Anda di halaman 1dari 4

H|m - I

Mk encemoron Udoro - 1ehn|h L|nqhunqon - |1A15


D|:u:un o|eh 1oty A|f|oh, 51. M1.


STRUKTUR DAN KOMPOSISI ATMOSFER

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi dan
merupakan reaktor sangat besar tempat terjadinya berbagai reaksi
antara berbagai unsur dan senyawa yang diemisikan dari berbagai
kegiatan di bumi. Reaksi kimia yang terjadi di atmosfer dapat terjadi
baik pada fasa cair maupun pada fasa gas, keduanya memiliki suatu
rangkaian reaksi yang saling berkaitan.

A Struktur Atmosfer
Atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa lapisan berbeda
berdasarkan pada profil temperatur terhadap ketinggian dari
permukaan bumi. Profil temperatur menurut ketinggian menunjukkan
dua titik minimum yaitu sekitar 20 km dan 80 km diatas permukaan
bumi.
Struktur atmosfer dibedakan atas :
1. Troposfer.
Lapisan yang paling dekat ke permukaan hingga mencapai ketinggian
15 km di atas khatulistiwa dan 10 km di atas kutub. Temperatur
berkurang dengan pertambahan ketinggian dari permukaan bumi
rata-rata sebesar 6,5 C/km. Penurunan temperatur tersebut
disebabkan oleh efek pemanasan yang kuat pada permukaan bumi
dari absorpsi radiasi solar UV. Selain itu terdapat percampuran
vertikal yang sangat kuat sehingga polutan berbentuk partikel dan
gas dapat berpindah dari permukaan bumi menuju bagian atas
troposfer yang berlangsung dalam beberapa hari.
2. Stratosfer.
H|m - 2




Mk encemoron Udoro - 1ehn|h L|nqhunqon - |1A15
D|:u:un o|eh 1oty A|f|oh, 51. M1.

Lapisan stratosfer dimulai dari batas troposfer sampai ketinggian 50


km dari permukaan bumi. Temperatur konstan pada stratosfer bagian
bawah dan kemudian meningkat dengan penambahan ketinggian.
Pada lapisan ini terjadi penyerapan radiasi gelombang pendek oleh
ozon. Pada stratopause (bagian atas stratosfer) temperatur mencapai
270 K. Pada lapisan ini terjadi reaksi fotokimia yang melibatkan O
2

dan O
3
.
3. Mesosfer.
Lapisan mesosfer terdapat pada ketinggian 50 hingga 58 km dari
permukaan bumi. Temperatur akan terus menurun dengan
bertambahnya ketinggian hingga akan mencapai suhu terendah 175
K, yaitu titik yang paling dingin di atmosfer. Penurunan temperatur
sejalan dengan berkurangnya konsentrasi ozon (O
3
).
4. Thermosfer.
Lapisan thermosfer merupakan lapisan yang paling atas atau paling
luar dari permukaan bumi. Suhu pada lapisan ini dapat mencapai
1000 oK. Densitas molekuler 10
3
molekul/cm3, dapat dibandingkan
dengan 2,5x10
19
pada permukaan laut.
Diantara keempat lapisan atmosfer, lapisan troposfer adalah yang
paling penting, karena disinilah tempat berlangsungnya kehidupan
semua makhluk hidup.

H|m - 1




Mk encemoron Udoro - 1ehn|h L|nqhunqon - |1A15
D|:u:un o|eh 1oty A|f|oh, 51. M1.



H|m - 4




Mk encemoron Udoro - 1ehn|h L|nqhunqon - |1A15
D|:u:un o|eh 1oty A|f|oh, 51. M1.


B. Komposisi Atmosfer
Secara kasar, komposisi atmosfer alami tersusun oleh 78% nitrogen,
21% oksigen, 1% argon dan gas-gas lainnya. Secara detil, gas-gas
penyusun atmosfer bumi dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 1.2. Komposisi gas atmosfer
G a s Konsentrasi
ppm volum
Konsentrasi %
volum
Nitrogen (N2) 280.000 78,09
Oksigen (O2) 209.500 20,95
Argon (Ar) 9300 0,93
Karbon dioksida (CO2) 320 0,032
Neon 18 0,0018
Helium (He) 5,2 0,00052
Metan (CH4) 1,5 0,00015
Kripton (Kr) 1,0 0,0001
Hidariogen (H2) 0,5 0,00005
Dinitrogen oksida (N2O) 0,2 0,00002
Karbon monoksida (CO) 0,1 0,00001
Zenon (Xe) 0,08 0,000008
Ozone (O3) 0,02 0,000002
Amonia (NH3) 0,006 0,0000006
Nitrogen dioksida (NO2) 0,001 0,0000001
Nitrik oksida (NO) 0,0006 0,00000006
Sulfur dioksida (SO2) 0,0002 0,00000002
Hidrogen sulfida (H2S) 0,0002 0,00000002