.LAMPIRAN XXI : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TEMPAT PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL NO 1 2 3 4 TEMPAT USAHA Hotel Berbintang 3 Hotel Berbintang 4 Hotel Berbintang 5 Restoran dengan tanda Talam Kencana dan Talam Selaka 5 Bar.1.KETERANGAN per tahun per tahun per tahun per tahun WALIKOTA SURAKARTA.) 1.2.500. Pub.2. ttd JOKO WIDODO 101 .000.000.000.000.000.000.per tahun TARIF (Rp. Diskotik 1.

-/ pk Keterangan Rp. Menurut Luas Ruangan Tempat Usaha : Luas Ruangan Tempat Usaha 1 m2 – 200 m2 201 m2 – 500 m2 501 m2 ke atas b. Menurut Klasifikasi Jalan (Lokasi) : Klasifikasi Jalan (Lokasi) Di tepi jalan klas I Di tepi jalan klas II Di tepi jalan klas III Di tepi jalan klas IV e.-/pk Rp. Menurut Penggunaan Mesin : Penggunaan Mesin 1 pk – 10 pk 11 pk – 100 pk 101 pk ke atas c.LAMPIRAN XXII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Untuk setiap pemberian Izin Gangguan retribusinya diperhitungkan sebagai berikut : a.500.Keterangan Rp. 2. 250. 5.Rp.000. 1.-/m2 Rp. 3. Menurut Penggolongan Usaha : Penggolongan Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar d. Keterangan 20% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 40% dari (a+b+c) 50% dari (a+b+c) Keterangan 5% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) Keterangan 40% dari (a+b+c) 30% dari (a+b+c) 20% dari (a+b+c) 10% dari (a+b+c) Keterangan Rp.-/m2 Yang Menggunakan Sistem Shif : dikenakan 50% dari (a+b+c) 102 .500.750.875. Menurut Klasifikasi Gedung : Klasifikasi Gedung 1 Lantai 2 Lantai 3 s/d 5 Lantai 6 Lantai Ke Atas Lantai Dasar ditambah 10% dari (a+b+c) g.000.000.Rp. 1.-/m2 Rp. 500.-/ pk Rp.750. 2.000. 62. Biaya Pemeriksaan dan Penelitian : Pemeriksaan dan Penelitian Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar f.

-/tahun WALIKOTA SURAKARTA.500.h.500. ttd JOKO WIDODO 103 .000. 62. 375.-/tahun Rp. Pendaftaran Ulang : Pendaftaran Ulang Usaha Kecil Usaha Sedang Usaha Besar Keterangan Rp. 162.-/tahun Rp.

- 2 Izin Operasi/Trayek untuk Mobil Penumpang/Taxi Izin Insidentil a.) KETERANGAN 1 Izin Trayek Mobil Bus a. Mobil bus kapasitas 16-27 c.000. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.1 x perjalanan d..000. Mobil bus kapasitas 16-27 c. Mobil bus kapasitas tempat duduk 28 ke atas 150.000.000.300. Mobil Penumpang/Taxi 10.. ttd JOKO WIDODO 104 .Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 250.000..Per kendaraan setiap 5 tahun termasuk kartu pengawasan 3 15. Mobil bus kapasitas tempat duduk 10-15 b.LAMPIRAN XXIII : PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2011 TANGGAL : 25 AGUSTUS 2011 TARIF RETRIBUSI IZIN TRAYEK NO JENIS PERIZINAN TARIF (Rp.1 x perjalanan 25.000.1 x perjalanan 20..000 1 x perjalanan WALIKOTA SURAKARTA..000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful