NASKAH PUBLIKASI

ANALISA PENOLAKAN CITRA DIGITAL MODALITAS COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PANTI WILASA “DR. CIPTO” SEMARANG

REJECT ANALYSIS COMPUTED RADIOGRAPHY DIGITAL IMAGE MODALITY IN THE RADIOLOGY DEPARTMENT PANTI WILASA “DR. CIPTO” HOSPITAL SEMARANG

Disusun oleh : 1. 2. Nur Paramita Nira Mulyono Sri Mulyati, S.Si, MT

Semarang, Juli 2012 Disahkan oleh :

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi D III Semarang,

Rini Indrati, S.Si, M.Kes NIP. 19690719 199203 2 001

Bagus Abimanyu, S.Si, M.Pd NIP. 19650908 198803 1 002

56%). The results of research during April-Mei 2012 indicates that in the Radiologi Department Panti Wilasa “Dr.26%) and abdomen (12. pareto chart.51%). and miscellaneous factor (2.Cipto” Hospital Semarang doesn’t have the reject analysis procedure. examination type. Heving done the research results reported total reject rate during April-Mei 2012 is 9. This study aims to describe procedur reject analysis of Copued Radiography digital images modality.34%).50%) and Rad 7 (20. Data obtained from this research are then calculated matematically to count total reject rate afterwards broken it down by causes of rejection.83%).77%.95%).ANALISA PENOLAKAN CITRA DIGITAL MODALITAS COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PANTI WILASA “DR. and documentation. questionnare. The most frequent rejection of examination types are thorax (44. The type of research is a quantitative study. and radiographers code subsequently it were created into pareto chart and find out the cause effect by fishbone diagram are then analyzed descriptively. to explain rejection factors. observation. unsharpness or blurring factor (9. digital image. and radiographers code obtained considerable reject rate it is necessary to set up a team or appoint one of the employee that responsible in reject analysis program subsequently estabilish the reject analysis procedure and conduct reject analysis sistematically and periodically. Based on causes of rejection. Key words : reject analysis. and find out the solutions to reduce reject rate. fishbone diagram 1) Student of Program Radiodiagnostic and Radioteraphy Technique Semarang. CIPTO” HOSPITAL SEMARANG Nur Paramita Nira Mulyono 1) Sri Mulyati 2) ABSTRACT Computed Radiography digital image modality is necessary in reject analysis part of quality assurance. The research was conducted by survey. . incorrect exposure factor (19. CIPTO” SEMARANG REJECT ANALYSIS COMPUTED RADIOGRAPHY DIGITAL IMAGE MODALITY IN THE RADIOLOGY DEPARTMENT PANTI WILASA “DR. Causes of rejection are mispositioning factor (67.66%). interview. The most frequent rejection of radiographer codes are Rad 5 (26. 2) Lecture of Program Radiodiagnostic and Radioteraphy Technique Semarang. Computed Radiography. examination types.

Tujuan utama pencitraan diagnostik adalah untuk memperoleh kualitas gambar yang optimal dan konsisten. Namun. angka penolakan tidak mencapai angka nol karena penyebab penolakan dengan sistem radiografi konvensional masih dapat terjadi. PENGANTAR Computed Radiography (CR) merupakan bagian dari sistem radiografi diagnostik digital. Analisa penolakan memberikan informasi dari penyebab penolakan dan upaya perbaikan yang dapat dilakukan. Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Citra yang tidak memiliki nilai diagnostik karena rendahnya kualitas citra sehingga perlu dilakukan pengulangan adalah citra yang ditolak. .A. Reject Analysis Program (RAP) adalah suatu sistem yang mendokumentasikan citra yang ditolak dan menentukan penyebab penolakan yang terjadi sehingga dapat meminimalisir atau mengurangi pengulangan tersebut. Cipto” Semarang sejak tahun 2009 telah menggunakan Computed Radiography sebagai modalitas pencitraan digital telah melakukan kegiatan penolakan citra yang yang tidak memiliki nilai diagnostik namun belum pernah dilakukan analisa penolakan citra digital secara sistematis sehingga belum diketahui faktor-faktor penyebab terjadinya penolakan dan rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Penggunaan Computed Radiography diharapkan dapat mengurangi angka penolakan.

METODE Jenis penelitian yang digunakan pada penyususnan Karya Tulis Ilmiah ini adalah penelitian kuantitif dengan metode survei deskriptif. Terdapat lima metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam Karya Tulis Ilmiah ini. angket dan dokumentasi Data yang telah terkumpul kemudian diolah berdasarkan kategori penyebab penolakan. dan kode radiografer dalam bentuk tabel dan diagram pareto. Berdasarkan diagram pareto dibuat fishbone diagram untuk mencari solusi perbaikannya. yaitu survei. jenis pemeriksaan.Cipto” Semarang. dan mengetahui solusi dari program analisa penolakan citra digital di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan prosedur analisa penolakan citra digital modalitas Computed Radiography. . mengetahui faktor-faktor penyebab penolakan citra digital. CIPTO‟ SEMARANG”.Berdasarkan pengamatan penulis dan latar belakang diatas. B. wawancara. observasi. penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang analisa penolakan citra digital modalitas Computed Radiography menjadi Karya Tulis Ilmiah dengan judul “ANALISA PENOLAKAN CITRA DIGITAL MODALITAS COMPUTED RADIOGRAPHY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PANTI WILASA „DR.

Hasil reject rate dari penelitian analisa penolakan selama bulan April-Mei 2012 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang Jumlah Keseluruhan 1250 1145 2505 Jumlah ditolak 124 110 234 Jumlah diterima 1126 1035 2161 Reject Rate (%) 9.77% Bulan April Mei Total . HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Penolakan yang dilakukan jika ada citra digital yang ditolak hanya dilakukan penolakan pada alat CR tanpa mencantumkan penyebabnya dan kemudian citra-citra yang ditolak tersebut tersimpan dalam folder reject tersendiri dan tidak pernah dianalisa secara detail.C. Cipto” Semarang belum memiliki prosedur analisa penolakan citra digital karena belum pernah dilakukan secara sistematis sejak penggunaan CR tahun 2009.61% 9.92% 9. Hasil Berdasarkan hasil survei selama bulan April-Mei 2012 menunjukkan bahwa Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr.

DIAGRAM PARETO BERDASARKAN PENYEBAB PENOLAKAN 200 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 150 100 159 50 46 0 23 6 0 0 POSISI EKSPOSI BLUR LAIN-LAIN KODE ARTEFAK ORGAN DIGISCAN DIAGRAM PARETO BERDASARKAN JENIS PEMERIKSAAN 100% Jumlah 150 100 50 0 104 29 15 15 15 10 7 5 5 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 1 THORAX ABDOMEN CERVICAL LUMBOS… SINUS… THORAC… PEDIS PANORA… PELVIS CRURIS HUMERUS GENU CRANIUM WRIST CLAVICU… IVP LUMBAL SHOULDER ANTEBR… CERVICO… FEMUR OMD DIAGRAM PARETO BERDASARKAN KODE RADIOGRAFER 100 200 Jumlah 150 100 50 62 0 Rad 5 Rad 7 Rad 6 Rad 1 Rad 4 Rad 2 Rad 3 48 31 30 23 22 18 0 80 60 40 20 Persentase Akumulatif Persentase komulatif 200 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Persentase Akumulatif Jumlah .

Dari enam faktor penyebab penolakan citra digital hanya ada empat faktor yang muncul sebagai penyebab terjadinya penolakan yaitu faktor posisi (67.95%).66%). pemeriksaan cervical. Cipto” Semarang karena tidak ada software reject analysis. dan faktor lain-lain (2. Pembahasan Instalasi radiologi RS Panti Wilasa “Dr.56%). Adapun alasan belum dilakukannya analisa penolakan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang belum memiliki prosedur analisa penolakan citra digital karena belum pernah dilakukan sejak pemasangan CR tahun 2009.26% kemudian pemeriksaan abdomen sebesar 12. faktor ketidaktajaman atau blur (9. Jenis pemeriksaan dengan persentase tertinggi adalah pemeriksaan thorax sebesar 44. faktor eksposi (19. lumbosacral. dan sinus paranasal dengan .83%).34%.Kinerja Skill Kurang pendidikan Pengetahuan Tidak update pengetahuan Beda beban Lelah Komunikasi Beda masa kerja kerja Beda beban Perilaku kerja Pemeriksaan Ketrampilan mudah Kurang Asal buat pelatihan Kurang Salah CP Salah kaset pengetahuan Kurang Tidak terampil konsisten Gambar Prosedur terpotong Salah Obyek tidak Kolimator ditengah instruksi Inspirasi Instruksi tidak tepat kurang tidak jelas Metode Kesalahan Posisi pada Pemeriksaan Thorax oleh Operator Diagram fishbone berdasarkan Kesalahan Posisi pada Pemeriksaan Thorax oleh Operator 2.

Berdasarkan analisa dari fishbone penyebab penolakan.38%. Cipto” Semarang belum memiliki prosedur analisa penolakan citra digital modalitas Computed Radiography karena belum pernah melakukan analisa penolakan sejak pemasangan CR pada tahun 2009. D. Instalasi Radiologi RS Panti Wilasa “Dr. Upaya perbaikan prioritas yang direncanakan adalah lebih mengacu kepada operator yaitu dengan merencanakan pendidikan formal bagi operator sehingga seluruh petugas memiliki standar pendidikan yang sama yang diharapkan dengan standar pendidikan yang sama penolakan citra digital dapat ditekan seminimal mungkin atau dengan atau mengadakan pelatihan yang mencakup materi tentang teknik pemeriksaan thorax yang diprioritaskan diikuti oleh operator. Kode radiografer yang paling sering terjadi penolakan adalah kode Rad 5 sebesar 26.51%. Dari gambar 4. KESIMPULAN 1. dan operator. .50% diikuti oleh kode Rad 7 sebesar 20.persentase sama yaitu sebesar 6.7 menunjukkan ada keterkaitan antara ketiga faktor dominan tersebut yang menyangkut masalah posisi. jenis pemeriksaan. Kemudian membuat jadwal dan pembagian kerja dengan detail dan jelas sehingga beban kerja terhadap seluruh petugas sama besar adil tanpa membedakan jenjang pendidikan atau jabatan di instalasi radiologi. dan radiografer yang dominan secara keseluruhan. pemeriksaan thorax.

SARAN 1. Faktor penyebab penolakan adalah faktor posisi. ketidaktajaman (blur). Persentase penolakan citra digital di Instalasi Radiologi RS Panti Wilasa “Dr. Kode Radiografer yang paling dominan melakukan penolakan adalah kode Rad 5 dan Rad 7. dan pembagian beban kerja yang adil. Solusi secara menyeluruh adalah dengan membentuk tim atau menunjuk salah satu petugas sebagai penangungjawab kemudian membuat prosedur analisa penolakannya lalu melakukan analisa penolakan secara sistematis dan berkala sehingga dapat diketahui penyebab dan upaya mengatasinya. c. Cipto” Semarang pada bulan April-Mei 2012 sebesar 9. Berdasarkan analisa diagram fishbone upaya prioritas yang dapat dilakukan adalah dengan merencanakan pendidikan radiografer untuk operator. atau pelatihan untuk operator. eksposi. Faktor posisi adalah faktor paling dominan penyebab penolakan citra digital. Berdasarkan analisa diagram pareto faktor-faktor prioritas penyebab penolakan citra digital selama bulan April-Mei yaitu: a. Jenis pemeriksaan pemeriksaan thorax.77%.2. Sebaiknya menunjuk salah satu petugas yang bertanggung jawab terhadap program analisa penolakan kemudian membuat prosedur analisa yang sering mengalami penolakan adalah . E. dan lain-lain. 3. b.

4. Segal A.org (diakses 23 Februari 2012 jam 23. dan Eugene D. 3. Schueler BA. Merrill’s Atlas of Radiographic Positions and Radiologic Prosedures. Reiner B. Principles of Radiograhic Imaging (An Art and A Science). Frank. Kenya. E. Computed Digital Radiography in Clinical Practice. Tenth Edition. Philip W. . and recommendations from an in‐depth investigation at two hospitals. 2008.59 WIB). J Digit Imaging. Saint Louis : Mosby. Carlton. 2003. The British Journal of Radiology: Artefacts found in Computed Radography. 2001. Sebaiknya petugas menjalin komunikasi kepada pasien sehingga pasien dapat memahami instruksi yang diberikan petugas. New York : Thieme Medical Publishers. results. Pre and Post Computerized Radiography Film Reject Analysis in a privat Hospital in Kenya.crcpd. Siegel EL. New York: Arkansas State University. Richard R. Reginald dan Jorg Wilhelm Oestmann. www. 2001. Sebaiknya diperlukan peningkatan sumber daya manusia dengan merencanakan tugas belajar bagi operator. A Brief Overview of Computed Radiography. Foos DH. DAFTAR PUSTAKA Ballinger. 2011. Waldman DL. Batuka. Greene. 2. Nelson Mandela Metropolitan University. Digital Radiography reject analysis: data collection methodology. Caesar LJ. Zink FE. Menempelkan tabel teknik pemeriksaan radiografi di ruang radiologi. 2009. Volume Three. Conference of Radiation Control Program Directors. 1992. Sehnert WJ. Nabawessi J.penolakan lalu melakukan analisa penolakan citra digital modalitas Computed Radiography secara sistematis dan berkala. MA Dissertation.

Mirecki J. www. Siemens Medical Solution. G. Jeffrey. 2004. Mirecki J. Luzanne. Jakarta. Journal of Applied Clinical Medical Physics: Comparison of Computed Radiography and Film/Screen Combination using A Contras-Detail Phantom. dan J. 2008. Papp. So JC. 1999.C. Isouard G. Ten JI. Maman. 2003. Vano E. Journal of Digital Imaging: Digital Repeat Analysis (Setup and Operation). Muhtadan.com/medical (diakses 25 Februari 2012 jam 7. Djiwo Harsono. Seibert. AAPM Report No 93. Tesis Magister. Weatherburn. Acceptance Testing and Quality Control of Photostimulable Storage Phosphor Imaging Systems. Davies. Yogyakarta: 25-26 Agustus 2008. Dutta AK. Nickoloff EL. in two hospital departments. Keputusan Menteri Kesehatan No. Prieto C. Nelson Mandela Metropolitan University.usa. Journal of Digital Imaging: Image Retake Analysis in Digital Radiography Using DICOM Header Information. Saint Louis : Mosby. Keamanan PHP. Computed Radiography Systems (An Easy Step from Analog to Digital). Effect of Exposure Charts on Reject Rate of Extremity Radiographs. Isouard G. The British Journal of Radiology: Comparison of film. Seminar nasional IV SDm Teknologi Nuklir : Pengembangan aplikasi untuk Perbaikan Citra Digital Film Radiografi. Journal of The American College of Radiology: Digital Radiography Image Quality (Image Acquisition). 2010. MA Dissertation. 2006. hard copy computed radiography (CR) and soft copy picture archiving and communication (PACS) systems using a contrast detail test object. Nol J. Republik Indonesia. . Thrid Edition. Uncovering the cause of unnecessary repeated medical iamging examinations. 2006.Kalondo. or part of. Williams. 2009. Institut Teknologi Bandung. Lu ZF. Mark B dkk. Nol J. 129/Menkes/SK/II/2008 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. G. Kenya. Quality Management in The Imaging Science. Somantri.04 WIB). 2007.siemens. Fernandez JM. 2006. J Anthony dkk. 2008. 2006. 2008.