Naskah Drama 5 Orang Singkat Bertema Arti Persahabatan

Labels: belajar bahasa indo , Drama , Naskah Drama , Sekolah Share NAHH silahkan disimak bagi anda yang sedang punya tugas sekolah untuk membuat drama bisa di lihat contoh drama pendek 5 orang apa arti pertemanan berikut untuk anda jadikan referensi dalam kelompok anda untuk Naskah Drama 5 Orang Singkat Bertema Arti Persahabatan ini bisa sedikit di modifikasi agar tidak sama dengan yang lainnya dalam hal tema Drama Pendek 5 Orang Arti Sahabat terima kasih telah berkunjung semoga bermanfaat dan membantu anda semua Naskah Drama Singkat Arti Persahabatan 6 Orang Naskah Drama 5 Orang Singkat Bertema Arti Persahabatan Suasana pagi cerah di SMPN Pelita Harapan Jakarta mengiringi sebuah kisah keempat sekawan dengan karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka berempat berselisih, tetapi menjadikan mereka mascot dalam persahabatan yang sejati. KARA, MIMI, IGO, dan AFIKA, itulah nama mereka. Mereka selalu kompak dan tampak ceria setiap hari. Jadi tidak heran jika mereka memiliki ribuan teman. Ke epat sekawan tersebut berbincangbincang sambil berjalan di koridor sekolah.
IGO : “Hey sob, sebentar lagi kita UAN nich, pastinya waktu untuk kumpul-kumpul kita akan tersita buat belajar. Gimana nich?” MIMI : “Iya bener juga Zha, jadwal kita bakalan jungkir balik gara-gara persiapan UAN. Jadwal shopping, ke salon, creambath, manypadhy, dan pastinya jadwal kencan bareng bakalan ancur. Aduch, bisa-bisa rambut aku rontok nich.” KARA : “Gak segitunya kalik, tergantung kita juga. Jika kita rajin menabung ilmu, maka kita tidak akan sibuk belajar.” MIMI : “Ah kamu ini Cha, mentang-mentang anak pintar jadinya sok ceramah. Huh nyebelin.” IGO : “Sudah-sudah jangan berdebat, apa yang di omongin KARA itu ada benarnya juga. Coba dech kalian bayangin, jika kita rajin belajar kita tidak perlu sibuk-sibuk mikirin UAN, itung-itung siap senjata dulu sebelum perang. Enjoy aja lagi, bener gak?” MIMI : “Iya-iya Bu guru. Belum masuk kelas aja sudah dapat ceramah dari Ibu KARA dan Ibu IGO, capek dech.” AFIKA : “Ha…ha…ha…MIMI MIMI dari dulu penyakit marah kamu gak sembuh-sembuh yach.” (Dengan nada ngeledek) KARA : “Maklumlah dia itukan The Queen of Angry in the World.” IGO : “KARA ini sukanya kok ngledekin aku terus. Kalau ngefans sama aku bilang aja dech.” KARA : “Ih, gak banget dech.”

” KARA : “Aku nggak kenapa-kenapa kok guys. Waktu cepat berlalu. dan AFIKA berkumpul di rumah AFIKA. Masak sich kalian nggak percaya sama sahabat sendiri. Saat pulang sekolah IGO.” KARA : “Sorry dech. kamu ada aja alasan inilah. mau ke mana nich? Kalian mau langsung pulang atau mau shopping dulu?” AFIKA : “Maybe.” (Seraya tertawa) IGO : “Aduch. Seharian ulangan terus.” KARA : “Iya dech aku cerita. beneran kok. Sudah jangan di bahas. Akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas. tak terasa sudah saatnya pulang sekolah. sehingga terjadi perselisihan di antara mereka.” AFIKA : “Nah gitu dong. dia les uterus. itulah. Dikit-dikit tugas. namun ada keganjilan dari sikap KARA. dan masalah itu membuat KARA tidak semangat untuk belajar. Kenapa sich kalian nggak percaya?” AFIKA : “Ugh tau wes.” MIMI : “Ayo dong Cha cerita sama kita. jadi anak kelas tiga capek banget ya. aku itukan orang sibuk. Aku juga mau langsung pulang banyak tugas yang harus di kerjakan plus jadwal les aku yang numpuk banget.Bel masuk kelas berbunyi. Dari tadi kenapa ceritanya. and belajar buat persiapan UAN nanti.” KARA : “Nggak ada apa-apa kok guys.” (Dengan wajah memelas) AFIKA : “Emang kamu punya rasa kasian?” (Dengan nada meledek) .” Ternyata KARA ada masalah dengan orang tuanya. MIMI. Nggak ada topik lain yach?” (Mulai menitikan air mata) IGO : “Kamu kenapa sich Cha? Cerita dong sama kita. MIMI : “Guys.” IGO : “Yakin kamu nggak bohong sama kita?” KARA : “Emh. dikit-dikit ulangan pusing. HP kamu juga tidak pernah aktif. MIMI : “Guys aku kasian nich sama KARA. les. merekapun masuk kelas untuk mengikuti pelajaran.” KARA : “Iya sama. kalau kita ajak kumpul-kumpul.” MIMI : “Bukan gitu.” KARA : “Namanya juga sekolah. MIMI : “Cha. akhir-akhir ini kita liat kamu pulang lebih awal. I go home now because I’m tired.” Hari demi hari berganti. Kamu sudah nggak nganggep kita sahabat lagi. akhir-akhir ini kamu kok sibuk banget yach? Sampai-sampai sahabat sendiri di lupain. juju raja lagi. Maklumlah.” AFIKA : “Iya.

AFIKA. kita sudah tau kenapa akhir-akhir ini sikap kamu jadi aneh. kalian itu seperti kucing dan tikus. dan ibu kamu cerita semuanya ke kita. kita tau semuanya. dan mereka telah mengetahui apa penyebabnya. dan AFIKA menghampiri KARA yang sedang duduk termenung di dalam kelas. Sudah jelas kita ini lagi bahas sikap kamu yang berubah 180o.” IGO : “Bener Cha. Setelah mereka dipersilahkan masuk.” KARA : “Tapi gimana kalian bisa?” AFIKA : “Iya kita tau dong. mereka mohon undur diri kepada Ibu KARA. rebut melulu. sorry dech.IGO : “Sudahlah nggak usah berantem terus.” KARA : “Napa sich kalian ngelakuin hal ini? Lagian kalian bisa langsung tanya sama aku.” (KARA.” KARA : “Kalian bicara apa sich. dia sedang les. kita udah tau semuanya.” kalian tau masalhku dengan orang tuaku?” . Mereka bertiga menanyakan apa yang terjadi antara KARA dengan orang tuanya. Emang apa yang berubah? Aku tetap KARA yang dulu. AFIKA : “Woi. aku biasa aja kalian malah bilang aku berubah segala. kaum berubah semenjak kamu punya masalah dengan orang tua kamu. MIMI. IGO.” IGO : “Gimana kalau kita tanya ke orang tuanya KARA aja? Jadi kita tau apa yang sebenarnya terjadi antara KARA dengan orang tuanya.” KARA : “Kalian ini ada-ada aja.” Akhirnya mereka bertiga datang ke rumah KARA. mereka berbincang-bincang dengan Ibu KARA.” KARA : “Emang kalian (Dengan nada membentak) tau apa tentang masalah aku ini? Kalian itu nggak tau apa-apa!” AFIKA : “Kamu salah Cha.” (Seraya mengagetkan KARA) KARA : “Apa-apaan kalian ini. Setelah bercerita panjang lebar. bikin aku kaget aja!” IGO : “Kok kamu jadi nyalahin kita Cha? Kamu sich pagi-pagi sudah ngelamun. Kemarin kita bertiga sengaja ke rumah kamu buat tanya masalah ini ke ibu kamu. dan IGO tertawa bersama) AFIKA : “Cha.” AFIKA : “Iya aku tau. dan kebetulan pada saat mereka ke rumah KARA. kena setan sekolah baru tau rasa kamu.” AFIKA : “Nggak Cha. Tau nggak. Keesokan harinya MIMI. aku nggak ngerti?” MIMI : “Ampun dech KARAku sayangku cintaku sahabatku jangan tulalit donk.” KARA : “Maksudnya (Dengan nada terbata-bata) MIMI : “Yups betul betul betul.

kita bakalan jadi anak manja dan selalu tergantung sama apa yang ada. Mereka egois!” (Sambil menangis) IGO : “Sudah hapus aia mata kamu. tinggal pinjemin aja apa susahnya sich?” KARA : “Iya ini aku pinjemin. MIMI. please dech Cha. Lebih baik seKARAng kita cari jalan keluarnya. Bawa Enjoy aja Cha. Orang tua aku nggak peduli sama aku lagi. tanpa semua itu aku jadi tambah malas belajar karena bosen nggak ada hiburan.” KARA : “Bener juga kamu Ra. bagaimana kalau kita batasi pemakaian fasilitas yang ada. setiap jam. aku punya ide. IGO : “Oke dech. dri tadi napa? Masak pakai ceramah dulu?” KARA : “Anak ini udah di pinjemin masih aja nyebelin. mereka selalu nuntut ini. Kamu nggak jelasin apa masalah yang sebenarnya.” KARA. Jadi. kalau kita selalu tergantung sama fasilitas yang kita punya. Emang susah buat kita merubah kebiasaan yang sudah mengakar di dalam diri kita. apa kalian bisa ninggalin itu semua? Biar aku aja yang menjalankan ini semua. Aku sudah cukup tertekan harus belajar terus menerus. itu tapi mereka nggak mikir gimana perasaanku. Selama inikan setiap hari. aku punya ide. kamu nggak perlu jadi pendiam kayak gini.” . Tapi. Untung I-pod aku nggak ikut di sandra. I-pod baru Cha! Pinjem dong?” KARA : “Dasar kamu nggak bisa liat barang bagus sedikit.” MIMI : “Aha.” (Sambil mengeluarkan I-pod miliknya) MIMI : “What. ide ini untuk kita. Tapi. Aku punya sahabat seperti kalian juga sudah cukup buat aku. Karena itu aku nggak semangat belajar. MIMI. dasar Miss Lebay. lagian tanpa itu semua rasanya hampa.AFIKA : “Kita ngelakuin hal ini karena kita kasian liat kamu kayak gini Cha?” IGO : “Kita sudah tanya sama kamu tentang hal ini. setiap menit and setiap detik kita selalu tergantung sama fasilitas yang ada. ide ini bagus. Merek hanya tau keinginan mereka harus terpenuhi.” MIMI : “Terus kita tanya ke ibu kamu dan kita tau kamu kayak gini karena HP sama fasilitas yang kamu punya di tarik sama ibu kamu kan?” KARA : “Iya.” MIMI : “Aduch. tapi aku masih butuh paling tidak HP sich.” KARA : “Emang bener. Oke?” KARA. tanpa berfikir kemampuan aku.” MIMI : “Emh. HP sama fasilitas yang ada buat aku ditarik sama orang tua aku. Ya udah kita cari tau aja sendiri. tapi kamu cuma bilang ada masalah sama orang tua kamu. tapi jangan sampai rusak ya?” MIMI : “Gitu dong.” AFIKA : “Menurut aku sikap orang tua kamu ada benarnya juga Cha. Aku jadi sadar.” IGO : “Kalian ini kok malah rebut soal I-pod sich? Kalian nggak inget kita seKARAng lagi bahas tentang apa?” AFIKA : “Lebih baik seKARAng kita kembali ke permaslahan awal. AFIKA : “Apa? Dasar Miss Lebay.

Namanya juga masih proses. Lagian kita juga harus konsentrasi sama UAN. gimana ya?” AFIKA : “Aku bisa kok. Kita juga ngerasa nggak enak kalau kita having fun. Karena kita merasa ada yang hilang.” MIMI. AFIKA. aku bisa kok. inikan ide kamu. kita juga ikut sedih Cha. Kamu sedih. Mereka berharap hal ini dapat memberikan hasil yang baik pada UAN nanti. Kita sayang kamu Cha. kalau gitu terima kasih ya guys. Pada waktu pengumuman hasil UAN. IGO : “Sama-sama. Ra. Tapi sesekali nggak apakan?” AFIKA : “Ya nggak apalah. tapi kamunya malah sedih. Hari demi hari mereka lalui penuh suka cita. tadi aku nggak usul enak yach. . kok malah kamu yang jadi ragu sich?” MIMI : “Uh. Demi sahabat aku tersayang. dan tidak terasa waktu UAN telah tiba. Bener nggak?” KARA : “Bener. Sampai SMApun mereka tetap bersama.(Mereka tertawa bersama) MIMI : “Emh.” (Sambil berpelukan) Akhirnya mereka berempat menyepakati perjanjian yang tadi diusulkan MIMI. susah. Tpi jangan terlalu sering yach?” IGO : “Intinya kita setuju sama usul MIMI tadi. Lagian selayaknya sahabat sejati itu selalu ada buat sahabatnya yang lagi butuh bantuan. Dan mereka di terima di SMA yang mereka inginkan selama ini. mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Tapi. campur aduk dech.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful