Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini kebutuhan akan listrik sangat meningkat pesat.

Listrik merupakan kebutuhan utama bagi manusia selain kebutuhan terhadap air, bisa di bayangkan bagaimana kehidupan kita tanpa adanya listrik. Seluruh wilayah maupun daerah harus mendapatkan pasokan listrik yang mencukupi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnnya. Di Bali sendiri, kita mendapat suplai listrik dari pulau Jawa dengan cara menginterkoneksi dengan menggunakan kabel bawah laut. Saat ini kabel bawah laut yang berfungsi untuk mensuplai listrik ke Bali hanya satu yang masih berfungsi. Bisa kita bayangkan bagaimana kalau sampai kabel itu putus maka Bali akan mengalami pemadaman total. Suplai daya listik yang sudah masuk bali hanya sebesar 150 kV, dan dari rencana pemerintah sekitar tahun 2015 dengan jaringan yang terinterkoneksi secara udara yang disebut GITET (Gardu Induk Transmisi Ekstra Tinggi) maka pulau Jawa akan meningkatkan suplai daya listrik ke pulau Bali sebesar 500 kV. Listrik diciptakan dari suatu pembangkit, diamana pada proses ini listrik akan di bangkitkan dari energi mekanik (motor) yang kemudian akan memutar turbin generator yang akan menghasilkan energi listrik. Pembangkit itu banyak macamnya, antara lain : Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan masih banyak jenis Pembangkit Listrik yang lain. Salah satu pembangkit listrik yang ada di Bali adalah Pembangkit Listrik tenaga Gas (PLTG). Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Pada makalah kali ini, penulis

khusus membahas mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), baik dari prinsip kerja, maupun permasalahan selama pengembangannya. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam makalah ini, adalah sebagai berikut : 1. Apakah yang dimaksud dengan Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ? 2. Apa saja jenis-jenis turbin gas yang digunakan pada Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ? 3. Bagaimanakah gambaran umum sistem dan cara kerja dari Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ? 4. Bagaimana model matematis perhitungan daya dari Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ? 5. Apa saja permasalahan yang terjadi selama pengembangan Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ? 1.3 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah, sebagai berikut :
1. Mampu mendefinisikan pengertian dari Pembangkit listrik tenaga gas

(PLTG).
2. Mampu

menjelaskan jenis-jenis turbin gas yang digunakan pada

Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)


3. Mampu memberikan penjelasan mengenai gambaran umum sistem dan cara

kerja dari Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)


4. Mampu menjelaskan mengenai model matematis perhitungan daya dari

Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)


5. Mampu

menjelaskan mengenai permasalahan yang terjadi selama

pengembangan Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) 1.4 Ruang Lingkup Materi

Dalam makalah ini, ruang lingkup yang dibahas oleh penulis hanya sebatas mengenai permasalahan yang di bahas, yaitu sebatas Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dan juga untuk memberikan gambaran kepada para pembaca mengenai cara kerja dari pembangkit tersebut.

BAB II GAMBARAN UMUM DAN PRINSIP KERJA 2.1 Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif (sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle. Sebuah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) terdiri atas sebuah kompresor, ruang pembakaran, dan turbin gas dengan generator listrik separti yang terlihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Diagram Sistem Turbin Gas Sederhana

Gagasan tentang sistem turbin gas bukanlah suatu yang baru. Menurut Dr. J.T. Retalliata sistem turbin gas sudah dikenal pada zaman Hero of Alexandria. Disain pertama yang penting dibuat oleh John Barber, dari Inggris, pada tahun 1791. Sistem tersebut bekerja dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu atau minyak bakar. Kompresor digerakkan oleh turbin dengan perantaraan rantai roda gigi. Pada tahun 1872 Dr. E. Stolze merancang sistem turbin gas dengan kompresor aksial bertingkat ganda yang digerakkan langsung oleh turbin reaksi bertingkat ganda. Udara yang keluar dari kompresor kemudian masuk ke dalam alat pemanas, yaitu sebuah alat untuk menaikkan temperatur udara sebelum masuk ke dalam turbin. Sebagai fluida pemanas di gunakan gas hasil pembakaran yang berasal dari sebuah ruang bakar khusus. Jadi, dalam hal tersebut terakhir turbin bekerja dengan udara panas sebagai fluida kerjanya. Pengujian terhadap sistem turbin gas tersebut dilaksanakan dalam tahun 1900 dan 1904, tetapi tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan terutama karena pada waktu itu efisiensi kompresornya sangat rendah. Dalam tahap awal pengembangan gagasan sistem turbin gas telah pula di coba penggunaan proses pembakaran pada volume konstan. Sistem tersebut untuk pertama kalinya dibuat di Hanover pada tahun 1908, sesuai dengan konsepsi H.

Holzworth. Tetapi usaha tersebut dihentikan karena terbentur pada banyaknya masalah konstruksi ruang bakar dan tekanan gas pembakaran yang berubah dengan besarnya beban, meskipun menurut teori dapat diharapkan diperoleh efisiensi siklus yang lebih tinggi dari pada penggunaan proses pembakaran tekanan konstan. Sistem turbin gas dengan proses pembakaran tekanan konstan yang bekerja serupa dengan siklus sistem turbin gas modern dibuat oleh Societe des Turbomoteurs di Paris pada tahun 1904. Konstruksinya dibuat sesuai dengan desain Armengaud dan Lemale yang menggunakan bahan bakar cair. Selanjutnya perkembangan sistem turbin gas tidak berlangsung secepat harapan orang. Hal tersebut disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan tentang aerotermodinamika, material serta teknologi pembuatan. Dengan demikian efisiensi turbin maupun kompresor sangat rendah sehingga efisiensi total dari system turbin gas hanya dapat mencapai beberapa persen saja. Boleh dikatakan baru sekitar tahun 1935 sistem turbin gas mengalami kemajuan pesat dimana dapat diperoleh efisiensi total sebesar 15%. Usaha untuk memperbaiki konstruksi dan efisiensi berjalan terus, terutama menjelang berakhirnya perang dunia II. Pada waktu tersebut penelitian yang dilakukan ditekankan pada kemungkinan penggunaan sistem turbin gas sebagai mesin penggerak pesawat terbang pancar gas. Pesawat pancar gas yang pertama diselesaikan pada awal tahun 1937, oleh Brithis Thomson Houston Co, untuk Power Jets LTD. (Inggris), sesuai dengan konsepsi Frank Whittle tahun 1930. Pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari usaha tersebut diatas diterapkan untuk mengembankan sistem turbin gas, untuk berbagai tujuan penggunaan; misalnya: sebagai mesin penggerak generator listrik dan mesin industri lainnya, kendaraan darat, kapal laut, pesawat terbang, dan sebagainya. Pada waktu ini sistem turbin gas dibuat untuk menghasilkan daya rendah sampai sebesar 100.000 kW. Sedangkan sebagai bahan bakar dapat diunakan bahan bakar gas sampai dengan minyak berat. Serbuk batu bara pun dapat digunakan, tetapi masih dalam taraf percobaan. Efisiensi kompresor dan turbin sudah mencapai bilangan 8095% dan temperatur kerjanya dapat mencapai 1.100 C efisiensi total dapat mencapai 25-35%.

Sistem turbin gas dapat dipasang dengan cepat dan biaya investasinya relatif rendah, jika dibandingkan dengan instalasi turbin uap dan motor Diesel untuk pusat tenaga listrik. Di samping itu dapat distart dari keadaan dingin sampai dapat dibebani penuh, dalam waktu yang sangat singkat (dalam dua menit atau lebih sedikit). Hal tersebut terakhir membuat mesin ini begitu ideal untuk mengatasi keadaan darurat dan melayani beban puncak. 2.2 Jenis Jenis Turbin Gas

Gambar 2.2 Sebuah Turbin Gas

Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya. Sebenarnya turbin gas hanyalah merupakan komponen dari suatu sistem turbin gas. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: kompresor, ruang bakar, dan turbin. Sebuah turbin gas pada umumnya memiliki suatu tingkat efisiensi yang rendah, pemakaian bahan bakarnya tinggi dan gas buang yang meninggalkan turbin masih memiliki suhu yang tinggi sekali. Oleh sebab itu pemakaian spesifik bahan baker turbin gas adalah tinggi, dan sebuah PLTG karenanya sering dipakai khusus sebagai pembangkit tenaga listrik beban puncak. Adapun prinsip kerja turbin adalah mesin penggerak, dimana energi fluida

kerja dipergunakan langsung untuk memutar roda turbin. Jadi berbeda yang terjadi pada mesin torak, pada turbin tidak terdapat bagian mesin yang bergerak translasi. Bagian turbin yang berputar dinamai rotor atau roda turbin. Sedangkan bagian yang tidak bergerak dinamai stator atau rumah turbin. Roda turbin terletak di dalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang menggerakkan atau memutar bebannya. Pada PLTG ini beban turbin berupa generator listrik. Pada roda turbin terdapat sudu dan fluida kerja yang mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut. Apabila kemudian ternyata bahwa roda turbin dapat berputar, maka tentu ada gaya yang bekerja pada sudu. Gaya tersebut timbul karena terjadinya perubahan momentum dari fluida kerja yang mengalir diantara sudu. Jadi sudu gerak haruslah dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.3 DiagramTurbin Gas Sederhana

Gambar 2.4 Roda Turbin

Gambar 2.5 Pandangan Muka dan Irisan Memanjang Sebuah Roda Turbin

2.3

Gambaran Umum dan Prinsip Kerja PLTG

Gambar 2.6 Proses Perubahan Energi di PLTG

Secara garis besar diagram ini dimulai dari energi udara dan bahan bakar diubah menjadi energi thermal. Energi thermal yang dihasilkan dari proses pembakaran digunakan untuk memutar turbin sehingga pada step ini ada perubahan energi dari energi thermal menjadi energi mekanik. Karena turbin dan generator satu poros maka pada saat turbin berputar maka generator juga ikut berputar sehingga menghasilkan energi listrik, pada step ini terjadi perubahan energi yaitu dari energi mekanik menjadi energi listrik.

Gambar 2.7 Diagram Alir PLTG

Penjelasan Komponen Utama dari PLTG 2.3.1 Kompresor (compressor) Kompresor adalah alat yang digunakan untuk mengkompresikan udara dengan jumlah yang besar untuk keperluan pembakaran, pendinginan dan lainlain. Kompresor yang digunakan adalah jenis aksial dengan 17 tingkat yang seporos dengan turbin. Untuk melakukan proses kompresi, kompresor memerlukan tenaga yang sangat besar. Tenaga untuk memutar kompresor dari gaya yang dihasilkan

10

oleh turbin. Karena pembebanan pada PLTG bervariasi maka jumlah udara yang masuk melalui filter diatur oleh Inlet Guide Vanes (IGV). 2.3.2 Ruang bakar (combuster) Combustion Chamber adalah ruangan tempat proses terjadinya pembakaran. Ada turbin gas yang mempunyai satu atau dua Combustion Chamber yang letaknya terpisah dari casing turbin, akan tetapi yang lebih banyak dijumpai adalah memiliki Combustion Chamber dengan beberapa buah Combustion basket, mengelilingi sisi masuk (inlet) turbin. Di dalam Combustion Chamber dipasang komponenkomponen untuk proses pembakaran beserta sarana penunjangnya, diantaranya: 1. Fuel Nozzle 2. Combustion Liner 3. Transition Piece 4. Igniter 5. Flame Detector 2.3.3 Turbin Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya gas diperoleh dapembakaran bahan bakar cair yang mudaterbakar. Sistem turbin gas yang palingsederhana terdiri dari tiga komponen utamayaitu kompresor, ruang bakar dan turbin, yangdisusun menjadi sistem yang kompak. 2.2.4 Generator Generator adalah alat untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator menghasilkan energi listrik dengan digerakkan atau diputar oleh suatu penggerak mula (prime mover). Penggerak mula dari pada Generator dapat berupa turbin gas (PLTG), turbin uap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), mesin diesel Pembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD), dan lain-lain. Generator mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik yang kemudian dapat dipergunakan untuk melayani kebutuhan rumah tangga, industri dan lain-lain. Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber

11

energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Dalam instalasi yang dijaga oleh operator seperti Pusat Listrik dan gardu induk ada gangguan yang tidak atau belum dilihatoleh relai, tapi dilihat oleh operator yang kemudian berinisiatif men-trip-kan atau membuka Pemutus Tenaga (PMT)/circuit breaker (CB) demi keselamatan instalasi, maka dalam hal ini operator bertindak sebagai relai. Udara luar dihisap oleh compressor dan dialirkan ke combuster, demikian juga dengan bahan bakar yang dipompa oleh pompa bahan bakar menuju combuster juga. Pada combuster terjadi pertemuan antara udara, bahan bakar, dan panas yang ditimbulkan oleh ignitor sehingga terjadi pembakaran. Dari hasil pembakaran menghasilkan gas yang kemudian gas tersebut memutar turbin dan juga memutar generator karena satu poros sehingga menimbulkan listrik. Sisa gas yang digunakan untuk memutar turbin sebagian keluar menuju stack/cerobong atau yang dinamakan exhaust. 2.2.5 Prinsip Kerja PLTG Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) mempunyai beberapa peralatan utama seperti : Turbin Gas (Gas Turbine), Kompresor (Compressor), Ruang Bakar (Combustor). Udara dengan tekanan atmosfir ditarik masuk ke dalam compressor melalui pintu, udara ditekan masuk ke dalam compressor. Udara ditekan masuk ke dalam ruang bakar dengan tekanan 250 Psi dicampur dengan bahan bakar dan di bakar dalam ruang bakar dengan temperatur 2000 3000 0F. Gas hasil pembakaran yang merupakan energi termal dengan temperature dan tekanan yang tinggi yang suhunya kira-kira 900 0C .

12

Gambar 2.8 Pembangkit Listrik Tenaga Gas

Dari energi panas yang dihasilkan inilah kemudian akan dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu diam turbin, gas panas tersebut temperature dan tekanan mengalami penurunan dan proses ini biasa disebut dengan proses ekspansi. Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik. Adapun sebagai pendukung pusat listrik tenaga gas ini digunakan beberapa alat bantu (auxiliary equipments) untuk membantu proses siklus turbin gas berjalan dengan baik, seperti : 1.Sistem Pelumas 2.Sistem Bahan Bakar 3.Sistem Pendingin 4.Sistem Udara Kontrol 5.Sistem Hidrolik 6.Sistem Udara Tekan 7.Sistem Udara Pengkabutan

13

BAB III MODEL MATEMATIS PERHITUNGAN DAYA Dalam generator, terdapat beberapa siklus yang terjadi. Adapun siklus yang terjadi tersebut, adalah : Siklus Brayton, Siklus Turbin Gas Regeneratif, dan Siklus Kombinasi. 3.1 Siklus Brayton Siklus ideal dari sistem turbin gas sederhana adalah siklus Brayton. Sistem turbin gas sederhana dengan siklus terbuka menggunakan ruang terbuka menggunakan ruang bakar sedangkan sistem turbin gas sederhana dengan siklus tertutup menggunakan alat-alat penukar kalor.

Gambar 3.1 Siklus Brayton

Turbin gas bekerja atas dasar prinsip siklus tenaga gas Brayton atau joule yang merupakan suatu standar siklus udara. Proses-proses yang terjadi terdiri atas:

14

Siklus ideal dari sistem turbin gas sederhana adalah siklus Brayton. Siklus Brayton terdiri dari proses : 1-2 2-3 34 4-1 : Proses kompresi isentropik dalam kompresor : Proses pemasukan kalor pada tekanan P konstan : Proses ekspansi isentropik dalam turbin : Proses pembuangan kalor tekanan konstan dalam alat pemindah kalor

Energi yang diperlukan oleh kompresor : Energi yang dihasilkan Energi yang dimasukkan Sehingga, : :

Diamana : T Cp = Temperatur (0C) = Konstanta Kalor

15

Untuk Siklus Brayton Ideal, hubungan antara perbandingan tekanan dan perbandingan temperatur dalam kompresi atau ekspansi isentropik diberikan oleh persamaan :

Efisiensi teoritis siklus Brayton :

Daya yang berguna (daya efektif) diberikan oleh persamaan :

Perbandingan PLTG dan jenis pembangkit lainnya :

Gambar 3.2 Perbandingan PLTG dengan Pembangkit Lain

Dari gambar diatas dapat disimpulkan : 1. Untuk waktu operasi 0 T1 : Operasi PLTG adalah termurah

16

2. Untuk waktu operasi T1 T2 3. Untuk waktu operasi T2

: Operasi PLTN adalah termurah : Operasi PLTN adalah termurah

Dari kurva lama beban disimpulkan bahwa : 1. Opersi PLTG cocok untuk beban antara L1 dan Lp (Beban Puncak) 2. Opersi PLTN cocok untuk beban antara L1 dan L2 3. Opersi PLTN cocok untuk beban antara 0 dan L2 Sehingga : 1. PLTG cocok digunakan untuk operasi beban punck 2. PLTU dan PLTN cocok digunakan untuk beban dasar 3. Bila tersedia waku yang besar maka PLTA cocok digunakan untuk beban dasa, dan bila waktu yang tersedia sedikit, maka PLTA cocok digunkan sebagai beban puncak. 3.2 Siklus Turbin Gas Regeneratif Efesiensi turbin gas dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan gas buang yang meninggalkan turbin dan yang masih memiliki suhu tinggi untuk memanaskan udara sebelum dimasukkan kedalam ruang pembakaran (gambar 3.7). Hal itu dilakukan dengan sebuah pemanas udara. Setelah meningalkan kompresor, pada titik 2 udara memasuki pemanas udara, dan dipanaskan dengan gas buang yang meninggalkan turbin. Dengan demikian sebagian dari energi yang terkandung dalam gas buang masih dapat dimanfatkan. Udara dimasukkan kedalam ruang pembakaran setelah dipanaskan dalam ruang pemanas udara, yang juga disebut regenerator. Namun demikian, sebuah PLTG pada umumnya masih memiliki efisiensi yang rendah.

17

Gambar 3.3 Siklus Turbin Gas Regeneratif

3.3

Siklus Kombinasi Peningkatan efisiensi sebuah pembangkit tenaga listrik dapat diperoleh

dengan menggabungkan siklus tenaga uap Rankine dengan siklus tenaga gas Brayton. Hal ini dilakukan dalam pembangkit tenaga listrik siklus kombinasi, Karena merupakan suatu kombinasi anatra PLTG dan PLTU, pusat tenaga listrik ini juga disebut Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU). Gas buang yang meninggalkan turbin gas mempunyai suhu yang masih tinggi, sehingga memiliki jumlah energi yang cukup besar. Suhu yang tinggi ini dimanfaatkan dengan memasukkannya ke dalam boiler pada titik 4, untuk memproduksi uap bagi turbin uap. Dapat terjadi, bahwa boiler memperoleh tambahan bahan baker pada titik 5 untuk mendapatkan daya yang lebih besar bagi siklus uap pusat tenaga listrik ini.

18

3.4

Contoh Soal Berapakah besarnya daya yang berguna (daya effektif) teoritis tanpa

kerugian dari suatu proses siklus turbin gas, bila temperatur sebelum turbin yang diizinkan maksimum T3 = 850oC dan kompresornya mempunyai perbandingan tekanan rp =P2/P1 = 6 Berapakah daya yang dihasilkan turbin teoritis bila banyaknya udara yang bekerja didalam instalasi turbin ms = 20 kg/detik ? Penyelesaian : Perhitungan menurut persamaan w yang berguna,

Dimana : Cp = 1,004 kJ / kg K = Kapasitas panas spesifik T1 = T1 + 273 = 15 C + 273 C = 288 K T3 = 850 oC + 273 oC = 1123 oK rp = 6 k = 1,4 untuk udara dan (k-1)/k = 0,285

W yang berguna = 0,90

1,004

288 = 270 KJ/Kg

Bila kapasitas udara yang bekerja ms = 20 Kg/detik, maka daya yang dihasilkan instalasi turbin gas teoritis adalah P = 270 kJ/kg . 20 kg/det = 5400 kJ/det
19

= 5400 kW Jadi, dari perhitungan daya terotis diatas didapat nilai dayanya sebesar 5400 kW.

20

BAB IV PERMASALAHAN DALAM PENGEMBANGAN PLTG 4.1 Permasalahan dalam Pengembangan PLTG Dari segi operasi, unit PLTG tergolong unit yang masa start-nya pendek, yaitu antara 15-30 menit, dan kebanyakan dapat di-start tanpa pasokan daya dari luar (black start), yaitu menggunakan mesin diesel sebagai motor start. Dari segi pemeliharaan, unit PLTG mempunyai selang waktu pemeliharaan (time between overhaul) yang pendek, yaitu sekitar 4.000 - 5.000 jam operasi. Makin sering unit mengalami start-stop, makin pendek selang waktu pemeliharaannya. Walaupun jam operasi unit belum mencapai 4.000 jam, tetapi jika jumlah startnya telah mencapai 300 kali, maka unit PLTG tersebut harus mengalami pemeriksaan (inspeksi) dan pemeliharaan. Saat dilakukan pemeriksaan, hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bagian-bagian yang terkena aliran gas hasil pembakaran yang suhunya mencapai 1.300 0C, seperti: ruang bakar, saluran gas panas (hot gas path), dan sudu-sudu turbin. Bagian-bagian ini umumnya mengalami kerusakan (retak) sehingga perlu diperbaiki (dilas) atau diganti. Proses start-stop akan mempercepat proses kerusakan (keretakan) ini, karena proses start-stop menyebabkan proses pemuaian dan pengerutan yang tidak kecil. Hal ini disebabkan sewaktu unit dingin, suhunya sama dengan suhu ruangan (sekitar 30 0C sedangkan sewaktu operasi, akibat terkena gas hasil pernbakaran dengan suhu sekitar 1.300 0C). Dari segi efisiensi pemakaian bahan bakar, unit PLTG tergolong unit termal yang efisiensinya paling rendah, yaitu berkisar antara 15-25%. Dalam perkembangan penggunaan unit PLTG di PLN, akhir-akhir ini digunakan unit turbin gas aero derivative, yaitu turbin gas pesawat terbang yang dimodifikasi menjadi turbin gas penggerak generator. Secara umum ada beberapa permasalahan yang sering terjadi pada PLTG :

21

1.

Pengoperasian pembangkit PLTG dalam waktu yang lama secara terus menerus, dengan kondisi lingkungan yang berdebu (lingkungan tropis) semakin mempercepat penurunan kinerja kompresor ditandai dengan menurunnya tekanan. Kinerja kompresor dapat menerun dikaranakan adnya kontaminan deposit yang menempel pada kompresor dan inlet guide vane. Semakin tebal deposit yang menempel semakin menurun unjuk kerja kompresor.

2.

Penurunan kinerja kompresor mengakibatkan penurunan output turbin gas, yang mana menjadikan kinerja turbin gas mejadi menurun. Dengan menurunnya kinerja kompresor dan turbin gas sangat mempegaruhi efisiensi pembangkit.

4.2

Pemeliharaan PLTG Pemeliharaan dibagi atas pemeliharaan rutin dan pemeliharaan periodik

tahunan. Pemeliharaan rutin pada umumnya tidak terlalu banyak mengingat bentuk unit yang kompak. Pemeliharaan rutin hanya sekitar penggantian filter bahan bakar dan filter udara serta koreksi karakteristik peralatan control yang dicapai menyimpang serta pembetulan lainnya yang tidak memerlukan biaya tinggi. Pemeliharaan periodic tahunan ditentukan oleh antara gabungan jumlah jam kerja dan jumlah start yang telah dicapai. Secara sederhana dapat ditetapkan angka periodic tersebut adalah 400 jam operasi untuk unit gahan bakar HSD, 6000 jam untuk unit yang beoperasi dengan bahan bakar gas alam atau 300 jam start. Terdapat 4 kali pemeliharaan periodic tahunan dalam satu siklus pemeliharaan yaitu: 1. Combustion Inspection berupa ruang bakar serta penggantian komponenkomponennya yang didapat di rusak. Pemeliharaan ini dilakukan pada 6.000 jam operasi yang pertama 2. Hot Gas Path Inspectioan berupa pemeriksaan sudu-sudu tetap dan jalan turbin dan ruang bakarnya disertai penggantian seperlunya, dilakukan pada operasi 12.000 jam 3. Cobution Inspection kedua pada operasi 18.000 jam.

22

4.3

Pendinginan Pendinginan sudu-sudu turbin dan poros turbin dilakukan dengan udara dari

kompresor. Untuk keperluan ini, ada lubang pendingin dalam sudusudu dan dalam poros turbin yang pembuatannya memerlukan teknologi canggih. Sedangkan pendinginan minyak pelumas dilakukan dengan menggunakan penukar panas (heat exchanger) konvensional.

Gambar 4.1 Konstruksi Ruang Bakar Gas, dimana Kompresor berada di sebelah kanan sedangkan turbin di sebelah kiri

4.3.1 Penentuan Lokasi untuk Pembangunan PLTG Faktor lokasi dalam pembangunan suatu PLTG adalah sangat penting, karena hal ini dapat menyangkut masalah pembangunannya dan pengoperasiannya sedangka faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan lkasi Pembangkit adalah : 1.Faktor Pusat Beban Pembanguan suatu PLTG sebaiknya di dekat pusat beban, hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya saluran transmisi tenaga listriknya. Dan juga sebaiknya ditempatkan pada suatu daerah yang direncanakan sebagai daerah industri atau beban berkapasitas besar.

23

2. Faktor Transportasi (Untuk Komponen-Komponennya) Faktor transportasi ini juga mendukung selama pengoprasiannya, misalnya menjamin kontiyuitas suplai dari bahan bakarnya. Juga dalam masa pembangunannya dimana untuk mengangkut komponen-komponen PLTG diperlukan transportasi yang cukup memadai mengingat beratnya masingmasing komponen PLTG tersebut. Dengan mengingat hal ini maka diusahakan agar PLTG dipilih pada suatu daerah yang sudah ada sarana dan prasarana transportasinya. 3. Faktor Penyaluran Bahan Bakar Dasar pemilihan PLTG terhadap penyaluran bahan bakar yang relatif mudah dan murah, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : a. Jenis dan jumlah kebutuhan bahan bakar PLTG; b. Fasilitas dan kapasitas alat pengangkut; c. Biaya pengangkutan; d. Kepadatan lalu lintas, dll

24

BAB V SIMPULAN 5.1 Simpulan Adapun simpulan yang dapat ditarik dari makalah ini, adalah sebagai berikut : 1.Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik. 2. Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya. Sebenarnya turbin gas hanyalah merupakan komponen dari suatu sistem turbin gas. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen utama, yaitu: kompresor, ruang bakar, dan turbin. 3. Dalam proses generator, tedapat beberapa siklus, diantaranya : Siklus Brayton, Siklus Turbin Gas Regeneratif, dan Siklus Kombinasi. 4. Prinsip keja PLTG adalah udara dengan tekanan atmosfir ditarik masuk ke dalam compressor melalui pintu, udara ditekan masuk ke dalam compressor, dengan tekanan 250 Psi dicampur dengan bahan bakar dan di bakar dalam ruang bakar dengan temperatur 2000 3000 0F. Gas hasil pembakaran yang merupakan energi termal dengan temperature suhunya kira-kira 900 0C. Kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu, gas panas temperature dan tekanan mengalami penurunan. Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik 5.Dari segi operasi, unit PLTG tergolong unit yang masa start-nya pendek, yaitu antara 15-30 menit, dan kebanyakan dapat di-start tanpa pasokan daya dari luar (black start), yaitu menggunakan mesin diesel sebagai motor start.
25

6.Dari segi pemeliharaan, unit PLTG mempunyai selang waktu pemeliharaan (time between overhaul) yang pendek, yaitu sekitar 4.000 - 5.000 jam operasi. Makin sering unit mengalami start-stop, makin pendek selang waktu pemeliharaannya. 7.Dari segi efisiensi pemakaian bahan bakar, unit PLTG tergolong unit termal yang efisiensinya paling rendah, yaitu berkisar antara 15-25%. 5.2 Saran Setelah penulis membuat makalah ini, maka usul dan saran yang dapat penulis sarankan adalah sebagai berikut : 1. Cara menanggulangi krisis listrik yang terjadi sekarang ini adalah dengan cara menghemat dalam penggunaan listrik untuk kehidupan sehari-hari serta menggunakan listrik dengan seefisien mungkin. 2. Untuk lebih dapat memahami prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), perlu kiranya diadakan kunjungan ke tempat Pembangkit Listrik Tenaga Gas.

26

DAFTAR PUSTAKA Mulia, Kata Sembiring, 2004. Turbin Gas Dan Instalasi Turbin Gas. Terdapat di repository.usu.ac.id/bitstream (diakses tanggal 19 Oktober 2012) Bahari, Latief. 2005. Makalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Terdapat di http://elektrojiwaku.blogspot.com/ (diakses tanggal 19 Oktober 2012). .., .., 2009. Pembangkit 2010. 19 Oktober 2012) .., 2011. PLTG. Terdapat di http://kuliah.andifajar.com/pltg/ (diakses tanggal 19 Oktober 2012) .., 2012. Pembangkit Listrik Tenaga Thermal. Terdapat di http://www.unhas.ac.id/lkpp/teknik/bab%20iv%20plt%20thermal-naja (diakses tanggal 20 Oktober 2012) Pusat Sistem Tenaga Listrik (PLTG). Terdapat di di http://yanooturbine.wordpress.com/ (diakses tanggal 19 Oktober 2012) PLTG. Terdapat http://teknikelektro05.blogspot.com/2010/09/sistem-pltg.html (diakses tanggal

27