Anda di halaman 1dari 6

Hari / Tanggal Materi Tujuan Dasar Teori

: Rabu, 23 November 2011 : Alkalinitas dan Asiditas : untuk mengetahui alkalinitas dan asiditas dalam air :

Alkalinitas
Alkalinitas dalam air biasanya disebabkan oleh bikarbonat, karbonat, dan hidroksida. Jumlah masing-masing penyebab alkalinitas itu ditentukan dengan titrasi menggunakan larutan standar asam kuat sampai titik ekuivalen bikarbonat atau asam bikarbonat berdasarkan perubahan warna indicator. Dengan indicator phenol pthalein ditentukan alkalinitas hidroksida dan setengah dari karbonat. Untuk menentukan alkalinitas jumlah ( hidroksida, karbonat, dan bikarbonat ) digunakan indicator yang perubahan warnanya berkisar pada pH 4-5. Air sampel + PP merah tidak merah Air sampel + MO kuning Orange / CO3 / CO3 / CO3 / / CO3 / (positif) (negative) (positif) (negative)

Asiditas
Asiditas dalam air disebabkan oleh karbon dioksida (CO2) asam mineral. Adanya asiditas dalam air ditunjukkan oleh pH air tersebut di bawah 8,5. Air dengan pH < 4,5 hanya mengandung asam mineral (kuat). Asiditas oleh CO2 dan asam mineral ini ditentukan dengan menggunakan larutan baku asam. Asam mineral di titrasi sampai pH mencapai kira-kira 4,5. Karena Methyl Orange (MO) / metil jingga biasanya digunakan sebagai indicator untuk penentuan asiditas oleh asam mineral, maka biasa disebut sebagai asiditas MO. Titrasi dengan menggunakan indicator PP sampai pH 8,3 untuk menentukan asam mineral dan asam lemah (asiditas jumlah). Asiditas jumlah ini sering disebut sebagai asiditas phenol pthalein.

Untuk lebih jelasnya dapat dinyatakan sebagai berikut : 10 9 8 pH 7 6 5 4 3 2 1 Asiditas oleh asam mineral Asiditas oleh asam lemah (CO2) Asiditas jumlah
--------------------------------------

titik akhir phenol pthalein (timbul warna rose)

titik akhir MO (perubahan warna dari orange menjadi kuning)

Alat dan Bahan : Alat Bahan Air kran Indicator PP Indicator MO Aquadest Larutan standar NaOH 0,1 N Lrutan standar HCl 0,1 N Labu Erlenmeyer 250 ml (4 buah) Corong (1 buah) Gelas beker 50 ml (1 buah) Buret asam (1 buah) Buret basa (1 buah) Statif (1 buah) Pipet tetes ( 2 buah) Gelas ukur 100 ml (1 buah)

Cara kerja (Alkalinitas) : 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Bilas dan cuci alat yang terbuat dari kaca dengan aquadest hingga tiga kali. 3. Takar air kran dengan gelas ukur sebanyak 100 ml, kemudian tuang pada labu Erlenmeyer. Ulangi sekali lagi pada labu Erlenmeyer yang lain. 4. Tetesi air pada labu Erlenmeyer pertama dengan indicator MO sebanyak tiga tetes, kemudian beri nama labu A. Pada labu ke dua tetesi dengan indicator PP sebanyak tiga tetes, kemudian beri nama labu B.

5. Amati labu A, bala terjadi perubahan warna menjadi kuning (positif) dilanjutkan titrasi. Bila warna orange (negative) tidak dilanjutkan titrasi. 6. Amati labu B, bila terjadi perubahan warna menjadi pink (positif) dilanjutkan titrasi. Bila tidak berwarna (negative) tidak dilanjutkan titrasi. 7. Titrasi labu A (karena yang labu B negative) dengan titran HCl 0,1 N. Catat volume awal,volume akhir dan volume titrasi. Ketika berubah menjadi orange, ulangi titrasi tiga kali. 8. Lakukan perhitungan sesuai data yang telah diperoleh. 9. Cuci semua alat yang digunakan dan kembalikan ke tempat semula.

Cara kerja (Asiditas) : 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Bilas dan cuci alat yang terbuat dari kaca dengan aquadest hingga tiga kali. 3. Takar air kran dengan gelas ukur sebanyak 100 ml. kemudian tuang pada labu Erlenmeyer. Ulangi sekali lagi pada labu Erlenmeyer yang lain. 4. Tetesi air pada labu Erlenmeyer yang pertama dengan indicator MO sebanyak tiga tetes, kemudian beri nama labu A. pada labu ke dua tetesi dengan indicator PP sebanyak tiga tetes dan beri nama labu B. 5. Amati abu A, bila terjadi perubahan warna menjadi orange (positif) dilanjutkan titrasi. Bila berwarna kuning tidak dilanjutkan titrasi. 6. Amati labu B, bila tidak terjadi perubahan warna (positif) dilanjutkan titrasi. Bila berwarna pink tidak dilanjutkan titrasi. 7. Titrasi labu B (karena labu A negative) dengan titran NaOH 0,1 N. catat volume awal, volume akhir, dan volume titrasi. Ketika berubah menjadi warna pink tipis, ulangi titrasi sebanyak tiga kali. 8. Lakukan perhitungan sesuai dengan data yang diperoleh. 9. Cuci semua alat yang digunakan dan kembalikan pada tempat semula.

Data Praktikum Alkalinitas MO Hasil titrasi NaOH,HCl No Volume awal 1 2 3 0 ml 3,3 ml 6,2 ml Volume akhir 3,3 ml 6,2 ml 9 ml Rata-rata Volume titrasi 3,3 ml 2,9 ml 2,8 ml 3 ml

Alkalinitas MO

Alkalinitas PP

Asiditas PP Hasil titrasi HCl No 1 2 3 Volume awal 0 ml 1,3 ml 1,8 ml Volume akhir 1,3 ml 1,8 ml 3 ml Rata-rata Volume titrasi 1,3 ml 0,5 ml 1,2 ml 1 ml

Asiditas MO

Asiditas PP

Pembahasan Alkalinitas Pada percobaan penentuan alkalinitas dan asiditas dapat mengunakan sampelair apapun, seperti air sungai, danau, dan lain-lain. Percobaan ini untuk menentukan kadar alkalinitas dan asiditas air kran. Sebelum memulai percobaan, dilakukan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Isikan 100 ml air pada labu A dan labu B, kemudian beri tiga tetes indicator MO pada labu A dan tiga tetes indicator PP pada labu B. amati perubahan warna pada labu, yaitu pada labu A berwarna kuning dan labu B tidak berwarna. Dengan demikian, maka labu A dikatakan positif dan labu B negative. Karena, jika air mengandung ion-ion pembentuk basa ( , CO3, dan ), maka ketika ditetesi indicator MO akan berwarna kuning, dan ketika

ditetesi ndikator PP akan berwarna pink. Untuk mengetahui alkalinitas air, maka metode yang dilakukan yaitu metode titrasi, karena alkallinitas, maka menggunakan HCl 0,1 N (asam kuat) sebagai titrannya. Pada proses titrasi dilakukan hingga warna kuning tepat berubah menjadi orange. Catat volume sebelum dilakukan titrasi dan catat pula volume akhir titrasi untuk mendapatkan volume titrasi. Percobaan ini dilakukan tiga kali agar data yang di peroleh lebih akurat. Setelah semua data di peroleh, lakukan perhitungan alkalinitas dengan rumus (V = volume titrasi, F = faktor koreksi, BE = berat ekuivalen), sehingga di dapat nilai 135,470 ppm sebagai HCO3 pada alkalinitas MO. Namun, pada alkalinitas PP bernilai 0 ppm. Karena ketika labu B ditetesi indicator PP bernilai negative, maka tidak dilakukan titrasi, sehingga bernilai 0 ppm. Dengan demikian, air tersebut mengandung 135,470 mg setiap liternya sebagai HCO3.

Asiditas Pada percobaan penentuan alkalinitas dan asiditas dapat menggunakan air sampel apapun, seperti air sungai, danau, rawa, dan lain-lain. Percobaan ini untuk menentukan kadar alkalinitas dan asiditas air kran. Sebelum memulai percobaan dilakukan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Isikan 100 ml air pada labu A dan labu B, kemudian beri tiga tetes indicator MO pada labu A dan tiga tetes indicator PP pada labu B. amati perubahan warna pada labu, yaitu pada labu A berwarna kuning dan labu B tidak berwarna. Dengan demikian, maka labu A dikatakan negative dan labu B positif, karena jika air mengandung ion-ion pembentuk asam (CaCO3 dan CO2), maka, maka ketika ditetesi indicator MO akan berwarna orange, dan ketika ditetesi indicator PP tidak berwarna. Untuk mengetahui asiditas air, maka metode yang digunakan, yaitu metodde titrasi, karena asiditas, maka menggunakan NaOH 0,1 N (basa kuat) sebagai titrannya. Pada proses titrasi dilakukan dari yang tidak berwarna hingga tepat berubah menjadi pink tipis. Catat volume sebelum titrasi dan catat pula volume akhir titrasi dan catat pula volume akhir titrasi untuk mendapatkan volume titrasi. Percobaan ini dilakukan tiga kali agar lebih akurat data yang di peroleh. Setelah semua data yang di peroleh, lakukan perhitungan asiditasair dengan rumus (V = volume titrasi, F = faktor koreksi, BE = berat ekuivalen), sehingga di dapat nilai 32,860 ppm sebagai CO2 pada asiditas PP. Namun, pada asiditas MO bernilai 0 ppm, karena ketika labu A ditetesi indicator MO bernilai negative, maka tidak dilakukan titrasi, sehingga bernilai 0 ppm. Dengan demikian, air tersebut mengandung 32,860 mg setiap liternya sebagai CO2. Kesimpulan 1. Penyebab alkalinitas air kran karena HCO3, sebanyak 132,470 mg/l 2. Penyebab asiditas air kran karena CO2, sebanyak 32,860 mg/l