P. 1
Ilmu Kealaman Dasar

Ilmu Kealaman Dasar

|Views: 70|Likes:
Dipublikasikan oleh Erfann Yuda Ansyari
Pembahasan mengenai Pengaruh Gempa Dan Tsunami Jepang Terhadap Lingkungan Global, Dampak Tsunami Aceh Terhadap Sektor Pertanian, serta Dampak Banjir Rob Aluh-Aluh Terhadap Lingkungan Sekitar.
Pembahasan mengenai Pengaruh Gempa Dan Tsunami Jepang Terhadap Lingkungan Global, Dampak Tsunami Aceh Terhadap Sektor Pertanian, serta Dampak Banjir Rob Aluh-Aluh Terhadap Lingkungan Sekitar.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Erfann Yuda Ansyari on Oct 20, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

ILMU KEALAMAN DASAR

NIM NAMA

: 3101 1001 1546 : ERFAN YUDA ANSYARI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER SISTEM INFORMASI BANJARBARU 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya. Makalah ini berisikan tentang mengenai gempa dan tsunami atau yang lebih khususnya membahas dampak yang terjadi terhadap lingkungan akibat bencana tersebut. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Banjarbaru, 3 April 2012

Penyusun

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 A. Latar Belakang ......................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................................... 1 C. Tujuan Penulisan ...................................................................................................... 1 BAB 2 PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2 A. B. C. D. Pengaruh Gempa Dan Tsunami Jepang Terhadap Lingkungan Global ................... 2 Dampak Tsunami Aceh Terhadap Sektor Pertanian ................................................ 9 Dampak Banjir Rob Aluh-Aluh Terhadap Lingkungan Sekitar .............................. 11 Studi Kasus............................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 17

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh tanah longsor atau gempa bumi besar baik yang terjadi di darat maupun di laut. Gelombang tsunami dapat terjadi 5 menit hingga 1 jam setelah longsor atau gempa bumi. Seperti yang terjadi di negara Jepang yang menelan ribuan korban jiwa.

Bencana tsunami biasanya merugikan banyak unsur dan menelan korban nyawa, sehingga perlu ada peringatan dini untuk masyarakat. Meski teknologi sudah bisa memprediksi beberapa bencana tapi tidak ada salahnya mengenali tanda-tanda sebelum bencana terutama tsunami, agar bisa segera mengamankan diri.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas dapat diambil suatu permasalahan yang dihadapi yakni seberapa pentingnya mengenali tanda-tanda dan sebab terjadinya tsunami.

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar penulis dan semua pembaca mampu memahami dampak tsunami terhadap lingkungan.

1

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGARUH GEMPA DAN TSUNAMI JEPANG TERHADAP LINGKUNGAN GLOBAL

Pada 11 Maret 2011 pada pukul 14.46 waktu setempat di pantai timur Jepang terjadi gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter yang menyebabkan terjadinya tsunami yang memporak-porandakan sebagian wilayah Jepang. Pusat gempa terjadi di wilayah Sanriku Oki Prefektur Miyagi dengan ordinat 38.0 LU dan 142.9 BT pada kedalaman 20 km dan skala 8.4 JMAI (skala seismik Badan Meteorologi Jepang semacam Skala Richter). Gempa-gempa susulan bermagnitude lebih kecil masih terjadi berkali-kali. Gempa 11 Maret 2011 ini adalah gempa terbesar dalam 20 tahun terakhir dengan korban ribuan jiwa meninggal dunia.

Akibat gempa itu, tsunami terjadi pada beberapa wilayah pantai timur Jepang hingga ketinggian lebih dari 6 meter. Wilayah yang tergolong parah adalah Prefektur/Provinsi Miyagi, Pref. Iwate, Pref. Fukushima, Pref. Shizouka, Pref. Tokushima, Pref. Aomari, Pref. Ibaraki, Pref. Chiba, Pulau Izu dan Pulau Ogasawara. Kota Miyako dan Kamaishi dilaporkan mengalami gelombang tsunami tertinggi dengan ketinggian lebih dari 4 meter sampai 6.8 meter. Sementara kota-kota lainnya berkisar antara 3 meter hingga 4 meter.

Menurut Shengzao Chen, ahli geofisika dari Badan Survey Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi saat kerak bumi di sebelah timur Jepang dengan lebar 400 kilometer dan panjang 160 kilometer pecah karena lempeng tektonik bergeser lebih dari 18 meter.

Sebenarnya Jepang sering dianggap sebagai negara yang paling siap menghadapi gempa bumi dan tsunami. Hal itu dikarenakan berbagai upaya stuktural dan non
2

struktural

yang telah dilakukan dalam mitigasi bencana. Peradaban Jepang telah

melakukan antisipasi tsunami sejak abad 9 M.

Pantai Sendai yang merupakan daerah terparah akibat gempa 2011 telah menyiapkan diri jauh-jauh hari. Pemerintah Jepang telah membangun berbagai bentuk perlindungan tsunami mulai dari breakwater lepas pantai, tanggul, hutan pantai sampai sistem peringatan dini. Mereka belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Semantara di Kota Kamaishi yang letaknya tidak begitu jauh dari pantai telah dibangun alat pemecah gelombang hingga kedalaman 19 meter yang umurnya telah mencapai 31 tahun. Diharapkan tsunami bisa dikurangi hingga 0%. Namun, Fakta berkehendak lain. Tsunami tetap terjadi.

Selain mengakibatkan korban tewas yang mencapai 2.000 jiwa, tsunami Jepang ini juga mempengaruhi beberapa aspek yang berdampak pada lingkungan global.

1. Sampah Akibat Tsunami Mengotori Perairan Dunia

Tsunami

akibat

gempa berkekuatan 8,9

Skala Richter ini

praktis

menghancurkan pelabuhan dan rumah-rumah di sepanjang pantai timur Jepang. Akibatnya terjadi sampah puing-puing rumah sekitar 3 juta ton sampai 4 juta ton tersapu ke Samudera Pasifik.

Sekitar 1 persen sampai 5 persen dari sampah terbawa arus, dan akan mencapai pantai utara Amerika Serikat bagian barat. Antara 1 persen sampai dengan 5 persen dari 1 juta ton sampai 2 juta ton sampah-sampah yang terdiri atas kayu, lemari es, kapal ikan, dan berbagai benda lainnya itu masih terapung di Samudera Pasifik, bergerak ke arah pantai Amerika Serikat. Menurut Periset Senior dan Pakar Samudera di Universitas Hawaii, Amerika Serikat, Nikolai Maximenko, Kemungkinan sampah ini akan mencapai Hawaii, Alaska, Oregon, Washington dan British Columbia.

3

Jumlah sampah itu hanya porsi dari 20 juta ton sampai 25 juta ton sampah dan puing yang muncul akibat hantaman tsunami. Sampah-sampah ini dihanyutkan gelombang usai menghantam kota-kota dan pelabuhan di Jepang.

Pembahasan soal sampah dari tsunami Jepang ini muncul dalam diskusi membahas dimana sampah-sampah ini berada, dan kapan sampah-sampah ini akan menyentuh pantai AS. Tahun lalu, tim dari Maximenko memperkirakan sampah dan puing-puing ini akan mencapai Hawaii pada awal tahun 2013.

2. Lingkungan Yang Tercemar Radioaktif

Selain gelombang tsunami, akibat kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir, warga di Jepang terancam kematian akibat radiasi nuklir (radioaktif). Pemerintah Jepang pada awalnya mengumumkan tidak adanya kebocoran pada reaktor nuklir, namun setelah meninjau pembangkit listrik yang rusak ditemukan PLTN di wilayah Fukushima mengalami kebocoran akibat guncangan yang ditimbulkan oleh gempa sehingga menyebabkan kerusakan pada pendinginnya. Gempa 11 Maret

mengakibatkan generator diesel yang digunakan untuk mendinginkan reaktor ikut padam.

Ada tiga reaktor nuklir Fukushima, pembangkit milik perusahaan Tokyo Electric Power Corp (Tepco) yang dirancang otomatis padam saat terjadi gempa. Tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi menghasilkan 2,03 juta kilowatt berlokasi di lautan Pasifik di wilayah Fukushima, wilayah yang berada pada sebelah utara kota megapolitan Tokyo. Sementara tiga reaktor nuklir di perusahaan Tohoku Electric Power di Onagawa, Miyagi dekat pusat gempa otomatis padam. Sejauh ini belum ada laporan kebocoran bahan radioaktif di Miyagi dan dikabarkan perusahaan energi yang mengoperasikan pembangkit nuklir di Jepang menyatakan fasilitas mereka beroperasi normal.

Pemicu ledakan pada reaktor nuklir Fukushima Daiichi diduga terjadinya percampuran hydrogen dengan oksigen akibat kebocoran atap gedung reaktor yang retak akibat guncangan gempa 8,9 SR. Keretakan atap gedung reaktor memicu suhu
4

dalam pembangkit berubah sehingga pendingin yang berguna menjaga batang bahan bakar (fuel rods) tidak berfungsi. Pendinginan dengan air menyebabkan hidrogen terpapar dengan batang fuel rods.

Namun berbeda dengan dua fasilitas pembangkit listrik di daerah timur laut Jepang yakni Pembangkit listrik Fukushima Daini dan Fukushima Daiichi, sekitar 240 kilometer utara Jepang. Pukul 06.30 pagi waktu setempat terdengar ledakan dari Tepco yang diduga berasal dari reaktor nomor 1 yang berada di Fukushima Daiichi. Kedua pembangkit itu mengalami masalah dari unit sistem pendinginan setelah terguncang gempa berkekuatan 8,9 skala Richter menyebabkan temperatur air pendingin pada reaktor meningkat di atas 100 derajat Celcius.

Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda padat, cair atau gas yang mana kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang berlebihan.

Penyakit Akibat Radiasi
Berdasarkan penelusuran pustaka, efek dari radiasi nuklir yang bocor tergantung dari besar kecilnya kebocoran yang terjadi. Dampak dari radiasi yang pasti dapat mengancam semua mahluk hidup, termasuk manusia. Efek radiasi ini dapat berlangsung dalam masa yang lama hingga 20 tahun setelah kejadian, bila berkaca pada bencana Chernobyl. Radiasi nuklir adalah radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency) menetapkan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif adalah angka 70 kBq/kg (2 nCi/g). Pencemaran zat radioaktif adalah salah satu jenis pencemaran lingkungan yang berbahaya bagi semua makhluk hidup. Pencemaran jenis ini akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom atau bom atom sehingga menimbulkan debu radioaktif. Segala bahan dan peralatan yang telah terkena zat radioaktif yang tidak dapat digunakan lagi

5

disebut limbah radioaktif. Sementara debu radioaktif dapat menyebabkan kesakitan hingga kematian. Bila melihat pada bencana Chernobyl Ukraina pada 26 April 1986, dilaporkan sekitar 4000 orang tewas akibat pencemaran zat radioaktif. Korban yang tewas adalah yang terkena sindrom akut radiasi (ARS). Namun diperkirakan korban pencemaran zat radioaktif Chernobyl berkisar antara 93 - 200 ribu jiwa. Bagi korban yang masih hidup bergulat dengan berbagai penyakit akibat paparan radiasi nuklir. Salah satu penyakit yang paling banyak dilaporkan adalah penyakit kanker, utamanya kanker tyroid. Angka resmi dari WHO adalah 9.000 orang mengalami kematian, dan sekitar 4.000 kasus kesakitan akibat kanker tiroid. Ada beragam penyakit yang ditimbulkan akibat radiasi nuklir seperti penyakit leukimia, katarak, pusing-pusing, gangguan metabolisme hingga gangguan

kesuburan/gangguan kehamilan. Terkait gangguan kesuburan/gangguan kehamilan belum terkonfirmasi dengan pasti sebagai efek dari radiasi zat radioaktif. Gangguan kesehatan dari radiasi nuklir menyebabkan daya tahan tubuh berkurang akibat berkurangnya sel darah putih sehingga mudah terserang penyakit. Ragam penyakit tersebut adalah efek tak langsung dari radiasi sebagai korban kesakitan. Selain kanker tyroid, ancaman penyakit kanker tulang dapat mengancam korban akibat dari pencemaran zat radioaktif kategori 90SR. Kategori 90SR adalah partikelpartikel neutron yang dihasilkan zat radioaktif. Efek lain pada diri manusia yang terkena radiasi nuklir menimbulkan ciri ciri langsung seperti pusing, diare, deman atau suhu badan naik, nafsu makan hilang, dan denyut jantung atau nadi meningkat. Ciri-ciri diatas lambat laun menyebabkan kanker darah/leukimia hingga menyebabkan berat badan turun. Sedangkan pada makhluk hidup lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan akan terjadi mutasi gen akibat pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup itu.

Selain itu terdapat beberapa efek berbahaya lain apabila tubuh manusia terkena bocoran radioaktif, yaitu : a. Rambut : rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari kekuatan radioaktif.
6

b. Otak : sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.

c. Kelenjar Gondok: kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.

d. Sistim Peredaran Darah : ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal ialah seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama 10 tahun dan mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukimia dan limfoma.

e. Jantung : bila terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak. f. Saluran Pencernaan : radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.

g. Saluran Reproduksi : saluran reproduksi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami kemandulan.

3. Tsunami Jepang Bunuh Ribuan Satwa

Gempa dan tsunami Jepang tidak hanya dirasakan di wilayah Jepang saja, tapi juga berdampak pada gelombang setinggi 5 kaki yang terjadi di Kepulauan Midway, Hawaii, AS. Gelombang tersebut menyebabkan ribuan burung albatros Laysan dan anak ayam mati. Kebanyakan dari hewan itu tenggelam atau terkubur di bawah pasir.

7

Albatros Laysan yang berbulu hitam dan putih itu memang tidak terancam punah. Namun, kematian itu bisa menyebabkan penurunan jumlah populasi yang berkembang biak di tahun ini.

Selain burung, ribuan ikan juga ditemukan mati di sekitar Eastern Island sebagai dampak dari gempa dan tsunami tersebut.

4. Dampak Tsunami Jepang Terhadap Es Antartika

Para peneliti dari NASA berhasil mendeteksi ombak tsunami Jepang bergerak sejauh 13.600 kilometer. Ombak tersebut mencapai daerah kutub selatan 18 jam setelah tsunami di Jepang. Gelombang yang tingginya hanya 30 sentimeter itu membuat gunung es yang berasal dari bongkahan es Sulzberger terpisah.

Selain gelombang, es di Antartika juga diperkirakan memiliki hubungan dengan aktivitas seismik. Saat gempa dan tsunami terjadi, getaran yang timbul cukup untuk membuat retakan pada es Antartika.

Menurut catatan sejarah, es Sulzberger belum pernah beranjak dari tempatnya selama 46 tahun. Baru setelah hingga tsunami Jepang melanda, Sulzberger bergerak. Spesialis kriosfer, Kelly Brunt, mengatakan tsunami Jepang merupakan salah satu peristiwa terbesar di dalam sejarah. Setelah tsunami terjadi, Brunt dibantu Emile Okal dari Northwestern University dan Douglas Macayeal dari University of Cicago langsung meneliti pecahan es yang mengambang di laut menggunakan satelit. Setelah melihat lebih dekat dengan bantuan radar European Space Agency Satellite (ENVISAT), ditemukan dua gunung es, salah satunya diperkirakan sebesar Kota Manhattan.

5. Dampak Gempa & Tsunami Jepang Terhadap Geografis Bumi

Selain berdampak pada manusia dan hewan, gempa Jepang tersebut juga berdampak pada geografis bumi. Gempa tersebut menyebabkan bergesernya pulau utama Jepang, Honshu hingga 2,4 meter. Selain itu, Gempa juga mengakibatkan bergesernya poros bumi hingga 10 cm.
8

B. DAMPAK PERTANIAN

TSUNAMI

ACEH

TERHADAP

SEKTOR

Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E, kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer dan berkekuatan 9,3 menurut skala Richter.

Dampak Tsunami Terhadap Sektor Pertanian Tsunami yang melanda 9 kabupaten/kota di NAD ini menyebabkan daerah tersebut mengalami kerusakan lahan pertanian cukup berat dikarenakan ribuan hektar tercemar lumpur yang terbawa gelombang tsunami. Kondisi di lapangan pasca tsunami terlihat pada kondisi rumput yang mati total. Masyarakat khawatir sawah mereka tidak dapat ditanami untuk waktu yang lama karena kadar garam yang terlalu tinggi. Selain areal sawah, ratusan ribu sumur penduduk juga ikut tercemar. Kondisi ini menyebabkan pembangunan sektor pertanian terhenti dan memerlukan penanganan serius untuk perbaikan. Gempa bumi, masuknya air laut (salinitas) dan tebalnya endapan lumpur (sedimen) membuat kerusakan lahan pertanian yang serius. Secara umum kerusakan di pantai barat lebih berat dibanding pantai timur. Di pantai barat, tinggi timbunan lumpur yang menutup lahan umumnya di atas 20 cm, dibanding di pantai timur yang umumnya di bawah 20 cm. Lumpur tebal (>10 cm) umumnya dijumpai pada jarak 3 - 4 km dari pantai, makin dekat ke pantai ketebalan lumpur makin tipis. Hasil analisa laboratorium yang dilakukan oleh Tim Puslitbangtanak, Badan Litbang Pertanian, terhadap contoh lumpur dan tanah yang diambil di beberapa lokasi menunjukkan tingginya daya hantar listrik (DHL), >10 dS/m untuk lumpur dan 2 - 12 dS/m untuk tanah permukaan. Umumnya tanaman semusim seperti jagung, kacang tanah, dan padi mulai terganggu pertumbuhannya pada DHL 4 dS/m. Kandungan garam pada contoh lumpur dan tanah juga cukup tinggi yaitu 2.000-26.900 ppm untuk lumpur dan 140 -6.000 ppm untuk tanah.

9

Tingkat kerusakan lahan yang terjadi antara lain lahan sawah (termasuk subsektor hortikultura) seluas 20.101 ha, ladang tegalan (tanaman palawija dan horti) 31.345 ha, dan perkebunan diperkirakan 56.500 - 102.461 ha (data FAO - Deptan) yang terdiri atas lahan perkebunan karet, kelapa, kelapa sawit, kopi, cengkeh, pala, pinang, coklat, nilam, dan jahe. Adapun jumlah ternak yang mati ataupun hilang adalah 78.450 ekor sapi, 62.561 ekor kerbau, domba 16.133 ekor, kambing 73.100 ekor, dan unggas 1.624.431 ekor. Infrastruktur usaha tani, seperti jaringan irigasi, bangunan irigasi, jaringan saluran tingkat usahatani, jalan usahatani, pematang, terasering (lahan kering) serta bangunan petakan lahan usahatani pun tak luput dari kerusakan. Disamping itu juga berbagai peralatan, seperti hand tractor, pompa air, traktor besar, alat pengolah nilam, karet, minyak kelapa, dan pengolah dendeng ikut rusak. FAO memperkirakan kehilangan produksi bidang pertanian mencapai US$ 78,8 juta, dan prakiraan kerusakan infrastruktur pertanian sebesar US$ 33,4 juta. Upaya rehabilitasi di wilayah pantai barat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima tahun. Sedangkan pantai timur yang kerusakannya relatif lebih ringan dapat direhabilitasi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

10

C. DAMPAK BANJIR ROB DI KECAMATAN ALUH-ALUH TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR
Banjir akibat air pasang (Rob) melanda kawasan pesisir muara Sungai Barito di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pada tanggal 19 Maret 2012 menyebabkan banyak kerugian seperti ratusan rumah rusak serta tercemarnya lingkungan. Beberapa kerugian akibat tercemarnya lingkungan pasca banjir rob tersebut antara lain : 1. Tercemarnya Air Bersih Warga Kondisi naiknya air laut (rob) ini mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur gali yang selama ini diandalkan untuk keperluan air bersih seharihari menjadi kotor dan tercemar. Sehingga mengakibatkan warga harus membeli air bersih dari pedagang dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per jerigen. 2. Menyebarnya Bakteri E-Coli Melimpahnya air bah yang memasuki wilayah pemukiman akibat banjir rob telah membawa kerusakan rumah penduduk dan lingkungan karena menumpahkan semua yang dilewati oleh air pasang tersebut. Tak terkecuali semua sampah yang terdapat di bawah kolong perumahan serta limbah pabrik menjadi terangkat kepermukaan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah limbah sampah pemukiman, yaitu kotoran dan limbah rumah tangga di bawah kolong yang terangkat dengan bakteri eColi yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Bakteri esherichia Coli (e-Coli) sebenarnya sangat mudah dijumpai pada tempat kotor dan biasanya bakteri ini terdapat pula pada kotoran makhluk hidup tak terkecuali kotoran manusia. Gejala infeksi akibat terjangkit bakteri e-Coli biasanya berupa diare, mual, demam, dan muntah. Sementara, gejala infeksi paling serius berupa gagal ginjal akut disertai kerusakan sel darah merah, gangguan syaraf, stroke, dan koma sehingga tingkat kematiannya bisa sebesar 3 sampai 5 persen.

11

D. STUDI KASUS

Secara umum, kondisi Indonesia tidak kalah baik dari Jepang. Pasalnya, Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng IndoAustralia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi.

Indonesia juga merupakan negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut. Secara umum ilmuan menyebut Indonesia berada pada posisi yang dikenal sebagai “Ring of Fire”. Jalur “Ring of Fire” adalah rangkaian lempeng atau patahan besar yang menjadi ancaman potensial gempa. Ring of Fire benar-benar mengepung Indonesia. Sewaktuwaktu akibat pergesaran lempeng akan menimbulkan bencana yang cukup besar, yakni terjadinya gempa bumi.

Peta Rawan Gempa juga menunjukkan 2/3 wilayah Indonesia merupakan area sumber gempa dan atau rawan dampak gempa. Hanya menyisakan area aman (diarsir putih) meliputi pantai timur Sumatera (Riau, sebagian Jambi, Sumatera Selatan), Laut China Selatan, Kalimantan dan Bagian utara Laut Jawa serta perairan Laut Arafuru sebelah Selatan Papua.

Jika dibandingkan dengan Indonesia yang sekitar 70% wilayahnya berada di daerah rawan gempa dan belum kuat strukturnya, pelatihan gladi gempa dan tsunami menjadi penting. Pelatihan ini sendiri mulai dipopulerkan dalam 5-7 tahun terakir. Belakangan kegiatan ini semakin rutin dilakukan di setiap kabupaten/kota yang berpotensi terhadap bencana. Pemerintah setempat juga telah mengalokasikan sejumlah dana untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

12

Banyaknya kendala yang masih harus dibenahi, mengingat Indonesia sangat beresiko terhadap jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar. Sebagian bangunan yang ada belum lah merupakan bangunan tahan gempa. Jalur evakuasi juga belum disipakan dengan matang.

Saat ini tak ada cara lain, selain melakukan penyadaran kepada masyarakat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa dan rawan bencana. Serta tidak ketinggalan membenahi semua sarana dan prasarana yang mampu meminimalisir terjadinya bencana.

Mengenali Tsunami Beserta Ciri-Ciri Terjadinya
Gelombang tsunami mempunyai amplitudo atau tinggi gelombang yang tidak begitu tinggi ,kurang dari 1 meter, terutama di laut lepas tetapi mempunyai panjang gelombang yang sangat panjang dan bersifat tidak continue yang ditimbulkan oleh gaya impulsif yang bersifat insidentil.

Panjang gelombang adalah jarak antara puncak gelombang ke puncak gelombang berikutnya. Panjang gelombang dari tsunami bisa mencapai ratusan kilometer dimana angka ini juga berbeda dengan panjang gelombang dari gelombang yang disebabkan oleh angin yang hanya sebesar 100 sampai 200 meter.

Akibat dari panjangnya gelombang tsunami maka perioda waktu untuk puncak gelombang berikutnya mencapai tempat yang sama dari gelombang sebelumnya) akan cukup besar mulai dari beberapa menit sampai ke jam. Sedangkan untuk gelombang yang timbul oleh angin periodanya cukup kecil yaitu sekitar 10 detik untuk panjang gelombang sekitar 150 meter.

Kecepatan dari tsunami kira-kira sebesar akar dua dari hasil perkalian percepatan grafitasi dan kedalaman air. Jadi semakin dalam lautan maka kecepatan tsunami akan semakin besar pula. Akan tetapi kecepatan tsunami akan berkurang pada saat tsunami tersebut mendekati garis pantai atau daratan.

13

Hal ini disebabkan kedalaman dari lautan akan semakin berkurang saat mendekati daratan sehingga kecepatannya juga akan berkurang. Sebagai konsekuensi berkurangnya kecepatan akibat semakin dangkalnya lautan maka gelombang tsunami akan semakin tinggi pada saat mendekati garis pantai atau daratan (bisa mencapai puluhan meter). Efek ini sering disebut shoaling. Oleh sebab itu, banyak nelayan yang tidak menyadari adanya tsunami di laut lepas karena gelombangnya relatif kecil padahal pada saat menuju daratan tinggi gelombang tsunami akan bertambah sehingga mampu menghancurkan apa saja yang ada di garis pantai pada saat tsunami ini melewati daerah tersebut.

Selain gempa, tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tibatiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter. Gempa yang menyebabkan tsunami
  

Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km) Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Tanda-tanda yang bisa dilihat apabila daerah kita berpotensi terjadi tsunami. Diantara tanda-tanda itu adalah:  

Merasakan terjadinya gempa. Air laut surut secara drastis dan tiba-tiba. Air laut bisa surut sampai ratusan meter. Surutnya air laut ini bukan bukti berakhirnya bencana gempa bumi akan tetapi menandakan akan adanya bencana lain yang terjadi akibat gempa bumi yaitu tsunami.

Batas horizon antara lautan dan langit tidak terlihat jelas (seperti terlihat mendung). Ini sebenarnya terjadi karena gelombang tsunami yang ada di lautan sedang menuju ke daratan dan karena gelombang tersebut semakin meninggi

14

maka butir-butir air laut yang terbawa oleh gelombang semakin dominan sehingga batas antara lautan dan langit tidak terlihat jelas.   Biasanya akan muncul gelembung-gelembung gas pada permukaan air dan membuat pantai terlihat seperti mendidih. Terdengar gemuruh dari laut lepas yang menandakan adanya gerakan gelombang yang sangat cepat menuju daratan.

Pentingnya pemecah gelombang di daerah pantai berupa hutan Bakau, mulai disadari oleh pihak yang terkait. Dalam hal ini pemerintah daerah dan juga masyarakat penghuni pesisir pantai. Kesadaran untuk mulai melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan Bakau yang gundul telah menjadi program lanjutan setelah penanganan pengungsi selesai.

Belajar dari Jepang

Sejumlah gunung berapi dan parit samudera disekitar Cekungan Pasifik telah menggenggam Jepang menjadi wilayah Ring of Fire. Jepang merupakan wilayah rentan gempa sekitar 20 persen dari keseluruhan yang terjadi di dunia. Rata-rata terjadi enam kali gempa dalam setiap lima menit.

Setiap 1 Oktober menjadi hari penting dalam kalender Jepang. Pasalnya pada hari itu akan dilakukan gladi nasional. Seluruh komponen masyarakat terlibat. Anak-anak sekolah dan pekerja pabrik diliburkan saat gladi berlangsung. Gladi dinilai sangat efektif. Misal di Distrik Taro, saat gempa dan tsunami tahun 1896 jumlah korban tewas sebesar 83%. Namun saat tsunami 1993 jumlah korban berkurang menjadi 20% dan tsunami 2011 hanya 6% dari total jumlah penduduk yang jadi korban.

Selain itu, bangunan umum dan kawasan bisnis yang berada di daerah beresiko tsunami di desain tahan gempa dan dapat digunakan sebagai evakuasi vertikal. Masyarakat juga dilatih untuk segera dievakuasi ke tempat-tempat tinggi di gedung tersebut. Hidup berdampingan dengan risiko telah menjadi pilihan yang seakan tak bisa dipisahkan bagi penduduk Jepang.

15

Pemulihan infrastruktur juga cepat dilakukan. Pasca bencana Jalan tol di Tohoku Expressway selesai dibersihkan hanya dalam waktu 11 hari. Infrastruktur ini tidak hanya berkontribusi pada transportasi dalam pengiriman barang dan logistik saat darurat, tetapi juga memulihkan ekonomi Jepang.

Saat bencana, mass media juga tidak menyiarkan hal-hal yang menyedihkan. Mayat dan hal-hal yang membuat masyarakat panik, misal terkait PLTN mass media tidak disiarkan secara detil dan bombastis, yang akan membuat masyarakat menjadi panik. Justru beritaberita tentang semangat, kebersamaan, disiplin dan ketangguhan masyarakat yang ditonjolkan mass media. Ini adalah kode etik jurnalistik yang selalu dipegang oleh mass media Jepang.

Selaku masyarakat Indonesia seharusnya kita layak belajar banyak dari Jepang. Terlebih lagi Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang memiliki ranking penduduk berisiko tinggi dari tsunami. Menurut data BNPB sedikitnya lebih dari 5 juta jiwa hidup dalam ancaman tsunami.

16

DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi, Agus., Pieter P Gero (2012). Sampah Tsunami Jepang Sampai Amerika Utara. From http://internasional.kompas.com/read/2012/02/28/22561691/Sampah.Tsunami.Jepang.S ampai.Amerika.Utara, 28 Februari 2012 Armandhanu, Denny (2012). Mengapa Reaktor Nuklir Jepang Meledak. From http://fokus.vivanews.com/news/read/209208-instalasi-reaktor-nuklir-jepang-meledak, 13 Maret 2011 P.B, Ellyzar Zachra (2011). Tsunami Jepang Bunuh Ribuan Albatros. From http://teknologi.inilah.com/read/detail/1331112/tsunami-jepang-bunuh-ribuan-burungalbatros/, 17 Maret 2011 Firman, Muhammad (2011). Dampak Tsunami Jepang Bagi Satwa Dilindungi. From http://teknologi.vivanews.com/news/read/210554-dampak-tsunami-jepang-bagi-satwadilindungi, 21 Maret 2011 (2005). Dampak Tsunami Terhadap Sektor Pertanian. From

http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/192/, 22 Februari 2005 Jordan, Tama (2011). Efek Maut Dari Radioaktif. From 3

http://logku.blogspot.com/2011/03/efek-maut-dari-radioaktif-peristiwa.html, Desember 2011 (2012). Mengambil Hikmah Dari Tsunami Jepang.

From

http://www.greenpressreport.com/2012/03/mengambil-hikmah-dari-tsunamijepang.html, 12 Maret 2012 Gobel, Fatmah Afrianty (2011). Gempa 11 Maret Jepang Dan Epidemi Penyakit. From http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/26/gempa-11-maret-jepang-danepidemi-penyakit/, 26 Maret 2011 (2010). Penyebab Tsunami Aceh Dan Tanda-Tandanya. From

http://pekanbaru.tribunnews.com/2010/11/15/penyebab-tsunami-aceh-dan-tandatandanya, 15 Desember 2010 Ahira, Anne (2004). Mengungkap Penyebab Tsunami Aceh. From

http://www.anneahira.com/penyebab-tsunami-aceh-2004.htm

17

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->