P. 1
11GD-Edisi 21

11GD-Edisi 21

|Views: 260|Likes:
Dipublikasikan oleh R Priyono Priyono

More info:

Published by: R Priyono Priyono on Oct 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

GENTA DEMOKRASI

19 JUNI - 30 JUNI 2012 EDISI 21 | Rp 3.000,- (Daerah Rp 3.500,-)
PENDIRI : Juharto. H SURAT KABAR UMUM | 24 HALAMAN | www.gentademokrasi.com

T E G A S

D A N

T A J A M

DPR Terpuruk dan Terkorup
yang berani memangkas rantai­rantai budaya korup tersebut. Sebab jika hal tersebut tak dilakukan, budaya korup tersebut akan semakin menjadi­jadi,” ujar Dewi. Sementara itu anggota Fraksi PAN DPR, Taslim Chaniagio, menganggap budaya korup tidak terlepas dari sebuah kebutuhan yang mendesak. “Korupsi by need karena kebutuhan yang mendesak dan dirasa aman, yah makanya dilakukan korupsi,” jelas Taslim yang juga anggota Komisi III DPR. Sedangkan mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Taslim Chaniago mengakui bahwa kejang­ galan dan keanehan sering muncul dalam pembahasan anggaran di Banggar DPR. Bahkan keanehan itu pula yang membuat dirinya memu­ tuskan keluar dari Banggar beberapa waktu lalu.”Saya tidak nyaman ruangan yang anggarannya menurut pendapat dan hitungan saya tidak masuk akal, banyak yang dikorup. Maka saya pilih tidak berada di sana. Saya lihat ada yang aneh­aneh di Banggar, merubah dari dalam terlalu sulit, makanya saya pilih berusaha mengubah dari luar,” tutur Taslim.
Bersambung ke hal. 23

Indeks...

berita terkait ada di hal. 22

Jakarta-GD CITRA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kian terpuruk. Survei terbaru Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menyebut lembaga wakil rakyat ini menjadi lembaga terkorup di Indonesia. Peneliti SSS, Ari Nurcahyo me­ nyatakan, survei yang dilakukan ter­ hadap 2.192 responden dari berbagai daerah baru­baru ini menempatkan DPR RI sebagai lembaga terkorup di Indonesia dengan persentase 47 persen responden. Menurut Ari, budaya korupsi di DPR telah berlang­

sung sejak lama. “Korupsi itu budaya dari zaman dulu. Ketika kekuasaan yang besar pindah di DPR, pada balas dendam,” kata Ari dalam diskusi bertema “Kata Survei DPR Paling Korup”, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu kemarin. Hasil survei ini juga diamini oleh Anggota DPR Komisi VII, Dewi Aryani. Politisi PDI Perjuangan ini mengakui bahwa sebagian anggota DPR memang berperilaku korup. “Anggota DPR korup? Iya memang korup, tapi tidak semua. Makanya harus muncul sosok wakil rakyat

WAKIL Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana... di hal 6
H. Marhaban Sigalingging: 2 Tahun, Kota Bekasi Jadi Bersih .... hal. 12 227 Ruas Jalan Rusak di Jakut .... hal. 19 Beberkan Dugaan Korupsi di Balai WS Sumatera VI dan PU Jambi .... hal. 9

Diminta Periksa Bupati dan Sekda Bengkalis?
Riau-GD PENANGANAN kasus dugaan korupsi dana APBD tahun anggaran 2011 yang terjadi di Sekretariat Pemkab Bengkalis Provinsi Riau, hasilnya tak memuaskan masyarakat. Pasalnya, Drs Asmaran Hasan Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis yang diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Riau pada bulan April lalu, hingga kini masih menghirup udara segar atau kebal hukum. Bahkan Bupati Bengkalis Ir. H Herliyan Saleh Msc yang dinilai ikut serta bertanggungjawab, belum dipanggil dan diperiksa. Kendatipun demikian, apakah kasus korupsi yang diduga jelas­jelas berpotensi merugikan keuangan Negara tersebut, hanya sebatas pemeriksaan saja? Sementara dugaan korupsi tersebut berasal dari sumber dana APBD Bengkalis yang merupakan uang rakyat.
Ir. H Herliyan Saleh Msc Bersambung ke Hal. 23

Terkait Kebocoran Dana APBD tahun 2011

FIGUR

POJOK GEDE Akhir tahun ajaran mulai, ortu pusing tujuh keliling. Lha’aa... itu mah udah hal biasa, gak perlu dipusingiiin !!! Isu yang menerpa ...”Demokrat korupsi’??? We’’’eh..... SBY menjawab “itu bukan untuk partai’

Kejaksaan Minta Usut Dugaan KKN di Dinas PKP Karawang
Karawang-GD KEJAKSAAN Negeri Karawang diminta segera melakukan penyelidikan atau pemeriksaan terhadap sejumlah oknum pejabat di Dinas PKP Kabupaten Karawang, terkait dalam penyerapan Dana Alokasi
Drs. Yayat S Bersambung ke Hal. 23

Tere Pardede Mundur dari DPR berita terkait ada di hal. 23

G2
EDITORIAL
Negeri Ini, Korupsi Sudah Kronis? PENGADAAN barang dan jasa masih paling rawan korupsi di Negeri ini. Bahkan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, dalam proyek pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah adalah sektor yang rawan terjadinya praktik tindak pidana ko­ rupsi. Terbukti, mayoritas kasus korupsi yang ditangani KPK berasal dari pengadaan barang dan jasa. Dan kasus yang ditangani KPK, 60 persen sampai 70 persennya terkait dengan pengadaan barang dan jasa, sehingga jelas­ jelas rawan terjadinya korupsi. Sebut saja, beberapa kasus yang ditangani KPK terkait dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebagai contoh, kasus dugaan ko­ rupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pem­ bekalan terkait flu burung tahun 2006 dengan tersangka RDU (Ratna Dewi Umar). Kedua, kasus dugaan korupsi pengadaan medis sisa dana pengadaan flu burung di Ditjen Pelayanan Medis tahun 2006 dengan tersangka MAH (Mulya A Hasjim). Terkahir, kasus dugaan korupsi pengadan alkes untuk pengadaan pusat krisis di Depkes tahun 2007 dengan ter­ sangka RP (Rusman Pakaya) dan beberapa ka­ sus pembangunan sarana olahraga. Seperti, pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan pembangunan sport center Hamabalang. Serta yang terbaru adalah kasus dugaan suap perubahan Peraturan Daerah (Perda) terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru, Riau yang terkait pembangunan venue menembak. Dan bukan saja terjadinya korupsi dari pengadaan barang dan jasa, tetapi sudah men­ jadi kronis yang menjadi masalah utama di Indonesia, termasuk juga di beberapa negara lain di Asia Tenggara. Desentralisasi politik setelah 2001 dalam kenyataan menjadi loka­ lisasi korupsi, dimana korupsi menyebar dari pusat ke daerah. Thank you­money menjadi praktik lumrah tapi tidak dianggap korupsi. Demikian guru besar Asia Tenggara dari Universitas Humboldt, Jerman dan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, yang kini lagi belajar di Humboldt Universität, Jerman, dalam surat elektronik. Profesor Houben mengatakan, dalam Political and Economy Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Singapura ditegaskan posisi Indonesia tahun 2011 sebagai negara terkorup di antara 16 negara yang dikajinya di Asia Pasifik. “Tahun 2008, Indonesia masih urutan ketiga (indeks 7,9) setelah Filipina (indeks 9,0) dan Thailand (indeks 8.0). Tapi sejak 2009, Indonesia memecah rekor sebagai negara terkorup,”. Hasil yang sama juga diungkap Trans­ parency International (TI) tahun 2011, dimana Indonesia termasuk dalam 8 negara yang berada pada peringkat ke­100 dalam urusan korupsi di dunia, bersama dengan Argentina, Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Mada­ gaskar, dan Malawi. Banyak Masalah Boni Hargens menambahkan, sudah tujuh ta­ hun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjalan. “Kita masih ingat, antikorupsi adalah agenda yang dijual di awal pemerintahan. Ya, sedikit kerja baik dari KPK telah membantu mempertahankan citra peme­ rintahan ini, dengan ditangkapnya sejumlah mantan menteri, gubernur, bupati/walikota atau wakil rakyat. Fakta ini seringkali dilebih­ lebihkan oleh para pembela presiden. Padahal, masalah masih serius. Megakorupsi seperti ter­ cermin dalam kasus Gayus Tambunan, skan­ dal Bank Century, atau permainan kotor BLBI tidak selesai­selesai juga. RED

www.gentademokrasi.com

OPINI

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Pemimpin Kita Gila Popularitas
Oleh : Muhyiddin El-Febiens POPULARITAS Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kian meredup. Kepemimpinannya dinilai tidak memberikan kepuasan dalam beberapa aspek kehidupan. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja SBY tercermin di aspek­aspek ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang sampai saat ini masih cacat. Era kepemimpinan SBY­Boediono memang bisa membuktikan bahwa negeri ini sangat subur, subur koruptor. masalah pemberantasan korupsi masih belum ditegakkan karena selalu membawa kepentingan kelompoknya masing­masing. Hukum dinegeri ini masih bisa dibeli dengan uang. Tidak heran jika negara ini kita sebut sebagai negeri amplop Bahkan, kasus korupsi yang terjadi pada salah satu kader partainya saja masih belum tuntas­tuntas. Lagi­lagi SBY kurang tegas dalam mengambil suatu kebijakan. Coba kita bertanya pada orang tua terdahulu mengenai mana yang lebih baik antara kepemimpinan soeharto atau SBY, pasti mereka akan menjawab lebih baik pada masa Soeharto. Karena pada masa soeharto sangat tegas dalam mengambil kebijakan. Sedangkan sekarang, lembek. Kemudian, sampai ini kita belum bisa melihat bangsa ini tersenyum, an SBY malah iseng mengusik perihal status keistimewaan Yogyakarta yang sudah lama berjalan di jalan NKRI. sehingga menambah catatan burukya dalam memimpin. Padahal rakyat Yogyakarta mempunyai kehendak politik sendiri. Bukan kehendak institusi keraton. Lantas siapa yang bermasalah? Siapa yang suka membuat masalah? Perjalanan bangsa ini akan terus diwarnai oleh permasalahan yang tak pernah ketemu titik penyelesaiannya. Permasalahan­permasalahan yang telah terjadi ditutup­tutupi dalam rangka untuk menjaga citra baiknya. Padahal, tujuan memimpinpada hakikatnya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika tujuannya untuk membangun negeri, mengapa harus sibuk dengan popularitas? Jangan sampai karena sebuah popularitas, lantas lupa pada hakikat seorang pemimpin yang wajib mensejahterakan rakyatnya tersebut. Selama ini, yang saya lihat dalam masa kepemimpinannya justru lebih sibuk dalam menciptakan citra baik dari pada sibuk mengurusi rakyatnya. Suara rakyat sudah tidak menjadi pertimbangan lagi dalam melahirkan suatu kebijakan. Suara rakyat bukanlah suara Tuhan lagi jika melihat realita saat ini. Apakah memang demokrasi sudah tidak cocok lagi untuk diterapkan di negeri ini? Atau memang para pemimpinnya yang tidak bisa menjalan sistem demokrasi sebagaimana mestinya? SBY sudah saatnya untuk berbenah diri dalam memimpin, tidak hanya jago berapologi saja. Sudah menjadi rahasia umum bahwa caranya memimpin negeri ini kurang tegas dalam mengambil suatu kebijakan. Sehingga permasalahan­permasalahan negeri ini sulit untuk dilesaikan dan cenderung bertele­tele. Introspeksi atas popularitas yang sudah buruk di mata publik itu penting untuk memperbaiki kinerja. Namun, jangan sekali­kali tergila­gila dengan sebuah popularitas. Karena rakyat butuh pemimpin yang bisa memenuhi kebutuhannya dan bisa mensejahterakannya. Rakyat tidak membutuhkan sebuah popularitas yang hanya bisa dilihat luarnya saja. Yang dibutuhkan adalah kinerjanya sesuai dengan kinerja pemimpin yang sebenarnya. Jadi, sibuk dalam mengabdi pada rakyat itu, jauh lebih penting dari sebuah popularitas. Bangsa ini pasti mempunyai faktor dasar mengapa banyak timbul problem untuk saat ini? Faktor yang paling mendasar adalah para pemimpin negeri ini kurang kesadaran dalam membangun negeri, sehingga timbullah permasalahan seperti korupsi dan sebagainya. ** *Penulis adalah Putra Bawean yang kuliah di Yogyakarta

SURAT PEMBACA
Kapan Diperbaiki Jalan Natsir? Kami pengguna jalan Natsir, Bojong Kulur Gunung Putri, Bogor meminta Pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang telah berlubang­lubang, dan itu terutama di depan Pom Bensin, dari Jatiasih Bekasi ke Cikeas Bogor. Kita harapkan bahwa jalan tersebut segera diperbaiki, dan pihak Pemda Bogor jangan hanya segera memperbaiki jalan yang dekat­dekat kediaman Presiden, yang cepat mulus jalannya, sementara di sekitarnya atau lain desa/kelurahaanya sangat jauh bedanya, yang mana jalan di sepanjang Jalan Natsir tersebut sudah parah kerusakannnya dan jangan sampai mengundang angka kecelakaan bagi pengguna jalan tersebut. Terimakasih. Maman Sugiman Warga Bojong Kulur. Bank Danamon Plagiat Identitas Suatu hari saya mengajukan permohonan untuk kredit motor ke BPRS Al Salam. Setelah surveyor dari BPRS Al Salam mengunjungi rumah saya dan mengambil data­data yang diperlukan sebagai syarat pengajuan kredit kendaraan bermotor roda dua, saya menunggu proses selanjutnya yaitu pengecekan SID di Bank Indonesia. Keesokan harinya, saya diberitahu bahwa pengajuan kredit saya ditolak oleh BPRS Al Salam karena saya mempunyai masalah SID di Bank Indonesia pada level 5 (lima). Saya terkejut dengan pemberitahuan tersebut karena saya tidak pernah merasa bermasalah terhadap SID. Setelah saya telusuri kembali, ternyata saya tercatat mempunyai masalah tunggakan pembayaran kartu kredit Bank Danamon. Saya langsung naik pitam karena selain membuang­buang waktu saya, saya juga merasa dirugikan karena pencemaran nama baik dan citra saya sebagai debitur menjadi jelek. Selain itu saya juga merasa dirugikan karena telah membuang­buang pulsa saya menelpon customer service Bank Danamon untuk klarifikasi yang pada akhirnya tidak ada penyelesaiannya. Saya tidak pernah mengajukan

permohonan pembuatan kartu kredit Bank Danamon. Tidak pernah juga mem­ punyai kartu kredit Bank Danamon, apalagi menggunakan kartu kredit Bank Danamon. Tetapi kenapa nama saya bisa dijadikan sebagai tameng dan kambing hitam untuk menutupi orang yang sebe­ narnya terlibat maalah tersebut? Apakah pihak Bank Danamon tidak mempunyai verifikasi yang ketat dalam pengajuan kartu kredit? Saya sudah me­ nelpon pihak Bank Danamon dan me­ reka bilang saya sendiri harus kesana mengambil surat pernyataan bahwa saya tidak pernah terlibat penunggakan kartu kredit Bank Danamon. Sungguh mem­ buang waktu, tenaga, dan uang saya. Mungkin pihak Bank Danamon sudah mempunyai nasabah yang sangat banyak dan mempercayai Bank Danamon 100% (seratus persen) sehingga hal­hal seperti ini tidak dihiraukan dan dianggap se­ pele? Seharusnya pihak Bank sendiri yang mengecek ke SID di Bank Indonesia apakah laporan yang saya kemukakan benar atau tidak. Apabila tidak benar, pihak Bank Danamon dapat meminta maaf langsung kepada saya dan memberikan langsung surat pernyataan bahwa saya tidak pernah mempunyai masalah tunggakan kartu kredit Bank Danamon di kantor atau di rumah saya. Neutrino Fermi Komplek Batan Indah, Tangerang Selatan

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

RAGAM

G3

Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Bagi Anak Yang Berhadapan dengan Hukum
dengan menyelenggarakan suatu wadah yang mengakomodir kesertaan da­ ri semua pemangku kepentingan dalam perlindungan anak berhadapan dengan hukum, berupa Komite Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum ( KPRS ABH ). Perluasan program tersebut dalam masyarakat secara sistemik berupa penumbuhan kelembagaan berbasis masyarakat. PKS ABH telah berupaya mengembangkan mengembangkan dan mereplikasi program tersebut ke tataran akar rumput ( berbasis masyarakat ), mendorong pelibatan masyarakat secara aktif dalam membangun partisipasi bersama antara pelaku, korban, dan kelompok masyarakat dalam menyelesaikan suatu peristiwa atau tindak pidana. Menempatkan pelaku, korban dan masyarakat sebagai aktor utama yang bekerja bersama dan langsung berusaha menemukan penyelesaian yang dipandang adil bagi semua pihak. Sehubungan dengan hal tersebut, Subdit Anak Berhadapan dengan Hukum mengundang 3 daerah yang telah lolos verifikasi untuk mengikuti penumbuhan PRSABH BM yang berlangsung di Bandung pada akhir Mei lalu. Pembukaan kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Direktorat ODK di tempat yang sama itu, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan ke tiga PRSABH BM oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial, Samsudi. Ke 3 daerah itu adalah Kota Cimahi dengan nama PRSABH BM “ Mekar Mandiri ”, Kota Bandung dengan PRSABH BM “ Bebaskan ” dan kabupaten Majalengka dengan PRSABH BM “ Perisai “ yang disertai oleh Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kota Cimahi dan Dinas Sosial Kabupaten Majalengka. Tujuannya adalah memberikan tambahan pengetahuan dan pemantapan secara teknis tentang Anak yang Berhadapan dengan Hukum dengan arahan Tim TA dari Subdit ABH. Dalam sambutannya di penutupan kegiatan, Direktur Kesejahteraan Sosial Anak, Nahar, mengharapkan masyarakat memanfaatkan setiap bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial demi kepentingan penguatan dukungan sosial masyarakat untuk dapat secara tepat mengakomodir penyelenggaraan anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan pengetahuan lokal dan pihaknya tidak akan mentolerir sedikitpun bila ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut. **ti/pen

Bandung-GD PROGRAM Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum merupakan salah satu bagian dari Program Kesejahteraan Sosial Anak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hak dasar anak. Berupaya membangun system pelayanan berbasis masyarakat sebagai wujud pelibatan dukungan sosial masyarakat dalam pemenuhan hak anak. Sesuai yang diamanahkan dalan Surat Kesepakatan Bersama, penguatan dukungan sosial pada anak yang berhadapan dengan hukum dapat dilakukan

Pemimpin Umum: Juharto H  Pemimpin Perusahaan : Ricardo Sitinjak  Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Pendi P Sihombing, SLBn  Wakil Pemimpin Redaksi : Sutedjo DP  Redaktur Pelaksana : Priyono ST  Penasehat Hukum : Zico Fernando, SH, MH  Dewan Redaksi : Pendi PS, Priyono, Sutedjo DP  Redaktur Eksekutif : M. Silalahi  Redaktur: Maman Sulaiman, Joko Lantong Korlip : Marpan Siahaan  Sekrataris Redaksi : P. Indra Siburian  Staf Redaksi : Nurul, Marpan, Ganda Parulian S, Kriston Panggabean, Jannus M Siagian, Butti Hutasoit, Edward, Biston A, SH  Design Grafis : Faisal Riza  Biro – biro : Bogor : P. Mohan (Kabiro)  Tangerang : Bekasi : Depok : Veronika  Banten : Enthus  Karawang/ Purwakarta : Budiman Sihombing (Kabiro)  Subang : Anton Simbolon (Kabiro), Harry Pamudji  Tasikmalaya/Sumedang/Ciamis : Asep Nasa (Kabiro), Asep Irawan  Cirebon : Riston Pakpahan, Penjat Siringo­ringo  Sukabumi : Tatang Sudradjat  Cianjur: Aini Sumarni  Kuningan : M. Hudayat Bandung : Semarang : Zaenuddin Surabaya : Medan : Hotmanogar Sih Silaban (Kabiro)  Tobasa : Hendra Mangunsong  Taput/Tapsel : Pangeran Gultom, Napolion Simanjuntak Humbang Hasundutan :  Sumatera Barat :  Jambi /Muara Bungo : Indra  Riau : B.Naso Laia (Kep Perwakilan), Faozan Laia. Bengkalis : Toro. Z Laia (Kabiro)  Kepulauan Meranti : H. Ramli Ishak  Kepulauan Riau: David Hutahaean  Bangka Belitung : Swandi (Kabiro)  Lahat : Lubuk Linggau/Muras : Alex (Kabiro)  SumSel : Ujang Candra (Kep.Perwakilan)  Bandar Lampung : Kalimantan Barat : Jamaluddin  Kalimantan Timur : Marlin Hutasoit (Kep Perwakilan) Alamat Redaksi : Jl Swasembada Timur XI No. 57 Jakarta Utara 14320 Telp. 021­43909425, Fax 021­ 43909425 dan Email : genta.demokrasi@yahoo.co.id No. Rek. 0072980393, BCA Cab. Tanjung Priok a/n. Davidca Silaban Penerbit : CV. Genta Mandiri. No. SIUP: 517/49/PK/BPPT/VIII/2009

GENTA DEMOKRASI

Terjadi di Ogan Ilir Sumsel TK TPA Nurul Iman Butuh Perhatian
Ogan Ilir-GD TAMAN Kanak­kanak Nuru lIman yang bertempat di Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumsel kondisinya saat ini terbilang memprihatinkan.Betapa tidak fasilitas belajar mengajar bagi anak­anak yang notabene cermin penerus Bangsa ini terlihat sangat minim dari harapan. Dikhawatirkan mengganggu perkembangan psikologis bagi anak­anak yang terbilang masih belia. Kondisi terakhir yang terpantau oleh Genta Demokrasi, pada tanggal 12/6/2012 lalu, terlihat bangku dan meja belajar yang dipakai alakadarnya. Dalam satu kelas hanya terdapat 4­5 meja dan kursi. Sedangkan peserta didik yang ada di TK/TPA tersebut berjumlah lebih kurang 85 orang.Dengan tenaga pengajar seanyak 2 orang. Sedangkan keadaan bangunan sampai berita ini dimuat belum sepenuhnya memadai. terlihat kusen belum mempunyai pintu dan jendela dan disana sini masih terdapat begitu banyak kekurangan. Kepala Desa Talang Aur,Izhari Bedu ketika di konfirmasi terkait hal tersebut mengatakan memang bangunan yang ditempati TK/TPA tersebut baru saja di rehab,namun kondisinya masih sangat membutuhkan perhatian semua pihak. Ditambahkannya lagi pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat dan pihak lainnya, Untuk itu masih menunggu proses. Mustilah, salah satu guru yang mengajar di TK/TPA tersebut mengatakan, bahwa sampai saat ini tenaga pengajar di sana masih minim tunjangan. Kalau dulu menurutnya dirinya masih mendapat tunjangan sebesar seratus ribu perbulan.Namunsaat ini tidak ada lagi. Maka dengan berat hati untuk menutupi tiap murid dimintai empat ribu rupiah permurid. ”ya sekedar untuk ganti transport saja mas”, itupun hanya sebagian yang bayar, yang tidak mampu tidak kita paksa, hal ini ikhlas kami lakukan demi kecintaan kami pada anak­anak”. ujarnya. **UC

G4

NASIONAL

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Jaring Bibit Petinju Nasional, LP2TRI Production Boxing Gelar Kejurnas Di Jambi
Jakarta, GD LP2TRI Production Boxing sebagai salahsatu Organisasi Kemasyarakatan yang juga konsen dalam pengembangan olahraga di tanah air, Kini telah mela­ kukan kerjasama dengan KTI Jambi serta Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dalam menggelar Kejuaraan Tinju Nasional, dan acara tersebut juga akan digelar di Hotel Ratu Jambi. Pembina LP2TRI,H Asril Tanjung dalam acara jumpa PERS dengan beberapa media menegaskan, bahwa pihaknya akan mendorong kejuaraan Tinju Nasional ini, untuk terus dikem­ bangkan, apalagi di Provinsi Jambi juga merupakan daerah yang terus berkembang, oleh sebab itu kejuaraan Tinju Profesional yang juga akan dihadiri para penonton dari luar Jambi, akan mampu memberikan dukungan buat pembangunan Provinsi Jambi. Diakuinya bibit tinju di Indonesia sekitar 327 petinju, namun apabila dibandingkan dengan jumlah pendu­ duk maka jumlah tersebut sangat se­ dikit, namun LP2TRI Production Bo­ xing akan terus menggelar ditiap Provinsi, agar tinju Profesional juga akan semakin digemari masyarakat luas, demikian juga para petinju juga akan semakin berkarir ditingkat Na­ sional maupun kejuaraan tinju dunia, pintanya juga meningkat. Diakuinya Provinsi Jambi adalah Provinsi yang sedang giat­giatnya membangun, oleh sebab itu dalam bi­ dang olahraga kita juga ingin Jambi memiliki petinju sekelas Chris John, dan dengan kejuaraan ini kita berharap akan menumbuhkan petinju baru di Provinsi Jambi, baik di kelas amatir maupun professional, pintanya. Sementara saat jumpa PERS, Pro­ motor Tinju yang juga Ketua Umum LP2TRI, Edi Mawardi SH menjelaskan, bahwa Kejuaraan Tinju Nasional ini adalah kejuaraan bergengsi, karena dalam kejuaraan digelar di Hotel Ber­ bintang, dimana biaya penyelenggara­ an maupun bayaran bagi petinju juga besar, oleh sebab itu saya juga ber­ harap Pemerintah Daerah maupun Sponsor akan dapat mendukung iven tahunan ini. Untuk Kejuaraan Nasional akan digelar 12 Ronde, sementara Kejuaraan Partai tambahan akan digelar 10 ronde, Iven Tinju Nasional ini juga diharapkan akan menggugah semangat Petinju di Provinsi Jambi untuk terus berlatih, karena LP2TRI Production Boxing akan terus memberikan kesempatan pada Petinju asal Jambi untuk dapat ber tanding, tegas Promotor Tinju Na­ sional yang juga dikenal dengan pa­ nggilan Edi Kornelius. (Py)

(Foto : Pembina LP2TRI,H Asril Tanjung, Ketua Umum LP2TRI, Edi Mawardi, SH dan Ketua KTI Jambi, DR Ir Hj Hariatia, ME saat jumpa PERS)

Ketua KTI Provinsi Jambi, yang juga Anggota DPRD Provinsi Jambi, DR Ir Hj Hariatia, ME mengaku, bahwa KTI Jambi sangat berterimakasih pada LP2TRI Production Boxing yang telah menunjuk Provinsi Jambi, sebagai tuan rumah Perebutan Kejuaraan Sabuk Emas Tinju Nasional, apalagi panitia menggelar Kejuaraan Tinju Nasional

ini di Hotel Berbintang, karena selama ini kejuaraan Tinju hanya digelar di GOR, dan baru kali ini Promotor Tinju di Jambi yang menggelar di Hotel Berbintang, dan Gubernur Jambi juga telah siap mendukung kejuaran Tinju Profesional ini, sehingga diharapkan kunjungan masyarakat penggemar olahraga, khususnya tinju ke Jambi

Selamat Atas Dilantiknya Lumumba Tambunan, SPd selaku Kepala UPTD Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara
DPRD Kabupaten Musi Rawas Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Yang ke 49 Tahun H. Ridwan Mukti
Hj.Sri Hernalini Nita Utama Ketua Drs.Herman Mawik Wakil Ketua I Suhari, SPt Wakil Ketua II Marzuki Syamsum (Sekwan)

Ingin memasang Iklan, Advertorial dll silahkan hubungi : Jl Swasembada Timur XI No. 57 Jakarta Utara 14320 Telp. 021-43909425, Fax 021- 43909425 dan Email : genta.demokrasi@yahoo.co.id
Dibutuhkan
Ingin bergabung dengan Media Genta Demokrasi, sebagai wartawan dan Biro Daerah/ Perwakilan Daerah di seluruh Indonesia, silahkan ajukan lamaran ke alamat ini : Jl Swasembada Timur XI No. 57 Jakarta Utara 14320 Telp. 021-43909425, Fax 021- 43909425 dan Email : genta.demokrasi@yahoo.co.id Redaksi

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

NASIONAL
“Silahkan ditangkap dan diproses hukum jika memang karyawan di ling­ kungan Kemdikbud, ataupun Pergu­ ruan Tinggi Negeri (PTN) terbukti bersalah karena korupsi dan melanggar hukum,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Kemdikbud, Kamis (7/6) Menurutnya, hingga saat ini pihak­ nya tidak pernah menghalangi KPK dalam memeriksa beberapa staf di lingkungan Kemdikbud. “Sejak ka­ pan saya pernah melarang KPK me­ meriksa? Silahkan saja, masuk saja ke sini (Kemdikbud). Kalau memang menemukan kejanggalan, silahkan di­ jelaskan dan dipertanggung jawabkan. Gampang kan? Ini semua kan ilmu katon (jelas/pasti),” tuturnya. Mantan Rektor Institut 10 Novem­ ber Surabaya itu menegaskan, jika ada pejabat Kemendiknas terseret ko­ rupsi maka akan langsung dicopot dari jabatannya. Nuh mencontohkan mantan Direktur Pembinaan SMK, Joko Sutrisno yang menjadi tersangka korupsi. “Buktinya sekarang (Joko Sutrisno) sudah tidak jadi direktur lagi. Cara yang paling gampang ya kita transparan saja,” katanya. Meski demikian Nuh berharap kasus dugaan korupsi itu segera memperoleh kejelasan. Alasannya, karena belum ada kepastian dari penegak hukum dalam mengungkap kasus korupsi di Kemendiknas ataupun di sejumlah PTN. “Kasusnya itu katanya di Uni­ versitas Indonesia (UI) Rp 100 miliar, Universitas Sriwijaya (Unsri) Rp 75 miliar, dan lain­lain. Jika dikumpul­ kan seakan­akan jadi triliunan. Sebe­ narnya barangnya ada. Yang penting sekarang diclearkan. Jangan sam­ pai hanya katanya­katanya saja. Hal itu harus diuji. Yang terpenting, se­ muanya harus dijelaskan saja duduk

G5

M Nuh (Menteri Dikbud)

KPK Silahkan Periksa, Mendikbud Buka Pintu Lebar-lebar
Jakarta-GD MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh membuka pintu lebar­lebar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat bantu laboratorium di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Karenanya Nuh pun mengikhlaskan jika ada anak buahnya dijerat KPK.

perkaranya dan mekanismenya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya Nuh bakan ragu jika ada rektor PTN melakukan penggelembungan (mark up) proyek yang didanai APBN. Nuh beralasan, tender pengadaan barang dan jasa di lingkup pemerintahan tak terkecuali di Perguruan Tinggi Negeri harus mengacu pada aturan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Un­ tuk melakukan tender itu sudah ada standar bakunya. Yakni, aturan atau ketentuan dari LKPP. Maka itu, saya kok agak ragu kalau Rektor bisa me­ lakukan mark up,” ungkap Nuh di Jakarta. Nuh menyampaikan hal itu terkait sejumlah rektor perguruan tinggi ne­ geri yang diperiksa Komisi Pembe­ rantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pada pembangunan fasilitas kampus di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN). Seperti diketahui, KPK tengah menangani dugaan korupsi pengadaan alat bantu laboratorium di sejumlah PTN di antaranya Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sriwijaya, Universitas Soedirman, Universitas Ageng Tirtayasa Banten dan Univer­ sitas Negeri Malang. Dalam penye­ lidikan kasus ini, sejumlah petinggi PTN juga pernah diperiksa. Nuh menerangkan, setiap tahun juga ada Itjen Kemdikbud dan BPKP yang melakukan pengecekan. Karena­ nya jika memang ada mark up, maka dipastikan bakal ketahuan dari daf­ tar harga satuan yang standar. “Mark­ up itu kan ada dua. Bisa unit cost yang dinaikkan atau volume peker jaan yang dimainkan. Maka itu, menurut pengalaman saya, agak susah mela­ kukan mark up itu, terutama mark­up yang unit cost karena ada standarnya,” katanya. **tim/p

Laskar Merah Putih Gelar Kirab Obor “Satukan Indonesiaku !” Keseluruh Daerah di Indonesia
Tasikmalaya-GD Dalam upaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk rasa nasionalisme dan Cinta Tanah Air ditengah masyarakat, bertempat di Leuweung Urug, Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Markas Daerah Laskar Merah Putih Jawa Barat bersama Markas Besar Laskar Merah Putih menggelar acara Haul Bung Karno. Menurut Ketua Umum Laskar Merah Putih, H Adek E Manurung SH, bahwa dengan kondisi persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah mulai rapuh, telah membuat pesimis para tokoh nasional, dan pejuang Kemerdekaan, bahkan ada yang meyakini apabila kondisi rasa kebangsaan masih seperti ini, maka diperkirakan pada tahun 2015 Indonesia akan terpecah belah, gejala seperti itu sudah terlihat di Provinsi Aceh dan Papua, belum lagi adanya Organisasi Kemasyarakatan yang sudah tidak lagi mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara, dan azas Ormas tersebut, oleh sebab itu harus ada upaya untuk membangun kembali rasa Cinta Tanah Air dan semangat Bela Negara. Rangkaian memperingati Dirgahayu 111 Gelora Kehidupan Bung Karno ini, Laskar Merah Putih juga akan melanjutkan dengan Kirab Obor yang diambil dari Api Abadi dari Gunung Galunggung, dan akan digelar secara Estavet oleh masing­ masing Markas Daerah yang dilewati, mulai dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Papua, dan diperkirakan akan sampai Papua dalam waktu 2 bulan, oleh sebab itu saya juga menghimbau pada seluruh komponen masyarakat dan bangsa dapat turutserta mensukseskan Obor Satukan Indonesiaku. Disamping itu Markas Besar Laskar Merah Putih juga mengajak pada seluruh komponen bangsa untuk memegang teguh Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, bagaimana Pancasila dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, kebhinekaan yang ada juga harus dihargai, bahwa NKRI dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianga sampai Pulau Rote, terdiri dari berbagai Suku Bangsa, Ras, Agama dan Budaya yang beranaka ragam, empat pilar kebangsaan tersebut harus dipertahankan dan tidak boleh diganggu gugat, dan Laskar Merah Putih siap berada di garda terdepan, apabila ada yang mencoba melenceng dan mengkhianati Pancasila, papar H Adek E Manurung SH. (Py)

(Foto : H Adek E Manurung saat memberikan Sambutan)

G6

NUSANTARA

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Sejumlah Proyek yang Diduga Menyimpang Bupati dan Sekda Bengkalis Diduga Terlibat

Pyk Pkt Jln Tlk Lancar-Sekodi. Pryk Pemb Turap Kmbg Luar.

Pryk Pkt Jln Sadar Jaya-Siak-Kecil Yang Diduga Menyimpang

Dana sejumlah kegiatan proyek yang bernilai puluhan miliar tersebut, telah menghabiskan dana APBD Bengkalis dari tahun 2010/2011 yang dipimpin Ir. H Herliyan Saleh Msc dan Drs Asmaran Hasan (Bupati-Sekda Bengkalis,red). Dugaan penyimpangan secara besar-besaran terhadap pelaksanaan sejumlah kegiatan pembangunan Bengkalis, hingga saat ini tidak dapat terungkap karena dinilai lemahnya penegak hukum di NKRI khususnya di Riau.
Bengkalis-GD SECARA keseluruhan, masyarakat Bengkalis sudah hampir dua tahun lamanya menunggu adanya reaksi dari berbagai kalangan, dari berbagai pihak penegak hukum seperti Mabes Polri bidang Tipikor, Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi supaya dengan segera menjadwalkan agendanya untuk berkunjung ke dae­ rah Kabupaten Bengkalis­Riau dalam melakukan pemeriksaan terhadap pejabat teras Bengkalis yang selama ini diduga kuat terlibat dalam ber­ bagai kasus korupsi dana APBD di Bengkalis. Karena, kasus dugaan korupsi pada sejumlah mega proyek antara lain, Pembangunan rumah Sekretaris Daerah (Sekda) lama, Pembangunan Mes Bengkalis yang berada di Pekan­ baru, Pembangunan Mes Awang Mahmuda, Pembangunan Megat Ku­ du. Kemudian, pembangunan Jalan Teluk Lancar Sekodi, efektif 2000 M X 30 M dengan biaya APBD sebe­ sar Rp. 4. 166.576.15,­ dimana pro­ ses pelaksanaan pekerjaannya dila­ pangan, hanya mencapai 190 meter. sementara realisasi pencairan angga­ ran yang dilaporkan SKPD sebesar 65 %. Sehingga kerugian keuangan Negara yang terjadi, sebesar Rp. 2,4 miliar lebih. Kemudian, paket yang berdekatan dengan paket tersebut yaitu proyek pembangunan jalan Sekodi –Teluk Lancar, Efektif 2000 M X 30 M dengan nilai kontrak sebesar Rp. 3.868.318.000,00,­ dimana duga­ an kerugian Negara yang terjadi senilai Rp. 1,6 miliar lebih. Pasalnya, dari hasil pengamatan dilapangan, volume pekerjaan yang terlaksana baru mencapai 1.150 meter. itupun ketebalan volume penimbunan Base bervariasi atau 0,1 cm hingga 0,4 cm. sementara diperoleh bukti surat No: 640/Prog/21/2012 tentang perusahaan yang masuk dalam daftar hitam atau Black­List dan presentase progres lapangan serta dana yang dicairkan oleh Pemda Bengkalis sebesar 85 persen (%). Bagaimana pertanggung jawaban Herliyan Saleh selaku Bupati Bengkalis hingga saat ini kepada Hukum dan masyarakat…? Demikian pula halnya dengan Pembangunan Turap Penahan Gelom­ bang Cik Mas Ayu di Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Bengkalis berefektif 630 meter senilai Rp. 3. 492,068,000,00,­ dengan kontraktor pelaksanakan PT.Sara Asean. dipero­ leh keterangan, pelaksanaan pro­ yek pembangunan turap penahan gelombang Cik Mas Ayu tersebut, ter­ kesan pelaksana lapangan hanya men­ capai 350 meter. sehingga Mark Up volume kegiatan sepanjang 280 meter. bila dilihat sekilas, kondisi proyek tersebut dilapangan, saat ini telah banyak yang mengalami kerusakan/ hancur. Sementara pekerjaan kegiatan proyek turap penahan gelombang, telah ditermenkan 100 % alias dia­ nggap tidak ada masalah atau KKN. Proyek pembangunan turap beton jalan Makmur yang berada di Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan, dengan hasil pembangunannya tidak diterima oleh masyarakat setempat. Karena pekerjaan turap yang dibangun pada pertengahan parit atau tidak berpedoman pada bestek, membuat tanah permukiman disekitar rumah Warga setempat terbawa arus air akibat dilanda longsor. Apalagi, turap beton yang dikerjakan sepanjang 30 meter tersebut, tidak ada pembuatan Slof serta keseluruhan bagian dinding turap juga tidak dicor. Kemudian, uku­ ran besi bentangan turap, hanya 10 mill dan memiliki panjang besi skor 8 mill. Disamping itu, juga diperoleh terja­ dinya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan kegiatan proyek pening­ katan jalan Lubuk Muda Tjg Belit dengan nilai kontrak sebesar Rp. 6.400.254.000,00, Pembangunan ja­ lan Sadar Jaya­Bandar Jaya senilai Rp. 2. 983.066,000.00, selanjutnya pembangunan peningkatan jalan Selat Baru­Air Putih yang dikerjakan oleh PT. Madu Kismo dengan biaya sebe­ sar Rp. 3.790. 707.000,00. Yang me­ nggunakan material Base B dengan volume 2000 meter. dimana proses pelaksana lapangan, hanya mencapai 731 meter dengan lebar bervariasi yaitu 7,8 dan 9 meter. dan ketebalan Base yang terlaksana 9 centi, 16 dan 22 centi (bervariasi). Sehingga dugaan kerugian Negara pada proyek tersebut sangat cukup lumayan besar. Pasalnya, berdasarkan surat nomor 640/ prog/ 21/2012 perihal daftar nama­ nama perusahaan yang dikenakan sanksi Black­List, atas laporan SKPD perusahaan yang melaksanakan pe­ kerjaan dilapangan, tidak termasuk perusahaan yang dikenakan sanksi Black­List. Sehingga kuat dugaan bahwa pekerjaan kegiatan yang dilak­ sanakan PT. Madu Kismo tersebut, telah mendapat progers lapangan dan pencairan dana 100 persen. Kemudian, pembangunan pening­ katan jalan Bengkalis­ Ketam Putih senilai Rp. 12. 306.979,000 dengan kontraktor pelaksana PT. Superinta Indo Perkasa. Yang pelaksanaannya dilapangan diduga tidak sesuai dengan Bestek. Karena dari perolehan data, bahwa proyek tersebut, tak kunjung selesai dikerjakan. Apalagi ketebalan cor beton dasar disaat dilakukan pekerjaannya hanya mencapai 12 centi hingga 15 cm. kemudian, pekerjaan pengerasan tidak dilakukan dan lain sebagainya. Sehingga kondisi proyek tersebut saat ini telah bergelombang dan banyak yang mengalami kerusakan disepanjang ruas badan jalan. Proyek pembangunan peningkatan jalan Batu Panjang­Tjg Kapal, Jalan Tanah 3.000 M’X 9 dengan biaya Rp. 6.075.003.000,­ yang dilaksanakan oleh PT. Gunung Putri Indah dimana proyek tersebut termasuk proyek yang lainnya di daerah pulau Rupat dan Rupat Utara yang jarang sekali dipantau oleh Wartawan/LSM ter­ masuk aparat Kepolisian dan Jaksa, banyak yang bermasalah dan fiktif. Dari hasil pengamatan Wartawan Koran ini dilapangan baru­baru ini, secara keseluruhan pembangunan jalan dan turap didaerah pulau Rupat tersebut, disinyalir telah menyimpang sehingga merugikan keuangan daerah dan Negara. Seperti yang terjadi pada pelaksanaan kegiatan Peningkatan Ja­ lan Batu Panjang­Tanjung Kapal Ke­ camatan Rupat dengan nilai kontrak sebesar Rp. 6,075 miliar, Pembangu­ nan peningkatan jalan Batu Panjang­ Tjg Kapal (Lanjutan) yang dikerja­ kan PT. Putri Tunggal Perkasa senilai Rp. 3.650. 650,000.00,­ Pkt jalan Titi Akar­Hutan Panjang senilai Rp. 3.174.746.000,00 dengan kontraktor pelaksana PT.Pribumi Agung. Pening­ katan Jalan Tj Medang – Pangkalan Nyirih (Lanjutan) senilai Rp. 3.061.007.000.00, dengan kontraktor pelaksana PT. Nada Pratama, dsb­nya.
bersambung ke edisi akan datang / TORO

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

NUSANTARA

G7

Bantuan Rehab Di SDN Parakantiga Sudah Sesuai Prosedur
Tasikmalaya-GD DINAS Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Akhirnya merealisasikan bantuan Rehab ke tiap­tiap Sekolah yang layak mendapatkan. Bantuan tersebut bertujuan agar Fasilitas Sekolah bisa memadai dan layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar karena fasilitas sekolah sangat berkaitan erat dengan mutu pendidikan,Kalau ruang kelas rusak tentu saja kegiatan belajar mengajar pun tidak akan tenang.Bantuan Rehab yang di salurkan ke SD Negeri Parakantiga Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Sesuai dengan Bistek Hal ini terbukti ketika Tim GD kroscek Ke lokasi, Pemasangan besi tiang pun memakai besi 12. Bukan hanya itu, Manaajmen Berbasis Sekolah ( MBS ) benar­ benar di terapkan. Hal ini terbukti dengan pihak Sekolah dalam memperdayakan atau mempekerjakan warga di sekitar sekolah dan kalaupun di jadikan miniatur pembangunan di Kecamatan Sukaraja Sekolah ini layak. Sekolah yang menerima bantuan Sebesar Rp 236.284.000,­ yang di alokasikan untuk 4 lokal yang bersumber dari APBN. Atas hasil pekerjaan yang bagus tersebut, tentu saja tidak lepas dari kinerja Kepala Sekolah yang mempunyai dedikasi dan kredibilitas yang tinggi. Sekolah yang di Kepalai Oleh Hj.Eti S.p.d meskipun perempun, namun beliau mampu mengerjakan amanat pembangunan rehab ini dengan baik, atas kinerja Hj.Entin tentu saja patut diacungkan jempol. **asepnasa/air sedikit pula peserta pria yang turut hadir dalam seminar tersebut. Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana dalam kesempatan tersebut menga­ takan, dahulu jarang sekali terdengar berbagai macam penyakit yang sangat menyeramkan, baik penyakit dege­ neratif maupun metabolic. Bahkan masyarakat jaman dahulu dapat dika­ takan lebih sehat, dimana usia mereka rata­rata dapat mencapai 80 tahun, dimana usia masyarakat saat ini rata­ rata hanya mencapai 67 tahun saja. Menurut Wakil Bupati, hal ini seiring dengan perkembangan jaman, dimana terlepas dari semakin teridentifikasi berbagai macam penyakit, pola hidup masyarakat saat ini sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat sebelumnya. “Salah satunya adalah kondisi dimana masyakarat kita saat ini lebih senang mengkonsumsi maka­ nan siap saji,” imbuhnya. Untuk itu, dirinya menghimbau seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik. Hal ini sangat penting karena kaum wanita merupakan tonggak keluarga dan Negara. “Diperlukan kaum perem­ puan yang sehat, mampu mengen­ dalikan emosi dan berpikir dengan baik yang mampu mengatasi berbagai permasalahan,” tuturnya. Wakil Bupati juga berharap dengan diselenggarakannya seminar kese­ hatan yang diikuti oleh puluhan kaum wanita ini dapat semakin memper­ baiki pola hidup dan pola pikir kaum wanita di Indonesia, khususnya di Kab. Karawang. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak semuanya untuk bagaimana kita ke­ depan memperbaiki pola hidup dan senantiasa berpikiran positif,” tambah­ nya.** Budi

(Foto : SDN Parakantiga)

Jalan Baturaja - Batumarta “Babak Belur”
Ogan Komering-GD KONDISI jalan penghubung antara kota Baturaja ­ Batumarta Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumsel saat ini terbilang sangat memprihatinkan.Selain berlobang, jika diguyur Hujan jalan terasa licin dan membahayakan teruma bagi kendaraan sepeda motor roda dua. Sedangkan bagi warga masyarakat khususnya warga Batumarta jalan tersebut merupakan sarana transportasi utama menuju kota Baturaja. Mengingat kilas balik sejarah Batumarta merupakan kawasan Transmigrasi yang sudah ada sejak lama (1972).Bahkan sempat menjadi ikon dan kebanggan Sumsel.Tapi kini tidak seperti dulu lagi perhatian tidak begitu terlihat bagi Batumarta khususnya perbaikan jalan. Pantauan GD warga terlihat melakukan swadaya dengan cara bergotongroyong menambal jalan yang berlobang sehingga tidak begitu membahayakan. Seorang warga yang mengaku bernama Tukiran mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah sering terjadi entah apa penyebabnya ketika diperbaiki tak lama rusak lagi.Dirinya mengharapkan Pemerintah setempat bahkan Pemerintah pusat untuk membangun jalan tersebut secara permanen sehingga masyarakat dapat merasakan hidup yang lebih sejahtera lagi. Sedangkan Batumarta merupakan penghasil karet terbesar di OKU tentunya memiki andil yang cukup besar bagi pendapatan Kabupaten Ogan komering Ulu (Sumsel), lain lagi yang diungkapkan oleh Agung, mungkin selama ini pembangunan jalan tersebut terkesan kurang dana sehingga mutu dan kwalitas jalan tidak sebaik yang diharapkan. **UC.

Wakil Bupati Karawang Buka Seminar Kesehatan PERWOSI
Karawang-GD WAKIL Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana secara resmi membuka kegiatan seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Karawang. Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Perwosi ke­45 tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Dalam seminar tersebut, Perwosi turut mengundang sejumlah nara sumber yang cukup kompeten dalam bidang kesehatan, termasuk diantaranya adalah dr. Daulat Lubis yang merupakan praktisi kesehatan asal Cikampek, Karawang, serta Elsa Manora Nasution, mantan atlit renang andalan Indonesia yang kini sibuk sebagai seorang artis dan melakukan berbagai kegiatan di bidang kesehatan. Seminar kesehatan sendiri memiliki tema dan tujuan yang cukup mulia, dimana melalui seminar kesehatan ini, Perwosi berupaya ikut serta dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menyiapkan generasi baru yang sehat dan cerdas. Meskipun tema tersebut menyasar kaum perempuan dan diikuti oleh puluhan kaum perempuan, namun tidak

G8

NUSANTARA

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Wakil Bupati Karawang Buka Seminar Kesehatan
Karawang-GD WAKIL Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana secara resmi membuka kegiatan seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Karawang. Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Perwosi ke­ 45 tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid Pemda Karawang, belum lama ini. Dalam seminar tersebut, Perwosi turut mengundang sejumlah nara sumber yang cukup kompeten dalam bidang kesehatan, termasuk diantaranya adalah dr. Daulat Lubis yang merupakan praktisi kesehatan asal Cikampek, Karawang, serta Elsa Manora Nasution, mantan atlit renang andalan Indonesia yang kini sibuk sebagai seorang artis dan melakukan berbagai kegiatan di bidang kesehatan. Seminar kesehatan sendiri memiliki tema dan tujuan yang cukup mulia, dimana melalui seminar kesehatan ini, Perwosi berupaya ikut serta dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menyiapkan generasi baru yang sehat dan cerdas. Meskipun tema tersebut menyasar kaum perempuan dan diikuti oleh puluhan kaum perempuan, namun tidak sedikit pula peserta pria yang turut hadir dalam seminar tersebut. Wakil Bupati Cellica Nurrachadiana dalam kesempatan tersebut mengatakan, dahulu jarang sekali terdengar berbagai macam penyakit yang sangat menye­ ramkan, baik penyakit degeneratif maupun metabolic. Bahkan masyarakat jaman dahulu dapat dikatakan lebih sehat, dimana usia mereka rata­rata dapat mencapai 80 tahun, dimana usia masyarakat saat ini rata­rata hanya mencapai 67 tahun saja. Menurut Wakil Bupati, hal ini seiring dengan perkembangan jaman, dimana terlepas dari semakin teridentifikasi berbagai macam penyakit, pola hidup masyarakat saat ini sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat sebelumnya. “Salah satunya adalah kondisi dimana masyakarat kita saat ini lebih senang mengkonsumsi makanan siap saji,” imbuhnya.

Elsa Manora Nasution

dr. Cellica Nurrachadiana

Untuk itu, dirinya menghimbau seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup yang baik. Hal ini sangat penting karena kaum wanita merupakan tonggak keluarga dan Negara. “Diperlukan kaum perem­ puan yang sehat, mampu mengen­ dalikan emosi dan berpikir dengan baik yang mampu mengatasi berbagai permasalahan,” tuturnya. gelap. kami berharap ada keajaiban hingga terbukalah jalan kami dan terbitlah terang di desa kami”, ujar salah seorang warga ketika dijum­ pai Genta Demokrasi di lokasi jalan desa belum lama ini. Nampak kon­ disi dan keluhan warga tersebut ada benarnya, mengingat jalan yang su­ sah untuk dilalui oleh kendaraan dan terkesan sangat berbeda dengan desa tetangganya yang merupakan Kawa­ san Transmigrasi Kota terpadu Man­ diri. “Nampaknya Pemerintah lebih mementingkan pembangunan di KTM dari pada memikirkan nasib kami” ujar warga lainnya. ini, warga setempat kesulitan menjual hasil kebun karet dan menyebabkan ongkos angkut menjadi tinggi terma­ suk juga haraga kebutuhan lainnya. Dilain sisi sepengetahunanya untuk tahun ini, sudah ada informasi dan sudah ada beberapa perwakilan dari instansi yang mensurvey untuk pemba­ ngunan jaringan listrik. “Infrsatrukur jalan sangat penting, namun infonya pembangunan jalingan listrik akan di bangun tahun ini, mudah­mudahan berikut dengan rehab atau perbaikan jalannya juga,” tambahnya. Sementara Menurut Windra (26), warga setempat mengungkapkan kelu­ han masyarakat desa tanjung agung sebenarnya bukan hanya jalan seba­ gai akses keluar – masuk desa tapi juga akses jembatan gantung yang ada di desa tersebut juga sudah rusak berat. Kondisinya sudah tidak layak untuk dipungsikan lagi, sebab selain kawat sebagai penyangga jembatan

Wakil Bupati juga berharap dengan diselenggarakannya seminar kesehatan yang diikuti oleh puluhan kaum wanita ini dapat semakin memperbaiki pola hidup dan pola pikir kaum wanita di Indonesia, khususnya di Kab. Karawang. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak semuanya untuk bagai­ mana kita kedepan memperbaiki pola hidup dan senantiasa berpikiran positif,” tambahnya. **Bud/Hms Krg/p Kepala Desa Pulau Kabal, Ansori melalui Kadus Suwito mengakui me­ mang saat ini kondisi jalan di desa mereka butuh perhatian.Mengingat masyarakat sangat kewalahan keti­ ka melalui jalan tersebut untuk pergi keluar ke pusat Kabupaten OI apalagi ketika musim hujan. Kendati begitu Suwito selalu mengajak warga untuk bergotong royong untuk memperbaiki jalan yang rusak sembari menunggu proses pembangunannya oleh Peme­ rintah ditambahkan lagi oleh Su­ wito saat ini warga ada yang memakai Genset untuk menerangi pada waktu tertentu.**Ujang Chandra. yang sudah uzur, kayu sebagai lantai jembatan sudah banyak lepas karena sudah lapuk. “Jembatan gantung desa kami sangat vital kegunaannya mengingat jembatan tersebut untuk akses masya­ rakat desa menuju lokasi kebun dan lahan pertanian, sayangnyya sejak beberapa tahun terakhir kondisinya rusak parah,” katanya Mewakili masyarakat, tentu me­ miliki harapann yang sama yaitu agar baik jalan maupunjembatan agar bias di perhatikan dan diperbaiki, kalau istilahnya masyarakat sangat berharap agar desa tanjung agung kebagian sedikit “kue pembangunan” sebab be­ berapa tahun terakhir ini desa tersebut tertinggal dan nyaris terisolir. Sebagai mana di ketahui alokasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang di kelola oleh PU Bina Marga kabupaten Musi Rawas nilainya mencapai lebih dari Rp. 400 Miliar, jumlah yang sangat fantastis. **Alex/Isra

Masyarakat Desa Pulau Kabal Butuh Pembangunan Jalan dan Penerangan Listrik.
Ogan Ilir-GD WARGA desa Pulau Kabal Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumsel belakangan ini resah akibat kondisi jalan Desa yang rusak parah. Selain itu nampaknya warga juga sudah bosan hidup dalam keadaan gelap gulita di waktu malam sehingga berharap ada keajaiban bagi Desanya supaya terang benderang. “kami sudah lama terisolir dan Kami sudah bosan

Warga Tanjung Agung Berharap Kebagian “ Kue Pembangunan”
Musi Rawas-GD WARGA Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, beberapa tahun ini masih kesulitan akses baik keluar maupun menuju desa, pasalnya infrastruktur jalan di desa tersebut rusak berat. Tahun, ini warga berharap sedikit dapat perhatian dari Pemerin­ tah setempat agar infrastruktur jalan bisa di perbaiki. Akses jalan yang me­ ngalami kerusakan dimulai dari de­ sa Rantau Telang menuju desa Tan­ jung Agung yang jaraknya mencapai enam kilo meter. Kondisi jalan terli­ hat banyak yang berlobang dan ter­ jadinya genangan air saat hujan turun sehingga jalan menjadi licin, kondisi seperti ini warga yang melintas ha­ rus ekstra berhati­hati karena bisa membahayakan pengguna jalan. Menurut Anggota Badan Permusya­ waratan Daerah (BPD) setempat Abdu­ llah, kondis jalan yang rusak parah sudah terjadi sejak lama dan belum ada perbaikan sampai dengan saat ini. Akibat dari kerusakan jalan ini maka akses menuju desa maupun keluar desa cukup sulit sehingga memberikan dampak bagi perputaran perekonomi­ an masyarakat desa. “Kita berharap tahun ini ada perbaikan jalan, karena kondisi jalan rusak ini sudah cukup lama,” katanya. Dia mengatakan, mayoritas masya­ rarakat desa pekerjaannya adalah pe­ tani karet. Dengan kondisi jalan seperti

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

NUSANTARA

G9

Beberkan Dugaan Korupsi di Balai WS Sumatera VI dan PU Jambi
Jambi-GD PULUHAN aktivis penggiat anti korupsi dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang tergabung ‘Aliansi Perak’ (Aliansi Pergerakan Rakyat Anti Korupsi) di Provinsi Jambi be­ runjuk rasa ke Kantor Gubernur Jambi dan Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi belum lama ini di Jambi. Para pen­ demo menuntut penuntasan kasus­ kasus dugaan korupsi di lingkungan Kantor Wilayah Sungai Sumatera VI, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. Massa pengunjuk rasa dari Aliansi Perak, yang dikomandani oleh koordinator lapangan, Gatot, dalam aksinya mereka berupaya me­ nyampaikan aspirasi kepada Guber­ nur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), akan tetapi maksud pendemo untuk bertemu dengan HBA tidak berhasil, karena HBA tidak berada di tempat, yang akhirnya ditemui oleh Asisten Tiga Bidang Adminstrasi/Umum Set­ daprov Jambi, Natres Ulfi, mewakili Gubernur. Atas desakan para pendemo, ia berjanji untuk menyampaikan segala pengaduan dan aspirasi pengunjuk rasa, sekaligus melaporkannya kepada gubernur untuk menyelesaikannya. Setelah usai bertemu dengan perwa­ kilan pemerintah daerah Provinsi Jambi, kemudian massa pengunjuk rasa yang tergabung dalam ‘Aliansi Pe­ rak ini meneruskan aksinya ke Kan­ tor Kejaksaan Tinggi Jambi, namun upaya mereka tidak berhasil, ditemui oleh salah seorang staf intelijen dari Kejaksaan Tinggi Jambi, Karmin, dan dia pun berjanji untuk segera menyam­ paikan segala aspirasi yang dikemu­ kakan oleh para aktivis penggiat anti korupsi tersebut. Menurut Aliansi Perak,dalam rilis persnya, disebutkan hasil pantauan dan hasil investigasinya selama ini, serta informasi yang ditemukan di lapangan, diduga dalam pelaksanaan kegiatan dugaan dan penyimpangan pada kegiatan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa pada Kantor Balai Wilayah Sumatera VI, Direktorat Jenderal pada Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi yang berasal dari APBN tahun anggaran 2010 dan 2011, terjadi indikasi penyim­ pangan yang merugikan keuangan negara. Kejanggalan itu, sebut Aliansi Pergerakan Rakyat Anti Korupsi, pe­ rusahaan/rekanan yang menjadi pe­ menang dari kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa tidak per­ nah sampai ke lokasi kegiatan, dan diduga bahwa mungkin perusahaan/ rekanan yang menjadi pemenang itu, tidak mengetahui lokasi proyek yang menjadi pekerjaannya. Aliansi Perak juga menyampaikan, diduga pelaksanaan pekerjaan di lo­ kasi hanya dipercayakan kepada ma­ syarakat desa setempat (sebagai koor­ dinator), yang diduga kuat ditunjuk oleh seorang oknum pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Bagian Pengairan, dengan sis­ tem borongan. Disamping itu, sebut Aliansi Perak, sistem pelaksanaan pe­ kerjaan tersebut sudah berlangsung lama. Menurut mereka, bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan ini, tidak sesuai dengan RAB (rincian anggaran biaya) dan spesifikasi yang telah direncanakan dan ditanda tangani dalam kontrak pekerjaan. Diduga potensi kebocoran keuangan negara dalam kegiatan ini, masing­masing yaitu; untuk tahun anggaran 2010 senilai lebih kurang Rp 7 miliar sampai dengan Rp 8 miliar. Sedangkan, pada tahun anggaran 2011 senilai lebih kurang Rp 5 miliar. Dengan berpegang teguh pada ‘Azas Praduga Tak Bersalah’ maka Aliansi Pergerakan Rakyat Anti Korupsi (Aliansi Perak) menyampaikan empat tuntutan sikap kepada Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi saat ini. Keempat tuntutan itu yakni meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Jambi untuk me­ ngusut dugaan dan penyimpangan pada kegiatan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa pada Kantor Balai Wilayah Sumatera VI, Direktorat Jenderal pada Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi yang berasal dari APBN tahun anggaran 2010 dan 2011, mendesak Kejaksaan Tinggi Jambi untuk segera memanggil dan memeriksa pihak­pihak terkait, dalam hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi (saat ini dijabat oleh Ivan Wirata), Kepala Balai Sumber Daya Air (SDA) Sumatera VI (saat ini dijabat oleh Bambang Hidayah), PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), pengawas lapangan, kontraktor yang menjadi pemenang, mendesak Gu­ bernur Jambi (Gubernur Jambi saat ini, Hasan Basri Agus) untuk segera mengevaluasi Kepala Dinas Peker­ jaan Umum Provinsi Jambi dan men­ desak DPRD Provinsi Jambi untuk membentuk Pansus (Panitia Khusus), terkait dugaan dan penyimpangan pada kegiatan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa pada Kantor Balai Wilayah Sumatera VI, Direktorat Jenderal pada Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi yang berasal dari APBN tahun anggaran 2010 dan 2011. Selain itu, juga membeberkan duga­ an dan indikasi penyimpangan keu­ angan negara pada kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan rawa pada Kantor Balai Wilayah Sumatera VI, Direktorat Jenderal pada Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Jambi yang berasal dari APBN tahun anggaran 2010 dan 2011. Dugaan penyimpangan dan kebocoran keuangan negara itu, yakni sebagai berikut : Tahun Anggaran 2010, alokasi kegiatan operasi dan pe­ meliharaan jaringan rawa sebesar Rp 17.069.640.000, untuk 60 paket pekerjaan. (19 paket kontrak dengan nilai dari Rp 500 juta sampai dengan Rp 1,4 miliar, dan untuk 41 paket pekerjaan rata­rata Rp 46 juta), Tahun Anggaran 2011, alokasi untuk kegiatan pemeliharaan berkala D.R Jaringan Rawa sebesar Rp 11.852.551.000, un­ tuk 35 paket pekerjaan (35 paket pe­ ker jaan dengan nilai kontrak dari Rp 200 juta sampai dengan Rp 500 juta). **tim/p

Lubuklinggau Raih Nilai Tertinggi Hasil Evaluasi LPPD
“Pemkot Lubuklinggau meraih predikat terbaik tingkat Provinsi Sumsel bidang LPPD”
Lubuklinggau-GD PEMERINTAH Kota Lubuklinggau meraih nilai tertinggi dengan nilai 2,87 hasil poenilaian Tim Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tingkat provinsi Sumatera Selatan. Untuk peringkat kedua yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan nilai 2,85 disusul peringkat ketiga yaitu kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan meraih nilai 2,83. Menurut Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Lubuklinggau, Sunardin, Pemkot Lubuklinggau diusulkan oleh pihak Pemprov Sumsel untuk dinilai oleh tim pusat dibawah naungan Dir­ jend Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Usulan tersebut didasari pada hasil evaluasi oleh tim LPPD Pro­ vinsi Sumsel Tahun 2010, dimana LPPD Kota Lubuklinggau menduduki peringkat pertama untuk tingkat pro­ vinsi Sumatera Selatan.. “Kita telah menerima pemberita­ huan dari Pemprov Sumsel, bahwa Pemkot Lubuklinggau akan diusulkan untuk dinilai tim pusat (Kemendagri) dalam bidang LPPD, mudah ­ mudahan nantinya Kota Lubuklinggau terpilih menjadi yang terbaik,” katanya Ditambahkannya, berdasarkan Pe­ raturan Perundang­undangan yang berlaku, kepala daerah wajib meng­ informasikan penyelenggaraan pe­ merintahan daerah dalam bentuk In­ formasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD), beru­ pa laporan pelaksanaan pemerin­ tahan, pembangunan daerah, dan pemberdayaan masyarakat untuk ta­ hun pertama dari lima tahun peri­ ode RPJMD. Selain hal tersebut im­ plementasi kebijakan pemerintah daerah berupa inovasi­ inovasi sangat dibutuhkan untuk menghasilkan ki­ ner ja pengelolaan pemerintahan dae­ rah yang baik. “Hal ini adalah bagian dari upaya untuk menyelenggarakan fungsi­fungsi utama kepemerintahan pada kerangka pelaksanaan otonomi daerah yang seluas­luasnya,” jelasnya Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Lu­ buk linggau meraih predikat terbaik tingkat Provinsi Sumsel bidang LPPD ini sesuai dengan surat Gubernur Sumsel No.700/1272/Inspektorat/2012 tanggal 29 April 2012 prihal Laporan Hasil Evaluasi terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Dae­ rah (LPPD) Kabupaten/Kota se Sum­ sel Tahun 2010. Dalam surat tersebut dijelaskan berdasarkan Peraturan Pe­ merintah (PP) Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penye­ lenggaraan Pemerintah Daerah, bahwa Tim Daerah Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Sumsel telah melakukan evaluasi terhadap LPPD Kabupaten/Kota se Sumsel Ta­ hun 2010. **Alex/ Isra

G10

POLHUKAM
www.gentademokrasi.com

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

KPK Tahan Pejabat Kementerian ESDM

Jakarta-GD KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tradisi penang­ kapan tersangka korupsi di hari Jumat yang ‘keramat’. Kepala Sub­Direktorat Energi Terbarukan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Kosasih Abbas. Kosasih, mengalami hal itu dan menjadi tersangka korupsi pengadaan proyek listrik tenaga surya (solar home system) di Kementerian ESDM 2009, dijebloskan ke Rutan Cipinang, Jumat (15/6). “Yang bersangkutan ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Cipinang,” kata juru bicara KPK Johan Budi. Usai menjalani pemeriksaaan selama empat jam, Kosasih bungkam seribu bahasa sembari menutup wajahnya dengan map. Sambil menunduk, ia masuk ke mobil tahanan. Kosasih diduga telah melakukan korupsi secara bersama­ sama dengan Jacobus Purwono, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Listrik, dalam pengadaan solar home system tahun 2007­2008 di Kementerian ESDM. KPK sebelumnya sudah menahan Jacobus. “K juga diduga menerima uang senilai Rp9 miliar,” kata Johan. Pengadaan pembangkit listrik tenaga surya bernilai Rp526 miliar itu diduga dikorupsi sehingga merugikan negara sekitar Rp144 miliar. Modusnya berupa penggelembungan harga barang, penetapan harga perkiraan sementara tanpa melalui harga pasar, pemenangan perusahaan pesanan dalam lelang, evaluasi teknis yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta penerimaan imbalan dari peserta lelang. **tim/p

Soal Berkas Mantan Menkes, Mabes Polri Tidak Kompak
Jakartas-GD MABES Polri tidak kompak soal status berkas kasus dugaan korupsi pe­ ngadaan alat kesehatan untuk situasi luar biasa Kementerian Kesehatan dengan tersangka Siti Fadilah Supari. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman me­ ngatakan penyidik akhirnya dapat memenuhi petunjuk jaksa dan melimpah­ kan kembali berkas tersebut. “Berkasnya sudah kirim kembali,” ujar kepada war tawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/6). Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution mengatakan penyidik masih berusaha melengkapi berkas dan belum melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi Siti Fadillah Supari ke Kejaksaan. “Untuk kasus kasus Ibu SFS, saya tadi menghubungi Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim. Penyidik masih melengkapi berkas sesuai permintaan jaksa,” kata dia dalam kesempatan berbeda. Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menetapkan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari sebagai tersangka dalam sebuah kasus korupsi.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan pada 2005. Pada kasus tersebut, Siti Fadilah berperan sebagai kuasa pengguna anggaran proyek senilai Rp. 15,5 miliar. “Yang harus disampaikan kepada pejabat pembuat komitmen,”kata Kabareskrim Polri. Kasus itu terkuak dari keterangan dua saksi kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dua mantan anak buah Siti Fadilah Supari itu mengungkap wanita itu telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi lainnya di Kemenkes. **pen Samarinda-MD

Kejagung Bidik Kasus Dugaan Korupsi dari Kaltim
“Surat pemanggilan dari Kejagung RI untuk dua pejabat yang akan diperiksa atas nama Sukrawardi, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kukar dan Rusni, mantan Asisten Bidang Kesra Pemkab Kukar”.

KEJAKSAAN Agung RI membidik dua kasus dugaan korupsi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dua kasus tersebut diduga ada indikasi penyalahgunaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial tahun 2009 sebesar Rp 79,5 miliar dan pengadaan buku ensiklopedia di Yayasan Ketopong tahun 2005 senilai Rp 7 miliar. “Yang menangani itu Kejagung. Karena saya menerima surat untuk panggi­ lan beberapa orang untuk dimintai keterangan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Muhammad Salim, didampingi Asisten Intelijen Kejati Kaltim Tjahjo Aditomo, di ruang kerjanya, belum lama ini di Samarinda Menurut Salim, untuk proyek pengadaan buku ensiklopedia di Yayasan Ketopong, masih dalam proses pengumpulaan data. “Itu masih pengumpulan data. Hari ini, saya juga menerima surat dari Kejagung untuk dua pejabat yang akan dipanggil. Itu di Kukar juga,” ucap M Salim. Surat pemanggilan dari Kejagung RI untuk dua pejabat yang akan diperiksa atas nama Sukrawardi, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kukar dan Rusni, mantan Asisten Bidang Kesra Pemkab Kukar. Sukrawardi kini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan Kukar. Sedangkan Rusni kini menjabat sebagai Asisten Bupati Kukar. Dua pejabat itu dijadwalkan diperiksa di Kejagung tanggal 4 Juni 2012. “Yang kemarin Yaya­ san Ketopong. Yang hari ini (surat panggilan) untuk Bansos 2009. Mereka (Kejagung) yang tangani. Tapi kalau mau diserahkan ke kita, ya kita terima,” ujarnya **mar/p

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

POLHUKAM

G11

Diperiksa KPK, Wawalkot Cilegon Ditanya soal Anggaran
Jakarta-GD WAKIL Wali Kota Cilegon, Edi Hariadi diperiksa Komisi Pembe­ rantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih tujuh jam, Rabu (6/6/2012) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Der­ maga Trestle Kubangsari, Cilegon, Banten. Edi dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus itu, Aat Syafaat. Menurut Edi, dirinya diperiksa penyidik KPK dalam kapa­ sitas sebagai ketua tim anggaran di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. “Saya kan dulu ketua tim anggaran, gitu lho,” kata Edi saat meninggalkan gedung KPK, Kuningan, Jakarta serta mengaku mendapat 15 pertanyaan terkait mekanisme penganggaran, termasuk soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Saat ditanya soal keterlibatan Wali Kota Cilegon, TB Iman Ariyadi dalam kasus ini, Edi menjawab, “Saya kira gak sampai sana.” Selebihnya, Edi enggan berko­ mentar. Dia sempat dikejar­kejar para pewarta hingga ke parkiran di belakang gedung KPK lantaran enggan berkomentar lebih jauh. “No comment, tanya penyidik saja,” ucap­ nya saat dimintai penjelasan soal pro­ ses anggaran di Pemkot Cilegon. Edi diperiksa KPK karena diang­ gap tahu seputar kasus dugaan korupsi yang menjerat Aat. KPK menetapkan Aat sebagai tersangka atas dugaan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan menyalahgunakan wewenang yang menimbulkan kerugian negara. Hal tersebut diduga dilakukan Aat dengan merekayasa pemenang lelang dan menggelembungkan harga pem­ bangunan dermaga sehingga menim­ bulkan kerugian negara sekitar Rp 11,5 miliar. Kasus dugaan korupsi ini berawal saat Pemerintah Kota Cilegon me­ nyetujui nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Steel terkait tu­ kar guling lahan untuk pembangunan pabrik Krakatau Posco dan dermaga Kota Cilegon. Pemkot Cilegon sepakat menyerahkan lahan seluas 65 hektar di Kelurahan Kubangsari kepada Kra­

katau Steel guna membangun Pabrik Krakatau Posco. Sebagai gantinya, Krakatau Steel harus menyerahkan tanah seluas 45 hektar kepada Pemkot Cilegon untuk pembangunan derma­ ga pelabuhan. Atas laporan masyarakat, diduga ada indikasi penyalahgunaan wewe­ masuk sekolah barang mah sudah masuk” Apa yang Iko sms kan ini masih juga tidak di tepati, sekitar 13/1/2012 jam 02.30 wib. Iko melayangkan sms lagi isinya,”Kang hampura pisan abdi nuju stres Demi Alloh Kang abdi nuju aya masalah kang nembe beres kang soal barang mah pasti di kirim akhir bulan Januari oge tos di pesenkeun ku abdi kang ,upami teu aya masalah mah tara kieu kang wayahna abdi hampura da moal nipu artos sakitu kang dugi ka akhir januari mah kang hampura pisan.uacapnya lewat sms 19 Januari 2012 karena Iko Jatniko terkesan mempermainkan GD memi­ nta agar DP di kembalikan. Iko pun menjawab lewat sms “ OK kang ker di Bogor kang ke artos ku abdi ditran­ sfer kang nya minggu depan kang” katanya Masih pada hari yang sama Iko malah meng iming­iming lewat sms “bilih bade ngangge boleh kang, sa­ puluh dua puluh juta mah upami tos cair BJB besok abdi tulungan heula milarian persekot kang” pintanya Dalam kesempatan tersebut masih lewat sms Iko menerangkan bahwa dirinya memiliki tender sekitar 200 lokal yang dimulai tanggal 25 pembikinan di ranting dari dulu makanya jangan khawatir”katanya Pada 20 Januari 2012 Iko datang menemui GD ke Warung seeng minta lagi DP katanya buat pelicin ke orang BJB yang menjanjikan beberapa hari lagi akancair sekitar 300 juta dan Iko menjanjikan pengiriman tidak akan meleset pada tanggal 7 Pebruari 2012.

nang terkait tukar guling tersebut. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah pihak, an­ tara lain, Direktur Utama PT Kra­ katau Steel, Fawzar Bujang; Direk­ tur Pelindo II, Richard Joost Lino; dan Sekretaris Daerah Cilegon, Abdul Hakim Lubis. **tim/p Dalam kesempatan tersebut Iko di kasih lagi DP dengan tujuan untuk membuktikan kebenaran ucapannya yang sangat meyakinkan dan di tulis di atas kwitansi di tanda tangan serta di stempel PT. Jati Rasa. Sungguh keterlaluan setelah tiba tanggal 7/2/2012 Iko bukan kirim barang malah kirim sms yang be­ risi, ”mohon maaf kepada bapa­bapa yang bersangkutan ama saya bukan saya gak mau angkat telphon, satu hp rusak dua saya gak mau janji malu saya banyak janji yang jelas saya lagi cari duit buat bayar”katanya. Dengan telah mengulur waktu dan terus ingkar janji dengan alasan yang berbeda­beda bahkan sampai 6 April 2012 sang Direktur masih juga tidak menepati apa yang dijanjikannya, bahkan masih tetap mengulur waktu terbukti dengan adanya sms yang berisi “kang pasti tanggal 22 mah moal gagal lagi, kang hampura pisan dua lokal sama meja guru kang pasti kang” ucapnya melalui sms. Melihat apa yang di janjikannya terus meleset Iko Jatniko Direktur PT. Jati Rasa terkesan telah mempermainkan pi­ hak kami, kelakuannya telah sa­ ngat mengecewakan dan telah me­ nipu kami,untuk itu kepada yang bersangkutan agar segera bersiap­ siap untuk di laporkan ke Polisi, untuk berhadapan dengan kami ka­ rena terkesan telah menipu dengan dalih apapun apalagi sampai berita ini diturunkan sang Direktur malah menghilang alias buron **ASEP NASA.

Terkait Ingkar Janji Pengiriman Meubeleir
Subang-GD Iko Jatnika direktur PT.Jati Rasa bagian Pemborong Perencana Perda­ gangan Umum Meubelair dan Ang­ kutan, NPWP .1.257.335.8.424 yang beralamat di Jalan Raya Warung Peti No.2 Kabupaten Sumedang Jawa Barat No.Hp.081313046727,081222086999, akan di laporkan ke Polisi terkait pe­ ngiriman meubelair berupa meja dan kursi belajar serta beberapa rak buku ke wilayah UPTD Pendidikan Cisalak Subang yang terkesan ingkar janji Setelah Gembol uang DP. Asep Nasa, wartawan GD sela­ ku kepercayaan dan mitra Sekolah di UPTD pendidikan cabang Cisalak dan sekitarnya untuk pengadaan meu­ belair tidak terima atas kelakuan Iko Jatniko Direktur PT.Jati Rasa yang terkesan mengulur waktu dan ing­ kar janji untuk mengirim Meja dan Kursi belajar ke beberapa sekolah di wilayah Cisalak apalagi waktu sejak menggembol DP sampai berita ini di turunkan hampir 8 bulan. Hal ini jelas dengan perbuatan sang Direktur telah menjadi beban moral dan pencemaran nama baik terhadap tim GD di mata para konsumen. Selanjutnya untuk menjadi perhatian kepada yang ber­ sangkutan Iko Jatniko selaku Di­ rektur PT. Jati Rasa agar segera me­ lakukan pengiriman meubelair tersebut! Dan seandainya tetap me­ ngulur waktu dengan berbagai alasan apapun yang tidak masuk akal, ter­ masuk masalah peribadi Kami akan segera Melaporkan Anda Kepada Pihak Kepolisian untuk dapat mem­ pertannggung jawabkan perbuatan Anda sendiri secara hukum dengan beberapa alat bukti yang sudah di anggap cukup oleh pihak kami. Kronologis kejadian, Minggu 18 Desember 2011 sekitar pukul 14.00 Iko Jatniko telah datang ke Warung Seeng kecamatan Cisalak Subang untuk mengambil DP meja dan kursi sebesar Rp.2000.000,00 dan me­ njanjikan dalam waktu 3 hari akan dikirim.Kenyataannya meleset.de­ ngan alasan waktu itu musim hujan. Apa yang di janjikan Iko Jatniko terus meleset sehingga tanggal 28 Desember 2011,dengan alasan lewat sms bahwa pengiriman meja dan kursi di undur karena waktu itu sekolah sedang libur. Dalam sms yang di terima pada waktu itu Iko Jatniko mengatakan “tenang kang moal nipu abdina nuju aya masalah, tenang kang sebelum

Direktur PT. Jati Rasa Akan Dilaporkan Ke Polisi

G12

UMUM
www.gentademokrasi.com

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Dirut PJT II Jatiluhur Diduga Lindungi Pencuri Harta Negara
pada mata anggaran pengadaan,yang ditenggarai kuat diperankan oleh konco­konco sang dirut, maka dirut tidak sampai hati menyebloskan orang­ orangnya tersebut ke penjara. Bahwa Fakta kuat akan kebenaran hilang inventaris yang hingga men­ capai harga milyaran rupiah tersebut, berawal keterangan dan data yang berhasil di rangkum wartawan, Bah­ wa pada tanggal 3 Februari 2004, te­ lah diserahkan kepada devisi PLTA, dengan berita acara no.50/DL/01/ BASTBB/2004. Diketahuinya telah raipnya aset tersebut setelah dilakukan cek ulang oleh SPI pada tanggal 31 Mei 2011, dan ternyata aset tersebut sudah tidak berada di Pool Albes Kosambi, Kejadian yang menghebohkan tersebut kini telah membuat sejumlah pejabat di PJT II kebakaran jenggot, dan, insi­ den yang merugikan keuangan Nega­ ra ini, sang Dirut hanya mampu mem­ buang dua oknum security dan juga penurunan pangkat terharap seorang oknum pejabat, rendahan, namun ada indikasi penyelamatan terhadap ok­ num pejabat tertentu. Sehingga patut di curingai oknum Dirut yang satu ini turut menikmati hasil penjualan Cooler tersebut, sehingga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, benarkah demikian? Layak kita tunggu jawabanya. H. Djuanda, SE selaku Biro Umum PJT II Jatiluhur Purwakarta yang dianggap sangat bertanggungjawab atas hilangnya inventaris tersebut dan melalui surat no.13/DAK/S21/2011 ter­ tanggal 08 Juni 2011, telah melaporkan atas hilangnya barang inventaris yang di tujukan kepada Direktur Utama PJT II. Namun sejauhmana atas laporan tersebut tidak jelas juntrunganya, Sehingga patut di curigai, Ir. Eddy Adyawarman Djajadiredja selaku Di­ rektur Utama PJT II bersama sejum­ lah oknum pejabat yang diduga ter­ libat dalam “pencurian” aset diduga saling berupaya menutupi. Bahkan ditenggarai kuat Satuan pengawas Interen (SPI) PJT II Jatiluhur di pim­ pin Dra. Hj. Nurmala, MM sendiri diduga tidak berpungsi atau tidak melaporkan kejadian tersebut ke Dirut, atau bahkan Dirut sendiri tidak mengindahkan laporan tersebut?. Akibatnya Satuan Pengawas Interen PJT II ini tidak menindaklanjuti ke­ pada pihak berwajib atas hilangnya inventearis tersebut.maka proses hu­ kum terhadap oknum penjahat harta negara tersebut tidak tersentuh hukum dan bebas berkeliaran. Indikasi keras telah terjadinya pelanggaran yang diperankan oleh sejumlah oknum PJT II dengan tujuan menumpuk harta kekayaan dengan cara haram, dengan “mencuri” har­ ta Negara dan oknum­oknum ter­ sebut pun diduga nekat menabrak Peraturan Perundang­undangan di bidang Barag Milik Negara (BMN), antara lain Undang­Undang Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara, Undang­Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang­Undang Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah, Permen Keuangan Nomor 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan BMN, dan PMK nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Peman­ faatan, Penghapusan, dan Pemindah­ tanganan BMN Sehingga system dalam cara peng­ hapusan/penjualan Aset bagi ok num­ oknum doyan “mencuri” harta Negara ini, tidak melakukan proses seperti Penjualan barang milik negara harus dilakukan dengan pelelangan, umum melalui Kantor Lelang Negara. namun di jual seenak perutnya. Penjualan barang milik negara dilakukan setelah memenuhi syarat: Barang yg dijual bukan merupakan barang rahasia negara. Barang yg dijual secara teknis operasional sudah tidak dapat digunakan oleh Instansi Pemerintah secara efektif dan efisien. Barang tersebut sudah harus dihapus dari daftar Inventaris. Hasil penjualan barang milik negara merupakan pe­ nerimaan negaar dan harus disetor seluruhnya ke rekening kas negara. namun yang terjadi di tubuh PJT II ini, bahwa hasil penjualan inventaris Negara tersebut diduga keras telah masuk ke kantong­kantong sejumlah oknum pejabat PJT II. Terkait hilangnya Cooler dari Pool Albes Kosambi Kab Karawang, menurut beberapa keterangan yang berhasil di rangkum wartawan dari sejumlah sumber, benda berupa besi tua di pool albes (Alat besar) tersebut,dari sebelumnya sudah menjadi incaran sejumlah oknum, bahkan ketika Erom menjabat Kasi Albes, banyak oknum­ oknum mendatangai beliau, guna mengajak kerjasama, agar bersedia mengeluarkan sejumlah besi untuk di jual,beruntung Erom menolak per­ mintaan oknum­oknum tersebut. Ok­ num yang berusaha menyakinkan Erom,sebab menurut sumber, bahwa sebelum Erom menjabat sebagai Kasi Albes di Kosambi, sudah sering terjadi pengangkutan besi untuk di jual,bahkan oknum tersebut, saat mencoba menyakinkan Erom, oknum tersebut, nekat membawa­bawa nama Fj. Konon kabarnya, seorang oknum eks security berinisial MRL datang ke Pool Albes untuk mengambil besi pada malam hari. H. Djuanda, SE, sebagai Biro Umum yang sangat bertanggungjawab bidang inventaris yang sempat berjanji akan memberikan keterangan pada war tawan serta Fj yang di tuding turut menikmati hasil penjualan,Dra. Hj Nurmala,MM selaku ketua Seri­ kat Pengawas Intereren (SPI) bahkan Direktur Utama, pejabat pemengang kebijakan tidak berhasil di komfirmasi, namun Kasi Albes Pool Kosambi Suyono, juga Joko,SE pejabat PJT II di tempat kerja masing­masing Kepada wartawan membenarkan atas hilang­ nya inventaris tersebut.. Budi

Ir. Eddy Adyawarman Djajadiredja. Dipl. HE

Karawang-GD TRAPO, Ekchager, Clooler Thtust Bearing, ketiga aset BUMN ini, di cu­ rigai telah hilang tanpa ada proses hukum yang jelas. Raipnya harta Negara di lingkungan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II (PJT II) yang berlokasi di Purwakarta Prov Jawa Barat,kini milim BUMN yang di komandoi oleh Ir. Eddy Adyawar­ man Djajadiredja layak di tuding sebagai oknum pejabat yang tidak mampu menjaga kredibilitasnya se­ bagai seorang pemimpin, selain tidak berupaya memberikan contoh kepada bawahan, juga telah gagal menyela­ matkan asset Negara dilingkungan dimana oknum ini bertugas. Bahkan Dirut PJT II Jatiluhur ini di tenggarai kuat turut serta melindungi oknum­ oknum penjahat harta Negara yang bertopengkan sebagai oknum pejabat PJT II. Dugaan gagalnya Ir. Eddy Adyawar­ man Djajadiredja. selaku Dirut PJT II Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat telah, berimbas atas hilang sebuah inventaris berupa pendingin Turbin Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) jenis Cooler Thrust Bearing seberat 5 ton yang tidak mungkin bisa diangkut tanpa kendaraan besar tersebut,dengan hilangnya Cooler, diduga juga oknum PJT II sebagai pelaku pencurian bah­ kan disinyalir Cooler tersebut telah disulap kembali dan dimasukkan

STP Trisakti Menuju Kampus Penuh Pesona Diera Global
Jakarta, GD Peringatan Dies Natalis ke­43, telah me­ nggugah seluruh Civitas Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Tirsakti untuk bertekad meningkatkan lulusan berkualitas. Oleh se­ bab itu, program kerjasama dengan bebe­ rapa universitas ternama di beberapa negara, seperti Singapura, Belanda, Malaysia, Taiwan dan negara lain terus ditingkatkan. Hal tersebut disampaikan Ketua STP Trisakti, Djoko Sudibyo, Ph.D, dalam sambutan pada Dies Natalis ke­43 STP Trisakti di Kampus Pesona Tanah Kusir Jaksel. Lebih jauh ditekankan, STP Trisakti juga berupaya meningkatkan pemberian beasiswa pada siswa terbaik, bagaimana agar jumlahnya juga akan meningkat, oleh sebab itu pihaknya juga mengundang beberapa Perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk berpartisipasi
bersambung ke hal. 17

(Foto : Aktifitas Kegiatan Dies Natalis Ke 43 di STP Trisakti)

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

UMUM G13

2 Tahun, Kota Bekasi Jadi Bersih
melanjutkan Studi S2 ke Jurusan Manajemen Keuangan, Magister Maanajemen, STIE Institut Pengembangan Wiraswasta Jakarta (STIE­IPWIJA) dan Lulus 29 Januari 2002. Pada awal 2010 melanjutkan Studi Pasca Sarjana S3 di Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Universitas Negeri Jakarta (Status Kandidat Doktor). Selama kuliah di USU, Marhaban selain memberikan bimbingan belajar (Bimbel) kepada para Siswa/i SMA (SLTA), sejak duduk di bangku kuliah semester 1 sudah aktif mengajar formal sebagai Guru Matematika dan Fisika di beberapa sekolah Yayasan Perguruan Swasta (SD­SMP,SPG dan SMA) al. di SMA UISU (1984­1990) dan di SMA Negeri 6, Medan (1985­1989). Setamat Sarjana S1 sebagai Dosen di beberapa Universitas di Medan, selama dua tahun. Semasih duduk di SD, SMP dan SMA pernah Ketua OSIS dan Ketua Pramuka mengikuti Jambore Nasional 1977 (JAMNAS PRAMUKA) dan Pelatihan Dasar Resimen Mahasiswa – Baret Ungu dan juga Kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Tahun 1992­2003 bekerja di Jakarta sebagai Profesional di berbagai perusahaan Nasional dan Multinasional. Tahun 2004 mendirikan PT. MITRA INTIMARGA, berperan aktif dengan jabatan sebagai Direktur sampai sekarang. Komisaris Utama di PT. Mitra Tambang Sosa (2006­sekarang). Dan juga sebagai Direktur Utama di PT. Artha­Bumi Hasian (Mining Services & Exploration Rental Equipments) dan CV. Al’Fitrah Tour (Ticketing and Money Changer) serta Komisaris Utama CV. Surya Mitra Kemakmuran, Bekasi (2009­sekarang), pendiri sekaligus Pemegang Saham Mayoritas PT. Dunia Mitra Technology (DMT), PT. Rahmat Mitra Instruments (RMI), dan President Director Mitra Corporation (MITRA CORP.) Pemilik GRAHA MARHABAN, yang ada di Bekasi Kota. Sebagai Profesional aktif di berbagai organisasi seperti HFI (Himpunan Fisikawan Indonesia), ASPINDO (Assosiasi Jasa Pertambangan Indonesia), IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan HAGI/SEAG ( Himpunan Ahli Geofisika Indonesia/South East Asian Geophysics) dan mengikuti berbagai pelatihan baik di dalam negeri (regional) maupun di berbagai negara (internasional) seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang, Thailand, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Swiss, Cezhslovakia, Canada dan USA. Juga di lingkungan kemasyarakatan sebagai salah satu Ketua PERSIGAYANA ( Popparan Raja Sigalingging ) dan pembina serta penasehat Marga dan Naposobulung ( Muda – Mudi ) se JABODETABEK. Ketua di FK­PARNA ( Forum Komunikasi Popparan Raja Naiambaton ) se Jakarta Raya. Ketua Dewan Penyantun Masjid Jamik Al’Mujahirin. Bendahara Umum Forum Wacana Mahasiswa Pasca Sarjana, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dewan Pembina dan sekaligus Ketua Majelis Taqlim dan Pendiri serta DKM Mushalla Al’Fitrah 1 & 2 di Bekasi. Penasehat DPC Partai Gerinda, Kota Bekasi ini, aktif mengikuti Kursus Bahasa Inggris mulai Tahun 1975­1983 dan Kursus Bahasa Jerman selama 3 (tiga) Tahin di Goethe Institute, Jakarta. Bisa berbahasa Batak Toba – Indonesia ­ Inggris dan Jerman. Menikah 8 Juni 1997 dengan AKBP Andi Nurlia, SH yang bertugas di Dir 3 BARESKRIM­MABES POLRI. Putri Bapak Kapt. Kav. Basoonto Daeng Painga (Almarhum) dan Ibu Hj. Kokon Koniah. Dikaruniai 1 Putri (Siti Percika Al’Fitrah : Lahir 27 Juni 2002) dan 1 Putra (Alif Ray Al’Fitrah : Lahir 28 Nopember 2005) yang masih duduk di Bangku Sekolah Dasar Al­Azhar, Kemang Pratama, Bekasi. Alamat Rumah (Gelar : Oppung Tuan Haji), di GRIYA METROPOLITAN Blok B 5 No. 2­3, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan dan yang memiliki akses khusus lewat Gang H. Marhaban di Kampung Pekayon, Bekasi Selatan. **pen/arto

H. Marhaban Sigalingging

Bekasi-GD KOTA Bekasi pernah diumumkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup sebagai Kota Metropolitan terkotor di Indonesia. Predikat ini membuat Kota Bekasi harus berbenah diri. Dan itulah salah satu program yang akan harus diselesaikan dalam upaya menciptakan Bekasi bersih. “Program kita menjadikan Kota Bekasi bersih. “kata H.Marhaban Sigalingging, calon Walikota/Wakil Walikota Kota Bekasi mendatang kepada wartawan belum lama ini di Bekasi, seraya ditegaskannya, jika dirinya terpilih menjadi Walikota Bekasi maka dalam jangka waktu 2 tahun Kota Bekasi akan bersih. Ditambahkannya, dalam 2 tahun masa pemerintahan, saya jadikan Kota Bekasi ini bersih yang akan melahirkan keindahan, kenyamanan. Kebersihan juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang erat dengan pembangunan Kota Bekasi. “Dengan adanya kota bersih, maka juga dapat melahirkan lapangan pekerjaan serta merta menarik para investor yang masuk ke Kota Bekasi. “Kota yang bersih akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekaligus menjadi lahan investasi yang menarik dalam seluruh setor,” kata dewan penasehat Partai Gerindra Kota Bekasi RIWAYAT HIDUP Haji Marhaban Sigalingging, adalah tokoh keluarga Parna Se­ Jabodetabek. Sebagai putra daerah, dilahirkan dan dibesarkan Sumatera Utara tentu sangat tersentuh dan terpanggil bagaimana caranya ia dapat ikut serta dan berperan ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Bekasi. Ia menyadari tanpa melalui perjuangan politik, apa artinya kita teriak teriak di pinggir jalan kalau tidak melalui saluran yang benar dan baik. Demikian Marhaban Sigalingging menjelaskan bagaimana komitmen Partai Gerindra di bawah Prabowo Subianto, yang berjuang keras bagaimana membantu rakyat. “Ini bukan janji, tapi mari kita buktikan nanti,”ujarnya dengan optimis bahwa jajaran kemitraan dan partainya ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui transparansi. Marhaban Sigalingging dilahirkan di Sidikalang pada tanggal 23 Januari 1965 dari Pasangan H. Amsal Saleh Sigalingging (Almarhum) dengan Ibu Hj. Tiona Manalu. Mengikuti pendidikan di SD Negeri 3 Tahun 1970­1976 dan SMP Negeri 1 Tahun 1978­1981 di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Dari Tahun 1981­1984 SMA KHALSA, Medan. Lulus SMA langgsung melanjutkan Studi S1 ke Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Sumatera Utara (USU), Medan (Lulus 1990). Sambil bekerja

Bupati Ade Swara Lakukan Komando Gerakan Percepatan Tanam dan Pengendalian OPT
Karawang-GD UNTUK meningkatkan kesejahteraan petani melalui aksesbilitas teknologi, informasi, sarana dan kemitraan. Untuk itu, kepada semua komponen terkait agar dapat membimbing dan mengajak Petani dengan cara memberikan penyuluhan agar mereka mau dan mampu bersambung ke hal. 18

G14

BODETABEK

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Pelajar di Kota Bekasi Diberikan Pemahaman Kehidupan Berkeluarga
Kota Bekasi-GD Ratusan pelajar yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Bekasi dibe­ rikan pemahaman pentingnya kehi­ dupan berkeluarga. Sejak dini pema­ haman itu penting dibekali kepada remaja khsusnya para pelajar agar nantinya sedikit demi sedikit dapat memahami apa arti sebenarnya kehi­ dupan berkeluarga. Pemberian pemahaman dan sosia­ lisasi itu dikemas dalam acara Sosia­ lisasi Penyiapan Khidupan Berkeluarga Bagi Remaja yang acaranya dibuka langsung oleh Sekda Kota Bekasi Drs. Rayendra Sukarmadji di Ruang Rapat Kantor Walikota Bekasi, Jumat (15/6). Panitia penyelenggara menghadir­ nya nara sumber dari Badan Narkotika (BNK) Kota Bekasi sekaligus memberi­ kan dampak penyelahgunaan narkoba bagi kehidupan berkeluarga. Acara itu disambut baik kalangan pelajar dan berharap agar kegiatan sosialisasi se­ perti itu terus dilakukan untuk genera­ si yang berikutnya agar tingkat pema­ haman remaja semakin luas tentang hidup berkeluarga. Sementara itu, Dewi siswi SMK 3 Kota Bekasi mengatakan, sangat per­ lu pemahaman tentang bagaimana un­ tuk mempersiapkan kehidupan ber­ keluarga, khususnya bagi remaja. Sehingga kami sebagai remaja dapat mengerti tentang kehidupan bahaya seks bebas dan bahaya narkoba, kata­ nya Seminar Nasional Pendidikan dan Internet Sehat bagi Guru dan PNS Pemkot Bekasi Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi global, di­ ibaratkan koin yang memiliki dua sisi, satu sisi memberikan manfaat positif, satu sisi lagi memberikan dampak ne­ gatif. Pemerintah Kota Bekasi melalui Ba­ gian Telematika Setda menyelenggara­ kan Seminar Nasional Pendidikan dan Internet Sehat bagi Guru dan PNS Pemkot Bekasi, dengan tema “Melalui Internet Sehat Dapat Mengasah Talenta Teknologi Informasi dan Akhlak Mulia bagi Insan Pendidikan dan Aparatur Pemerintah Pemkot Bekasi”. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, di Hotel Grand Cempaka Putih ini, diikuti 100 peserta, yang terdiri dari 85 orang guru SD – SLTA yang berasal dari Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Prov DKI, Prov Banten, Prov Jawa Barat, Prov Jawa Tengah dan 15 orang aparatur Pemkot_Bekasi, serta dihadiri oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi Herry Koswara dan Asisten Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda 2) Setda Kota Bekasi Drs. Nandi Surjakandi, CES. Turut pula hadir sebagai nara sumber, yaitu Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo RI Mariam F Barata, pakar internet Indonesia Ono W Purbo, penggiat internet sehat Donny BU dan pakar pendidikan dan penulis aktif di berbagai komunitas online Wijaya Kusumah. Kepala Bagian Telematika Setda Kota_Bekasi Dra. Sri Sunarwati, MSi selaku Ketua Panitia, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan citra inter­ net sebagai media pendidikan dan hiburan bagi dunia pendidikan dan keluarga, memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi guru dan orangtua, mengupayakan pening­ katan penetrasi internet di Indonesia dan mendukung edukasi sejak dini tentang self­censorship ala internet sehat kepada anak­anak dan keluarga. Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi membuka secara resmi se­ minar nasional pendidikan dan inter­ net sehat ini. Beliau mengatakan pe­ merintah telah mengeluarkan banyak kebijakan dan peraturan yang ber­ hubungan dengan pemanfaatan inter­ net sebagai media informasi. “Tugas orangtua maupun para pendidik ialah mengarahkan agar anak­anak menggunakan internet se­ cara positif untuk peningkatan dan pengembangan diri. Pemerintah juga melakukan upaya untuk menjadikan Undang­Undang Informasi dan Tran­ saksi Elektronik sebagai filter infor­ masi di internet, dengan cara dan stra­ tegi yang refresif maupun persuasif”, ujarnya. Menurut Walikota Bekasi, dalam mewujudkan visi Kota Bekasi yang cerdas, sehat dan ihsan, memandang sangat perlu adanya upaya untuk menjalankan program internet sehat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pemerintahan, sebagaimana telah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Diharapkannya, seminar ini dapat memotivasi penyelenggara pendidikan untuk peduli terhadap implementasi internet sehat di lingkungan tugas dan masyarakat sekitar dan mensosiali­ sasikannya kepada orangtua murid agar tetap mendampingi anak­anaknya ketika bereksplorasi dengan internet di rumah. * *Ver

DPRD Kota Bekasi Didesak Tindaklanjuti Oknum PSB
menjalankan tugasnya sebagai lembaga kontrol terhadap jalannya pemerintahan di Kota Bekasi serta jalanya pendidikan di Kota Bekasi. Mereka jangan mengabaikan dengan masalah-masalah pendidikan di Kota Bekasi,” kecam Koordinator Aksi Ayu Hajar Qurbani,

“Kami meminta agar DPRD

Bekasi-GD PULUHAN massa yang mengatas­ namakan Liga Mahasiswa Nasional UntuK Demokrasi (LMND) Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kota Bekasi, belum lama ini di Kota Bekasi. Mereka mendesak DPRD Kota Bekasi untuk bisa mengimpelam­ tasikan kebijakan pendidikan gratis bagi warga miskin di Kota Bekasi. DPRD selaku lembaga kontrol peme­

DPRD Kabupaten Musi Rawas Mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru Kepada Pasangan
Daniel Otto Nugraha, SE Putera Bapak Marzuki Syamsum, S.sos, Sekwan Musi Rawas dan Yetti Herawati, SE Puteri Bapak Tusino Pernikahan dilaksanakan pada 10 Juni 2012. “Semoga Menjadi Keluarga Saqinah Mawwaddah dan Warohmah” Hj. Sri Hernalini Nita Utama Ketua Drs.Herman Mawik Wakil Ketua I Suhari, SPt Wakil Ketua II

rintah daerah seharusnya bisa menga­ wal jalanya penyelenggaraan pendi­ dikan. Dan memastikan seluruh anak Bekasi bisa sekolah. Bukan justru se­ baliknya merusak pendidikan. “Kami meminta agar DPRD men­ jalankan tugasnya sebagai lembaga kontrol terhadap jalannya pemerin­ tahan di Kota Bekasi serta jalanya pendidikan di Kota Bekasi. Mereka jangan mengabaikan dengan masalah­ masalah pendidikan di Kota Bekasi,” kecam Koordinator Aksi Ayu Hajar Qurbani, Lanjut Ayu mengatakan, dengan APBN yang 20 persennya untuk biaya pendidikan seharusnya kata dia tidak perlu lagi ada anak tidak sekolah serta sekolah rusak. Anggaran tersebut harusnya lebih dari cukup untuk mem­ biayai pendidikan di Indonesia. Na­ mun, pada kenyatannya hanya sekitar 14 persen yang direalisasikan. Sedang­ kan untuk kota Bekasi anggaran pendi­ dikan sekitar 200 milliar. “APBD sudah tinggi tapi masih ada sekolah rusak.

Anak tidak sekolah. Kemana anggaran itu. Kemana kerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Dimana kerja DPRD sebagai lembaga pengawas,” katanya Bukan itu saja masa juga menuntut agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ajaran baru nanti tidak disalahgunakan oleh pi­ hak­pihak tidak bertanggungjawab. Dan tidak dijadikan lahan bancakan bagi oknum pejabat maupun anggota DPRD Kota Bekasi. “Kami akan pantau pelaksanaan PPDB, bagi dewan atau pejabat eksekutif yang bermain, kita tidak segan­segan melaporkannya ke aparat penegak hukum,” ujarnya Massa yang kurang lebih satu jam berdemonstrasi akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Yusuf Nasih, menurutnya dewan siap me­ nerima aspirasi mahasiswa dan men­ jalankannya. Dan terkait PPDB Online, dirinya meminta kepada demosntran untuk melaporkan temuan mereka ke Badan Kehormatan Dewan (BKD). Jika memang pelanggaran tersebut dilakukan oleh anggota DPRD Kota Bekasi. Kalau ada dewan yang bermain dalam PPDB Online laporkan saja silahkan. Langsung bawa ke BKD un­ tuk ditindaklanjuti. Namun sejuah ini, saya pikir tidak ada praktik curang seperti itu dilakukan dewan. Kalau toh ada. Itu hanya oknum. **tim/p

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

BODETABEK G15
Tangerang-GD Wakil Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah mengatakan Peme­ rintah Kota (Pemkot) Tangerang akan selalu berkomitmen dalam mem­ bangun Kota Tangerang yang bera­ klakul karimah diantaranya melalui bidang pendidikan yang dilakukan secara nyata dan inovatif baik mela­ lui pembangunan sekolah maupun kesejahteraan bagi para guru. Pen­ didikan Anak Usia Dini (PAUD) me­ rupakan cikal bakal dalam mem­ bangun generasi yang berak lakul karimah. Oleh karena itu, jaga terus semangat dalam mendidik dan mem­ bangun anak usia dini yang akan men­ jadi generasi masa depan bagi Kota Tangerang. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Tangerang saat acara pelepasan siswa­siswi PAUD se­Keca­ matan Karawaci, Kota Tangerang di GOR Dimyati, Kecamatan Tangerang. Lebih lanjut, Wakil Walikota me­ ngatakan bahwa Pemerintah Kota Ta­ ngerang melalui Anggaran Penda­ patan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya terus mengalokasikan ang­ garannya untuk pembangunan sara­ na dan prasarana bagi masyarakat Kota Tangerang. Pemkot terus berino­ vasi dalam memenuhi kebutuhan ma­ syarakat terutama komitmen pem­ bangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. “Pemkot terus membangun infrastruktur un­ tuk memenuhi kebutuhan dasar ma­ syarakat, seperti halnya pada bi­ dang pendidikan,” ujarnya seraya menambahkan dalam rangka me­ ningkatkan kualitas para tenaga didik PAUD, Pemkot Tangerang ju­ ga turut memfasilitasi para guru PAUD dengan memberikan Pelatihan pada kesempatan Apel Pagi Pegawai Pemkot Tangerang bertempat di Plaza Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, beberapa waktu lalu. Selanjutnya dikatakan Walikota, bahwa PD Pasar Kota Tangerang dapat membangun pasar tradisional yang ada di Kota Tangerang agar lebih baik dan maju diantaranya dengan mewujudkan pasar tradisonal yang sehat karena keberadaan pasar tradisonal yang se­ hat masih sangat dibutuhkan oleh ma­ syarakat Kota Tangerang. Menurut Walikota bahwa pasar sehat adalah pasar yang dapat memberikan kenya­ manan bagi pedagang dan pengunjung dalam berinteraksi. Pasar tradisional yang sehat didukung oleh infrastruktur yang

Komitmen KPP Pratama Depok Untuk 1000 Trilyun
Depok-GD Walikota H. Nur Mahmudi Isma’il mengakhiri kegiatannya di Hotel Bumi Wiyata dengan menghadiri acara Va­ lues Gathering KPP Pratama Depok “Komitmen DJP Untuk 1000 Trilyun” yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Kota Depok. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud nyata komitmen DJP untuk mencapai penerimaan pajak di Kota Depok. Kepala KPP Pratama Kota Depok menghaturkan terima kasih ke­ pada Pemkot Depok dan stakeholder yang telah mendukung kinerja KPP Pratama. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula nomor telepon kring pajak (500200) sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja. Walikota memberikan apresiasi atas tekad untuk meningkatkan kinerja sebagai upaya pengumpulan pajak yang menjadi hak bersama untuk kemajuan bersama. “Melalui Value Gathering ini diharapkan para wajib pajak tidak akan ragu kepada KPP Pratama dalam pelaksanaan pelayanan pajak. Selamat kepada KPP Pratama, semoga semua pimpinan memiliki semangat yang sama untuk pengumpulan pajak dan untuk meningkatkan kinerja. Semoga tekad ini bisa meningkatkan Value yang ada di KPP Kota Depok” tutur Walikota sekaligus menjelaskan serta mengajak seluruh hadirin untuk turut berpartisipasi menjalankan One Day No Car setiap hari Selasa sebagai upaya penghematan BBM.* *Ver

Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Se-Kecamatan Karawaci
Kompetensi PAUD yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang di Aula Gedung Cisadane. Dan tentu­ nya, Pemkot juga memperhatikan kesejahteraaan para guru melalui pemberian insentif sebagai bentuk per­ hatian serta apresiasi bagi para guru yang telah turut membangun Kota Tangerang dengan turut menciptakan generasi­generasi akhlakul karimah bagi Kota Tangerang. Wakil Walikota juga mengatakan bahwa Pemkot terus melakukan pe­ merataan pembangunan berdasarkan masukan yang diberikan oleh ma­ syarakat. Sejauh ini, pembangunan yang ada telah dirasakan manfaatnya seperti halnya pembangunan pos­ yandu. Masyarakat dapat menggu­ nakan fasilitas tersebut sebagai wa­ dah pembinaan kesehatan, PAUD dan lainnya. Kemudian, selain untuk ke­ butuhan dan kesejahteraan masya­ rakat, pembangunan yang ada di Kota Tangerang juga terus dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kota Tangerang hingga terwujudnya pelayanan prima. * *ton memadai dan bagi Pemerintah Kota Tangerang pembangunan infrastruktur sudah menjadi komitmen Pemkot dalam membangun kesejahteraan ma­ syarakat. Dan pasar tradisional yang sehat juga dapat menjadi tempat yang menjanjikan bagi masyarakat untuk membangun ekonomi masyarakat Ko­ ta Tangerang. Dengan demikian PD Pasar sebagai salah satu BUMD yang ada di Kota Tangerang dapat terus mengembangkan berbagai program yang inovatif se­ hingga bisa memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan ini menjadi salah satu tantangan bagi jajaran direksi PD Pasar dalam pengelolaan manajemen pasar di Kota Tangerang.* *ton

Cegah Pemerasan, Dinas PU Kerjasama Kepolisian
Tangerang-GD Mencegah praktik pemerasan oknum­oknum tak bertanggung terhadap pelaksana proyek di lapangan, Dinas PU Kota Tangerang telah membuat kerja­ sama dengan pihak kepolisian untuk siap menangkap oknum­oknum yang meresahkan rekanan pemborong itu. “Karena terkadang tak tanggung­tanggung untuk satu proyek yang sedang dilaksanakan, oknum itu meminta uang hingga jutaan rupiah...” kata Purnawan Hery Santoso, Kepala seksi Pembangunan dan Rehabilitasi SDA pada Dinas PU Kota Tangerang, belum lama ini. Dikatakan dulu ada satu oknum yang nekad ingin memeras pihak kontraktor sampai Rp 5 juta dengan dalih sebagai uang sewa tempat. Rekanan kontraktor ini lalu melaporkan kepada petugas PU dan diberi agar tak memberi uang, bahkan diminta memberi penjelasan bila pekerjaan pembangunan fisik proyek diawasi Dinas PU bekerjasama polisi. “Setelah oknum itu diberi penjelasan oleh kontraktor, oknum itu tak berani meminta uang kepada kontraktor...” katanya. Purnawan menghimbau warga di lokasi proyek pembangunan Kota Tangerang agar ikut berperan menjaga dan memelihara kelancaran pelaksanaan setiap proyek yang sudah dikerjakan. “Kan, akhirnya proyek pembangunan itupun untuk masyarakat juga...” katanya. * *ton

Walikota Lantik Saiful Wijaya Menjadi Dirut PD. Pasar Kota Tangerang
Tangerang-GD Walikota Tangerang H.Wahidin Halim melantik Direktur Utama PD. Pasar Kota Tangerang Saiful Wijaya yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional PD.Pasar Kota Tangerang. Pelantikan ini dilakukan dalam rangka mengisi kekosongan jabatan dimana sebelumnya Dirut PD Pasar Kota Tangerang dijabat oleh H. Asmuni Ilyas. Seperti halnya pelantikan pejabat Pemerintah Kota Tangerang, Dirut PD Pasar Kota Tangerang juga dilantik

DPRD Kabupaten Musi Rawas Mengucapkan :
Selamat dan Sukses Atas Pelantikan CPNSD kabupaten Musi Rawas Formasi Tahun 2011, tanggal 05 Juni 2012 oleh Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti.

Hj. Sri Hernalini Nita Utama Drs.Herman Mawik Suhari, SPt Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II

Marzuki Syamsum Sekwan

G16

METRO

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

H. Munier :

Jakartaku Harapanku, Jakarta Satu, satu Putaran
Ketua Forum Bersama Jakarta Korwil Jakarta Timur, H. Munier Arsyad

Jakarta-GD Pesta Demokrsi di Jakarta semakin memanas beberapa tim sukses mulai melakukan kampanye terselubung, bahkan terkesan tidak sehat dan menjelek­ jelekkan calon lainnya, kalau hal tersebut dibiarkan bisa jadi Jakarta akan jadi ajang kerusuhan, sehingga bisa berdampak pada rusaknya fasilitas yang ada, dan merusak image Indonesia dimata dunia, oleh sebab itu Ketua Forum Bersama Jakarta Korwil Jakarta Timur, H Munier Arsyad, mengajak pada seluruh kom­ ponen masyarakat, untuk menjaga Jakarta agar tetap aman, nyaman dan kon­ dusif. Untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut, FBJ korwil Jakarta Timur juga mengajak seluruh warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya, jangan sampai ada yang golput, ini demi keberlangsungan pembangunan di Jakarta, kalau salah pilih maka kita akan menyesal selama lima tahun.

FBJ korwil Jaktim juga berharap agar proses pemilihan gubernur DKI cukup satu putaran, karena dengan satu putaran, maka dana yang digunakan dalam Pilkada juga lebih hemat, sehingga dananya bisa dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diakuinya bahwa dalam Pilkada saat ini, juga sudah terlihat gejala adanya permusuhan antar pendukung, yang bisa menimbulkan kerusuhan; oleh sebab itu FBJ Korwil Jakarta Timur menghimbau pada warga Jakarta untuk segera melaporkan pada aparat Kepolisian, apabila melihat ada upaya yang akan menimbulkan kerusuhan dan ketidaktentraman. jangan biarkan provokasi me­ rambah di masyarakat, waspadai lingkungan masing masing, sekali lagi saya mengajak warga Jakarta Timur, mari ciptakan “Jakarta Satu, Satu Putaran” ajak H Munier **PY.

BLUEFORCES siapkan Video Klip Lagu Fauzi – Nachrowi,

Dukung Kampanye Pilkada DKI

Jakarta-GD Masa­masa menjelang pelaksanaan jadwal kampanye pemilukada DKI Jakarta mulai menghangat. Masing­masing timses calon yang akan berlaga mulai sibuk. Demikian pula dengan para ormas pendukung. Salah­satunya adalah Blueforces, sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda yang selama ini komit mendukung Fauzi Bowo sejak tahun 2007 pun tengah bersiap­siap memeriahkan masa kampanye yang akan berlangsung pada 24 Juni – 7 Juni 2012. Dan diawali dengan deklarasi kampanye damai pada 23 Juni. Berkenaan dengan jadwal yang sudah terencana itu, maka Blueforces pun melakukan langkah persiapan guna terlibat penuh dalam masa kampanye nanti. Selain melakukan penggalangan dan melaksanakan kegiatan Baksos, tak tanggung­tanggung langkah persiapan yang dilakukan Blueforces adalah menyiapkan lagu­lagu bertema kampanye pemenangan Fauzi­Nachrowi. Selama ini sudah Banyak lagu yang diciptakan jelang kampanye, namun penyiapan lagu yang dilakukan Blueforces lengkap dengan video klipnya dan para penarinya. Bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan (Minggu, 10/6/2012), sengan melibatkan sebanyak 60 orang anggota Blueforces yang rata­rata berusia muda, melakukan kegiatan syuting pembuatan klip lagu berjudul “Blueforces Fauzi­ Nachrowi”. Menurut Erwin H. Al­Jakartaty, Commandante Blueforces, acara

syuting lagu kampanye ini merupakan bagian dari konsolidasi dan pembinaan anggota yang tengah dijalankan dan merupakan rutinitas harian yang dilakukan Blueforces saat musim pilkada tahun ini. Rencananya Blueforces membuat empat lagu dalam satu CD, dan proses pembuatannya melibatkan seorang arranser dan pencipta lagu kawakan Edison Sibuea. Lagu berirama enegik dan menggugah semangat ini syairnya dibuat sendiri oleh Erwin H. Al­Jakartaty dan penyempurnaannya berupa musik dan arransemen dilakukan oleh Edison Sibuea. Karya kolaborasi dua tokoh pemuda ini menghasilkan sebuah karya yang sangat bagus. “Kami merencanakan sesuatu yang berbeda dimasa kampanye nanti, lagu ini tidak semata diputar tapi dilengkapi juga dengan tarian. Kami juga akan memutar lagu ini keliling Jakarta” demikian Erwin H. Al­Jakartaty menegaskan. Timses Fauzi­Nachrowi merangkul banyak seniman guna memeriahkan kampanye yang akan dilaksanakan, dan diantara seniman­seniman tersebut banyak melahirkan pula beberapa lagu­ lagu bertemakan kampanye. Namun lagu yang dibuat oleh anak­anak Blueforces merupakan warna tersendiri dalam pemilukada DKI Jakarta tahun ini. Diluar momentum kampanye pilkada, pada dasarnya terciptanya lagu ini merupakan bentuk kreatifitas dari organisasi Blueforces yang selama ini memang terkenal kreatifitasnya sebagai organisasi pemuda yang bersemboyan loyal. Dinamis dan militant. ** Pry. dari para pembicara, baik dari Dinas terkait, Kementrian maupun dari Pa­ karnya. Pelatihan Manajemen Organisasi juga sebagai upaya meningkatkan ke­ trampilan bagi generasi muda dalam berorganisasi, sehingga kelak mereka akan benar­benar menjadi generasi bangsa yang berjiwa nasionalisme, berwawasan kebangsaan, dan tetap berkomitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan telah terbentuknya Pengu­ rus Kecamatan KNPI di 10 Kecamatan serta pengurus 48 Kelurahan, pada bulan ramadhan yang akan datang, KNPI Jakarta Timur akan menggelar Santunan dan Pelantikan Pengurus Kecamatan dan Pengurus Kelurahan, dan mereka setelah dikukuhkan diha­ rapkan akan lebih aktif lagi dalam membantu Pemerintah Daerah, khu­ susnya dalam menangani masalah Kepemudaan, dan permasalahan ke­ masyarakatan yang lain, dilingkungan mereka tinggal. Oleh sebab itu sebagai Ketua KNPI Tingkat Kota Jakarta Timur, saya berharap seluruh jajaran Pemerintah Daerah mulai dari aparat di Kelurahan, Kecamatan hingga ting­ kat Kota/Sudin dapat melakukan ker­ jasama yang baik dengan KNPI, pin­ tanya. Saat disinggung tentang Pesta De­ mokrasi Pemilihan Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta, Benny Wija­ ya mengaku akan turutserta mensuk­ seskan Pilkada tersebut, KNPI memang tidak memihak pada salahsatu kandi­ dat, namun seluruh anggota KNPI diharuskan untuk menggunakan hak
bersambung ke hal. 22

Tingkatkan SDM Pemuda,

KNPI Jaktim Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi
Jakarta-GD Bertempat di Hotel Mega Matraman Jakarta Timur, sebagaimana Program kepengurusan DPD II, selama 4 hari jajaran KNPI Kota Jakarta Timur me­ nggelar Pelatihan Manajemen Orga­ nisasi, menurut Ketua KNPI Kota Ja­ karta Timur, Benny WIjaya SHi, bahwa peserta pelatihan kali ini adalah pe­ ngurus KNPI tingkat Kota, KNPI Pe­ ngurus Kecamatan dan Pengurus Ke­ lurahan, mereka akan mendulang ilmu

Benny Wijaya SH

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

METRO G17
beda orangnya. Pemilihnya nggak salah mereka tetap boleh milih,” ujarnya. Seperti diketahui, ada lima tim sukses pasangan calon yang menolak hasil DPT karena masih menemukan indikasi pemilih ganda. Hasil DPT yang dirilis KPU DKI hanya ditandatangani oleh tim Foke­Nara. KPU DKI menetapkan bahwa jumlah pemilih resmi untuk pemilukada DKI tanggal 11 Juli 2012 sebanyak 6.983.692 orang. Jumlah DPT itu ditetapkan KPU DKI setelah merevisi jumlah DPT yang diperolehnya sebanyak 6.982.179 pemilih. Sementara, Panwaslu DKI Jakarta juga menegaskan bahwa calon gubernur incumbent dalam pemilukada DKI 2012 bukan cuma Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Dua kepala daerah lainnya, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dan Wali Kota Solo, Joko Widodo juga dinyatakan sebagai kandidat gubernur incumbent. “Incumbent bukan satu orang. Incumbent ada tiga. Dan ketiga­tiganya ini Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Jokowi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo,” kata Ramdhansyah. Oleh karenanya, ujar Ramdhansyah, ketiga calon gubernur tersebut harus mematuhi ketentuan di UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemda. Yakni dilarang menggunakan fasilitas negara. Artinya, ketiga calon tersebut tidak boleh menggunakan fasilitas negara selama kampanye pemilukada DKI 2012. “Yang boleh melekat itu cuma satu yaitu keamanan. Terhadap para calon itu sudah diperintahkan pada Kapolda, maupun berdasarkan peraturan KPU, pengamanan itu melekat. Karena kalau ada apa­apa kan pihak kepolisian yang disalahkan,” ujarnya seraya menambahkan, cagub Foke, Alex dan Jokowi sudah harus mendapatkan izin cuti paling lambat 12 hari sebelum memasuki masa kampanye. Izin cuti untuk gubernur dikeluarkan Presiden RI. Sedangkan izin cuti untuk wali kota diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. “Yang namanya masuk masa kampanye, itu kan bisa saja tak cuti. Tetapi kalau tak cuti, tak boleh melakukan kampanye. **nu/p
sambungan dari hal. 12

KPU DKI Diingatkan Jangan Asal Coret

Jakarta-GD PANITIA Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta mengaku telah menyisir daftar pemilih tetap (DPT) yang disahkan KPU DKI Jakarta pada 2 Juni 2012 lalu. Hasil penyisiran menunjukan bahwa masih ada 222 nama pemilih yang diduga ganda. Ketua Panwaslu DKI, Ramdhansyah mengatakan, data tersebut akan dicek lagi ke lapangan oleh KPU DKI. Bila ternyata terbukti ganda maka nama pemilih akan ditandai agar tidak diperbolehkan memilih. “Ini landasan KPU untuk cek orangnya sama atau tidak. Kalau ternyata orangnya beda tidak perlu ditandai, kalau orangnya sama baru ditandai,” kata Ramdhansyah (10/6) di Cikini, Jakarta Pusat Menurut Ramdhansyah, KPU harus teliti saat mengkroscek temuan nama pemilih janggal yang diserahkan lembaganya maupun tim sukses pasangan calon. Ia tidak ingin KPU DKI asal coret dan menghilangkan hak pilih orang. “Kalau main coret bahaya,” tegasnya. Ramdhansyah menilai NIK ganda dalam daftar pemilih bisa disebabkan karena kesalahan input data. Oleh karena itu harus dilakukan pengecekan lagi ke lapangan untuk memastikan. “Ada yang salah input NIK, ternyata di lapangan

Masyarakat Dihimbau Tak Tertipu Calo
Jakarta-GD Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis dilaksanakan selama dua hari, Untuk mengantisipasi adanya usaha percaloan yang dilakukan secara tidak bertanggung jawab oleh pihak­pihak tertentu, ketua SNMPTN, Akhma Loka, mengimbau masyarakat untuk lebih rasional dan lebih berhati­hati dengan rayuan dan bujukan pihak­pihak tertentu untuk memberikan imbalan jika mereka nanti dinyatakan lulus. “Mereka tidak melakukan apapun untuk kelulusan Anda, jadi jangan tertipu!,” ujar Akhma Loka, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia menggambarkan, jika ada seratus orang yang diyakinkan pelaku bahwa nomor ujian mereka akan muncul pada saat kelulusan, dan setidaknya ada dua nomor ujian yang benar dinyatakan lulus, maka akan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, ada pihak yang memberikan imbalan atas apa yang tidak dilakukan calo tersebut. Akhma Loka juga mengimbau agar peserta SNMPTN yang akan melaksanakan ujian besok pagi, dapat melihat lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan. “Jangan sampai ketika datang besok, mereka kebingungan di mana lokasinya,” tuturnya. **Psh

memberikan beasiswa khusus bagi Mahasiswa berprestasi. Selaku pimpinan STP Trisakti, pi­ haknya juga bangga dengan para ma­ hasiswa penerima beasiswa luar negeri yang memiliki prestasi membangga­ kan, demikian juga para alumni yang telah bekerja di beberapa Negara tetangga, juga memiliki prestasi yang baik, sehingga kepercayaan dunia usa­ ha pada STP Trisakti juga terus me­ ningkat¸ oleh sebab itu untuk lebih meningkatkan kualitas lulusan, STP Trisakti sebentar lagi akan memiliki Program Doktor dibidang studi Pari­ wisata. Beberapa kajian dibidang Kepari­ wisataan akan terus ditingkatkan guna meningkatkan peranserta STP Trisakti pada peningkatan Pariwisata secara Nasioal maupun di Daerah­daerah, oleh sebab itu dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, tegasnya. Ditambahkan Djoko, STP Trisakti akan tetap mewujudkan diri menjadi perguruan tinggi pariwisata berkua­ litas global dan menjadi center of ex­ cellence di bidang pendidikan dan ke­ pariwisataan dan hospitaliti dengan terus meningkatkan pelayanannya kepada mahasiswa (student oriented) dan masyarakat dengan meningkatkan sumber daya manusia baik dosen mau­ pun tenaga penunjang dengan mem­ beri kesempatan untuk melanjutkan pendidikan baik S1,S2 maupun S3. “Dosen yang telah mendapatkan sertifikasi dosen hingga saat ini ber­ jumlah 22 orang dari 36 dosen tetap. Kami akan terus menargetkan seluruh dosen tetap yang ada untuk segera memiliki sertifikasi dosen di tahun 2014,” papar Djoko Sudibyo. Sementara dalam sambutannya Ke­

tua Yayasan Trisakti Julius Yudha Ha­ lim menegaskan, bahwa Usia 43 tahun ibarat orang dengan usia produktif, dan STP Trisakti telah melahirkan para ahli dibidang kepariwisataan, dan sebagai Perguruan Tinggi Swasta dibidang Pariwisata tertua di Jakarta, hendaknya seluruh jajaran STP Tri­ sakti tidak terlena, namun justru terus tertantang untuk meningkatkan kua­ litas alumni. Julius juga mengaku bangga, ter­ hadap para mahasiwa dan berharap kegiatan 25 UKM yang ada, akan terus mendorong menjadi UKM unggul. Selain itu, Julius juga bangga dengan budaya senyum yang ada di STP Trisakti. Menurut dia, telah banyak prestasi yang telah diraih STP Trisakti dan merupakan hasil kerjasama semua pihak. Menyinggung akan adanya sengketa Yayasan Trisakti dengan Rektor Uni­ versitas Trisakti, Yudha Halim me­ ngaku sedih dengan penegakan hukum yang ada di Indonesia, karena pihaknya sudah lima kali memenangkan proses peradilan serta putusan PK, tetapi 5 putusan tersebut tidak diindahkan dan dilaksanakan oleh pihak berwewenang, kita sudah protes keras, tetapi tidak ada tanggapan, paparnya. Dalam waktu yang bersamaan, da­ lam acara puncak Dies Natalis ke 43 tersebut, ST Pariwisata Trisakti juga memberikan penghargaan kepada Do­ sen serta Karyawan,yang memiliki masa pengabdian, 15, 25 dan 30 tahun, hal tersebut sebagai ungkapan teri­ makasih ST Pariwisata Trisakti pada mereka yang telah mengabdikan diri dalam pengembangan akademik, dan dengan penghargaan ini,diharapkan akan memicu semangat dan kualitas kerja, yang lebih baik lagi. (Py)

G18

METRO

GENTA DEMOKRASI
www.gentademokrasi.com EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Pasar Mayestik dan Kebayoran Lama Diresmikan
Jakarta-GD PASAR Mayestik di Kebayoran baru, yang telah lama rusak karena di­ makan usia, kini telah berubah total. Begitu pun dengan kondisi Pasar Ke­ bayoran lama yang rusak berat paska terbakar 2010 lalu, kini telah diperbaiki Pemprov DKI Jakarta menjadi lebih modern. Dengan diresmikannya pe­ nggunaan kedua pasar tersebut, di­ harapkan pasar tradisional memiliki daya saing dengan pasar swalayan yang kini makin bertebaran. “Kita membangun pasar ini supaya tidak lagi kumuh dan becek. Mudah­ mudahan standar dan kualitasnya sesuai harapan masyarakat,” ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta saat meresmikan Pasar Mayestik di Jl Tebah, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Sabtu, (16/6). Menurut Fauzi, PD Pasar Jaya mempunyai aset dan tempat strategis di seluruh Jakarta. Terutama dalam memoderinisasi pasar­pasar yang ada di Jakarta. “Untuk itu, mari kita kerja sama untuk meningkatkan Pasar Jaya ini sebagai aset perekonomian daerah agar terus berkembang. Karena dari sini juga akan terbentuk perekonomian rakyat,” ucapnya. Fauzi menambahkan, kenyamanan dan keamanan pasar tradisional sering menjadi pertimbangan warga untuk berbelanja. Selain itu, kurang sadarnya pedagang dan warga yang datang ke sana terkait kebersihan pasar menjadi permasalahan utama. “Tidak ada pasar yang aman dan nyaman kalau Raya, Jl Inspeksi Kali Sunter, Jl Waduk Rawabadak, Jl Masjid Al Koramah, Jl Sampan, dan lain­lain. Di Kecamatan Tanjungpriok, antara lain Jl Gorontalo II, III, IV, V, Jl Kebon Bawang III, IV, Jl Melati, Jl Cempaka I, II, III, Jl Gadang, Jl Ganggeng 1, 2, 4, 6, dan lain­ lain. Kemudian, Kecamatan Kelapa gading antara lain Jl Kodamar Baru, Jl Tabah Raya, Jl Prihatin, Jl Gading Elok Utara, Jl Gading Elok Timur, dan lain­lain. Untuk Kecamatan Cilincing, diantaranya Jl Tipar Selatan, Jl Tipar Selatan III, Jl Sungai Progo, Jl Sungai Mahakam, dan lain­lain. Sedangkan di Kecamatan Penja­ ringan, di antaranya Jl Cupang I, II, Jl Lopis, Jl Lopis I, II, Jl Lele, dan lain­ lain. “Perbaikan dengan pengaspalan ini dilakukan untuk jalan yang tingkat kerusakannya ringan hingga sedang. Selain itu, 90 lokasi perbaikan jalan dengan cara peningkatan dan betonisasi, diantaranya Kecamatan Penjaringan yang meliputi Jl Moa Lanjutan. Wilayah Tanjungpriok dian­ taranya peningkatan Jl Warakas 5 sisi selatan dan utara, Jl Warakas 5 Gang 8 dan 11, Jl Warakas VII, dan Jl Sunter bangun/rehabilitasi prasarana/infra struktur usaha tani/jaringan iri­ gasi (Jitut/Jides), jalan usaha tani, Penguatan kelembagaan tani, Pengem­ bangan Kemitraan usaha. Dengan demikian Bupati berharap semua program Pemerintah dapat ber jalan sesuai rencana sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi para petani khususnya dan masyrakat Karawang, dan berkar kerjasama semua pihak kini anggaran untuk Pertanian di Kabupaten Karawang terus meningkat. Pungkasnya. Dalam Laporannya Kadis Pertanian Nahrowi menjelaskan bahwa di Musim Gadu 2012 sekarang ini realisasi tanamnya baru mencapai 25.383 Hektar yang seharusnya berdasarkan rencana sesuai Gol Air harus sudah tanam 56.341 Ha, ada keterlambatan seluas 31 ribu Ha. Keterlambatan tanam ini menurutnya disebabkan karena, Kurangnya tenaga Pengolah tanah khusunya Hand traktor, kemu­ tidak bersih. Komitmen membangun kembali seluruh pasar tradisional guna memberikan kesejahteraan para pedagang dan memberikan rasa nya­ man kepada para pembeli,” ujarnya Untuk itu, Fauzi meminta kepada beberapa pedagang sayur mayur untuk menjaga kebersihan pasar, se­ hingga tidak hanya bangunannya saja yang bagus, tetapi kebersihan ling­ kungannya pun tetap terjaga. “Ini pasar sudah bagus, dijaga juga ke­ bersihannya.*P Muara Raya. Di Kecamatan Koja peningkatan dan betonisasi dilakukan di Jl Se­ mangka. Untuk Kecamatan Kelapa­ gading diantaranya peningkatan Jl Kuning Langsat dan Kuning Mas, dan Pembangunan Jl Missing Link Bou­ levard Raya. Di kecamatan Cilincing diantaranya peningkatan Jl Taruna Tahap II, Jl Kalibaru Timur VI, Jl Berlian, Jl Camar Raya, Jl Bul­Bul. “Anggaran untuk memperbaiki 227 lokasi jalan tersebut sebesar Rp 134 miliar. Anggaran itu juga termasuk perbaikan 689 titik lubang dengan luas 252 ribu meter persegi,” katanya seraya menambahkan, masyarakat agar ikut menjaga kondisi jalan yang diperbaiki tersebut. Salah satunya dengan menye­ suaikan jenis jalan dengan kendaraan yang melintas. “Jalan­jalan lingkungan atau perumahan, sebaiknya jangan dilalui oleh kendaraan dengan beban berat, seperti truk tronton dan trailer. Sebab, jalan lingkungan tidak disiapkan untuk kendaraan berat. **jak/pan .

227 Ruas Jalan Rusak di Jakut
Jakarta-GD Berdasarkan catatan Sudin Peker­ jaan Umum (PU) Jalan setempat, terdapat 227 ruas jalan dalam kondisi rusak. Karena itu, perbaikan pun rencananya segera dilakukan mulai Juni hingga akhir tahun mendatang. Kepala Sudin PU Jalan Jakarta Utara, Maman Suparman mengatakan, tahun ini, pihaknya memprioritaskan perbaikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan konstruksi. “Jalan­jalan yang rusak hingga struktur tanahnya terlihat karena sudah tidak terlapisi aspal lagi, juga akan kami prioritaskan pengerjaannya tahun ini,” katanya di Jakarta, Jumat (15/6). Dikatakan Maman, ke­227 lokasi jalan rusak tersebut, diantaranya 135 ruas jalan diperbaiki dengan cara pengaspalan dan 90 ruas jalan sambungan dari hal. 13 mengelola usaha taninya dengan melakukan berbagai inovasi, sehingga produktivitas padi bisa meningkat. Demikian dikatakan Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara,MH dalam sambu­ tannya saat pencanangan Komando Gerakan Percepatan Tanam Musim Gadu Tahun 2012 dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di Desa Lemah Mukti Kecama­ tan Lemah Abang. Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa untuk membangun sektor per tanian di Kabupaten Karawang, hal ini mencakup pembangunan pertanian dalam arti luas dan selaras untuk mewujudkan 4 (empat) sukses pembangunan pertanian, yaitu : Pen­ capaian Swasembada berkelanjutan melalui peningkatan produksi dan Produktivitas Pertanian, peri­ kanan dan kehutanan ; Peningka­ tan Diversifikasi pangan melalui Penganekaragaman komoditi pertanian ; juga Peningkatan nilai tambah, daya diperbaiki dengan betonisasi. Sisanya, 2 ruas jalan jembatan yang tengah dibangun yakni, di Jembatan Kali Sentiong, Tanjungpriok sepanjang 24 meter dengan lebar 1,5 meter dan Jembatan Kali Gendong, Cilincing sepanjang 11 meter dan lebar 1,5 meter. “Untuk jalan yang rusak parah akan dilakukan dengan cara ditinggikan dan dibeton. Sebab bila hanya diaspal, maka kerusakan akan mudah terjadi lagi. Sedangkan, dua unit jembatan itu juga akan dibetonisasi,” katanya. Ke­135 lokasi jalan rusak itu yang dilakukan pengaspalan, diantaranya di Kecamatan Cilincing yaitu Jalan Kebantenan I, IV, V, VI, VII, IX, Jl Embrio, Jl Sungai Mahakam, Jl Sungai Progo, Jl Tipar Selatan III, dan Jl Tipar Selatan. Di wilayah Kecamatan Koja antara lain Jl Melur 1,2,3, Jl Teratai saing dan ekspor melalui penanganan pasca panen dan komoditi olahan ; serta Peningkatan kesejahteraan petani. imbuhnya Bupati juga menyampaikan bahwa untuk tercapainya sasaran produksi padi di Kabupaten Karawang tahun 2012 sebesar 1,51 juta ton GKP, agar dapat berkontribusi langsung dalam mendukung program peningkatan beras nasional (P2BN) dan surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014, maka perlu dilakukan upaya­upaya melalui program strategis, antara lain : Peningkatan mutu intensifikasi melalui penerapan teknologi spesifik lokasi yang berorientasi agribisnis, berwawasan lingkungan dan kearifan lokal; Menurunkan/memperkecil ke­ hilangan hasil melalui antisipasi terjadinya dampak perubahan iklim (DPI), gangguan/serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Peningkatan Penerapan Teknologi panen dan pasca panen serta mem­

dian Infrastruktur sebagai pembawa air ke petakan sawah masih ada kendala karena pendangkalan, ke­ mudian Pengadaan benih khusunya dalam program SL­PTT, ada sedikit ketelabatan karena proses administrasi dalam tender perlu ditempuh sesuai dengan prosedur yang benar. Namun sekarang semua telah teratasi dan pada saat ini kita mendaptkan tambahan Hand Traktor sebanyak 739 Unit. Ungkapnya Disela pelaksanaan pencanangan tersebut, Bupati menyerahkan secara simbolis 739 handtraktor, Bantuan Benih, Pupuk serta Obat Pembasmi Hama. juga pada kesempatan tersebut Bupati dan Kasdim 06/04 Karawang langsung terjun ke sawah untuk mencoba handtraktor sebagai tanda dimulainya Gerakan Percepatan Mu­ sim Tanam tahun 2012, turut hadir Sekretaris Daerah Karawang, Camat Lemah Abang, Para Kepala OPD terkait. **Budi

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

METRO G19

Jakarta Paling Dibenci di Dunia, Buruknya Manajemen Pengelola
dibenci, menurutnya, karena Peme­ rintah Provinsi Jakarta tidak pernah membangun manajemen program. Pemda tidak pernah memikirkan posisi Jakarta sebagai ibukota negara. Dengan demikian, Jakarta tidak didesain untuk memiliki brand tertentu. “Tidak dibangun positioning Ja­ karta, brand­nya apa. Yang ada hanya brand banjir, macet, dan kumuh,” ujarnya di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (17/6). Jakarta, menurutnya, tidak mempunyai spesifikasi. Di antaranya, tidak punya kekhasan untuk dikenang seperti kota mode atau busana muslim, kota festival atau lain­lain. “Bangun dong brand, seperti kota mode. Mode busana muslim. Kota festival. Untuk itu, tanya ke rakyat, apa yang mau dibangun,” ujarnya. Selain itu, Jakarta dibenci karena pembangunan Jakarta terjebak pada sisi administrasi saja. Seolah­olah, Jakarta hebat jika administrasi dilakukan dengan baik. Namun, pemerintah lupa untuk membangun manajemen brand. “Terjebak pada sisi administrasi, birokrasi sehingga tidak membangun manajemen brand. Sehingga yang muncul dibenci,” ujarnya. Untuk itu, Jokowi tetap bertahan pada filosofinya yaitu satu jam di kantor dan jam berikutnya turun ke masyarakat. “Filosofi ini jangan diar­ tikan lurus. Yang dimaksud ada­ lah jangan terjebak pada sisi biro­ kratis saja,” tegasnya. Cagub dari jalur independen Faisal Basri juga menilai Jakarta sudah salah urus. Manajemen penataan kota Jakarta sangat buruk. “Lihat saja transportasi dan kemacetan, banjir di mana­mana. Sudah salah urus,” ujarnya. Sementara, cagub nomor urut empat Hidayat Nur Wahid mengungkapkan seluruh klaim soal keberhasilan Jakarta menjadi rontok karena Jakarta ditempatkan di urutan ketujuh sebagai kota yang dibenci. “Jakarta sebagai kota dengan kemacetan, polusi dan warung di Jalan Fatmawati. Seperti diketahui pengerjaan proyek MRT tahap I Lebak Bulus­Bundaran HI sudah mulai dikerjakan. Proyek itu harus mengorbankan sekitar seribuan pohon yang selama ini meneduhi jalanan itu. MRT merupakan salah satu upaya dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi kepadatan volume kendaraan. Pembangunan fisik MRT dimulai awal 2013 nanti dan ditargetkan beroperasi sekitar awal 2016. **nu pertunjukan ‘kemiskinan,” ujarnya. Perspektif kota yang dibenci harus segera diakhiri. Jakarta, menurutnya, harus divisikan sebagai kota modern yang setara dengan Singapura atau kota modern di Asia lainnya. “Jakarta mesti menjadi kota yang modern serta mampu menyejahterakan warganya dan tetap mepmertahankan ketinggian budaya lokal,”ujar Hidayat. Untuk mengubah Jakarta, lanjutnya, perlu ada revitalisasi birokrasi dan penting adanya pemimpin baru.”Itu sebabnya kita butuh pemimpin baru di Jakarta yang bisa menghadirkan Jakarta yang sejahtera, modern, dan berbudaya,” tegasnya. Sebelumnya, situs CNNGO, portal khusus travel dan wisata dari CNN, menyebutkan Jakarta adalah kota ketujuh yang dibenci di dunia. Alasannya, tata kota yang buruk, kemacetan, polusi, dan kesemrawutan. Selain itu, situs tersebut menyebutkan Jakarta adalah kota yang kumuh. **mi/pri hasil penyelidikannya. “Saya sangat prihatin. Bersyukur kejadiannya pada malam hari sehingga tidak menim­ bulkan korban. Yang terpenting, proses belajar mengajar harus tetap berlangsung. Bisa saja kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk sementara menumpang di sekolah lain,” ujar Fauzi Bowo saat meninjau bangunan SDN Cipinangbesar Selatan 20, Jatinegara. Dikatakan Fauzi, anggaran rehab gedung SDN Cipinangbesar Sela­ tan 20 bersumber dari block grand Kementerian Pendidikan dan Kebu­ dayaan senilai Rp 362 juta. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk memperbaiki beberapa ruang kelas yang atapnya rusak berat. Untuk me­ kanisme pengerjaannya dilakukan pihak sekolah mulai dari pembentukan panita, perencanaan, pelaksanaan hi­ ngga pengawasannya. Saat meninjau atap gedung yang ambruk, Fauzi juga sempat memperhatikan, baja ringan yang dipasang sebagai kuda­kuda bangunan bukan terbuat dari besi melainkan alumunium. Karenanya, kata Fauzi, perlu ada tim khusus untuk menyelidiki secara teknis kasus tersebut. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto menam­ bahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan secara teknis sesuai yang diperintahkan Gubernur DKI. Untuk proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. “Kepada pihak sekolah dan pelaksana, saya minta agar kooperatif terhadap petugas kepolisian yang melakukan pemeriksaan. Sampaikan data yang ril, sehingga semua bisa jelas duduk perkaranya. Informasi apapun yang menyangkut masalah rehab sekolah ini harus disampaikan,” katanya **jkc/ pen .

Jakarta-GD PEMBERITAAN internasional ak­ hir­akhir ini menempatkan kota Ja­ karta di sepuluh besar sebagai kota yang paling dibenci di dunia. Jakarta berada di urutan ketujuh setelah Lima, Peru, dan Los Angeles. Calon gubernur (cagub) Joko Wi­ dodo (Jokowi) menyayangkan hal ter­ sebut. Menurutnya, Jakarta tidak harus dibenci sebab seluruh pote­ nsi bila dikelola d engan baik untuk membangun Jakarta dapat mem­ buat ibu kota RI itu dicintai. Jakarta

Warga Keluhkan Pohon yang Ditebang di Jalan Fatmawati
Jakarta-GD PROSES pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) untuk mengurai kemacetan di Jakarta ternyata membawa dampak negatif. Warga di Jalan Fatmawati Raya mengaku terancam terhadap potensi meningkatnya polusi. Pasalnya, pepohonan di sepanjang Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, ditebang. Berdasarkan pengamatan Media Indonesia, sepanjang perempatan lampu merah Cilandak hingga lampu merah Jalan Terogong Raya tidak dirindangi pohon hijau. Diperkirakan penebangan pohon dilakukan untuk tahap pertama proyek yaitu pelebaran jalan. Beberapa warga mengeluhkan udara yang semakin panas tanpa pohon. Selain itu warga juga merasa kondisi yang kotor karena debu yang tak tersaring pepohonan. Kondisi tersebut dikatakan sudah berlangsung selama lebih dari sepekan. “Lumayan jadi lebih panas sekarang. Debunya lebih kerasa terhirup karena pohon­pohon sudah pada ditebang,” keluh Alan, 28, warga Jalan Cilandak V di Jakarta. Penebangan pohon juga diikuti dengan proses pelebaran jalan. Proses tersebut tampaknya juga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Seorang pengguna jalan, Rian, mengatakan perjalanannya sedikit terhambat ketika melewati Jalan Fatmawati Raya menuju RS Fatmawati. Ia juga harus melambankan motor karena terkadang ada petugas galian di ruas jalan dan para pejalan kaki. “Sekarang macetnya enggak cuma sore hari pas pulang kerja. Dari siang juga sudah macet. Bisa lebih dari 15 menit menelusuri jalan ini pakai motor,” jelas Rian, 22, seorang kurir. Ternyata dampak penebangan pohon itu juga dialami oleh pejalan kaki. Tak hanya kepanasan karena tak ada lagi pohon pelindung. Mereka mengaku kehilangan haknya untuk berjalan di trotoar. Terkadang mereka harus berlomba dengan kendaraan bermotor jika berjalan. “Lumayan bingung sekarang kalau mau jalan kaki. Trotoarnya banyak yang enggak bisa dipakai,” kata Inten, penjaga

Polisi Diminta Usut Tuntas Kasus Sekolah Ambruk
Jakarta-GD PERISTIWA ambruknya atap ge­ dung SDN Cipinang besar Selatan 20, Jatinegara, Jakarta Timur menim­ bulkan keprihatinan tersendiri bagi Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Terlebih, ambruknya atap gedung SDN Cipinangbesar Selatan 20 itu terjadi di tengah upaya penyelesaian rehab sekolah tersebut. Untuk mengetahui penyebab ambruknya sekolah itu, Fauzi Bowo bersama jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta lang­ sung meninjau lokasi kejadian, Rabu (6/6). Atas insiden yang terjadi, Fauzi mendesak aparat kepolisian untuk mengusut hingga tuntas kasus am­ bruknya atap gedung SDN Cipinang besar Selatan 20. Pihaknya juga telah memerintahkan Disdik DKI untuk membantu pihak kepolisian melakukan investigasi atas ambruknya sekolah tersebut. Fauzi berharap, kasus ini tidak akan berlarut­larut, sehingga dalam sepekan sudah ada

G20

PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN
www.gentademokrasi.com

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

DR. R Soekartono Prawirodirdjo, MBA Buka Peluang Pemuda Untuk Berkarir
Jakarta- GD Pengusaha nasional yang kini sukses di Bisnis Asuransi ini, ingin mengajak para Pemuda, khususnya mereka yang telah menyelesaikan pendidikan DIII atau S1 untuk bergabung pada PT Prudential Life Assurance yang ia pimpin. Dan dirinya ingin membagikan ilmunya, bahwa bekerja menjadi Agen Asuransi lebih enak dan penghasilannya lebih besar, jika dibandingkan dengan bekerja menjadi karyawan di Perusahaan Swasta. Agency Manager PT Prudential Life Assurance ini menegaskan,bahwa dari segi waktu jam kerja, jelas anda akan lebih diuntungkan, karena kalau anda bekerja di sebuah perusahaan, maka anda harus datang tepat waktu, dan apabila ada kebutuhan yang mendesak, maka anda harus minta ijin atau cuti, agar tidak diberhentikan dari tempat kerjaan anda, bahkan anda akan dipotong gaji anda, jika tidak masuk atau terlambat jam kerja, sementara apabila anda menjadi agen asuransi, maka anda sendirilah yang mengatur waktu kerja anda, jam berapa harus ke kantor, hari apa harus beraktifitas, mau jadi pekerja keras atau mau jadi pekerja yang santai, itu semua diri kita sendiri yang menentukan, paparnya. Kalau selama ini banyak orang yang kebingungan bahkan menjadi sakit, karena kehilangan pekerjaan atau karena pensiun, maka Profesi Agen Asuransi tidak mengenal kata pensiun atau PHK, dengan usia yang makin tua, maka karir, profit serta penghasilan dibidang asuransi akan semakin besar, dan seorang agen makin lama akan semakin matang serta mandiri, oleh sebab itu Pria Kelahiran Malang 26 Maret 1934 ini, mengajak anda yang telah selesai study DIII dan S1 yang belum dapat kerjaan, atau para Sarjana yang terkena PHK, untuk berkarier dan mau bergabung DR.R Soekartono Prawirodirdjo Groub, Menara Topas Lt.8, Jl MH Thamrin Kav.9 Jakarta, atau ke telpon (021) 39831005 atau bisa melalui email di soekartonop@indo.net.id . Sebabai Agency Manager yang telah menekuni sebagai agen selama lebih dari 14 tahun, R Soekartono terus ingin berbagi dan berbagi pada anda, dan siap mendidik menjadi anda sebagai agen yang sukses, yang penting anda memiliki semangat dan kemauan kuat untuk maju, anda harus siap bekerja keras dan

(foto : Soekartono Prawirodirdjo)

ulet, serta jangan lupa untuk didukung dengan doa, karena semua yang kita lakukan saat bekerja adalah ibadah, marilah untuk terus bekerja dan berkarya, nikmatilah setiap pekerjaan meskipun terkadang menghadapi tantangan, “Bagi anda yang ingin bergabung, silahkan datang ke kantor”, tegas Pria yang sangat familier ini. (Rul) tulis tersebut masing­masing untuk program IPA sebanyak 4.862 orang, IPS 7.780 dan IPC sebanyak 6.470 orang. Jumlah ini nantinya memperebutkan sebanyak 2.097 kursi. Pendaftaran SNMPTN jalur ujian tulis telah dibuka secara online sejak 10 hingga 31 Mei 2012, namun karena masih banyaknya calon peserta yang sudah membeli formulir belum terdaftar, panitia pusat memperpanjang hingga 2 Juni. Ujian akan dilaksanakan Selasa, (12/6) dengan materi ujian tes potensi akademik, dan tes bidang studi dasar. Sedangkan pada hari kedua, Rabu, (13/6) dengan materi tes bidang stu­ di IPA dan tes bidang studi IPS. Pelaksanaan ujian di tiga lokasi yakni Unimed, IAIN, dan UMSU. Semen­ tara hasil ujian tertulis tersebut akan diumumkan pada 7 Juli 2012 yang dapat diakses pada laman www. snmptn.ac.id. “Kami dengan persia­ pan yang ada, baik infrastruktur dan sumber daya manusia telah siap untuk melaksanakan semua tahapan­ta­ hapan SNMPTN tahun 2012 sesuai dengan Prosedur Operasinal Baku (POB) SNMPTN 2012,” katanya. Sementara mengenai jumlah pe­ ngawas yang akan diturunkan untuk pelaksanaan ujian tulis nanti, ia mengatakan akan disesuaikan de­ ngan jumlah peserta yang mendaf tar. Pengawas berasal dari dosen­dosen Unimed dan guru­guru yang diper­ bantukan.“Pengamanan pelaksanaan ujian tulis dilaksanakan oleh aparat kepolisian ditambah dengan penga­ manan tertutup yang dilaksanakan oleh Unimed sendiri seperti Satpam, Menwa dan tenaga dosen lainnya,” katanya Kuota Unimed tahun 2012 seba­ nyak 3.146 mahasiswa baru dari ja­ lur tulis, jalur undangan, serta jalur beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin (Bidik Misi). Pada jalur un­ dangan dan Bidik Misi diterima sebanyak 1.049 orang dengan rincian 546 jalur undangan, dan 503 siswa jalur Bidik Misi. Sedangkan kuota pe­ serta jalur ujian tulis sekitar 2.097 Orang**man/p

Pendaftar SNMPTN USU Capai 35.467 Orang
Medan-GD PENDAFTAR Seleksi Nasional Ma­ suk Perguruan Tinggi Negeri (SNM­ PTN) jalur ujian tulis di Universitas Sumatera Utara (USU) mencapai 35.467 orang. Menurut Ketua Panitia Lokal USU, Prof Ir Zulkifli Nasution, melalui Humas SNMPTN, Bisruh Hafi mengatakan, Jum’at (8/6), jumlah pe­ serta yang mendaftar di panitia lokal USU sebanyak 35.467 orang, dengan rincian IPA 13.639, IPC 11.973 dan IPS9.855 orang. Sementara daya tampung USU tahun ini mencapai 7.380 mahasiswa, dengan rincian kuota SNMPTN jalur ujian tulis sebanyak 3.117 orang dan 1.570 mahasiswa jalur undangan serta2.693 mahasiswa merupakan gabungan dari jalur Diploma serta Mandiri. Sebelumnya, Pendaftaran SNMPTN jalur ujian tulis telah dibuka secara online sejak 10 mei 2012. Sementara, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur ujian tulis di Universitas Negeri Medan (Unimed). Yang akan dilakukan pada 12 ­13 Juni mendatang. Kabag Humas Universitas Negeri Medan (Unimed) Tappil Rambe pendaftaran online SNMPTN diluar prediksi UNI­ MED sendiri.“Hingga penutupan pen­ daf taran secara online pendaftar mencapai 19.112 orang. Jumlah itu melampaui angka yang kita prediksi semula yakni sebanyak 18 ribu pen­ daftar,” ujarnya Pendaftar SNMPTN jalur ujian

Kasi SMA Tindaklanjuti Dugaan Pungli di SMN 1 Jatiwaras

Tasikmalaya-GD HASIL beberapa minggu ke belakang akhirnya, Kasi SMA Drs.Omon cepat tanggap beliau akan segera mengklaripikasi tentang pungutan yang akuntabilitasnya di pertanyakan.Kalau tuh memang Drs.Omon melakukan sidak tinggal lihat saja langkah apa.? Dan sanksi apa.? yang akan diberikan kepada kepala SMA N 1 Jatiwaras. Ketika dikonfirmasi di kantornya, Drs.Omon menjelaskan kalau tuh ini tidak berdasarkan musyawarah saya tidak bisa membenarkan. “Harapkan pihak Dinas supaya bisa lebih selektif dalam menentukan kriteria Kepala Sekolah dan diharapkan yang benar­benar berpotensi jiwa Pemimpin dan berkualitas, “ujarnya Diharapkan pihak Dinas ada sangsi tegas yang nantinya suapaya ada efek jera dan hal tersebut supaya tidak terulang kembali.Mengapa Pihak Kasi SMA sampai tidak tahu kejadian seperti ini.? Dan baru tahu berita dari media masa.? Dengan adanya berita ini di harapkan kinerja Kasi SMA supaya bisa di optimalkan dan likuid lagi dan bisa terjun langsung mengawasi Sekolah­sekolah.Tim GD pun akan memantau sejauh mana tindak lanjut dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. **asepnasa/tim

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN G21
“Dalam hal ini pengoperasian SIMDA keuangan membutuhkan skill dan pemahaman tertentu, Untuk itu, Pemkot Lubuklinggau melalui Badan Diklat secara bertahap akan membekali aparatur PNS­nya dengan menyelenggarakan Diklat SIMDA keuangan ini agar dalam pelaksanaan tugas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan bisa berjalan dengan baik,” katanya Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pembukaan Diklat SIMBADA. Jika Simda keuangan digunakan dalam rangka tertib administrasi, akuntabilitas pelaksanaan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, maka Simbada digunakan untuk memberi kemudahan dalam meningkatkan kinerja dan informasi mengenai data inventarisasi barang dan aset pemerintahan. Selain memberikan informasi yang lengkap mengenai barang dan aset daerah, dengan aplikasi ini diharapkan proses penganggaran kebutuhan barang dapat terkoordinasi sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. “Pemeliharaan barang akan lebih teratur dan tertata sehingga berimbas pada efisiensi dan efektifitas biaya. Sama halnya dengan pengoperasian Simda, pengoperasian Simbada tentunya juga membutuhkan skill dan pemahaman khusus,” urainya Sementara itu, Kabid Diklat Pemerintahan, Ahmad Derita, dalam laporannya menyampaikan peserta kegiatan ini sebanyak 40 orang berasal dari dinas in­ stansi dilingkungan Pemkot Lubuklinggau, masing­masing berjumlah 40 orang. Adapun metode pengajaran, kuliah, diskusi, tanya jawab, brain storming, praktek aplikasi SIMDA dan evaluasi. Waktu pelaksanaan, untuk Diklat Sim­ bada dilaksanakan mulai 11­16 Juni 2012 sedangka Diklat SIMDA Keuangan dilaksanakan pada 18­23 Juni mendatang. **Alex/Isra

80 Peserta Ikuti Diklat SIMDA dan SIMBADA
Lubuklinggau-GD SEBANYAK 80 orang peserta mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) dan Diklat Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) tingkat Kota Lubuk­ linggau 2012. Asisten III Setda Lubuklinggau, H. Rusli dalam kesempatan tersebut me­ ngatakan dalam upaya membantu pemerintah daerah menyusun laporan keuangan sebagai sarana pertanggungjawaban yang dapat diandalkan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyusun sistem aplikasi komputer yang dapat mengolah data transaksi keuangan menjadi laporan keuangan yang akuntabel. SIMDA atau Sistem Informasi Manajemen Daerah merupakan aplikasi berbasis komputer yang bertujuan membantu pemerintah daerah dalam penatausahaan keuangan daerah. Program aplikasi keuangan daerah ini telah terintegrasi mulai dari penyusunan anggaran, perbendaharaan, sampai dengan pembukuan.

Hal pendidikan Jadwal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru di Provinsi DKI Jakarta tahun ajaran 2012/2013 SMP REGULER
NO KEGIATAN 1 Pra pendaftaran Online *) 2 Pra pendaftaran Langsung dan Verifikasi 3 Pendaftaran Online **) 4 Pendaftaran Langsung dan Verifikasi 5 Pengumuman 6 Lapor Diri 7 Pengumuman Tempat Kosong TAHAP II ***) 1 Pendaftaran Online **)3 ­ 5 Juli 2 Pendaftaran Langsung dan Verifikasi 3 Pengumuman 4 Lapor Diri TANGGAL 16 ­ 23 Juni 21 ­ 23 Juni 23 ­ 30 Juni 28 ­ 30 Juni 30 Juni 2 ­ 3 Juli 3 Juli 24 Jam 4 ­ 5 Juli 5 Juli 6 ­ 7 Juli JAM 24 Jam Online 08.00 ­ 14.00 24 Jam 08.00 ­ 14.00 15.00 08.00­14.00 15.00 Online 08.00 ­ 14.00 15.00 08.00 ­ 14.00 LOKASI TAHAP I di sekolah yg ditetapkan Online di Sekolah terdekat Online di sekolah tujuan Online

di Sekolah terdekat Online di sekolah tujuan

Keterangan: *) batas waktu prapendaftaran on­line pada tanggal 23 Juni 2012 ditutup pada pukul 12.00 WIB, ditujukan kepada siswa luar kota dan lulusan tahun lalu ** ) batas waktu pendaftaran on­line pada tanggal 30 Juni 2012 tahap I dan 5 Juli 2012 tahap II ditutup pada pukul 12.00 WIB SMA & SMK REGULER NO KEGIATAN TANGGAL 1 Pra pendaftaran Online *) 18 ­ 27 Juni 2 Pra pendaftaran Langsung dan Verifikasi 24 ­ 27 Juni 3 Pendaftaran Online **) 27 Juni ­ 6 Juli 4 Pendaftaran Langsung dan Verifikasi 2 ­ 6 Juli 5 Pengumuman 6 Juli 6 Lapor Diri 7,9,10 Juli 7 Pengumuman Tempat Kosong 10 Juli TAHAP II ***) 1 Pendaftaran Online **) 2 Pendaftaran Langsung dan Verifikasi 3 Pengumuman 4 Lapor Diri 10 ­ 13 Juli 12 ­ 13 Juli 13 Juli 14 Juli JAMLOKASI 24 Jam 08.00 ­ 14.00 24 Jam 08.00 ­ 14.00 15.00 08.00­14.00 15.00 24 Jam 08.00 ­ 14.00 15.00 08.00 ­ 14.00 TAHAP I Online di sekolah yg ditetapkan Online di Sekolah terdekat Online di sekolah tujuan Online Online di Sekolah terdekat Online di sekolah tujuan

Keterangan: * ) batas waktu prapendaftaran on­line pada tanggal 27 Juni 2012 ditutup pada pukul 12.00 WIB, ditujukan kepada siswa luar kota dan lulusan tahun lalu ** ) batas waktu pendaftaran on­line pada tanggal 6 Juli 2012 tahap I dan 13 Juli 2012 tahap II di tutup pada Pukul 12.00 WIB ..........sumber Disdik DKI

Perguruan Tinggi Negeri Dilarang Naikkan Biaya Pendidikan

Jakarta-GD Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melarang perguruan tinggi negeri (PTN) menaikkan biaya pendidikan yang berasal dari ma­ hasiswa. “Tidak ada kenaikan SPP (sumbangan pembinaan pendidikan), karena sudah dapat bantuan operasional perguruan tinggi negeri,” katanya seusai melakukan inspeksi mendadak di hari pertama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mendikbud menjelaskan, saat ini pemerintah me­ nerapkan sistem insentif dan disinsentif bagi semua PTN. Jika sumber dana sebuah PTN berasal dari

masyarakat, maka secara otomatis penerimaan yang berasal dari pemerintah akan dikurangi. Namun jika pendanaannya didapat dari kerja sama dengan industri dan penelitian, maka pemerintah akan memberi insentif tambahan. “Tambahannya disesuaikan dengan koefisien proporsionalitasnya,” kata Mendikbud. Untuk itu, selain memberi bantuan operasional kepada perguruan tinggi negeri, Mendikbud me­ nyampaikan akan terus mendorong tumbuhnya kerja sama antara PTN dengan industri. “Jangan sekali­sekali menaikkan dari sisi masyarakat, karena akan diberi disinsentif,” tegasnya. **P

G22

EKBIS
www.gentademokrasi.com

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

Usulan Alokasi 10 % Dana Jalan Sulit Terealisasi
dalam, karena dapat menimbulkan masalah. Apa iya hal yang lainnya kurang penting (dibanding jalan­red),” ujar Djoko Kirmanto usai mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR­RI yang membahas usulan inisiatif DPR­RI tentang revisi UU Jalan No. 38 tahun 2004 (6/6) di Jakarta. Dalam Raker tersebut, Komisi V DPR mengusulkan salah satu materi yang perlu diatur dalam Rancangan UU Jalan ialah alokasi dana khusus jalan sebesar 10 persen dari APBN/ APBD untuk kurun waktu 20 tahun sejak UU tersebut diberlakukan. “Pertimbangan lain yang membuat usulan tersebut sulit untuk dilakukan ialah ketetapan besaran alokasi ter­ sebut tidak disebutkan dalam UUD 1945, sehingga berbeda dengan alokasi dana pendidikan yang memang diatur dalam UUD 1945 perubahan keempat melalui pasal 31 ayat 4, “ujarnya Hal lain yang mendapat perhatian dari Menteri PU ialah usulan pem­ bentukan Badan Pengawas Jalan se­ bagai badan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan jalan. Menurutnya, tugas tersebut sudah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal selaku auditor internal Kementerian PU, serta Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Lem­ baga Swadaya Masyarakat sebagai pengawas eksternal. Pembentukan Badan Pengawas Jalan perlu dilihat lagi, karena akan memperpanjang bi­ rokrasi dan membebani anggaran bi­ aya negara. Usulan DPR lainnya dalam RUU Jalan yaitu pengaturan khusus ten­ tang jembatan. Djoko Kirmanto men­ jelaskan, jembatan ialah bagian dari jalan sehingga UU No 38 tahun 2004 tidak mengatur khusus tentangnya. Sementara pengaturan khusus jem­ batan sudah ada pada tingkatan Pera­ turan Menteri PU. Djoko Kirmanto mengatakan, Pe­ merintah menyambut baik inisiatif DPR untuk menyempurnakan UU Jalan yang ada, namun hendaknya tidak perlu mengganti seluruh isinya. Hal tersebut didasarkan penilaian UU Jalan yang berlaku sudah mengatur hal­hal strategis seperti yang diusul­ kan DPR. “Permasalahan dalam penyelengga­ raan jalan pada dasarnya tidak terletak pada substansi pengaturannya tetapi lebih kepada implementasi dan upaya penegakan hukumnya,” katanya **psh

Joko Kirmanto

Jakarta-GD MENTERI Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menilai, usulan alokasi 10 persen dari APBN/APBD khusus untuk penanganan jalan sulit

untuk direalisasikan. Hal tersebut me­ nurut Djoko Kirmanto, karena masih banyak sektor lain yang sama pen­ tingnya dengan penanganan jalan yang memerlukan alokasi anggaran yang memadai. ”Ini perlu dikaji lebih men­

Tiap Tahun Kecelakaan Meningkat, Jalan Rusak Ikut Berpengaruh
Samarinda-GD Jumlah kecelakaan lalu lintas di Samarinda, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kondisi jalan yang tidak baik, menjadi salah satu penyebab yang tak boleh diremehkan. Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Rachmad Iswan Nusi, menga­ takan, faktor pengemudi merupakan penyebab utama kecelakaan yang paling besar. “Selain itu, kondisi jalan juga mempengaruhi. Seperti jalan berlubang, licin, dan terlalu menukik. Kemudian, kondisi kendaraan juga berpengaruh, layak atau tak layak pakai,” sebutnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari unit laka lantas, Polresta Sama­ rinda, jumlah kecelakaan tahun 2010 sebanyak 189 kasus. Korban meni­ nggal sebanyak 48 orang, luka berat 103 orang, dan luka ringan 146 orang. Dilihat dari jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas, ken­ daraan seperti truk dan sejenisnya (kendaraan beban berat) masuk dalam peringkat pertama, sebanyak 29 unit. Sementara tahun 2011, jumlah kecelakaan naik menjadi 239 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 68 orang, luka berat 111 orang, luka ringan 179 orang. Dari jenis kendaraan, truk dan sejenisnya masih tetap jadi yang paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas dengan jumlah 33 kendaraan. Sebelumnya, Kepala Dinas Per­ hubungan Samarinda, Hermanto me­ ngatakan, awal Juli semua infrastruk­ tur seperti jalan raya, marka jalan, dan rambu lalu lintas akan segera di­ benahi. “Hal tersebut akan saya komunikasi­ kan dengan Dinas Perhubungan Sa­ marinda. Kami juga akan segera mengkaji ulang mengenai waktu ope­
sambungan dari hal. 16

rasional arus lalu lintas kendaraan bermuatan besar,” ujar Rachmad. Dia menambahkan, jumlah tersangka pa­ ling banyak 2010 sampai 2011 adalah dari kalangan siswa SMA, kedua pelajar SMP. “Bayangkan, pelajar yang terlibat lakalantas sebanyak 181 siswa SMA dan 45 pelajar SMP itu untuk tahun 2011, sedangkan untuk tahun 2010 sebanyak 144 siswa SMA dan 36 pelajar SM. Saya harap orang tua mau mengawasi anaknya jika membawa motor,” pungkasnya **MAR

DPRD Kabupaten Musi Rawas Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Prestasi Kabupaten Musi Rawas Meraih Juara Umum Pada Pegelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2012
Hj.Sri Hernalini Nita Utama Ketua Drs.Herman Mawik Wakil Ketua I Suhari, SPt Wakil Ketua II Marzuki Syamsum (Sekwan)

pilih, dan turut mensosialisasikan Pilkada yang jujur, transparan dan menjunjung tinggi hak pilih warga. Seluruh anggota KNPI juga akan menjadi pemantau dalam proses Pilkada tersebut, kita juga berharap seluruh PNS tetap netral tanpa memihak salahsatu kandidat, serta jangan ada pilitik uang di masyarakat, para kandidat agar tidak menggunakan

dana APBD untuk kepentingan politik­ nya, karena kita tau ada tiga Cagub dari Kepala Daerah, seperti Fauzi Bowo dari incumbent, Alex Noerdin Gubernur Sumsel dan Joko Widodo dari Walikota Solo, kita tidak ingin dana APBD yang seharusnya untuk membangun masyarakat dan daerah, tapi digunakan untuk kepentingan politik Pilkada, tegasnya. (PY).

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012 www.gentademokrasi.com

G23
mungkin yang lain melakukan. Sampai saat ini kita meyakini bahwa Wa Ode itu adalah orang yang mengungkap adanya korupsi di DPR,” ujar Taslim. Sementara Koordinator Forum Ma­ syarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Sebastian Salang, me­ ngamini hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang menempatkan DPR sebagai lembaga paling korup di Indonesia. Bahkan Sebastian menge­ mukakan beberapa faktor yang me­ nyebabkan DPR sebagai lembaga terkorup. “Pertama, disebabkan sistem pemi­ lu yang menelan biaya politik mahal. Karena itu politisi­politisi berlom­ ba­lomba mencari duit untuk meme­ nuhi kebutuhan politiknya,” seraya ditambahkannya, partai­partai politik yang ada di Indonesia cenderung me­ ngandalkan pendanaan dari kadernya yang duduk di DPR. Yang ketiga, karena politisi DPR memang berperilaku hedonis. “Yang terakhir ya memang maruk. Banyak orang DPR yang sudah kaya di DPR, sampai DPR juga malah makin maruk” ujarnya Hasil survei SSS pun dipandang Sebastian gambaran masyarakat. Ala­ sannya, DPR yang seharusnya sebagai lembaga kontrol justru menjelma men­ jadi koruptor sehingga masyarakat tak punya harapan lagi ke para politisi. **tim/p Kejaksaan Minta... sambungan dari hal 1 Khusus tahun 2011 karena disinyalir sangat rawan terjadinya praktek KKN, belakangan ini, santer informasi bahwa praktek Kolusi,Korupsi dan Nepotisme (KKN) di Dinas Perikan, Kelautan dan Peternakan (PKP) Kab Karawang semakin rawan, bahkan sudah menjadi bahan perbincangan sejumlah awak media. Penyerapan uang rakyat tersebut disinyalir telah di manfaatkan oleh oknum­oknum dalam kepentingan pribadi dan kelompok. Dan penentuan untuk pemenang tender yang kabarnya sudah di atur sedemikian rupah dengan modus memasukkan sejumlah perusahaan yang diajukan hanya satu rekanan saja. Aroma bau korupsi tersebut, sema­ kin terkuak dan konon kabarnya indikasi itupun sudah mulai tercium oleh pihak kejaksaan.namun ada juga dugaan tidak sedap bahwa pihak ke­ jaksaan hanya melakukan gertak sambal tanpa melakukan penyidikan lebih lanjut. Maka patut juga dicurigai, oknum Kejaksaan berhenti di tengah jalan dalam melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan ter­ sebut. Sebab sangat ironis sekal, bahwa dugaan penyimpangan dalam mekanisme penyerapan Dana Alo­ kasi Khusus (DAK) tahun 2011 yang di peruntuhkan pada dinas ini,di si­ nyalir kuat telah di azas mamfaatkan menjadi kepentingan kelompok atau pribadi,karena bukan memperbaiki UPR masyarakat namun kabarnya, TERE... sambungan dari hal 1 DPP Partai Demokrat mengaku tak tahu jika Theresia Ebenna Ezeria Pardede atau akrab dipanggil Tere ternyata juga mengundurkan diri sebagai kader Partai Demokrat.Pasalnya dalam surat pengunduran diri, Tere hanya menyampaikan keinginannya mundur dari keanggotaan DPR dan bukan keanggotaan partai. “Dia kemarin hanya bilang keluar dari anggota DPR. Tidak ada pengunduran diri dari partai,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. “Setelah surat pengunduran diri Tere diterima dari DPR diterima oleh DPP, dirinya sempat bertemu dan berdiskusi dengan Tere tentang pokok permasalahan yang menjadi alasan pengunduran diri Tere. “Dia hanya bilang karena keperluan keluarga. Dia diminta saudara­saudaranya untuk menjaga ayahnya yang sedang sakit,” jelasnya. Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Tere mengejutkan semua pihak atas keputusan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR. Pasalnya selama ini Tere tak pernah diterpa oleh berita­berita negatif apalagi tersangkut kasus korupsi. Banyak pihak berspekulasi pengunduran diri Tere terkait kasus Hambalang. Namun hal itu dengan tegas dibantahnya karena dirinya tak tahu menahu proses pembahasan itu. **psh yang di rehap adalah milik salah seorang oknum yang bekerja di dinas tersebut. DAK yang mencapai nilai total Rp. 1,262 miliar yang diperuntuhkan un­ tuk kegiatan Balai Benih Ikan (BBI), Unit Pembenihan Rakyat (UPR) serta untuk pengadaan kendaraan opera­ sional BBI ditenggarai kuat telah salah sasaran bahkan proses pengadaan diduga kuat juga tidak sesuai dengan Pepres 54 tahun 2010 tentang me­ kanisme pengadaan jasa dan barang pemerintah. Sejumlah sumber yang berhasil di rangkum wartawan terkait dalam kegiatan UPR sejak jaman Hendro sebagai kepala dinas PKP, sudah me­ wanti­ dan melarang agar anggaran dalam perbaikan UPR sebuah UPR yang berlokasi di Teluk Jambe tersebut tidak bisa di perbaiki dengan uang rakyak, dikarenakan UPR tersebut bukan milik masyarakat namun milik seorang oknum PNS di Dinas PKP. “Sebenarnya waktu jaman Pak Hendro sebagai kepala Dinas PKP, sudah melarang bahwa anggaran tidak di perbolehkan di alokasikan pada UPR yang di Teluk Jambe,sebab beliau tahu UPR itu bukan milik ma­ syarakat,namun milik salah seorang oknum di dinas PKP, makanya saya juga heran,kenapa begitu Pak Yayat sebagai kepala dinas,jadi bisa” kata sumber dengan nada tanda tanya. Seraya menambahkan dan mendu­ ga, bahwa oknum dinas PKP, hanya memamfaatkan rekanan saja dalam penyerapan DAK tersebut. Sangat di sayangkan, Drs. Yayat S selaku kepala Dinas sangat sulit di temui, sementara Durahim selaku PPK beberapa waktu lalu,kepada war­ tawan di ruang kerjanya di Dinas PKP, menampik, dengan bahasa serba hati­ hati dan terlihat gelisah, membantah tudingan miring tersebut, bahwa dalam hal pengalokasian DAK tahun 2011 sudah berjalan dengan baik. “Saya harus bagaimana menjelas­ kanya, proses tender berjalan dengan baik, bahkan beberapa rekanan me­ ngajukan dokumen,jadi semua berkas ada,tidak benar ada pencurian atau penyimpangan dalam penyerapan anggaran tersebut” jawabnya. **Budi

DPR Terkorup... sambungan dari hal 1 Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini duduk di Komisi III DPR itu menambahkan, keane­ han tentang kinerja Banggar sema­ kin mencuat menyusul dugaan korup­ si yang membetit Wa Ode Nurhayati terkait pembahasan Dana Pemba­ ngunan Infrastruktur Daerah (DPID) maupun Hambalang. Taslim menye­ but Nurhayati yang dijerat KPK justru menjadi pihak pertama yang mengung­ kap dugaan korupsi di Banggar. “DPID itu kan waktu Wa Ode ditangkap. DPID kan ada korupsinya walaupun Wa Ode mengatakan tidak melakukan, tapi

Diminta Periksa Bupati... sambungan dari hal 1 Matrik korupsi dana APBD Bengkalis yang terjadi dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Riau, terkait belanja kebutuhan tanggap darurat bencana ambruknya dolpin pelabuhan Roro Air Putih Kecamatan Bengkalis dengan biaya APBD tahun 2011 sebesar Rp. 3,9 miliar lebih. dan korupsi yang diduga terjadi soal dana SPPD fiktif. Namun, hingga saat ini kasus tersebut, telah menjadi bahan pembicaraan masyarakat khususnya masyarakat Bengkalis diberbagai tempat. Pasalnya, hasil tindaklanjut penyidikan kasus korupsi yang dinilai dilakukan secara berjama’ah tersebut, nampaknya tak membuahkan hasil. Kendatipun demikian, Surat pernyataan Ormas, Okp, LSM, dan lain sebagainya yang diterima Perwakilan Riau Koran Berantas ini, terkait sejumlah kebocoran dana APBD Bengkalis tahun 2011 khususnya dana bantuan sosial yang seharusnya disalurkan dengan transparan kepada Lembaga dan Yayasan yang telah diajukan oleh masyarakat kepada Pemda Bengkalis tahun 2011 lalu. Namun, atas kejadian tersebut, dinilai melibatkan tubuh para petinggi Negeri junjung Bengkalis termasuk tubuh pejabat Bank Riau Kepri cabang Bengkalis. Sesuai dengan harapan berbagai elemen Ormas, Okp termasuk LSM, Perwakilan media ini diminta agar korupsi yang dilakukan secara berjama’ah tersebut, diungkap lewat media massa, yakni (1). Bahwa berdasarkan fakta­fakta dan telaah tesebut, perbuatan yang dilakukan oleh Sekda Bengkalis Drs Asmaran Hasan bersama kroninya, dengan menyekapati menandatangani dan menyetujui penyaluran dana APBD Bengkalis tahun 2011 bekerjasama dengan PPKD dan KBUD. Dan sebagai pihak ketiga yang dianggap sebagai penerimaan aliran dana yang dinilai penuh rekayasa. Seperti yang diperlakukan kepada salah satu korban akibat pencatutan nama, tandatangan, KTP warga Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis yang bernama Cipto Rejo yang telah membuat surat pernyataannya kepada Perwakilan Riau Kompass Indonsia ini melalui lembaga di Bengkalis. Cipto Rejo sebelumnya telah membuat surat permohonan pembelaan dirinya terkait pencatutan nama dan pemalsuan tanda tangan. Kemudian, Cipto kembali membuat surat pernyataan pada tanggal 13 Oktober 2011 bahwa dirinya tidak pernah menandatangani surat pengajuan permohonan pembuatan Rekening di Bank Riau Capem Sei Pakning untuk dan atas nama lembaga/ormas Himpunan Gabungan Bandar Jaya (HGBJ). Karena itu, Cipto berupaya ingin mengetahui apa yang menjadi penyebab dirinya disebut sebagai pengurus di dalam HGBJ. Maka, Cipto memohon dukungan penuh kepada Koran ini melalui LSM untuk membantu dan menelusuri sumber data dan informasi. Sehingga, bersama­sama dengan Wartawan/LSM, melakukan konfirmasi di beberapa SKPD dilingkungan Pemda Bengkalis hingga pada pos Bagian Kesra Pemda Bengkalis. Ternyata, di Bagian Kesra, terdapat surat Permohonan Percairan Dana Bantuan dari Pemda Bengkalis yang bersumber dari APBD Bengkalis T.A.2011 sebesar Rp. 50. 000.000 (Lima puluh juta) untuk tahap I (pertama) kepada atas nama HGBJ. Dalam surat proposal tersebut, ternyata apa yang diinformasikan kepada Cipto sebelumnya ternyata benar. Dalam surat temuan itu, Cipto yang disebut sebagai Ketua HGBJ, fhoto copy KTP, fhoto copy Buku Rek.Bank Riau­Kepri Capem Sei.Pakining. Nomor Nsb: 100409101950000 dan Nomor Rek:124­20­00299. Kemudian, bersama Wartawan/LSM, Cipto melakukan konfirmasi ke pihak Bank Riau­Kepri Cabang Bengkalis pada bulan Oktober 2011 lalu. hasil penelusuran, ternyata memang benar bahwa adanya pembukaan Rekening di Bank Riau Kepri Cabang Bengkalis untuk atas nama HGBJ yang didukung dengan bukti yang jelas seperti aliran dana masuk dan keluar dari Rekening yang dimanipulasi tersebut. Berdasarkan data lampiran permohonan proposal permohonan pencairan dana bantuan dari Pemda Bengkalis yang diajukan oleh pihak­pihak yang tidak bertanggung jawab  bersambung edisi akan datang/TORO

G22
www.gentademokrasi.com

GENTA DEMOKRASI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012

TPA Sampah Bangkinang Rp. 4,3 Miliar Diduga Korupsi
menganga. mulai dari dasar pondasi bangunan sampai dinding telah rusa berat. Dan secara keseluruhan pembangunan kolam penampung sampah, juga rusak berat yang diduga pekerjaannya tidak sesuai dengan konstruksi atau asal jadi. Kemudian, member dan karpet TPA, juga terindikasi dari bahan bekas pakai. Sehingga kondisi karpet tersebut telah hancur. pengecoran pada keseluruhan dinding bangunan, tampak jelas tidak dikerjakan. Yang pelaksanaan pekerjaannya dilapangan hanya se­ batas penutupan atau ditimbun dengan tanah liat. Bahkan pada sejumlah titik peker­ jaan kolam penampung Limbah telah dihiasi kerusakan berat, sehingga patut dicurigai akan merugikan Negara yang cukup lumayan besar. Proyek yang bersumber dana dari APBN Tahun 2011 yang dikucurkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan kontraktor pelaksana PT. Daya Hasta Multi Perkasa dengan Konsultan Pengawas CV. Rena Wijaya Consultan, tidak diterapkan pada papan proyek volume kegiatan serta nomor kontrak kerja proyek sebagaimana ketentuan figur sudah bermunculan. Dari sekian figur yang muncul salah satunya R.E. Nainggolan. Ketua LSM LABAN menolak berkomentar jauh tentang sosok figur Calon Gubernur Sumatera Utara. Akan tetapi sosok figur RE. Nainggolan tepat pimpin Sumatera Utara, ungkapnya Ditambahkannya, bahwa daerah Sumatera Utara dinilai membutuhkan figur berlatar belakang birokrat seperti DR RE Nainggolan MM untuk menata pemerintahan di Sumut, hal ini sangat tepat dalam menangani pelayanan kepada masyarakat secara lebih optimal. “Ya, pengalaman Pak RE, bahwa selama ini di pemerintahan sudah matang dalam melaksanakan roda Pemerintahan di Sumatera Utara, “kata Hotmanogar di Jakarta belum lama ini **GD/p peraturan perundang­undangan yang berlaku. Sehingga sangat rawan pe­ nyimpangan karena masyarakat tidak bisa mengetahui luas atau volume pe­ kerjaan lapangan sebagaimana yang diharapkan. “Adanya penyimpangan pelaksana­ an pekerjaan kegiatan proyek pening­ katan kinerja TPA sampah tersebut, tidak terlepas dari funngsinya tugas pengawasan dari Dinas Cipta Karya Provinsi Riau yang beralamat kantor di Jl. Riau Pekanbaru. Sehingga hal ini patut menjadi perhatian BPK RI Per wakilan Riau maupun Kejaksaan Tinggi Riau,” ujar Martin. Wartawan Koran ini yang mencoba meminta keterangan dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Asnil ST, di Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Riau di Jalan Riau Pekanbaru, tidak membuahkan hasil. Karena setiap Asnil ST mau ditemui Berantas dikan­ tornya, ia Asnil ST tersebut jarang berada ditempat. Ketika dihubungi Berantas melalui hendphon miliknya, juga tak dijawab. demikian pula ketika dikonfirmasikan melalui via SmS, juga tak diindahkan. (Bersambung)**B. NASO/TORO

Proyek Peningkatan Kinerja

Pekanbaru-GD KETUA DPD LSM Komunitas Pem­ berantas Korupsi Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Martin, mendesak Ke­ jaksaan Tinggi Riau untuk segera me­ lakukan pengusutan pelaksana proyek peningkatan Kinerja Tempat Pem­ buangan Akhir (TPA) Sampah yang berlokasi di Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar Provinsi Riau senilai Rp. 4. 383.000, 000,­ yang ditengarai menjadi korupsi. Kegiatan telah mendapat nilai PHO 100 persen (%), sementara pekerjaan dilapangan belum kunjung terlaksana. Pada pembangunan kolam lindi, telah dihiasi lobang­lobang yang

Kejurda Catur Yunior Jawa Barat Tahun 2012
Karawang-GD SEBAGAI salah satu upaya men­ jaring bibit atlit catur, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Barat menggelar Kejurda Catur Yunior Jawa Barat Tahun 2012, yang berlangsung mulai hari ini hingga 3 Juni 2012 Turnamen diselenggarakan di Aula Husni Hamid Pemkab Karawang tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara, MH. Bupati Karawang H. Ade Swara da­ lam sambutannya mengatakan, ke­ giatan ini bukan saja merupakan arena pemanduan bakat bagi peserta, namun juga dapat menunjukkan bahwa cabang olah raga catur bukan saja milik kaum

R.E Nainggolan (Photo Dok)

RE Nainggolan Dinilai Figur Tepat Pimpin Sumatera Utara
Jakarta-GD KETUA Lembaga Advokasi & Binaan Anak Negeri (LSM LABAN) Hotmanogar S. Silaban berharap agar masyarakat Sumatera Utara nantinya dapat memilih calon Gubernur yang pro rakyat untuk pimpin sumatera Utara. Hal tersebut dikatakannya kepada wartawan koran ini di sela­ sela pelantikan susunan pengurus perwakilan LSM LABAN di Jakarta belum lama ini. Diperoleh keterangan, bahwa pil­ kada di provinsi Sumatera Utara ber­ langsung tahun depan. Namun para

Advokat & Konsultan hukum

LAW

HARIANJA & PARTNER’S (+62) 8131 0825 136
a

Jl. Raya plumpang - semper No.39 Jakarta Utara. 14230

muda, tetapi milik semua umur. “Saya mengharapkan agar Kejurda ini dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan prestasi para pecatur di kabupaten karawang pada khususnya, dan di jawa barat pada umumnya,” ujarnya. Untuk itu, secara khusus dirinya menyampaikan ucapan “Terima Ka­ sih” dan “Penghargaan yang seti­ nggi­tingginya” kepada pengurus ca­ bang Percasi Jawa Barat dan Percasi Kabupaten Karawang yang telah me­ nyelenggarakan turnamen catur ini, dalam rangka untuk meningkatkan prestasi melalui pembinaan cabang olahraga catur di kabupaten karawang dan di Jawa Barat untuk meraih prestasi. “Begitu pula kepada para official beserta para peserta turnamen catur,se Kabupaten dan Kota saya atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang mengucapkan “Selamat Datang dan selamat bertanding” se­ moga turnamen mampu melahirkan pecatur­pecatur yang handal dan berprestasi,” tuturnya. Diakhir sambutannya Bupati menghimbau kepada seluruh peser­ ta agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persau­ daraan, karena kegiatan ini tidak hanya untuk mencari yang terbaik dan meningkatkan gengsi, namun yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa persatuan, persaudaraan dan kekeluargaan serta mempererat tali silaturahmi khususnya di kalangan pecinta olah raga catur. Pungkasnya. Pihak penitia penyelenggara menyampaikan laoprannya bahwa Kejurda Catur Yunior Jawa Barat ini diikuti oleh 26 Pengcab Kabupaten dan Kota, dengan jumlah peserta sebanyak 239 orang. Terbagi 7 Kelompok usia baik putra dan putri, adapun yang dipertandingkan adalah : Catur Standard, Catur Cepat dan Catur Exekutif. Di rencakan kejurda ini akan berlangsung dari tanggal 30­3 Juni 2012. **Budi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->