P. 1
Kia

Kia

|Views: 112|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Aizat

More info:

Published by: Ahmad Aizat on Oct 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK SERTA KB Penyusun

:
Slyvia Bernadeth Ahmad Aizat bin Maznorbalia 03007285

Untuk itu pemerintah berupaya bahu membahu membuat berbagai strategi untuk akselerasi menurunkan AKI Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana merupakan salah satu dari enam upaya kesehatan wajib puskesmas. regional. Tingginya angka kematian ibu dapat menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan. dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN Program kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu prioritas Kementerian Kesehatan dan keberhasilan program KIA menjadi salah satu indikator utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025. Penurunan AKI juga merupakan indikator keberhasilan derajat kesehatan suatu wilayah. Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Upaya kesehatan wajib harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada di wilayah Indonesia.7 Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia membuat pemerintah menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas dalam pembangunan kesehatan. .

dan kuratif / penanganan kedaruratan kebidanan. dan anak pra sekolah di Puskesmas adalah bagian dari pelayanan kesehatan menyeluruh terpadu yang merupakan salah satu wujud kegiatan promotif. balita.  Pelayanan kesehatan bagi bayi. pertolongan persalinan. pelayanan kesehatan neonatal. anak bawah lima tahun (Balita). yang meliputi pelayanan pemeliharaan ibu hamil. ibu sedang menyusui. dan rehabilitatif yang meliputi pemeliharaan kesehatan anak dalam kandungan. serta calon ibu di wilayah kerja. preventif. pemeriksaan bayi. . KB. serta deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita dan anak pra sekolah di wilayah kerja. perkembangan dan perlindugan bayi. kuratif. preventif.  Pelayanan kesehatan / asuhan kebidanan di wilayah Puskesmas adalah bagian dari pelayanan kesehatan menyeluruh terpadu yang merupakan salah satu wujud upaya pelayanan kesehatan promotif.BAB II PENGERTIAN  Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan kesehatan ibu dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas serta upaya kelangsungan hidup. manajemen terpadu balita sakit. dan anak usia pra sekolah dalam proses tumbuh kembang.

dan pelayanan nifas serta perawatan bayi baru lahir. Memberikan pertolongan pertama penanganan kedaruratan kebidanan dan neonatal serta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS dati II) sesuai dengan kebutuhan. 2.BAB III TUJUAN Tujuan Umum Terciptanya pelayanan berkualitas dengan partisipasi penuh pengguna jasa dan keluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap ibu mempunyai kesempatan yang terbaik dalam hal waktu dan jarak antar kehamilan. dengan gizi serta persiapan menyusui yang baik. pemeriksaan kesehatan rutin pemberian imunisasi. dan upaya perbaikan gizi. Tujuan Khusus 1. 6. Menumbuhkan. 7. mengoptimalkan. menjaga bayi tetap hangat. dan memelihara peran serta masyarakat dalam upaya KIA. menyusui dini dan eksklusif. Melaksanakan pemeliharaan kesehatan kepada seluruh balita dan anak pra sekolah yang meliputi perawatan bayi baru lahir. Memantau cakupan pelayanan kebidanan dasar dan penanganan kedaruratan kebidanan neonatal 4. melahirkan bayi sehat yang aman dalam lingkungan yang kondusif sehat. Memberikan pelayanan kesehatan neonatal esensial seluruh bayi baru lahir yang meliputi usaha pernafasan spontan. Memberikan pelayanan kebidanan dasar dan KIE kepada ibu hamil termasuk KB berupa pelayanan antenatal. . 3. Meningkatkan kualitas pelayanan KIA secara berkelanjutan 5. mencegah interaksi serta tata laksana neonatal sakit. pertolongan persalinan. dengan asuhan antenatal yang adekuat.

9. Melaksanakan manajemen terpadu balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindak lanjutnya. Melaksanakan secara dini pelayanan program dan stimulasi tumbuh kembang pada seluruh balita dan anak pra sekolah yang meliputi perkembangan motorik.8. . kemampuan berbicara dan kognitif serta sosialisasi dan kemandirian anak.

memberi bimbingan teknik. Pelaksanaan pembinaan Dukun Bayi yang diselenggarakan oleh Bidan di Desa Menyelenggarakan pelatihan bagi kader. Pencatatan register pengunjung dan register kohort ibu iv. bayi. KEGIATAN Pelayanan KIA meliputi penyelenggaraan: 1. balita. dan apras (anak usia pra sekolah) Mengkoordinir. tingkat Puskesmas/ Pondok Bersalin Desa (Polindes). balita. anak usia pra sekolah dan keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmas serta yang berkunjung ke Puskesmas. Pembinaan dan pemantauan kegiatan KIA di wilayah kerja Puskesmas KEGIATAN Cakupan KIA wilayah kerja URAIAN KEGIATAN PELAKSANA di Membuat peta wilayah kerja Puskesmas Bidan koordinator dalam hal lokasi Bidan Di Desa (BDD). dan Pos Bidan Puskesmas Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan Bidan anak yang memerlukan pemeliharaan dan edukasi kesehatan mengenai kualitas reproduksi ibu dan tumbuh kembang optimal bagi bayi. Pelaksanaan pembinaan Desa Wisma v.BAB IV KEGIATAN DAN SASARAN SASARAN Sasaran pelayanan KIA adalah ibu. BDD. memantau dan membina: Bidan koordinator ii. dan i. Pelaksanaan perawatan kesehatan tingkat Puskesmas masyarakat dan Bidan Puskesmas iii. Pelayanan KIA .Bidan.

persalinan perawatan dan nifas. Penggunaan garam beryodium bagi keluarga Asuhan ibu dan anak Merujuk kasus-kasus risiko tinggi dan Bidan dan BDD di wilayah tanda bahaya pada kehamilan. Kesehatan reproduksi. pencegahan penyakit dan pencegahan penyakit dan pencegahan kecelakaan rumah tangga. Tumbuh kembang anak. dan pelayanan KIA dan gizi keluarga di dalam petugas gizi dan di luar Posyandu keluarga Menyelenggarakan penyuluhan terpadu. Penggalakkan penggunaan pangan alami sumber zat besi bahan vii. kesehatan masyarakat ii. petugas hal yang perlu diwaspadai. pemeliharaan kesehatan masa menyusui dan pengetahuan gizi ibu menyusui iv. pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. tanda perbaikan gizi dan bahaya dalam kehamilan. Peningkatan sumber vitamin A alami terutama sayuran hijau dan buahbuahan berwarna vi.KB. hal.kader PKK mengenai gizi keluarga di petugas perbaikan dalam dan di luar Posyandu gizi Membina pelaksanaan operasional Bidan. kehamilan. perawatan. dan pengetahuan gizi bayi iii. makanan pendamping ASI (MP-ASI). Perawatan bayi yang baik. kepada individual atau kelompok di Seluruh petugas wilayah kerja tentang: yang terkait i. Tiga belas (13) pesan gizi seimbang bagi anggota keluarga v. dan Keluarga Berencana. persiapan persalinan. komplikasi pada masa nifas dan menyusui yang ditemui di wilayah kerja ke Puskesmas Melakukan persalinan dan perawatan bayi Bidang terpadu baru lahir hingga usia 30 hari di rumah dengan BP dan Balkesmas Merujuk kasus-kasus bayi dan balita Bidan tertentu KIA melalui kunjungan rumah dengan terpadu balai . BDD. dengan upaya KIA.

pemurung. pemarah. kurang siap Bidan dan dokter menerima kehamilan.dll) • Penyelenggaraan senam hamil ibu hamil. persiapan fisik dan psikis menghadapi persalinan serta perawatan bayi yang baik Tetanus Bidan Perlindungan khusus • Pelayanan konseling terpadu calon Bidan dan dokter • Pemberian imunisasi Toksoid(TT1 & TT2) Bidan dan • Suplementasi tablet besi dan tablet Bidan petugas besi folat /tablet tambah darah perbaikan gizi • Pemberian kapsul minyak beryodium 1 tablet selama kehamilan (khusus untuk daerah endemis) Deteksi dini Pemeriksaan status kesehatan ibu hamil Pemeriksaan kadar hemoglobin darah Dokter Bidan terpadu dgn petugas lab Masalah kesehatan jiwa pada ibu hamil dengan mual berlebihan. masa pasca persalinan da bayi sehat yang optimal (makanan bergizi. pencemas. perawatan payudara. Pelayanan antenatal KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN PELAKSANA Penyuluhan individual dan kelompok Bidan dan mengenai pemeliharaan kesehatan petugas selama kehamilan untuk mendapatkan perbaikan gizi persalinan.pengobatan dan upaya Puskesmas Melakukan kunjungan rumah pada pasien Bidang terpadu asuhan antenatal yang telah bersalin tanpa dengan pelayanan pertolongan petugas Puskesmas Puskesmas 2. senam hamil. dan ibu dalam masa kehamilan dalam hal mendeteksi dan mengantisipasi persalinan resiko tinggi. yang kemungkinan disebabkan oleh depresi . mudah tersinggung.

serta bidan praktek swasta Penanganan kasus-kasus yang perlu diwaspadai dan kehamilan dengan tanda Dokter bahaya serta pelayanan persalinan Merujuk kasus-kasus dengan tanda bahwa kehamilan dan persalinan yang Bidan dan dokter tidak dapat ditangani di Puskesmas 3.ditambah resiko KEK dan KEK. dukun bayi. Tindakan pengobatan dan Penapisan hal-hal yang perlu diwaspadai Bidan dan tanda bahaya persalinan Mencatat hasil pemeriksaan dan tindakan perlindungan khusus pada Bidan kartu ibu dan KMS ibu hamil Menerima rujukan hasil penjaringan Dokter pertama ibu hamil dengan tanda bahaya oleh kader kesehatan di Posyandu. dan cara mengantisipasi bila kondisi yang tidak diinginkan terjadi Penapisan hal-hal yang perlu Bidan dan dokter diwaspadai dan tanda-tanda bahaya persalinan Pemeriksaan status kesehatan ibu pada Bidan masa persalinan Komplikasi pasca persalinan sedini Bidan mungkin Perlindungan khusus Deteksi dini Tindakan pengobatan dan Pendampingan persalinan oleh dukun BDD bayi Pertolongan persalinan normal Bidan dan Dokter dikediaman ibu melahirkan atau di Puskesmas Menerima rujukan persalinan dengan Dokter . Pendampingan persalinan KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN PELAKSANA Penyelenggaraan konseling para ibu Bidan hamil mengenai persiapan proses persalinan. penyulit yang dapat timbul.

Pelayanan masa nifas KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN PELAKSANA Penyuluhan individual dan Bidan kelompok mengenai pemeliharaan kesehatan dalam masa nifas. pemulihan kesehatan pasbaca persalinan serta perawatan bayi yang baik Pelayanan konseling ibu dalam Bidan masa nifas dan ibu dalam masa hamil mengenai kesehatan masa nifas.penyulit dari bidan Penanganan persalinan Pemulihan komplikasi pasca Dokter Merujuk kasus persalinan dengan Dokter penyulit yang tidak dapat ditangani di Puskemas Perawatan pemulihan kondisi fisik dan Bidan dan Dokter psikis ibu pasca persalinan dengan perawatan bersama ibu dan bayi pada ruangan yang sama (rooming-in) 4. perawatan payudara. pemulihan kesehatan ibu serta keluarga berencana untuk dapat menjalankan fungsinya dalam keluarga sebaikbaiknya Perlindungan khusus Pemberian suplemen tablet besi Bidan dan PTG folat/ tablet tambah darah Pemberian kapsul minyak beryodium (untuk daerah endemik berat dan sedang) Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi Deteksi dini Pemeriksaan status kesehatan ibu Bidan pada masa nifas Deteksi dini tanda bahaya pada ibu masa nifas (6 jam pertama setelah . perawatan bayi baru lahir.

pelayanan kesehatan anak dan pelayanan rawat jalan lainnya Pemeriksaan status kesehatan ibu Dokter dan Bidan masa menyusui Infeksi payudara dan infeksi Dokter dan Bidan saluran reproduksi yang sering terjadi pada ibu menyusui Menilai hubungan ibu dan bayi Dokter dan Bidan PELAKSANA Perlindungan khusus . peningkatan kualitas ASI. serta keluarga berencana Pemberian suplemen tablet besi folat/ tablet tambah darah Pemberian kapsul minyak beryodium (untuk daerah endemik sedang dan berat) Deteksi dini Penjaringan pada kegiatan Dokter dan Bidan pelayanan keluarga berencana. perawatan tumbuh kembang bayi.persalinan) dan pada bayi baru lahir Tindakan dan pengobatan Menangani ibu masa nifas dengan Dokter dan Bidan tanda bahaya Pemberian diperlukan obat-obatan bila Dokter dan Bidan Menangani rujukan kasus tanda Dokter dan Bidan bahaya masa nifas dari dukun bayi dan/atau bidan praktek swasta Merujuk kasus komplikasi tertentu Dokter dan Bidan masa nifas yang tidak dapat ditangani Puskesmas Pemulihan Penyelenggaraan senam pemulihan Bidan masa nifas 5. Pelayanan ibu menyusui KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN Penyuluhan individual dan kelompok mengenai pemulihan kesehatan ibu pada masa menyusui.

Puskesmas para ibu mengenai perawatan bayi. perawatan kesehatan bayi ii. Higiene dan sanitasi vi. mental.Tindakan pengobatan dan Menangani dan merawat ibu Dokter dan Bidan menyusui baik yang memiliki komplikasi ibu menyusui. Pencegahan penyakit viii. Puskesmas. Pencegahan kecelakaan rumah tangga terhadap bayi Pelatihan stimulasi dini bayi dan Bidan penanggulangan pertama masalah kesehatan bayi sebelum dibawa ke Puskesmas seperti diare. Pertumbuhan dan perkembangan yang normal (fisik. maupun masalah kesehatan lainnya Menangani rujukan kasus Dokter dan Bidan komplikasi masa menyusuidari dukun bayi dan bidan praktek swasta Merujuk kasus-kasus komplikasi Dokter dan Bidan tertentu ibu masa menyusui yang tidak dapat ditangani Puskesmas 6. Keluarga . Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) iv. Pelayanan tumbuh kembang bayi KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN PELAKSANA Penyuluhan individual dan kelompok Bidan.sosial) vii. Perawatan payudara v. bagi ibu hamil atau ibu yang baru kader kesehatan bersalin mengenai: i. tumbuh kembang bayi. Perawatan bayi baru lahir. perasaan yang timbul pada saat merawat bayi. demam dsb Penyelenggaraan konseling terpadu bagi Bidan. Pemberian ASI eksklusif iii.

campak). Bayi dengan pertumbuhan tak normal vi. DPT & Polio I.Berencana dsb Perlindungan khusus Penyelenggaraan imunisasi pada bayi Bidan yang berupa: i. Bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah v. pneumonia. BCG (usia 5-6 minggu) ii.000 IU Bidan untuk bayi 6-12 bulan Pemberian sirup besi pada bayi diatas 6 Bidan bulan Deteksi dini Pemeriksaan kesehatan bayi berkunjung ke Puskesmas pemantauan tumbuh kembang setiap Bidan untuk Pemeriksaan kemampuan ibu untuk Bidan memberikan ASI Penimbangan dan pengukuran panjang Bidan bayi setiap bulan untuk menilai status gizi dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) Penentuan bayi yang terancam bahaya: i. bayi dengan penyaki infeksi (ISPA.II. Bayi dengan kelainan bawaan viii. Ibunya mengalami komplikasi selama hamil dan / persalinan iv. malaria. Dekat dengan penderita TBC ii.III (usia 3. Bayi yang harus mendapat makanan tambahan vii. kurang gizi kurang vitamin A. Ibunya kelamin mengandung penyakit Bidan iii. DBD. Campak (usia 9 bulan) Pemberian kapsul vitamin A 100. Bayi dengan gangguan jiwa pada ibu Deteksi Bayi Berat Lahir Rendah Bidan (BBLR). diare.&5 bulan) iii.4. .

serta pencegahan penyakit & kecelakaan rumah tangga yang sering terjadi pada balita Pelatihan stimulasi dini balita dan Bidan penanggulangan pertama masalah kesehatan pada balita sebelum dibawa ke Puskesmas.anemia. demam. higiene dan sanitasi Pertumbuhan dan perkembangan Bidan. seperti diare. perawat pemulihan pada bayi yang menderita BGM (Bawah Garis Merah) Pemulihan Menangani pemulihan terhadap bayi Dokter yang terbebas dari ancaman bahaya 7. keterlambatan tumbuh kembang dan cacat mental Tindakan pengobatan dan Pemeliharaan bayi segera sesudah lahir. dokter (fisik. penyimpangan tumbuh . bagi ibu mengenai perawatan balita petugas perbaikan gizi Pemberian makanan tambahan pada Bidan. Pelayanan tumbuh kembang anak balita KEGIATAN Peningkatan kesehatan URAIAN KEGIATAN PELAKSANA Penyuluhan individual dan kelompok Bidan. mental. perawat. kecelakaan pada rumah tangga dsb Penyelenggaraan konseling bagi ibu Bidan mengenai perawatan balita. Bidan. cacat bawaan dan cacat didapat. perawat balita. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bidan. tumbuh kembang balita. & sosial) yang normal. gizi. Dokter baik persalinan di Puskesmas maupun di luar Puskesmas Pemeliharaan bayi selama 40 hari Bidan pertama dalam kehidupan Menangani dan merawat bayi yang Dokter mempunyai masalah kesehatan Melakukan perawatan Bidan. berkesinambungan terhadap bayi yang Dokter terancam bahaya perawat.

000 Bidan IU setiap 6 bulan Pemberian sirop besi pada balita Deteksi dini Pemeriksaan kesehatan balita setiap Dokter berkunjung untuk pemantauan tumbuh kembang Penimbangan dan pengukuran Bidan. perawat panjang balita setiap bulan untuk menilai status gizi dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat Penentuan bahaya: balita yang terancam Dokter i. Anak dengan cacat fisik xi. Hambatan mental vii. Anak yang cengeng viii. Anak dengan hubungan orang-tua buruk Tindakan pengobatan dan Menangani dan merawat balita yang Dokter mempunyai masalah kesehatan (lihat buku Pedoman Pemeriksaan Dengan Peta Pemeriksaan Bebas) Melakukan perawatan Dokter berkesinambungan terhadap balita yang terancam bahaya . Gastroenteritis ii. jika belum dapat dilaksanakan Pemberian tablet vitamin A 100.kembang KB. Anemia vi. Anak dengan KEP (Kurang Energi Protein) x. Anak yang kekurangan vitamin A ix. Asma iii. Bronkhitis berulang iv. dll Perlindungan khusus Memeriksa apakah anak sudah diberi Bidan imunisasi dasar. Cacingan v.

Pemberian Makanan Tambahan Bidan (PTM) pemulihan pada balita yang dibawah garis merah (BGM) Pemulihan Mengusahakan pemulihan balita yang Bidan. terbebas dari ancaman bahaya dokter perawat. .

2-6 thn .Bidan .Bidan .1-11 bln .Rumah ibu 2.Posyandu .Perawat 7.Perawat 3.Puskesmas-Poli KIA .Bidan .Rumah ibu Sesuai dengan jam kerja puskesmas .Dokter .Rumah ibu Sesuai dengan jam kerja puskesmas .Posyandu .Puskesmas-Poli KIA .Posyandu .Puskesmas-Poli KIA .1-2 thn .Taman Kanak-kanak .Perawat 6.Perawat 5. Perawatan neonatal Neonatus lanjut (8-28 hari) . Pelayanan kesehatan dasar anak .Perawat .Bidan .Rumah ibu nifas Pada minggu pertama dan kedua masa nifas Sesuai dengan jam kerja puskesmas .Puskesmas.Rumah ibu .Bidan .Posyandu .Bidan . Jenis Kegiatan Pemeriksaan ANC Sasaran Ibu hamil Tempat .Dokter . Perawatan bayi baru lahir Neonatus .Kelompok bina keluarga balita Sesuai dengan jam kerja puskesmas .Dokter .Puskesmas-Poli KIA .Perawat 4.BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET No 1. Pelayanan ibu nifas Ibu nifas .Posyandu . Pelayanan ibu bersalin Ibu hamil .Puskesmas-Poli KIA . Perawatan neonatal Neonatus dini (1-7 hari) .Ruang bersalin (VK) Sepanjang waktu Waktu Sesuai dengan jam kerja puskesmas Pelaksana .Perawat .Bidan .

6-9 bln .Tempat penitipan anak 9.Kelompok bina keluarga balita .Posyandu .1-3 bln .1-2 thn .Taman Kanak-kanak . Deteksi dan stimulasi tumbuh kembang .Tempat penitipan anak Sesuai dengan jam kerja puskesmas .Kader Sesuai dengan jam kerja puskesmas .2-3 thn .3-4 thn .Posyandu .Taman Kanak-kanak .4-5 thn .Puskesmas-Poli KIA .3-6 bln ..Tempat penitipan anak 8.Bidan .Kelompok bina keluarga balita . Pemantauan gizi balita Balita .9-12 bln .Dokter .Puskesmas-Poli KIA .Bidan BAB VI .

KESIMPULAN DAN SARAN Upaya wajib KIA dapat memberikan masyarakat kesempatan untuk memahami kondisi mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka ini disebut dengan pendekatan belajar dan melakukan aksi bersama secara partisipatif (Participatory Learning and Action -PLA). . sehingga setiap orang memiliki pandangan yang sama tentang penyelesaian masalah mereka. Jadi. kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan. Selain itu. tetapi pendekatan ini juga merupakan proses mengorganisir masyarakat sehingga mereka mampu untuk berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah mereka. Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan mengelola berbagai komponen. Puskesmas harus lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi masalahmasalah kesehatan. Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu melakukan aksi untuk meningkatkan kondisi mereka. memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. ini merupakan proses dimana masyarakat merubah diri mereka secara individual dan secara kolektif dan mereka menggunakan kekuatan yang mereka miliki dari energi dan kekuatan mereka. puskesmas harus menjadikan program-program KIA sebagai budaya masyarakat agar angka kematian ibu dan anak dapat menurun.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->