P. 1
Teori-Teori Kepemimpinan

Teori-Teori Kepemimpinan

|Views: 73|Likes:
Dipublikasikan oleh Alif

More info:

Published by: Alif on Oct 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Teori-Teori Kepemimpinan

a. Great Man Theory
Beberapa orang dilahirkan

b. Charismatic Theory
Seseorang menjadi pemimpin karena karisma memiliki tersebut karisma, dapat

untuk

menjadi
yang untuk

pemimpin,
lainnya dipimpin.

sedangkan dilahirkan

Beberapa
pribadi

orang
yang

memiliki

menginspirasi pengikut dengan

karakteristik tertentu atau ciri membuatnya

membangkitkan

perasaan

loyalitas dan antusiasme.

lebih baik dalam memimpin dibandingkan dengan orang

lain

Sifat pemimpin dapat diperoleh melalui pembelajaran dan
pengalaman. Beberapa sifat kepemimpinan yang umum: kecerdasan, keterampilan inisiatif, kreativitas, kematangan sosialisasi, emosi, dan

komunikasi,

persuasi,

keterampilan visualisasi.

Teori ini membagi kepemimpinan menjadi tiga tipe yaitu
otoriter, demokratis, dan laissez-faire, tipe kepemimpinan ini memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi hasil kerja suatu kelompok.

Otoriter
• Keputusan & kebijakan yang dibuat oleh pemimpin yang cenderung mendikte • Melumpuhkan kreativitas & inovasi. Namun sangat efisien, terutama dalam krisis

Demokratis
• Menyiratkan hubungan & orientasi dengan orang lain • Kebijakan berdasarkan diskusi dan pengambilan keputusan kelompok

Laissez Faire
- Mendukung kebebasan penuh untuk keputusan kelompok atau individu - Partisipasi kepemimpinan yang terbatas

e. Situational Theories
Gaya kepemimpinan harus bervariasi sesuai dengan

f. Teori Kepemimpinan Kontemporer
Kepemimpinan yang efektif tergantung pada beberapa variable, seperti budaya organisasi, nilai yang dianut

situasi atau karyawan yang
terlibat, penentu utama dari gaya kepemimpinan harus mencakup sifat situasi,

pemimpian dan pengikut,
pekerjaan, lingkungan, pengaruh pemimpin/manajer,

keterampilan manajer, dan

dan tingkat kompleksitas situasi.
Teori ini terbagi menjadi dua sebagai berikut:

kemampuan para anggota
kelompok

• Interactional Leadership

Theories

• Transformational

Leadership

Sikap kepemimpinan umumnya Kepemimpinan transformasional : pandangan-kemampuan untuk dipengaruhi oleh hubungan antara pribadi pemimpin dengan melihat apa yang dibutuhkan dan memberikan arahan untuk situasi tertentu. Variabel menyelesaikannya (Stout-Shaffer utamanya adalah tindakan, dan Larrabee, 1992) . interaksi dan perasaan. Apabila Kepemimpinan transformasional frekuensi interaksi serta peran sebagai hubungan yang serta dalam aktivitas bersama interaktif, berdasarkan meningkat maka perasaan saling memiliki akan timbul dan norma kepercayaan, yang berdampak positif terhadap pemimpin dan kelompok makin jelas. pengikutnya (Wolf, Boland, & Aukerman, 1994).

Pemimpin adalah sebagai hasil ramuan dari waktu, tempat, dan situasi atau keadaan. Tampilnya pemimpin tergantung pada kemampuan dan keterampilanya menyelesaikan masalah sosial yang dibutuhkan disaat terjadi keteganggan, perubahan dan adaptasi.

Teori ini menggabungkan teori orang besar dan teori situasional, teori ini menganggap perlu untuk menganalisis karakteristik pribadi seperti sifat intelektual dari pemimpin tersebut sekaligus dikaitkan dengan situasi khusus tempat ia menjadi pemimpin. Kepemimpinan dihasilkan oleh sifat pribadi pemimpin, warna dan karakteristik kelompoknya, dan peristiwa, perubahan atau masalah yang dihadapi kelompok tersebut.

Pemimpin sebagai figur seorang ayah, sebagai sumber dari kasih dan ketakutan, sebagai simbol dari superego, sebagai

tempat pelampiasan kekecewaan, frustasi dan agresivitas para
pengikut, tetapi juga sebagai orang yang membagi kasih kepada pengikutnya. Tipe pemimpin karismatik juga tercakup

dalam teori ini.

j. Teori manusiawi (humanistic theories)
Teori ini menekankan pada pertumbuhan dan perkembangan bagan dari suatu organisasi yang efektif dan kohesif. Jika manusia adalah organisme yang daapt dimotivasi, maka organisasi justru dapat dimanipulasi dan dikendalikan. Fungsi kepemimpinan disini adalah memodifikasi organisasi sehingga orang dalam organisasi merasa memiliki kebebasan untuk merealisasikan potensi motivasinya dan dapat berkontribusi mencapai tujuan organisasi.

j. Teori pertukaran (exchange theories)
Interaksi sosial merupakan bentuk pertukaran ( a form of change ) yang anggota kelompoknya memberi dan menerima kontribusi secara sukarela

Marquis, Bessie L., Huston, Carol J. (2000). Leadership Roles and Management Function in Nursing: Theory and Application. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Salusu, J. ( ). Pengambilan keputusan stratejik: untuk organisasi publik dan organisasi nonprofit. Jakarta: Grasindo (http: // books.google.co.id (diakses 08 September 2012 pukul 10.02 WIB)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->