Anda di halaman 1dari 5

GAYA BELAJAR VISUAL

Visual Adalah Pembelajar yang perlu melihat bahasa tubuh guru dan ekspresi wajah untuk sepenuhnya memahami isi pelajaran. Mereka cenderung lebih suka duduk di depan kelas untuk menghindari penghalang visual (misalnya kepala orang). Mereka mungkin berpikir dengan gambar dan dengan media belajar yang terbaik melalu tampilan visual meliputi: diagram, ilustrasi buku teks, video, flipchart dan hand-out. Selama diskusi kuliah atau ruang kelas, pelajar visual biasanya lebih memilih untuk membuat catatan rinci untuk menyerap informasi. Kecenderungan ini mencakup menggambarkan informasi dalam bentuk peta, diagram, grafik, flow chart, dan symbol visual seperti panah, lingkaran, hirarki, dan materi lain, yang digunakan instruktur untuk mempresentasikan hal-hal yang disampaikan dalam kata-kata. Hal ini mencakup juga desain, pola, bentuk dan format lain yang digunakan untuk menandai dan menyampaikan informasi Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka

gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi. Media/bahan yang cocok: Guru yang menggunakan bahasa tubuh atau gambar dalam menerangkan Media gambar, video, poster dan sebagainya Buku yang banyak mencantumkan diagram dan gambar Flow chart Grafik Menandai bagian-bagian yang penting dari bahan ajar dengan menggunakan warna yang berbeda Symbol-simbol visual

Ciri-ciri gaya belajar visual : Bicara agak cepat Pengeja yang baik Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi Tidak mudah terganggu oleh keributan Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar Lebih suka membaca dari pada dibacakan Pembaca cepat dan tekun Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato Lebih suka musik dari pada seni Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual : Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video). Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar. Lebih suka musik dari pada seni Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

Tipe Visual Tipe VisuaL Otak Kiri 1. Tipe visual otak kiri menyerap informasi secara visual dan menerjemahkannya ke dalam bentuk symbol dan bahasa misalnya dalam bentuk surat, kata-kata, nomor atau ide 2. Tipe visual otak kiri, jika sedang berpikir, ketika melihat kearah langit-langit. Pandangan mata kekanan dan kekiri, karena otak mereka memproses data dengan melihat setiap data atau symbol. 3. Tipe otak kiri akan menatap lurus kea rah lawan bicara untuk membantu mereka mendengarkan lebih baik, sebaliknya tipe ini tidak senang dengan orang yang diajak bicara tidak menatap mata lawan bicara 4. Tipe ini senang membuat gambar, grafik, tepat waktu, selalu terjadwal, sangat baik dalam penyimpanan data. Mempercepat Proses Belajar Visual otak kiri mempercepat proses belajar dengan membaca dan melihat materi visual dalam bentuk bahasa, surat, kata, angka, juga membuat kontak mata dengan lawan bicara. Tipe ini lebih mudah mempelajari dengan membaca buku dan catatan yang diberikan secara jelas dan rapi Tipe visual otak kiri dapat belajar, baik dengan diiringi musik atau tidak, karena mereka tidak terlalu peduli dengan stimuli auditori di sekelilingnya dan juga sangat sensitive terhadap stimuli visual dan mudah terusik bila ada gangguan visual Tipe ini dapat belajar dan mengingat tulisan pengucapan bahasa dan pengejaan jika materinya disajikan dalam bentuk cetak dan terlihat rapi Tipe ini sangat terjadwal dalam disiplin waktu Untuk mempercepat membaca, tipe ini harus mengingat detail kata dan angka yang dibaca

Instruksi yang seseuai untuk gaya visual otak kiri Tipe ini hanya perlu mengingat setiap detail yang dibaca daripada harus mencari yang tersirat meminta instruktur yang memilih point-point yang penting dan menuliskannya di papan tulis Tipe Visual Otak Kanan 1. Tipe visual otak kanan menyerap informasi dengan mata, dan sangat tertarik dengan gambar, symbol, grafik, warna, bentuk, desain, ukuran, dan hubungan antar ruang. Memproses stimuli ini dengan cara simultan, cukup sekali pandangan dan mereka dapat menangkap detailnya 2. Tipe ini mudah terusik dengan gangguan visual 3. Tipe ini pandai memadukan warna, aksesoris yang cocok dan peka terhadap penampilan visual disekelilingnya 4. Senang membuat segala sesuatu tampil cantik 5. Senang menghadiri pameran lukisan, galeri seni, pameran mobil atau jalan-jalan

6. Menyimpan arsip dengan box file yang berwarna-warni, tempat buku yang bergaya, tempat pensil yang unik dan lain-lain 7. Saat bicara, tipe ini lebih senang melihat kearah bibir daripada harus melihat ekspresi lawan bicara 8. Tidak terlalu peka terhadap waktu, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai keinginan mereka dengan tidak melebihi batas waktu Mempercepat proses belajar Cara yang paling tepat bagi tipe visual otak kanan adalah dengan alat bantu visual seperti grafik dan gambar Adanya kontak mata dengan guru atau pengajar daripada harus mendengarkan saja Diberi penjelasan sacara deskriptif agar memiliki bayangan yang jelas tentang materi yang dibicarakan Disediakan media, slide, video disertai gambar-gambar yang menarik dan imajinatif Tipe ini bisa belajar baik diiringi dengan music maupun tidak, kebisingan dan suara disekitar tidak akan menggoyahkan konsentrasi Tipe ini mengingat setiap objek yang mereka lihat dalam kehidupan nyata Tipe ini dapat memahami bacaan dengan lebih cepat dengan membayangakan semua yang dibaca Tipe ini sangat tertarik pada seni rupa dan desain grafik dan arsitektur

Instruksi yang seusai dengan gaya visual otak kanan: Memberikan gambaran-gambaran sekilas dari materi yang akan dipelajari Membuat gambar atau alat bantu visual atau membuatnya sendiri

Kelebihan Gaya Belajar Visual 1. 2. 3. 4. Mampu mengingat detail dan warna dengan sangat baik Mampu membaca, mengeja, dan menghafal pelajaran dengan baik. Sangat baik dalam mengingat wajah seseorang, namun seringkali lupa mengingat nama. Saat menghafal dan memahami suatu informasi, biasanya mereka memvisualisasikan gambar atau image dalam pikirannya. 5. Umumnya berpenampilan rapi dan baik. 6. Ketika memecahkan masalah cara yang dilakukan oleh anak visual adalah dengan membaca informasi, serta membuat daftar mengenai masalah atau hambatan apa saja yang ia hadapi. Kekurangan si Visual Learner 1. Anak visual juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain: 2. Sulit belajar dalam suasana yang bising dan banyak gangguan 3. Sulit memahami penjelasan guru tanpa disertai dengan gambar atau bagan

4. Terganggu konsentrasinya saat melihat tampilan (baik penampilan seseorang atau tampilan suatu informasi) yang menurutnya tidak menarik atau justru jelek.

Cara Memaksimalkan Kemampuan Anak Visual 1. Ajarkan anak untuk memahami informasi dari gambaran besarnya dulu secara umum, sambil memahami informasi melalui detil-detil yang lebih spesifik. 2. Untuk membantu anak menghafal, gunakan flashcard atau kartu kecil berisi kata kunci dari masing-masing informasi yang sedang dipelajari. 3. Ajak anak untuk mencari materi-materi alternatif dari berbagai sumber, contohnya dari video, PowerPoint, mindmap, gambar, atau bagan yang menarik. Hal ini akan membantu anak untuk memperoleh gambaran besar dari apa yang akan ia pelajari. 4. Setiap hari, ajarkan anak untuk disiplin dalam mengulang pelajaran yang telah ia catat selama di sekolah. Hal ini akan membantunya mengolah dan menyeleksi informasi yang penting, dan menyegarkan ingatannya mengenai materi yang diterimanya saat di kelas. 5. Sediakan beragam highlighter atau spidol berwarna terang agar anak dapat menandai bagian-bagian penting dari buku atau catatannya agar lebih mudah dilihat dan dipelajari. Untuk pembelajar visual, di mana lebih banyak menyerap informasi melalui mata, hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah: 1. Biarkan mereka duduk di bangku paling depan, sehingga mereka bisa langsung melihat apa yang dituliskan atau digambarkan guru di papan tulis. 2. Selain tulisan, buatlah lebih banyak bagan-bagan, diagram, flow-chart menjelaskan sesuatu. 3. Putarkan film. 4. Minta mereka untuk menuliskan poin-poin penting yang harus dihapalkan. 5. Gunakan berbagai ilustrasi dan gambar. 6. Tulis ulang apa yang ada di papan tulis. 7. Gunakan warna-warni yang berbeda pada tulisan.