Anda di halaman 1dari 5

CASE REPORT SOFT TISSUE TUMOR

Oleh: Nur Agami 111.0221.129

Pembimbing: Letkol.CKM dr.A.B. Lubis, Sp.An

RS.Moh.Ridwan Meuraksa Periode 23 Juli - 25 Agustus 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA

LAPORAN KASUS

IDENTITAS Nama Umur Agama Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Tanggal masuk RS Tanggal Operasi ANAMNESIS 1.KELUHAN UTAMA: Pasien datang ke RS MRM dengan keluhan terdapat benjolan dibelakang leher sebelah kanan yang diketahui sejak 4 bulan yang lalu. Timbulnya benjolan tidak dirasakan pasien, tetapi semakin membesar. Benjolan ini sedikit menimbulkan kesulitan bergerak dan rasa berat pada bagian belakang leher pasien. Adanya benjolan pada belakang leher ini tidak disertai rasa nyeri,dan sulit menelan. Pasien menyangkal adanya penurunan berat badan. 2.RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Pasien mengaku tidak pernah dirawat di rumah sakit, tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya. Penyakit Hipertensi dan Diabetes disangkal. 3. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Dalam keluarga pasien tidak ada yang pernah menderita penyakit seperti ini. : Tn. Sang Aji Sungkowo : 26 tahun : Islam : Pria ::: 5 Agustus 2012 : 6 Agustus 2012

4. PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis Keadaan umum Vital Sign

: Tampak sakit sedang : Compos mentis

Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu

: 121/71 mmHg : 102 x/ menit : 74 x / menit : 37,0 C : dalam batas normal

Kepala, Mata,Thorax,Extremitas, Neurologis, Genitalia 5. STATUS LOKALIS Regio Inspeksi Palpasi : Colli dextra : terlihat benjolan, tanda-tanda inflamasi (-)

: teraba benjolan sebesar 4x4 cm, kenyal,mobile, dan nyeri tekan (-).

6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto Thorax : Dalam batas normal

Lab: HB Leukosit LED Ht Trombosit :14,2 : 5300 :6 mm :43 % :323.000/ul

7. DIAGNOSIS KERJA Soft Tissue Tumor Colli Dextra 8.TERAPI Melalui pembedahan pengangkatan tumor insisi

KESIMPULAN Pada pasien Soft Tissue Tumor Colli Dextra ini, diagnosis ditentukan berdasarkan anamesa dan pemeriksaan fisik, serta didukung degan pemeriksaan penunjang kemudian ditentukan terapi untuk pasien yaitu pengangkata tumor secara insisi ANALISA KASUS Pada operasi pasien ini, anestesi yang digunakan adalah Anestesi Umum Intubasi (general anestesia intubasi) yaitu anestesi umum dengan teknik perlindungan jalan nafas dengan cara memasukkan pipa endotrakhea ke dalam trakhea sehingga jalan nafas bebas hambatan dan nafas mudah dibantu dan dikendalikan. Pada dasarnya, tujuan intubasi endotrakheal, mempermudah pemberian anesthesia, mempertahankan jalan nafas dan kelancaran pernafasan, mencegah aspirasi isi lambung, mempermudah pengisapan sekret trakheobronchial, pemakaian ventilasi mekanis yang lama serta mengatasi obstruksi laring akut. Tindakan anestesi dilakukan dengan menghilangkan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali atau reversible. Salah satu usaha yang mutlak harus dilakukan oleh seorang dokter ahli anestesi adalah menjaga berjalannya fungsi organ tubuh pasien secara normal, tanpa pengaruh yang berarti akibat proses pembedahan tersebut. Pengelolaan jalan napas menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam suatu tindakan anestesi. Karena beberapa efek dari obatobatan yang dipergunakan dalam anestesi dapat mempengaruhi keadaan jalan napas. Untuk persiapan induksi sebaiknya kita mengingat STATICS. STATICS merupakan singkatan untuk mempermudah mengingat sarana, seperti : S=Scope T=Tube A=Airway device : Stetoskop, untuk mendengarkan suara paru dan jantung. : Pipa trakea. Pilih sesuai usia : Pipa mulut-faring (Guedel/Mayo, orofaring) atau pipa hidungfaring T=Tape I=Inducer (Naso-Tracheal Airway)

: plaster untuk fiksasi pipa agar tidak terdorong atau tercabut. : Mandrin atau stilet dari kawat di bungkus plastik yang mudah dibengkokan untuk pemandu supaya pipa trakea mudah dimasukan.

C=Connection S=Suction

: Penyambung antara pipa dan peralatan anestesia. : Penyedot lendir, ludah dan lainnya.

Obat anestesi yang digunakan untuk induksi adalah propofol 150 mg, Efedrin 10 mg, dan Fentanyl 100 mg secara intravena, Noveron 30 mg sebagai relaksan otot. Selanjutnya untuk maintainance diberikan secara inhalasi menggunakan NO sebagai anti alergi dan Ceptriaxone 2 gram. 2

liter, dan 0 3,5 liter, dan ditambah Halotan 3%. Kemudian ditambah dexamethason 8 mg