Anda di halaman 1dari 2

SUMBER-SUMBER

Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang pokok-pokok Agraria Undang-Undang No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Undang-Undang No. 5 tahun 1996 tentang Pendaftaran Hak Tanggungan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Salin HS, Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004 Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, Hukum Jaminan di Indonesia Pokok-Pokok Hukum Jaminan dan Jaminan Perorangan, Yogyakarta: Liberty Offset, 2007 Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata, Bandung: Alumni, 2004 Sumber website: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c594a3da06e6/perlawanan-eksekusi-lelang-banknisp-kandas digilib.uns.ac.id/abstrakpdf_2637_tinjauan-tentang-eksekusi-hak-tanggungan hukum.kompasiana.com/.../pelaksanaan-eksekusi-obyek-hak-tanggu... www.pn-pandeglang.go.id/index.php?option=com_content

Kesimpulan

Hak tanggungan tidak dapat berdiri sendiri tanpa didukung oleh suatu perjanjian (perjanjian kredit) antara debitor dan kreditor. Dalam perjanjian itu diatur tentang hubungan hukum antara kreditor dan debitor, baik menyangkut besarnya jumlah kredit yang diterima oleh debitor, jangka waktu pengembalian kredit, maupun jaminan yang nantinya akan diikat dengan hak tanggungan. Oleh karena hak tanggungan tidak dapat dilepaskan dari perjanjian kredit, itulah sebabnya maka hak tanggungan dikatakan accessoir (mengikuti) perjanjian pokoknya. Kredit yang diberikan oleh kreditor mengandung resiko, maka dalam setiap pemberian kredit, bank tidak diperkenankan memberikan kredit tanpa ada suatu perjanjian tertulis. Itu sebabnya diperlukan suatu jaminan kredit dengan disertai keyakinan akan kemampuan debitor melunasi utangnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 8 UU Perbankan No.7/1992 yang menyatakan dalam memberikan kredit, bank umum wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitor untuk melunasi hutangnya sesuai yang diperjanjikan. Dalam perjanjian tanggungan seorang kreditor diberikan hak untuk mendapatkan pelunasan terlebih dahulu dari pihak pemberi tanggungan selain itu, pihak kreditor dapat pula mengajukan actio pauliana dalam hal terjadinya pengalihan barag jaminan oleh debitor tanpa izin kreditor.