Anda di halaman 1dari 5

Definisi dan Faktor-Faktor Kinetika Reaksi Kimia 1.

Definisi Kinetika kimia merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai laju reaksi atau seberapa cepat proses reaksi berlangsung dalam waktu tertentu. Dalam kinetika kimia dijelaskan hubungan antara perubahan konsentrasi reaktan (atau produk) sebagai fungsi waktu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wilhelmy terhadap kecepatan inversi sukrosa, ternyata kecepatan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi / tekanan zat zat yang bereaksi. Laju reaksi dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi atau tekanan dari produk atau reaktan terhadap waktu. Kinetika kimia disebut juga dinamika kimia, karena adanya gerakan molekul, elemen atau ion dalam mekanisme reaksi dan laju reaksi sebagai fungsi waktu.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi : a. Temperatur Molekul-molekul harus bertumbukan dengan energi yang cukup besar agar dapat bereaksi. Semakin tinggi temperatur, maka akan lebih banyak tumbukan yang terjadi per satuan waktu akibat meningkatnya energi kinetik dari molekul-molekul tersebut sehingga akan lebih banyak molekul yang memiliki energi yang sama atau lebih besar dari energi aktivasi (Ea). Maka akan lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi dapat dikatakan bahwa peningkatan suhu dapat meningkatkan laju reaksi karena bertambahnya jumlah energi tumbukan aktif. Persamaan Arhenius Temperatur mempengaruhi laju reaksi karena pengaruhnya terhadap tetapan laju reaksi. Hubungan antara temperatur dan tetapan laju reaksi telah dirumuskan oleh seorang kimiawan Swedia bernama Svante Arrhenius (1889), yang ditetapkan melalui persamaan berikut :

(persamaan 1)
1

Keterangan : k = tetapan laju reaksi Ea = karakter kuantitas reaksi dalam dimensi energi, disebut energi aktifasi A = tetapan Arrhenius T = temperatur dalam K, dan R = tetapan gas ideal

Hubungan Arrhenius dapat dibuat grafik linier antara ln K dengan 1/T (K1), secara matematis dapat disusun sebagai berikut:

( )

= b +a x

.(persamaan 2)

Untuk 2 tetapan laju pada temperatur berbeda :

(persamaan 3)

b. Tekanan Tekanan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap laju reaksi, berkaitan dengan konsep dasar mekanisme terjadinya reaksi yakni melibatkan interaksi dari molekul-molekul yang harus saling bertumbukan agar reaksi dapat berlangsung. Jika reaksi diberikan tekanan tinggi maka kemungkinan molekulmolekul untuk bertumbukkan pun semakin besar.

Meningkatnya tekanan pada reaksi yang melibatkan gas pereaksi akan meningkatkan laju reaksi, namun apabila peningkatan tekanan yang hanya melibatkan zat padat maupun zat cair maka tidak akan meningkatkan laju reaksi. Peningkatan tekanan gas juga sebanding dengan peningkatan konsentrasi namun berbanding terbalik dengan peningkatan volumenya. Semakin besar tekanan yang diberikan maka akan meningkat juga konsentrasinya, namun volumenya akan semakin kecil. c. Luas permukaan Molekul juga harus saling bercampur agar dapat bereaksi. Frekuensi tumbukan antarmolekul bergantung pada wujud fisik reaktan. Semakin besar luas permukaan menyebabkan semakin banyak kontak yang terjadi maka reaksi akan semakin cepat. Pengaruh ukuran keping zat padat terhadap laju reaksi dikarenakan pada pencampuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran yang disebut sebagai bidang sentuh. Semakin luas permukaan bidang sentuh maka semakin besar jumlah tumbukan yang terjadi sehingga meningkatkan laju reaksi. Untuk memperluas permukaan bidang sentuh, kepingan zat dapat diperhalus karena semakin kecil dan halus ukuran kepingan zat maka luas permukaannya akan semakin besar.

d. Konsentrasi Untuk dapat bereaksi, molekul-molekul harus saling bertumbukan. Semakin banyak molekul yang terlibat, kemungkinan terjadi tumbukan semakin besar sehingga laju reaksi menjadi semakin cepat. Namun terdapat pengecualian dimana konsentrasi tidak mempengaruhi laju reaksi yaitu pada saat katalis telah bekerja sangat cepat. Jika menggunakan sedikit jumlah dari katalis padat dalam reaksi, dan direaksikan dengan reaktan dengan konsentrasi yang cukup tinggi, maka permukaan katalis akan diliputi oleh partikel yang bereaksi yang menghalangi terjadinya reaksi yang lebih cepat. Peningkatan konsentrasi dari larutan terkadang tidak memberikan efek apapun karena katalis telah bekerja pada kapasitas maksimumnya
3

e. Energi Aktifasi Energi aktivasi merupakan sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Svante Arrhenius, yang didefinisikan sebagai energi yang harus dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi bisa juga diartikan sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi. Energi aktivasi sebuah reaksi biasanya dilambangkan sebagai Ea, dengan satuan kilo joule per mol. Terkadang suatu reaksi kimia membutuhkan energi aktivasi yang teramat sangat besar, maka dari itu dibutuhkan suatu katalis agar reaksi dapat berlangsung dengan pasokan energi yang lebih rendah. f. Katalis Katalis didefinisikan sebagai suatu senyawa yang berfungsi sebagai peningkat laju reaksi dengan menurunkan energi aktifasi, tetapi katalis tidak ikut bereaksi baik sebagai reaktan maupun produk. Katalis mempercepat laju reaksi kearah produk maupun ke arah pereaksi, sehingga menghasilkan rendemen produk lebih cepat (rendemen produk tidak lebih banyak daripada reaksi yang tanpa katalis) Katalis dapat menurunkan energi aktifasi dengan cara menyediakan mekanisme reaksi yang berbeda yang memiliki jalur energi aktifasi yang lebih rendah. Saat berinteraksi dengan reaktan, katalis akan memberikan jalur baru yang energi pengaktifasiannya lebih rendah dari semula, sehingga reaksi lebih cepat terjadi.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kinetika Kimia dan Mekanisme Reaksi. http://ai3.itb.ac.id/~basuki/usdi/TPBkuliah/materi/materikimiadasar/kidas2b/KinetikaKimia.pdf (diakses tanggal 21 September 2009) Maron, Samuel H. dan Jerome B. Lando. Fundamentals Of Physicals Chemisrty. New York : Macmillan Publishing Co., Inc. 1974. (hal. 695-698) Sholehah, Amalia. Kinetika-Kimia1.amaliasholehah.files.wordpress.com/2008/08 (diakses tanggal 21 September 2009) LAMPIRAN

Gambar 1. Grafik Hubungan antara Temperatur, Jumlah Fraksi Tumbukan dan Energi Pengaktifan
Sumber : Anonim. Kinetika Kimia dan Mekanisme Reaksi. http://ai3.itb.ac.id/~basuki/usdi/TPBkuliah/materi/materikimiadasar/kidas2b/KinetikaKimia.pdf (diakses tanggal 21 September 2009)